Beranda » Nasional

Nasional

Singapura, DN-II Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon, S.H., M.M. memimpin Delegasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada penyelenggaraan Sidang ke-22 TNI-Singapore Armed Forces Annual Staff Meeting (TSASM) Tahun 2026 yang berlangsung di Singapura pada 2–4 Juni 2026.

Kegiatan ini merupakan forum konsultasi strategis tahunan antara TNI dan Singapore Armed Forces (SAF) guna mengevaluasi serta memperkuat kerja sama pertahanan bilateral kedua negara. (3/6/2026).

Sidang ke-22 TSASM dipimpin bersama oleh Kasum TNI Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon dan Chief of Staff – Joint Staff Singapore Armed Forces, Brigadier General Chan Ching Hao. Pertemuan tersebut menjadi wadah strategis untuk meninjau pelaksanaan berbagai program kerja sama pertahanan yang telah berjalan sekaligus membahas arah pengembangan kerja sama pada tahun-tahun mendatang.

Sebelum pelaksanaan sidang utama, Kasum TNI melaksanakan Courtesy Call dengan COS-JS SAF sebagai bagian dari rangkaian kegiatan guna mempererat hubungan profesional dan saling pengertian antara kedua angkatan bersenjata. Selanjutnya, kedua delegasi melaksanakan pembahasan komprehensif terkait perkembangan berbagai mekanisme kerja sama bilateral yang berada di bawah kerangka hubungan pertahanan Indonesia–Singapura.

Dalam sidang tersebut dibahas laporan kemajuan sejumlah forum kerja sama bersama, meliputi Indonesia-Singapore Joint Intelligence Committee (ISJIC), Indonesia-Singapore Joint Operations and Exercise Committee (ISJOEC), Indonesia-Singapore Joint Education and Staff Planning Committee (ISJESPC), serta Indonesia-Singapore Joint Logistics Committee (ISJLC). Selain itu, kedua delegasi juga membahas berbagai isu strategis pertahanan yang menjadi perhatian bersama serta rencana penyelenggaraan TSASM berikutnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kasum TNI menyampaikan bahwa hubungan kerja sama antara TNI dan SAF selama ini telah berkembang secara positif dan konstruktif, serta memberikan kontribusi penting dalam membangun rasa saling percaya, meningkatkan interoperabilitas, dan memperkuat stabilitas kawasan. Melalui mekanisme TSASM, kedua pihak berkomitmen untuk terus mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan berdasarkan prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan kepentingan bersama.

Delegasi Indonesia yang mendampingi Kasum TNI terdiri atas unsur Mabes TNI, perwakilan Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Atase Pertahanan Republik Indonesia di Singapura, serta personel Pusat Kerja Sama Internasional (Puskersin) TNI. Kehadiran delegasi lintas bidang tersebut mencerminkan komitmen TNI dalam memperkuat kerja sama pertahanan yang komprehensif dengan SAF.

Pada akhir sidang, kedua ketua delegasi menandatangani Risalah Sidang ke-22 TSASM sebagai bentuk kesepakatan bersama atas hasil pembahasan dan arah tindak lanjut kerja sama pertahanan bilateral Indonesia–Singapura ke depan. Penandatanganan risalah tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat kemitraan pertahanan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada perdamaian serta stabilitas kawasan. Red

#TNIprima
#TNIadaptif
#PuskersinTNI
#TSASM2026
#IndonesiaSingaporeDefenceCooperation

BANDUNG, DN-II Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan bahwa lulusan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) harus memiliki wawasan strategis yang kuat, pola pikir visioner, serta integritas moral yang tinggi untuk menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks di masa depan.

Penegasan tersebut disampaikan Kasad saat menutup Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVII Seskoad Tahun Anggaran 2026 di Gedung Prof. Dr. Satrio, Seskoad, Bandung, Rabu (3/6/2026).

