MINA, DN-II Seluruh rangkaian ibadah haji bagi jemaah asal Kabupaten Brebes yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) SOC 08 Solo telah dinyatakan selesai. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Azmi Asmuni Majid, yang memantau langsung pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Dalam keterangannya, Azmi menjelaskan bahwa jemaah telah menuntaskan seluruh rukun, wajib, maupun sunah haji dengan lancar. Prosesi akhir dimulai dari pelaksanaan tawaf ifadah pada Kamis sore, yang kemudian dilanjutkan dengan rangkaian sai dan tahallul tsani (tahallul akhir).
“Kami telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah. Setelah kemarin sore melaksanakan tawaf ifadah, sai, dan tahallul kedua, hari ini pukul 01.30 waktu setempat, jemaah langsung menuju ke jamarat untuk melaksanakan pelemparan jumrah ketiga sebagai prosesi pamungkas,” ujar Azmi pada Jumat (29/5/2026).
Dengan selesainya pelemparan jumrah terakhir tersebut, maka seluruh kewajiban ibadah haji bagi kloter SOC 08 Brebes telah tertunaikan sepenuhnya.
Azmi menutup pernyataannya dengan harapan agar seluruh jemaah, khususnya dari Kabupaten Brebes, senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan hingga kembali ke kampung halaman. Ia mendoakan agar seluruh rangkaian ibadah yang telah dijalani mendapatkan predikat haji yang mabrur dan mabruroh.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan jemaah seluruh Indonesia, terutama jemaah Kabupaten Brebes, dapat pulang dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur dan mabruroh,” pungkasnya.
Laporan Langsung dari Mekkah Tim Petugas Haji Brebes
Editor Casroni
MEKAH, DN-II Kebahagiaan menyelimuti pasangan jemaah haji lansia asal kloter SOC-09, M. Ali Tobari (84), yang sempat mendapatkan perawatan intensif di RS King Fahd, Mekah. Jum’at, 29/5/26).
Sempat mengalami cedera patah tulang paha akibat terjatuh dan menjalani tindakan operasi, kini beliau dapat bernapas lega setelah berhasil menuntaskan rangkaian ibadah haji, termasuk melalui prosesi safari wukuf.
Keberhasilan M. Ali Tobari untuk tetap menjalankan ibadah tidak lepas dari semangat juang yang tinggi serta dedikasi penuh dari para petugas haji. Edi Wantoro, Petugas Haji Daerah Bidang Layanan Kesehatan, menjadi sosok yang selalu mendampingi beliau selama masa perawatan hingga pemulihan.
“Beliau memiliki semangat yang luar biasa untuk sembuh dan menyelesaikan ibadah. Alhamdulillah, doa beliau dikabulkan Allah SWT, sehingga apa yang mungkin tampak sulit secara medis, dapat terlaksana dengan baik,” ujar Edi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan ibadah bagi jemaah kloter SOC-09 asal Kabupaten Brebes dan Pemalang berjalan dengan lancar. Seluruh jemaah saat ini dilaporkan dalam kondisi sehat. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh petugas haji di berbagai lini yang memegang teguh komitmen total dalam melayani dan mendampingi jemaah di setiap tahapan ibadah.
Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, jemaah kloter SOC-09 dijadwalkan akan kembali ke Tanah Air melalui Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo, pada 6 Juni 2026 mendatang.
Laporan Langsung: TPHD Brebes
Editor: Casroni
Lokasi: Mekah, Arab Saudi
Tanggal: Jumat, 29 Mei 2026
BREBES, DN-II SDN 02 Kubangpari, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, terus menunjukkan dedikasinya dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan memiliki kepekaan sosial tinggi. Melalui dua program unggulan, yakni edukasi ibadah kurban dan ziarah religi, sekolah ini berhasil memadukan dimensi sosial dan spiritual sebagai bagian integral dari proses pendidikan.
Menanamkan Empati Sosial Melalui Ibadah Kurban
Kepala SDN 02 Kubangpari, Darto, S.Pd., menuturkan bahwa inisiatif ibadah kurban di sekolahnya bukan sekadar ritual tahunan. Lebih dari itu, program ini menjadi sarana edukasi praktis untuk memupuk empati siswa sejak dini. Siswa didorong untuk menyisihkan sebagian uang saku atau tabungan mereka secara sukarela sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
“Misi utama kami mengadakan program kurban adalah melatih jiwa sosial anak agar terbiasa menyisihkan rezeki untuk hal-hal positif, khususnya dalam bingkai ibadah keagamaan. Kami ingin membangun kesadaran bahwa berbagi adalah bagian dari karakter yang harus dipupuk sejak kecil,” ujar Darto, S.Pd., saat ditemui di lingkungan sekolah, Kamis (28/5/2026).
