BREBES, DN-II Program Indonesia Pintar (PIP) terbukti menjadi angin segar bagi masyarakat dalam menjaga keberlangsungan pendidikan anak. Manfaat nyata ini dirasakan langsung oleh para orang tua siswa di Desa Gandasuli, Kabupaten Brebes, yang mengaku sangat terbantu dengan stimulan dana pendidikan dari pemerintah tersebut, Sabtu (20/12/2025).
Salah satu wali murid, Waluyo Sugito (45), warga RT 01/RW 02 Desa Gandasuli, mengungkapkan rasa syukurnya usai menerima pencairan dana PIP untuk putranya, Ardiansyah, yang kini duduk di bangku kelas 9 SMP.
Alokasi Tepat Sasaran untuk Biaya Sekolah
Waluyo menjelaskan bahwa besaran bantuan yang diterima bervariasi sesuai dengan ketentuan jenjang pendidikan. Ia menceritakan bahwa saat anaknya masih di kelas 7 (sebelumnya tertulis kelas 1), bantuan yang diterima mencapai Rp1.100.000. Sementara untuk periode kelas 9 saat ini, dana yang cair adalah sebesar Rp750.000.
“Dana tersebut sudah kami cairkan dan langsung dialokasikan untuk keperluan sekolah, terutama untuk melunasi biaya bulanan,” ujar Waluyo saat ditemui di lingkungan sekolah.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dengan adanya kewajiban iuran rutin sebesar Rp75.000 per bulan, dana PIP dianggap menjadi penyelamat agar administrasi sekolah sang anak tetap lancar. Tak hanya untuk iuran bulanan, Waluyo menambahkan bahwa dana tersebut juga membantu memenuhi kontribusi biaya pembangunan sekolah yang telah disepakati.
Transparansi Hasil Rapat Komite
Terkait biaya bulanan tersebut, Humas SMP Negeri 3 Brebes, Ruslan, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa nominal Rp75.000 per bulan merupakan hasil keputusan bersama.
“Biaya tersebut adalah hasil kesepakatan dalam rapat komite sekolah antara pihak sekolah dan seluruh orang tua murid,” jelas Ruslan.
Momen Pengambilan Rapor dan Harapan Orang Tua
Kehadiran Waluyo di sekolah bertepatan dengan momen pengambilan rapor semester untuk memantau perkembangan akademik putranya. Sebagai bentuk dukungan terhadap program sekolah, ia juga turut berpartisipasi membeli kalender pendidikan yang disediakan pihak sekolah.
Ia berharap program prorakyat seperti PIP ini dapat terus dipertahankan dan menjangkau lebih banyak siswa yang membutuhkan.
“Bantuan ini sangat meringankan beban kami. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut agar anak-anak bisa sekolah dengan tenang tanpa terkendala biaya,” pungkasnya.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Riuh rendah suasana pembagian rapor di SMPN 3 Brebes, Sabtu (20/12/2025), menyisakan cerita hangat tentang ketulusan seorang wali murid. Di antara kerumunan orang tua, terselip sosok Quratul Aini, warga Banjaranyar yang hadir membawa misi cinta untuk keponakannya, siswa kelas 8E.
Bagi Quratul, kehadirannya bukan sekadar rutinitas administratif sekolah. Ia hadir sebagai sosok “orang tua pengganti” bagi keponakannya yang telah kehilangan ibu sejak bayi, sementara sang ayah harus berjuang mengais rezeki sebagai perantau di Jakarta.
Mengambil Peran, Menjaga Semangat
Meski berbagai kebijakan pendidikan menekankan pentingnya kehadiran orang tua kandung dalam perkembangan akademik anak, realita hidup menempatkan Quratul di garis depan. Ia sadar betul bahwa dukungan moral adalah kunci agar sang keponakan tidak merasa berjalan sendirian dalam menempuh pendidikan.