“Peran strategis lembaga pendidikan Seskoad tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis dan taktis militer semata, melainkan juga pengembangan wawasan strategis yang berlandaskan keilmuan dan kepemimpinan visioner, serta integritas moral dan karakter yang unggul sebagai generasi penerus perjuangan TNI Angkatan Darat,” tegas Kasad.

Kasad menyampaikan apresiasi kepada seluruh Perwira Siswa (Pasis) yang telah menyelesaikan pendidikan dengan baik. Menurutnya, tantangan tugas ke depan menuntut hadirnya pemimpin militer yang tidak hanya unggul dalam profesionalisme keprajuritan, tetapi juga mampu berpikir strategis, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki visi jauh ke depan dalam mendukung pembangunan kekuatan pertahanan negara.

Kasad juga mengingatkan para lulusan agar senantiasa menjaga integritas, meningkatkan kapasitas diri, dan mengembangkan budaya belajar sepanjang hayat. Bekal pendidikan yang diperoleh selama mengikuti Dikreg Seskoad diharapkan menjadi landasan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas sekaligus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan organisasi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Letkol Inf Teddy Indra Wijaya sebagai penulis Taskap Terbaik Dikreg LXVII Seskoad memaparkan gagasan strategis hasil kajiannya di hadapan para tamu undangan dan seluruh Pasis.

Dikreg LXVII Seskoad TA 2026 diikuti 279 Perwira Siswa yang terdiri dari 255 Pasis TNI AD, 4 Pasis TNI AL, 2 Pasis TNI AU, 7 Pasis Polri, serta 11 Pasis dari negara sahabat. Pada upacara penutupan, sebanyak 276 Pasis hadir, sementara tiga lainnya tengah melaksanakan penugasan khusus di luar negeri.

Selama pendidikan, para Pasis memperoleh pembekalan yang berorientasi pada pengembangan kepemimpinan, manajemen strategis, perencanaan operasi, serta analisis lingkungan strategis guna menyiapkan calon pemimpin masa depan yang profesional, adaptif, dan berkarakter.

Penutupan Dikreg LXVII Seskoad menjadi momentum penting dalam mencetak kader-kader pemimpin yang memiliki kualitas intelektual, moral, dan profesionalisme tinggi, serta siap mengemban berbagai tugas dan jabatan strategis di lingkungan TNI, Polri, maupun negara sahabat. Red/Casroni

Jakarta, DN-II Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto diwakili oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun menyambut kedatangan Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL) masa penugasan 2025/2026 bertempat di Lapangan PRIMA, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu, (3/6/2026).

 

Dalam amanat tertulis Panglima TNI yang dibacakan oleh Asops Panglima TNI menyampaikan bahwa, selama kurang lebih 13 bulan bertugas di Lebanon, para prajurit berada di tengah lingkungan operasi yang sangat dinamis, kompleks dan penuh risiko. Eskalasi konflik di Lebanon Selatan menuntut keteguhan mental, kematangan bertindak, serta profesionalisme prajurit dalam melaksanakan mandat Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB). Dalam penugasan ini, TNI dan Bangsa Indonesia juga kehilangan empat prajurit terbaik yang gugur sebagai Kusuma Bangsa.

“Selama melaksanakan misi penugasan, Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL juga telah berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan menorehkan prestasi yang membanggakan. Dengan menerima dua penghargaan oleh Force Commander Unifil Mayjen Diodato Abagnara yaitu, di bidang kemanusiaan penghargaan Letter of Appreciation kalian telah memberikan bantuan nyata berupa penyediaan air bersih dan sistem penjernihan air layak minum bagi masyarakat lokal.