Upaya kolektif ini membuahkan hasil yang membanggakan. Tahun ini, SDN 02 Kubangpari sukses menghimpun lima ekor hewan kurban, meningkat dari empat ekor pada tahun sebelumnya. Pencapaian ini merupakan cerminan dari sinergi yang kuat antara siswa, dewan guru, dan dukungan orang tua. Saat ini, sekolah tersebut membina 170 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan didukung oleh 11 tenaga pengajar profesional.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ziarah Religi: Alternatif Perpisahan yang Bermakna dan Inklusif
Selain aspek sosial, pihak sekolah juga memberikan perhatian mendalam pada aspek spiritual siswa kelas 6 menjelang kelulusan. Berbeda dengan tren perpisahan sekolah yang seringkali menuntut biaya besar, SDN 02 Kubangpari memilih agenda ziarah religi ke wilayah Cirebon.
Kegiatan yang diikuti oleh 24 siswa kelas 6 beserta perwakilan wali murid ini dirancang dengan pendekatan yang inklusif dan efisien. Darto menegaskan bahwa pemilihan konsep ziarah dilakukan agar kegiatan perpisahan tetap berkesan tanpa memberatkan wali murid.
“Konsep kami adalah ziarah religi, bukan sekadar field trip biasa. Kami berupaya agar kegiatan ini menjadi kenang-kenangan masa studi yang bermakna, penuh doa, dan tetap terjangkau. Ini adalah bentuk apresiasi kami agar siswa memiliki bekal spiritual yang kuat sebelum mereka melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” pungkas Darto.
Melalui sinergi antara nilai sosial kurban dan nilai spiritual ziarah, SDN 02 Kubangpari berharap para siswanya tidak hanya unggul dalam pencapaian akademik, tetapi juga memiliki fondasi karakter yang kokoh sebagai generasi penerus yang bermanfaat bagi masyarakat.
Reporter: Atmo
BREBES, DN-II Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Brebes menyalurkan bantuan hewan kurban kepada masyarakat serta jajaran pengurus partai di wilayah Kabupaten Brebes, Kamis (28/5/2026).
Bantuan hewan kurban ini merupakan wujud kepedulian dari Presiden RI Prabowo Subianto, jajaran pimpinan DPP Gerindra, DPD Gerindra Jawa Tengah, serta para kader Gerindra yang duduk di kursi legislatif.
Ahmad Rowi, anggota DPRD dari Fraksi Gerindra yang mewakili wilayah pemilihan Brebes, Jatibarang, dan Songgom, menyampaikan bahwa distribusi hewan kurban ini menyasar 17 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan 297 Ranting se-Kabupaten Brebes.
“Kami menyalurkan bantuan ini kepada masyarakat umum dan juga seluruh elemen struktural partai, mulai dari PAC hingga ranting. Ini adalah bentuk komitmen Gerindra untuk selalu hadir dan berbagi di tengah masyarakat,” ujar Ahmad Rowi saat ditemui awak media.
Rincian Bantuan Hewan Kurban
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Adapun hewan kurban yang disalurkan terdiri dari sapi dan kambing dengan rincian sebagai berikut:
Bantuan Sapi:
Sapi bantuan dari Presiden RI, Prabowo Subianto (program rutin di setiap kabupaten/kota).
Sapi dari Ketua DPC Gerindra Brebes, Bapak Wurja, SE.
Sapi dari Wakil Pimpinan DPRD Brebes, Bapak Heru.
Sapi dari Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Bapak Haikal.
Bantuan Kambing:
18 ekor kambing dari Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah, Bapak Sudaryono (Pak Daryono).
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Rowi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemberi bantuan, khususnya kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, sosok pemimpin yang sangat bijaksana dan memiliki perhatian luar biasa kepada rakyat Indonesia. Bantuan sapi yang diberikan kepada setiap kabupaten/kota adalah bukti nyata perhatian beliau,” tutur Rowi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Sudaryono, Bapak Wurja, Bapak Heru, dan Bapak Haikal yang telah bahu-membahu berbagi kebahagiaan melalui kurban tahun ini. Ia berharap distribusi daging kurban ini dapat membawa manfaat bagi masyarakat luas serta mempererat solidaritas di lingkungan partai Gerindra di Kabupaten Brebes.
