Brebes, DN-II Penampilan Was’un , seorang petugas keamanan (Satpam) di SMPN 4 Wanasari , belakangan ini mencuri perhatian. Bukan tanpa alasan, pria yang dikenal ramah ini berhasil melakukan transformasi fisik yang signifikan. Dalam waktu singkat, yakni 4 bulan, ia berhasil memangkas bobot tubuhnya sebanyak 16 kilogram. (24/2/2026).
“Dulu berat saya mencapai 124 kg,” ujar
Was’un saat berbincang mengenai perjalanannya. Kini, timbangan menunjukkan angka 108 kg. Meski perjalanan menuju berat ideal masih berlanjut, perubahan ini sudah membawa dampak luar biasa bagi kesehatan dan produktivitasnya sehari-hari.
Rahasia Diet: Disiplin Intermittent Fasting (IF)
Kesuksesan Was’un tidak didapat dari obat-obatan instan, melainkan kedisiplinan dalam mengatur jendela makan atau yang populer disebut Intermittent Fasting (IF). Berikut adalah pola ketat yang dijalankannya:
Jendela Makan Sempit: Was’un hanya mengonsumsi makanan pada pukul 12.00 siang hingga 16.00 sore.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Puasa 20 Jam: Mulai pukul 4 sore, ia berhenti makan total hingga pukul 12 siang keesokan harinya.
Hidrasi Tanpa Kalori: Selama masa puasa, ia hanya mengonsumsi air putih. Kopi hitam tetap diperbolehkan, dengan catatan tegas: tanpa gula.
Mengubah Pola Makan: “Bye-Bye” Nasi
Selain mengatur waktu, Was’un juga melakukan revolusi pada jenis asupan makanannya. Ia memilih untuk menghindari nasi sama sekali dan beralih ke menu yang lebih alami dan diolah dengan cara sehat.
Menu harian Was’un meliputi:
Buah-buahan dan sayur-sayuran sebagai sumber serat.
Protein Nabati & Hewani: Tempe, tahu, dan telur yang diolah dengan cara dikukus (menghindari minyak goreng).
Hasil Nyata: Dari Lemas Menjadi Tangkas
Perubahan drastis ini tentu bukan tanpa tantangan. Was’un mengaku pada awalnya tubuh terasa agak lemas karena harus beradaptasi dengan pola makan baru. Namun, setelah melewati fase adaptasi, manfaat kesehatan mulai terasa nyata.
“Sekarang badan terasa jauh lebih enak dan ringan. Kalau dulu jalan jauh saja sudah ngos-ngosan, sekarang sudah bisa dipakai lari dan stamina lebih terjaga,” ungkapnya dengan bangga.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kisah Was’un menjadi pengingat bagi kita semua bahwa dengan konsistensi dan metode yang tepat, perubahan menuju hidup sehat bukanlah hal yang sehat mustahil tanpa puasa IF.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Jabatan boleh berganti, namun karakter asli seseorang tidak akan pernah luntur. Itulah kesan kuat yang melekat pada sosok H.M. Taufik, anggota legislatif yang dikenal luas karena kepribadiannya yang grapyak (ramah dan supel).
Kehangatan karakter H.M. Taufik bukanlah sebuah pencitraan instan demi kepentingan politik. Sifat ini merupakan jati diri yang telah terpupuk jauh sebelum ia terjun ke dunia pemerintahan. Hal tersebut ditegaskan oleh Rokhim, seorang tukang becak yang sudah mengenal sang legislator sejak masa sekolah.
Kenangan Manis di Madrasah Desa Dumeling
Dalam sebuah perbincangan santai pada Selasa (24/2/2026), terungkap bahwa masa kecil H.M. Taufik saat menimba ilmu di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Desa Dumeling, Kecamatan Wanasari, menjadi fase krusial yang membentuk kepribadiannya. Rekan-rekan lamanya mengenang Taufik sebagai sosok yang sangat aktif dan gemar bergaul.
