KOTA TEGAL DN-II Akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Tegal dan wilayah Pantura Barat Jawa Tengah kini semakin kuat. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meresmikan Rumah Sakit (RS) Harapan Sehat Tegal, Selasa (21/7/2026), sebagai wujud sinergi pemerintah dan sektor swasta dalam menghadirkan layanan kesehatan yang semakin dekat, cepat, dan berkualitas.
Peresmian rumah sakit yang berlokasi di Jl. K.S. Tubun Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal tersebut dihadiri CEO RS Harapan Sehat Muhadi Setiabudi. Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah, Sekretaris Daerah Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD Kota Tegal, serta para tamu undangan.
Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi, sejajar dengan kebutuhan sandang, pangan, papan, dan pendidikan. Karena itu, kehadiran fasilitas kesehatan baru menjadi investasi penting bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Rumah sakit merupakan bagian dari pelayanan dasar yang wajib dipenuhi. Kehadiran RS Harapan Sehat menjadi kontribusi besar dalam memperkuat layanan kesehatan di Jawa Tengah. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi membangun rumah sakit ini,” ujar Ahmad Luthfi.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini terus memperluas akses pelayanan kesehatan melalui program layanan kesehatan gratis bagi sekitar sembilan juta masyarakat miskin ekstrem yang tersebar di desa-desa. Menurutnya, keberadaan RS Harapan Sehat akan memperkuat pelaksanaan program tersebut, terutama dalam menghadirkan layanan dokter spesialis yang lebih mudah dijangkau masyarakat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Semakin banyak rumah sakit yang berkualitas, semakin kuat pula kemampuan kita memberikan pelayanan kesehatan. Harapannya masyarakat, khususnya di desa, dapat memperoleh akses terhadap dokter spesialis tanpa harus pergi jauh,” katanya.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada CEO RS Harapan Sehat Muhadi Setiabudi, Pemerintah Kota Tegal, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi mewujudkan berdirinya rumah sakit tersebut.
Sementara itu, CEO RS Harapan Sehat, Muhadi Setiabudi, berharap rumah sakit yang dibangunnya mampu menjadi harapan baru bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang profesional, modern, dan humanis.
“Semoga RS Harapan Sehat benar-benar menjadi harapan masyarakat Kota Tegal dan sekitarnya serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Direktur RS Harapan Sehat Tegal, Husain Al Rasyid, menjelaskan bahwa RS Harapan Sehat merupakan rumah sakit tipe C yang telah dilengkapi berbagai fasilitas dan layanan kesehatan, mulai dari poliklinik kebidanan dan kandungan, anak, bedah, hingga poli umum. Rumah sakit ini juga menyediakan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam, kamar bersalin, serta berbagai layanan penunjang medis.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan berkualitas,” kata Husain.
Hadirnya RS Harapan Sehat diharapkan menjadi penguat sistem layanan kesehatan di Kota Tegal sekaligus memberikan pilihan pelayanan medis yang lebih lengkap bagi masyarakat Tegal dan daerah sekitarnya.(* S. Bimantoro )
TEGAL, DN-II Personel Polsek Margasari, Polres Tegal, bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan seorang lanjut usia (lansia) dalam kondisi meninggal dunia di area persawahan Desa Margasari, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Kamis (16/7/2026).
Sesaat setelah menerima laporan, tim kepolisian segera menuju lokasi untuk melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP) serta memberikan pendampingan kepada keluarga korban.
Proses penanganan awal dipimpin langsung oleh Plt. Kapolsek Margasari, IPTU Ida Bagus Nyoman Laksana, S.H. Dalam operasionalnya, Polsek Margasari berkoordinasi erat dengan Tim INAFIS Polres Tegal dan tenaga medis setempat. Setelah olah TKP selesai, jenazah dievakuasi ke RSUD Slawi untuk proses pemeriksaan medis lebih lanjut.
Hasil Pemeriksaan Medis
Berdasarkan pemeriksaan awal tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Keterangan dari pihak keluarga memperkuat temuan tersebut, di mana korban diketahui merupakan lansia dengan riwayat gangguan daya ingat (pikun). Korban sebelumnya dilaporkan sempat meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga, yang kemudian memicu upaya pencarian oleh pihak keluarga selama beberapa hari terakhir.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Komitmen Pelayanan Polri
IPTU Ida Bagus Nyoman Laksana, S.H., menegaskan bahwa respons cepat ini merupakan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama saat terjadi musibah.
