Beranda » brebes

brebes

Mekkah, DN-II– Proses mobilisasi jamaah haji lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas dari Kabupaten Brebes yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) SOC 6 berlangsung dengan penuh perhatian dan kehati-hatian. Rabu, (3/6/2026).

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dikerahkan secara intensif untuk memastikan seluruh jamaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan aman dan nyaman.

M. Amrun Aziz, selaku Pembimbing Ibadah Haji Kloter SOC 6 Kabupaten Brebes, memimpin langsung proses pendampingan tersebut di lapangan. Di bawah arahannya, para petugas dengan sigap membantu jamaah yang membutuhkan bantuan kursi roda, mulai dari titik transit hingga akses menuju lokasi ibadah.

Dalam suasana yang penuh kesigapan, M. Amrun Aziz terus memantau kondisi jamaah sembari memberikan instruksi langsung kepada tim pendamping.

“Bismillahirrohmanirrohim. Mohon bantuannya, tolong berhati-hati saat memindahkan jamaah ke kursi roda. Pastikan posisi duduk nyaman dan aman. Utamakan keselamatan serta kenyamanan jamaah lansia dan disabilitas kita,” ujar M. Amrun Aziz di sela-sela proses evakuasi jamaah.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kehadiran PPIH yang sigap ini menjadi garda terdepan dalam memastikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi jamaah untuk menunaikan rukun Islam kelima. Hingga berita ini diturunkan, kondisi jamaah kloter SOC 6 asal Kabupaten Brebes dilaporkan dalam keadaan baik dan tetap semangat mengikuti seluruh rangkaian agenda ibadah haji.

Laporan Langsung dari Mekkah Tim Petugas Haji Brebes Kloter SOC 6
Editor: Casroni

MEKKAH, DN-II Di sela-sela khusyuknya rangkaian ibadah haji, puluhan warga Brebes yang tengah berada di Tanah Suci menyempatkan diri memanjatkan doa bersama demi kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Brebes. Rabu, (3/6/2026).

Di tengah hiruk pikuk agenda ekonomi dan politik yang sedang berlangsung di tanah air, para jamaah asal Brebes ini menyatukan tekad dan harapan agar daerah mereka tetap dalam kondisi yang harmonis, stabil, dan sejahtera.

Dalam suasana penuh kekhidmatan, para jamaah menaruh harapan besar pada kepemimpinan Ibu Paramita Widyakusuma. Mereka mendoakan agar program-program unggulan yang menjadi prioritas terutama yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat dapat terealisasi dengan optimal dan membawa manfaat nyata.

Edi Wantoro, Petugas Haji Kesehatan Kabupaten Brebes, mengungkapkan bahwa doa yang dipanjatkan ini merupakan bentuk dukungan spiritual bagi pembangunan daerah.

“Ini bukan sekadar kerja nyata secara fisik, tetapi doa dan harapan tulus yang kami panjatkan adalah kekuatan spiritual untuk membangun Brebes. Kami berharap seluruh kendala dalam peningkatan ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan di Kabupaten Brebes dapat segera teratasi dan menjadi ‘beres’,” ujar Edi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Momen ini menjadi semakin istimewa karena dilakukan tepat H-2 menjelang kepulangan jamaah ke tanah air. Para jamaah berharap dapat membawa pulang spirit batiniah yang kuat untuk mencintai tanah kelahiran serta mengabdikan diri bagi kemajuan agama dan negeri.

“Semoga semangat ‘Brebes Beres’ dapat terus terjaga, seiring dengan harapan agar seluruh jamaah meraih predikat haji yang mabrur,” pungkasnya.

Laporan Langsung dari Mekkah, Tim Petugas Haji Kabupaten Brebes.
Editor: Casroni

BREBES, DN-II Menanggapi keresahan warga terkait keberadaan sebuah warung di kawasan Limau Manis, Brebes, pengurus lingkungan setempat bertindak tegas. Warung tersebut sempat menjadi sorotan warga karena sempat tutup selama tiga hari berturut-turut di tengah munculnya berbagai keluhan masyarakat.

Dalam keterangannya, pihak terkait menyatakan telah melakukan koordinasi intensif dengan Ketua RW setempat untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Sebagai langkah awal, Pak RW telah memberikan teguran keras kepada pemilik lapak, bukan kepada pihak penyewa atau penjual di warung tersebut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pak RW. Teguran sudah disampaikan kepada pemilik lapak agar tidak menyewakan tempatnya kepada pihak lain yang menimbulkan keresahan,” ujar sumber terkait, Rabu (3/6/2026).