“Kami sering main bareng. Orangnya memang grapyak dan gayeng (menyenangkan) sejak kecil,” ujar salah satu rekan sepermainannya saat mengenang masa sekolah.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sejak duduk di bangku MI, Taufik dikenal sebagai pribadi yang ringan mulut dan tidak pernah absen menyapa (aruh-aruh) rekan-rekannya. Kehadirannya selalu membawa suasana ceria dan penuh kehangatan di tengah lingkaran pertemanan.
Tetap Membumi di Kursi Dewan
Kini, meski telah mengemban amanah sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat, tidak ada yang berubah dari sikap pria ini. Di tengah kesibukan agenda kedewanan yang padat, ia tetap menjaga tali silaturahmi dengan teman-teman masa kecilnya tanpa sekat formalitas.
“Beliau masih sangat baik dengan teman-teman lama. Tidak ada batasan sama sekali meski sekarang sudah menjabat sebagai anggota dewan,” tambah Rokhim.
Bagi masyarakat dan para sahabat, sosok H.M. Taufik adalah bukti nyata bahwa keberhasilan karier politik tidak harus mengubah watak seseorang menjadi kaku atau eksklusif. Sikap rendah hati yang dibawanya sejak dari Madrasah menjadikannya figur wakil rakyat yang mudah ditemui, dicintai, dan tetap membumi.
Reporter: Teguh
JAKARTA, DN-II Pemerintah resmi memperkuat fondasi pendidikan nasional melalui penetapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 116 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda. Aturan yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 November 2025 ini bertujuan menciptakan bibit unggul di bidang sains dan teknologi.
SMA Unggul Garuda diproyeksikan menjadi “kawah candradimuka” bagi peserta didik untuk menembus perguruan tinggi terbaik dunia dan mendukung prioritas pembangunan nasional.
Tiga Pilar Utama Penyelenggaraan
Berdasarkan salinan Perpres yang dirilis di laman JDIH Sekretariat Negara, sekolah ini tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi bertumpu pada tiga pilar strategis:
Penyeimbang Akses: Memberikan kesempatan setara bagi siswa dari berbagai latar belakang daerah dan status sosial ekonomi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Inkubator Pemimpin: Fokus pada pembentukan karakter kepemimpinan masa depan.
Prestasi & Pengabdian: Mengombinasikan kualitas pendidikan tinggi dengan jiwa pelayanan kepada masyarakat.
Dua Model Sekolah: Baru dan Transformasi
Penyelenggaraan sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) ini dibagi menjadi dua kategori:
1. SMA Unggul Garuda Baru
Sekolah yang dibangun dari nol dan dikelola langsung oleh pemerintah pusat.
Kurikulum: Mengacu pada standar nasional dengan pengayaan khusus dari Mendiktisaintek.
Sistem Rekrutmen: Terbuka untuk siswa di seluruh Indonesia melalui jalur beasiswa dan jalur reguler. Seleksi mempertimbangkan kemampuan akademik, kondisi ekonomi, dan keterwakilan geografis.
2. SMA Unggul Garuda Transformasi
Merupakan sekolah menengah (SMA/MA) yang sudah ada, baik milik pemerintah maupun swasta, yang ditingkatkan statusnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Syarat: Harus berakreditasi A dan memiliki rekam jejak prestasi tingkat regional hingga internasional.
Dukungan: Sekolah terpilih akan mendapatkan pelatihan manajemen, peningkatan kompetensi guru, serta pembinaan khusus bagi siswa.
Pengawasan Ketat dan Pendanaan
Pemerintah memastikan bahwa kualitas sekolah ini akan terus terjaga melalui mekanisme evaluasi berkala. Menteri Diktisaintek diamanatkan untuk melakukan pemantauan minimal enam bulan sekali dan melaporkannya langsung kepada Presiden.
Mengenai biaya, pendanaan SMA Unggul Garuda bersumber dari APBN serta sumber lain yang sah dan tidak mengikat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“SMA Unggul Garuda adalah wujud pendidikan inklusif untuk menghasilkan lulusan dengan kompetensi sains-teknologi unggul,” tulis kutipan dalam Perpres tersebut.
Red
Sumber: (DND/UN-Humas Kemensetneg)
Tegal, DN-II Semangat menjaga kebersihan lingkungan kembali digaungkan di Kota Tegal. Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono, mengajak seluruh masyarakat memperkuat budaya hidup bersih melalui Apel Gerakan Kota Tegal Asri yang berlangsung di GOR Wisanggeni, Selasa (24/2/2026).