”Begitu menerima informasi dari warga, personel kami langsung mendatangi lokasi, mengamankan TKP, serta berkoordinasi dengan Tim INAFIS dan tenaga medis untuk evakuasi. Kehadiran Polri di sini tidak hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga memberikan rasa aman dan pendampingan moril bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujar IPTU Ida Bagus.
Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap anggota keluarga yang lanjut usia, khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan daya ingat, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Penanganan peristiwa ini menunjukkan sinergi yang solid antara pihak kepolisian, tenaga medis, pemerintah desa, dan warga setempat. Melalui langkah profesional dan humanis, Polsek Margasari memastikan seluruh proses penanganan berjalan lancar hingga jenazah diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
(S. Bimantoro)
Slawi, DN-II Keakraban dan komunikasi yang hangat tampak mewarnai pertemuan antara jajaran Polres Tegal dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal, Rabu (15/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat sinergi antarpenegak hukum guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mewujudkan penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolres Tegal Kompol M. Iskandarsyah, S.P., S.I.K., M.M., bersama Pejabat Utama Polres Tegal diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal beserta jajaran. Suasana penuh keakraban terlihat saat kedua institusi berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai penguatan koordinasi dalam pelaksanaan tugas sebagai aparat penegak hukum.
Kapolres Tegal mengatakan bahwa komunikasi yang baik antara Polri dan Kejaksaan merupakan fondasi penting dalam membangun sistem penegakan hukum yang efektif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Menurutnya, sinergi yang kuat akan semakin mempercepat penyelesaian berbagai persoalan hukum sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
“Polri dan Kejaksaan memiliki tujuan yang sama, yaitu menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat. Oleh karena itu, koordinasi dan kolaborasi yang telah terjalin dengan baik akan terus kami perkuat agar setiap pelaksanaan tugas dapat berjalan secara profesional, transparan, dan memberikan kepastian hukum,” ujar AKBP Bayu Prasatyo.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal juga menyampaikan komitmennya untuk terus menjaga hubungan kerja yang harmonis dengan Polres Tegal. Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang baik menjadi kunci dalam mendukung proses penegakan hukum yang efektif, mulai dari tahap penyidikan hingga penuntutan.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan saling menghargai. Momen kebersamaan itu tidak hanya mempererat hubungan antarinstansi, tetapi juga mempertegas komitmen Polri dan Kejaksaan untuk terus berjalan beriringan dalam memberikan kepastian hukum, menjaga stabilitas keamanan, serta menghadirkan pelayanan yang semakin humanis kepada masyarakat. ( S. Bimantoro )
Tegal, DN-II Personel Polsek Lebaksiu, Polres Tegal, bergerak cepat menangani peristiwa kebakaran yang menghanguskan kamar dan kantor pengurus Pondok Pesantren As Saifi Pancasila Sakti di Desa Lebakgowah, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Senin (13/7/2026) dini hari. Berkat penanganan cepat bersama petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tegal, kobaran api berhasil dipadamkan dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Peristiwa kebakaran diketahui sekitar pukul 00.15 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat berasal dari salah satu kamar pengurus pondok pesantren. Saksi sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya dan menyelamatkan barang-barang yang ada di dalam ruangan. Namun, kobaran api dengan cepat membesar hingga akhirnya petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tegal berhasil memadamkan api sekitar satu jam kemudian.
Mendapat laporan kejadian, Kapolsek Lebaksiu AKP Eko Darmojo, S.H. bersama personel Polsek Lebaksiu segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan, olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, mendata kerugian, serta mengumpulkan barang bukti guna memastikan penyebab kebakaran.
Hasil olah TKP sementara menunjukkan bahwa bangunan semi permanen berukuran 5 x 5 meter mengalami kerusakan akibat kebakaran. Sejumlah barang ikut terbakar, di antaranya enam lemari kayu, dua lemari plastik, meja kayu, buku dan alat tulis, kitab, dua unit laptop, serta satu unit printer. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta, sementara dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari obat nyamuk bakar yang berada di dalam ruangan. Meski demikian, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kejadian.

Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kapolsek Lebaksiu AKP Eko Darmojo, S.H. mengatakan bahwa kepolisian telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur dan mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran.