“Ibunya sudah meninggal sejak dia bayi. Ayahnya sekarang sedang bekerja di Jakarta. Jadi, sejak dulu memang saya yang mengasuh dan bertanggung jawab, termasuk mengambilkan rapor,” tutur Quratul dengan nada lembut namun tegar saat ditemui di lokasi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kenangan dalam Selembar Kalender
Selain memantau capaian nilai, Quratul juga antusias berpartisipasi dalam program sekolah berupa kepemilikan kalender tahunan. Menariknya, kalender tersebut menampilkan foto para siswa dengan latar gedung sekolah mereka sendiri, menciptakan ikatan emosional tersendiri bagi keluarga.
Dengan harga yang sangat terjangkau, yakni Rp10.000 untuk enam lembar, Quratul menganggap kalender tersebut lebih dari sekadar penunjuk tanggal. Ia melihatnya sebagai rekam jejak visual perjalanan pendidikan sang keponakan.
“Harganya sangat murah, hanya sepuluh ribu rupiah. Kualitas gambarnya bagus dan yang terpenting ada foto anak-anak di sekolah. Tadi pembayarannya sudah dikoordinasikan langsung melalui anak,” tambah ibu rumah tangga asal Tugu Kebon tersebut.
Potret Realita Sosial di Brebes
Momen di SMPN 3 Brebes ini menjadi potret nyata dinamika sosial di tengah masyarakat. Peran keluarga besar (extended family) seringkali menjadi penyelamat dan jembatan bagi keberlanjutan pendidikan anak-anak yatim maupun anak-anak dari orang tua migran.
Kehadiran sosok seperti Quratul Aini membuktikan bahwa meski figur orang tua kandung berhalangan, limpahan kasih sayang dari keluarga terdekat mampu menjadi fondasi kuat bagi masa depan generasi muda di Kabupaten Brebes.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
BREBES, DN-II Skema pemberdayaan masyarakat lokal dalam proyek pembangunan pabrik PT SHT mulai menuai sorotan tajam. Meski melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Karang Taruna, kerja sama ini menyisakan persoalan serius terkait dugaan keterlambatan pembayaran kepada vendor material yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
Proyek yang berlokasi di perbatasan Desa Ketanggungan dan Desa Dukuhturi ini awalnya digadang-gadang sebagai motor penggerak ekonomi desa. Namun, realitanya sejumlah mitra pemasok justru merasa dirugikan oleh sistem manajemen keuangan pengelola.
Pembagian Wilayah Kerja
Lurah Ketanggungan, Fatoni, memberikan klarifikasi terkait pembagian porsi kerja di area tersebut. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan lembaga desa telah dibagi berdasarkan kesepakatan wilayah guna menjaga kondusivitas antarwarga.
“Posisi pabrik ini berada di dua wilayah desa. Untuk menjaga keseimbangan, kegiatan di wilayah Desa Ketanggungan dikelola melalui BUMDes, sementara untuk wilayah Desa Dukuhturi dikelola oleh Karang Taruna,” ujar Fatoni saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (20/12/2025).
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sejauh ini, kontribusi kedua lembaga tersebut mencakup pembangunan infrastruktur dasar. BUMDes Ketanggungan diketahui sedang mengerjakan proyek irigasi tersier, sedangkan Karang Taruna Desa Dukuhturi bertanggung jawab atas pembangunan talud di area pabrik.
Vendor Menjerit: Piutang Mengendap 6 Bulan
Di balik progres fisik yang terlihat berjalan, tersimpan keluhan dari para pemasok material. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah vendor mulai mengeluhkan ketidakpastian sistem pelunasan yang melenceng jauh dari perjanjian awal.
Salah satu vendor penyedia batu belah dan pasir melaporkan bahwa tagihan mereka belum dibayarkan selama 5 hingga 6 bulan. Padahal, dalam komitmen awal, pihak pengelola menjanjikan pembayaran cair dalam waktu dua minggu setelah barang dikirim.
Kondisi ini mulai mengganggu arus kas (cash flow) para pengusaha lokal yang menjadi mitra penyedia bahan bangunan.
