Beranda » Arsip untuk April 2026 » Halaman 37

Bulan: April 2026

Aceh Tamiang, DN-II Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kembali menerjunkan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Mereka tergabung dalam gelombang ketiga penugasan praja IPDN yang terdiri dari 731 praja pratama atau tingkat satu dan 37 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemendagri.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian memimpin langsung Apel Pembukaan Gelombang III Satuan Tugas IPDN Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang. Apel berlangsung di Halaman Istana Benua Raja, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (4/4/2026).

Dalam keterangannya, Mendagri menjelaskan, pada penugasan praja gelombang pertama fokus utama penanganan yaitu pembersihan kawasan perkantoran. Sementara gelombang kedua memperluas cakupan hingga ke lingkungan masyarakat. Adapun gelombang ketiga difokuskan pada penanganan lokasi yang masih terdampak berat, terutama akibat endapan lumpur. Hal ini seperti pembersihan di permukiman masyarakat termasuk lingkungan Istana Benua Raja yang merupakan situs bersejarah.

“Target utamanya lah, tadi, menyelesaikan persoalan-persoalan di titik yang masih terkena lumpur, ada yang sudah mengeras, ya,” jelasnya.

Menurut Mendagri, Aceh Tamiang menjadi salah satu daerah terdampak bencana cukup berat, khususnya akibat banjir yang menyisakan lumpur dengan ketinggian mencapai beberapa meter. Karena itu, kondisi tersebut perlu penanganan yang serius dan berkelanjutan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ia menambahkan, pelaksanaan tugas gelombang ketiga ini direncanakan berlangsung selama satu bulan dengan target sejumlah dusun terdampak. “Kalau bisa lebih cepat, mereka akan digeser ke tempat yang lainnya, yang memerlukan bantuan,” ujarnya.

Mendagri berpesan kepada para praja agar mencontoh keberhasilan penugasan dua gelombang sebelumnya dengan bekerja keras, tulus, serta menjaga kesehatan dan disiplin selama bertugas. “Jaga kesehatan mereka masing-masing, dan jangan sampai membuat pelanggaran-pelanggaran,” tegasnya.

Guna mendukung kerja di lapangan, Kemendagri telah menyiapkan berbagai peralatan, mulai dari alat manual seperti cangkul dan sekop hingga alat berat dan dump truck. Mendagri juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Medan dan Bupati Deli Serdang yang turut membantu penyediaan sarana dan prasarana.

Turut hadir dalam kesempatan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Tamiang, serta pejabat terkait lainnya. Selain itu, hadir pula Rektor IPDN Halilul Khairi, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Safrizal ZA, serta pejabat Kemendagri lainnya.

Red/Puspen Kemendagri

​ACEH TAMIANG, DN-II Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, memberikan instruksi tegas kepada ratusan Praja Pratama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk bekerja ekstra dalam memulihkan lingkungan pemukiman di Kabupaten Aceh Tamiang.

​Hal tersebut ditegaskan Tito saat memimpin apel pembukaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) gelombang ketiga di Istana Benua Raja, Aceh Tamiang, Sabtu (4/4/2026). Sebanyak 731 praja diterjunkan secara khusus untuk menangani endapan lumpur yang masih melumpuhkan sejumlah titik vital.

​Fokus Pemulihan Infrastruktur dan Situs Sejarah

​Tito menjelaskan bahwa penugasan gelombang ketiga ini merupakan kelanjutan dari fase pemulihan awal. Jika gelombang pertama berfokus pada perkantoran pemerintah dan gelombang kedua pada fasilitas umum, maka gelombang ketiga ini diarahkan langsung ke jantung pemukiman warga.