“Kami telah melakukan olah TKP, meminta keterangan para saksi, serta mendata kerugian akibat peristiwa ini. Dugaan sementara sumber api berasal dari obat nyamuk bakar, namun penyelidikan masih terus dilakukan. Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dalam menggunakan sumber api maupun peralatan yang berpotensi menimbulkan kebakaran, terutama saat malam hari,” ujar AKP Eko Darmojo.
Sementara itu, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa Polres Tegal akan terus hadir memberikan pelayanan cepat dalam setiap kejadian yang terjadi di tengah masyarakat.
“Setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti secara profesional dan cepat. Selain melakukan penyelidikan, kami juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan memastikan seluruh sumber api maupun instalasi listrik dalam kondisi aman guna mencegah kejadian serupa,” ungkap AKBP Bayu Prasetyo.
Berkat koordinasi yang baik antara Polri, petugas Pemadam Kebakaran, dan masyarakat, situasi di lokasi dapat segera dikendalikan. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan oleh Polsek Lebaksiu untuk memastikan penyebab kebakaran. ( S. Bimantoro )
Kota Tegal, DN-II Polres Tegal Kota bersama Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tegal menggelar olahraga bersama sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergitas dan komunikasi antara TNI dan Polri, Selasa pagi (14/7/2026)
Rangkaian olahraga bersama diawali dengan senam, dilanjutkan jalan sehat menuju Alun-Alun Kota Tegal, kemudian ditutup dengan pertandingan ekshibisi bola voli. Kegiatan tersebut diikuti para pejabat utama serta personel Polres Tegal Kota dan Lanal Tegal.
Komandan Lanal Tegal Letkol Laut (P) Tato Taufiqurochman mengatakan, olahraga bersama menjadi salah satu sarana mempererat komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin antara Lanal Tegal dan Polres Tegal Kota.
Menurutnya, hubungan yang solid antara TNI dan Polri perlu terus dipelihara seiring dinamika pelaksanaan tugas yang terus berkembang.
“Sinergitas TNI-Polri harus selalu terjaga. Kegiatan seperti ini menjadi ruang untuk mempererat komunikasi dan memperkuat kerja sama antarinstitusi,” ujarnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ia menambahkan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan ke depan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tegal sehingga kolaborasi antarlembaga semakin erat.
Sementara itu, Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya menyampaikan, olahraga bersama merupakan bagian dari upaya menjaga silaturahmi, soliditas, dan sinergitas antara TNI dan Polri.
Menurutnya, hal itu sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia mengenai pentingnya soliditas TNI dan Polri dalam menjaga kedaulatan negara, serta penekanan Kapolri agar kedua institusi terus memperkuat sinergi dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin terus menjaga sinergitas, sehingga pelaksanaan tugas dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat dapat berjalan dengan baik,”kata AKBP Heru.
Kapolres menegaskan, situasi keamanan dan ketertiban di Kota Tegal hingga saat ini tetap kondusif berkat kolaborasi seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan para pemangku kepentingan.
Untuk menjaga sinergi tersebut, ia berharap olahraga bersama dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai ruang mempererat komunikasi dan koordinasi antara TNI dan Polri di Kota Tegal ,” tuturnya. ( S. Bimantoro )
SEMARANG, DN-II Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono bersama Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dan Pemantauan Lapangan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah serta Pengelolaan Sampah di Provinsi Jawa Tengah bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Rakor yang berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja Komplek Kantor Gubernur Jawa Tengah Semarang, Senin (13/7/2026) dihadiri oleh Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK), Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, Bupati dan Wali Kota beserta Wakil Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Jawa Tengah serta OPD terkait.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa rakor ini membahas tentang revitalisasi lahan yang ada di Provinsi Jawa Tengah menjadi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). 
Gubernur Jawa Tengah menyebut hampir 26 kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang sudah memenuhi LP2B yaitu sebesar 87%.
“Sisanya ada sembilan Kabupaten / Kota masih berproses tetapi dalam bulan ini Insya Allah kita sanggup,” ujarnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Lanjut Gubernur Jawa Tengah, terkait pengelolaan sampah, pihaknya menggunakan Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar turunan sampah untuk empat kabupaten kota dan disiapkan oleh empat pabrik semen.
