Bulan: Maret 2026

BREBES, DN-II Kabupaten Brebes mengukuhkan posisinya sebagai salah satu lumbung devisa terbesar di Jawa Tengah. Berdasarkan data terbaru, kontribusi ekonomi dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Brebes kini hampir setara dengan total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten tersebut.

Penyumbang Devisa Fantastis

Fenomena “pahlawan devisa” ini bukan sekadar julukan. PMI asal Kabupaten Brebes dilaporkan menyumbangkan devisa negara hingga Rp 3,4 triliun per tahun. Angka ini sangat signifikan mengingat APBD Kabupaten Brebes tahun 2024 berada di angka kurang lebih Rp 3,5 triliun.

Setiap bulannya, rata-rata kiriman uang atau remitansi yang masuk ke wilayah Brebes mencapai Rp 279 miliar. Arus modal ini menjadi motor penggerak utama ekonomi di tingkat desa, mulai dari pemenuhan kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan, hingga modal usaha mikro bagi keluarga yang ditinggalkan.

Data Penempatan dan Sebaran Negara

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Brebes, Abdul Majid, melalui Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Tenaga Kerja, Irfan Junaedi, memaparkan rincian data penempatan tenaga kerja tersebut.

Hingga tahun 2024, diperkirakan terdapat 27.859 warga Brebes yang bekerja di luar negeri, mencakup jalur prosedural maupun non-prosedural. Secara statistik, Brebes konsisten berada di posisi tiga besar daerah pengirim PMI terbanyak di Jawa Tengah (9,8%), membayangi Kabupaten Kendal dan Cilacap.

“Untuk tahun 2025, tercatat sebanyak 6.189 PMI resmi yang terdaftar melalui berbagai skema, mulai dari Government to Government (G to G), Private to Private (P to P), UKS, hingga Mandiri Perseorangan,” ujar Irfan Junaedi.

Para pekerja ini tersebar di sejumlah negara tujuan strategis, antara lain:

Hong Kong dan Taiwan

Korea Selatan

Malaysia

Jepang

Singapura

Komitmen Pelindungan Tenaga Kerja

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Melihat besarnya kontribusi tersebut, Pemerintah Kabupaten Brebes terus berkomitmen meningkatkan standar pelindungan bagi para pekerja. Fokus utama saat ini adalah penguatan sistem penempatan dan edukasi berkelanjutan agar para PMI berangkat melalui jalur resmi (prosedural).

Langkah ini diambil untuk meminimalisir risiko kerja di luar negeri sekaligus memastikan bahwa remitansi yang dihasilkan dapat dikelola secara produktif demi kesejahteraan jangka panjang keluarga PMI di kampung halaman.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Dalam rangka menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama libur Lebaran, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah melakukan peninjauan langsung ke objek wisata pantai di wilayah hukum Polres Brebes, Selasa (24/03/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Ketupat Candi 2026 guna memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif di titik keramaian.

Dalam pantauannya, Kapolres tak segan turun langsung menyapa para wisatawan yang tengah menikmati liburan bersama keluarga. Dengan pendekatan yang humanis, AKBP Lilik mengingatkan para orang tua untuk memberikan pengawasan ekstra kepada anak-anak, terutama saat bermain di bibir pantai.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat berwisata dengan aman. Namun, kami minta pengunjung tetap waspada, perhatikan batas aman berenang, dan jangan sampai lepas pengawasan terhadap putra-putrinya,” ujar Kapolres di sela-sela pengecekan.

Selain menyapa warga, Kapolres juga melakukan pengecekan kesiapan personel di Pos Pengamanan Wisata. Kapolres Brebes menekankan pentingnya sinergi antara Polri, pengelola wisata, dan tim penyelamat pantai untuk mengantisipasi potensi kecelakaan air maupun tindak kriminalitas di area parkir dan kerumunan.