​”Target utamanya adalah menyelesaikan persoalan sisa lumpur, termasuk yang sudah mengeras. Ini mencakup situs sejarah Istana Benua Raja, rumah masyarakat, hingga drainase. Aceh Tamiang adalah salah satu wilayah terdampak terberat dengan endapan lumpur akibat banjir yang mencapai 4 hingga 5 meter,” ujar Tito.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Target Kerja Terukur

​Selama satu bulan masa penugasan, para praja ditargetkan untuk menuntaskan pembersihan di 42 titik strategis, yang terdiri dari:

​10 unit rumah warga.

​22 titik drainase (saluran air).

​7 akses jalan desa.

​3 fasilitas sosial dan umum.

​Tito juga menekankan fleksibilitas dalam penugasan. Jika target tersebut selesai lebih cepat dari jadwal, personel akan segera digeser untuk membantu wilayah lain yang masih tertimbun lumpur.

​Pesan Disiplin dan Nilai Pembelajaran

​Selain aspek teknis, Tito mengingatkan para praja bahwa kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti, melainkan laboratorium nyata bagi calon birokrat.

​”Jaga nama baik institusi. Manfaatkan masa penugasan di Aceh Tamiang ini sebagai ruang pembelajaran nyata dalam implementasi ilmu pemerintahan di tengah situasi darurat,” pesannya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Kehadiran Tokoh Kunci

​Kunjungan Kasatgas PRR ke Aceh Tamiang ini juga dimaksudkan untuk meninjau langsung progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di lapangan. Turut hadir dalam agenda tersebut:

​Safrizal ZA (Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri)

​Halilul Khairi (Rektor IPDN)

​Fadhlullah (Wakil Gubernur Aceh)

​Armia Pahmi (Bupati Aceh Tamiang)

​Jajaran Forkopimda Kabupaten Aceh Tamiang.

​Pengerahan Praja IPDN ini diharapkan mampu mempercepat normalisasi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang yang sempat lumpuh total akibat bencana banjir bandang.

 

Red

BREBES, DN-II Implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) memicu munculnya berbagai gagasan segar terkait efisiensi anggaran di tingkat lokal. Salah satu usulan yang mencuat adalah penyederhanaan manajemen Sekolah Dasar (SD) melalui kebijakan Satu Desa Satu Kepala Sekolah. (4/4/2026).

Usulan ini dilayangkan oleh Rusmono, seorang pegiat tata kelola pendidikan di Kabupaten Brebes. Melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati, Sekretaris Daerah, dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes, ia mendorong reformasi struktural guna menekan beban belanja pegawai.

Menekan Belanja Pegawai Sesuai Mandat UU

Rusmono menjelaskan bahwa usulannya didasari oleh Pasal 146 UU HKPD yang memandatkan setiap pemerintah daerah untuk mengalokasikan belanja pegawai maksimal 30% dari APBD.

“Kabupaten Brebes harus melakukan langkah progresif untuk mencapai angka tersebut. Salah satu cara paling konkret adalah dengan melakukan perampingan jabatan struktural kepala sekolah tanpa harus menutup atau melakukan regrouping fisik sekolahnya,” ungkap Rusmono.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ia membandingkan beban manajerial SD dengan jenjang pendidikan di atasnya. “Ada ketimpangan manajemen. Jenjang SMP atau SMA yang siswanya mencapai ribuan saja cukup dipimpin satu kepala sekolah. Sementara di tingkat SD, setiap gedung atau unit sekolah memiliki kepala sekolah sendiri-sendiri, padahal lokasinya seringkali berdekatan dalam satu desa,” tambahnya.

Simulasi Penghematan Rp 2,5 Miliar per Bulan

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar 814 SD di Kabupaten Brebes yang tersebar di 297 desa. Jika kebijakan “Satu Desa Satu Kepala SD” diterapkan, maka jumlah jabatan kepala sekolah dapat dirampingkan secara signifikan dari 814 menjadi hanya 297 orang.

Dalam analisisnya, Rusmono memaparkan hitungan matematis potensi penghematan anggaran daerah:

Pengurangan Jabatan: 517 jabatan kepala sekolah.

