PUNCAK JAYA, DN-II Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, berlangsung khidmat dan penuh semangat nasionalisme, Senin (1/6/2026).
Sebanyak 800 warga dari berbagai elemen masyarakat terlibat dalam aksi kolosal kirab dan pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 50 meter.
Kegiatan bertajuk “Kirab Merah Putih” yang diinisiasi oleh DPC Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Kabupaten Puncak Jaya ini dipusatkan di depan Makodim 1714/Puncak Jaya.
Aksi ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Ketua DPC BMP RI Yadius Tabuni, Asisten I Sekda Yahya Wonorengga, Dandim 1714/PJ Letkol Inf Bagus, Kapolres Puncak Jaya AKBP Yuda Wicaksono, serta para Dansatgas TNI yang bertugas di wilayah tersebut.
Sebelum kirab dimulai, antusiasme warga tampak meningkat saat tim kesehatan Satgas Yonif 743/PSY dan Yonif 136/TS menyelenggarakan bakti sosial berupa pengobatan gratis dan pembagian bendera Merah Putih untuk masyarakat sekitar.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Simbol Persatuan di Puncak Zaitun
Dengan penuh semangat, massa mengarak bendera raksasa berukuran 50 x 6 meter sejauh dua kilometer menuju Puncak Zaitun. Sepanjang perjalanan, iring-iringan warga mencerminkan soliditas dan semangat persatuan bangsa.
Setibanya di titik finis, Asisten I Pemkab Puncak Jaya, Yahya Wonorengga, membacakan sambutan tertulis Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda. Dalam amanatnya, Bupati menekankan peran vital Pancasila sebagai pemersatu bangsa di tengah keberagaman. 
“Pancasila adalah alat pemersatu bangsa di tengah keberagaman. Nilai-nilai luhur Pancasila harus tetap tegak sebagai pedoman hidup serta menjadi fondasi utama bagi kita semua dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Yahya.
Ikrar Kesetiaan kepada NKRI
Puncak acara ditutup dengan pembacaan Ikrar Pancasila oleh seluruh peserta di area Puncak Zaitun. Ikrar tersebut menjadi penegasan komitmen warga Puncak Jaya untuk tetap setia kepada NKRI, mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, serta menolak tegas segala bentuk paham yang bertentangan dengan UUD 1945.
Seluruh rangkaian aksi yang sarat akan pesan persatuan ini berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif hingga akhir acara. Red
Mimika, DN-II Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (1/6/2026), berlangsung dengan penuh khidmat.
Personel Kodim 1710/Mimika turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut bersama unsur TNI-Polri, Forkopimda, ASN, pelajar, dan berbagai elemen masyarakat. Bupati Mimika, Johannes Rettob, bertindak sebagai inspektur upacara.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar, mencerminkan semangat persatuan dan kecintaan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen dalam mengamalkan Pancasila sebagai ideologi bangsa sekaligus pemersatu dalam keberagaman.
Dalam amanat yang dibacakan, disampaikan bahwa Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, melainkan jiwa bangsa dan pedoman hidup bersama. Indonesia juga dinilai konsisten menunjukkan kepemimpinan di tingkat global melalui kontribusi pasukan perdamaian PBB, keterlibatan dalam mediasi konflik regional, serta komitmen memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih terjajah. 
Amanat tersebut menegaskan bahwa seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, harus menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dalam kehidupan sehari-hari. Kemajuan ekonomi dan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan moral, etika, dan karakter bangsa agar pembangunan tetap berada pada jalur yang benar dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ini, diharapkan nilai-nilai persatuan, gotong royong, toleransi, dan keadilan sosial semakin mengakar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Upacara berakhir dalam suasana aman, tertib, dan penuh semangat kebangsaan sebagai wujud komitmen bersama untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila demi Indonesia yang maju, berdaulat, dan berkarakter. Red
Timika, DN-II Di sebuah sekolah sederhana di pedalaman Papua, puluhan anak tampak tersenyum ceria mengikuti pelajaran matematika. Dengan penuh semangat mereka mengangkat tangan, menjawab pertanyaan, dan bercita-cita menjadi guru, dokter, pilot, hingga pemimpin masa depan Papua.
