Beranda » Jawa Tengah » Halaman 66

Jawa Tengah

BREBES, DN-II Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Brebes menjatuhkan vonis 5 bulan penjara kepada Ardiansyah, terdakwa kasus perusakan di area Mapolres Brebes. Meski terdakwa masih berstatus sebagai pelajar, proses hukum tetap ditempuh melalui peradilan dewasa karena faktor usia.

Hakim sekaligus Juru Bicara PN Brebes, Nurahmat, mengonfirmasi bahwa putusan tersebut telah dibacakan dalam persidangan baru-baru ini.

“Perkara perusakan di Polres atas nama terdakwa Ardiansyah sudah diputus. Hakim menjatuhkan hukuman lima bulan penjara,” ujar Nurahmat saat memberikan keterangan di kantor PN Brebes, didampingi Panitera Muda Hukum, Moh. Iqbal, Jumat (20/2/2026).

Alasan Penggunaan Peradilan Dewasa

Kasus ini sempat menarik perhatian lantaran status terdakwa yang masih menempuh pendidikan di bangku sekolah. Namun, Nurahmat menegaskan bahwa parameter yang digunakan pengadilan bukanlah status sosial atau pendidikan, melainkan usia biologis saat tindak pidana terjadi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Berdasarkan fakta persidangan, Ardiansyah diketahui telah berusia 19 tahun, meski ia masih tercatat sebagai siswa kelas 3 di sekolahnya.

“Perlu dicatat bahwa ini masuk dalam perkara dewasa, bukan perkara anak. Hal ini dikarenakan usia terdakwa sudah lebih dari 18 tahun. Meskipun pihak sekolah telah mengirimkan surat pernyataan bahwa yang bersangkutan masih aktif bersekolah, secara hukum usia 19 tahun sudah melewati batas minimal usia Anak,” jelas Nurahmat.

Menjalani Masa Tahanan di Lapas Brebes

Pihak PN Brebes memastikan seluruh proses persidangan berjalan transparan sesuai prosedur hukum acara pidana. Dengan vonis ini, terdakwa diharapkan dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya atas insiden perusakan di markas kepolisian tersebut.

Sesaat setelah putusan dibacakan, Ardiansyah langsung dieksekusi untuk menjalani masa hukuman. “Terdakwa saat ini sudah berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes untuk menjalani masa pidananya,” tambah pihak pengadilan.

Hingga berita ini diturunkan, status putusan tersebut dinilai telah memiliki kekuatan hukum tetap, kecuali jika ada upaya hukum lanjutan klo sudah berkekuatan hukum tetap maka tidak ada upaya hukum banding.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Dinas Sosial Kabupaten Brebes menunjukkan respons cepat dalam menangani dua bencana alam yang terjadi secara simultan: banjir luapan di Kecamatan Losari dan fenomena tanah bergerak di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog. Meski jajaran pimpinan sedang menjalankan agenda kedinasan di luar kota, dipastikan penyaluran bantuan di lapangan tetap berjalan tanpa hambatan.  (20/2/2026).

Darurat Tanah Bergerak: 176 KK Dievakuasi ke Lokasi Aman

Situasi paling kritis terpantau di Dukuh Bojong Sari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog. Fenomena tanah bergerak dilaporkan terjadi dengan intensitas tinggi—hampir setiap menit—sehingga mengancam keselamatan warga. Medan yang sulit dan status wilayah yang sempat terisolasi menjadi tantangan utama tim evakuasi.

Demi keselamatan jiwa, sebanyak 176 Kepala Keluarga (KK) telah direlokasi. Titik pengungsian dipusatkan di Pondok Pesantren Al Munawir, Dukuh Limbangan.

“Kami memilih titik ini karena struktur tanahnya terbukti stabil dan kapasitasnya memadai untuk menampung warga dalam jumlah banyak,” ujar Tarsono, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Brebes.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Banjir Perbatasan: Logistik Darurat untuk Losari

Di wilayah pesisir, banjir merendam tiga desa di Kecamatan Losari, termasuk Desa Losari Lor dan Desa Losari Kidul. Begitu menerima laporan dari BPBD dan Camat setempat, Dinas Sosial segera menerjunkan tim Bidang Dayasos.