Estimasi Tunjangan/Biaya Manajerial: Rp 5.000.000 per bulan.

Total Penghematan: Mencapai Rp 2,58 miliar per bulan atau lebih dari Rp 30 miliar per tahun.

Solusi Kesejahteraan bagi Guru P3K

Menariknya, Rusmono menekankan bahwa hasil efisiensi ini bukan untuk memangkas hak pendidik, melainkan untuk redistribusi kesejahteraan. Dana segar sebesar Rp 2,58 miliar per bulan tersebut dinilai mampu menampung sekitar 861 tenaga P3K baru dengan asumsi gaji Rp3 juta per orang.

“Ini adalah solusi bagi nasib rekan-rekan guru P3K. Dengan manajemen yang lebih ramping, pemerintah daerah memiliki ruang fiskal yang lebih luas untuk memberikan kepastian status dan kesejahteraan bagi guru-guru honorer atau lulusan baru yang mumpuni,” tegas pria yang akrab dengan jargon Guru Garis Lurus tersebut.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Tantangan Manajemen Modern

Di era digitalisasi saat ini, Rusmono optimis seorang kepala sekolah mampu mengelola beberapa unit sekolah dalam satu wilayah desa. Apalagi saat ini banyak tenaga pendidik yang sudah berkualifikasi S2 dengan kompetensi manajerial yang tinggi.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Dinas Pendidikan maupun Sekretariat Daerah Kabupaten Brebes belum memberikan respons resmi terkait usulan teknis tersebut. Meski demikian, wacana ini menjadi diskursus penting di tengah upaya pemerintah daerah menyinkronkan postur anggaran dengan regulasi pusat yang semakin ketat.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

Kabupaten Tegal, DN-II Sabtu, 4 April 2026, Wakapolres Tegal Kompol M. Iskandarsyah, S.P., S.I.K., M.M. bersama Kasat Resnarkoba Polres Tegal melaksanakan pengecekan wahana wisata Rodjo Tater dalam rangka pengamanan long weekend di wilayah hukum Polres Tegal.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang memanfaatkan libur panjang untuk berwisata. Dalam pengecekan tersebut, petugas melakukan pemantauan situasi di area wisata, termasuk kepadatan pengunjung, kelayakan wahana, serta kesiapan pengelola dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

Selain itu, personel juga memberikan imbauan kepada pengunjung agar selalu menjaga keselamatan diri dan keluarga, serta kepada pengelola agar memastikan standar keamanan wahana tetap terjaga.

Wakapolres Tegal Kompol M. Iskandarsyah, S.P., S.I.K., M.M. menyampaikan bahwa kehadiran Polri di lokasi wisata merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam momentum long weekend.

“Polri hadir untuk memastikan seluruh aktivitas masyarakat berjalan aman dan nyaman, khususnya di tempat wisata yang mengalami peningkatan pengunjung saat libur panjang. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap memperhatikan keselamatan serta mematuhi aturan yang berlaku,” ujarnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, para pengunjung tampak menikmati waktu liburan dengan aman dan nyaman. Kehadiran personel Polri di lokasi wisata pun mendapat respon positif dari masyarakat yang merasa lebih tenang dan terlindungi saat beraktivitas bersama keluarga. ( S. Bimantoro )

KEBUMEN, DN-II Integritas sebuah perusahaan jasa pengiriman diuji bukan saat operasional berjalan mulus, melainkan saat terjadi kendala dan bagaimana komitmen mereka dalam menyelesaikannya. Hal inilah yang dibuktikan oleh manajemen Anteraja Kebumen dalam menangani kasus kehilangan paket milik salah satu warga Desa Munggu, Kecamatan Petanahan.

Alih-alih berlindung di balik prosedur birokrasi yang rumit, Anteraja menunjukkan “Tanggung Jawab Ksatria” dengan menyelesaikan klaim kehilangan satu unit ponsel milik pelanggan bernama Endang Fitriani Sugeng secara kekeluargaan dan profesional.

