Penegasan Hak atas Tanah Ulayat, Marga Adat Muara Kuang Pasang Baliho usai Mediasi dengan PT BRK Deadlock
MUARA KUANG, www.detik-nasional.com // Konflik pertanahan antara masyarakat adat Muara Kuang dan pihak PT BRK hingga kini belum menemukan titik terang. Sebagai bentuk ketegangan atas proses negosiasi yang berlarut-larut, pihak Marga Adat Muara Kuang secara tegas mengambil tindakan di lapangan guna mempertahankan wilayah ulayat leluhur mereka.
Aksi penegasan tersebut diwujudkan melalui pemasangan spanduk dan baliho berukuran besar di area sengketa pada Selasa (01/09/2026). Langkah ini diambil untuk menegaskan kembali status kepemilikan tanah ulayat secara sah dan mutlak berada di bawah naungan serta hak masyarakat adat Muara Kuang.
Sebelum aksi ini berlangsung, rangkaian forum mediasi sejatinya telah beberapa kali digelar untuk mempertemukan perwakilan masyarakat adat dengan manajemen PT BRK. Namun, seluruh pertemuan tersebut terus menemui jalan buntu (deadlock) tanpa adanya titik temu maupun kesepakatan yang adil bagi warga.

Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Guna menjaga ketertiban umum dan kepastian hukum, pihak masyarakat adat telah menyampaikan pemberitahuan resmi mengenai kegiatan ini kepada unsur Tripika (Camat, Kapolsek, dan Danramil) setempat. Langkah koordinasi ini dilakukan agar jajaran pimpinan kecamatan mengetahui secara langsung dinamika serta aspirasi yang berkembang di lapangan.
Situasi di lokasi pemasangan baliho/spanduk dilaporkan tetap berjalan secara aman, tertib, dan kondusif. Tokoh adat menegaskan bahwa aksi penegasan simbolis ini dilakukan secara damai tanpa bentuk intimidasi, sebagai bentuk pengawalan hak yang tetap menghormati tata tertib hukum.
Melalui pemberitahuan ke unsur Tripika dan aksi di lapangan ini, masyarakat adat Muara Kuang berharap pemerintah daerah beserta jajaran aparat keamanan dapat segera turun tangan secara aktif. Warga mendesak hadirnya penyelesaian yang transparan, adil, serta mengakui secara penuh hak-hak masyarakat adat atas wilayah ulayat mereka.
REPORT : JULIYAN
BREBES, DN-II Kepolisian Resor (Polres) Brebes melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) terus memperkuat pembinaan kepada kalangan pelajar, tidak hanya dalam bidang keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.
Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Police Go To School sekaligus Sosialisasi Training of Trainer (TOT) Program Paham AI yang dilaksanakan di SMAN 1 Jatibarang, Kabupaten Brebes, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran Sat Binmas Polres Brebes bersama kepala sekolah, guru dan tenaga pendidik serta para siswa-siswi SMAN 1 Jatibarang.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polri memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada para pelajar mengenai kedisiplinan, kepatuhan terhadap tata tertib sekolah, kesadaran hukum serta pentingnya memiliki sikap bertanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.
Selain itu, para pelajar juga diberikan pemahaman mengenai berbagai potensi gangguan yang dapat memengaruhi kehidupan mereka, seperti kenakalan remaja, bullying atau perundungan, kekerasan, tawuran serta perilaku negatif lainnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Tak kalah penting, Sat Binmas juga mengingatkan para siswa agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Para pelajar diberikan edukasi mengenai bahaya penyebaran berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, provokasi, penipuan digital hingga penyebaran konten negatif.
Pada kesempatan yang sama, personel Sat Binmas memberikan sosialisasi Training of Trainer (TOT) Program Paham AI sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan pemahaman pelajar terhadap perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Materi yang diberikan tidak hanya mengenalkan manfaat AI, tetapi juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi tersebut secara bijak, aman, etis dan bertanggung jawab. Para siswa didorong untuk memanfaatkan AI sebagai sarana pendukung pembelajaran, meningkatkan kreativitas, memperluas pengetahuan serta mengembangkan keterampilan.
