Prof Sutan Nasomal: Tembak Mati Bandar Narkoba, Indonesia Darurat Pasar Gelap Jaringan Internasional
Jakarta, DN-II Sangat berbahaya bila Presiden RI Prabowo tidak melaksanakan hukuman mati (hukaman tembak mati) bagi para bos besar narkoba dan kurirnya yang menjadikan Indonesia sebagai pasar terbesar untuk penjualan Narkoba dengan macam macam jenisnya. Bila ada oknum aparat yang terlibat maka harus di hukum mati juga. (4/9/2026).
Prof DR Sutan Nasomal SH,MH tegas menyampaikan kepada awak media bahwa TIDAK BOLEH ADA TOLERANSI siapa saja bos narkoba dari luar negri bersama kurirnya dan para oknum yang terlibat harus di hukum mati. Begitu juga bila WNI ikut menyediakan fasilitasnya hukum mati.
Korban narkoba dari dewasa sampai anak anak sudah sangat banyak luar biasa dan akan lama untuk pemulihannya ketika berobat di BNN. Bisa tidak tertolong lagi karena dampak narkoba merusak jaringan otak manusia. Bisa 25 tahun lebih mengobatinya.
Prof DR Sutan Nasomal SH,MH : Menjajah Indonesia dengan memasukkan Narkoba atau memproduksi Narkoba di Indonesia adalah sama saja mengajak perang dengan Indonesia. Para pemerhati masyarakat melihat Indonesia menjadi pasar besar jaringan Narkoba karena oknum aparatnya mudah di sogok.
Prof DR Sutan Nasomal SH,MH : Seharusnya para KAPOLDA mundur dari jabatannya bila tak mampu memutus semua jaringan narkoba diwilayah kerjanya. Apa tidak malu sebagai KAPOLDA tetapi membiarkan narkoba mudah masuk dari LN ke semua wilayah hukum Indonesia. Mundur harusnya KAPOLDA yang wanprestasi. KAPOLDA yang cerdas tidak akan sayang sama peluru untuk menembak ditempat para bos narkoba karena menyerang Indonesia sebagai pasar besar pemasaran Narkoba.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Presiden RI Prabowo Subianto pasti tau semua persoalan narkoba menyerang Indonesia dengan secara besar besaran.
Presiden RI Prabowo Subianto pasti tau judol (judi online) juga bebas masuk merampok uang masyarakat dengan jumlah Trilyunan. Bila tidak di putus dan di perangi maka tiap bulan bisa 3 ribu Trilyun uang rakyat yang di tarik ke LN lewat judi online.
Bila tidak mau perang melawan mafia narkoba dan mafia judi. Indonesia pasti hilang dari peta dunia.
Narasumber : Prof DR Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Presiden Partai Oposisi Merdeka Jenderal Kompii Pendiri Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Assotion Of Young Indonesian Advocates Ketua YPLBH Profesor Sutan Nasomal SH MH Rektor Universitas STIA STIH Pronass Ketua Umum YPP Brigip.
JAKARTA, DN-II Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Tanah Air pada Jumat (4/9/2026) dini hari, setelah merampungkan rangkaian kunjungan kerja ke Rusia. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memenuhi undangan resmi Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin sebagai tamu kehormatan utama pada ajang Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang dihelat di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok.
​Pesawat yang membawa Presiden Prabowo beserta delegasi pendamping mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 03.00 WIB.
​Selama berada di Vladivostok, Kepala Negara menjalani sejumlah agenda strategis. Salah satu agenda krusial dalam lawatan tersebut adalah pertemuan bilateral secara langsung dengan Presiden Vladimir Putin guna membahas penguatan kerja sama bilateral di berbagai sektor prioritas.
​Selain itu, Presiden Prabowo juga didaulat menyampaikan pidato penting pada forum EEF ke-11. Di hadapan para pemimpin pemerintahan, pelaku usaha global, serta pemangku kepentingan ekonomi internasional, Presiden memaparkan pandangan dan komitmen Indonesia dalam membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas dengan Rusia serta negara-negara di kawasan Eurasia. Red
Sumatra, DN-II Helikopter AH-64 Apache TNI melaksanakan latihan Live Fire bersama personel US Army dalam rangka Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera Selatan, Rabu (3/9/2026).
Rangkaian latihan tersebut juga mencakup penerbangan malam (night flight) yang menguji kemampuan awak helikopter dalam melaksanakan operasi udara pada kondisi terbatas, dengan tetap mengedepankan ketepatan, koordinasi, dan keselamatan penerbangan.
Latihan yang berlangsung dari Pos Tinjau Baru tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan operasi dan koordinasi antarpeserta latihan.