Reporter: Teguh
MEKKAH, DN-II Semangat juang yang tinggi terpancar dari jemaah haji asal Kabupaten Brebes yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) SOC 8. Di bawah pendampingan intensif Tim Petugas Haji Daerah (PHD) Brebes, Azmi Asmuni Majid, para jemaah berhasil menuntaskan ibadah lempar jumrah yang kedua pada hari Tasyrik, 11 Dzulhijjah, Kamis (28/5/2026).
Meskipun harus menempuh perjalanan yang cukup menantang dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 2,5 kilometer dari hotel menuju area Jamarat, kondisi jemaah dilaporkan tetap prima.
“Alhamdulillah, jemaah haji Kloter SOC 8 dalam kondisi sehat walafiat. Hari ini kami telah menyelesaikan rangkaian lempar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. Semangat para jemaah, didukung dengan bimbingan luar biasa dari ketua kloter dan pembimbing ibadah membuat setiap tahapan ibadah dapat dilalui dengan lancar,” ujar Azmi Asmuni Majid saat memberikan laporan langsung dari lokasi.
Menuju Tahapan Akhir Ibadah
Azmi menjelaskan, usai menuntaskan lempar jumrah pada 11 Dzulhijjah, para jemaah sempat kembali ke hotel untuk beristirahat. Rangkaian ibadah akan berlanjut pada sore hari, yakni melaksanakan Tawaf Ifadah di Masjidil Haram, serta bersiap untuk melaksanakan lempar jumrah kembali pada 12 Dzulhijjah.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Insya Allah, setelah ini kami menuju Masjidil Haram untuk Tawaf Ifadah, dilanjutkan dengan lempar jumrah pada tanggal 12 nanti. Dengan selesainya rangkaian tersebut, tahapan ibadah haji semakin mendekati paripurna, dan kita tinggal menanti agenda terakhir, yakni Tawaf Wada’,” tambahnya.
Solidaritas dan Kebersamaan di Tanah Suci
Di tengah padatnya area Jamarat, jemaah haji asal Brebes tidak hanya menunjukkan ketangguhan, tetapi juga menjalin kehangatan dengan sesama jemaah dari berbagai daerah, seperti Pekanbaru dan Batam. Semboyan khas “Brebes: Mantap, Beres!” kerap diserukan sebagai penyemangat di tengah medan ibadah yang cukup menguras fisik.
Azmi menegaskan bahwa kekompakan jemaah menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan cuaca dan kerumunan di Tanah Suci. Ia juga menitipkan pesan kepada masyarakat di kampung halaman agar terus mendoakan kelancaran ibadah seluruh jemaah, juga mendoakan untuk kebaikan dan kemajuan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dan Indonesia.
“Kami mohon doa dari masyarakat di Brebes. Semoga seluruh jemaah senantiasa diberikan kekuatan, kelancaran, dan kesehatan hingga akhir proses ibadah, serta pada akhirnya meraih predikat haji yang mabrur.
Brebes Beres , Jawa Tegah Maju dan Indonesia penuh rahmat lebih maju. “Allahu Akbar!” tutup Azmi.
Update laporan langsung dari lapangan oleh Tim PHD Brebes, Azmi Asmuni Majid, yang bertugas mendampingi jemaah selama masa operasional haji di Tanah Suci.
Editor: Casroni
BREBES, DN-II Kepolisian Resor (Polres) Brebes menggelar kegiatan penyembelihan hewan kurban dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di Halaman Mapolres Brebes pada Rabu (27/05/2026).
Pada Idul Adha tahun ini, Polres Brebes menyembelih sebanyak 7 (tujuh) ekor sapi yang berasal dari kurban Kapolres Brebes beserta jajaran anggota Polres Brebes.
Untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan syariat Islam serta higienis, proses penyembelihan dilakukan oleh Tim yang telah mengantongi sertifikasi resmi.
Dalam sambutannya di hadapan para personel dan panitia, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah mengajak seluruh jajarannya untuk menata niat yang ikhlas.
“Niatkan ikhlas untuk kita berkurban. Kurban itu tidak harus materi. Waktu, tenaga dan juga support jenengan itu adalah kurban kita,” tutur AKBP Lilik Ardhiansyah dalam sambutannya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Kapolres juga memanjatkan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan seluruh anggota serta masyarakat yang terlibat.