Sedangkan di bidang operasi penghargaan Letter of Commendation, kalian juga berhasil berperan dalam mencegah dan melaksanakan deeskalasi ketegangan antara Lebanese Armed Forces (LAF) dan Israel Defense Forces (IDF) yang berpotensi menimbulkan konflik terbuka serta insiden internasional”, ungkap Panglima TNI.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sementara itu, Komandan Satgas (Dansatgas) TNI Konga UNIFIL Kolonel Inf Raja Gunung Nasution mengucapkan rasa syukur dan bangga atas penghargaan yang diberikan oleh Force Commander UNIFIL, salah satunya pembangunan sistem penjernih air layak minum bagi masyarakat Lebanon Selatan yang selama ini berjuang mendapatkan sumber kehidupan paling mendasar. Hal tersebut merupakan bagian dari pengabdian prajurit TNI dalam mengemban tugas operasi dan sebagai Duta Budaya Bangsa pada misi penugasan pemeliharaan perdamaian dunia.

Satgas TNI Konga UNIFIL yang terdiri dari beberapa bagian Satgas yaitu, Satgas TNI Yonmek Konga XXIII-S/UNIFIL, Force Headquarter Support UnitMilitary Police Unit, Military Civic Outreach Unit, Civil Military Cooperation, Hospital Level II dan Military Staff Sector East UNIFIL. Satgas TNI Konga UNIFIL merupakan refleksi komitmen TNI dalam mengamanatkan konstitusi pada aspek kepedulian menciptakan perdamaian dunia. Red

#tniprima
#indonesiabebasaktif
#misiperdamaiandunia

GRESIK, DN-II Sidang gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dengan nomor perkara 38/Pdt.G/2026/PN Gsk di Pengadilan Negeri (PN) Gresik terpaksa ditunda. Penundaan ini terjadi karena Tim Penasihat Hukum (PH) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI selaku tergugat tidak dapat menunjukkan bukti administrasi surat kuasa di persidangan, Rabu (3/6/2026).

​Gugatan PMH ini diketahui berkaitan erat dengan rangkaian persoalan dalam perkara dugaan korupsi dana hibah yang sebelumnya teregistrasi dengan nomor perkara 41/Pid.Sus-TPK/2026/PN Sby di Pengadilan Tipikor Surabaya.

​Kuasa Hukum penggugat yang hadir dalam persidangan terdiri dari Markacung, S.H., M.H., Ahmad Toha, S.H., M.H., Mashudi, S.H., M.H., Nur Yatim, S.H., M.H., dan Zainul Ma’arif, S.H., M.H.

​Ahmad Toha, S.H., M.H., usai keluar dari ruang mediasi, mengonfirmasi kendala administratif tersebut. “Sidang mediasi hari ini belum bisa dilaksanakan karena pihak kuasa hukum tergugat tidak dapat menunjukkan bukti administrasi kuasa yang sah di persidangan. Akibatnya, Majelis Hakim menunda persidangan hingga dua pekan ke depan, yakni 17 Juni 2026,” ujar Toha kepada awak media.

​Toha menegaskan bahwa ia bersama tim akan mengawal ketat persidangan ini. “Kami berkomitmen mengawal perkara ini hingga kebenaran materiil terungkap. Hal ini penting untuk memulihkan nama baik klien kami serta mengembalikan kepercayaan masyarakat di tengah polemik dana hibah yang terus berkembang. Kami berharap fakta yang sebenarnya segera terungkap, sehingga para wali santri tidak lagi diliputi keraguan dan stigma negatif,” lanjutnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Senada dengan Toha, tim kuasa hukum lainnya, yakni Zainul Ma’arif, Nur Yatim, dan Mashudi, di bawah komando Ketua Tim, Markacung, S.H., M.H., menyatakan kesiapan penuh untuk mengawal proses hukum ini hingga tuntas.

​Ketua Presidium DPP PWDPI: “Jangan Nyamar Makruf Nyambi Mungkar!”

​Menanggapi opini publik yang berkembang liar terkait pusaran kasus dana hibah ini, Ketua Presidium Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (DPP PWDPI), Gus Aulia, S.E., S.H., M.M., M.Ph., turut angkat bicara. Ia mengimbau masyarakat dan insan pers untuk tetap objektif.