Dalam pelaksanaannya, personel TNI dan US Army melaksanakan berbagai tahapan latihan, mulai dari penerbangan dan manuver taktis hingga penembakan sasaran dalam skenario operasi, termasuk kemampuan mengoperasikan Helikopter Apache AH-64 pada malam hari. Kegiatan ini menjadi sarana bagi personel kedua negara untuk saling berbagi pengalaman serta memperkuat pemahaman dalam pelaksanaan operasi gabungan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Super Garuda Shield 2026 menjadi wadah strategis bagi TNI dan negara-negara sahabat untuk meningkatkan kerja sama militer yang profesional dan saling menguntungkan. Melalui berbagai rangkaian latihan, termasuk operasi udara dan latihan tempur, interoperabilitas serta kemampuan prajurit terus diasah guna mendukung kesiapan menghadapi berbagai spektrum operasi dan tantangan di masa depan. Red
#sgs26 #TogetherWeTrain #StrengthThroughPartnership
Bandung, DN-II Personel staf TNI dan militer negara mitra melaksanakan Staff Exercise (STAFFEX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di Bandung, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan ini berlangsung hingga 11 September 2026 dengan mensimulasikan penanganan operasi gabungan yang dipimpin Indonesia dalam menghadapi situasi krisis dan ancaman terhadap stabilitas kawasan.

Dalam latihan, peserta dihadapkan pada skenario kontinjensi yang berkembang secara bertahap dan menuntut kemampuan analisis situasi, perencanaan operasi, pengambilan keputusan, serta koordinasi antarkomando. Unsur staf TNI bersama negara-negara peserta bekerja sama melalui pertukaran informasi dan sinkronisasi rencana operasi untuk menghasilkan respons terpadu.
STAFFEX menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan command and control, interoperabilitas, serta membangun kepercayaan dan pemahaman bersama antarnegara peserta dalam melaksanakan operasi gabungan.
#sgs26 #TogetherWeTrain #StrengthThroughPartnership
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Lampung, DN-II Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan Infantry Marksmanship Training Program (IMTP) dan Scout Stalking di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Kamis (3/9/2026).
Latihan ini diikuti prajurit dari Marinir TNI AL, USMC Amerika Serikat, ARDB Jepang, dan ROK MC Korea.
Latihan IMTP bertujuan menguji dan meningkatkan kemampuan tembak tempur. Ketepatan, kecepatan mag reload, hingga tembakan terukur menjadi fokus utama.

Bersamaan dengan itu, prajurit juga mengasah kemampuan pengintaian Scout Stalking dengan menekankan penyamaran, observasi, pemanfaatan medan, dan pergerakan tersembunyi. Latihan ini menuntut ketelitian, kesabaran, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi terhadap kondisi medan operasi. Red/Casroni
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
#sgs26 #TogetherWeTrain #StrengthThroughPartnership
Sumatera, DN-II Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera Selatan, Rabu (2/9/2026).
Latihan ini menegaskan kesiapan TNI dalam melaksanakan dukungan kesehatan di medan operasi gabungan multinasional.
Dalam skenario Air Medevac, prajurit yang mengalami luka di medan operasi terlebih dahulu mendapatkan pertolongan pertama sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Lapangan. Selanjutnya, pasien dipindahkan menggunakan helikopter Black Hawk menuju fasilitas kesehatan rujukan yang lebih lengkap dengan tetap memperoleh perawatan medis selama perjalanan. Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan TNI bersama mitra dari US Army, Australia, Kanada, dan Jepang dalam melaksanakan prosedur penanganan darurat hingga evakuasi medis udara sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan dan kemampuan tenaga medis dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan.
Latihan ini menunjukkan bagaimana TNI mengintegrasikan unsur darat, udara, dan kesehatan dalam satu sistem terpadu. Koordinasi yang baik antar unsur memastikan setiap tahap pertolongan berjalan efektif, aman, dan sesuai standar operasi gabungan. Kegiatan Air Medevac pada SGS 2026 menjadi bukti bahwa TNI tidak hanya menyiapkan kemampuan tempur, tetapi juga memprioritaskan perlindungan kesehatan prajurit. Kehadiran unsur medis dalam latihan multinasional ini memperkuat interoperabilitas sekaligus kepercayaan antar negara mitra dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Red
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
#sgs26 #TogetherWeTrain #StrengthThroughPartnership
Jakarta, DN-II Seminar Hukum dan Kesehatan sebagai salah satu rangkaian kegiatan Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) ke-V Tahun 2026 yang dilaksanakan pada 1 s.d. 2 September 2026 di Kolat Koarmada I, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Kegiatan seminar tersebut menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Amerika Serikat, khususnya dalam bidang dukungan kesehatan serta pelayanan medis dalam mendukung pelaksanaan operasi.