Langkah Jemput Bola yang Humanis

Pada Sabtu pagi (4/4/2026) pukul 09.30 WIB, pimpinan (Leader) Anteraja Kebumen, Afif N.A, didampingi kurir Aris Martanto, mendatangi langsung kediaman Endang Fitriani di Desa Munggu RT 01 RW 01. Kehadiran manajemen ini bertujuan untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung sekaligus menyerahkan uang ganti rugi penuh sesuai nilai pasar barang yang hilang.

Langkah “menjemput bola” ini dinilai sebagai standar tinggi dalam pelayanan pelanggan (customer service) yang jarang ditemui di industri ekspedisi saat ini.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kami sangat menghargai setiap kepercayaan yang dititipkan pelanggan. Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen bahwa hak konsumen adalah prioritas utama. Kami mengakui kekeliruan operasional ini dan menjadikannya evaluasi mendalam untuk perbaikan pelayanan ke depan,” ungkap Afif N.A.

Apresiasi dari Pelanggan

Sikap transparan dan tanggung jawab total dari manajemen Anteraja mendapat apresiasi tinggi dari pihak pelanggan. Endang Fitriani mengaku terkesan dengan kejujuran pihak ekspedisi yang tidak berbelit-belit dalam proses klaim.

“Saya benar-benar merasa dihargai. Pihak Anteraja sangat komunikatif dan jujur mengakui kesalahan. Ini adalah teladan bagi jasa ekspedisi lainnya, bahwa kejujuran dan tanggung jawab langsung kepada pelanggan adalah yang utama,” ujar Endang.

Edukasi Etika Bisnis

Penyelesaian masalah yang berakhir damai ini menjadi bukti nyata bahwa Anteraja Kebumen menjunjung tinggi etika bisnis dan aspek kemanusiaan. Peristiwa ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya di wilayah Kebumen dalam membangun sistem pengawasan yang kuat sekaligus tetap mengedepankan hak-hak konsumen.

Publisher: Red

JAKARTA, DN-II Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menghadiri Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Kamis (2/4/2026). Pertemuan strategis ini difokuskan pada optimalisasi Sumber Daya Manusia (SDM) guna mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan Presiden.

​Dalam rapat tersebut, Mensesneg menekankan pentingnya ketersediaan dan pemanfaatan SDM yang mumpuni sebagai tulang punggung keberhasilan program prioritas nasional. Langkah ini diambil untuk memastikan transisi dan eksekusi kebijakan di lapangan berjalan tanpa hambatan melalui penguatan koordinasi serta sinergi antarinstansi.

​Sinergi Lintas Kementerian dan Lembaga

​Rapat ini menjadi wadah konsolidasi bagi sejumlah menteri dan kepala lembaga untuk menyelaraskan postur SDM aparatur dengan target-target PHTC. Turut hadir mendampingi Mensesneg dalam agenda tersebut:

​Menteri PANRB: Rini Widyantini

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah: Abdul Mu’ti

​Menteri Kesehatan: Budi Gunadi Sadikin

​Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi: Brian Yuliarto

​Kepala BPS: Amalia Adininggar Widyasanti

​Kepala BKN: Zudan Arif Fakrulloh

​Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara: Joao Angelo De Sousa Mota

​Fokus pada Kecepatan dan Ketepatan Sasaran

​Selain jajaran menteri, rapat juga dihadiri oleh para Wakil Menteri yang memegang peran kunci dalam operasionalisasi anggaran dan teknis, di antaranya:

​Kemensetneg: Bambang Eko Suharyanto dan Juri Ardiantoro

​Kementerian PANRB: Purwadi Arianto

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Kementerian Keuangan: Suahasil Nazara

​Kementerian Pertahanan: Donny Ermawan Taufanto

​Kementerian Kelautan dan Perikanan: Didit Herdiawan

​Kementerian Koperasi: Farida Farichah

​Pertemuan ini menyepakati perlunya integrasi data SDM dan percepatan rekrutmen atau penempatan tenaga ahli pada sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas Presiden dalam jangka pendek.

