Beranda » Kesehatan » Halaman 28

Kesehatan

KABUPATEN TEGAL, DN-II Inspektorat Daerah Kabupaten Tegal melalui Inspektur Pembantu Khusus (Irbansus) resmi melakukan pendalaman terkait aduan masyarakat mengenai dugaan penyelewengan pengelolaan keuangan di salah satu Pemerintah Desa (Pemdes). Langkah ini diawali dengan klarifikasi maraton terhadap belasan perangkat desa untuk memverifikasi laporan warga.

Fokus Pemeriksaan: Dana Rp240 Juta hingga Sewa Tanah

Pengendali Teknis Tim Irbansus, Murtadho, menyatakan bahwa kehadiran tim di lapangan merupakan tindak lanjut dari surat aduan warga yang masuk. Ia menegaskan bahwa pemeriksaan ini berfokus pada ranah administratif dan tata kelola keuangan desa.

“Kedatangan kami adalah tindak lanjut laporan warga. Ini pemeriksaan khusus untuk membedah tata kelola keuangan desa. Perlu digarisbawahi, ranah kami adalah administratif, bukan kasus pidana umum yang menjadi kewenangan Aparat Penegak Hukum (APH),” ujar Murtadho, Rabu (1/4/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat lima poin krusial yang menjadi materi pemeriksaan tim Irbansus:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Penyempurnaan aduan tertanggal 27 Maret 2026.

Dugaan ketidakjelasan penggunaan anggaran senilai kurang lebih Rp240 juta.

Pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dianggap bermasalah.

Alokasi dana Ketahanan Pangan.

Persoalan sewa tanah seluas 20 hektar yang diduga dananya tidak digunakan sesuai peruntukan.

Pelayanan Publik Dipastikan Tetap Berjalan

Dalam proses klarifikasi tersebut, tim mengundang 14 orang yang terdiri dari Kepala Desa dan perangkat desa setempat. Meski pemeriksaan berlangsung intensif, Murtadho menjamin fungsi pelayanan desa tidak terganggu.

“Dari 14 orang yang kami undang, dua orang tetap disiagakan di kantor desa agar pelayanan kepada masyarakat tidak lumpuh. Kami ingin pemeriksaan berjalan, namun hak publik mendapatkan pelayanan harus tetap prioritas,” tegasnya.

Secara struktural, tim ini bekerja di bawah koordinasi Kabid Irbansus, Daryanti, dan bertanggung jawab langsung kepada Inspektur Daerah Kabupaten Tegal, Said Nur.

Menuju Tahap Audit Investigasi

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Saat ini, penanganan perkara masih dalam tahap klarifikasi dan telaah. Mengingat adanya penyempurnaan aduan pada akhir Maret lalu, Irbansus bergerak cepat untuk memanggil pihak terkait guna mencari titik terang.

Hasil klarifikasi ini nantinya akan dilaporkan secara berjenjang kepada dinas terkait dan Camat. Pihak pelapor juga akan diundang untuk mendengarkan simpulan akhir.

“Dari hasil ini baru akan ditentukan, apakah akan ditingkatkan ke tahap audit investigasi atau pemeriksaan khusus lebih lanjut,” tutup Murtadho.

Inspektorat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga hasil audit resmi diterbitkan.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional melalui modernisasi alat pertanian, Babinsa Koramil 02/Jatibarang, Kodim 0713/Brebes, bersinergi dengan instansi terkait menyelenggarakan pelatihan operasional Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) di Desa Kalipucang, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Rabu (01/04/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini difokuskan pada pengoperasian Traktor Roda 4 dan Traktor Crawler. Pelatihan ini bertujuan agar kelompok tani penerima bantuan dapat memaksimalkan penggunaan teknologi pertanian guna meningkatkan efisiensi dan hasil panen di wilayah Kabupaten Brebes.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Sarpras Dinas Pertanian Brebes Ibu Unggul, STP, Babinsa Kalipucang Serda Yuni Yanto Abidin, Bhabinkamtibmas Kalipucang, Kepala Desa Kalipucang serta Perwakilan Kelompok Tani.

Dalam arahannya, Kabid Sarpras Dinas Pertanian Ibu Unggul, STP, menekankan pentingnya perawatan unit setelah operasional.