Kapolres Brebes melalui Kasat Binmas AKP Rachmat Wibowo Budi Pratama, S.Tr.K., S.I.K. yang juga menjadi salah satu penanggung jawab sekaligus instruktur dalam kegiatan tersebut, mengatakan bahwa perkembangan AI harus diimbangi dengan kemampuan dan etika dalam penggunaannya.
“Artificial Intelligence merupakan teknologi yang memiliki banyak manfaat, khususnya dalam mendukung proses belajar dan pengembangan kreativitas pelajar. Namun, teknologi ini harus digunakan secara bijak, aman dan bertanggung jawab. Jangan sampai AI justru dimanfaatkan untuk merugikan orang lain, melakukan penipuan, perundungan, menyebarkan informasi palsu maupun membuat konten negatif,” ujar AKP Rachmat.
Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak langsung mempercayai setiap informasi maupun hasil yang diperoleh dari teknologi AI.
“Kami mengajak para siswa untuk menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan kritis. Setiap informasi yang diperoleh melalui media digital maupun AI harus diverifikasi terlebih dahulu. Jangan menerima atau menyebarkan informasi secara mentah tanpa memastikan kebenarannya,” lanjutnya.
Menurutnya, literasi digital menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Kami berharap melalui Police Go To School dan Program Paham AI ini, para pelajar tidak hanya memahami aturan dan menjaga Kamtibmas, tetapi juga memiliki etika digital. Gunakan teknologi untuk belajar, berkarya, berprestasi dan mengembangkan potensi diri, bukan untuk melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kegiatan juga diisi dengan dialog dan tanya jawab antara personel Polri, pihak sekolah dan para siswa. Interaksi tersebut menjadi sarana bagi pelajar untuk menyampaikan pertanyaan maupun persoalan yang mereka hadapi, baik terkait Kamtibmas maupun penggunaan teknologi AI.
Kasat Binmas menambahkan bahwa pembinaan terhadap pelajar perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui sinergitas antara Polri, sekolah, guru dan orang tua.
“Pembinaan kepada pelajar tidak bisa dilakukan sekali saja. Diperlukan sinergitas dan komunikasi yang berkelanjutan antara Polri, sekolah, orang tua dan para siswa. Dengan kolaborasi tersebut, kita berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, kondusif sekaligus membentuk generasi muda yang cerdas, disiplin, berkarakter dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi,” pungkasnya.
Kegiatan Police Go To School dan Sosialisasi TOT Program Paham AI tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun para siswa.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Brebes berharap kedekatan dan komunikasi antara Polri dengan kalangan pelajar semakin kuat, sekaligus meningkatkan kesadaran hukum, pemahaman Kamtibmas dan literasi digital sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi di masa mendatang. Red
KOTA TEGAL, DN-II Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tegal meluncurkan alat rekam dan cetak Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) di lingkungan SMA/SMK/MA se-Kota Tegal.
Kegiatan launching oleh Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono berlangsung di Aula SMA Negeri 2 Kota Tegal, Selasa (1/9/2026) pagi.
Launching tersebut menjadi langkah inovatif Pemerintah Kota Tegal dalam mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat, khususnya para pelajar yang telah memenuhi syarat usia untuk memiliki KTP-el.
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tegal, Yudi Arianto menyampaikan laporan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mempercepat cakupan perekaman KTP-el bagi pelajar, khususnya calon pemilih pemula, sekaligus mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan langsung ke lingkungan sekolah.
Kepemilikan KTP-el merupakan hak sekaligus kewajiban administrasi kependudukan bagi setiap warga negara yang telah memenuhi syarat usia, yakni 17 tahun atau telah menikah. Karena itu, perekaman KTP-el bagi pelajar menjadi salah satu upaya penting untuk memastikan generasi muda Kota Tegal tertib administrasi kependudukan sejak dini.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Program perekaman dan pencetakan KTP-el ini dilaksanakan pada 10 sekolah di Kota Tegal, yang terdiri atas 6 SMA Negeri, 3 SMK Negeri, dan 1 Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan di masing-masing sekolah.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, alat rekam KTP-el dan printer menjadi inventaris Disdukcapil Kota Tegal yang ditempatkan di sekolah-sekolah sasaran.