Pemandangan ini mungkin terlihat sederhana. Namun bagi masyarakat Papua, tawa anak-anak yang kembali memenuhi ruang kelas merupakan tanda bahwa harapan terus tumbuh di tanah yang mereka cintai.
Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, Satgas Teritorial Koops TNI Habema menggelar berbagai kegiatan edukatif bagi generasi muda Papua. Melalui program Matematika Bela Negara, anak-anak tidak hanya belajar berhitung, tetapi juga belajar tentang disiplin, kerja keras, kejujuran, serta semangat pantang menyerah sebagai bagian dari nilai-nilai luhur Pancasila.
Bagi mereka, Pancasila bukan sekadar hafalan di atas kertas. Pancasila hadir dalam kehidupan sehari-hari, ketika anak-anak dapat belajar dengan tenang, ketika masyarakat dapat beribadah dengan damai, dan ketika warga dari berbagai suku dan latar belakang hidup berdampingan dalam persaudaraan.
Dansatgaster Satgas Teritorial Koops TNI Habema, Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan, S.I.P., mengatakan bahwa pendidikan merupakan investasi terbesar untuk masa depan Papua. “Kami ingin anak-anak Papua tumbuh dengan mimpi yang besar. Mereka adalah masa depan bangsa. Melalui pendidikan, kami ingin menanamkan semangat cinta tanah air, kerja keras, dan nilai-nilai Pancasila agar mereka kelak menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan membangun Papua yang lebih maju.”
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Hari ini, tanda-tanda Papua yang damai semakin terlihat. Sekolah-sekolah kembali ramai. Anak-anak bermain tanpa rasa takut. Mama-mama Papua kembali berjualan di pasar. Petani kembali mengolah kebun. Gereja dan rumah ibadah dipenuhi umat yang berdoa dengan tenang. Di berbagai sudut Papua, masyarakat terus melanjutkan kehidupan dengan penuh harapan. Inilah wajah Papua yang sesungguhnya. Papua yang ingin hidup damai. Papua yang ingin anak-anaknya tumbuh sehat dan berpendidikan. Papua yang ingin maju bersama seluruh anak bangsa.
Melalui semangat Hari Lahir Pancasila, Satgas Teritorial Koops TNI Habema berkomitmen terus hadir bersama masyarakat, mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat, serta mendukung terwujudnya Papua yang aman, damai, maju, dan sejahtera. Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan hanya tentang keamanan yang terjaga. Tetapi tentang senyum anak-anak yang kembali merekah. Tentang harapan yang tumbuh di setiap kampung. Dan tentang masa depan Papua yang semakin terang di bawah naungan Merah Putih.
Dari Papua, untuk Indonesia. Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa, Menuju Indonesia Raya. Red
KEEROM, DN-II Dalam rangka peduli kesehatan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah perbatasan RI-PNG, Dokter Satgas Yonif 643/Wns berkolaborasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Keerom, Badan Narkotika Nasional dan Polres Keerom menggelar kampanye sosial tentang pencegahan dan penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya) bagi masyarakat Kaliasin bertempat di Kampung Kibay, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, pada Jumat (29/5/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan bagian dari upaya pencegahan terhadap penyelundupan dan bahaya penyalahgunaan narkoba, sehingga edukasi lintas sektoral perlu dilaksanakan bertujuan setiap pihak terkait bisa berkontribusi langsung sesuai tugas dan fungsi masing-masing diantaranya yang mencakup bahaya kesehatan oleh BNN, penegakkan hukum oleh Polres Keerom, dampak sosial oleh Dinsos, serta pembinaan mental oleh Satgas TNI dan memang kesemuanya saling berkaitan sebagai kontrol sosial bagi masyarakat. 
Dalam pelaksanaannya kegiatan tersebut dihadiri kurang lebih 50 (lima puluh) orang masyarakat dan terlihat raut wajah antusias pada saat menerima penyuluhan kesehatan yang disampaikan oleh Dokter Satgas Yonif 643/Wns.