Selain itu pihaknya juga menggunakan rayonisasi melalui Danantara dalam hal mengubah sampah menjadi tenaga listrik seperti yang sudah dilakukan oleh beberapa kabupaten / kota di Jawa Tengah diantaranya Kota Semarang dan Kendal, Eks Karesidenan Pekalongan, Eks Karesidenan Magelang, dan Tegal Raya yang meliputi Kab Tegal, Kota Tegal dan Kab Brebes.
“Jadi ini semua kita gunakan, mereka yang diatas 1.000 ton menggunakan rayonisasi yang Danantara menjadi listrik dan yang lainnya menggunakan RDF,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan dari KPK dalam hal ini Stranas PK menyampaikan pihaknya dalam rakor ini lebih banyak mendengar masalah-masalah yang disampaikan oleh bupati / wali kota yang selanjutnya akan dijadikan bahan untuk koordinasi lebih lanjut di tingkat pusat.(* S. Bimantoro )
Adiwerna, DN-II Kepolisian Resor Tegal melalui Polsek Adiwerna melaksanakan pengamanan kegiatan Upacara Adat Wilujengan Ganti Langse Sri Susuhunan Amangkurat Agung yang berlangsung di Kompleks Makam Amangkurat, Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Minggu (12/7/2026).
Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian prosesi adat berlangsung dengan aman, tertib, dan khidmat.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.00 WIB hingga 13.15 WIB tersebut dihadiri oleh Gusti Kanjeng Ratu Dra. Kusmurtiah Pandansari, M.Pd., Gusti Pangeran Haryo dr. Edi Wirabumi, S.H., M.M., Gusti Kanjeng Ratu Ayu Kusindriyah, serta anggota Paguyuban Kawula Surakarta (PAKASO) Wilayah Tegal dengan jumlah peserta sekitar 100 orang. Prosesi diawali dengan pembacaan tahlil yang dilanjutkan dengan tradisi pergantian langse atau kelambu makam sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian budaya.
Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Adiwerna AKP Slamet Ibnu Akbar, S.H., M.H. dengan melibatkan 12 personel gabungan dari Polres Tegal dan Polsek Adiwerna. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk melakukan pengamanan area kegiatan, pengaturan arus lalu lintas, serta memberikan pelayanan kepada para tamu dan masyarakat yang hadir sehingga seluruh rangkaian acara dapat berlangsung dengan lancar.
Kapolsek Adiwerna AKP Slamet Ibnu Akbar, S.H., M.H. mengatakan bahwa kehadiran Polri dalam setiap kegiatan adat maupun keagamaan merupakan bentuk komitmen untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian upacara adat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Pengamanan ini juga merupakan bentuk dukungan Polri terhadap pelestarian nilai-nilai budaya serta tradisi yang menjadi warisan leluhur, sehingga masyarakat dapat melaksanakan kegiatan dengan rasa aman dan nyaman,” ujar AKP Slamet Ibnu Akbar.
Sementara itu, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa Polri akan terus hadir mengawal berbagai kegiatan masyarakat sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan sekaligus mempererat hubungan antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat.
“Polri berkomitmen memberikan pelayanan terbaik pada setiap kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan adat dan budaya. Kehadiran personel kepolisian diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga situasi kamtibmas yang tetap kondusif di Kabupaten Tegal,” ungkap AKBP Bayu Prasetyo.
Berkat sinergi seluruh pihak dan kesiapsiagaan personel pengamanan, Upacara Adat Wilujengan Ganti Langse Sri Susuhunan Amangkurat Agung berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat. Kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut menjadi wujud nyata pelayanan yang humanis sekaligus dukungan terhadap pelestarian budaya sebagai bagian dari kekayaan bangsa. ( S. Bimantoro )
Slawi, DN-II Polres Tegal menunjukkan komitmennya dalam menjaga kondusifitas wilayah dengan mengamankan aksi damai yang digelar oleh Forum Masyarakat Tegal Bersatu (FMTB). Aksi bertajuk Parade Nasional Gerakan Rakyat Pendukung Program Pemerintah ini berlangsung di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Tegal (Alun-alun Hanggawana Slawi) pada Jumat (10/7/2026).
Untuk mengawal jalannya aksi yang diikuti oleh sekitar 800 peserta tersebut, Polres Tegal menerjunkan sedikitnya 354 personel. Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolres Tegal, AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolres Kompol M. Iskandarsyah, S.P., S.I.K., M.M., dan Kabagops AKP Suprianto, S.H., M.H.