Sebagai langkah awal, bantuan logistik darurat berupa nasi bungkus langsung didistribusikan kepada warga terdampak. Mengingat posisi Losari yang berada di perbatasan provinsi, Dinsos kini berkoordinasi dengan pihak PSDA wilayah Cirebon dan Brebes untuk penanganan teknis luapan air.

Fasilitas Pengungsian dan Stok Logistik

Untuk menjamin kesejahteraan para pengungsi di Sirampog, Dinas Sosial telah menyiagakan fasilitas pendukung di lokasi pengungsian, antara lain:

Dapur Umum: Beroperasi penuh di Dukuh Limbangan untuk menyuplai kebutuhan konsumsi.

Hunian Darurat: Pendirian 2 unit tenda umum dan 3 unit tenda keluarga.

Bantuan Sandang: Penyaluran pakaian layak pakai untuk dewasa dan anak-anak.

Ketahanan Pangan: Stok logistik mencakup 1.200 paket makanan siap saji, minyak goreng, dan bahan pokok lainnya.

Koordinasi Real-Time di Tengah Agenda Luar Kota

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Aksi cepat ini tetap berjalan efektif meski jajaran pimpinan Dinas Sosial tengah menghadiri rapat koordinasi mengenai MOU Kube (Kelompok Usaha Bersama) APBD 1 di Semarang. Kabid Pemberdayaan Sosial menegaskan bahwa sistem komando di lapangan sudah berjalan otomatis.

“Bencana tidak bisa menunggu. Meski kami sedang ada agenda di Semarang, instruksi penanganan langsung tersampaikan secara real-time. Tim di lapangan bergerak sigap untuk memastikan warga tidak kekurangan bantuan,” pungkas Tarsono.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

BREBES, DN-II Menunjukkan komitmen terhadap kebersihan dan kenyamanan publik, jajaran Polres Brebes bersama Pemerintah Kabupaten Brebes dan Kodim 0713 menggelar aksi kerja bakti massal pada Jumat pagi (20/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Lingkungan Asri Tingkat Kabupaten Brebes.

Acara yang dimulai pukul 07.30 WIB ini dipusatkan di jantung Kota Brebes, melibatkan sekitar 200 personel gabungan. Kehadiran para petinggi daerah menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga estetika dan kebersihan lingkungan kabupaten.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat utama, di antaranya Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes, M. Sodiq, Waka Polres Brebes, Kompol Purbo Adjar Waskito dan Danramil 01 Brebes.

Ratusan personel yang terlibat menyisir beberapa titik vital yang menjadi ikon dan wajah Kabupaten Brebes. Fokus pembersihan meliputi, kawasan Alun-alun Brebes, sepanjang Jalan Diponegoro dan sepanjang Jalan Ahmad Yani

Para peserta kerja bakti merupakan gabungan dari anggota Kodim 0713 Brebes, Polres Brebes, Sat Pol PP, hingga petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Kabupaten Brebes.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan sampah, tapi merupakan simbol sinergi kita semua dalam menciptakan lingkungan yang asri dan nyaman bagi masyarakat Brebes,” ujar salah satu perwakilan di sela-sela kegiatan.

Hingga berakhirnya acara, kondisi kawasan pusat kota kini nampak lebih bersih dan tertata pasca aksi gerakan lingkungan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ps Kasi Humas Polres Brebes Iptu Indra Prasetyo yang juga mengikuti kegiatan menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap lingkungan sosial.

“Kegiatan Gerakan Lingkungan Asri ini bukan sekadar agenda seremonial pembersihan jalan, melainkan upaya kami untuk menanamkan budaya hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat. Kami ingin memberikan contoh bahwa sinergitas antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah hadir hingga ke aspek pemeliharaan lingkungan,,” ujar Kasi Humas.

“Kegiatan serupa juga berlangsung di Desa Cikuya Dimana TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Kodim 0713 Brebes sudah menginjak hari ke-10, Kini segala program baik Pemerintah Daerah maupun Polri ikut serta dalam menyengkuyung mensukseskan TMMD.” Tutupnya. (Rio/Hms)

BREBES, DN-II Suasana di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, mendadak riuh dengan tawa canda anak-anak pada Jumat (20/02/2026). Pemandangan menarik ini terjadi usai pelaksanaan sosialisasi pencegahan kebakaran yang merupakan bagian dari sasaran non-fisik TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes.