​”Mari kita teguh berpegang pada falsafah ‘Becik Ketitik Olo Ketoro’. Jangan mudah terpengaruh opini yang belum teruji kebenarannya,” tegas Gus Aulia.

​Gus Aulia mengungkapkan bahwa tim investigasi medianya telah melakukan penelusuran langsung ke lapangan. Berdasarkan temuan di lapangan, ia menegaskan bahwa dana hibah tersebut tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

​”Hasil investigasi kami menunjukkan bahwa dana tersebut nyata-nyata digunakan sepenuhnya untuk kemaslahatan Pondok Pesantren. Fisik bangunan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh santri dan lembaga,” urai Gus Aulia.

​Menutup pernyataannya, praktisi hukum ini memberikan peringatan keras agar penegakan hukum tidak ditunggangi agenda terselubung. “Di era transparansi ini, jangan ada pihak yang ‘Nyamar Makruf Nyambi Mungkar’ (berpura-pura menegakkan kebaikan, padahal melakukan kebatilan). Tegakkan kebenaran hukum dengan sebenar-benarnya tanpa pandang bulu,” pungkasnya tegas.

​Tim Redaksi/Investigasi

JAKARTA, DN-II Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) RI pada Rabu (3/6/2026). Penahanan ini dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan atas perkara yang menjeratnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan, Dadan keluar dari Gedung Bundar Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) sekitar pukul [masukkan waktu jika ada, misal: 16.00 WIB]. Ia terlihat mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda khas Kejaksaan Agung. Dadan tampak dikawal ketat oleh sejumlah anggota TNI dan penyidik Kejagung saat digiring menuju mobil tahanan.

Sebelum resmi ditahan, tim penyidik Kejaksaan Agung terpantau melakukan penggeledahan di kantor pusat Badan Gizi Nasional yang berlokasi di Jakarta Pusat pada Rabu pagi. Penggeledahan tersebut diduga berkaitan dengan upaya pengumpulan alat bukti terkait kasus yang sedang diselidiki.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejaksaan Agung belum memberikan keterangan rinci mengenai konstruksi perkara maupun dugaan pasal yang disangkakan kepada Dadan Hindayana. Penyidik masih terus melakukan pendalaman intensif terhadap kasus tersebut.

“Kami masih terus melakukan pendalaman terkait perkara ini,” ujar sumber dari lingkungan Kejagung singkat.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kasus ini menyita perhatian publik mengingat posisi strategis yang sebelumnya dipegang oleh Dadan di Badan Gizi Nasional. Pihak Kejaksaan Agung berjanji akan segera memberikan keterangan pers resmi kepada awak media setelah proses penyidikan lebih lanjut dilakukan. Red

#Kejagung #BGN #DadanHindayana #BeritaNasional #Hukum #UpdateHukum

Semarang, DN-II Polda Jawa Tengah terus memperkuat upaya pemberantasan Tuberkulosis (TB) melalui inovasi “Polda Jateng TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis)”. Program ini merupakan bentuk dukungan nyata Polda Jateng terhadap target nasional eliminasi TB tahun 2030 dengan mengedepankan kolaborasi antara Polri, Dinas Kesehatan, Puskesmas, serta berbagai stakeholder terkait.

Sebagai langkah awal pelaksanaan program tersebut, Polda Jateng melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) menggelar Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TB Paru bagi seluruh Bhabinkamtibmas jajaran Polda Jawa Tengah secara serentak di 35 Klinik Polres jajaran pada Selasa (2/6/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara Sie Dokkes Polres, Satuan Binmas, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Puskesmas setempat, serta mendapat asistensi langsung dari Biddokkes Polda Jateng.

Program Polda Jateng TOSS TB memberdayakan seluruh Bhabinkamtibmas sebagai Tracer TB yang bertugas membantu skrining, tracing kontak erat, edukasi masyarakat, pendampingan pengobatan hingga pelaporan kasus secara langsung di wilayah binaannya masing-masing.