Apel akbar ini diikuti jajaran Forkopimda, Danlanal, perwakilan DPRD Kota Tegal, Ketua TP PKK Kota Tegal Ibu Gadis Dedy Yon, Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyatul Muthmainnah, Sekda Agus Dwi Sulistyantono, OPD terkait, TNI–Polri, ASN, camat dan lurah se-Kota Tegal, serta pelajar, mahasiswa, dan komunitas pecinta lingkungan.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa pembangunan kota tidak cukup hanya dengan infrastruktur. Kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah, penghijauan, dan budaya gotong royong adalah kunci terciptanya kota yang sehat dan lestari.
“Gerakan ini adalah wujud nyata komitmen kita bersama untuk menjadikan Kota Tegal sebagai kota yang bersih, indah, tertata, dan lestari,” ujar Dedy Yon.
Gerakan Kota Tegal Asri memiliki empat fokus utama: Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Program ini mencakup penataan lingkungan berbasis mitigasi bencana, peningkatan sanitasi dan air bersih, optimalisasi pengelolaan sampah berbasis sumber, hingga penataan ruang publik dan penghijauan kota.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Momentum apel kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari. Lebih bermakna lagi, kegiatan berlangsung di bulan Ramadan sehingga kebersihan lingkungan diharapkan menjadi bagian dari nilai ibadah masyarakat.
“Menjaga kebersihan bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bagian dari ibadah yang mendekatkan kita kepada Allah SWT,” tambahnya. 
Wali Kota juga mengimbau seluruh kantor, sekolah, dan badan usaha untuk rutin melaksanakan kerja bakti setiap Selasa dan Jumat. Langkah sederhana ini diyakini mampu membangun budaya bersih yang berkelanjutan.
Gerakan Kota Tegal Asri sendiri merupakan tindak lanjut dari Gerakan Jawa Tengah Asri yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan serupa digelar serentak di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah, dengan pusat kegiatan tingkat provinsi di Kabupaten Batang. Selain apel langsung, acara juga diikuti melalui zoom meeting bersama Gubernur Jawa Tengah, yang diisi diskusi daring dengan para bupati dan wali kota se-Jawa Tengah sebagai bentuk penguatan komitmen gerakan lingkungan berkelanjutan.
“Dengan disiplin, kebersamaan, dan semangat gotong royong, kita mampu mewujudkan Kota Tegal yang asri, sehat, dan membanggakan,” pungkas Wali Kota.(* Bim )
Morotai, DN-II Maluku Utara – Personel Satgas TMMD Ke-127 Kodim 1514/Morotai melaksanakan pekerjaan penyusunan batu bata pada sasaran pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Mandiri, Kecamatan Morotai Selatan, Selasa (24/02/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program fisik TMMD yang bertujuan membantu masyarakat mendapatkan hunian yang lebih layak dan nyaman. Setelah tahap pembersihan lahan dan pemasangan pondasi selesai, pekerjaan kini memasuki tahap penyusunan dinding menggunakan batu bata.
Personel Satgas TMMD bersama warga setempat terlihat kompak dalam proses penyusunan batu bata, mulai dari pengadukan semen hingga pemasangan bata secara bertahap. Salah satu personel Satgas TMMD di lokasi, Serda Josef Upessy, mengatakan bahwa pengerjaan hari ini difokuskan pada pembentukan struktur dinding rumah agar progres pembangunan dapat terus berjalan sesuai target. “Hari ini kami melaksanakan penyusunan batu bata untuk dinding rumah. Kami pastikan pemasangannya rapi dan kuat agar bangunan nantinya kokoh dan tahan lama,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan warga dalam membantu pekerjaan sangat mendukung percepatan pembangunan RTLH tersebut. “Kami bekerja bersama masyarakat agar prosesnya lebih cepat dan hasilnya bisa segera dirasakan oleh pemilik rumah. Ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan antara TNI dan rakyat,” tambahnya.
