Rahasia di Balik Pria Selektif: Mengapa Mereka Tidak Butuh Validasi Dunia
Oleh: Redaksi | Brebes 22 Maret 2026
WWW.DETIK-NASIONAL.COM – Dalam panggung sandiwara modern yang mendewakan jumlah followers dan hiruk-pikuk validasi digital, muncul sebuah paradoks menarik, fenomena pria yang memilih menarik diri dari keramaian. Di sudut-sudut kota, dari warung kopi hingga ruang perkantoran di Brebes, kita sering melihat mereka sosok yang hanya memiliki satu atau dua kawan akrab, atau bahkan lebih sering terlihat meniti jalan sunyi sendirian.
Masyarakat kita yang cerewet sering kali terburu-buru menyematkan label negatif, antisosial, kuper, atau bahkan dianggap kalah dalam persaingan sosial. Namun, mari kita berhenti sejenak dan melihat lebih jernih. Benarkah kesendirian adalah tanda kelemahan? Atau jangan-jangan, itu adalah manifestasi tertinggi dari sebuah kedaulatan mental?
Benteng Karakter di Balik Filter Sosial
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Seorang pria yang memilih lingkaran pertemanan sempit sebenarnya tidak sedang mengisolasi diri karena takut; ia sedang membangun benteng. Ada filosofi tajam yang mendasarinya: Satu yang setia jauh lebih berharga daripada seribu yang palsu.
Ada beberapa alasan mengapa “kesunyian” ini harus dipandang sebagai standar baru kekuatan pria sejati:
Hasil Seleksi Alam dan Tempaan Hidup: Pria-pria ini biasanya adalah mereka yang sudah “kenyang” dengan drama. Mereka bukan tidak laku secara sosial, melainkan telah melalui proses filtrasi terhadap pengkhianatan dan basa-basi kosong. Ketenangan mereka adalah produk dari pengalaman, bukan ketidakmampuan.
Investasi pada Ketenangan Batin: Bagi mereka, kursi kosong jauh lebih terhormat daripada diisi oleh “teman musiman” yang hanya muncul saat butuh. Memangkas hubungan yang toksik bukan hanya soal ego, melainkan manajemen kesehatan mental.
Kematangan Validasi Internal: Di era di mana orang haus akan like dan tepuk tangan, pria selektif ini berdiri tegak tanpa butuh pengakuan. Mereka tidak mencari kelengkapan diri dari orang lain karena mereka telah menemukannya di dalam diri sendiri.
“Kesendirian bagi pria seperti ini bukanlah bentuk kesepian, melainkan cara mereka menjaga kewarasan di tengah dunia yang semakin bising.”
Waktu sebagai Aset “Raja”
Hal yang paling mencolok dari pria-pria ini adalah cara mereka menghargai waktu. Mereka memandang waktu sebagai mata uang yang tak ternilai. Membuang energi untuk obrolan tidak produktif dianggap sebagai kerugian besar. Dengan membatasi interaksi, mereka sebenarnya sedang melakukan manajemen waktu layaknya seorang raja hanya membagikannya kepada orang atau misi yang benar-benar memberikan nilai tambah.
Kesimpulan: Kemenangan Melawan Ego
Kita perlu mengubah cara pandang kita terhadap pria yang memilih jalan sunyi. Jangan remehkan mereka yang memiliki lingkaran pertemanan sempit. Itu bukan tanda isolasi, melainkan simbol kedaulatan diri. Mereka adalah orang-orang yang telah memenangkan pertarungan melawan ego dan rasa haus akan pengakuan dunia.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pada akhirnya, hidup tenang tanpa gangguan drama adalah kemewahan yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang berani jujur pada diri sendiri. Mereka tidak sedang kesepian; mereka hanya sedang memastikan bahwa hidup mereka tetap berkualitas.
#Instagram
#Facebook
#Twtiter
#IdulFitri1447H
#OpiniPublik
BREBES, DN-II Pemerintah Kabupaten Brebes menggelar rangkaian Idul Fitri 1447 H yang diawali dengan Shalat Idul Fitri di Masjid Agung Brebes pada Sabtu (21/3/2026). Usai pelaksanaan ibadah, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma membuka pintu Pendopo Kabupaten untuk acara Open House, yang langsung dipadati warga dari berbagai penjuru daerah.
Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi antara jajaran pemerintah daerah dengan masyarakat. Para pejabat, mulai dari asisten Sekda, staf ahli Bupati, kepala dinas, camat, hingga pimpinan BUMD dan organisasi perempuan daerah, turut diundang hadir bersama keluarga.