Saat ini, berdasarkan pantauan di lapangan, warung tersebut dilaporkan sudah tidak lagi beroperasi. Kendati demikian, pihak pengurus lingkungan masih melakukan pemantauan ketat untuk memastikan tidak ada aktivitas tersembunyi yang dilakukan kembali oleh pihak penyewa.

Pihak pengurus menegaskan bahwa jika di kemudian hari ditemukan aktivitas yang kembali meresahkan atau melanggar aturan, mereka tidak akan segan untuk mengambil langkah lebih lanjut. Tindakan tersebut direncanakan akan melibatkan kolaborasi dengan tokoh masyarakat serta ulama setempat guna menjaga ketertiban dan kondusivitas di wilayah Limau Manis.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kami masih menunggu kepastian. Jika ternyata masih beroperasi secara sembunyi-sembunyi, kami akan segera melangkah lebih jauh dengan merangkul tokoh masyarakat dan ulama untuk menyelesaikannya,” tambahnya.

Langkah tegas ini diambil sebagai upaya menjaga ketenangan warga serta memastikan lingkungan di Limau Manis tetap kondusif dari potensi gangguan sosial.

Pewarta: Teguh

BREBES, DN-II Aktivitas parkir liar di kawasan strategis kembali mendapat sorotan. Kali ini, seorang pedagang jasa tambal ban yang telah beroperasi selama empat tahun mengeluhkan keberadaan parkir motor sembarangan yang dinilai menghalangi mata pencahariannya.

Dalam wawancara di lapangan pada Rabu (3/6/2026), narasumber yang merupakan pemilik usaha tambal ban tersebut mengungkapkan bahwa ia sering kali merasa terganggu oleh deretan motor yang diparkir tepat di depan tempat usahanya.

“Motor bisa sampai empat atau lima unit parkir di situ. Itu sangat mengganggu akses masuk pelanggan saya. Saya sampai harus menahan diri agar tidak terjadi perselisihan, karena kalau ditegur pun seringkali tidak diindahkan,” ujar narasumber saat dikonfirmasi.

Menurut penuturannya, permasalahan parkir ini terjadi tidak kenal waktu, baik pagi, siang, maupun malam. Kondisi ini dinilai menghambat arus lalu lintas pelanggan yang hendak menggunakan jasa tambal bannya.

Soroti Keberadaan Pedagang Lapis Sari

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Selain masalah parkir, narasumber juga menyinggung perihal keberadaan pedagang lapis sari yang baru beroperasi di sekitar lokasi tersebut selama kurang lebih satu bulan terakhir. Meski sempat dikaitkan dengan aktivitas di sekitar area usahanya, narasumber menegaskan bahwa ia tidak mengetahui secara detail latar belakang operasional pedagang tersebut.

“Kalau pedagang lapis sari itu baru sekitar sebulan di sini. Tapi sudah tiga sampai empat hari ini, mereka tidak terlihat berjualan, sepertinya sudah tutup sejak setelah Lebaran Haji,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pantauan di lokasi menunjukkan bahwa area tersebut memang tampak lebih lengang dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penataan parkir maupun izin usaha di kawasan tersebut.

Warga berharap agar pihak berwenang dapat melakukan penataan lebih lanjut, khususnya dalam mengatur zona parkir agar tidak menghambat akses pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidupnya di kawasan tersebut.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

BREBES, DN-II SMP Negeri 3 Wanasari telah menyelenggarakan rangkaian acara perpisahan bagi siswa tahun ajaran ini. Untuk memastikan kelancaran kegiatan tersebut, pihak sekolah menetapkan iuran partisipasi sebesar Rp125.000 per siswa. Rabu, (3/6/2026).

​Siddiq Purnomo, Humas sekaligus guru mata pelajaran Sejarah dan IPS kelas 7 di SMPN 3 Wanasari, menyampaikan bahwa dana yang dihimpun tersebut dialokasikan untuk membiayai seluruh rangkaian kegiatan perpisahan, termasuk penyediaan konsumsi dengan alokasi biaya makan sebesar Rp30.000 per siswa.

​Pihak sekolah menegaskan bahwa penyelenggaraan perpisahan tahun ini mendapatkan dukungan tambahan berupa sponsor dari sejumlah sekolah kejuruan (SMK) yang berada di lingkungan sekitar sekolah, sehingga dapat meringankan beban biaya operasional kegiatan.