Melalui pembangunan RTLH ini, diharapkan penerima manfaat dapat segera menempati rumah yang lebih layak sehingga meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga. (Pendim 1514/Morotai)
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
BREBES, DN-II Momentum bulan suci Ramadhan 1447 H dimanfaatkan oleh Kepolisian Resor (Polres) Brebes untuk memperkuat sinergitas dengan elemen mahasiswa.
Pada Senin (23/02/2026) sore, Kapolres Brebes memimpin langsung kegiatan berbagi takjil yang dilanjutkan dengan agenda buka puasa bersama di Mapolres Brebes.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polres Brebes, di antaranya Kasat Intelkam AKP Suhermanto dan Kasat Binmas AKP Rachmat Wibowo.
Sementara dari unsur mahasiswa, hadir perwakilan dari berbagai Organisasi Kepemudaan dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), meliputi GMNI, HMI, PMII, BEM STIE Brebes, serta BEM STAI Brebes.
Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para mahasiswa yang selama ini telah menjaga ketertiban di wilayah Kabupaten Brebes.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Bulan Ramadhan ini adalah momen terbaik untuk mempererat silaturahmi. Kami sangat mengapresiasi rekan-rekan mahasiswa yang sejauh ini telah tertib dan kooperatif. Saya berharap komunikasi yang baik ini terus terjaga agar tidak mudah ditumpangi oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang ingin mengacaukan situasi,” ujar AKBP Lilik Ardhiansyah.
Lebih lanjut, Kapolres juga menyoroti tantangan situasi saat ini, mulai dari kerawanan bencana alam hingga kondisi ekonomi yang sedang mengalami penurunan. AKBP Lilik mengajak mahasiswa untuk menjadi mitra kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Polres Brebes dan kelompok mahasiswa semakin solid, sehingga kondusifitas wilayah Kabupaten Brebes tetap terjaga dengan aman dan damai,” terangnya.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembagian takjil kepada masyarakat sekitar dan pengguna jalan didepan Mapolres Brebes sebagai bentuk kepedulian sosial bersama antara polisi dan mahasiswa.
Setelah sesi doa bersama, acara ditutup dengan buka bersama serta Sholat Maghrib berjamaah untuk memperkuat rasa kekeluargaan. (Red/Hms)
BREBES, DN-II Kondisi sedimentasi di aliran Sungai Kali Keruh, wilayah Bukit Keruh, kini mencapai titik yang mengkhawatirkan. Perubahan elevasi tanah yang ekstrem dilaporkan mulai mengancam infrastruktur warga dan mengubah arah aliran sungai secara drastis. Hal ini memicu ketakutan akan potensi banjir bandang susulan yang dapat menyapu wilayah hilir sewaktu-waktu. (22/2/2026).
Perubahan Elevasi: Pipa yang Semula Menggantung Kini Tertimbun
Menurut keterangan tokoh masyarakat setempat, Haji Muflihin, wilayah Kali Keruh mengalami penggerusan tanah yang signifikan. Perubahan bentang alam ini paling terlihat pada kerusakan infrastruktur vital di bagian bawah aliran sungai.
Salah satu indikator keparahan sedimentasi terlihat pada pipa air milik Pondok Pesantren Al-Hikmah.
“Dulu pipa itu menggantung sekitar 12 meter dari dasar sungai. Sekarang posisinya sudah rata dengan tanah karena tertimbun material sedimen. Bahkan, terjangan material beberapa waktu lalu sempat merusak bagian pipa tersebut,” ungkap Haji Muflihin.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sungai Alami Pendangkalan Total, Air Meluap ke Penggarutan
Tingginya volume sedimen yang turun hingga ke wilayah Penggarutan mengakibatkan palung atau saluran tengah sungai tertutup sepenuhnya. Akibatnya, sungai tidak lagi mampu menampung debit air.
“Karena jalur tengah sungai tertutup sedimen, aliran air menyimpang dan meluap ke samping menuju arah Penggarutan,” tambah Muflihin. Cuaca ekstrem yang terjadi pada Jumat dan Sabtu pekan lalu memperburuk keadaan, di mana volume air dilaporkan meluap hingga 100 persen dan memasuki wilayah Adisana.