Masing-masing sekolah juga ditempatkan dua orang operator untuk mendukung pelaksanaan pelayanan perekaman dan pencetakan KTP-el.
Plt. Kepala Disdukcapil Kota Tegal menjelaskan, kegiatan tersebut memiliki beberapa tujuan utama, antara lain mempercepat dan mempermudah proses perekaman data kependudukan bagi siswa yang telah memenuhi syarat usia, meningkatkan cakupan kepemilikan KTP-el di Kota Tegal, khususnya bagi pemilih pemula, serta menanamkan kesadaran tertib administrasi kependudukan sejak dini kepada generasi muda.
Sementara itu, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menyampaikan bahwa KTP-el bukan hanya identitas diri, tetapi juga menjadi dasar bagi masyarakat dalam memperoleh berbagai pelayanan publik, mulai dari pendidikan, kesehatan, perbankan hingga berbagai program bantuan pemerintah.
“Program ini merupakan bentuk inovasi pelayanan jemput bola dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tegal, agar anak-anak kita yang telah atau akan berusia 17 tahun dapat langsung melakukan perekaman data kependudukan tanpa harus datang ke kantor Dukcapil,” ujar Dedy Yon.
Menurutnya, pelayanan perekaman KTP-el di sekolah sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Tegal untuk mewujudkan tertib administrasi kependudukan sejak dini. Program ini sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang administrasi kependudukan.
Dalam arahannya, Wali Kota meminta Disdukcapil Kota Tegal agar pelaksanaan layanan perekaman KTP-el di sekolah dilakukan secara profesional dan ramah, dengan tetap memperhatikan akurasi serta keamanan data pribadi para pelajar. Kepala sekolah juga diminta mendukung dan memfasilitasi kelancaran pelaksanaan program di masing-masing satuan pendidikan.
Kepada para pelajar, Dedy Yon berpesan agar kepemilikan KTP-el dijadikan momentum untuk meningkatkan kesadaran sebagai warga negara yang baik dan tertib administrasi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ia berharap inovasi pelayanan jemput bola ini dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan sehingga cakupan kepemilikan KTP-el bagi pemilih pemula di Kota Tegal semakin meningkat.
“Saya menyambut baik dan mengapresiasi kerja keras Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tegal beserta seluruh pihak yang telah mempersiapkan pelaksanaan kegiatan launching ini. Semoga inovasi pelayanan jemput bola perekaman KTP elektronik di sekolah ini dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan,” ungkapnya.
Launching alat rekam dan cetak KTP-el di SMAN, SMKN, dan MAN se-Kota Tegal Tahun 2026 tersebut kemudian secara resmi dinyatakan dimulai oleh Wali Kota Tegal.
Program ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan pelayanan publik Pemerintah Kota Tegal sekaligus membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya tertib administrasi kependudukan.
Peluncuran turut dihadiri Wakil Wali Kota Tegal, Kepala Cabang Dinas Wilayah XI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tegal, Manager PT Telkomsel Kota Tegal, kepala sekolah, guru, serta para siswa.(* S. Bimantoro )
JAKARTA, DN-II Pakar Hukum Internasional dan Ekonomi yang juga Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), Prof. DR. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., memberikan tanggapan tegas terkait langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mulai melakukan penyelidikan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Ia mendesak agar penindakan korupsi di “Bumi Tegar Beriman” tidak dilakukan setengah-setengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi media cetak dan online dari Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka di kawasan Cijantung, Jakarta, pada (1/9/2026).
Menurutnya, langkah awal KPK yang mulai menyasar tiga instansi yakni Bapenda (dispenda), BPKSDM, dan Disdik Kabupaten Bogor merupakan awal yang baik, namun harus diperluas secara menyeluruh.