Tanggapan Pihak Kelurahan
Menanggapi isu kemacetan pembayaran tersebut, Fatoni mengaku tidak mengetahui secara mendetail urusan dapur atau teknis keuangan internal pengelola proyek di lapangan.
“Kami memantau sejauh pengerjaan masih berjalan, tentu kami mendukung BUMDes kami. Namun, terkait detail teknis di dalamnya, termasuk masalah pembayaran kepada vendor, kami tidak mengetahui secara persis,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola BUMDes maupun Karang Taruna terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab mandeknya aliran dana kepada para vendor tersebut.
Reporter: Teguh
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
BREBES, DN-II Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Polres Brebes menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi 2025 di Lapangan Tri Brata Mapolres Brebes, Jumat (19/12/2025) siang.
Apel ini dipimpin langsung oleh Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Brebes.
Kegiatan ini merupakan tahap pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana prasarana (sarpras) yang akan diterjunkan selama 14 hari kedepan, mulai dari 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
Dalam amanat Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. yang dibacakan oleh Kapolres Brebes, ditekankan bahwa mobilitas masyarakat tahun ini diprediksi meningkat 7,97% dibanding tahun lalu, dengan pergerakan mencapai 119,5 juta orang secara nasional.
“Selain aspek keamanan (kamtibmas), tantangan tahun ini adalah potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan data BMKG, puncak musim hujan bertepatan dengan momen Nataru, sehingga kesiapsiagaan terhadap bencana alam seperti banjir dan longsor harus diutamakan di titik-titik rawan,” ujar AKBP Lilik Ardhiansyah saat membacakan amanat tersebut.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sebelum memulai amanat, Kapolres juga mengajak seluruh peserta apel menundukkan kepala sejenak mendoakan para korban bencana alam yang saat ini sedang melanda wilayah Sumatera dan daerah lainnya di tanah air.
Untuk wilayah hukum Polres Brebes, sebanyak 310 personel Polri diterjunkan dengan dukungan penuh dari TNI (Kodim 0713/Brebes), Dishub, Satpol PP, BPBD, Dinkes, serta mitra kamtibmas seperti Banser, Senkom, dan Kokam.
Polres Brebes telah memetakan 16 titik pos strategis untuk melayani masyarakat, yang terdiri dari:
1 Pos Terpadu, 6 Pos Pengamanan (Pospam) Jalur, 3 Pos Pelayanan (Posyan), 5 Pospam Gereja (Fokus sterilisasi dan keamanan ibadah)
Serta 1 Pospam Objek Wisata (dilengkapi dengan 6 Subpospam) dimasing – masing wilayah.
Mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas, Polres Brebes menyiagakan Tim Urai yang disebar di empat titik krusial, yakni Jalur Pantura, Jalur Tengah, Jalur Selatan, dan Ruas Jalan Tol.
Pemanfaatan teknologi traffic counting juga akan digunakan untuk menentukan rekayasa lalu lintas secara tepat dan terukur.
Usai apel, Kapolres bersama Wakil Bupati Brebes Wurja, S.E., Kasdim 0713/Brebes Mayor Aris Khaerudin, dan unsur Forkopimda lainnya melakukan pengecekan kendaraan dinas untuk memastikan seluruh armada dalam kondisi prima sebelum beroperasi di lapangan.
Operasi Lilin Candi 2025 diharapkan dapat menjamin rasa aman bagi umat Kristiani yang menjalankan ibadah Natal serta masyarakat yang menikmati libur pergantian tahun di wilayah Kabupaten Brebes. (Red/Hms).
Menjemput Langit: Lima Kunci Meraih Sukses Berkelimpahan dan Berkah
Oleh: Redaksi/Opini
WWW.DETIK-NASIONAL.COM II Di tengah deru ambisi kota besar, sukses sering kali direduksi menjadi sekadar deretan angka di saldo rekening atau menterengnya jabatan di kartu nama. Kita terjebak dalam perlombaan tanpa henti, mengejar fatamorgana materialisme yang sering kali meninggalkan kekosongan di batin. Namun, bagi mereka yang telah mengecap asam garam kehidupan, ada sebuah kesadaran yang muncul: kesuksesan sejati bukanlah tentang seberapa tinggi kita mendaki, melainkan seberapa harmonis resonansi antara ikhtiar di bumi dan restu dari langit.