Evakuasi Alat Berat di Tengah Ancaman Banjir Bandang
Upaya normalisasi di lapangan pun menghadapi risiko nyawa. Pada Senin kemarin, satu unit ekskavator (becho) dilaporkan nyaris tersapu banjir bandang saat mencoba melakukan pengerukan.
Mengingat risiko keamanan yang sangat tinggi, operasional alat berat terpaksa dihentikan total sejak siang hari. Saat ini, pendangkalan dilaporkan telah meluas hingga menjangkau wilayah Dukuhturi dan sekitarnya. 
Rekomendasi Penanganan Darurat
Untuk mengantisipasi bencana yang lebih besar, diperlukan langkah teknis yang cepat dan terukur dari pihak terkait:
Restorasi Palung Sungai: Pengerukan intensif harus difokuskan pada bagian tengah sungai untuk mengembalikan jalur utama aliran air agar tidak lagi melimpah ke pemukiman.
Perkuatan Tanggul Permanen: Material batu besar hasil pengerukan harus ditata di sisi kanan dan kiri sungai sebagai proteksi alami.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Standardisasi Teknis: Tanggul pengaman idealnya memiliki ketebalan minimal 4 hingga 5 meter agar mampu menahan tekanan arus yang kuat saat debit air meningkat.
Evaluasi Material: Penggunaan sirtu (pasir batu) di pinggir sungai dinilai tidak efektif karena sifatnya yang mudah tergerus hujan. Penataan material harus menggunakan metode yang lebih kokoh dan permanen.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Brebes dan pihak terkait segera turun tangan sebelum intensitas hujan meningkat kembali dan mengancam keselamatan ribuan jiwa di sepanjang aliran sungai.
Laporan oleh: Teguh
SINTANG, KALBAR, DN-II Sikap arogan dan antikritik ditunjukkan oleh oknum Kepala Desa Tanjung Perada, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, berinisial AS. Alih-alih memberikan klarifikasi sebagai pejabat publik, AS justru melontarkan ancaman pembunuhan terhadap wartawan media online mnctvano.com, MS, yang tengah menjalankan tugas jurnalistiknya.
Ancaman tersebut bermula saat MS melakukan konfirmasi terkait dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang marak di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas di wilayah Desa Tanjung Perada pada Jumat (20/02/2026).
Kronologi dan Rekaman Ancaman
Bukannya memberikan penjelasan yang transparan, oknum Kades AS merespons melalui pesan suara (voice note) dengan nada tinggi dan penuh intimidasi. Dalam rekaman yang diterima redaksi, AS berdalih bahwa aktivitas tambang emas adalah hal lumrah di Kalimantan Barat.
”Tidak perlu konfirmasi kepada saya, kerja emas ini sudah seluruh Kalbar, bukan daerah saya saja. Di Melawi kerja emas, di Putussibau juga,” ujar AS dalam rekaman tersebut.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ketegangan memuncak saat AS melontarkan ancaman fisik yang sangat serius.
“Siapa yang izinkan foto-foto? Saya kepala desa, tidak perlu konfirmasi-konfirmasi ke saya! Nanti kepala kau putus nanti lepas dari leher! Memang punya bapak kau tanah ini? Mau cari masalah dengan saya?” hardik AS dalam rekaman suara itu.
Pelanggaran Hukum dan UU Pers
Tindakan AS tersebut dinilai sebagai bentuk nyata kriminalisasi dan upaya pembungkaman kemerdekaan pers. Berdasarkan konstitusi, tindakan ini dapat dijerat dengan pasal berlapis:
UU Pers No. 40 Tahun 1999: Pasal 18 ayat (1) menegaskan bahwa setiap orang yang menghambat atau menghalangi kerja jurnalistik dapat dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda maksimal Rp500 juta.
KUHP Pasal 335: Terkait ancaman kekerasan dengan pidana penjara maksimal 1 tahun 4 bulan.
KUHP Pasal 336 ayat (1): Jika ancaman tersebut dilakukan dengan kekerasan, pelaku terancam hukuman 2 tahun 8 bulan penjara.