​”Optimalisasi SDM bukan sekadar pemenuhan jumlah, melainkan penempatan kompetensi yang tepat pada pos-pos krusial agar hasil terbaik dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Mensesneg dalam arahannya.

Red

JAKARTA, DN-II Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming secara resmi melepas peserta Program Pengabdian Alumni Pejuang Digital di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, pada Kamis (02/04/2026). Langkah strategis ini diambil guna mempercepat pemerataan kualitas pendidikan melalui teknologi, terutama di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

​Teknologi Sebagai Kebutuhan Mutlak

​Dalam arahannya, Wapres Gibran menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi sebuah pilihan atau tren semata, melainkan kebutuhan mendesak untuk menghadapi perubahan zaman yang kian dinamis. Ia menekankan bahwa teknologi harus menjadi jembatan untuk menghapus kesenjangan akses pendidikan di Indonesia.

​”Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan bukan sekadar adopsi perangkat, melainkan perubahan cara berpikir dan cara belajar dalam menyiapkan masa depan bangsa,” ujar Wapres.

​Beliau juga mengingatkan bahwa transformasi digital harus berjalan selaras dengan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini bertujuan agar literasi digital yang terbentuk mampu memicu produktivitas dan menciptakan peluang ekonomi baru di daerah.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Misi 150 Pejuang Digital

​Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Fokus utama program ini adalah mendampingi tenaga pendidik dalam mengoptimalkan perangkat digital untuk kegiatan belajar mengajar.

​Detail Penugasan Program:

​Peserta: 150 orang alumni LPDP terpilih.

​Durasi: 3 bulan masa pengabdian.

​Lokasi Sasaran: 150 sekolah dasar yang tersebar di empat titik strategis:

​Sumedang

​Kupang

​Halmahera Utara

​Merauke

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Fokus Pendampingan

​Selama masa penugasan, para alumni akan berperan sebagai katalisator yang mendampingi para guru dalam pemanfaatan platform teknologi serta penguatan kurikulum berbasis digital. Program ini diharapkan tidak hanya meninggalkan perangkat fisik, tetapi juga mewariskan kemandirian digital bagi sekolah-sekolah di wilayah dengan keterbatasan layanan pendidikan.

Red

​Sumber: BPMI Setwapres

​#KemensetnegRI
#RilisWakilPresiden
#PejuangDigital
#IndonesiaMaju
#DigitalisasiPendidikan

BREBES, DN-II Acara Halal Bihalal yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat di Perumahan Surya Residence, Pulosari, pada Kamis (2/4/2026), menyisakan cerita unik sekaligus getir. Meski dihadiri oleh deretan tokoh penting di Kabupaten Brebes, sejumlah wartawan, anggota LSM, dan aktivis yang hadir mengaku pulang dengan tangan hampa atau zonk.

Acara tersebut sejatinya sangat prestisius karena dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, mulai dari Bupati Brebes, Wakil Bupati Wurja, Sekda Brebes, hingga jajaran Anggota DPRD. Tak hanya dari kalangan birokrasi, tokoh pengusaha nasional sekaligus CEO Dedy Jaya Group, H. Muhadi Setiabudi, serta pemilik Surya Residence, Asrofi, turut hadir dalam kegiatan yang diketuai oleh Aris Hada Assaad dan Sekretaris Purwanto tersebut.

Kekecewaan di Balik Meja Tamu

Meski acara berlangsung khidmat dengan sambutan resmi dari Wakil Bupati Wurja, suasana di luar podium justru dipenuhi kasak-kusuk kekecewaan. Beberapa tamu dari kalangan media dan aktivis merasa harapan mereka untuk mendapatkan “buah tangan” atau sekadar pengganti transport tidak sesuai ekspektasi.