Menyelaraskan ambisi pribadi dengan rida Sang Pencipta memang menantang, namun bukan mustahil. Ada lima pilar utama—sebuah “jalur langit”—yang menjadi kunci untuk meraih hidup yang tidak hanya berkelimpahan, tetapi juga berkah.
1. Orang Tua: Keramat Hidup dan Episentrum Rida
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam hierarki kesuksesan, bakti kepada orang tua berada di posisi puncak yang tak tawar-menawar. Secara spiritual, mereka adalah “wakil” Tuhan di dunia. Sering kali, pintu rezeki yang tertutup rapat bukan karena kurangnya kerja keras, melainkan karena adanya ganjalan dalam hubungan dengan orang tua. Menjadikan doa mereka sebagai bahan bakar utama dalam setiap langkah adalah strategi paling jitu untuk membuka jalan kemudahan yang mustahil ditembus oleh logika semata.
2. Membunuh Ketamakan dengan Perisai Syukur
Sifat serakah (greedy) adalah racun yang merusak ketenangan. Di dunia yang menuntut segalanya serba instan, rasa syukur sering kali terlupakan. Padahal, syukur bukan berarti pasif atau berhenti berjuang. Syukur adalah sebuah frekuensi mental yang menjadi magnet bagi nikmat yang lebih besar. Dengan menikmati setiap tahapan proses, seseorang membangun kedewasaan mental agar tidak “kaget” saat kesuksesan besar itu benar-benar tiba.
3. Sedekah: Investasi Tanpa Risiko Inflasi
Sedekah adalah satu-satunya bentuk investasi yang tidak mengenal kerugian atau inflasi. Konsepnya melampaui logika matematika: kita memberi untuk menerima. Menariknya, balasan dari langit tidak selalu berupa uang tunai. Sering kali, “dividen” sedekah hadir dalam bentuk kesehatan, perlindungan dari musibah, atau munculnya solusi tak terduga tepat pada saat kita berada di titik nadir. Jangan menunggu kaya untuk memberi; berilah agar Anda “diperkaya” oleh keadaan.
4. Welas Asih: Menembus Batas Kemanusiaan
Keberkahan hidup tidak datang secara eksklusif dari hubungan antarmanusia. Empati harus meluas mencakup seluruh makhluk bernyawa. Memberi makan hewan jalanan atau merawat alam yang rusak adalah bentuk komunikasi sunyi dengan Pencipta alam semesta. Diyakini, saat kita mengasihi penghuni bumi, para penghuni langit pun akan ikut mendoakan keberkahan bagi langkah kaki kita.
5. Muhasabah: Menyadari Bahwa Tuhan Tidak Pernah Salah
Saat badai ujian menerjang, ego manusia cenderung mencari kambing hitam dan menyalahkan keadaan. Namun, kunci kemenangan sejati adalah introspeksi diri (muhasabah). Kesulitan hidup sering kali merupakan “alarm” spiritual yang mengingatkan kita akan adanya hak orang lain—seperti zakat atau janji—yang mungkin terabaikan. Alih-alih menggugat takdir, bersimpuh dan mengakui kelemahan di hadapan-Nya adalah langkah awal untuk bangkit kembali dengan kekuatan yang lebih besar.
Pada akhirnya, sukses yang berkelimpahan adalah buah dari kerja keras yang dibungkus dengan ketulusan. Kita tidak sedang berlari sendirian; ada kekuatan besar yang mengatur segalanya. Maka, jemputlah kesuksesan itu di langit, dan biarkan ia membumi dalam bentuk keberkahan yang meneduhkan bagi sesama.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Oleh: Casroni
Cilacap, Detik Nasional – Pemerintah Desa Palugon, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, menyalurkan Bantuan Biaya Pendidikan kepada siswa kurang mampu yang dilaksanakan di Aula Balai Desa Palugon, Jumat (19/12/2025).
