Manggarai, DN-II Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Pusat menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kampung Lalang, Desa Compang Cibal, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (7/10/2026).
Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat selama masa pemulihan pascabencana.
Kedatangan TP PKK dan TP Posyandu Pusat disambut secara adat oleh masyarakat Kampung Lalang. Kehadiran sejumlah anak sekolah turut mewarnai kegiatan tersebut sekaligus menambah semangat dan motivasi masyarakat agar tetap kuat menghadapi dampak bencana serta segera bangkit dan memulihkan kehidupan mereka.
Bantuan yang disalurkan meliputi 76 kasur tidur, 5 terpal, 76 paket sembako yang terdiri atas beras, gula, sarden, dan minyak goreng, 76 selimut, 100 handuk, 80 topi kupluk, 200 pasang kaus kaki dewasa, 100 paket makanan ringan anak, 73 paket perlengkapan sekolah, 80 paket alat mandi, 30 dus air mineral, 1 dus Promina Snack Rice Blueberry, 1 dus Promina Snack Rice Banana, 7 dus pembalut, 19 dus susu Indomilk cokelat, 33 dus susu Ultramilk Tango, 8 dus susu UHT cokelat, dan 10 dus biskuit Roma Sari Kelapa.
Mewakili Ketua Umum TP Posyandu dan TP PKK Tri Tito Karnavian, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Umum TP Posyandu Pusat sekaligus Ketua Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Pusat Safriati Safrizal mengatakan, penyaluran bantuan pemerintah melalui TP PKK dan TP Posyandu bukan sekadar pemberian bantuan, tetapi juga merupakan wujud nyata kepedulian, kebersamaan, dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan pascabencana.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kegiatan pada hari ini merupakan salah satu upaya dan kontribusi yang dapat dilaksanakan oleh Pengurus Pusat TP PKK dan TP Posyandu Pusat untuk berkontribusi secara nyata kepada masyarakat yang terdampak bencana,” katanya. 
Menurut Safriati, dukungan terhadap masyarakat terdampak bencana perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kebutuhan dasar sekaligus penguatan ketahanan keluarga. Karena itu, peran PKK dan Posyandu menjadi penting dalam mendukung masyarakat selama proses pemulihan.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan memberikan manfaat kepada Bapak/Ibu sekalian dalam mendukung proses pemulihan serta pemenuhan kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
Dia menambahkan, pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan perbaikan fisik lingkungan, tetapi juga pemulihan ketahanan keluarga dan pemberian layanan dasar kepada masyarakat. Dalam hal ini, peran PKK melalui 10 Program Pokok PKK dan Posyandu dalam mendukung pemenuhan pelayanan dasar melalui 6 bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) menjadi penting sebagai penggerak perubahan di tingkat keluarga dan komunitas.
Safriati juga menyampaikan keyakinannya bahwa dukungan berbagai pihak dapat mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak bencana di wilayah tersebut. Ia berharap masyarakat dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Saya mengajak pengurus/kader PKK dan pengurus/kader Posyandu Desa Cibal Barat untuk terus aktif melakukan pendampingan, edukasi kesehatan, serta memastikan pelayanan Posyandu tetap berjalan, terutama bagi kelompok rentan. Kehadiran kader di tengah masyarakat akan menjadi sumber kekuatan dan harapan bagi keluarga yang terdampak,” ungkapnya.
Ia meyakini, dengan dukungan seluruh pihak, Desa Compang Cibal, Kabupaten Manggarai, khususnya, dan Provinsi NTT secara umum dapat pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.
“Insyaallah, doa kami selalu menyertai langkah Bapak dan Ibu semua dalam melalui bencana ini,” pungkasnya.
Agenda tersebut turut dihadiri oleh Ketua TP Posyandu Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih; Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai Meldyanti Hagur Marcelina; Kepala Desa Compang Cibal beserta jajaran; tetua adat Kampung Lalang, Desa Compang Cibal; serta pengurus dan kader TP Posyandu dan TP PKK Provinsi NTT, Kabupaten Manggarai, dan Desa Compang Cibal.
Red
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kupang, DN-II Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong pemerintah daerah (Pemda) di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk terus memperkuat inovasi dalam mengoptimalkan berbagai potensi daerah. Upaya tersebut penting untuk memastikan program pemerintah pusat maupun daerah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, NTT memiliki potensi yang besar, baik dari sisi budaya maupun alam. Sebagai wilayah kepulauan, NTT juga memiliki potensi kelautan yang dapat terus dikembangkan. Potensi tersebut, kata Ribka, perlu dioptimalkan melalui berbagai inovasi agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Tentunya kita ingin, bangsa ini menginginkan ada pertumbuhan ekonomi. NTT sendiri kita lihat dalam triwulan ini pertumbuhan ekonominya sudah sangat baik,” ujar Ribka saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Gubernur NTT, Kota Kupang, Senin (21/9/2026).