“Kie laka apa-apa ne, Wak (Ini tidak ada apa-apanya, Wak),” seloroh salah satu anggota LSM saat berbincang santai di lokasi acara.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kekecewaan ini kian terasa saat MC acara yang juga merupakan jurnalis media mainstream sempat menyindir panitia. Ia berkelakar bahwa tarif normalnya sebagai pemandu acara adalah Rp700 ribu, namun kali ini ia bersedia memberikan jasanya secara cuma-cuma demi solidaritas rekan-rekan aktivis dan wartawan.

Bandingkan dengan Fasilitas H. Muhadi

Dalam tausiahnya, H. Muhadi Setiabudi sempat melontarkan pernyataan menarik yang seolah menjadi garam di atas luka bagi mereka yang berharap lebih. Ia menawarkan agar acara serupa di masa depan digelar di properti miliknya.

“Kenapa tidak di tempat saya saja? Tinggal pilih hotel mana, mau di Cirebon, Pekalongan, Guci, atau Bumiayu,” ujar Muhadi.

Pernyataan ini memicu ingatan para tamu pada momen sebelumnya. Beberapa wartawan mengenang saat Muhadi mengadakan acara di Hotel Grand Dian Bumiayu atau Guci. Saat itu, mereka tidak hanya mendapatkan fasilitas menginap, tetapi juga uang saku sebesar Rp500 ribu saat pulang.

Nasib Wartawan Jauh: Sewa Mobil demi Hadir

Kondisi kontras terlihat pada wartawan asal Losari yang harus merogoh kocek pribadi untuk menyewa mobil demi menghadiri undangan di Pulosari ini. Meski harus menelan pil pahit karena tidak ada “uang saku”, ia mencoba tetap tegar.

“Kita harus tetap bersyukur, setidaknya bisa makan, minum, dan dapat snack,” tuturnya pasrah.

Hal senada diungkapkan wartawan dari wilayah Brebes Selatan yang menyebut bahwa kali ini mereka harus ikat pinggang karena hasil di lapangan sangat jauh dari ekspektasi biaya operasional yang dikeluarkan.

Reporter: Teguh

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

BREBES, DN-II Suasana duka menyelimuti keluarga besar SMPN 1 Kersana, Kabupaten Brebes. Satu minggu menjelang Hari Raya Idul Fitri, seorang siswi kelas 9H bernama Aprilia dikabarkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik (kesetrum).

Peristiwa tragis ini terjadi hanya dua bulan sebelum momentum kelulusan sekolah yang sangat dinantikan. Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh wali kelas 9H, Firly, usai kegiatan sesi foto kelas yang berlangsung di halaman sekolah pada Sabtu (28/03).

Duka Mendalam di Tengah Persiapan Kelulusan

Firly menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian salah satu anak didiknya. Menurutnya, seluruh guru dan siswa-siswi SMPN 1 Kersana, khususnya rekan-rekan sekelas di 9H, merasa sangat terpukul.

“Kami keluarga besar SMPN 1 Kersana turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Aprilia. Kejadian tragis ini menjadi pengingat yang sangat berharga bagi kita semua, terutama para pelajar,” ujar Firly dengan nada haru.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Pesan untuk Para Pelajar

Di tengah suasana berkabung, pihak sekolah memberikan pesan menyentuh bagi siswa-siswi kelas 9 lainnya yang tengah bersiap menghadapi ujian kelulusan. Firly menekankan pentingnya menjaga keselamatan diri dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

Waspada Keselamatan: Kejadian ini menjadi pengingat bahwa maut tidak mengenal usia. Di tengah kesibukan mempersiapkan perpisahan dan kelulusan, siswa diminta tetap waspada terhadap faktor keselamatan di mana pun berada.

Motivasi Belajar: Para siswa diajak menjadikan semangat almarhumah sebagai motivasi untuk menyelesaikan sekolah dengan baik. Kesempatan untuk menempuh ujian dan meraih kelulusan adalah anugerah yang harus disyukuri.