”Kalau mau bersih-bersih di wilayah Pemkab Bogor jangan setengah-setengah,” tegas Prof. Sutan Nasomal. Ia mewajibkan KPK untuk bekerja secara total dengan menelusuri aliran anggaran dari seluruh dinas, kantor SKPD, hingga turun ke tingkat 40 kecamatan dan lebih dari 400 kepala desa (kades) di Kabupaten Bogor.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Lebih lanjut, ia menyoroti laporan dari 400 lebih kepala desa terkait PPID yang dinilainya perlu ditelusuri secara cermat, mulai dari perantara inspektorat hingga keterlibatan oknum-oknum penting. Ia juga menilai bahwa alur korupsi yang menggurita di Pemkab Bogor melibatkan banyak oknum petinggi yang diduga sengaja mengatur agar praktik haram tersebut tidak tercium.
”Temuan KPK saat ini itu hanya sebagian kecil yang KPK lihat dari permainan di para oknum kadis yang diatur oleh bawahannya,” ungkapnya.
Di akhir keterangannya, Prof. Sutan Nasomal menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan peran aktif masyarakat agar kinerja KPK tidak diintervensi oleh pihak mana pun dalam membongkar jaringan koruptor di Kabupaten Bogor.
Narasumber : Prof DR Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekom Presiden Partai Oposisi Merdeka Jenderal Kompii Pendiri Pengasuh Ponpes ASS, SAQWA PLUS Ketua Umum YPLBH Profesor Sutan Nasomal SH MH Rektor Universitas STIA STIH Pronass.
KAMPAR, DN-II Polsek Tapung Hulu resmi menerbitkan Surat Pemberitahuan Hasil Penyelidikan (SP2HP) atas laporan dugaan pengancaman terhadap tiga pelajar di Desa Kusau Makmur, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar. Laporan ini sebelumnya diajukan oleh Paridah selaku orang tua korban. (1/9/2026).
Peristiwa pengancaman tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Ketiga korban yang masih berstatus pelajar diduga diancam menggunakan senjata tajam berupa dodos sawit. Adapun identitas para korban yakni:
Aria Jaka Rasyid – Siswa SMKN 1 Tapung Hulu
Refi Andika – Siswa SMKN 1 Tapung Hulu
Muhamad Rizki – Siswa SMAN 2 Tapung Hulu
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Laporan resmi tercatat dalam Surat Tanda Bukti Lapor (STBL) Nomor: STBL/89/VIII/2026/SPKT/Polsek Tapung Hulu/Polres Kampar/Polda Riau pada Senin, 24 Agustus 2026. Melalui penerbitan SP2HP, pihak kepolisian menyatakan bahwa proses penyelidikan dijadwalkan berlangsung dalam jangka waktu 14 hari kerja, dengan opsi perpanjangan jika diperlukan pendalaman fakta di lapangan.

Pihak keluarga korban menyampaikan apresiasi atas respons cepat jajaran Polsek Tapung Hulu dalam menindaklanjuti laporan ini. “Kami berharap perkara ditangani secara transparan, objektif, dan mengutamakan keadilan, sehingga anak-anak kami dapat memperoleh rasa aman kembali,” ungkap perwakilan keluarga korban.
Hingga 31 Agustus 2026, penyidik telah melaksanakan serangkaian langkah penegakan hukum meliputi penerimaan pengaduan, pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP), serta pemeriksaan terhadap ketiga saksi sekaligus korban. Hingga kini, proses penyelidikan masih terus berjalan guna mengungkap fakta secara tuntas dan berimbang sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
(Sumber: Pelapor / Keluarga Korban)
Red/Irwansyah P
Cilacap, Detik Nasional — Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kecamatan Dayeuhluhur menggelar Parenting Inspiratif bertema “Anak Hebat Berasal dari Orang Tua yang Terlibat” yang bertempat di Gedung Dakwah Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat konsep “Tiga Pilar Sukses Mendidik Anak”, dengan pembagian peran orang tua sebesar 60 persen, lembaga pendidikan 20 persen, serta lingkungan sosial dan pemerintah sebesar 20 persen. Konsep tersebut menekankan bahwa pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif keluarga dan lingkungan.
Sebanyak 30 lembaga PAUD se-Kecamatan Dayeuhluhur mengikuti kegiatan tersebut bersama peserta didik, orang tua, dan wali murid. Kegiatan berlangsung dalam dua sesi, yakni sesi pertama pada pagi hingga menjelang Zuhur yang diikuti lebih dari 300 peserta, kemudian dilanjutkan sesi kedua pada pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.