Dalam rangkaian kegiatan Medical Subject Matter Expert Exchange (SMEE TNI AL–US Navy), para peserta membahas berbagai materi terkait kemampuan pelayanan kesehatan, antara lain Tactical Combat Casualty Care (TCCC),
Damage Control Surgery (DCS), Damage Control Resuscitation (DCR), Prolonged Maritime and Field Care, Casualty Evacuation, serta Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR).
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen TNI dalam diplomasi pertahanan dan kerja sama militer multinasional. Red/Casroni
#sgs26 #TogetherWeTrain #StrengthThroughPartnership
Surat Apresiasi Anonim Warga Ditemukan di Kantin Polres Kebumen, Berikan Pujian Mendalam ke Unit PPA
KEBUMEN , DN- Sebuah surat terbuka berisi apresiasi dan ucapan terima kasih dari warga ditemukan di area kantin Markas Kepolisian Resor (Polres) Kebumen pada Rabu, 2 September 2026 pukul 11.09 WIB. Kehadiran surat ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk apresiasi yang mendalam serta pujian tulus terhadap kinerja Unit PPA.
Surat pernyataan yang dibuat secara anonim tersebut secara khusus memuji gerak cepat Unit 4 Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kebumen dalam merespons laporan masyarakat.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Polres Kebumen khususnya Unit 4 PPA, terkait adanya dugaan tindak pidana yang saya laporkan yaitu tentang asusila,” tulis pengirim dalam surat yang ditemukan di kantin Polres Kebumen tersebut.
Dalam surat tertulis itu, pelapor juga menyampaikan rasa syukurnya karena penanganan perkara telah menunjukkan hasil yang sigap. Terduga pelaku dilaporkan telah berhasil diamankan oleh aparat penegak hukum untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
“Alhamdulillah untuk saat ini terduga pelaku sudah berhasil diamankan dan sudah menjalani proses penyidikan di Unit 4 PPA Sat Reskrim Polres Kebumen,” lanjutnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Melalui ungkapan yang ditinggalkan secara terbuka ini, pihak pelapor berharap pelayanan prima dan tindakan cepat tanggap dari kepolisian dapat terus dipertahankan demi menghadirkan rasa keadilan serta perlindungan hukum.
“Sekali lagi saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Polres Kebumen dan Sat Reskrim Polres Kebumen atas tindakan cepat tanggap dan responsifnya terhadap laporan dari masyarakat,” tutup pernyataan dalam surat tersebut.
Publisher -Red
JAKARTA, 31 Agustus 2026 – Hidup ini seringkali menyimpan kejutan yang melampaui batas bayangan manusia. Siapa sangka, seseorang yang dahulu tumbuh dalam keterbatasan di tengah hutan belantara kini memiliki visi besar untuk melangkah ke dalam sistem lingkaran strategis pemerintahan berkat bimbingan serta arahan dari tokoh Merah Putih, Bobi Irawan. Inilah kisah nyata perjalanan hidup Kusmiadi, C.BJ., C.EJ., C.In., yang akrab disapa Jhon. Lahir pada tahun 1980, masa kecilnya jauh dari kata mewah. Ia besar di sebuah dangau Ditalang Karet sebuah kawasan terpencil di tengah hutan lebat yang kini telah bertransformasi menjadi Desa Tanjung Kupang Baru di bawah naungan Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatra Selatan.
Pada era 1980-an, tempat tinggalnya benar-benar terisolasi. Tanpa aliran listrik, penerangan jalan malam hari, maupun akses telekomunikasi, hari-hari masa kecilnya ditemani oleh bentangan alam hutan lebat. Sebagai anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan sederhana Mar’i bin Sapi’i dan Jamila binti Zaini, ujian hidup telah dihadapinya sejak usia dini. Ketika orang tuanya harus menetap di dalam hutan untuk bertani demi menyambung hidup, ia dititipkan dan dirawat oleh paman, bibi, serta neneknya hingga menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama.
Di bawah asuhan sang paman, Muslimin, yang kini mengabdikan diri sebagai ustaz desa, ia mendapatkan fondasi ilmu pengetahuan dan pendidikan agama yang kokoh. Bekas didikan inilah yang kemudian menjadi kompas moral dalam setiap langkah perjalanan hidupnya di kemudian hari.
