TEGAL, DN-II Menjelang puncak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), hiruk-pikuk arus penumpang di jalur Pantura Kota Tegal mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Salah satu titik yang menjadi saksi bisu geliat ekonomi transportasi ini adalah Agen Bus PO 168 yang terletak di Jalan Kolonel Sugiono.
Lukman (47), pria asli Tegal Barat yang telah lama malang melintang di dunia transportasi, tampak sibuk melayani calon penumpang yang hendak bertolak ke Ibu Kota. Sebagai garda depan PO 168—operator bus pendatang baru yang mulai mencuri perhatian—Lukman berbagi kisah mengenai dinamika arus penumpang di penghujung tahun.
Fasilitas Premium, Harga Kompetitif
PO 168 berupaya merebut hati masyarakat Tegal dengan menawarkan standar kenyamanan ekstra di kelasnya. Untuk rute Tegal-Jakarta, penumpang cukup merogoh kocek sebesar Rp140.000 pada hari normal.
“Harga tersebut sudah mencakup fasilitas AC, konfigurasi kursi 2-2 yang lapang, dan yang menjadi nilai plus adalah sudah gratis makan satu kali,” ujar Lukman saat ditemui di sela kesibukannya, Kamis (25/12/2025).
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam perjalanannya, para penumpang akan diajak beristirahat sejenak untuk menikmati layanan makan di Rumah Makan Taman Selera, Cikamurang, Subang, salah satu titik singgah favorit di jalur tengah Jawa Barat.
Lonjakan Signifikan di Musim Liburan
Lukman mengakui adanya kontras tajam antara okupansi hari biasa dengan musim libur panjang. Jika pada hari normal ia rata-rata memberangkatkan 10 penumpang dari agennya, di momentum Nataru seperti sekarang, ketersediaan kursi menjadi barang langka.
“Kalau musim ramai begini, kursi cepat sekali habis. Calon penumpang harus bergerak cepat melakukan pemesanan karena peminatnya sangat tinggi,” tambahnya.
Dedikasi Lukman bukan tanpa alasan. Dari setiap tiket yang terjual, ia mendapatkan komisi sebesar 10 persen dari kantor pusat. Pendapatan ini menjadi pelecut semangatnya untuk terus memperkenalkan layanan PO 168 sebagai alternatif transportasi yang andal bagi warga Tegal.
Lokasi Strategis di Jantung Kota
Bagi warga Tegal yang ingin mencoba layanan ini, Agen PO 168 menempati lokasi yang sangat strategis dan mudah diakses. Terletak di Jalan Kolonel Sugiono No. 24, titik koordinatnya berada di area yang akrab bagi warga lokal:
Tepat di depan Kantor Pajak Pratama Tegal.
Disebelah barat Pacific Mall.
Satu deretan dengan Apotek Podomoro.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menutup perbincangan, Lukman menyampaikan harapan sederhana namun penuh optimisme menyongsong tahun baru. Ia berharap geliat industri transportasi darat terus tumbuh positif.
“Harapannya tentu ingin ramai terus. Kalau bus ramai, ekonomi kecil seperti kami di agen juga ikut berputar,” pungkasnya optimis.
Reporter: Teguh
TEGAL, DN-II Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tegal melakukan langkah taktis guna mengatasi persoalan genangan air yang kerap melanda kawasan strategis mulai dari depan Pacific Mall hingga Masjid Agung. Fokus utama pengerjaan adalah pembersihan sedimen tebal yang menyumbat saluran drainase di jantung kota tersebut.
Penyebab Genangan: Sedimen Mengeras
Haryono, salah satu petugas di lapangan, mengungkapkan bahwa tumpukan sedimen yang telah mengeras menjadi kendala utama. Hal ini menyebabkan air dari arah utara (lampu merah) tidak dapat mengalir ke saluran pemukiman warga, melainkan meluap ke badan jalan.
“Sedimen di dalam gorong-gorong sudah sangat padat. Aliran air terhambat total, sehingga memicu genangan setiap kali hujan turun,” terang Haryono di sela-sela pengerjaan, Kamis (25/12/2025).
Bertaruh Nyawa di Ruang Sempit
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Proses normalisasi ini menuntut perjuangan ekstra. Dengan dimensi gorong-gorong yang hanya berukuran sekitar 50 cm, sebanyak 10 pekerja terpaksa merangkak masuk ke ruang bawah tanah yang sempit dan minim oksigen untuk mengangkat material secara manual.
Meski bertepatan dengan hari libur nasional, tim DPUPR tetap disiagakan di lapangan demi memastikan sistem drainase kembali berfungsi optimal sebelum intensitas hujan meningkat.