“Kita doakan mudah-mudahan selalu sehat semua, Allah mengganti dengan rezeki yang berlipat, berkah, selamat sampai dengan nanti akhir zaman,” tambahnya.
Kegiatan ini dipimpin langsung dan dihadiri oleh Kapolres Brebes beserta jajaran pejabat utama Polres Brebes.
Dari hasil penyembelihan 7 ekor sapi tersebut, panitia berhasil mengemas dan menyalurkan daging kurban kepada 1.074 penerima. Distribusi dilakukan secara tertib dengan sasaran yang telah ditentukan agar tepat target dan sasaran.
Sementara itu, Ps. Kasihumas Polres Brebes, Iptu Indra Prasetyo, menambahkan bahwa esensi dari kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wadah untuk memperkuat hubungan kemitraan dengan warga.
“Melalui momentum kurban ini, diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi serta memperkuat nilai keikhlasan dan sinergitas antara Polres Brebes dengan seluruh elemen masyarakat,” tutur Iptu Indra Prasetyo, Kamis (28/5) pagi.
Secara keseluruhan, jalannya kegiatan penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban di Mapolres Brebes berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Casroni/Hms
Mekkah, DN-II Prosesi puncak ibadah haji terus berjalan dengan lancar. Setelah menempuh perjalanan cukup panjang dari tenda maktab, jemaah haji Indonesia dilaporkan telah menyelesaikan salah satu wajib haji, yaitu melempar Jumrah Aqabah, yang kemudian langsung diikuti dengan prosesi tahalul awal.
Kabar baik tersebut disampaikan langsung oleh salah seorang jemaah sekaligus Petugas Haji PHD Brebes, Azmi Asmuni Majid. Ia menjelaskan bahwa para jemaah harus berjalan kaki dari wilayah Mina Jadid demi menunaikan kewajiban tersebut sejak pagi hari.
“Ya, ini proses tahalul. Jadi, siang sudah melempar Jumrah Aqabah. Perjalanan dari Mina Jadid jalan kaki jam 09.00 pagi dan siang sudah selesai, dan ini adalah proses tahalul awal,” ujar Azmi Asmuni Majid langsung dari kawasan Mina.
Berjalan Kaki dari Mina Jadid
Menurut keterangan Azmi Asmuni Majid, para jemaah yang menempati maktab di wilayah Mina Jadid mulai bergerak menuju tempat pelemparan jumrah (jamarat) sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Perjalanan dilakukan dengan berjalan kaki membelah jalur yang telah ditentukan oleh otoritas Arab Saudi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Meskipun cuaca di kawasan Mina cukup terik, para jemaah berhasil menyelesaikan rangkaian lempar Jumrah Aqabah pada siang harinya dengan aman dan tertib.
Arti Penting Tahalul Awal
Selesainya lempar Jumrah Aqabah yang langsung diikuti dengan tahalul awal (mencukur atau memotong sebagian rambut) ini memiliki makna krusial bagi jemaah. Dengan selesainya tahalul awal, maka:
Bebas Larangan Ihram: Jemaah telah terbebas dari sebagian besar larangan-larangan ihram.
Pakaian Biasa: Jemaah diperbolehkan kembali mengenakan pakaian biasa (non-ihram).
Catatan: Jemaah masih dilarang melakukan hubungan suami istri hingga nanti menyelesaikan Thawaf Ifadhah dan Sa’i (Tahalul Tsani/Akhir).
Setelah prosesi tahalul awal ini, jemaah akan melanjutkan mabit (bermalam) di Mina untuk melakukan pelemparan tiga jumrah (Ula, Wusta, dan Aqabah) pada hari-hari Tasyrik berikutnya.
Laporan Langsung dari Mina: Azmi Asmuni Majid (Tim Petugas Haji PHD Brebes), Rabu (27/5/2026).
Editor: Casroni
MEKKAH, DN-II Jemaah haji asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mulai melaksanakan salah satu rangkaian krusial dalam ibadah haji, yaitu melempar jumrah Aqabah. Prosesi ini dimulai pada pagi hari, Rabu, 27 Mei 2026, yang bertepatan dengan 10 Zulhijah 1447 Hijriah.