​Dalam kesempatan yang sama, Siddiq juga memaparkan data tenaga pendidik di SMPN 3 Wanasari yang berjumlah total 53 orang, dengan rincian sebagai berikut:

Guru dengan status ASN sebanyak 13 orang.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Guru dengan status P3K sebanyak 26 orang.

​Pendidik Wiyata (PW) sebanyak 5 orang.

Terdapat 9 orang guru lainnya yang saat ini belum diangkat.

​Acara yang berlangsung di lingkungan SMPN 3 Wanasari ini dipersiapkan oleh tim panitia yang melibatkan Kepala Sekolah, Danang Margono, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Amin; Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana dan Prasarana, Eni; serta dikoordinasikan oleh staf Tata Usaha yang dipimpin oleh Rosikin.

​Reporter: Teguh
Editor: Casroni

BREBES, DN-II Kondisi memprihatinkan menimpa Ibu Mei Heni Indah Rupawan (35), seorang ibu tunggal di Kabupaten Brebes yang saat ini tengah berjuang melawan penyakit Tuberkulosis (TBC). Di tengah keterbatasan ekonomi dan kesehatan yang menurun, beliau harus membesarkan ketiga anaknya seorang diri pasca ditinggal wafat oleh sang suami.

Sebelum jatuh sakit, Ibu Mei adalah tulang punggung keluarga yang bekerja di salah satu pusat oleh-oleh di Brebes. Namun, sudah lebih dari satu bulan ini beliau terpaksa berhenti bekerja demi fokus menjalani rangkaian pengobatan medis.

Prestasi di Balik Keterbatasan

Meski berada dalam situasi sulit, anak-anak Ibu Mei tetap menunjukkan semangat luar biasa dalam pendidikan. Anak pertama beliau, yang baru saja lulus dari SMP Negeri 3 Brebes, berhasil menorehkan prestasi membanggakan sebagai Peringkat 1 Paralel di sekolahnya tahun 2026. Saat ini, sang anak tengah berjuang melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA melalui jalur prestasi di SMA Negeri 2 Brebes. Sementara itu, anak kedua masih duduk di bangku kelas 1 SD, dan anak ketiga masih balita.

Menanti Uluran Tangan

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Beban hidup Ibu Mei semakin berat karena rumah yang saat ini mereka tempati telah terjual untuk melunasi utang keluarga. Beruntung, atas kemurahan hati pembeli, keluarga ini masih diizinkan tinggal sementara waktu.

Ketua Tim Berbagi Hari Ini, Farkhan, menjelaskan bahwa meskipun biaya pengobatan medis telah ditanggung oleh BPJS PBI, keluarga Ibu Mei masih sangat membutuhkan uluran tangan masyarakat untuk kebutuhan hidup sehari-hari serta biaya pendidikan anak-anaknya selama masa pemulihan.

“Tidak harus menunggu kaya untuk berbagi. Karena membantu sesama bukan tentang besarnya nominal, melainkan ketulusan hati. Kami mengajak masyarakat luas untuk bersama-sama meringankan beban Ibu Mei,” ujar Farkhan.

Saluran Donasi

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini, donasi dapat disalurkan melalui:

Bank BCA: 1330447181 (a.n. Whela Puspita)

Bank BRI: 368601017062533 (a.n. Eka Lailatul Fitri)

Konfirmasi Donasi:

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Farkhan di nomor 0856-2777-7714.

Penggalangan dana ini dibuka hingga Jumat, 5 Juni 2026, pukul 12.00 WIB, dan penyerahan bantuan secara simbolis dijadwalkan pada hari yang sama pukul 15.00 WIB. Mari bantu ringankan beban keluarga Ibu Mei, semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah yang membawa keberkahan bagi kita semua. Red

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

#BerbagiHariIni
#PeduliSesama
#BrebesBerbagi
#Kemanusiaan
#SedekahJumat

BREBES, DN-II Nasib nahas menimpa Nurkholis (66), warga Kampung Panawuan, RT 02/RW 03, Desa Wanoja, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Rumah miliknya ludes terbakar pada Minggu malam (31/5/2026) setelah ditinggalkan pemiliknya untuk menghadiri hajatan keluarga. Kebakaran diduga dipicu oleh sisa pembakaran sampah kandang ayam yang belum padam sempurna.

Kepala Desa Wanoja, Salyo Pranoto, S.H., M.H., menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula pada Minggu siang sekitar pukul 13.20 WIB. Saat itu, korban membakar sisa material kandang penetasan telur di dekat rumahnya.