Sejumlah unsur terkait turut hadir, di antaranya Camat Dayeuhluhur, Bunda PAUD Kecamatan Dayeuhluhur, Penilik, serta Ketua Himpaudi Kecamatan Dayeuhluhur.

Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kegiatan parenting ini kami selenggarakan sebagai sarana pendampingan bagi orang tua dan murid. Kegiatan ini diikuti oleh 30 lembaga sekolah,” ujarnya.
Menurut Siti, kegiatan tersebut bertujuan memberikan wawasan dan pengalaman baru kepada orang tua serta wali murid agar mampu mendampingi tumbuh kembang anak secara optimal, penuh kasih sayang, dan dengan pemahaman yang baik.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta didik juga diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai yang diberikan orang tua, antara lain dengan mendengarkan nasihat serta membiasakan diri menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran agama yang dianut, ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Nafik Palil, M.Pd., selaku motivator, menekankan bahwa keberhasilan pendidikan anak membutuhkan sinergi antara orang tua, lembaga pendidikan, serta lingkungan sosial dan pemerintah.
Menurutnya, orang tua memiliki porsi terbesar, yakni 60 persen, karena menjadi pihak yang paling dekat dengan anak dan memiliki tanggung jawab utama dalam mendampingi tumbuh kembangnya secara langsung.
Lembaga pendidikan memiliki peran 20 persen melalui proses pembelajaran yang mentransformasikan ilmu, akidah, dan akhlak. Sementara itu, lingkungan sosial dan pemerintah memiliki porsi 20 persen dalam membangun ekosistem yang mendukung perkembangan anak.
“Kita terus memperjuangkan agar guru-guru di bawah naungan Himpaudi segera diakui secara resmi sebagai guru formal yang membimbing anak-anak luar biasa ini,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan anak-anak PAUD agar memiliki bekal untuk menjadi pemimpin masa depan yang berkualitas.
Dalam penerapannya, dukungan pemerintah dapat diwujudkan melalui pembinaan terhadap lingkungan sekitar satuan pendidikan. Salah satunya dengan memberikan pembinaan kepada para pedagang di sekitar sekolah agar makanan dan minuman yang dikonsumsi anak terjamin kebersihan dan gizinya.
“Melalui kolaborasi 24 jam yang melibatkan doa, ilmu, dan praktik nyata, kita optimistis dapat mencetak generasi yang unggul dalam akidah, akhlak, ilmu, dan keterampilan,” pungkasnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Reporter: Dani
ACEH SINGKIL, DN-II Dewan Pakar sekaligus Ketua Advokasi Hukum Pengurus Daerah Persatuan Guru Republik Indonesia (PD PGRI) Kabupaten Aceh Singkil, Profesor Sutan Nasomal, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan, status pendidikan, serta wawasan para guru di daerah tersebut. (30/8/2026).
Hal tersebut disampaikannya menyusul pelaksanaan Konferensi Kerja PD PGRI Kabupaten Aceh Singkil. Prof. Sutan menyatakan bahwa seluruh pengurus sepakat menyatukan visi agar PD PGRI Aceh Singkil menjadi barometer dan ikon organisasi profesi guru, khususnya di Provinsi Aceh.
”Seluruh pengurus komponen akan berjuang bersama-sama memajukan organisasi profesi guru, mengupayakan peningkatan pengetahuan wawasan, status pendidikan, hingga kesejahteraan anggota,” ujar Profesor Sutan Nasomal saat dikonfirmasi dari Markas Pusat Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (AYAI) di Cijantung, Jakarta.
Tujuh Agenda Strategis Hasil Konferensi Kerja
Konferensi Kerja PD PGRI Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2026 menetapkan tujuh agenda strategis sebagai arah program organisasi ke depan:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pembentukan Pengurus Baru: Pembentukan pengurus PGRI Cabang Kecamatan se-Kabupaten Aceh Singkil yang berlangsung dari 29 Agustus hingga 5 September 2026.
Peringatan Hari Guru Nasional 2026: Penetapan pelaksanaan puncak HGN 2026 pada 25 November 2026 di Kecamatan Singkil selaku ibu kota kabupaten.