Aspirasi Pekerja: Harapkan Penyesuaian Upah
Di tengah dedikasi tinggi tersebut, terselip harapan mengenai kesejahteraan para pekerja lapangan. Saat ini, mereka mengaku menerima upah di kisaran Rp 1,8 juta per bulan. Angka ini dinilai masih berada di bawah Upah Minimum Kota (UMK) Tegal.
Mengingat risiko kerja yang besar—seperti bekerja di ruang bawah tanah yang pengap dan kotor—para pekerja berharap Pemerintah Kota Tegal dapat meninjau kembali standar penghasilan mereka.
“Kami berharap ada perhatian lebih terkait kesejahteraan, terutama penyesuaian upah agar setara dengan beban dan risiko yang kami hadapi di lapangan,” pungkas salah satu pekerja.
Reporter: Teguh
Kota Tegal, DN-II Menjelang pelaksanaan Misa Malam Natal, Polres Tegal Kota melakukan sterilisasi di sejumlah gereja dan tempat ibadah di wilayah Kota Tegal, Rabu (24/12/2025). Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan umat Kristiani dalam menjalankan ibadah Natal.
Kegiatan sterilisasi dipimpin langsung Kapolres Tegal Kota AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama. Ia menegaskan, sterilisasi merupakan bagian dari upaya preventif Polri dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya saat perayaan hari besar keagamaan.
“Kami ingin memastikan umat Kristiani dapat melaksanakan Misa Malam Natal dengan aman dan khusyuk. Sterilisasi ini dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan,” tegas AKBP Putu Krisna.
Selain sterilisasi, Polres Tegal Kota juga menyiapkan pengamanan berlapis dengan menempatkan personel di setiap gereja selama rangkaian ibadah Natal berlangsung.
“Pengamanan ini kami lakukan secara maksimal agar perayaan Natal di Kota Tegal berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sterilisasi melibatkan personel Samapta dan Unit K9. Petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh, baik di dalam maupun di sekitar area gereja, mulai dari ruang ibadah, altar, hingga halaman dan area parkir.
Penyisiran menggunakan anjing pelacak dilakukan untuk memastikan tidak adanya benda berbahaya yang dapat mengganggu jalannya ibadah Natal.
Adapun gereja yang menjadi sasaran sterilisasi meliputi Gereja Hati Kudus, Gereja Mahanaim di Jalan Kapten Ismail, Gereja Kristen Jawa (GKJ) dan Gereja Ayalon di Jalan Dr. Sutomo, serta Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan MT Haryono, Kota Tegal. ( S. Bimantoro )
Kota Tegal, DN-II Ketua Bhayangkari Cabang Tegal Kota Ny. Uwit Putu Krisna bersama jajaran pengurus Bhayangkari melaksanakan kunjungan ke sejumlah pos pelayanan pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah Kota Tegal, Selasa (23/12/2025).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan moril kepada personel kepolisian dan petugas gabungan yang tengah melaksanakan tugas dalam rangka Operasi Lilin Candi 2025.
Adapun pos pelayanan yang menjadi sasaran kunjungan di antaranya Posyan Taman Pancasila, Posyan Terpadu Jalan Dr. Sutomo, Posyan Maya, serta Posyan Terminal Kota Tegal.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bhayangkari Cabang Tegal Kota bersama rombongan turut menyerahkan tali asih berupa bingkisan kepada para personel yang bertugas di masing-masing pos pelayanan. Pemberian bingkisan tersebut diharapkan dapat menambah semangat para petugas dalam menjalankan tugas pengamanan selama periode libur Natal dan Tahun Baru.
Ny. Uwit Putu Krisna menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian Bhayangkari terhadap anggota Polri yang tetap siaga menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama Operasi Lilin Candi 2025 berlangsung. 
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk dukungan dan motivasi agar para personel tetap semangat serta dapat menjalankan tugas dengan optimal,” ujarnya.
Ia juga berharap, seluruh petugas pengamanan dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kota Tegal dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.
Sementara itu, Kapolres Tegal Kota AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, S.I.K. mengapresiasi perhatian dan dukungan dari Bhayangkari Cabang Tegal Kota kepada para personel yang bertugas di lapangan.