Ujian berat kembali mendera ketika sang ayah wafat saat ia masih duduk di bangku SMP. Sejak saat itu, ia dituntut untuk menempa mental kemandirian di usia yang sangat belia. Selepas menamatkan pendidikan di SMP Negeri 1 Kikim, ia merantau ke Desa Lubuk Tanjung di wilayah Lubuk Linggau Utara, Musi Rawas. Di sana, ia melanjutkan studi sambil bekerja di bengkel sebagai mekanik paruh waktu guna menyambung hidup sekaligus mengasah keterampilan vokasionalnya.
Tahun 1999 menjadi titik balik ketika ia mengambil keputusan besar untuk merantau ke tanah Jawa dan mengadu nasib di ibu kota. Demi bertahan hidup di kerasnya Jakarta, ia melakoni berbagai profesi jalanan mulai dari sopir truk, sopir taksi, hingga pengemudi angkutan umum. Di tengah terik matahari dan kerasnya persaingan metropolitan, ia membuktikan bahwa tidak ada pencapaian instan tanpa cucuran keringat dan kerja keras setengah mati.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Perjalanan membangun bahtera rumah tangga turut diwarnai liku-liku perjuangan. Pada awal pernikahan, berbagai kesusahan datang silih berganti. Namun, berkat ketahanan mental, rasa syukur, serta kepatuhan pada nasihat orang tua dan guru, ia mampu bertahan. Di sisinya berdiri sosok istri tercinta, Khayati. Perempuan asal Kebumen yang dinikahinya pada tahun 2002 tersebut senantiasa menjadi penyemangat di saat-saat paling kritis. Setelah bertahun-tahun bekerja sebagai mekanik hingga 2017, ia akhirnya berani mengambil langkah mandiri berkat dorongan dan doa sang istri.
Ketekunan tersebut berbuah manis tatkala ia mendirikan PT Sapta Karya Jaya Mandiri pada tahun 2020. Menghadapi dinamika dunia usaha, ia kemudian mendirikan PT Japa Satria Nusantara serta PT Cyber Nasional Group, di mana ia diamanahkan sebagai Direktur. Saat ini, perusahaan digital yang dipimpinnya telah memiliki jaringan mitra strategis di berbagai penjuru nusantara.
Dalam dinamika profesionalnya, ia kini bersiap mengambil peran strategis untuk berkontribusi langsung pada sistem pemerintahan berkat bimbingan Bobi Irawan, seorang tokoh nasional sekaligus tokoh Merah Putih yang dikenal luas memiliki kedekatan dengan lingkaran istana.
Di dalam struktur PT Cyber Nasional Group sendiri, Bobi Irawan mengemban amanah sebagai Komisaris Utama, didampingi oleh Didi Heriansyah di jajaran Dewan Komisaris. Keduanya merupakan rekan sesama putra daerah asal bumi Sriwijaya yang turut memperkuat visi besar perusahaan.
Meski kini berada di ambang lingkaran pengaruh tingkat tinggi, ia tetap memegang teguh akar kesederhanaan. Ia senantiasa merawat rasa syukur dan mendengarkan petuah dari orang tua, guru, serta istrinya. Di sela kesibukannya, ia mendedikasikan diri sebagai penasihat di Pondok Pesantren Nurul Iman yang berlokasi di Desa Kebanaran, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap.
Mengenang masa lalunya, ia kerap meluapkan rasa syukur mendalam kepada Sang Pencipta serta orang-orang yang membersamainya di masa sulit: doa sang ibu yang masih sehat mendampinginya, kesetiaan istri tercinta, dukungan anak-anaknya, bimbingan dari Bobi Irawan, hingga didikan moral dari guru mulianya, Kiai Masykur, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Iman.
“Semua pencapaian ini bukan karena hebatnya saya sendiri. Ini semua berkat kesabaran, rasa syukur, doa restu seorang ibu, kesetiaan istri yang selalu menguatkan saat susah, dukungan anak-anak, bimbingan serta dukungan luar biasa dari rekan sekaligus pembimbing hebat sekaligus sosok tokoh Merah Putih seperti Bobi Irawan yang membimbing saya berencana masuk ke dalam sistem lingkaran pemerintah, serta didikan dari guru mulia kami, Kiai Masykur,” ujar Kusmiadi, C.BJ., C.EJ., C.In. dengan mata berkaca-kaca penuh haru.
Dengan niat tulus untuk membahagiakan keluarga serta membalas budi orang-orang yang pernah menolongnya di masa lampau, ia terus melangkah dengan kerendahan hati. Kisah hidupnya menjel menjelma menjadi sebuah teladan autentik bahwa ketekunan, kesabaran, keberanian merantau, dan bakti kepada orang tua serta pasangan mampu mengubah takdir kehidupan seseorang dari keterbatasan dusun terpencil menuju panggung pengabdian nasional.
Publisher – Red
You cannot copy content of this page