Sejak pagi, masyarakat berdatangan silih berganti. Pendopo yang biasanya berfungsi sebagai ruang kerja pemerintahan, hari itu berubah menjadi ruang kebersamaan. Warga duduk berdampingan, saling bertegur sapa, dan menikmati hidangan khas Lebaran. Gelak tawa dan percakapan hangat terdengar di berbagai sudut, menciptakan nuansa guyub yang kental.
Selain itu, hadir pula keluarga Bupati, keluarga Wakil Bupati Wurja, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah tampak berbaur bersama masyarakat dalam suasana penuh kehangatan.
Sejak pagi hingga siang hari, masyarakat tampak berdatangan silih berganti. Mereka hadir bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi juga untuk bersilaturahmi langsung dengan kepala daerah dalam suasana yang lebih santai dan penuh keakraban.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pendopo Brebes pun berubah menjadi ruang kebersamaan. Warga dari berbagai latar belakang duduk berdampingan, saling bertegur sapa, dan menikmati momentum Lebaran yang sarat makna. Kehadiran mereka menjadi cerminan kuatnya tradisi silaturahmi yang terus terjaga di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Paramita menyampaikan bahwa Open House menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
“Open House ini bukan sekadar tradisi, tetapi ruang silaturahmi yang menyatukan kita semua. Di hari yang fitri ini, kami ingin membuka pintu selebar-lebarnya agar masyarakat bisa hadir, berbagi kebahagiaan, dan merasakan kebersamaan,” ujarnya.
Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Brebes.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua kembali dalam keadaan suci, dipenuhi kebahagiaan, dan semakin mempererat persaudaraan,” ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai yang terbangun selama Ramadan diharapkan tidak berhenti setelah bulan suci berakhir.
“Semoga kebersamaan ini terus terjaga, tidak hanya saat Lebaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Kita ingin Brebes tetap guyub, rukun, dan saling peduli,” tambahnya.
Dalam acara tersebut, para tamu disuguhi beragam hidangan khas Lebaran yang tersaji rapi. Warga terlihat menikmati sajian yang disiapkan, mulai dari makanan berat hingga kudapan ringan, sembari berbincang santai dengan keluarga, kerabat, maupun sesama tamu.
Tak hanya itu, suasana semakin semarak dengan hiburan yang turut dihadirkan. Gelak tawa dan percakapan hangat terdengar di berbagai sudut pendopo, menciptakan nuansa kebersamaan yang kental.
Open House ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk membuka ruang kedekatan antara pemimpin dan masyarakat. Setelah sebulan penuh menjalani Ramadan dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, momentum Lebaran dimanfaatkan untuk mempererat tali persaudaraan secara lebih luas.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Red
KOTA TEGAL, DN-II Menjadi Khotib Salat Idul Fitri 1447 Hijriah, Sekretaris Daerah Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono menyampaikan bahwa
momentum Idul Fitri mengajarkan tentang arti persaudaraan, persatuan, dan saling memaafkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Tentu tidak lepas dari perbedaan pendapat, perbedaan kepentingan, bahkan terkadang menimbulkan gesekan. Namun Idul Fitri mengajarkan kepada kita untuk melebur semua perbedaan dalam bingkai ukhuwah dan persaudaraan,” ujar Agus Dwi saat menjadi khotib salat Idul Fitri di masjid Al Tsumairi Kota Tegal, Sabtu (21/3) pagi.
Sekretaris Daerah juga mengingatkan bahwa di tengah dinamika kehidupan bangsa saat ini, dihadapkan pada berbagai tantangan seperti tantangan ekonomi, tantangan sosial, tantangan informasi yang begitu cepat melalui media digital, serta tantangan menjaga kerukunan dan persatuan bangsa.
“Apalagi saat ini terjadi potensi krisis global di
dunia, akibat krisis Palestina dan perang AS- Israel melawan Iran. Konflik yang digambarkan dalam Al Qur’an peperangan antara kebenaran melawan kebathilan tetap berlangsung di segala masa dan tempat, khususnya pada hari-hari ini,” tambah Agus Dwi.
Selain itu, dalam kesempatan itu sambutan Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono dibacakan oleh Joko Sukur Baharudin selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Tegal.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Dedy Yon Supriyono menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Kota Tegal. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Idul Fitri sebagai ajang memperkuat kebersamaan dan membangun kota ke arah yang lebih baik. 
“Saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin, semoga kita kembali kepada fitrah yang suci,” kata Dedy.
Dedy menambahkan, lebih dari satu tahun masa kepemimpinannya telah diisi dengan berbagai upaya pembenahan dan pembangunan. Pihaknya berkomitmen mewujudkan visi “Tegal Berdikari dan Sejahtera, Menjadi Kota Idaman” melalui sinergi seluruh elemen masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersinergi dan bekerja bersama demi mewujudkan Kota Tegal yang berdikari dan sejahtera,” ujarnya.
Selain itu, Dedy juga mengingatkan bahwa Kota Tegal akan segera memperingati hari ulang tahun ke-446 pada 12 April 2026 dengan tema “Tegal Tangguh Pantang Ngangluh”. Tema tersebut mencerminkan semangat masyarakat yang kuat dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.(* Bim )
Papua, DN-II Sebanyak 21 warga pengungsi berhasil dievakuasi secara aman oleh aparat gabungan TNI bersama pemerintah daerah di Dusun Topo, Kampung Ainesra, Distrik Aifat Timur Jauh, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya, pada Selasa (17/3/2026). Kegiatan penjemputan ini dilakukan oleh unsur TNI dan Koops TNI Papua bersama pejabat pemerintah daerah serta tokoh masyarakat setempat.
Tim gabungan patroli keamanan bergerak menuju lokasi penjemputan di Dusun Topo dan tiba di Kampung Ainesra untuk menjemput para pengungsi yang selama ini bertahan di hutan perbatasan antara Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Teluk Bintuni akibat gangguan keamanan oleh TPNPB OPM. Pada sore hari, seluruh pengungsi telah berkumpul di titik penjemputan, tim Patroli Gabungan Koops TNI Papua segera melaksanakan evakuasi menuju Pos Komando Taktis (Kotis) Koops TNI Papua.
Setibanya di Pos Kotis, para pengungsi langsung menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis Koops TNI Papua, dilanjutkan dengan pendataan identitas guna memastikan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar, mencerminkan sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjamin keselamatan warga.
Kepala Penerangan Koops TNI Papua, Letkol Inf Wirya menegaskan “Untuk sementara waktu, para pengungsi ditempatkan di lokasi penampungan di wilayah Distrik Aifat, sambil menunggu proses koordinasi lebih lanjut terkait pemulangan ke daerah asal, khususnya bagi warga dari Kabupaten Teluk Bintuni. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah lanjutan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembinaan, serta koordinasi lintas wilayah guna memastikan proses pemulangan berjalan aman, tertib, dan bermartabat”, tegasnya.
Keberhasilan evakuasi ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat di wilayah rawan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan dan kemanusiaan di Papua Barat Daya. (Koops TNI Papua)
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Red
ACEH TAMIANG, DN-II Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi atas kemajuan pesat proses pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Hal ini disampaikan Kepala Negara usai melaksanakan salat Idulfitri 1447 H bersama warga di Masjid Darussalam, yang terletak di kawasan hunian sementara (huntara) Aceh Tamiang, Sabtu (21/03/2026).
Transformasi dari Pengungsian ke Hunian
Dalam keterangannya, Presiden Prabowo menyoroti progres pemulihan fisik dan sosial yang dinilai berjalan sangat signifikan. Menurutnya, pemulihan tersebut kini telah menyentuh angka hampir 100 persen.
”Saya melihat progresnya sangat cepat. Masyarakat yang sebelumnya berada di tenda-tenda darurat, kini sebagian besar sudah menempati hunian sementara maupun hunian tetap yang lebih layak,” ujar Presiden.
Infrastruktur dan Bantuan Sosial
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Selain hunian, Presiden memastikan bahwa aspek vital pendukung kehidupan masyarakat telah kembali normal. Beberapa poin utama yang menjadi fokus perhatian meliputi:
Infrastruktur Dasar: Jaringan listrik dan akses jalan utama telah pulih sepenuhnya untuk mendukung mobilisasi warga.
Penyaluran Bantuan: Presiden memastikan bantuan stimulan dari pemerintah pusat telah tersalurkan secara tepat sasaran kepada warga terdampak.
Kesehatan dan Logistik: Pelayanan publik di lokasi terdampak telah beroperasi kembali secara optimal.
Apresiasi untuk Sinergi Seluruh Pihak
Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih atas kerja keras seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, TNI/Polri, BNPB, hingga relawan yang tak kenal lelah bekerja di lapangan.