”Seorang pejabat publik, apalagi Kepala Desa, seharusnya menjadi teladan dalam transparansi. Jika memang tidak ada pelanggaran, tidak perlu merasa risih apalagi sampai mengancam nyawa wartawan,” tegas perwakilan tim redaksi mnctvano.com.
Langkah Hukum
Menyikapi intimidasi brutal ini, MS beserta tim hukum media berencana melaporkan kasus ini secara resmi ke Polres Sintang dan Polda Kalimantan Barat guna mendapatkan perlindungan hukum sekaligus memastikan pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kasus ini menjadi sorotan tajam publik, mengingat ancaman terhadap jurnalis adalah ancaman terhadap demokrasi dan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi.
Tim Redaksi
JAKARTA PUSAT, DN-II Kawasan Petamburan, Tanah Abang, kini bukan sekadar pemukiman padat penduduk di jantung ibu kota. Wilayah ini diduga telah bertransformasi menjadi “jalur hijau” bagi peredaran obat keras Daftar G ilegal yang beroperasi secara terang-terangan, menantang wibawa hukum dan meracuni masa depan generasi muda.
Aktivitas ilegal ini seolah mendapat “izin tidak tertulis”, beroperasi dengan leluasa sementara institusi penegak hukum tampak pasif, seolah hanya menjadi penonton di tengah karut-marut peredaran pil koplo.
Eksistensi Kios Ilegal: Tamparan bagi Kewibawaan Negara
Ironi memuncak pada Jumat (20/2), saat sebuah kios di Jalan Gatot Subroto, Petamburan, terpantau tetap berani menjajakan Tramadol dan Excimer. Dua jenis obat keras yang wajib menggunakan resep dokter ini dijual bebas kepada siapa saja. Keberanian para pengedar yang beroperasi di lokasi strategis ini menjadi bukti nyata bahwa ketegasan hukum saat ini sedang dipertanyakan.
“Kami sudah muak dengan keberadaan kios obat ilegal itu, tapi tidak ada tindakan nyata dari aparat. Anak-anak bermain di sekitar sana dan mereka sangat rentan mengakses obat-obatan itu tanpa tahu bahayanya,” ujar seorang warga setempat yang identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Warga lain menambahkan bahwa bisnis ini dikelola secara profesional. “Mereka punya jam buka dan distribusi yang terstruktur. Seolah-olah tidak ada hukum yang mengikat, atau mungkin ada kekuatan besar yang melindungi di balik layar,” ungkapnya ketir.
Dugaan Keterlibatan Oknum: Hukum yang “Bisu”
Investigasi di lapangan mengungkap spekulasi kuat mengenai jaringan yang mengendalikan bisnis haram ini. Nama ‘Jeri’ muncul ke permukaan, diduga kuat sebagai operator utama yang mengatur alur distribusi dari hulu hingga ke titik penjualan (kios).
Namun, poin paling krusial yang memicu keresahan publik adalah dugaan keterlibatan oknum aparat aktif berinisial ‘Raja’. Jika dugaan ini benar, maka terjawab sudah mengapa upaya pemberantasan selalu menemui jalan buntu. Hukum diduga dipaksa berkompromi dengan pihak-pihak yang seharusnya menjadi garda terdepan penjaga aturan.
Secara yuridis, praktik ini melanggar Pasal 435 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara. Namun, di Petamburan, undang-undang tersebut seolah menjadi “macan kertas” yang kehilangan taringnya.
Tuntutan Publik: Tindakan Tegas, Bukan Seremonial
Masyarakat mendesak langkah konkret dari instansi terkait agar tidak hanya bertindak saat kasus menjadi viral:
Polres Jakarta Pusat & Polda Metro Jaya: Segera bongkar akar masalah dan tangkap aktor intelektual di balik jaringan ini, bukan sekadar mengamankan pengecer kecil sebagai “tumbal”.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM): Diharapkan melakukan pengawasan lapangan secara represif dan menembus lapisan terdalam jaringan distribusi ilegal, bukan sekadar audit administratif.