“Saya berharap melalui kegiatan ini dapat menambah pengetahuan tentang penggunaan Alsintan bagi para kelompok tani dengan memanfaatkan alat dan merawat dengan sebaik-baiknya sehingga kemandirian pangan di Desa Kalipucang dapat meningkat signifikan melalui adopsi teknologi pertanian yang tepat ujarnya.”Ujarnya.

Sementara itu, Serda Yuni Yanto Abidin selaku Babinsa setempat menegaskan bahwa pendampingan ini adalah wujud nyata TNI dalam mengawal distribusi bantuan pemerintah agar tepat sasaran dan tepat guna.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan para petani tidak hanya menerima barang, tapi juga mahir mengoperasikannya secara aman dan efisien. Traktor roda 4 dan tipe crawler ini sangat efektif untuk medan lahan di Kalipucang,” ujar Serda Yuni Yanto.

Pelatihan yang diikuti oleh perwakilan kelompok tani ini meliputi teori dasar, praktik lapangan, hingga simulasi pemeliharaan mesin. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan lancar, ditutup dengan sesi diskusi bersama para instruktur ahli dari tim Maxxi Pemalang. (Red/Pen0713)

Brebes, DN-II Sebagai langkah awal percepatan pembangunan infrastruktur perdesaan, tim gabungan dari unsur TNI dan Pemerintah Kabupaten Brebes melaksanakan survei lapangan rencana lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahun Anggaran 2027 di Desa Parereja, Kecamatan Banjarharjo, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi geografis serta menentukan titik koordinat sasaran fisik maupun non-fisik, guna memastikan program yang direncanakan tepat sasaran bagi masyarakat.

Camat Banjarharjo, Bapak Nanang Raharjo, dalam keterangannya menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral dalam pembangunan daerah.

“Kegiatan survei ini adalah bentuk komitmen kita bersama untuk memastikan bahwa program TMMD tahun 2027 nanti benar-benar menyentuh kebutuhan vital masyarakat. Kami dari pihak kecamatan mendukung penuh sinergi antara TNI dan Pemerintah Daerah agar aksesibilitas di wilayah Banjarharjo, khususnya Parereja, semakin baik guna mendukung roda ekonomi warga,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Parereja, Ibu Tuti Nurjanah, menyampaikan apresiasi dan harapan besarnya terhadap rencana program ini.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kami atas nama warga Desa Parereja sangat bersyukur dan menyambut baik rencana TMMD ini. Kehadiran program ini merupakan jawaban atas aspirasi warga kami yang sangat mendambakan perbaikan infrastruktur. Kami siap bergotong-royong bersama TNI demi kemajuan desa kami tercinta,” ujar Ibu Tuti.

Hadir dalam peninjauan tersebut perwakilan dari Kodim 0713/Brebes yang diwakili oleh Batih Ter Peltu Maulana R dan Serma Suyitno dari Koramil 14 Banjarharjo. Dari jajaran Pemkab Brebes, turut hadir Kabid Dinpermades Ibu Novi, Kabid BPMD Ibu Asri Novriarto S.T., M.T., Tim Baperlitbangda Bapak Anjas Asmara, Tenaga Ahli Kabupaten Ibu Fatina S.T., serta perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bapak Rifki Abadi.

Hasil survei lapangan ini nantinya akan menjadi dasar penyusunan proposal dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) agar pelaksanaan TMMD Sengkuyung TA 2027 berjalan efektif, efisien, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Brebes.(Red/Utsm)

BREBES, DN-II Kepolisian Resor (Polres) Brebes mempertegas komitmennya dalam mencetak generasi Polri yang berkualitas dengan menggelar kegiatan Pengambilan Sumpah dan Penandatanganan Pakta Integritas Penerimaan Terpadu Anggota Polri Tahun Anggaran 2026. Acara tersebut berlangsung khidmat di Aula Mapolres Brebes pada Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini merupakan langkah awal sekaligus fondasi utama untuk memastikan proses seleksi berjalan sesuai prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis). Hal ini selaras dengan instruksi Kapolri dalam penerimaan Taruna/i Akpol, Bintara, hingga Tamtama Polri tahun ini.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakapolres Brebes didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) mulai dari Kabag SDM, Kasiwas, Kasihumas, hingga Kasidokkes. Selain panitia internal, acara ini juga melibatkan pengawas eksternal, tenaga ahli, para orang tua, serta seluruh peserta seleksi guna menjamin transparansi di setiap lini.