Sebelum massa berkumpul, Polres Tegal terlebih dahulu menggelar apel kesiapan. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh personel memahami pola pengamanan, pembagian tugas, serta skenario pelayanan terhadap masyarakat.
Selama aksi berlangsung, personel disebar di berbagai titik strategis. Mereka melakukan pengamanan terbuka dan tertutup, mengatur arus lalu lintas, hingga mengawal rombongan peserta aksi agar aktivitas pengguna jalan lain tidak terganggu.
Melalui pendekatan yang humanis, persuasif, dan profesional, jajaran Polres Tegal berhasil membangun komunikasi yang efektif dengan koordinator lapangan (korlap) maupun massa aksi. Hasilnya, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib tanpa ada gesekan sedikit pun.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam orasinya, massa FMTB menyuarakan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta berbagai program prioritas pemerintah lainnya. Aspirasi tersebut kemudian diterima secara resmi oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Tegal dan unsur DPRD Kabupaten Tegal untuk diteruskan ke pemerintah pusat sesuai mekanisme yang berlaku.

Kapolres Tegal, AKBP Bayu Prasatyo, menegaskan bahwa Polri wajib menjamin keamanan setiap kegiatan masyarakat, termasuk hak menyampaikan pendapat di muka umum yang dilindungi undang-undang.
“Polri hadir untuk memberikan rasa aman kepada seluruh lapisan masyarakat. Kami mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan Presisi sehingga penyampaian aspirasi dapat berlangsung tertib tanpa mengganggu aktivitas warga lainnya. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan kondusif,” ujar AKBP Bayu Prasatyo.
Keberhasilan pengamanan ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Tegal dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan, sekaligus menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Tegal.
Massa aksi membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah situasi dipastikan kembali normal, arus lalu lintas di sekitar Alun-alun Hanggawana Slawi terpantau lancar dan kondusif. (S. Bimantoro)
Kota Tegal, DN-II Ratusan nelayan dan warga Kota Tegal tumpah ruah mengikuti prosesi adat Sedekah Laut di perairan Laut Jawa pada Selasa (7/7/2026). Tradisi tahunan ini digelar sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil tangkapan laut yang melimpah sekaligus doa keselamatan bagi para pelaut.
Rangkaian acara sakral ini dipusatkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jongor, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat. Selain itu, sejumlah titik strategis seperti Dermaga Pelindo III Cabang Tegal dan kawasan Kalibancin juga menjadi bagian dari jalur pelaksanaan tradisi.
Momentum Kelestarian dan Kesejahteraan
Tradisi diawali dengan prosesi ruwatan di Kompleks TPI Jongor. Agenda ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Tegal, Dedy Yon, jajaran Forkopimda, pengurus Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT), serta jajaran tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Tegal Dedy Yon mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Sedekah Laut sebagai momentum penting dalam menjaga kelestarian ekosistem laut dan memperkuat sektor perikanan daerah.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
”Rasa syukur melalui Sedekah Laut harus diwujudkan dengan menjaga kebersihan laut, memanfaatkan sumber daya secara bijak, dan mendukung perikanan berkelanjutan,” ujar Dedy Yon.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tegal berkomitmen penuh untuk terus mendorong kemajuan sektor kelautan dan perikanan demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat nelayan.
Pengamanan Ketat Prosesi Larung Saji
Usai prosesi ruwatan selesai, suasana riuh dimulai saat puluhan kapal nelayan bergerak serentak menuju perairan Laut Jawa untuk melaksanakan prosesi inti, yaitu larung saji dan larung ancak.

Mengingat tingginya antusiasme warga, personel gabungan dari Polres Tegal Kota, TNI, dan unsur kemaritiman disiagakan secara ketat di berbagai titik guna mengawal jalannya pelayaran.
Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Tegal Kota, Kompol Nurkolis, menjelaskan bahwa penyiagaan ratusan personel ini bertujuan memastikan seluruh rangkaian tradisi berjalan aman, tertib, tanpa mengurangi kekhidmatan acara.
”Kami menerjunkan ratusan personel gabungan untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan, termasuk memberikan pengawalan melekat pada prosesi larung saji di perairan Laut Jawa,” kata Kompol Nurkolis.
