TEGAL, DN-II SMP Negeri 7 Kota Tegal kembali menunjukkan komitmen sosialnya dengan menyalurkan zakat fitrah kepada pihak yang membutuhkan. Berbeda dengan praktik di beberapa sekolah lain yang mengelola zakat dalam bentuk uang tunai, SMPN 7 Kota Tegal secara konsisten memilih untuk mengelola zakat dalam bentuk beras.
Humas SMPN 7 Kota Tegal, Firyal Baraba, menegaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah membebani siswa dengan kewajiban berupa uang. Pengumpulan zakat dilakukan murni dalam bentuk beras sesuai dengan ketentuan syariat.
“Kami tidak pernah memungut uang kepada siswa. Kami meminta zakat dalam bentuk beras, di mana setiap siswa biasanya membawa sekitar 3 kilogram beras,” ujar Firyal saat ditemui di lokasi, Sabtu (14/03/2026).
Distribusi Tepat Sasaran
Program tahunan ini melibatkan antusiasme tinggi dari 720 siswa, mulai dari kelas VII hingga kelas IX yang tersebar dalam 24 rombongan belajar. Seluruh beras yang terkumpul kemudian dikelola dan disalurkan secara transparan kepada mereka yang berhak menerima (mustahik).
Penyaluran difokuskan pada dua sasaran utama:
Panti Asuhan: Untuk membantu pemenuhan kebutuhan pangan anak-anak asuh.
Kaum Dhuafa: Warga kurang mampu yang bermukim di lingkungan sekitar sekolah.
Membangun Karakter Kepedulian
Lebih dari sekadar menjalankan kewajiban ibadah, kegiatan ini menjadi sarana pendidikan karakter bagi siswa. Firyal menambahkan bahwa pihak orang tua murid sangat mendukung program ini karena dinilai praktis dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai kepedulian dan kewajiban untuk berbagi kepada sesama sejak dini. Harapannya, siswa dapat memahami hakikat berbagi di bulan suci,” pungkasnya.
Kegiatan rutin menjelang Lebaran ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai tradisi positif yang mempererat hubungan antara SMPN 7 Kota Tegal dengan masyarakat sekitar.
Reporter: Teguh
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