“Melalui Operasi Ketupat Candi 2026 ini, fokus kami bukan hanya kelancaran arus mudik di jalan tol dan arteri, tetapi juga keselamatan masyarakat di tempat-tempat wisata yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung,” tambahnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dalam peninjauan, Kapolres yang didampingi Wakapolres Brebes dan sejumlah PJU juga memberikan imbauan kepada pengunjung untuk menjaga barang bawaan dan memarkirkan kendaraan di tempat yang telah disediakan serta mematuhi arahan petugas di lapangan.

Kegiatan pengecekan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, sehingga perayaan Idul Fitri 1447 H di wilayah Brebes dapat berjalan dengan ceria, aman dan berkesan.

Ditambahkan Kasatgas Humas Iptu Indra Prasetyo kegiatan tersebut dilakukan menyusul terjadinya lonjakan pengunjung di beberapa titik wisata air, seperti Pantai Randusanga Indah (Parin), yang menjadi destinasi favorit warga lokal maupun pemudik yang tengah berlibur.

Dalam kunjungannya Indra menyebut, Kapolres mengecek secara detail kesiapan personel yang bertugas di Pos Pengamanan (Pospam) Wisata.

“Fokus utama kami adalah keselamatan pengunjung. Kami pastikan personel bersiaga di titik-titik rawan, terutama di bibir pantai, untuk mengantisipasi kecelakaan air akibat tingginya antusiasme masyarakat yang bermain di laut,” pungkanya.

Hingga sore hari, situasi di kawasan wisata pantai terpantau ramai namun tetap kondusif. Polres Brebes berkomitmen untuk terus menyiagakan personel di lokasi wisata hingga berakhirnya masa libur Lebaran, guna memastikan seluruh rangkaian perayaan Idul Fitri 1447 H berjalan dengan aman dan berkesan bagi masyarakat. (Casroni/Hms)

TEGAL, DN-II Sejumlah juru parkir (jukir) di Kota Tegal mulai menyuarakan keresahan terkait kebijakan kenaikan target setoran retribusi harian. Selain beban setoran yang dianggap memberatkan, para pekerja lapangan ini juga menyayangkan nihilnya perhatian kesejahteraan dari pemerintah daerah pasca-Lebaran.

Salah satunya adalah Mulyadi (41), juru parkir yang sehari-hari bertugas di depan toko buah, Jalan Sultan Agung Nomor 73, Kota Tegal. Saat ditemui pada Selasa (24/3/2026), Mulyadi mengungkapkan bahwa selama ini ia rutin menyetor retribusi kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tegal.

Nihil THR bagi Juru Parkir

Meski rutin berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui setoran harian sebesar Rp12.000, Mulyadi mengaku tidak mendapatkan tunjangan apa pun saat momentum hari raya.

“Tiap hari saya bayar retribusi Rp12.000 ke pemerintah kota. Tapi sampai saat ini, sehabis Lebaran, tidak ada uang Lebaran atau THR yang kami terima,” ujar Mulyadi dengan nada kecewa.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Polemik Kenaikan Setoran

Keresahan jukir semakin memuncak setelah beredarnya informasi mengenai kenaikan tarif setoran retribusi. Dari pantauan di lapangan, tarif yang semula Rp12.000 dikabarkan akan naik menjadi Rp14.000 per hari. Namun, informasi di lapangan juga menunjukkan adanya tekanan target setoran yang jauh lebih tinggi di beberapa titik lain.

Status Retribusi Besaran Lama Besaran Baru (Isu)

Setoran Harian Rp12.000 Rp14.000 – Rp50.000

Mulyadi menegaskan bahwa hampir seluruh rekan sejawatnya di kawasan Jalan Sultan Agung menolak keras rencana kenaikan tersebut. Menurutnya, kenaikan setoran tidak realistis jika tidak dibarengi dengan peningkatan fasilitas bagi para jukir.

Tuntutan Fasilitas dan Transparansi

Isu kenaikan setoran ini sebenarnya telah memicu gelombang protes. Para jukir sempat mendatangi kantor DPRD Kota Tegal untuk menyampaikan keberatan. Ada beberapa poin utama yang menjadi dasar penolakan mereka:

Beban Ekonomi: Kenaikan target setoran dianggap mencekik pendapatan bersih jukir yang tidak menentu.