Sebagai bentuk apresiasi dan edukasi kedekatan, petugas Damkar Pos Kersana memperbolehkan anak-anak setempat untuk menaiki mobil pemadam kebakaran (Damkar). Kesempatan langka ini pun langsung disambut antusias oleh puluhan anak yang sudah menanti sejak pagi.

Tanpa rasa takut, anak-anak berebut naik ke atas mobil berkelir merah tersebut. Didampingi oleh petugas dan personel Satgas TMMD, mereka diperkenalkan dengan berbagai peralatan pemadam, mulai dari selang besar hingga sirine yang sesekali dibunyikan, menambah kemeriahan suasana.

Keceriaan terpancar jelas dari wajah mereka. Bagi anak-anak di pelosok Desa Cikuya, bisa menyentuh langsung dan duduk di dalam kabin mobil pemadam kebakaran adalah pengalaman istimewa yang jarang mereka dapatkan.

“Senang sekali bisa naik mobil pemadam! Ternyata mobilnya besar dan alatnya banyak,” seru salah satu anak dengan wajah sumringah.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, Serka Sagiman, yang turut mengawasi jalannya kegiatan, menyebutkan bahwa momen ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari metode edukasi “belajar sambil bermain”.

“Kami ingin menanamkan jiwa keberanian dan mengenalkan profesi penyelamat kepada anak-anak sejak dini. Melalui pendekatan yang menyenangkan seperti ini, pesan-pesan tentang bahaya api akan lebih mudah diingat oleh mereka,” jelas Serka Sagiman.

Kegiatan ini membuktikan bahwa kehadiran Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes tidak hanya membawa perubahan fisik pada infrastruktur desa, tetapi juga mampu menghadirkan kebahagiaan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak sebagai generasi penerus.

Kepala Desa Cikuya, Bapak Sekod, yang turut menyaksikan momen tersebut, mengaku terharu melihat kedekatan aparat dengan anak-anak warga desanya.

“TMMD kali ini benar-benar membawa warna baru bagi desa kami. Anak-anak jadi punya cita-cita baru setelah melihat langsung kerja keras bapak-bapak TNI dan petugas Damkar,” pungkasnya.(Rio/Pradista)

BREBES, DN-II Upaya penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana terus digencarkan dalam rangkaian kegiatan non-fisik TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes. Pada Jumat (20/02/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes menggelar sosialisasi penanggulangan bencana alam yang menyasar ibu-ibu PKK Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula pertemuan desa ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang tangguh dan tanggap terhadap situasi darurat lingkungan.

Hadir sebagai narasumber utama, Bapak Sumitro Hadiprayogo, S.T., selaku Kasi Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Brebes. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa pemahaman mengenai deteksi dini bencana sangat penting, terutama di wilayah yang memiliki karakteristik geografis tertentu.

“Ibu-ibu memiliki peran sentral dalam keluarga. Dengan memahami langkah-langkah evakuasi dan penanggulangan awal, kita dapat meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerugian materil saat bencana terjadi,” ujar Sumitro Hadiprayogo.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Cikuya, Bapak Sekod, serta Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, Serka Sagiman. Kehadiran aparat kewilayahan ini menunjukkan soliditas dalam menyukseskan program TMMD Reguler ke-127.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kepala Desa Cikuya, Bapak Sekod, menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kodim 0713/Brebes dan BPBD atas edukasi yang diberikan kepada warganya.

“Kami sangat terbantu. Pengetahuan ini membuat warga kami, khususnya ibu-ibu PKK, lebih siap dan tidak panik jika sewaktu-waktu terjadi fenomena alam yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, Serka Sagiman, menambahkan bahwa sasaran non-fisik TMMD kali ini memang difokuskan pada pemberdayaan SDM.

“Pembangunan fisik seperti jalan memang penting, namun membangun mentalitas warga yang ‘Sadar Bencana’ adalah investasi jangka panjang untuk keselamatan seluruh warga Desa Cikuya,” tutup Serka Sagiman.(Rio/Pradista)

BREBES, DN-II Semangat pengabdian tanpa batas ditunjukkan oleh Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes. Meski memasuki bulan Ramadan, para personel tetap konsisten melaksanakan pekerjaan fisik pengecoran jalan di lokasi sasaran, Jumat (20/02/2026).

Kondisi cuaca dan ibadah puasa tidak menyurutkan ritme kerja anggota Satgas bersama masyarakat setempat. Panas terik justru dijawab dengan gotong royong yang semakin erat demi mengejar target waktu yang telah ditentukan.