Dengan adanya sinergi dan dukungan tersebut, diharapkan pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2025 dapat berjalan lancar, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman dalam merayakan libur Natal dan Tahun Baru. ( S. Bimantoro )
BREBES, DN-II Meningkatnya kesadaran masyarakat akan konsumsi es yang higienis menjadi peluang emas bagi para pelaku usaha di wilayah Tegal, Slawi, dan Brebes. Peluang ini ditangkap dengan jeli oleh Muhammad Saifuddin Kurniawan, penanggung jawab pabrik es kristal milik pengusaha muda asal Brebes, (24/12/2025).
Meski baru beroperasi kurang lebih satu tahun, bisnis ice tube (es kristal) ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Dengan dukungan teknologi mesin mutakhir asal Tiongkok, pabrik ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar skala besar.
”Kapasitas mesin kami sebenarnya mampu mencapai 20 ton. Namun, untuk saat ini realisasi produksi harian kami optimalkan di angka 14 hingga 15 ton per hari,” ungkap Saifuddin saat ditemui di lokasi usaha.
Kualitas Unggul: Teknologi RO dan Mata Air Pegunungan
Dalam bisnis konsumsi, kualitas air adalah penentu utama kepercayaan pelanggan. Saifuddin menegaskan bahwa produknya melalui proses filtrasi yang ketat. Pabrik ini menggunakan sistem pengolahan air Reverse Osmosis (RO) atau penyulingan untuk menjamin hasil es yang jernih, bersih, dan aman dikonsumsi.
”Kami sangat menjaga kualitas. Selain sistem RO, kami juga menggunakan sumber air pegunungan untuk memastikan kristal es yang dihasilkan benar-benar berkualitas tinggi dan sesuai standar kesehatan,” tambahnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pemberdayaan Lokal dan Operasional 24 Jam
Tingginya permintaan pasar menuntut pabrik untuk terus berdenyut tanpa henti. Guna menjaga ketersediaan stok, Saifuddin menerapkan sistem operasional 24 jam yang terbagi dalam tiga shift kerja. Menariknya, seluruh tenaga kerja yang terlibat merupakan warga lokal sekitar.
”Kami mempekerjakan enam orang di bagian produksi, di mana setiap shift diisi oleh dua personel. Selain itu, kami juga didukung oleh tim distribusi yang terdiri dari dua sopir khusus agar pengiriman ke pelanggan tetap tepat waktu,” jelas Saifuddin.
Jangkauan Distribusi yang Luas
Saat ini, distribusi es kristal milik mereka telah merambah luas ke wilayah Tegal, Slawi, hingga pelosok Brebes. Dengan armada distribusi mandiri, Saifuddin menjamin rantai pasokan ke warung, kafe, hingga restoran tetap terjaga.
”Sejauh ini kendala teknis hampir minim dan distribusi berjalan sangat lancar. Kami optimis usaha ini akan terus berkembang, dan ke depannya kami berharap bisa menambah kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar yang terus tumbuh,” pungkasnya.
Red
Tegal, DN-II Kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman dan pelayanan kepada masyarakat kembali dirasakan secara nyata dalam rangka Operasi Lilin Candi 2025. Hal tersebut dirasakan langsung oleh Ibu Sri Wahyuni, warga asal Pangkal Pinang, Bangka Belitung, yang mengalami kendala saat melakukan perjalanan menuju Kota Yogyakarta untuk menghadiri wisuda putrinya, Senin 22 Desember 2025.
Dalam perjalanannya melintasi Tol Brebes–Yogyakarta, kendaraan yang ditumpangi Ibu Sri Wahyuni mengalami gangguan berupa overheat radiator hingga menyebabkan kondisi mobil tidak dapat melanjutkan perjalanan. Di tengah situasi tersebut, Ibu Sri Wahyuni tetap berupaya melanjutkan perjalanan dengan menitipkan anaknya kepada seorang teman agar dapat tetap menghadiri momen penting keluarga.
Kendala kembali muncul ketika sebagian barang bawaan tidak dapat dibawa karena kelebihan muatan. Dalam kondisi tersebut, petugas Polri yang bertugas dalam Operasi Lilin Candi 2025 di Pos Rest Area KM 275A Tegal dengan sigap dan humanis memberikan bantuan dengan memfasilitasi penitipan barang milik Ibu Sri Wahyuni.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan dari Polri. Ini pengalaman yang luar biasa bagi saya. Saya benar-benar merasakan kehadiran Polri yang membantu masyarakat di saat membutuhkan,” ungkap Ibu Sri Wahyuni.