Bantuan tersebut diberikan kepada 20 siswa SMP PGRI 7 Wanareja yang berdomisili di Desa Palugon. Program ini bersumber dari Bantuan Keuangan yang Bersifat Khusus (Bansus) Tahun Anggaran 2025 sebagai bentuk perhatian pemerintah desa terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Kepala Desa Palugon, Tasja Al Suryana, melalui Sekretaris Desa Palugon, Casro, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas tersalurnya bantuan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa berkomitmen mendukung pendidikan, khususnya bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu.

“Alhamdulillah, hari ini Pemerintah Desa Palugon menyalurkan bantuan keuangan khusus kepada 20 siswa dan siswi SMP PGRI 7 Wanareja yang berasal dari Desa Palugon. Bantuan diserahkan secara langsung kepada para penerima di Aula Balai Desa, dengan masing-masing siswa menerima dana sebesar Rp1.647.600,” ujar Casro.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kebutuhan pendidikan, seperti pembelian perlengkapan sekolah serta kebutuhan penunjang kegiatan belajar, ungkapnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Melalui program bantuan pendidikan ini, Pemerintah Desa Palugon diharapkan mampu meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus mendorong semangat belajar siswa agar dapat meraih prestasi yang lebih baik ke depannya.
Reporter: Dani
Kota Tegal, DN-II Kapolres Tegal Kota, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, memimpin apel gelar pasukan menjelang Operasi Lilin Candi 2025 di halaman Mapolres Tegal Kota, Jumat (19/12/2025) sore.
Apel tersebut dihadiri Wali Kota Tegal dan Danlanal Tegal, serta diawali dengan doa bersama untuk korban bencana alam di Sumatra dan Aceh, sekaligus memohon keselamatan bagi seluruh masyarakat.
Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan bahwa perayaan Natal dan Tahun Baru merupakan agenda rutin yang mendorong peningkatan aktivitas masyarakat, mulai dari ibadah hingga liburan.
“Puncak aktivitas ini bertepatan dengan cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, sehingga pengamanan harus dilakukan secara ekstra,” ujarnya.
Kapolres menegaskan bahwa pengamanan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pelayanan serta respons cepat terhadap setiap laporan dan informasi dari masyarakat. “Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat merayakan liburan dengan aman dan nyaman,” katanya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menurut Kapolres, pengamanan akan dipusatkan di sejumlah titik vital, seperti gereja, pusat perbelanjaan, terminal, dan lokasi wisata.
“Polri bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Binamarga untuk mengoptimalkan pengaturan lalu lintas, disertai peningkatan deteksi dini terhadap potensi teror,” jelasnya.
Selain itu, pam swakarsa juga dilibatkan untuk mendukung pengamanan pada jam-jam rawan dan mempercepat pelayanan. Seluruh informasi kepada masyarakat, mulai dari pesan keamanan, kondisi cuaca, hingga rekayasa lalu lintas, akan disampaikan secara terbuka.
Sementara itu, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menekankan bahwa Kota Tegal memiliki posisi strategis sebagai kota Central sekaligus penyangga dan transit bagi daerah sekitarnya.
“Kami berharap Kota Tegal tetap menjadi kota yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat maupun para pendatang,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan arus kunjungan diperkirakan terjadi mulai 25 Desember hingga 5 Januari. 
Oleh karena itu, lanjutnya Pemerintah Kota Tegal bersama aparat keamanan menyiapkan pengamanan maksimal dengan melibatkan seluruh unsur dan berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
“Keamanan ruang publik harus dipastikan tetap terjaga, termasuk di pusat perbelanjaan dan objek wisata yang menjadi tujuan utama masyarakat,” tutupnya.