Doa untuk Almarhumah

Pihak sekolah mengajak seluruh rekan-rekan Aprilia untuk terus mengirimkan doa terbaik bagi almarhumah.

“Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan berat ini,” tutup Firly.

Kini, kursi Aprilia di kelas 9H mungkin kosong, namun namanya akan selalu dikenang oleh teman-teman dan gurunya sebagai bagian dari keluarga besar SMPN 1 Kersana yang pulang lebih awal sebelum hari kelulusan tiba.

Red

KABUPATEN TEGAL, DN-II Praktik pelayanan administrasi di Pemerintahan Desa (Pemdes) Brekat, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, menuai sorotan tajam. Pasalnya, surat undangan pemanggilan terkait aduan masyarakat yang seharusnya dilaksanakan pada Kamis (2/4/2026) pukul 08.30 WIB, baru disampaikan kepada pihak pelapor pada pukul 11.00 WIB di hari yang sama.

Keterlambatan yang dinilai tidak wajar ini memicu dugaan adanya upaya penghambatan proses musyawarah terkait laporan warga.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan tokoh masyarakat, Surono, pada Jumat (3/4/2026), terdapat kejanggalan dalam prosedur pemanggilan tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, surat undangan sebenarnya sudah dibuat sejak tanggal 31 Maret 2026. Namun, pihak pelapor dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) baru menerima informasi lisan maupun fisik pada Kamis siang, saat acara hampir usai.

“Undangan dibuat tanggal 31 Maret, tapi pelapor dan BPD baru dikabari jam 11.00 WIB hari Kamis. Padahal jadwal acaranya jam 08.30 WIB. Ini sangat janggal,” ujar Mashudi memberikan klarifikasi terkait situasi di lapangan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Akibat keterlambatan informasi tersebut, pelapor yang datang pada pukul 11.00 WIB hanya sempat mengikuti proses konfrontasi singkat. Bahkan, salah satu pihak terkait bernama Drajat dilarang masuk ke ruangan dengan alasan acara telah selesai atau terlambat.

Kelalaian Bendahara Desa

Pihak yang menjadi sorotan dalam masalah ini adalah Bendahara Desa Brekat, Mashudi. Saat dikonfirmasi melalui telepon, Mashudi berdalih bahwa keterlambatan penyampaian surat tersebut merupakan bentuk “kelalaian”.

Namun, alasan tersebut sulit diterima mengingat urgensi surat tersebut berkaitan dengan tindak lanjut pemeriksaan dari Inspektorat terkait aduan masyarakat. Semestinya, perangkat desa segera mendistribusikan surat tersebut agar kegaduhan di masyarakat dapat segera diredam melalui musyawarah yang transparan.

Tinjauan Hukum

Tindakan menunda atau menyembunyikan surat undangan resmi yang bersifat penting dapat berimplikasi pada ranah hukum. Jika terbukti ada unsur kesengajaan untuk menghambat proses hukum atau merugikan orang lain, pelaku dapat dijerat pasal penyalahgunaan dokumen.

Dalam konteks hukum pidana, tindakan merusak atau menghilangkan dokumen yang bukan miliknya dapat dikaitkan dengan Pasal 406 KUHP, meskipun dalam kasus administrasi pemerintahan, pelanggaran seperti ini lebih condong pada penyalahgunaan wewenang atau pelanggaran kode etik berat.

“Jika surat undangan tersebut sengaja dihilangkan, disembunyikan, atau dimusnahkan untuk menghambat kegiatan yang merugikan orang lain, pelakunya bisa menghadapi ancaman pidana,” tegas seorang praktisi hukum saat dimintai tanggapan mengenai insiden ini.

Masyarakat mendesak pihak Kecamatan Tarub dan Inspektorat Kabupaten Tegal untuk mengevaluasi kinerja perangkat Desa Brekat agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Reporter: Teguh

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.