Ia menegaskan bahwa model penanganan cepat ini tidak hanya diterapkan di Aceh, tetapi juga menjadi standar bagi wilayah lain di Indonesia yang mengalami bencana serupa.
”Semangat warga untuk bangkit kembali sangat luar biasa. Pemerintah akan terus mengawal sisa proses pemulihan hingga tuntas sepenuhnya,” pungkasnya.
Sumber: BPMI Setpres
Red
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
#PrabowoSubianto
#AcehTamiang
#IdulFitri2026
#PemulihanBencana
#KemensetnegRI
ACEH TAMIANG, DN-II Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah bersama masyarakat di Masjid Darussalam, Kawasan Hunian Sementara (Huntara), Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Sabtu (21/03/2026).
Kehadiran Kepala Negara di tengah warga penyintas bencana ini membawa pesan kuat tentang kepedulian dan kebersamaan di hari kemenangan.
Ibadah Khidmat di Tengah Warga
Presiden tiba di lokasi sejak pagi hari dan langsung bergabung dengan sekitar 1.300 jemaah. Meski berada di lingkungan huntara, rangkaian ibadah berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa kekeluargaan. Usai melaksanakan salat Id, Presiden menyempatkan diri untuk melakukan halalbihalal, bersalaman, dan bertegur sapa langsung dengan para warga yang memenuhi area masjid.
“Kehadiran Bapak Presiden di sini adalah penyemangat luar biasa bagi kami yang sedang dalam masa pemulihan di huntara,” ujar salah satu warga setempat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Penyaluran Bantuan Kemanusiaan
Sebagai bentuk kepedulian nyata, dalam kesempatan tersebut Presiden juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan warga. Bantuan yang diberikan meliputi:
Perlengkapan ibadah dan Al-Qur’an.
Pakaian layak pakai.
Paket sembako untuk kebutuhan pokok.
Pemerintah melalui Sekretariat Presiden total menyalurkan sekitar 7.000 paket sembako yang didistribusikan tidak hanya untuk warga di huntara, tetapi juga masyarakat di sekitar kawasan tersebut.
Komitmen Pemerintah
Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan kesejahteraan warga di wilayah terdampak bencana tetap terjaga, terutama dalam momen-momen besar keagamaan. Setelah rangkaian acara selesai, Presiden beserta rombongan terbatas melanjutkan agenda peninjauan infrastruktur di wilayah Aceh sebelum bertolak kembali ke Jakarta.
Sumber: BPMI Setpres
Red
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
#PresidenPrabowo
#IdulFitri1447H
#AcehTamiang
#KemensetnegRI
#RilisPresiden
ACEH TAMIANG, DN-II Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, merayakan hari kemenangan Idulfitri 1447 Hijriah dengan cara yang khidmat dan bersahaja. Kepala Negara melaksanakan salat Id bersama ribuan warga di Masjid Darussalam yang berlokasi di kompleks hunian sementara (huntara), Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Sabtu (21/3/2026).
Momen Kebersamaan dan Silaturahmi
Usai mengikuti rangkaian salat Id, suasana hangat menyelimuti lokasi saat Presiden Prabowo berbaur dengan jamaah. Tanpa sekat, Presiden menyalami satu per satu warga yang hadir, menciptakan momen penuh kekeluargaan di hari raya.
Sebagai bentuk kepedulian, Presiden juga membagikan bingkisan Lebaran berupa paket sembako kepada warga Aceh Tamiang. Senyum haru tampak di wajah para warga yang kini tengah berupaya bangkit pascabencana.
Komitmen Pemerintah Terhadap Warga Terdampak
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi formal. Di sela agenda Lebaran, Presiden Prabowo kembali meninjau langsung kondisi hunian sementara yang disiapkan pemerintah. Langkah ini diambil untuk memastikan fasilitas bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di wilayah tersebut tetap layak dan memadai.
“Kehadiran Bapak Presiden di sini menunjukkan bahwa pemerintah tidak lupa pada kami yang sedang diuji bencana. Ini adalah hadiah Lebaran terbaik bagi kami,” ujar salah satu warga setempat.
Makna di Balik Lokasi Pilihan
Keputusan Presiden untuk memilih Aceh Tamiang sebagai lokasi salat Id tahun ini mengandung pesan simbolis yang mendalam. Hal ini menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk hadir langsung di tengah masyarakat, terutama di daerah yang sedang dalam masa pemulihan pascabencana, guna memastikan proses rehabilitasi berjalan sesuai target.