“Korban menganggap api sudah padam, sehingga ia meninggalkan rumah untuk membantu kerabatnya yang sedang menggelar hajatan. Ternyata, bara api masih menyala dan perlahan membesar,” ujar Salyo melalui keterangan tertulisnya.

Api yang diduga berasal dari sisa pembakaran tersebut baru mulai membesar sekitar pukul 21.00 WIB. Kobaran api dengan cepat merambat dari area bekas kandang hingga menjalar ke dinding dan atap bagian dapur rumah korban.

Melihat kobaran api, seorang warga setempat bernama Kurniawan segera menginformasikan kejadian tersebut melalui pengeras suara. Warga sekitar dengan sigap bergotong royong melakukan upaya pemadaman manual menggunakan selang air dan memanfaatkan jaringan pipa air Pamsimas.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Camat Salem, Rudy Antoro, S.STP, M.M., melalui Kasi Trantibum, Tasikun Pilu Triyana, A.Md., membenarkan adanya laporan kebakaran tersebut. Pihaknya segera mengerahkan tim menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan pada pukul 20.30 WIB.

“Berkat kerja sama dan gotong royong warga setempat, api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 22.50 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 35 juta,” jelas Tasikun.

Pihak pemerintah desa dan kecamatan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada dan tidak ceroboh saat melakukan aktivitas pembakaran sampah atau sisa material di sekitar pemukiman.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua. Jika membakar sesuatu di dekat rumah, pastikan bara api benar-benar telah padam sebelum ditinggalkan, guna mengantisipasi musibah serupa,” tegasnya. Red/AL

BREBES, DN-II Kecelakaan lalu lintas tragis yang merenggut nyawa terjadi di ruas Jalan Nasional Tegal–Purwokerto, tepatnya di sebelah selatan SPBU Paguyangan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, pada Sabtu (30/5/2026).

Seorang pengendara sepeda motor yang diketahui merupakan petugas penagih koperasi (bank harian) tewas di lokasi kejadian usai terlibat tabrakan dengan Bus Pariwisata Dedy Jaya.

Peristiwa nahas tersebut bermula saat korban melintas di jalur nasional yang padat kendaraan. Belum diketahui secara pasti kronologi awal mula benturan terjadi, namun dampak dari tabrakan tersebut membuat korban beserta sepeda motornya terhempas hingga masuk ke kolong bus.

Warga di sekitar lokasi yang mendengar benturan keras segera berhamburan untuk memberikan pertolongan. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Korban yang diketahui berasal dari Kabupaten Pati tersebut mengalami luka parah akibat benturan dan terlindas roda kendaraan berat.

 

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

 

Identitas korban sebagai petugas koperasi terungkap setelah warga dan petugas melakukan pemeriksaan pada barang bawaan korban. Di sekitar lokasi kejadian, ditemukan sejumlah kartu angsuran nasabah milik korban yang berserakan di jalan.

Kepala Pos Penegakan Hukum (Gakkum) Bumiayu Satlantas Polres Brebes, Aipda Alif Maulana Yusuf, membenarkan adanya kecelakaan fatal tersebut.

“Korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Informasi sementara, korban merupakan pegawai koperasi atau bank harian asal Kabupaten Pati,” ujar Aipda Alif saat dikonfirmasi, Sabtu (30/5/2026).

Petugas dari Pos Gakkum Bumiayu yang tiba di lokasi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengevakuasi jenazah korban ke fasilitas kesehatan terdekat, serta mengatur arus lalu lintas yang sempat mengalami kemacetan panjang akibat insiden tersebut.

Saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan pengemudi Bus Dedy Jaya beserta kendaraannya untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Petugas masih mendalami kronologi pasti dan faktor penyebab kecelakaan tersebut.

“Kasus ini sedang dalam penanganan dan penyelidikan intensif oleh tim dari Satlantas Polres Brebes,” pungkas Alif.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum merilis identitas lengkap korban secara resmi. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi peraturan lalu lintas, terutama saat melintasi jalur nasional yang memiliki volume kendaraan tinggi. Red/Mt

BREBES, DN-II Penyaluran bantuan sosial (Bansos) di Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, menjadi sorotan setelah ditemukan data penerima bantuan yang diketahui telah meninggal dunia. (2/6/2026).

Dalam sebuah diskusi, Sekretaris Desa (Sekdes) Bojong, Rasono, memberikan klarifikasi terkait temuan tersebut. Ia mengakui bahwa masih terdapat warga yang sudah meninggal dunia, namun namanya masih tercatat sebagai penerima bantuan sosial.