Namun demikian disela waktu penyuluhan, tim dari BNN sempat melakukan tes urine dengan cara pengambilan sample urine terhadap 20 (dua puluh) masyarakat.
Dansatgas Yonif 643/Wns, Letkol Inf Adhi Sumarno menyampaikan pada prinsipnya kami mendukung penuh adanya kegiatan positif tersebut demi masa depan generasi muda di Perbatasan Papua yang sehat dan berdaya saing.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Dengan adanya penyuluhan kesehatan diharapkan dapat menekan sekaligus memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita di Perbatasan Papua mendapatkan edukasi serta dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat tanpa narkoba,” ujarnya.
Bapak Frengki (56) menyampaikan rasa terima kasih kepada Satgas Yonif 643/Wns yang telah berkolaborasi dengan Instansi terkait atas kepedulian terhadap masyarakat Kampung Kibay.
“Penyuluhan Kesehatan ini sangat bermanfaat bagi kami terutama untuk menjaga generasi penerus kami,” ujarnya. Red
Papua , DN-II Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi R., mendampingi Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, dalam kunjungan kerja strategis ke Markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 808/Mbaham Matta yang berlokasi di Fakfak, Papua Barat, pada Rabu (27/5/2026).
Agenda utama kunjungan ini difokuskan pada peninjauan menyeluruh terhadap kondisi satuan, fasilitas pendukung operasional, serta kesiapan mental dan fisik personel Yonif TP 808/Mbaham Matta. Hal ini dilakukan guna memastikan kesiapan optimal satuan dalam melaksanakan tugas operasi serta efektivitas pelaksanaan pembinaan teritorial di wilayah Papua Barat.
Dalam arahannya, Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama Wapang TNI menekankan pentingnya peran strategis Yonif TP 808/Mbaham Matta sebagai ujung tombak pertahanan dan pembangunan di daerah. 
Kehadiran pimpinan TNI dan Kemhan ini menjadi wujud nyata sinergi dalam memperkuat manajemen pembinaan satuan serta komitmen untuk terus meningkatkan kualitas profesionalisme prajurit.
Pihak Mabes TNI berharap, Yonif TP 808/Mbaham Matta dapat terus mengembangkan kualitas sumber daya manusia dan memperkokoh kemampuan operasional satuan. Langkah ini sejalan dengan visi TNI dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah NKRI, serta memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas keamanan di wilayah Papua.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi bersama para perwira dan jajaran prajurit setempat guna menyerap aspirasi dan kendala lapangan terkait dukungan logistik maupun fasilitas penunjang tugas di wilayah penugasan. Red
#tniprima
#tnirakyatkuat
#indonesiaemas2045
PAPUA SELATAN, DN-II Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) tengah melakukan penjajakan lahan strategis di kawasan Wanam, Provinsi Papua Selatan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya konkret memperkuat sistem pertahanan dan keamanan maritim nasional, khususnya di wilayah perairan timur Indonesia yang berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik.
Pemilihan Wanam sebagai lokasi pangkalan militer baru dinilai sangat krusial. Posisi geografisnya yang berdekatan dengan jalur pelayaran internasional menjadikan wilayah ini titik pantau strategis untuk memitigasi berbagai ancaman, sekaligus menekan aktivitas ilegal di sektor kelautan.
Integrasi Strategi Pertahanan Nasional
Rencana pembangunan pangkalan di Wanam merupakan bagian integral dari strategi besar TNI AL dalam memperkokoh jaring pertahanan di seluruh penjuru Nusantara. Langkah ini selaras dengan upaya penguatan pangkalan di sepanjang Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), seperti yang telah dilakukan di Sarmi dan Nusa Tenggara Timur.
Kehadiran pangkalan di Papua Selatan diharapkan mampu mengoptimalkan fungsi pengawasan terhadap mobilitas kapal, baik domestik maupun asing, yang melintasi perairan Pasifik. Dengan infrastruktur pertahanan yang memadai, TNI AL akan memiliki jangkauan patroli yang lebih luas dan responsif terhadap dinamika keamanan di perbatasan negara.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Pesisir
Selain menjalankan fungsi pertahanan, proyek strategis ini diproyeksikan akan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi masyarakat lokal di Wanam dan sekitarnya. Pembangunan fasilitas pangkalan lazimnya dibarengi dengan pengembangan infrastruktur penunjang yang dapat memacu konektivitas daerah.