Momen krusial dalam acara ini ditandai dengan pembacaan sumpah dan penandatanganan naskah pakta integritas oleh perwakilan panitia, pengawas, orang tua, dan peserta. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral agar proses rekrutmen terbebas dari praktik kecurangan, titipan, maupun gratifikasi.

Ps. Kasi Humas Polres Brebes, Iptu Indra Prasetyo, dalam keterangan persnya pada Rabu (01/04/2026), memaparkan data terkini jumlah pendaftar yang mengikuti tahapan seleksi awal ini.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 44 orang calon siswa yang telah mendaftarkan diri di Polres Brebes, dengan rincian sebagai berikut: Jalur AKPOL: 4 orang (3 Pria, 1 Wanita), BINTARA: 39 orang (31 Pria, 8 Wanita) dan TAMTAMA: 1 orang (Pria)

Melalui pakta integritas ini, Ps Kasi Humas menegaskan Polres Brebes berharap dapat terus membangun kepercayaan masyarakat (public trust). Institusi Polri berkomitmen untuk bertransformasi menjadi organisasi yang semakin profesional melalui sistem rekrutmen yang kompetitif dan berkeadilan.

“Kami ingin memastikan bahwa siapapun yang lulus nanti adalah putra-putri terbaik yang memiliki integritas tinggi. Kehadiran pengawas eksternal dan keterlibatan orang tua hari ini adalah bukti bahwa seleksi ini objektif dan tidak ada celah untuk ‘main mata’,” terang Iptu Indra Prasetyo.

Dengan pengawasan ketat dari pihak internal maupun eksternal, diharapkan para calon anggota Polri asal Brebes ini mampu melewati seluruh tahapan seleksi dengan kemampuan terbaik mereka, demi pengabdian kepada bangsa dan negara di masa depan. (Casroni/Hms)

BREBES, DN-II Momentum Idulfitri 1447 H menjadi sarana krusial bagi para pelaku usaha untuk memperkokoh ikatan persaudaraan sekaligus memperkuat sinergi ekonomi. Bertempat di area parkir truk Jalur Pantura, Desa Losari Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Paguyuban JANGKAR (Jalinan Komunikasi Pedagang Kerseman) sukses menyelenggarakan acara Halalbihalal pada Rabu (1/4/2026).

Acara yang berlangsung khidmat di kawasan UMKM tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Losari, perwakilan kedinasan, tokoh masyarakat, serta seluruh pedagang dari ujung barat hingga timur. Dengan mengusung tema “Dengan Halalbihalal, Kita Tingkatkan Silaturahim dan Nilai-Nilai Akidah Menuju Insan yang Bertakwa kepada Allah SWT”, kegiatan ini menjadi simbol kebangkitan ekonomi lokal yang religius.

Visi Menuju Insan Bertakwa dan Mandiri

Ketua Panitia Penyelenggara, Riyanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wadah untuk menyelaraskan geliat bisnis dengan nilai-nilai spiritual.

“Kami ingin komunikasi antar-pedagang tetap terjaga secara harmonis. Lebih dari itu, momentum ini menjadi titik balik untuk memperbaiki kualitas akidah, sehingga profesi kita sebagai pedagang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga bernilai ibadah,” ujar Riyanto.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Paguyuban JANGKAR, Subur (yang akrab disapa Kembu), mengingatkan kembali perjuangan panjang para pedagang. Ia menekankan bahwa berdirinya sentra UMKM saat ini adalah buah dari dedikasi kolektif dan proses birokrasi yang panjang.

“Harapan kita satu, agar UMKM ini terus berjalan sukses hingga bisa diwariskan ke anak cucu kita nanti. Kekuatan kita dalam bersatu adalah kunci utama. Mari kita jaga kerukunan agar tetap kondusif demi menjamin kesejahteraan keluarga pedagang,” tutur Subur optimis.