Minim Fasilitas: Petugas merasa kenaikan setoran tidak sebanding dengan fasilitas yang diterima, seperti ketiadaan rompi resmi baru atau Kartu Tanda Anggota (KTA) yang valid.

Ketimpangan: Perbedaan antara tarif parkir yang dipungut dari masyarakat dengan target setoran ke Dishub seringkali memicu konflik di lapangan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, para juru parkir berharap Pemerintah Kota Tegal, khususnya Dinas Perhubungan, dapat mengkaji ulang kebijakan tersebut dan lebih memperhatikan kesejahteraan para jukir sebagai ujung tombak pengelola perparkiran di jalan raya.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Arus balik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan pada H+2 Lebaran. Ribuan kendaraan pemudik yang hendak kembali ke arah Jakarta dan sekitarnya terpantau memadati ruas Tol Trans Jawa pada Senin (23/03/2026).

Guna mengantisipasi kepadatan yang terus meningkat, pihak kepolisian resmi menerapkan rekayasa lalu lintas One Way Nasional (sepenggal).

Skema satu arah ini dimulai dari KM 263 Gerbang Tol Brebes Barat hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama)

Kebijakan ini mulai diaktifkan pada Senin sore pukul 16.00 WIB.

Berdasarkan pantauan di titik awal one way tepatnya di bawah Simpang Susun Tol Brebes Barat, petugas kepolisian sigap mengarahkan kendaraan dari arah timur untuk masuk ke Jalur A (sisi kanan).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Penerapan rekayasa ini bersifat situasional untuk menjamin kelancaran arus balik menuju Jakarta,” ujar petugas di lokasi.

Sementara itu, bagi kendaraan dari arah Barat (Jakarta) yang hendak menuju arah Timur (Jateng/Jatim), petugas melakukan pengalihan arus
dengan dengan mengarahkan pengendara keluar melalui gerbang Tol Pejagan untuk melanjutkan perjalanan melalui jalur arteri Pantura.

Para pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. (Casroni/Hms).

BREBES, WWW.DETIK-NASIONAL.COM – Momentum Idul Fitri 1447 H menjadi saksi bisu getaran emosional keluarga besar Bani Wasan. Mengusung semangat merawat adab dan nilai luhur, pertemuan ini bukan sekadar seremoni saling memaafkan, melainkan upaya konkret memperkokoh ukhuwah islamiyah di tengah derasnya arus zaman.

Kebersamaan ini sejalan dengan perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 1.

“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan (silaturahmi). Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”

Bagi Bani Wasan, keluarga dan doa adalah pelabuhan terakhir sejauh apa pun kaki melangkah.

Menelusuri Jejak Dakwah Mbah Nurrohman

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Salah satu agenda krusial dalam pertemuan ini adalah membedah silsilah (nasab). Dalam Islam, menjaga garis keturunan adalah bagian dari Maqashid Syariah (tujuan syariat). Berdasarkan catatan sejarah, Bani Wasan merupakan bagian dari garis keturunan besar Mbah Nurrohman, tokoh ulama yang diyakini sebagai pelopor penyebar Islam di wilayah Brebes Barat.

Alur sejarah mencatat garis ini bermula dari Mbah Nurrohman yang menurunkan Anak Keduanya Wilem (Asiyah). Beliau kemudian bersuamikan Ki Mas Brandal Cilik, (Mbah Kulub). yang menjadi titik awal jalur Bani Wasan. Melalui tokoh kunci seperti Mbah Daimen dan Mbah Gentong, lahirlah sosok Caswad (Wafat 1946) yang kini menjadi pilar utama pemersatu silsilah ini.

Menyatukan Dua Sungai Keturunan Buyut Caswad

Sosok Buyut Caswad meninggalkan warisan keturunan yang luas dari dua istri beliau, yakni Nyai Buyut Muri dan Nyai Buyut Wami.

Garis Nyai Buyut Muri (Istri Pertama): Melahirkan tujuh bersaudara; Karmali, Wastam, Wasan (cikal bakal Bani Wasan), Ruinah, Muryah, Cari, dan Kasriyah.