Lebih jauh, intensifikasi operasi patroli TNI AL diharapkan dapat menciptakan stabilitas keamanan yang lebih kondusif bagi warga pesisir. Stabilitas tersebut menjadi fondasi penting untuk menggerakkan roda perekonomian lokal, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan rasa aman dan dukungan infrastruktur yang lebih baik.
Pihak TNI AL saat ini terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kelancaran proses penjajakan lahan ini sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. Red
Manokwari, DN-II Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan Salat Iduladha 1447 H bersama keluarga besar prajurit TNI dan masyarakat sekitar Makodam XVIII/Kasuari, Manokwari, Papua Barat Rabu, (27/5/2026)
Pelaksanaan Salat Idul Adha berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, dihadiri oleh para prajurit, Persit, keluarga besar Kodam XVIII/Kasuari, serta anggota masyarakat sekitar.
Momen Idul
Adha merupakan sarana untuk memperkuat persahabatan dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat sebagai bagian dari semangat persaudaraan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dalam khutbah Idul Adha yang disampaikan oleh pembicara KH Baharuddin Sabollah, jamaah diajak untuk mencontohkan nilai-nilai ketulusan, pengorbanan, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan sebagaimana yang dicontohkan pada acara Idul Adha.
Nilai-nilai ini dianggap penting untuk terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam pelaksanaan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Kegiatan doa Idul Adha di Makodam XVIII/Kasuari juga mencerminkan kedekatan TNI dengan masyarakat dan memperkuat semangat kebersamaan, persatuan, dan toleransi di tengah kehidupan sosial di Papua Barat.
Pada kesempatan ini, Menhan didampingi oleh TNI Ward, Pangkogabwilhan III, Kasdam XVIII/Ksr, Dankodaeral XIV, Panglima TNI Waasops, dan para perwira staf berpangkat rendah dari Kodam XVIII/Ksr. Red
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Boven Digoel, DN-II Komando Operasi Koops TNI Habema bersama aparat gabungan berhasil mengevakuasi 44 warga pendulang emas dari Kampung Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, pada Senin (25/5/2026).
Para pendulang tersebut sebelumnya terpaksa mengungsi akibat gangguan keamanan yang dilakukan oleh kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organisasi Papua Merdeka TPNPB-OPM atau KKB di wilayah tersebut.
Sebanyak 44 warga tiba dengan selamat di Pelabuhan Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, menggunakan tiga unit long boat pada Minggu (24/5/2026). Setibanya di sana, mereka langsung mendapatkan pendampingan dari personel Koops TNI Habema dan aparat gabungan untuk menjalani pendataan serta pemeriksaan kesehatan. Bahwa evakuasi ini merupakan bukti kehadiran negara dalam melindungi masyarakat sipil yang terdampak gangguan keamanan di wilayah pedalaman.
Koops TNI Habema bersama aparat terkait terus berupaya menjaga kondusifitas keamanan dan meningkatkan langkah-langkah preventif. Apkam berkomitmen mencegah gangguan keamanan maupun tindakan kekerasan yang mengancam nyawa masyarakat sipil oleh kelompok separatis bersenjata. Sebagai langkah lanjutan, aparat gabungan kini memperketat patroli dan pemantauan di sejumlah wilayah rawan untuk menjamin rasa aman bagi warga.
Gangguan keamanan di Distrik Awimbon diketahui telah menghambat mobilitas masyarakat setempat. Oleh karena itu, koordinasi antarlembaga terus diperkuat demi memulihkan stabilitas wilayah serta memastikan situasi tetap kondusif di Papua Pegunungan. 10 pendulang emas dilaporkan tewas setelah dibantai kelompok krimal bersenjata, hingga kini aparat gabungan masih berupaya mencapai titik lokasi kejadian untuk mengevakuasi jenazah korban. Red
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Papua Barat, DN-II Dalam upaya meningkatkan semangat belajar sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah penugasan, personel Pos Kokas Satgas Yonif 763/SBA menggelar kegiatan mengajar di SD YPPK Kocuas, Papua Barat.