Melansir laporan langsung dari Anggota Tim Tugas Haji Daerah (TTHD) Kabupaten Brebes, Azmi, para jemaah mulai bergerak berjalan kaki menuju lokasi pelontaran sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Meski masih pagi, cuaca di kawasan Mina dilaporkan sudah sangat terik menyengat.
“Perkiraan cuaca saat ini mencapai 43 derajat Celsius. Jarak yang harus ditempuh jemaah dari Mina Jadid menuju lokasi diperkirakan sekitar 4 kilometer,” ujar Azmi langsung melalui rekaman suara dari lapangan.
Estimasi Perjalanan dan Kepadatan Jalur
Mengingat padatnya arus jutaan jemaah dari berbagai belahan dunia yang bergerak bersamaan, perjalanan menuju tempat pelontaran jumrah (Jamarat) membutuhkan fisik yang prima. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, berikut adalah rincian situasi perjalanannya:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Jarak Tempuh: Kurang lebih 4 kilometer dari wilayah Mina Jadid.
Estimasi Waktu: 1,5 hingga 2 jam perjalanan dengan berjalan kaki.
Kondisi Jalur: Terpantau sangat padat oleh lautan jemaah, dengan kontur jalan yang mulai menanjak mendekati lokasi.
Melalui rekaman suaranya, Asmi menggambarkan langsung atmosfer perjuangan fisik para jemaah di lokasi.
“Ini suasananya makin dekat, jalan makin menanjak, dan makin padat. Jadi, memang yang berjalan tadi adalah orang-orang yang sehat dan kuat untuk perjalanan sepanjang 4 kilometer ini. Nampak dari kejauhan, ada rombongan dari arah balik yang sudah selesai melempar jumrah Aqabah, dan ada juga yang baru mau menuju ke Jamarat,” lapor Azmi Asmuni Majid TPHD Kabupaten Brebes di tengah riuhnya suasana.
Ia pun menyisipkan doa agar para jemaah diberikan kekuatan fisik dan spiritual. “Semoga jemaah haji Indonesia, khususnya asal Kabupaten Brebes, diberikan kekuatan agar bisa melaksanakan rangkaian ibadah haji ini dengan khusyuk, ikhlas, dan pulang membawa predikat haji yang mabrur,” harapnya.
Jemaah Lansia dan Risti Tetap di Tenda (Sistem Badal)
Mengantisipasi rute perjalanan yang panjang dan cuaca ekstrem yang menyentuh 43 derajat Celsius, petugas mengambil langkah tegas demi keselamatan jemaah. Jemaah yang masuk dalam kategori Risiko Tinggi (Risti) dan Lanjut Usia (Lansia) diimbau keras untuk tidak memaksakan diri ke lokasi.
Tetap di Maktab: Jemaah Lansia & Risti diminta tetap tinggal di dalam tenda maktab demi menjaga kesehatan dan menghindari heatstroke.
Sistem Badal: Pelaksanaan lempar jumrah Aqabah bagi mereka akan dibadalkan (diwakilkan) oleh jemaah lain yang sehat atau oleh petugas yang bersiap di lokasi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Skema Tanazul: Langsung Kembali ke Hotel
Setelah menyelesaikan lempar jumrah Aqabah, rangkaian ibadah jemaah akan dilanjutkan dengan prosesi tahalul awal (mencukur rambut).
Menariknya, pada musim haji kali ini, sebagian jemaah asal Kabupaten Brebes menggunakan skema tanazul. Artinya, setelah selesai bertahalul, jemaah tidak menginap di tenda Mina, melainkan langsung diarahkan kembali ke hotel mereka di Makkah untuk beristirahat demi menjaga stamina.
Selanjutnya, pada tanggal 11 dan 12 Zulhijah, jemaah yang mengambil Nafar Awal akan dijadwalkan kembali untuk melaksanakan pelontaran jumrah berikutnya, yaitu jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.
Laporan Langsung dari Mina, Arab Saudi: Azmi Asmuni Majid (Tim Tugas Haji Daerah Brebes)
Editor: Casroni
BREBES, DN-II Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim) Kabupaten Brebes memberikan klarifikasi resmi terkait ramainya sorotan di media sosial mengenai proyek pembangunan jalan di kawasan Sangkal Putung. Proyek tersebut dipastikan telah sesuai prosedur dan berdiri di atas aset daerah.