Sinergi Aturan dan Harmoni Lapangan

Acara ini juga menjadi ajang koordinasi antara pedagang dengan pihak otoritas terkait. Perwakilan dari unsur keamanan dan kedinasan yang hadir memberikan apresiasi sekaligus pesan penting mengenai pemanfaatan lahan, baik milik KAI maupun Pemerintah Daerah.

Asep Pihak kedinasan menekankan tiga pesan kunci bagi para pedagang, Jaga Keamanan: Menjamin kondusifitas lingkungan sekitar dan Patuhi Regulasi Taat pada aturan paguyuban maupun pemerintah.

Rawat Fasilitas: Bertanggung jawab penuh atas sarana yang tersedia.

“Secara pribadi saya memohon maaf, namun secara kedinasan, tugas adalah amanah. Ketegasan di lapangan semata-mata demi keamanan dan ketertiban kita semua agar tidak terjadi pelanggaran regulasi yang dapat merugikan pedagang sendiri,” tegas Asep perwakilan kedinasan dalam pidatonya.

Optimisme Pembangunan Ekonomi Lokal

Pembina Paguyuban JANGKAR, Dede Munaji (Depox), menyatakan rasa syukur atas kelancaran acara tersebut. Ia berharap semangat soliditas yang ditunjukkan anggota tetap membara meski di tengah dinamika ekonomi yang menantang.

“Saya sangat berterima kasih kepada para tamu undangan. Saya berharap rekan-rekan selalu optimis dan tetap solid di bawah naungan Paguyuban JANGKAR,” imbuh Dede.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana dinamis dengan dominasi atribut warna oranye dan merah, mencerminkan semangat kolaborasi. Paguyuban JANGKAR kini terus berfokus pada tiga pilar utama: penguatan silaturahmi, peningkatan kesejahteraan kolektif, dan internalisasi nilai akidah dalam etika perdagangan sehari-hari.

Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi ramah tamah, menandai babak baru bagi para pedagang di wilayah Losari untuk terus berkembang dalam harmoni dan ketaatan aturan.

Reporter: Teguh
Penulis/Editor: Casroni

KOTA TEGAL, DN-II Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal untuk menyemarakkan HUT ke-446 Kota Tegal pada 12 April mendatang.

Dengan mengusung tema “Tegal Tangguh Pantang Ngangluh”, ia menegaskan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar seremonial, melainkan momentum memperkuat kebersamaan dan semangat membangun, di mana ASN harus tampil sebagai teladan menumbuhkan karakter masyarakat yang kuat, pantang menyerah, dan penuh kesabaran.

“ASN harus menjadi teladan dalam menumbuhkan semangat tersebut, sehingga peringatan HUT Kota Tegal bukan sekadar seremonial, melainkan momentum memperkuat kebersamaan dan semangat membangun,” tuturnya saat menyampaikan amanat pada Apel Bersama Akhir Bulan Maret 2026 di Halaman Pendopo Ki Gede Sebayu, Selasa (31/3) pagi.

Selain itu, dalam momentum apel bersama ini, tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa purna tugas, tetapi juga bagian dari semangat kebersamaan menyambut hari jadi kota.

Dalam amanatnya, Tazkiyyatul menyampaikan rasa hormat atas pengabdian panjang ASN yang telah menorehkan sejarah pembangunan Kota Tegal.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Masa purna tugas adalah tonggak pencapaian penuh dedikasi. Terima kasih atas kerja keras dan loyalitas yang menjadi teladan bagi generasi berikutnya. Semoga masa purna tugas membawa kebahagiaan bersama keluarga,” ujarnya.

Selain itu, Wakil Wali Kota juga memberikan selamat kepada ASN yang menerima SK Kenaikan Pangkat. Menurutnya, pencapaian tersebut adalah wujud penghargaan atas prestasi, disiplin, dan pengabdian yang telah ditunjukkan.

“Semoga semakin memotivasi untuk terus berkarya dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.