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Ribka mendorong Pemda NTT untuk tidak menjadikan berbagai keterbatasan sebagai penghambat. Sebaliknya, keterbatasan perlu direspons dengan inovasi yang disesuaikan dengan karakteristik daerah, termasuk dalam mengembangkan sektor pertanian.

Ribka memberi contoh sejumlah negara yang sebelumnya memiliki kondisi wilayah tandus, tetapi mampu mengembangkan sektor pertanian melalui inovasi. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan pentingnya Pemda untuk terus mencari terobosan yang sesuai dengan kondisi dan potensi wilayahnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sejalan dengan itu, Ribka mendorong perangkat daerah terkait, khususnya yang menangani sektor pertanian, untuk terus mencari inovasi dalam mengembangkan potensi pertanian di NTT. Ia menekankan pentingnya menyesuaikan pengembangan pertanian dengan kondisi wilayah yang dimiliki NTT.
“Ini harus melakukan inovasi bagaimana supaya kita bisa melakukan penanaman tanaman yang [dapat bertahan] hidup dalam kondisi gersang,” jelasnya.
Tidak hanya sektor pertanian, Ribka juga menyoroti potensi pariwisata sebagai salah satu sektor yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, pengembangan sektor pariwisata perlu diarahkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jadi ini kita harus pastikan bahwa dari sektor wisata ini bisa memberikan impact yang baik untuk masyarakat,” tegasnya.
Menurut Ribka, upaya mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut membutuhkan dukungan dari birokrasi dan dunia usaha. Pemda perlu menciptakan ruang yang mendukung berkembangnya investasi sekaligus mengoptimalkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki daerah. Red
Kupang, DN-II Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong pemerintah daerah (Pemda) bersama masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melakukan penghijauan secara serentak dan masif. Upaya tersebut dilakukan melalui penanaman pohon di berbagai ruang, mulai dari lingkungan rumah hingga lahan-lahan kosong.
Langkah ini menjadi bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Arahan tersebut perlu direspons daerah melalui gerakan penghijauan yang melibatkan Pemda dan masyarakat, termasuk di wilayah NTT.
“Jadi, mulai dari provinsi dan seluruh kabupaten yang ada di NTT, kita semua akan melakukan penghijauan,” ujar Ribka pada kegiatan penanaman pohon di halaman Kantor Gubernur NTT, Kota Kupang, Senin (21/9/2026).
Ribka mendorong penanaman tidak terbatas pada lokasi tertentu, tetapi dapat dilakukan di lingkungan tempat tinggal maupun ruang publik. “Baik di rumah masing-masing, maupun di tempat-tempat umum, di mana saja kita melakukan penanaman,” lanjutnya.

Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan bahwa penanaman tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI yang dicanangkan pemerintah. “Kebijakan ini harus kita semua menindaklanjuti agar seluruh masyarakat NTT itu menanam di lahan-lahan kosong … baik di halaman rumah, di kebun-kebun, ataupun di tanah-tanah kosong yang masih banyak,” jelasnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Lebih lanjut, pihaknya akan memberikan berbagai dukungan, termasuk penyediaan bibit tanaman melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas penghijauan sehingga lingkungan NTT semakin dikelilingi pepohonan dan masyarakat menjadi lebih sehat.
Gubernur NTT juga mengajak semua pihak untuk turut menyebarluaskan gerakan penghijauan di NTT. Pelibatan banyak pihak dinilai penting agar penanaman dapat dilakukan secara lebih luas di berbagai wilayah. “Rekan-rekan media tolong sebarkan imbauan untuk menghijaukan NTT, menanam semua lahan-lahan kosong yang ada untuk membuat NTT ini menjadi asri,” tandasnya. Red
NTT, DN-II Pusat Psikologi TNI (Puspsi TNI) memberikan pendampingan psikologis melalui trauma healing kepada personel TNI dan Ibu Persit Kodim 1612/Manggarai serta personel Yonif 834/WM yang turut menjadi penyintas bencana gempa bumi. Kegiatan dilaksanakan di Ruteng, Manggarai, NTT, Minggu (13/9/2026).
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana, mengingat para personel dan Ibu Persit selain bertugas sebagai relawan juga mengalami langsung dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026. Kehadiran Puspsi TNI diharapkan dapat membantu menjaga kondisi psikologis para relawan agar tetap mampu menjalankan tugas dan memberikan dukungan kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Trauma Healing Puspsi TNI memberikan pendampingan melalui asesmen dan intervensi psikologis yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing relawan. Langkah ini dilakukan untuk membantu mengurangi stres dan trauma sekaligus memulihkan kondisi psikologis setelah menghadapi bencana dan menjalankan tugas sebagai relawan.