Penguatan Advokasi Hukum: Optimalisasi perlindungan hukum bagi anggota melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PGRI Aceh Singkil di bawah koordinasi Prof. Sutan Nasomal.
Digitalisasi Organisasi: Pendataan anggota serta penerapan Kartu Tanda Anggota (KTA) digital elektronik bagi seluruh guru se-Kabupaten Aceh Singkil.
Peningkatan Kualifikasi Akademik: Pendataan anggota yang belum menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) serta fasilitasi bagi guru yang berminat melanjutkan studi ke jenjang magister (S2).
Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan: Penguatan solidaritas untuk membantu anggota dan keluarga besar PGRI yang tertimpa musibah, bencana alam, atau persoalan sosial.
Pendirian Koperasi Guru: Pembentukan wadah kemandirian ekonomi melalui Koperasi Guru Aceh Singkil yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan, layanan simpan pinjam terpercaya, serta pengembangan usaha produktif anggota.
Melalui perumusan program kerja ini, jajaran pengurus PGRI Aceh Singkil berkomitmen untuk menghadirkan langkah nyata yang berdampak langsung bagi kemajuan dunia pendidikan serta perlindungan profesi guru di daerah. Red
JAKARTA, DN-II Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan Panglima Jilah, Pemimpin Besar Suku Dayak Kalimantan, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/08/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Presiden merespons langsung berbagai aspirasi strategis yang disampaikan oleh masyarakat adat Dayak.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan resmi mengenai poin-poin utama penanganan dan arahan Presiden Prabowo:
Pembangunan Infrastruktur Pedalaman: Presiden memberikan perhatian khusus pada percepatan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah pedalaman Kalimantan, khususnya kawasan Sanggau dan sekitarnya, guna memperlancar konektivitas serta memicu pertumbuhan ekonomi lokal.
Peningkatan Akses Pendidikan: Pemerintah berkomitmen mendorong pembangunan Sekolah Rakyat dan penyaluran program beasiswa secara masif di wilayah-wilayah kota adat Dayak untuk menjamin pemerataan pendidikan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Penguatan dan Pelestarian Budaya: Presiden menginstruksikan pembangunan rumah adat Dayak sebagai langkah konkret untuk merawat eksistensi, pemajuan, dan keberlanjutan kebudayaan masyarakat adat.
Penanganan Karhutla Berbasis Adat: Pertemuan ini menyepakati penguatan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melalui edukasi terpadu bersama para tokoh adat, agar pemanfaatan dan pengelolaan lahan dapat dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam merangkul masyarakat adat sebagai mitra strategis pembangunan nasional dan penjaga kelestarian lingkungan di Pulau Kalimantan.
Red/Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden – BPMI Setpres)
PETANAHAN, DN-II Mengakhiri rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) yang berlangsung sejak 18 hingga 27 Agustus 2026, SMAN 1 Petanahan menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H / 2026 M. Acara yang diisi dengan muhasabah bersama ini dirangkaikan dengan penyerahan wakaf 110 eksemplar Al-Qur’an untuk mendukung pembelajaran Agama Islam di sekolah. (28/8/2026).
Dalam sambutannya, Plt. Kepala Tata Usaha SMAN 1 Petanahan, Bapak Sumanto, S.Pd., S.Si., mewakili Kepala Sekolah menyampaikan bahwa momen Maulid Nabi ini menjadi sarana penyeimbang setelah rangkaian perayaan HUT sekolah.
“Setelah rangkaian kegiatan HUT SMAN 1 Petanahan sejak 18–27 Agustus 2026 ditutup dengan puncak acara yang meriah, pada kesempatan kali ini kita menyambungnya dengan Peringatan Maulid Nabi melalui muhasabah bersama. Ini adalah wujud menyeimbangkan urusan duniawi dan akhirat sekaligus bentuk peneladanan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW,” ujar Bapak Sumanto.
Usai sambutan, dilanjutkan penyerahan secara simbolis wakaf Al-Qur’an sebanyak 110 eksemplar bantuan dari Yayasan Aliqa “Sahabat Taat” yang beralamat di Jalan Tugu Barat No. 6R, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Bantuan Al-Qur’an tersebut diserahkan oleh Bapak Sumanto, S.Pd., S.Si. kepada perwakilan siswa kelas X-1, X-2, dan X-3 untuk difungsikan dalam kegiatan pembelajaran Agama Islam.