Ia juga menyampaikan apresiasi serta doa agar Polri terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Semoga ke depannya Polri selalu terdepan di mata rakyat,” tuturnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kisah ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam Operasi Lilin Candi 2025 untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi para pengguna jalan selama masa pengamanan Natal dan Tahun Baru, guna menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan kondusif. ( S. Bimantoro )
Tegal, DN-II Anggota komisi XI DPR RI Dr.Ir. Harris Turino Kurniawan.,M.Si., M.M mengingatkan kalangan remaja seperti GenZ dan Milenial untuk membangun pertemanan yang sehat di era digital serta tidak mudah terpengaruh hal negatif yang dapat merusak karakter maupun kehidupan berbangsa.
Dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di SMK Ma’arif NU Talang , Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (20/12/2025) siang. Harris Turino mengatakan pemahaman dari semua nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika itu sebuah fondasi penting bagi remaja dalam menghadapi dinamika pergaulan seperti konten atau berita di media sosial.
“penting dan dapat kita pahami bahwa kebhinekaan Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika, nilai toleransi dan saling menghargai harus dikembangkan.Karena nilai inilah yang membantu anak remaja atau kalangan GenZ dan milenial guna membangun circle jejaring pertemanan yang kuat dan positif,” kata HT sapaan akrab anggota komisi XI DPR RI.
Harris, cepatnya perkembangan kemajuan dunia digitalisasi jangan sampai membuat kalangan remaja meninggalkan nilai Pancasila. Oleh karena itu, Legislator PDIP Dapil IX Jawa Tengah, pembelajaran digitalisasi dan etika berkomunikasi dengan memilih pertemanan yang baik menjadi salah satu cara membangun karakter keharmonisan sosial.
Harapanya, kalian sebagai generasi emas Indonesia harus benar memanfaatkan ruang digitalisasi, menjaga integritas dalam sebuah pergaulan. “dan menjadikan Empat Pilar Kebangsaan sebagai panutan kehidupan bernegara serta selalu menjaga kerukunan antar umat,suku dan agama,” pungkasnya. ( S. Bimantoro )
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
TEGAL, DN-II Lesunya daya beli masyarakat bukan sekadar angka statistik, melainkan kenyataan pahit yang kini mencekik para pedagang kecil. Roni, seorang pedagang serbet keliling asal Desa Acangan, Kuningan, Jawa Barat, menjadi salah satu saksi bisu betapa sulitnya memutar roda ekonomi di penghujung tahun 2025.
Pria yang kini mengontrak sementara di Sumurpanggang, Kota Tegal ini, mencurahkan keluh kesahnya pada Minggu (21/12/2025). Menurutnya, kondisi pasar saat ini sangat memprihatinkan dan jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Keuntungan yang Terpangkas Drastis
Roni mengenang masa-masa di mana ia bisa bernapas lega setelah seharian berkeliling. Namun kini, senyum itu perlahan memudar seiring menurunnya omzet penjualan secara drastis.
“Dulu, cari uang bersih Rp100 ribu itu lumayan mudah. Sekarang? Mau menyentuh angka itu saja rasanya berat sekali,” ungkap Roni dengan nada lirih di sela-sela aktivitas dagangnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kini, realita yang dihadapi Roni jauh dari kata ideal. Pendapatan bersih harian yang ia bawa pulang seringkali hanya berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp50 ribu. Jumlah yang sangat mepet untuk bertahan hidup di perantauan. Demi menyambung hidup dan memastikan dapur tetap mengebul, Roni bahkan harus memangkas pengeluaran pribadinya.
“Buat makan saja pas-pasan. Sekarang saya sudah berhenti merokok, uangnya dialihkan untuk kebutuhan yang lebih penting,” tambahnya.
Pulang Kampung dengan Sisa Stok
Lesunya ekonomi tidak hanya dirasakan di Tegal. Roni yang juga menjajakan dagangannya hingga ke Brebes dan Pemalang merasakan dinginnya minat pembeli di mana-mana. Hal ini berdampak langsung pada target penjualannya.
Biasanya, Roni menetapkan target menjual 100 lusin serbet sebelum memutuskan pulang ke kampung halaman di Kuningan. Namun kali ini, ia terpaksa menyerah pada keadaan. Dengan hanya 50 lusin yang terjual, ia memilih pulang lebih awal karena perputaran uang yang kian melambat.
Kisah Roni adalah potret nyata kondisi ekonomi di tingkat akar rumput. Di tengah gedung-gedung tinggi dan hiruk-pikuk kota, ada napas yang terengah-engah hanya untuk sekadar mencari sesuap nasi.
Reporter: Teguh
TEGAL, DN-II Kawasan wisata andalan Kabupaten Tegal, Pemandian Air Panas Pancuran 13 Guci, luluh lantak diterjang banjir bandang pada Sabtu (20/12/2025) siang. Luapan Sungai Gung yang membawa material vulkanik dilaporkan menghancurkan sejumlah infrastruktur vital di lokasi tersebut.