Danki SSK Satgas TMMD Reguler ke-127, Kapten Inf Suwarno, menegaskan bahwa puasa bukanlah alasan untuk menurunkan produktivitas. Menurutnya, bekerja demi kesejahteraan rakyat adalah bagian dari ibadah itu sendiri.

“Puasa bukan penghalang bagi kami untuk tetap bekerja melaksanakan pengecoran jalan. Justru di bulan yang penuh berkah ini, semangat anggota semakin berlipat ganda karena kami tahu jalan ini sangat dinantikan oleh warga untuk akses ekonomi dan mobilitas sehari-hari,” ujar Kapten Inf Suwarno di lokasi proyek.

Secara terpisah, Komandan Kodim (Dandim) 0713/Brebes sekaligus Dansatgas TMMD, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para prajurit dan warga yang tetap bekerja maksimal di lapangan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Beliau menekankan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan meskipun dalam kondisi berpuasa. “Saya sangat mengapresiasi semangat pantang menyerah yang ditunjukkan di lapangan. Ini adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami memastikan bahwa meskipun sedang berpuasa, standar kualitas pengecoran tetap terjaga sesuai spesifikasi yang direncanakan,” ungkap Letkol Inf Ambariyantomo.(Rio/Pradista)

BREBES, DN-II Senyum sumringah terpancar dari wajah Pak Tarap (48), warga Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, saat berbincang hangat dengan Sertu Sodikin, anggota Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, pada Jumat (20/02/2026).

Pria yang sehari-harinya menggantungkan hidup sebagai petani dan peternak sapi ini mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas transformasi yang terjadi di desanya. Baginya, program TMMD tahun ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan jawaban atas kesulitan yang ia hadapi selama bertahun-tahun.

Salah satu poin utama yang disyukuri Pak Tarap adalah pengerjaan pengecoran jalan yang sedang berlangsung. Jalan tersebut merupakan akses utama yang ia lalui setiap hari untuk mencari rumput bagi ternak sapinya.

“Dulu jalannya susah, apalagi kalau hujan. Sekarang saya melihat jalan ini sedang dicor, rasanya senang sekali. Nanti kalau mau cari rumput atau angkut hasil tani jadi jauh lebih lancar dan tidak takut terpeleset lagi,” ujar Pak Tarap saat bercerita kepada Sertu Sodikin.

Tak hanya soal jalan, manfaat ganda dirasakan Pak Tarap melalui program TNI Manunggal Air. Sebagai peternak, kebutuhan air bersih sangatlah krusial untuk minum dan sanitasi sapi-sapinya. Berkat program ini, ketersediaan air di wilayahnya kini lebih terjamin.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, untuk urusan ternak sapi juga sekarang terbantu sekali dengan program TNI Manunggal Air. Airnya mengalir, sapi-sapi saya tidak susah lagi dapat air bersih. Terima kasih banyak Bapak-bapak TNI,” tambahnya.

Sertu Sodikin, yang setia mendengarkan keluh kesah dan cerita warga, menyampaikan bahwa tujuan utama TMMD adalah untuk menyejahterakan masyarakat desa.

“Mendengar langsung dampak positif dari warga seperti Pak Tarap adalah penyemangat bagi kami para prajurit di lapangan. Kami bekerja di sini memang untuk rakyat, memastikan akses jalan bagus dan air tersedia adalah prioritas kami,” tegas Sertu Sodikin.

Pengecoran jalan di Desa Cikuya merupakan salah satu sasaran fisik utama TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes yang diharapkan dapat mendongkrak roda perekonomian sektor pertanian dan peternakan di wilayah tersebut.(Rio/Pradista)

BREBES, DN-II Aksi simpatik ditunjukkan oleh personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes di tengah kesibukan pengerjaan fisik pengecoran jalan. Pada Jumat (20/02/2026), Sertu Sodikin spontan membantu Nunung (37), seorang warga setempat, mengangkat karung hasil panen gabah ke atas sepeda motornya.

Momen tersebut terjadi di sela-sela aktivitas alat berat dan para pekerja yang sedang mengejar target pembangunan jalan beton. Melihat Ibu Nunung yang kesulitan mengangkat karung gabah yang cukup berat sendirian, Sertu Sodikin langsung menghampiri dan memberikan bantuan.