Garis Nyai Buyut Wami (Istri Kedua): Melahirkan tujuh bersaudara; Sukardi, Sartimah, Carmadi, Catra, Surtimah, Casriah, dan Sutarjo (Ki Kored).

Hingga saat ini, keturunan Mbah Nurrohman telah mencapai generasi cicit hingga piut yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Meski raga terpisah jarak, Desa Sengon di Kabupaten Brebes tetap tegak berdiri sebagai “Rumah Besar” dan simpul utama pengikat batin antaranggota keluarga.

Visi Besar: Reuni Akbar Seluruh Keturunan

Harapan besar membuncah dalam pertemuan tersebut. Keluarga besar mencita-citakan di masa depan, seluruh keturunan Buyut Caswad—baik dari garis Nyai Buyut Muri maupun Nyai Buyut Wami—dapat bersatu dalam satu forum Halalbihalal yang lebih luas.

“Harapan kami, seluruh anak cucu keturunan Buyut Caswad bin Mbah Daimen dapat menggelar pertemuan serupa untuk mengencangkan ikatan persaudaraan dan mengenal kembali sosok leluhur kita,” ujar salah satu perwakilan keluarga pada Selasa (24/3/2026).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Langkah ini adalah bentuk pengamalan hadis Rasulullah SAW bahwa “Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi.”

Melalui pertemuan ini, diharapkan generasi muda tidak kehilangan jati diri (loss contact) terhadap akar sejarahnya. Mereka diharapkan tetap memegang teguh nilai keislaman dan etika kekeluargaan yang telah diwariskan sejak zaman Mbah Nurrohman hingga Buyut Caswad.

Red/Casroni

BREBES, DN-II Mengantisipasi lonjakan pengunjung pada masa libur Lebaran 1447 Hijriah, Polres Brebes menyiagakan personel di berbagai objek wisata unggulan. Langkah ini diambil guna memastikan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat yang tengah menikmati masa liburan bersama keluarga.

Kapolres Brebes melalui Kasatgas Humas Iptu Indra Prasetyo menyatakan bahwa fokus pengamanan selain jalur mudik juga fokus ke titik-titik keramaian, terutama kawasan wisata pantai di wilayah utara dan wisata alam di wilayah tengah dan selatan Kabupaten Brebes.

Pada libur lebaran, kepadatan mulai terlihat pada H+1. Beberapa lokasi seperti Pantai Randusanga Indah dan kawasan wisata alam di Kecamatan Paguyangan dan Banjarharjo.

Menanggapi hal tersebut, personel kepolisian tidak hanya berjaga di pos pengamanan, tetapi juga melakukan patroli jalan kaki di area wisata.

“Kami menempatkan personel di titik-titik rawan kemacetan akses masuk wisata serta area yang memiliki risiko kecelakaan air serta memantau sekitar lokasi,” jelas Iptu Indra Prasetyo pada Senin (23/03/2026)

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Selain aspek keamanan dari tindak kriminalitas, petugas juga aktif mengatur arus lalu lintas di pintu masuk objek wisata guna mencegah terjadinya antrean kendaraan dan juga memberikan edukasi keselamatan.

Pihak kepolisian juga memberikan beberapa imbauan bagi masyarakat yang sedang berwisata. Diantaranya dalam hal pengawasan anak, orang tua diminta ekstra waspada mengawasi buah hati, terutama di area keramaian dan wisata air. Selain itu, mengingat beberapa jalur menuju wisata alam di Brebes Selatan memiliki tanjakan, wisatawan diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima.

“Wisatawan juga bisa memantau kepadatan lokasi wisata melalui aplikasi Sipolan agar dapat mencari alternatif destinasi jika salah satu lokasi sudah melebihi kapasitas,” jelasnya.

Mengingat saat ini sudah mulai nampak pergerakan arus balik yang berbarengan dengan arus wisata lokal, kepolisian menerapkan skema rekayasa lalu lintas situasional.