“Memang ada temuan warga yang sudah meninggal namun masih terdata sebagai penerima. Jumlahnya ada sekitar 19 orang,” ujar Rasono saat dikonfirmasi.

Rasono menjelaskan bahwa penyaluran bantuan kepada warga yang telah meninggal tersebut biasanya diambil oleh pihak keluarga yang ditinggalkan. Menurutnya, hal tersebut masih bisa diakomodasi selama keluarga pengganti dinilai layak atau membutuhkan bantuan.

“Bisa diakomodir, kalau sekiranya memang keluarganya membutuhkan (tidak mampu). Jadi, bantuan itu tetap tersalurkan kepada pihak keluarga,” tambahnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Terkait mekanisme penyaluran, Rasono menjelaskan bahwa pembagian bantuan beras yang dilakukan di wilayahnya berjalan secara bertahap, yakni per dua bulan sekali. Sejauh tahun berjalan ini, pembagian bantuan telah dilakukan sebanyak dua tahap.

Ketika disinggung mengenai pola pembagian yang kerap memicu kecemburuan sosial di masyarakat, Rasono menegaskan bahwa di Desa Bojong pembagian tidak dilakukan dengan sistem bagi rata secara asal, melainkan menyesuaikan dengan data dan kapasitas penerima yang ada.

“Di sini tidak bagi rata. Kami menyesuaikan dengan kapasitas dan kriteria yang ada. Kami berupaya agar bantuan tepat sasaran, meskipun di lapangan dinamikanya selalu ada karena banyaknya warga yang berharap mendapatkan bantuan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rasono menekankan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan verifikasi data agar kedepannya tidak lagi terjadi kekeliruan, seperti adanya nama penerima yang sudah tidak ada (meninggal dunia) namun masih muncul dalam daftar bantuan.

Laporan ini menyoroti pentingnya pemutakhiran data kependudukan secara berkala di tingkat desa agar penyaluran bantuan sosial pemerintah pusat maupun daerah dapat lebih akurat dan tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Menjadi kreatif di tengah tantangan ekonomi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah peluang emas. Hal ini dibuktikan oleh Arin, seorang pelaku usaha muda yang kini sukses merambah bisnis buket bunga dan aneka kerajinan di wilayah Brebes dan Tegal.

Ditemui saat sedang menjajakan dagangannya di depan Hotel Grand Dian, Brebes, Selasa (2/6/2026), Arin membagikan kisah inspiratifnya dalam meniti usaha di bidang kreatif. Meski baru terjun langsung mengelola bisnis buket milik tantenya selama enam bulan terakhir, Arin menunjukkan dedikasi yang tinggi.

“Saya sudah enam bulan ini aktif berjualan buket. Produk yang kami tawarkan cukup beragam, mulai dari buket untuk acara pernikahan, khitanan, wisuda sekolah, hingga pesanan dekorasi untuk hotel-hotel di kawasan Tegal dan Brebes,” ujar Arin.

Strategi Pasar dan Keuntungan

Bisnis yang ia jalankan menyasar berbagai kalangan dengan harga yang sangat terjangkau namun tetap berkualitas. Produk buket yang ditawarkan dibanderol mulai dari harga Rp15.000 hingga Rp180.000 per rangkaian.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Strategi penetapan harga ini terbukti efektif menarik minat pelanggan. Dalam operasionalnya, Arin mampu mencatatkan omzet bulanan yang cukup fantastis, yakni berkisar antara Rp2 juta hingga Rp5 juta. Yang lebih menarik, ia mampu menjaga margin keuntungan bersih sebesar 50 persen dari total omzet tersebut.

Pesan untuk Generasi Muda

Di sela kesibukannya melayani pelanggan, Arin menitipkan pesan motivasi bagi anak muda di wilayah Brebes dan sekitarnya. Ia berharap agar generasi muda tidak mudah menyerah di tengah sulitnya mencari pekerjaan formal saat ini.

“Pesan saya untuk anak muda zaman sekarang, jangan mudah putus asa. Memang mencari pekerjaan di zaman sekarang tidak mudah, namun kita harus terus berkreasi untuk menciptakan peluang dan mendapatkan penghasilan sendiri,” tutupnya dengan penuh semangat.

Kisah Arin menjadi bukti bahwa dengan keahlian dan ketekunan, sektor ekonomi kreatif lokal mampu menjadi tumpuan yang menjanjikan bagi kemandirian finansial kaum muda.

Reporter: teguh

You cannot copy content of this page