Kepala Dinperwaskim Brebes, La Ode Vindar Aris Nugroho, AP., M.Si., menegaskan bahwa proyek perbaikan jalan di kawasan Sangkal Putung dibangun di atas aset resmi Kelurahan Brebes, bukan di atas tanah pribadi seperti yang diisukan oleh beberapa media daring dan platform media sosial.
“Proyek tersebut berdiri di atas aset resmi Kelurahan Brebes, bukan tanah pribadi,” ujar La Ode Vindar dalam keterangan persnya, Senin (25/5/2026).
Klarifikasi ini sekaligus menjawab tudingan yang menyebut Dinperwaskim telah mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 untuk membangun jalan di atas lahan milik perseorangan. 
Tanggapan Warga dan Sorotan Terhadap Akses Jalan Lain
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menanggapi polemik tersebut, Tangguh Bahari, salah seorang warga Brebes yang kerabatnya berdomisili di sekitar Sangkal Putung, menilai pembangunan di lokasi tersebut sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan. Menurutnya, jalan Sangkal Putung memang sudah lama menjadi akses umum yang dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Di media sosial memang ramai, tapi menurut saya jalan Sangkal Putung itu tidak jadi masalah karena sudah beberapa kali digarap oleh pihak pemborong (rekanan), bahkan sudah dibuatkan saluran air. Informasi yang saya dengar, tahun ini mungkin dianggarkan sekitar Rp 400 juta,” kata Tangguh, Rabu (27/5/2026).
Namun demikian, Tangguh justru mempertanyakan urgensi pembangunan akses jalan lain, tepatnya jalan yang berada di samping Kantor Dinas Pariwisata (Dinpar) Brebes, yang bersebelahan dengan salah satu toko modern dan hotel/penginapan yang diketahui milik keluarga mantan Bupati Brebes.
Ia mempertanyakan asas manfaat dari pembangunan jalan di samping Kantor Dinpar tersebut, mengingat jalurnya yang mengarah ke utara dinilai belum memiliki urgensi publik yang jelas.
“Yang perlu dipertanyakan itu yang di samping Dinas Pariwisata, jalan tersebut dibangun untuk kepentingan siapa? Apakah ada kepentingan orang banyak di situ? Kalau jalan ke arah utara itu, adakah perumahan atau warga yang tinggal di sana?” pungkas Tangguh.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait mengenai pembangunan jalan di samping Kantor Dinas Pariwisata tersebut belum memberikan keterangan lebih lanjut.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Guna menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Polres Brebes menyiagakan ratusan personel gabungan. Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan digelarnya Apel Kesiapan di halaman Mapolres Brebes pada Selasa (26/5/2026) malam.
Apel besar ini dipimpin langsung oleh Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah. Tidak hanya dari unsur Kepolisian, ratusan personel yang disiagakan ini juga melibatkan unsur TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Brebes.
Dalam arahannya, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah menegaskan bahwa seluruh personel malam ini dikerahkan penuh untuk mengamankan jalannya malam takbiran dan aktivitas masyarakat menyambut Iduladha 2026.
“Malam ini kita siaga penuh untuk melaksanakan patroli Malam Iduladha 1447 H. Personel patroli sudah dibagi yaitu di Jalur Pantura dan Jalur Tengah. Setelah apel ini, masing-masing Perwira Pengendali (Padal) diharapkan segera memimpin jalurnya,” ujar AKBP Lilik Ardhiansyah.
Kapolres menginstruksikan kepada seluruh regu patroli untuk memetakan dan menyisir wilayah-wilayah yang masuk dalam kategori rawan gangguan kamtibmas.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dijelaskan, hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi dan mencegah potensi perkelahian atau tawuran antarwarga. Selain itu juga diisntruksikan untuk meningkatkan pengawasan di area yang rawan tindak kriminalitas serta aksi balap liar.
Di akhir arahannya, AKBP Lilik Ardhiansyah juga memberikan pesan menyentuh terkait keselamatan anggotanya yang bertugas di lapangan.
“Sebelum saya akhiri, saya minta tolong agar rekan-rekan sekalian tetap menjaga kesehatan dan selalu berhati-hati dalam bertugas. Laksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab, serta jaga kewaspadaan dan keselamatan personel,” pungkasnya.
Usai pelaksanaan apel, ratusan personel gabungan tersebut langsung bergerak meninggalkan Mapolres Brebes untuk melaksanakan patroli skala besar di sepanjang jalur Pantura dan Jalur Tengah Brebes demi memastikan malam takbiran berjalan aman, damai dan kondusif. Red