Aksi sosial yang berlangsung pada Sabtu (23/5/2026) ini mengusung tema humanis, yaitu “Mengajar dengan Hati, Berbagi untuk Negeri.”
Dengan penuh semangat dan kepedulian, para prajurit TNI dari Pos Kokas hadir langsung di tengah-tengah ruang kelas. Tidak hanya memberikan materi pelajaran umum, kehadiran mereka juga bertujuan untuk menyuntikkan motivasi belajar, serta menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan rasa cinta tanah air sejak dini kepada para siswa.
Kehadiran anggota Satgas Yonif 763/SBA ini pun mendapat sambutan hangat. Pihak sekolah, baik para guru maupun siswa, tampak sangat antusias dan gembira mengikuti setiap sesi proses belajar mengajar bersama para prajurit loreng tersebut.
Selain membantu mengisi kekurangan tenaga pendidik melalui kegiatan belajar mengajar, personel Pos Kokas juga memanfaatkan momen ini untuk memberikan perhatian, kedekatan, dan kebersamaan kepada anak-anak. Langkah ini menjadi bukti nyata kepedulian TNI terhadap masa depan dunia pendidikan di wilayah penugasan mereka. (Red)
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Boven Digoel, DN-II Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga, memimpin langsung kesiapan pelaksanaan evakuasi terhadap korban meninggal dunia akibat aksi kekerasan yang dilakukan oleh Kelompok separatis bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XVI Yahukimo, di wilayah Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan diawali dengan Pangkoops TNI Habema beserta rombongan langsung meninjau sejumlah pos personel satuan tugas (Satgas), guna memastikan kesiapan personel, perlengkapan, serta dukungan operasional yang akan digunakan dalam proses evakuasi korban di wilayah pedalaman Korowai.
Dalam peninjauan tersebut, Pangkoops TNI Habema melakukan pengecekan terhadap kondisi personel, kesiapan pos, alat komunikasi, serta materiil pendukung lainnya. Selain itu, Pangkoops juga memberikan arahan kepada seluruh personel yang terlibat agar tetap mengutamakan profesionalisme, kewaspadaan, dan keselamatan selama pelaksanaan tugas. “Saya bangga atas kesiapan dan semangat seluruh personel. Jangan lengah, tetap laksanakan tugas secara profesional, terukur, dan utamakan faktor keamanan serta keselamatan dalam setiap pergerakan di lapangan,” ujar Mayjen TNI Yudha Airlangga.
Persiapan evakuasi dilakukan melalui koordinasi intensif bersama satuan jajaran TNI, unsur pendukung penerbangan, serta personel gabungan yang akan diterjunkan ke lokasi kejadian. Mengingat kondisi geografis Korowai yang berada di wilayah pedalaman dengan akses terbatas, medan yang berat serta cuaca yang ekstrem.
Pangkoops TNI Habema menegaskan bahwa proses evakuasi korban menjadi prioritas utama sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam memberikan perlindungan dan penanganan kemanusiaan terhadap masyarakat di Papua Pegunungan. “Kami memastikan seluruh personel dan alutsista pendukung berada dalam kondisi siap untuk melaksanakan evakuasi secara maksimal dengan tetap mempertimbangkan faktor keamanan, kondisi medan, dan keselamatan seluruh pihak di lapangan,” jelas Pangkoops TNI Habema.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Selain memastikan kesiapan evakuasi, personel gabungan TNI juga meningkatkan patroli dan pemantauan situasi di sejumlah titik rawan di wilayah Yahukimo guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan lanjutan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat sekitar. Hingga saat ini aparat masih melakukan pendalaman terkait kronologi kejadian dan proses identifikasi korban. Koops TNI Habema menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan sekaligus mendukung upaya kemanusiaan bagi seluruh masyarakat di wilayah Papua. (Koops TNI Habema) Red