Kronologi Kejadian: Air Datang Tiba-Tiba
Hujan deras dengan intensitas ekstrem mengguyur lereng Gunung Slamet sejak pukul 12.00 WIB. Kondisi ini memicu kenaikan debit air Sungai Gung secara drastis. Puncaknya, pada pukul 14.30 WIB, arus besar berwarna cokelat pekat membawa material batu dan pasir langsung menghantam area pemandian.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Kesigapan petugas di lapangan dan kesadaran pengunjung untuk segera menjauh dari bantaran sungai saat tanda-tanda alam muncul menjadi faktor kunci keselamatan. 
Kerusakan Infrastruktur: Kolam Ikonik Hilang
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dahsyatnya terjangan air menyisakan kerusakan parah pada beberapa titik krusial di Pancuran 13:
Kolam Pemandian Lenyap: Area kolam air panas yang menjadi ikon Guci dilaporkan hilang tertimbun material lumpur dan sebagian besar dinding kolam jebol tergerus arus.
Jaringan Pipa Hancur: Pipa distribusi air panas mengalami kerusakan berat, memutus aliran air ke titik-titik pemandian.
Akses Tertutup: Material sisa banjir berupa batu besar dan lumpur tebal menutup akses jalan menuju area pancuran, sehingga tidak bisa dilalui.
Penutupan Sementara dan Imbauan Keamanan
Menanggapi bencana ini, pihak pengelola langsung mengambil tindakan tegas dengan menutup total kawasan wisata Pancuran 13 untuk waktu yang belum ditentukan.
“Banjir bandang di kawasan Guci memang kerap terjadi saat puncak musim hujan, namun kali ini dampaknya cukup masif bagi fasilitas Pancuran 13. Fokus kami saat ini adalah sterilisasi area dan pembersihan material,” ujar perwakilan pengelola kawasan wisata.
Kondisi Terkini
Hingga Sabtu malam, potongan video amatir yang merekam detik-detik mencekam saat air meluap viral di media sosial. Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG dan tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan di wilayah pegunungan.
Reporter: Teguh
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kota Tegal, DN-II Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Polres Tegal Kota mengintensifkan penertiban pelanggaran lalu lintas, khususnya penggunaan knalpot tidak standar dan aksi balap liar.
Dari hasil patroli dan penindakan di sejumlah ruas jalan utama, petugas mengamankan 50 sepeda motor yang tidak sesuai spesifikasi teknis.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya preventif yang dilakukan secara humanis, disertai sosialisasi dan peringatan kepada para pengguna jalan.
Hal ini sampaikan Walikota usai apel gelar pasukan Ops Lilin Candi 2025. Menurutnya, penindakan dilakukan karena masih ditemukan puluhan kendaraan yang tidak dilengkapi sesuai ketentuan.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya pengendara dan komunitas motor, untuk melengkapi surat-surat kendaraan dan menggunakan perlengkapan sesuai peruntukannya,” ujar Wali Kota, Jumat (19/12/2025)
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ia menambahkan, kendaraan yang ditindak tetap dapat diambil kembali setelah pemilik melengkapi persyaratan dan mengganti komponen yang tidak sesuai, seperti knalpot bising.
Wali Kota Tegal juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban saat malam Tahun Baru. Ia meminta warga untuk tertib berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, menghindari euforia berlebihan,
Sementara itu, Kapolres Tegal Kota AKBP I Putu Krisna Purnama menegaskan bahwa penindakan dilakukan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Kami ingin memastikan perayaan Natal dan Tahun Baru di Kota Tegal berlangsung aman dan nyaman,”
Kapolres menjelaskan, penertiban difokuskan pada penggunaan knalpot tidak standar dan antisipasi balap liar melalui sistem hunting, terutama pada akhir pekan yang dinilai rawan pelanggaran.
“Knalpot tidak standar dan balap liar bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan serta mengganggu ketertiban umum,” tegasnya.
Meski demikian, Polres Tegal Kota tidak hanya mengedepankan penindakan. Pihak kepolisian juga menggandeng komunitas otomotif melalui program Ngopi Bareng sebagai wadah dialog dan edukasi tentang tertib berlalu lintas.
“Melalui Ngopi Bareng, kami membuka ruang komunikasi agar kesadaran tertib berlalu lintas tumbuh dari komunitas itu sendiri,” pungkas Kapolres. ( S. Bimantoro )
You cannot copy content of this page