“Kami berupaya agar mobilitas warga yang hendak balik ke perantauan tidak terhambat oleh antrean warga yang ingin berwisata. Semua personel di lapangan telah diinstruksikan untuk bertindak persuasif dan Humanis namun tegas dalam mengatur alur kendaraan,” tambah Iptu Indra

Dengan kesiapsiagaan personel Polres Brebes selama 24 jam di titik-titik pengamanan, diharapkan masyarakat dapat menikmati momen libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H dengan perasaan aman dan pulang dengan selamat. (Red/Hms)

BREBES, DN-II Menyatukan berbagai elemen kekuatan masyarakat menjadi kunci utama kemajuan daerah. Semangat itulah yang melandasi pertemuan strategis sekaligus diskusi kolektif para tokoh berpengaruh, aktivis, hingga praktisi hukum Kabupaten Brebes yang digelar dalam suasana hangat di Brebes, Minggu (22/3/2026).

Acara yang diinisiasi oleh Azmi Asmuni Majid, Ketua Sepakat Brebes Bermartabat SBB, ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Pertemuan ini menjadi wadah konsolidasi gagasan, mulai dari isu lingkungan melalui gerakan Jaga Kali, penguatan literasi digital, hingga pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

“Kita butuh kesamaan visi dari seluruh elemen masyarakat. Kehadiran para tokoh dari berbagai latar belakang hari ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap Brebes tetap menjadi prioritas utama di atas segalanya,” tegas Azmi dalam sambutannya sebagai tuan rumah.

Ekonomi Rakyat: Fokus pada Koperasi dan Pertanian

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah penguatan sektor ekonomi hilir. Haji Masrukhi Bachro, Ketua Dekopin sekaligus Ketua HKTI Brebes yang akan segera dilantik, memaparkan strategi masa depan ekonomi rakyat. Beliau menekankan bahwa sinergi antara ketahanan pangan, kesejahteraan petani, dan revitalisasi peran koperasi adalah fondasi stabilitas daerah yang tidak bisa ditawar.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Stabilitas Wilayah, Hukum, dan Infrastruktur

Dari sisi stabilitas sosial, hadir Haji AKBP Purn Mujiarto, Ketua SKI Brebes. Selain menekankan pentingnya kondusivitas wilayah, ia memberikan apresiasi atas kinerja kepemimpinan Bupati Paramitha Widya Kusuma, khususnya dalam percepatan pembangunan infrastruktur.

“Kita harus akui ada progres nyata, terutama dalam perbaikan jalan-jalan di wilayah Brebes yang kini kondisinya jauh lebih baik dan mantap,” ujar Mujiarto.

Di sisi lain, penguatan aspek legalitas juga menjadi sorotan. Slamet Sutanto, praktisi hukum sekaligus Direktur Hukum SBB, menyoroti fenomena sosial terkait pernikahan siri yang masih marak. Ia menegaskan pentingnya pendampingan hukum agar hak-hak masyarakat, terutama perempuan dan anak, tetap terlindungi secara konstitusional.

Literasi Digital di Tengah Arus Informasi

Menghadapi era disrupsi, Dedy Agustyan Ketua Serikat Media Siber Indonesia/SMSI Brebes bersama jurnalis senior Kang Dede Wijaya Ketua INSPI dan Mas Gusti, menyoroti pentingnya literasi siber. Mereka bersepakat bahwa arus informasi di Brebes harus dikawal secara profesional agar publik tidak terjebak dalam pusaran disinformasi atau berita bohong hoax.

Aktivisme dan Kepedulian Sosial

Diskusi semakin hidup dengan hadirnya para pegiat lapangan yang membawa isu-isu sektoral.

Gus Hada Abdul Aris Assaad. Memberikan dukungan moral bagi penguatan pergerakan masyarakat berbasis nilai.

Deden Sulaeman: Aktivis kesehatan yang menyoroti aksesibilitas dan mutu pelayanan publik.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Mahfudin Masjaka: Secara konsisten menyuarakan urgensi gerakan lingkungan melalui aksi Jaga Kali.

Hendri Yetus: Budayawan/seniman yang mengingatkan pentingnya pembangunan karakter bangsa berbasis kearifan lokal.