Ia berharap perayaan Natal dapat berlangsung dengan penuh kebersamaan, sehingga Kota Tegal tetap menjadi kota yang toleran, ramah, nyaman, serta saling menghormati antarumat beragama.
“Termasuk saat malam Tahun Baru, kami mengimbau masyarakat agar tetap tertib, mematuhi aturan lalu lintas, menghindari euforia berlebihan, serta meningkatkan kewaspadaan demi menjaga keamanan bersama dan mencegah tindak kejahatan,” ujar Wali Kota. ( S. Bimantoro ,)
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
JAKARTA, DN-II 19 Desember 2025- Skandal pencurian karya jurnalistik yang menimpa Redaksi Cyber Nasional kini memicu mobilisasi kekuatan pers nasional. Tidak tanggung-tanggung, dua organisasi besar, IWO Indonesia dan PRIMA, menyatakan kesiapannya untuk menerjunkan tim pengacara guna membantu tim hukum Cyber Nasional menyeret oknum media “parasit” ke ranah pidana.
Wakil Ketua Umum IWO Indonesia, Ali Sopyan, menegaskan bahwa tindakan pencurian karya redaksi lain sebagai sampul berita adalah murni tindak pidana. Sebagai bentuk solidaritas, Ali Sopyan menyatakan bahwa IWO Indonesia siap memberikan bantuan pengacara jika Cyber Nasional membutuhkannya untuk mengawal kasus ini hingga ke meja hijau.
Senada dengan itu, Ketua Umum Perkumpulan Pimpinan Redaksi Indonesia Maju (PRIMA) juga menegaskan bahwa hal tersebut adalah murni pidana. PRIMA secara resmi menyatakan kesiapan mereka untuk mengirimkan tim hukum guna memperkuat barisan pengacara Cyber Nasional dalam menindak tegas pelanggaran Hak Cipta dan etik tersebut.
Pimpinan Redaksi Cyber Nasional, Bung Jhon, menilai dukungan ini sebagai bukti bahwa praktik jurnalisme “gelap” di Banggai Laut tidak boleh dibiarkan. Ia menyebut serangan visual ini sebagai bentuk kepanikan atas investigasi Pajak Ganda Galian C yang didukung bukti rekaman suara otentik Bappenda.
“Mereka menyerang secara sepihak tanpa konfirmasi dan tanpa data. Ironisnya, karena tidak punya data untuk membantah, mereka justru mencuri identitas visual kami. Ini bukan hanya melanggar etik, tapi kejahatan intelektual,” tegas Bung Jhon.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dengan dukungan bantuan hukum dari IWO Indonesia dan PRIMA, Cyber Nasional kini mematangkan langkah Represif:
– Laporan Pidana Terpadu: Menggunakan UU No. 28/2014 tentang Hak Cipta dan UU ITE. Ketua Umum PRIMA dan Waketum IWO Indonesia sepakat ini adalah delik pidana murni.
– Gugatan Etik Berat: Melaporkan pengabaian prinsip Cover Both Sides dan jurnalisme tanpa data ke Dewan Pers.
– Tuntutan Maaf Terbuka: Peringatan terakhir bagi oknum media tersebut untuk segera meminta maaf secara terbuka atau menghadapi tuntutan hukum berlapis.
Bung Jhon menegaskan bahwa bantuan pengacara dari organisasi nasional adalah bukti bahwa kebenaran tidak berdiri sendiri. “Kami tidak akan mundur. Kegaduhan ini tidak akan menghapus fakta kebocoran anggaran pajak Galian C yang kami miliki. Dengan dukungan penuh IWO Indonesia dan PRIMA, kami pastikan pelaku pencurian karya ini akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum. Lawan atau Ditindas!” tutupnya.*(Red),
Banyumas, DN-II Hari bela negara merupakan momentum teguhkan komitmen menjaga kedaulatan dan kebutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini tertuang dalam amanat Presiden Republik Indonesia, Jumat (19/12/2025).