Pendampingan psikologis menjadi bagian penting dalam proses rehabilitasi pascabencana, tidak hanya bagi masyarakat terdampak tetapi juga bagi para relawan. Melalui dukungan Puspsi TNI, diharapkan kondisi batin para relawan tetap terjaga sehingga dapat terus beraktivitas dan berdedikasi secara optimal dalam membantu proses pemulihan di wilayah terdampak. Red
#tniprima #tniprofesional #indonesiaemas2045
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

NTT, DN-II Penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berlanjut hingga hari ke-28, Jumat (11/9/2026).
Jajaran TNI konsisten memperkuat dukungan kemanusiaan guna membantu percepatan pemulihan masyarakat di berbagai wilayah terdampak.
Pada hari ini, TNI kembali mendistribusikan 10,039 ton logistik bantuan melalui jalur udara menggunakan armada pesawat TNI Angkatan Udara. Pengiriman ini difokuskan untuk menjangkau titik-titik yang memerlukan pemenuhan kebutuhan dasar secara cepat dan tepat sasaran.
Dengan penambahan tersebut, total kumulatif bantuan kemanusiaan yang telah disalurkan TNI kepada masyarakat terdampak gempa NTT kini mencapai 1.246,251 ton. Distribusi logistik ini dilakukan secara terintegrasi melalui jalur darat, laut, dan udara guna memastikan kelancaran rantai pasok bantuan di lapangan.
Dalam menjalankan misi kemanusiaan ini, TNI terus memperkuat sinergi dan koordinasi intensif bersama pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta seluruh unsur terkait lainnya untuk mengoptimalkan penanganan pascagempa.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Red
#tniprima #tniprofesional
NTT, DN-II Pusat Psikologi TNI (Puspsi TNI) memberikan pendampingan psikologis melalui kegiatan trauma healing kepada anak-anak penyintas gempa bumi di SDK Wancang, Desa Ladur, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana setelah gempa yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026, khususnya untuk membantu anak-anak mengatasi rasa takut, kecemasan, dan dampak psikologis yang ditimbulkan akibat bencana.
Pendampingan dilakukan melalui dukungan psikososial dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi anak, di antaranya melalui interaksi, permainan, dan berbagai aktivitas bersama.
Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan perasaan, membangun kembali rasa aman, serta menumbuhkan kepercayaan diri setelah mengalami bencana. Pendampingan juga didukung layanan konseling oleh psikolog profesional, baik secara langsung di lapangan maupun secara daring melalui psikolog yang bersiaga di Mako Puspsi TNI.
Kegiatan ini menjadi wujud sinergi TNI bersama pemerintah desa, pihak sekolah, Yayasan Persekolahan Sukma Pusat Keuskupan Ruteng, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) NTT, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Manggarai.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor tersebut memperkuat upaya pemulihan pascabencana yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan sarana dan prasarana, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis para penyintas, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Kehadiran Tim Psikologi TNI mendapat sambutan positif dari Kepala Desa Wancang Valerinus Bagung, Kepala SDK Wancang Rony Syukur, dan Ketua Yayasan Persekolahan Sukma Pusat, Romo Patrick Dharsam Guru. Melalui pendampingan psikologis yang berkelanjutan, Puspsi TNI bersama para relawan psikologi terus berupaya membantu memulihkan kondisi psikologis para penyintas, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, sehingga mereka dapat kembali merasa aman, percaya diri, dan menjalani proses pemulihan pascabencana secara optimal. Red
#tniprima #tniprofesional #indonesiaemas2045
NTT, DN-II Kapuspsi TNI Marsda TNI Zamzani, M.Si., Psikolog melepas Tim Trauma Healing Pusat Psikologi TNI yang akan bertugas membantu pemulihan psikologis masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (10/9/2026).
Tim akan diterjunkan ke sejumlah wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai.
Tim Trauma Healing Puspsi TNI akan mengawali kegiatan dengan asesmen psikologis untuk mengetahui tingkat stres yang dialami para penyintas, baik dewasa maupun anak-anak. Berdasarkan hasil asesmen tersebut, tim akan memberikan dukungan psikososial dan intervensi psikologis yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing penyintas.
Bagi penyintas yang masih mengalami tingkat stres tinggi akibat peristiwa gempa bumi, Puspsi TNI juga menyiapkan layanan konseling oleh psikolog.