Bagi Sertu Sodikin, membantu warga adalah bagian dari panggilan jiwa sebagai prajurit, terlebih di lokasi TMMD di mana kedekatan dengan masyarakat adalah kunci utama.

“Tugas kami di sini memang membangun jalan, tapi tujuan utamanya adalah membantu kesulitan rakyat. Melihat Ibu Nunung berjuang sendirian mengangkat hasil panennya, sudah kewajiban saya untuk turun tangan,” ujar Sertu Sodikin.

Ibu Nunung mengaku sangat terbantu dengan kehadiran anggota TNI di desanya. Menurutnya, keberadaan Satgas TMMD tidak hanya memberikan perubahan pada infrastruktur desa, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman karena sikap para prajurit yang sangat ringan tangan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Tadi sempat bingung mau angkat gabah ke motor sendirian. Alhamdulillah, ada Pak Tentara yang langsung bantu. Mereka orangnya baik-baik dan rajin bekerja,” ungkap Ibu Nunung dengan wajah sumringah.

Pengerjaan fisik pengecoran jalan dalam program TMMD Reguler ke-127 ini memang terus dikebut. Namun, Kodim 0713/Brebes selalu menekankan kepada seluruh personel bahwa interaksi sosial dan bantuan langsung kepada warga seperti yang dilakukan Sertu Sodikin adalah prioritas yang tidak boleh ditinggalkan.

Jalan yang sedang dicor ini nantinya diharapkan akan mempermudah mobilitas petani seperti Ibu Nunung dalam mengangkut hasil bumi, sehingga biaya transportasi dapat ditekan dan kesejahteraan ekonomi warga meningkat.(Rio/Pradista)

BREBES, DN-II Perubahan kebijakan jaminan kesehatan menuntut masyarakat untuk lebih teliti memahami alur birokrasi terbaru. Saat ini, sistem Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk pembiayaan kesehatan langsung telah dihapus dan dialihkan ke kepesertaan BPJS Kesehatan segmen PBPU Pemda atau PBI JK. (19/2/2026).

Pengecekan ‘Desil’ Jadi Syarat Utama

Berbeda dengan sistem SKTM lama yang berbasis surat keterangan perangkat desa, sistem baru ini mengandalkan data tingkat kesejahteraan masyarakat yang diukur melalui kategori Desil. Berdasarkan kebijakan terbaru, hanya warga yang masuk dalam kategori Desil 1 hingga 5 yang berhak mendapatkan bantuan iuran dari Pemerintah Daerah (PBPU Pemda).

“Untuk proses pengurusannya, warga cukup membawa KTP dan KK. Namun, kami harus mengecek data Desil pasien terlebih dahulu. Jika masuk Desil 1 sampai 5, proses bantuan bisa dilanjutkan. Untuk Desil 6 hingga 10, secara otomatis tidak masuk kategori bantuan,” jelas staf layanan kesehatan setempat.

Mekanisme Reaktivasi PBI JK (Pusat)

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Penting bagi masyarakat untuk membedakan antara bantuan daerah (Pemda) dan bantuan pusat (PBI JK). Reaktivasi kartu yang non-aktif hanya bisa dilakukan untuk segmen PBI JK dengan ketentuan sebagai berikut:

Syarat Administrasi: Melampirkan SKTM dari desa/kelurahan dan surat keterangan dokter yang menyatakan pasien menderita penyakit kronis, katastropik, atau dalam kondisi darurat medis.

Lokasi Pengurusan: Proses reaktivasi dapat dilakukan melalui desa/kelurahan atau Dinas Sosial (Dinsos).

Ketentuan Desil Atas: Warga di Desil 6-10 tetap bisa melakukan reaktivasi PBI JK jika dalam kondisi darurat medis/kronis, dengan catatan wajib melakukan pemutakhiran data DTKS paling lambat 2 periode setelah kepesertaan diaktifkan.

Pengusulan Peserta Baru PBPU Pemda (Daerah)

Untuk warga yang tidak terdaftar di PBI JK pusat, pemerintah daerah menyediakan kuota PBPU Pemda. Diah Astutiningrum, Subkoordinator di bawah naungan Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) yang dipimpin Kabid dr. Arlinda Rosmelina, SH, menjelaskan bahwa istilah yang tepat untuk segmen daerah adalah “Pengusulan Peserta Baru”, bukan reaktivasi.