Acara dilanjutkan dengan ceramah keagamaan yang disampaikan oleh Ustadz Ali Mu’in, Lc. Dalam tausiyahnya, beliau memberikan motivasi serta penekanan pada keteladanan akhlak Rasulullah SAW.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Meskipun Nabi Muhammad SAW telah ditinggal wafat oleh ayahanda sejak dalam kandungan usia 2 bulan dan ibunda saat beliau berusia 6 tahun, beliau yang tumbuh sebagai anak yatim piatu tetap berjuang hingga sukses menjadi pemimpin umat Islam di seluruh dunia. Bagi para siswa—baik yang yatim maupun piatu—jika kita mau berjuang dan meneladani beliau, insyaAllah kita juga bisa meraih kesuksesan,” tutur Bapak Ali Mu’in, Lc.
Beliau juga mengingatkan agar para siswa tidak hanya berfokus pada hasil akhir kesuksesan seseorang, melainkan memahami proses di baliknya. “Sering kali kita hanya melihat suksesnya tanpa melihat prosesnya. Nabi Muhammad SAW bisa mencapai puncak kesuksesan tersebut salah satunya dengan selalu menjaga akhlakul karimah (akhlak yang mulia),” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, keluarga besar SMAN 1 Petanahan diharapkan dapat memetik hikmah peringatan Maulid Nabi, memperkuat ketakwaan, serta terus meneladani sifat-sifat mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menuntut ilmu.
Red/Fitriani
Mantapkan Kesiapsiagaan Karhutla 2026, Wabup Ogan Ilir Hadiri Apel Bersama di Griya Agung
PALEMBANG – www.detik-nasional.com // Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir menegaskan komitmennya dalam mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sumatera Selatan. Komitmen ini ditunjukkan langsung oleh Wakil Bupati Ogan Ilir, H. Ardani, S.H., M.H., yang hadir didampingi Pelaksana Harian (Plh.) Asisten I serta jajaran Kepala Perangkat Daerah terkait dalam Apel Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Penanggulangan Karhutla Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung di Halaman Griya Agung, Palembang, pada Rabu (6/5/2026).
Kegiatan apel kesiapsiagaan tersebut diselenggarakan sebagai langkah krusial untuk mengukur serta menguji kesiapan seluruh elemen terkait menjelang memasuki musim kemarau. Wilayah Sumatera Selatan, termasuk Kabupaten Ogan Ilir, dikenal memiliki kerawanan tinggi terhadap bencana Karhutla. Oleh karena itu, konsolidasi antar-instansi ini menjadi kunci utama untuk memastikan penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati H. Ardani menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir siap memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholder). Ia menegaskan pentingnya mengedepankan langkah antisipatif sejak dini agar potensi titik api (hotspot) dapat segera dipadamkan sebelum meluas dan memicu bencana asap yang lebih besar.
”Apel kesiapsiagaan ini menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh personel dan peralatan berada dalam kondisi siap siaga 24 jam. Kita tidak boleh lengah sedikit pun, karena dampak Karhutla sangat luas dan merusak—mulai dari degradasi lingkungan, gangguan kesehatan akibat ISPA, hingga penurunan aktivitas perekonomian masyarakat,” tegas H. Ardani di sela-sela kegiatan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Apel ini diikuti oleh ratusan personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan peduli api, hingga perwakilan perusahaan swasta di sektor perkebunan dan kehutanan. Usai pelaksanaan apel, jajaran pimpinan turut meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana, meliputi kelayakan kendaraan pemadam kebakaran, pompa air portable, hingga alat pelindung diri (APD) personel.
Selain kesiapan fisik dan peralatan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemkab Ogan Ilir terus mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah Karhutla, khususnya dengan meninggalkan kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar. Rangkaian kegiatan hari itu kemudian ditutup dengan acara Silaturahmi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolkam) bersama Forkopimda dan Tokoh Masyarakat se-Sumatera Selatan Tahun 2026.
Redaksi
You cannot copy content of this page