Energi muda juga tampak dari keterlibatan tokoh pemuda seperti Rio Raga Pangestu Ketua PAC Pemuda Pancasila Larangan dan Mas Andriyanto Badan Buruh Pekerja Pemuda Pancasila, yang membuktikan regenerasi pergerakan di Brebes tetap dinamis. Tak ketinggalan, tokoh wilayah selatan, Haji Masduki Tonjong, turut memberikan pandangan kritis mengenai implementasi Makan Bergizi Gratis MBG agar dikelola secara profesional dan tepat sasaran.

Momentum Lebaran tahun ini di Kabupaten Brebes terasa istimewa. Agenda silaturahmi yang diinisiasi oleh tokoh pergerakan, Azmi Asmuni Majid, dinilai sukses menyatukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari aktivis hingga insan pers dalam satu wadah kebersamaan.

​Apresiasi tinggi datang dari Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Brebes, Abdul Aris Assa’ad. Tokoh yang akrab disapa Hada ini menyebut pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol persatuan.

​”Gus Azmi memiliki kapasitas luar biasa dalam membangun jejaring dan memberikan pengaruh positif bagi daerah. Pertemuan Lebaran kali ini terasa sangat istimewa karena sosoknya yang konsisten memberikan kontribusi pemikiran bagi kemajuan Brebes,” ujar Aris.

​Menurut Aris, Gus Azmi selama ini dikenal vokal dan aktif memberikan masukan konstruktif kepada Pemerintah Kabupaten Brebes, mulai dari jajaran Bupati, Kepala OPD, hingga Forkopimda.

​Tokoh Brebes yang Menembus Batas

​Dalam kesempatan tersebut, Aris juga merefleksikan pentingnya sosok inspiratif bagi putra daerah. Ia menyebutkan tiga tokoh besar asal Brebes yang dinilai telah menembus batas dalam berkontribusi bagi bangsa:

​Prof. Yahya Muhaimin: Mantan Menteri Pendidikan Nasional sekaligus pendiri Universitas Peradaban yang meletakkan fondasi intelektual di Brebes.

​Sudirman Said: Mantan Menteri ESDM dan tokoh nasional yang dikenal tegas serta berintegritas. Saat ini ia menjabat sebagai Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) yang memiliki kampus di Tegal dan Slatri, Larangan.

​H. Muhadi Setiabudi: Pengusaha sukses yang bersahaja dan pendiri Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), yang berperan besar dalam sektor ekonomi dan pendidikan lokal.

​Aris berharap, melalui semangat silaturahmi yang dibangun oleh tokoh-tokoh seperti Gus Azmi, sinergi antar-elemen di Brebes dapat terus terjaga demi percepatan pembangunan daerah ke depan.

Dan Seharusnya Ketiga tokoh ini patut diberikan penghargaan semacam award oleh pemerintah dan masyarakat Kabupaten Brebes.Tambahnya

Komitmen Kolektif untuk Brebes

Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan untuk terus menjalin komunikasi lintas lembaga non-pemerintah secara berkelanjutan. Sinergi antara sektor hukum, media, ekonomi, hingga kepemudaan ini diharapkan menjadi pemantik gerakan kolektif yang lebih besar demi mewujudkan Kabupaten Brebes yang lebih maju, adil, dan bermartabat.

(Red)

BREBES, DN-II Suasana hangat menyelimuti kediaman Azmi Asmuni Majid di Perumahan D’Oasis, Desa Pulosari, Brebes. Forum yang sejatinya adalah Halal Bihalal tersebut bertransformasi menjadi ruang refleksi kritis yang menghadirkan tokoh lintas sektor, mulai dari aktivis, praktisi hukum, hingga pegiat media, pada Minggu (22/3/2026).

Ketua Sepakat Brebes Bermartabat (SBB) selaku tuan rumah, Azmi Asmuni Majid, menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar ritual saling memaafkan. “Halal bihalal harus menjadi ruang refleksi. Silaturahmi adalah momentum untuk menyatukan gagasan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Brebes,” ujarnya.

