BREBES, WWW.DETIK-NASIONAL.COM – Momentum Idul Fitri 1447 H menjadi saksi bisu getaran emosional keluarga besar Bani Wasan. Mengusung semangat merawat adab dan nilai luhur, pertemuan ini bukan sekadar seremoni saling memaafkan, melainkan upaya konkret memperkokoh ukhuwah islamiyah di tengah derasnya arus zaman.
Kebersamaan ini sejalan dengan perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 1.
“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan (silaturahmi). Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”
Bagi Bani Wasan, keluarga dan doa adalah pelabuhan terakhir sejauh apa pun kaki melangkah.
Menelusuri Jejak Dakwah Mbah Nurrohman
Salah satu agenda krusial dalam pertemuan ini adalah membedah silsilah (nasab). Dalam Islam, menjaga garis keturunan adalah bagian dari Maqashid Syariah (tujuan syariat). Berdasarkan catatan sejarah, Bani Wasan merupakan bagian dari garis keturunan besar Mbah Nurrohman, tokoh ulama yang diyakini sebagai pelopor penyebar Islam di wilayah Brebes Barat.
Alur sejarah mencatat garis ini bermula dari Mbah Nurrohman yang menurunkan Anak Keduanya Wilem (Asiyah). Beliau kemudian bersuamikan Ki Mas Brandal Cilik, (Mbah Kulub). yang menjadi titik awal jalur Bani Wasan. Melalui tokoh kunci seperti Mbah Daimen dan Mbah Gentong, lahirlah sosok Caswad (Wafat 1946) yang kini menjadi pilar utama pemersatu silsilah ini.
Menyatukan Dua Sungai Keturunan Buyut Caswad
Sosok Buyut Caswad meninggalkan warisan keturunan yang luas dari dua istri beliau, yakni Nyai Buyut Muri dan Nyai Buyut Wami.
Garis Nyai Buyut Muri (Istri Pertama): Melahirkan tujuh bersaudara; Karmali, Wastam, Wasan (cikal bakal Bani Wasan), Ruinah, Muryah, Cari, dan Kasriyah.
Garis Nyai Buyut Wami (Istri Kedua): Melahirkan tujuh bersaudara; Sukardi, Sartimah, Carmadi, Catra, Surtimah, Casriah, dan Sutarjo (Ki Kored).
Hingga saat ini, keturunan Mbah Nurrohman telah mencapai generasi cicit hingga piut yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Meski raga terpisah jarak, Desa Sengon di Kabupaten Brebes tetap tegak berdiri sebagai “Rumah Besar” dan simpul utama pengikat batin antaranggota keluarga.
Visi Besar: Reuni Akbar Seluruh Keturunan
Harapan besar membuncah dalam pertemuan tersebut. Keluarga besar mencita-citakan di masa depan, seluruh keturunan Buyut Caswad—baik dari garis Nyai Buyut Muri maupun Nyai Buyut Wami—dapat bersatu dalam satu forum Halalbihalal yang lebih luas.
“Harapan kami, seluruh anak cucu keturunan Buyut Caswad bin Mbah Daimen dapat menggelar pertemuan serupa untuk mengencangkan ikatan persaudaraan dan mengenal kembali sosok leluhur kita,” ujar salah satu perwakilan keluarga pada Selasa (24/3/2026).
Langkah ini adalah bentuk pengamalan hadis Rasulullah SAW bahwa “Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi.”
Melalui pertemuan ini, diharapkan generasi muda tidak kehilangan jati diri (loss contact) terhadap akar sejarahnya. Mereka diharapkan tetap memegang teguh nilai keislaman dan etika kekeluargaan yang telah diwariskan sejak zaman Mbah Nurrohman hingga Buyut Caswad.
Red/Casroni
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