Red
Kabupaten Tegal, DN-II keluarga besar Ibu Hajah Sukiyah di RT 5 RW 3 debong Tengah Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal. (21/3/2026).
Berdasarkan keterangan hari sabtu 21 maret 2026 di lapangan berikut adalah poin-poin utamanya:
Sosok Ibu Hj. Sukiyah: Berusia 78 tahun dan merupakan sosok pekerja keras yang dikenal luas sebagai pedagang ayam di Pasar Pagi selama lebih dari 30 tahun.
Putra Sulung: Bapak Edy Kuswanto, yang beristrikan Ibu Isih.
Anak-Anak Lainnya:
Hj. Ely Suswanti (istri dari almarhum Hj. Durohim).
Hj. Sriwitati & Hj. Surono, SH.
Hj. Sikat & Hj. Zeni.
Hj. Iis & Dodi.
Generasi Penerus: Keluarga ini telah berkembang pesat dengan jumlah cucu yang mencapai lebih dari 50 orang.
Ini adalah profil keluarga yang memiliki akar kuat di masyarakat Debong Tengah, terutama dengan reputasi Ibu Hj. Sukiyah di pasar lokal.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Mengenal Sosok Hj. Sukiyah: Pilar Keluarga dan Teladan Kesalehan di Desa Debong Tengah
.
Di tengah dinamika Desa Debong Tengah, terdapat sebuah keluarga besar yang dikenal luas karena ketaatan dan kekompakannya. Sosok sentral di balik keluarga ini adalah Hj. Sukiyah, seorang ibu berusia 78 tahun yang kini menjadi salah satu tokoh keluarga tertua dan sangat dihormati di lingkungan setempat.
Hj. Sukiyah didampingi oleh putra pertamanya, Edy Kuswanto, yang dikenal aktif dalam kemasyarakatan. Bersama sang istri, Ibu Isih, Edy meneruskan nilai-nilai kesantunan yang diajarkan oleh sang ibunda.
Silsilah Keluarga yang Menginspirasi
Keluarga besar Hj. Sukiyah merupakan cerminan kerukunan. Hubungan erat antar saudara terpancar dari nama-nama besar di dalam silsilah keluarga ini, di antaranya:
Hj. Ely Suswanti dan (Almarhum) Hj. Durohim , Hj. Sriwitati dan Hj. Surono, SH. , Hj. Sikat dan Hj. Zeni , Hj. Iis dan Dodi
Tradisi Kesalehan yang Terjaga
Satu hal yang paling menonjol dari keluarga ini adalah komitmen mereka dalam menjalankan ibadah. Salah satu anggota keluarga, Hj. Iis bersama suaminya, Dodi, dikenal sangat konsisten dalam menjalankan ibadah puasa.
“Alhamdulillah, ketaatan dalam beribadah seperti puasa terus terjaga. Ini adalah bentuk rasa syukur kami atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT,” ujar salah satu anggota keluarga. 
Kehadiran Hj. Sukiyah di usia 78 tahun bukan sekadar sosok orang tua, melainkan simbol keberkahan bagi Desa Debong Tengah. Melalui anak-cucunya, nilai-nilai agama dan sosial terus dipupuk, menjadikan keluarga ini sebagai teladan bagi lingkungan sekitar.
Saran Penambahan:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Agar artikel ini lebih sempurna untuk dikirim ke media massa, Anda bisa menambahkan sedikit informasi mengenai:
Kegiatan Sosial: Apakah keluarga ini sering mengadakan pengajian atau santunan,
Bahkan iIbu Sukiyah terkenal dari dulu sering berpuasa tidak hanya bulan Ramadan tapi hari-hari ia sering berpuasa.
Pesan Hj. Sukiyah: Kutipan singkat dari beliau mengenai rahasia panjang umur dan kebahagiaan keluarga.
Reporter: Teguh
Kota Tegal, DN-II Kepolisian memastikan kesiapan maksimal dalam mengamankan malam takbiran yang akan berlangsung pada Jumat (20/3/2026). Seluruh personel dikerahkan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif hingga berakhirnya Operasi Ketupat.
Kapolres Tegal Kota, Heru Antariksa Cahya, menegaskan kondisi lalu lintas dan keamanan wilayah saat ini relatif terkendali. Puncak arus mudik telah terlewati, salah satunya berkat penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way nasional.