Pusat Polisi Militer (POM): Investigasi mendalam terhadap oknum berinisial ‘Raja’ menjadi harga mati. Institusi negara tidak boleh dikorbankan demi keuntungan pribadi dari bisnis yang merusak bangsa.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kehadiran kios yang tetap berdiri kokoh meski berkali-kali dilaporkan adalah potret kegagalan sistemik. Rakyat tidak butuh razia seremonial yang bocor sebelum dimulai; rakyat butuh kepastian hukum.
Negara harus membuktikan bahwa tidak ada kelompok kriminal, sekuat apa pun bekingannya, yang kebal terhadap hukum. Membersihkan Petamburan dari jerat narkoba bukan lagi pilihan, melainkan keharusan sebelum kepercayaan publik benar-benar runtuh.
(Redaksi/Tim)
BREBES, DN-II Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, para legislator di DPRD Kabupaten Brebes mulai memfokuskan agenda pada aksi nyata di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing. Meski secara kelembagaan belum ada agenda kolektif, para anggota dewan dipastikan telah menyiapkan serangkaian program mandiri untuk menyapa konstituen sepanjang Maret 2026 mendatang.
Hal tersebut mengemuka dalam diskusi interaktif di Radio Singosari FM, Senin (23/2/2026), yang membahas persiapan program Ramadan serta optimalisasi fasilitas publik di lingkungan DPRD.
Fokus pada Sosial dan Penanganan Stunting
Anggota DPRD Brebes dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Nur Bintang, mengungkapkan bahwa setiap legislator memiliki agenda rutin yang menyentuh langsung kebutuhan warga di Dapil II (Bumiayu, Paguyangan, Sirampog, Tonjong). Program tersebut meliputi penyelenggaraan pasar murah, bazar UMKM, hingga pembagian takjil.
Senada dengan hal tersebut, Arifin, S.Pd., M.H., anggota Komisi I dari Fraksi PKS, menegaskan bahwa koordinasi internal partai telah dilakukan untuk memastikan kehadiran dewan di tengah masyarakat selama bulan puasa.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Secara kelembagaan memang belum ada agenda bersama, namun secara pribadi di tiap Dapil, agenda itu sudah pasti ada. Kami di Fraksi PKS sudah merapatkan kegiatan dari tingkat DPD hingga DPC, mulai dari pembagian takjil hingga buka bersama yang melibatkan relawan,” ujar Arifin.
Selain aksi sosial, isu kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas. Program pembagian nutrisi, seperti susu kotak untuk anak-anak, menjadi komitmen dewan dalam menekan angka stunting di wilayah Brebes Selatan. Kehadiran anggota dewan baru, M. Sry Heri Pasaribu dari Fraksi PDI Perjuangan (Dapil III), juga diharapkan memperkuat akselerasi program-program kerakyatan tersebut.
Wajah Baru Gedung DPRD: Simbol Pelayanan Prima
Selain membahas agenda Ramadan, diskusi tersebut menyoroti wajah baru Gedung DPRD Kabupaten Brebes yang kini tampil lebih segar pasca-renovasi. Perubahan fisik ini diharapkan menjadi simbol peningkatan kualitas pelayanan publik.
Para anggota dewan menekankan pentingnya sense of belonging atau rasa memiliki dari masyarakat terhadap gedung tersebut. Sebagai aset daerah yang dibangun dengan anggaran negara, warga diimbau untuk turut menjaga fasilitas yang ada.
“Gedung ini adalah aset warga. Kami ingin pelayanan semakin baik dan kedekatan dengan masyarakat semakin erat. Kami berharap kejadian kurang menyenangkan di masa lalu tidak terulang. Mari kita jaga bersama, karena jika ada kerusakan, dampaknya kembali ke kita semua,” tegas narasumber dalam diskusi tersebut.
Poin Strategis Agenda Dewan Ramadan 2026:
Aksi Mandiri: Program dilakukan secara personal oleh tiap anggota dewan di Dapil (Pasar murah, santunan, dan bantuan nutrisi).
Pemberdayaan UMKM: Mendorong pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam bazar-bazar Ramadan di wilayah masing-masing.
Optimalisasi Fasilitas: Pemanfaatan Gedung DPRD yang telah direnovasi sebagai ruang aspirasi yang nyaman dan representatif bagi masyarakat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Reporter: Teguh