Selain melakukan pengamanan fisik, petugas di lapangan juga aktif memberikan edukasi keselamatan bagi para peserta yang naik ke atas kapal.
”Kami mengimbau seluruh peserta agar selalu memperhatikan keselamatan (safety) selama mengikuti prosesi larung saji dan bersama-sama menjaga kelancaran kegiatan ini hingga selesai,” pungkasnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Reporter: S. Bimantoro
KOTA TEGAL, DN-II Enam fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal sepakat menerima dan melanjutkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tegal Tahun Anggaran 2025 ke tingkat pembahasan alat kelengkapan dewan. Meski demikian, seluruh fraksi memberikan sejumlah catatan kritis sebagai bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Tegal.
Pandangan umum tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kota Tegal di Ruang Paripurna DPRD Kota Tegal, Senin (6/7/2026), sebagai tanggapan atas penjelasan Wali Kota Tegal mengenai Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.
Secara umum, Fraksi Gerindra, Golkar, PDI Perjuangan, PKB, PKS, dan Amanat Persatuan mengapresiasi Pemerintah Kota Tegal yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Namun, capaian tersebut dinilai belum cukup jika masih terdapat berbagai temuan dan rekomendasi BPK yang harus segera ditindaklanjuti.
“Walaupun opini Wajar Tanpa Pengecualian telah diraih, kami meyakini masih terdapat persoalan administratif maupun temuan hasil pemeriksaan yang perlu diperbaiki, baik dari sisi sistem maupun pengawasan,” tegas Moh. Tarso Supriadin membacakan pandangan umum Fraksi Gerindra dalam pandangan umumnya.
Benang merah yang mengemuka dari seluruh fraksi adalah perlunya peningkatan kualitas tata kelola keuangan daerah. Fraksi-fraksi meminta pemerintah tidak hanya mempertahankan opini WTP, tetapi juga memastikan pengelolaan anggaran semakin efektif, transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Berbagai catatan turut disampaikan, mulai dari optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), percepatan realisasi belanja agar tidak menumpuk pada akhir tahun anggaran, penyelesaian seluruh temuan BPK, penguatan sistem pengendalian internal, hingga peningkatan pengamanan aset daerah yang masih menjadi perhatian auditor.
Fraksi Amanat Persatuan, misalnya, menyoroti belum optimalnya realisasi PAD yang mencapai sekitar 97 persen dari target, keterlambatan pelaksanaan belanja, adanya rangkap jabatan di lingkungan pemerintah daerah, serta meminta seluruh rekomendasi BPK ditindaklanjuti secara tuntas dan dilaporkan secara berkala kepada DPRD.
Sementara itu, Fraksi Golkar yang disampaikan oleh Enny Yuningsih yang meminta Pemerintah memberikan penjelasan konkret terkait penyelesaian berbagai temuan BPK, terutama di bidang aset dan belanja daerah. Golkar juga mendorong adanya mekanisme sanksi yang lebih tegas terhadap pejabat yang lalai sehingga temuan serupa tidak terus berulang.
Fraksi PDI Perjuangan, dalam pandangan umum yang dibacakan Ardy Arafiq menilai raihan WTP belum sepenuhnya mencerminkan perbaikan sistem perencanaan dan konsistensi belanja daerah. Fraksi ini juga meminta adanya langkah teknis yang lebih terukur untuk memperbaiki tata kelola keuangan, termasuk penyelesaian ribuan aset tanah yang belum bersertifikat.
Sementara Fraksi PKB menyoroti masih adanya Pendapatan Asli Daerah yang belum memenuhi target serta besarnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA), yang dinilai menjadi indikasi masih adanya program atau kegiatan yang belum terlaksana secara optimal.
Adapun Fraksi PKS mempertanyakan rendahnya realisasi belanja modal, efektivitas pembangunan sumber daya manusia, penurunan insentif fiskal dari pemerintah pusat, hingga meminta evaluasi terhadap kebijakan perizinan usaha hiburan agar tetap memperhatikan norma sosial dan kearifan lokal.
“Kami berharap pembahasan bersama antara eksekutif dan legislatif berjalan konstruktif demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik untuk kesejahteraan masyarakat Kota Tegal,” ujar Moh. Ilyas saat membacakan pandangan umum Fraksi Amanat Persatuan dalam pandangan umumnya. (S. Bimantoro )