Meski demikian, Kapolres mengingatkan jajarannya agar tidak lengah, terutama menghadapi potensi keramaian pada malam takbiran. Kondusifitas keamanan harus tetap terjaga hingga selesai operasi.
“Malam ini takbiran akan berlangsung, meski sebagian masyarakat telah memulainya sejak Kamis. Karena itu, seluruh personel harus benar-benar siap, mulai dari sore hingga malam hari,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya setiap personel memahami tugas dan posisi masing-masing agar pengamanan berjalan efektif, terutama dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk melaksanakan takbiran di tempat ibadah, dengan peran aktif Bhabinkamtibmas yang memberikan edukasi.
“Euforia takbir keliling harus di antisipasi dengan mitigasi yang tepat. Pengamanan harus humanis, penuh dedikasi, dan ikhlas,” ujarnya.
Ratusan personel gabungan dari Polres, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait mengamankan malam takbiran. Mereka menempati pos-pos pengamanan, titik rawan kemacetan di jalur Pantura, pusat kota, dan kawasan keramaian.
Walikota Tegal bersama Forkopimda juga memantau langsung situasi dengan meninjau sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan Operasi Ketupat. Dalam kesempatan tersebut, Walikota dan Forkopimda juga memberikan bingkisan lebaran kepada para petugas yang berjaga sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam melayani masyarakat selama arus mudik dan perayaan Idulfitri.
Kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh personel dalam kondisi siap serta sarana prasarana pengamanan berjalan optimal.
“Kami menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional, termasuk pengalihan arus dan penguatan personel di simpul kemacetan, agar mobilitas tetap lancar dan tidak terjadi penumpukan kendaraan,” jelas Kapolres. 
Petugas juga memfokuskan pengamanan pada pelaksanaan Sholat Idul fitri di sejumlah masjid dan titik lokasi, terutama di Masjid Agung Kota Tegal.
“Pelaksanaan Sholat Ied agar berjalan aman dan lancar, agar masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk,” pungkasnya. ( Bim )
Sambut Idul Fitri 1447 H, TPA Al Husain Tanabang Ilir Gelar Pawai Obor Meriah
TANABANG ILIR, WWW.DETIKNASIONAL.COM // Dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1447 H yang jatuh pada tahun 2026, santri TPA Al Husain Tanabang Ilir menggelar kegiatan pawai beramai-ramai pada Jumat malam (20/03/2026). Suasana malam takbiran di desa tersebut mendadak riuh dan penuh cahaya saat ratusan peserta mulai memadati titik kumpul dengan antusiasme yang tinggi.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Tanabang Ilir, Irvan Sanjivaredy, S.P., yang hadir didampingi oleh istri tercinta. Kehadiran orang nomor satu di desa tersebut memberikan semangat tambahan bagi para santri dan warga yang ikut memeriahkan iring-iringan pawai di sepanjang jalan protokol desa.
Selain jajaran perangkat desa, tampak hadir pula para tenaga pengajar TPA Al Husain yang selama ini menjadi pilar pendidikan agama di sana. Mereka adalah Ustadz Irham Sabari, S.H.I., Ustazah Masriana, S.Th.I., Ustadz Mukminin, S.Sos., serta Ustazah Ria Mukminin yang turut mengawal jalannya barisan agar tetap tertib dan aman.

Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Irvan Sanjivaredy, S.P. menyampaikan, “Kegiatan pawai ini adalah wujud syukur kita setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Saya sangat mengapresiasi semangat adik-adik santri dan para guru ngaji yang telah menjaga tradisi religius ini tetap hidup di Desa Tanabang Ilir.”
Lebih lanjut, beliau berharap agar momentum ini dapat mempererat tali silaturahmi antarwarga dan memupuk rasa cinta generasi muda terhadap syiar Islam. Irvan menekankan bahwa kebersamaan antara pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat adalah kunci utama dalam membangun desa yang harmonis dan religius.
Acara yang berlangsung hingga menjelang tengah malam ini ditutup dengan doa bersama. Gema takbir yang bersahut-sahutan sepanjang perjalanan pawai berhasil menciptakan atmosfer haru dan bahagia, menandai kemenangan seluruh umat muslim di Desa Tanabang Ilir dalam menyambut hari yang fitri.
REPORT : JULIYAN
You may have missed
You cannot copy content of this page
Detik Nasional
Dapatkan kabar terkini dengan konten terkurasi dan berita utama terbaru yang dikirimkan langsung ke kotak masuk Anda. Langganan sekarang agar selalu terdepan dan jangan sampai ketinggalan!