Aktivisme yang Menyentuh Akar Rumput

Dedy Agustyan, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Brebes, yang didapuk merangkum poin-poin diskusi, menyampaikan bahwa para aktivis sepakat untuk melakukan reorientasi gerakan. Menurutnya, gerakan sipil di Brebes harus kembali ke akar.

“Aktivisme bukan sekadar simbol perlawanan di ruang rapat. Aktivis harus mendem njero masuk ke jantung kehidupan masyarakat, merasakan denyut nadi mereka, dan hadir membawa solusi nyata. Disiplin dan konsistensi adalah kunci agar perjuangan tidak menjadi wacana sesaat,” tegas Dedy.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Menjaga Marwah Pers dan Kritik Mutaber

Persoalan integritas profesi juga menjadi sorotan tajam. Dedy mengungkapkan keresahan peserta terhadap fenomena “Mutaber” (Muter-muter Tanpa Berita). Fenomena ini merujuk pada oknum yang mengaku wartawan namun mengabaikan kerja jurnalistik, hanya hadir di acara seremonial demi dokumentasi dan mengharap amplop.

“Kondisi ini mengikis kepercayaan publik. Pers harus menjaga marwahnya dengan karya jurnalistik yang berkualitas, bukan sekadar menyalin siaran pers atau unggahan media sosial,” tambahnya.

Hukum, Ekonomi, dan Literasi

Diskusi berkembang dinamis dengan masukan dari berbagai tokoh yang hadir, di antaranya:

Slamet Sutanto Direktur Hukum (SBB), Menyoroti fenomena pernikahan siri. Meski sah secara agama, ia mengingatkan dampak lemahnya perlindungan hukum dan kerumitan administratif yang sering merugikan kaum perempuan dan anak.

Masrukhi Bachro (Ketua Dekopin & HKTI Brebes): Menekankan peran Koperasi Merah Putih sebagai benteng ekonomi rakyat. Koperasi harus dikelola profesional agar menjadi sarana kemandirian ekonomi, bukan sekadar urusan simpan pinjam.

Deden Sulaeman Aktivis Kesehatan, Menitikberatkan pada perlindungan konsumen dan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis bagi masyarakat.

Hendri (Seniman): Mengajak generasi muda meramu tradisi dengan inovasi agar seni lokal menjadi identitas sekaligus peluang ekonomi kreatif.

Pegiat Literasi: Mengusulkan gerakan Brebes Membaca untuk memperkuat daya kritis masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sejumlah tokoh lain seperti Mahfudin Masjaka, Abdul Aris Assa’ad, Dade Wijaya Ketua INSPI. dan AKBP Purn Mujiarto (Ketua SKI Brebes, turut memberikan pandangan serupa mengenai pentingnya ruang dialog yang jujur dan terbuka.

Pertemuan ini ditutup dengan kesepahaman bersama bahwa kemajuan Brebes hanya bisa dicapai melalui kolaborasi yang berorientasi pada karya nyata. “Semua berpadu dalam satu kesadaran: Brebes membutuhkan aksi, bukan sekadar narasi, demi mewujudkan masyarakat yang bermartabat,” pungkas Dedy.

Red

BEKASI, DN-II Bobroknya mentalitas sejumlah oknum Kepala Desa di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, kini tengah menjadi sorotan tajam. Praktik bagi-bagi amplop berisi uang Rp150.000 kepada pihak yang mengaku wartawan bukan sekadar masalah etika, melainkan indikasi kuat terjadinya tindak pidana korupsi berjamaah dan penggelapan dana pajak negara.

Isu ini mencuat menyusul pengakuan oknum wartawan yang memamerkan uang “jatah” dari sejumlah desa, meliputi Desa Cibarusah Kota, Sirnajati, Wibawamulya, Ridomanah, hingga Ridogalih.

Pimpinan Redaksi Rajawali News Group, Ali Sofyan, memberikan pernyataan keras terkait fenomena ini. Ia menilai tindakan tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap profesi jurnalis sekaligus pengkhianatan terhadap amanah rakyat.