Sebelum menjalankan tugas tersebut, seluruh Bhabinkamtibmas terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh yang meliputi pemeriksaan fisik, gula darah, asam urat, kolesterol, serta pemeriksaan jantung melalui Elektrokardiogram (EKG). Selain itu, para Bhabinkamtibmas juga menjalani skrining TB Paru sebagai upaya deteksi dini sekaligus memastikan kondisi kesehatan personel yang akan menjadi ujung tombak program.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dalam keterangannya Kabiddokkes Polda Jawa Tengah, KBP drg. Agung Hadi Widjanarko, Sp.BM., MARS., FisQua, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan dan skrining TB Paru menjadi tahapan penting sebelum para Bhabinkamtibmas diterjunkan sebagai Tracer TB di tengah masyarakat.

“Sebelum para Bhabinkamtibmas diterjunkan sebagai Tracer TB Paru, kami melaksanakan skrining dan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu untuk memastikan seluruh personel berada dalam kondisi sehat dan tidak terpapar TB Paru. Dengan demikian mereka dapat menjalankan tugas pendampingan, edukasi, dan tracing di masyarakat secara maksimal serta tidak berisiko menjadi sumber penularan penyakit,” ujar Kabiddokkes. Rabu (3/6)

Menurutnya, Bhabinkamtibmas memiliki peran strategis karena menjadi personel Polri yang paling dekat dengan masyarakat dan memiliki intensitas interaksi yang tinggi dalam kegiatan sehari-hari.

“Melalui program Polda Jateng TOSS TB, para Bhabinkamtibmas akan membantu menemukan kasus secara dini, melakukan tracing kontak erat, mengedukasi masyarakat tentang bahaya TB, mendampingi pasien menjalani pengobatan hingga tuntas, serta membantu pelaporan secara terintegrasi dengan fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa apabila dalam proses skrining ditemukan personel yang masuk kategori suspek atau terduga TB Paru, maka akan segera dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa rontgen dada dan dirujuk ke Puskesmas untuk menjalani pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) guna memastikan diagnosis serta memulai pengobatan apabila terbukti positif TB.

“Prinsip yang kami kedepankan adalah deteksi dini, penanganan cepat, dan pengobatan tuntas. Karena itu kami mengusung semangat TOSS, yaitu Temukan, Obati Sampai Sembuh, sehingga rantai penularan TB dapat diputus dan masyarakat memperoleh kualitas hidup yang lebih baik,” tambahnya.

Ke depan, para Bhabinkamtibmas akan dibekali pelatihan khusus, KIT Tracer TB, buku saku, formulir skrining, pot sputum, serta sistem pelaporan digital yang terintegrasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas.

Sementara itu dalam tanggapannya, Kabid Humas Polda Jateng Kombes pol. Artanto menjelaskan peran penting Progam Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru.

” melalui program ini, Polda Jateng berharap mampu memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengendalian TB Paru di Jawa Tengah sekaligus mendukung target eliminasi TB di Indonesia pada tahun 2030 ” terangnya.

Lebih lanjut, dirinya menegaskan bahwa sinergi antara Polri, Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam memutus rantai penularan Tuberkulosis.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian bersama, kami optimistis program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung target eliminasi TB di Indonesia pada tahun 2030. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan dan segera berobat apabila mengalami gejala TB, karena semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang untuk sembuh,” pungkasnya. Red/Casroni

JAKARTA, DN-II Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro meninjau langsung posko pengungsian korban kebakaran di kawasan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026) malam.

Kunjungan ini dilakukan sebagai wujud tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto dalam merespons cepat kebutuhan masyarakat yang terdampak musibah.

Dalam kunjungannya, Wamensesneg menyerahkan bantuan berupa uang tunai dan paket sembako secara langsung kepada sekitar 354 kepala keluarga (KK) yang terdampak. Bantuan ini diberikan untuk meringankan beban dan memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi selama masa darurat.