Dalam amanat ini yang dibacakan Kepala Staf Korem (Kasrem) 071/Wijayakusuma Letkol Armed Purba Sudibyo, peringatan Hari Bela Negara merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen seluruh elemen bangsa.
Setiap tanggal 19 Desember, lanjut yang dibaca Kasrem, bahwa bangsa Indonesia mengenang berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada tahun 1948.
”Peristiwa bersejarah tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat bela negara mampu menjaga Indonesia tetap berdiri di tengah ancaman agresi militer,” kata Kasrem masih dalam kutipan amanat Presiden RI.
Peringatan Hari Bela Negara ke-77 tahun ini mengusung tema ‘Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju’. tema ini mengingatkan ke seluruh elemen bangsa, bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai melalui kesiapsiagaan, disiplin, dan ketangguhan seluruh rakyat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Lebih lanjut disampaikan, cinta tanah air harus diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari membantu sesama yang tertimpa bencana, menjaga ruang digital dari hoaks, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. “Hingga berkontribusi aktif dalam pembangunan sesuai peran dan profesi masing-masing,” ujarnya.
Melalui peringatan Hari Bela Negara ke-77 ini, Korem 071/Wijayakusuma berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat, menjaga persatuan, serta mengabdi demi Indonesia yang kuat, Indonesia yang maju, dan Indonesia yang mampu bangkit menghadapi setiap tantangan.

Upacara dipimpin oleh Kasrem 071/Wijayakusuma Letkol Arm Purba Sudibyo dan diikuti oleh para prajurit serta PNS Makorem 071/Wijayakusuma, termasuk Balak Aju Kodam IV/Diponegoro jajaran Korem 071/Wijayakusuma. Kehadiran seluruh peserta mencerminkan soliditas dan komitmen bersama dalam menjaga keutuhan bangsa. (Penrem071) **
BANYUMAS, DN-II Di atas lahan seluas 1.600 meter persegi, harapan mulai ditanam di Desa Kaliori. Bukan sekadar bangunan, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kaliori disiapkan sebagai ruang tumbuh bagi ekonomi warga dan masa depan desa.
Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Lukman Hakim, didampingi Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf D. Samosir, menapakkan kaki di lokasi pembangunan KDMP, Kamis siang (18/12/2025).
Peninjauan itu bukan hanya soal progres fisik, tetapi tentang memastikan bahwa setiap pondasi yang dibangun benar-benar berpihak pada rakyat.
Desa Kaliori dihuni oleh 11.200 jiwa dengan 4.000 kepala keluarga, tersebar di 5 dusun, 8 RW, dan 57 RT. Di tengah kehidupan masyarakat itulah, gedung KDMP dirancang berdiri dengan lima gerai usaha dan satu gudang, dikelola oleh sekitar 30 anggota koperasi yang membawa harapan bagi banyak keluarga lainnya. 
Kolonel Inf Lukman Hakim menegaskan bahwa koperasi harus menjadi tempat warga saling menguatkan, bukan sekadar tempat bertransaksi. “Koperasi lahir dari semangat kebersamaan. Jika dikelola dengan jujur dan sungguh-sungguh, manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat,” kata Danrem Kolonel Inf Lukman Hakim.
Ditempat yang sama, Kepala Desa Kaliori Dino Sudjanto mengungkapkan adanya KDMP ini, TNI sebagai pelopor dan ia pun berterima kasih kepada jajaran TNI khususnya Korem 071/Wijayakusuma dan Kodim 0701/Banyumas.
”Bagi saya, peran TNI di desa ini sangat dominan dan untuk koperasi TNI sebagai pelopor. Harapanku koperasi ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata Dino.
Kehadiran TNI dalam mendampingi pembangunan KDMP Kaliori menjadi penegas bahwa pembangunan desa bukan hanya tentang bangunan, melainkan tentang kehadiran, kepedulian, dan komitmen untuk rakyat.
Dari Kaliori, harapan itu perlahan dibangun, setegak tembok, setulus niat, dan setangguh kebersamaan. (Penrem071)