“Ini adalah penghinaan luar biasa terhadap profesi jurnalis sekaligus pengkhianatan keji terhadap rakyat! Dana PPh Pasal 21 dan anggaran desa itu milik negara yang harus dipertanggungjawabkan, bukan harta pribadi kepala desa yang bisa dibagikan semena-mena untuk membungkam kontrol sosial,” tegas Ali Sofyan.

Dugaan Skema Kejahatan Terstruktur

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, tabir gelap operasional desa mulai terkuak. Pengakuan seorang oknum perangkat desa berinisial K menyebutkan adanya perintah langsung dari pimpinan desa untuk membagikan uang tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa praktik pemberian uang tersebut merupakan kebijakan yang terstruktur dan sistematis.

Secara hukum, dana yang bersumber dari pajak (PPh) wajib disetorkan ke rekening kas negara. Mengalihkan dana tersebut untuk pemberian tunai (gratifikasi) kepada pihak luar berpotensi melanggar hukum, di antaranya:

Pasal 8 UU Tipikor: Terkait penggelapan uang atau surat berharga oleh pegawai negeri atau orang lain yang menjalankan jabatan umum.

Permendagri No. 20 Tahun 2018: Tentang Asas Pengelolaan Keuangan Desa yang transparan dan akuntabel.

Desakan Penegakan Hukum

Ali Sofyan juga menyoroti rusaknya ekosistem kontrol sosial akibat kolaborasi negatif antara pejabat desa yang takut akan kritik dan oknum media yang menerima “uang receh” tersebut.

“Kami mendesak Kejari Kabupaten Bekasi dan Unit Tipidkor Polres Metro Bekasi untuk segera turun tangan. Jangan diam melihat uang pajak rakyat diselewengkan! Periksa seluruh Surat Pertanggungjawaban (SPJ) desa di wilayah Cibarusah. Rakyat butuh transparansi, bukan drama bagi-bagi amplop untuk menutupi borok kebijakan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Camat Cibarusah maupun para Kepala Desa terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai sumber dana “amplop” yang kini menjadi bola panas di tengah masyarakat tersebut.

Tim Red

​JAKARTA, DN-II Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pesan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah dengan menekankan semangat persatuan nasional. Di tengah suasana kemenangan bagi umat Muslim, Presiden mengajak seluruh rakyat untuk menjadikan momen ini sebagai fondasi memperkokoh struktur bangsa demi menghadapi tantangan global.

​Rekonsiliasi dan Kekuatan Bangsa

​Presiden Prabowo menggarisbawahi bahwa kekuatan utama Indonesia terletak pada harmoni dan silaturahmi. Ia mengajak masyarakat untuk menanggalkan perbedaan dan kembali menyatu dalam bingkai kekeluargaan.

​”Mari kita manfaatkan momen Idul Fitri ini untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan memperkuat persatuan sebagai satu bangsa di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi,” ujar Presiden dalam keterangan resminya di Jakarta.

​Optimisme Pembangunan: “Bekerja Lebih Keras”

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Berbeda dengan sekadar ucapan selamat biasa, Presiden juga menyisipkan pesan produktivitas. Beliau menekankan bahwa Idul Fitri harus menjadi batu loncatan untuk bekerja lebih giat demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

​”Mari kita terus perkuat kebersamaan kita sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia. Mari kita bekerja lebih keras, saling membantu, dan bersama-sama membangun Indonesia yang lebih adil, lebih sejahtera, dan lebih kuat,” tegas Presiden Prabowo dengan nada optimis.

​Pernyataan Lengkap Presiden

​Dalam suasana yang khidmat, Presiden Prabowo Subianto menutup pesannya dengan doa dan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia:

​”Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

​Saudara-saudara sebangsa dan setanah air di mana pun berada. Alhamdulillahirabbil’alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah mempertemukan kita semua dengan hari kemenangan.

​Saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, atas nama pribadi, keluarga, dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, mengucapkan: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin.

​Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima amal ibadah kita sekalian dan senantiasa melimpahkan rahmat serta berkah-Nya kepada bangsa Indonesia.

​Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.”

Red

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

You cannot copy content of this page