“Untuk PBPU Pemda, diprioritaskan bagi sasaran program kesehatan strategis, seperti ibu hamil tidak mampu, pasien gizi buruk/stunting, ODGJ, pasien DM, TB, kusta, hingga HIV,” ujar Diah Astutiningrum.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, jumlah peserta PBPU Pemda mengalami dinamika, yakni sebanyak 85.854 jiwa pada Desember 2025 dan menjadi 85.717 jiwa per Januari 2026.

Alur Pengurusan dan Masa Aktif Kartu

Masyarakat perlu memperhatikan bahwa kepesertaan ini tidak langsung aktif di hari yang sama:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dokumen Wajib: Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK).

Dokumen Pendukung: Surat keterangan dari desa tetap diperbolehkan sebagai pendukung pendaftaran.

Waktu Aktivasi: Kartu baru akan aktif pada bulan berikutnya (estimasi waktu tunggu satu bulan).

Masyarakat diimbau untuk segera mengecek status kepesertaan dan data kesejahteraannya di desa masing-masing sebelum jatuh sakit, mengingat adanya jeda waktu aktivasi dalam sistem ini. Untuk konsultasi lebih lanjut, warga dapat berkoordinasi dengan bagian Jaminan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Gelombang penonaktifan massal kepesertaan BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) memicu gejolak di Kabupaten Brebes. Tercatat, sebanyak 100.532 jiwa mendadak kehilangan jaminan layanan kesehatan gratis sejak akhir Januari hingga Februari 2026. Kondisi ini menciptakan kepanikan bagi warga miskin yang tengah menjalani pengobatan rutin.

Implementasi Inpres yang Dinilai “Pukul Rata”

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) mengenai optimalisasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun, eksekusinya di lapangan dikritik karena dianggap kaku dan kurang selektif.

Dampak paling fatal dirasakan oleh pasien dengan penyakit kronis, seperti gagal ginjal. Verifikasi data yang hanya berbasis angka dianggap mengabaikan kondisi riil “masyarakat miskin baru”.

“BPJS seharusnya tidak memutus sepihak. Harus ada verifikasi berbasis kondisi medis. Pasien cuci darah mungkin dulu mampu, tapi karena biaya pengobatan rutin, mereka jatuh miskin. Memutus kepesertaan mereka sama saja memutus harapan hidup,” ungkap salah satu narasumber dalam diskusi pelayanan kesehatan di Puskesmas setempat.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sengkarut Data: Siapa yang Bertanggung Jawab?

Ketidakjelasan mengenai instansi yang berwenang melakukan pemutakhiran data sempat memicu simpang siur. Selama ini, masyarakat kerap mengira validasi data berada di tangan Badan Pusat Statistik (BPS). Namun secara regulasi, penentuan desil kemiskinan dan kelayakan penerima bantuan sepenuhnya berada di bawah kendali Kementerian Sosial (Kemensos).

Lemahnya sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah sering kali berujung pada fenomena saling lempar tanggung jawab, yang pada akhirnya mengorbankan hak kesehatan warga.

Kontras Data PBI Pusat vs PBI Daerah

Menariknya, kepesertaan BPJS yang dibiayai oleh APBD (Pemerintah Daerah) terpantau jauh lebih stabil dibandingkan PBI pusat. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan utama terletak pada validasi data di tingkat kementerian, bukan pada ketersediaan anggaran daerah.

Tabel Perbandingan Kepesertaan PBI APBD Brebes:

Periode Jumlah Kepesertaan (Jiwa) Status

Desember 2025 85.854 Stabil

Januari 2026 85.717 Penurunan Tipis

Langkah Darurat dan Harapan Masyarakat

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Di tingkat akar rumput, tenaga kesehatan berupaya menjaga agar pelayanan tidak lumpuh. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, terus memimpin koordinasi agar Puskesmas tetap memberikan informasi jelas dan membantu proses reaktivasi warga, terutama bagi kasus darurat.

Masyarakat mendesak pemerintah untuk segera:

Mengevaluasi sistem penonaktifan agar tidak dilakukan secara mendadak tanpa pemberitahuan.

Membangun sistem verifikasi yang lebih humanis yang mempertimbangkan kondisi medis pasien.

Mempercepat sinkronisasi data antara Kemensos, Kemenkes, dan Pemerintah Daerah agar akses kesehatan tidak terputus di tengah jalan.

Reporter: Teguh

You cannot copy content of this page