Selain menyerahkan bantuan, Juri Ardiantoro memastikan bahwa seluruh penanganan darurat di lapangan berjalan optimal. Ia melakukan pengecekan langsung terhadap fasilitas di posko pengungsian dan melakukan koordinasi cepat dengan pihak PLN guna memulihkan aliran listrik, baik di area pengungsian maupun di sekitar permukiman sementara warga.

“Pemerintah berkomitmen untuk memastikan penanganan pascabencana dilakukan secara menyeluruh. Fokus utama kita saat ini adalah pemenuhan kebutuhan logistik di posko agar warga tetap mendapatkan kenyamanan dasar di tengah situasi sulit ini,” ujar Juri di sela-sela peninjauannya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Lebih lanjut, pihak Kemensetneg juga menyatakan tengah melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Sinergi ini difokuskan untuk mencari solusi jangka panjang, termasuk penyediaan hunian yang layak bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran tersebut. Red

#KemensetnegRI
#RilisKemensetneg

Mekkah, DN-II– Proses mobilisasi jamaah haji lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas dari Kabupaten Brebes yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) SOC 6 berlangsung dengan penuh perhatian dan kehati-hatian. Rabu, (3/6/2026).

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dikerahkan secara intensif untuk memastikan seluruh jamaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan aman dan nyaman.

M. Amrun Aziz, selaku Pembimbing Ibadah Haji Kloter SOC 6 Kabupaten Brebes, memimpin langsung proses pendampingan tersebut di lapangan. Di bawah arahannya, para petugas dengan sigap membantu jamaah yang membutuhkan bantuan kursi roda, mulai dari titik transit hingga akses menuju lokasi ibadah.

Dalam suasana yang penuh kesigapan, M. Amrun Aziz terus memantau kondisi jamaah sembari memberikan instruksi langsung kepada tim pendamping.

“Bismillahirrohmanirrohim. Mohon bantuannya, tolong berhati-hati saat memindahkan jamaah ke kursi roda. Pastikan posisi duduk nyaman dan aman. Utamakan keselamatan serta kenyamanan jamaah lansia dan disabilitas kita,” ujar M. Amrun Aziz di sela-sela proses evakuasi jamaah.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kehadiran PPIH yang sigap ini menjadi garda terdepan dalam memastikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi jamaah untuk menunaikan rukun Islam kelima. Hingga berita ini diturunkan, kondisi jamaah kloter SOC 6 asal Kabupaten Brebes dilaporkan dalam keadaan baik dan tetap semangat mengikuti seluruh rangkaian agenda ibadah haji.

Laporan Langsung dari Mekkah Tim Petugas Haji Brebes Kloter SOC 6
Editor: Casroni

MEKKAH, DN-II Di sela-sela khusyuknya rangkaian ibadah haji, puluhan warga Brebes yang tengah berada di Tanah Suci menyempatkan diri memanjatkan doa bersama demi kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Brebes. Rabu, (3/6/2026).

Di tengah hiruk pikuk agenda ekonomi dan politik yang sedang berlangsung di tanah air, para jamaah asal Brebes ini menyatukan tekad dan harapan agar daerah mereka tetap dalam kondisi yang harmonis, stabil, dan sejahtera.

Dalam suasana penuh kekhidmatan, para jamaah menaruh harapan besar pada kepemimpinan Ibu Paramita Widyakusuma. Mereka mendoakan agar program-program unggulan yang menjadi prioritas terutama yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat dapat terealisasi dengan optimal dan membawa manfaat nyata.

Edi Wantoro, Petugas Haji Kesehatan Kabupaten Brebes, mengungkapkan bahwa doa yang dipanjatkan ini merupakan bentuk dukungan spiritual bagi pembangunan daerah.