Pendampingan dilaksanakan secara langsung oleh psikolog di lapangan maupun secara daring dengan dukungan psikolog yang berada di Mako Puspsi TNI.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kehadiran Tim Trauma Healing merupakan bagian dari upaya TNI dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak gempa NTT, tidak hanya melalui bantuan kebutuhan fisik, tetapi juga pendampingan psikologis agar para penyintas dapat kembali bangkit dan menjalani aktivitas sehari-hari. Red
#tniprima #tniprofesional #indonesiaemas2045
Jakarta, DN-II Penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) berlanjut hingga hari kedua puluh lima, Selasa (8/9/2026).
TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan untuk membantu masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.
Pada hari ini, TNI mengirim 12,085 ton bantuan melalui jalur udara menggunakan pesawat TNI AU. Pengiriman dilakukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat serta kelancaran penanganan di wilayah terdampak.
Secara keseluruhan, bantuan yang telah dikirim TNI kepada masyarakat terdampak gempa NTT mencapai 1.226,182 ton melalui jalur darat, laut, dan udara.
TNI terus bersinergi dengan pemerintah daerah, BNPB, serta unsur terkait dalam mendukung penanganan bencana dan membantu masyarakat terdampak gempa NTT. Red
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
#tniprima #tniprofesional #indonesiaemas2045
Jakarta, DN-II Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama pemerintah daerah (Pemda) terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (8/9/2026).
Rakor yang digelar secara virtual dari Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut membahas percepatan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di NTT.
Rakor turut melibatkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, serta para bupati dan jajaran Pemda dari delapan kabupaten di Pulau Flores. Tujuh kabupaten yang mengikuti rakor merupakan daerah terdampak gempa bumi, sedangkan satu kabupaten lainnya terdampak erupsi Gunung Lewotobi.
Dalam rakor tersebut, Mendagri meminta Pemda mempercepat realisasi bantuan agar kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi.
“Untuk Gubernur saya memberikan apresiasi karena dapat anggaran bantuan dari Pak Presiden, untuk Belanja Tidak Terduga 40 miliar, sudah bisa dieksekusi, realisasikan untuk membantu masyarakat dengan cepat, itu 43 persen. Ada juga yang 27 persen, 25 persen,” ujar Mendagri kepada awak media usai memimpin rakor tersebut.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Mendagri juga mendorong daerah yang realisasi bantuan bencananya masih rendah agar segera mempercepat penyaluran. Menurutnya, bantuan perlu segera dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih berada di tempat pengungsian maupun tenda darurat. Dukungan Pemda diperlukan untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh kebutuhan dasar, termasuk makanan, pakaian, serta kebutuhan khusus bagi perempuan dan anak-anak.
“Itu arahan Bapak Presiden jelas untuk digunakan secepat mungkin. Masyarakat yang lagi ada di tenda misalnya, karena takut pulang, mereka tidak boleh kekurangan makanan, pakaian atau kebutuhan khusus untuk ibu-ibu, anak-anak,” sambung Mendagri.

Selain penyaluran bantuan, rakor juga membahas penanganan hunian bagi warga terdampak bencana. Dalam konteks tersebut, Mendagri meminta Pemda melakukan pendataan kerusakan, terutama pada rumah warga, sembari menunggu kondisi di lapangan semakin stabil.
Pendataan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk bantuan dan pembangunan kembali rumah warga. Mendagri meminta proses verifikasi dilakukan secara berlapis agar data kerusakan akurat dan bantuan tepat sasaran. Validasi juga diperlukan untuk memastikan tidak terjadi kekeliruan dalam klasifikasi tingkat kerusakan rumah. Setelah data dinyatakan valid, pemerintah akan menentukan bentuk bantuan sesuai dengan tingkat kerusakan.
“Untuk yang ringan diberikan bantuan 15 juta, untuk yang sedang 30 juta, untuk yang berat 70 juta, bisa bangun sendiri di tanahnya,” katanya.
Untuk rumah yang mengalami kerusakan berat, pembangunan dapat dilakukan di lokasi semula atau in situ. Sementara itu, apabila kondisi lahan tidak memungkinkan dan warga harus direlokasi, pemerintah akan menyiapkan pembangunan hunian di kawasan baru.
Dalam forum yang sama, turut dibahas perkembangan pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera. Pemerintah menyiapkan skema pembangunan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk hunian in situ dan melalui Kementerian PKP untuk pembangunan di kawasan relokasi. Untuk mempercepat proses tersebut, pemerintah akan berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
“Rencana nanti Senin, kita akan datang ke BPKP bersama LKPP. Intinya agar cepat selesaikan lelang, karena waktunya tinggal pendek ini,” tandasnya. Red