“Ini bukan sekadar kerja nyata secara fisik, tetapi doa dan harapan tulus yang kami panjatkan adalah kekuatan spiritual untuk membangun Brebes. Kami berharap seluruh kendala dalam peningkatan ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan di Kabupaten Brebes dapat segera teratasi dan menjadi ‘beres’,” ujar Edi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Momen ini menjadi semakin istimewa karena dilakukan tepat H-2 menjelang kepulangan jamaah ke tanah air. Para jamaah berharap dapat membawa pulang spirit batiniah yang kuat untuk mencintai tanah kelahiran serta mengabdikan diri bagi kemajuan agama dan negeri.

“Semoga semangat ‘Brebes Beres’ dapat terus terjaga, seiring dengan harapan agar seluruh jamaah meraih predikat haji yang mabrur,” pungkasnya.

Laporan Langsung dari Mekkah, Tim Petugas Haji Kabupaten Brebes.
Editor: Casroni

KEBUMEN, DN-II Praktik premanisme yang dibalut kedok aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Kebumen kini telah mencapai level yang mengancam stabilitas sektor pendidikan. Berdasarkan investigasi mendalam Koran Jateng edisi Senin, 1 Juni 2026, terungkap pola intimidasi dan pemerasan sistematis yang menyasar satuan pendidikan, yang kini menuntut intervensi segera dari Mabes Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Intimidasi di Balik Kedok Kontrol Sosial

Investigasi tersebut memvalidasi kesaksian narasumber yang mengalami langsung tekanan psikologis dan ancaman fisik dari oknum LSM. Praktik yang dilakukan bukan merupakan bentuk kritik sosial atau pengawasan publik yang dilindungi undang-undang, melainkan murni tindakan kriminal.

Secara yuridis, tindakan tersebut telah memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 368 ayat (1) KUHP tentang Pemerasan, yang berbunyi:

“Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat utang maupun menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.”

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Selain itu, jika oknum tersebut menggunakan ancaman dengan menyebarkan informasi palsu atau mencemarkan nama baik sekolah, mereka juga dapat dijerat dengan Pasal 27 ayat (4) UU ITE (beserta perubahannya) terkait pemerasan dan pengancaman melalui sistem elektronik.

Urgensi Intervensi Negara

Tindakan ini merupakan perampokan terselubung terhadap anggaran pendidikan yang seharusnya digunakan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Kami mendesak Bareskrim Polri untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan proaktif. Negara tidak boleh membiarkan tenaga pendidik bekerja di bawah bayang-bayang ketakutan.

Lebih jauh, keterlibatan KPK dan Kejaksaan Agung diperlukan untuk melakukan supervisi atas dugaan adanya sindikat terorganisir yang menjadikan bantuan dana pendidikan sebagai “lahan basah”. Dalam konteks ini, Pasal-pasal dalam UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi harus menjadi acuan untuk membedah apakah ada keterlibatan oknum birokrasi yang membiarkan praktik pemerasan ini terjadi.

Perlindungan Sektor Pendidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi wajib mengambil langkah tegas berupa audit internal dan memberikan perlindungan hukum bagi pihak sekolah. Mengacu pada Pasal 54 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, negara berkewajiban menjamin satuan pendidikan sebagai lingkungan yang aman dari segala bentuk kekerasan atau gangguan kriminal.

Seruan Publik

Redaksi menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas ke meja hijau. Keberanian narasumber yang telah mengungkap praktik lancung ini harus menjadi preseden bagi korban lain untuk tidak ragu melapor kepada kepolisian berdasarkan Pasal 108 KUHAP.

Publik di Kebumen kini menanti bukti nyata dari aparat penegak hukum. Rakyat tidak membutuhkan retorika; rakyat membutuhkan tindakan hukum yang tegas, transparan, dan berkeadilan untuk membersihkan dunia pendidikan dari tangan-tangan kotor para perampok berkedok aktivis.

#PresidenRI #Mendikbud #Kapolri #BareskrimPolri #KPK_RI #KejaksaanAgung

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Publisher – Redaksi

You cannot copy content of this page