Selanjutnya memasuki triwulan kedua tahun 2026, Tazkiyyatul mengingatkan seluruh ASN agar semakin fokus melaksanakan program kerja yang telah direncanakan. Ia menekankan pentingnya disiplin, kerja keras, dan kerja cerdas demi pencapaian target pembangunan.(* S. Bimantoro )

BREBES, DN-II Sebanyak 1.293 calon jemaah haji asal Kabupaten Brebes kini memasuki tahap persiapan akhir. Ribuan jemaah tersebut dijadwalkan mulai diberangkatkan menuju Tanah Suci pada bulan April 2026 mendatang.

Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Brebes, Akhmad Nizam Baequni, M.Pd., menyatakan bahwa meski tanggal pasti keberangkatan masih dalam proses finalisasi, koordinasi lintas sektor terus diperketat untuk menjamin kelancaran rukun Islam kelima ini.

Keberagaman Usia: Antara Semangat Muda dan Ketangguhan Lansia

Tahun ini, komposisi jemaah haji Brebes mencerminkan keberagaman usia yang mencolok. Data resmi mencatat:

Jemaah Tertua: Berusia 86 tahun.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Jemaah Termuda: Berusia 16 tahun.

Rentang usia yang lebar ini menjadi fokus utama panitia, terutama dalam aspek mitigasi kesehatan. “Kesenjangan usia ini menuntut pelayanan dan pendampingan ekstra, khususnya bagi para lansia, agar mereka tetap nyaman dan sehat selama menjalani prosesi ibadah yang menguras fisik,” ujar Nizam, Senin (31/3/2026).

Petugas TPHD: Kompetensi Nasional dan Kemampuan Bahasa

Terkait kesiapan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD), Nizam yang juga memiliki rekam jejak sebagai mantan Komisioner KPU selama lima tahun ini menjelaskan bahwa tim telah terbentuk di bawah koordinasi Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Brebes.

Seleksi petugas dilakukan dengan standar kompetensi nasional yang ketat, meliputi:

Syarat Pembimbing Ibadah: Wajib sudah berstatus Haji.

Petugas Umum: Menitikberatkan pada kompetensi teknis dan manajerial.

Kemampuan Bahasa: Petugas diwajibkan menguasai Bahasa Arab dan Bahasa Inggris untuk mempermudah jalur koordinasi dan komunikasi selama di Arab Saudi.

Logistik dan Aturan Ketat Barang Bawaan

Saat ini, para jemaah telah mulai menerima koper resmi melalui Islamic Center. Nizam mengimbau para jemaah untuk disiplin terhadap regulasi penerbangan internasional demi keselamatan bersama:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Peringatan Barang Bawaan:

Dilarang Keras: Membawa benda tajam dalam bentuk apa pun di dalam tas kabin/jinjing.

Dibatasi: Barang konsumsi seperti rokok diperbolehkan namun dalam jumlah terbatas sesuai aturan kepabeanan.

“Kami berharap seluruh persiapan yang matang ini dapat membantu jemaah fokus beribadah secara khusyuk dan kembali ke tanah air sebagai Haji yang mabrur,” pungkasnya.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

TEGAL, DN-II Kasus dugaan perusakan lahan kebun timun di Desa Brekat, Kabupaten Tegal, yang sempat “jalan di tempat” selama dua tahun, kini menemui titik terang. Pihak kepolisian dikabarkan akan segera melakukan gelar perkara setelah rampungnya Operasi Ketupat Candi 2026.

Kabar ini membawa angin segar bagi pelapor, Untung Suradi, yang selama ini memperjuangkan kepastian hukum atas kerugian besar yang dialaminya sejak tahun 2024 lalu.

Menanti Kepastian Hukum

Untung Suradi menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan koordinasi dan cross-check data terkait pelaporan yang sebelumnya ia layangkan ke Polres Tegal. Berdasarkan informasi terbaru yang ia terima, pihak kepolisian berkomitmen untuk menindaklanjuti kasus ini dalam waktu dekat.

“Informasi yang saya peroleh, Polres Tegal akan melakukan gelar perkara segera setelah Operasi Ketupat Candi 2026 berakhir. Kami ingin memastikan data dan kronologi perusakan tanah kas desa tersebut diproses dengan transparan,” ujar Untung saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (31/3/2026).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kronologi Sengketa: Diduga Libatkan Oknum Kades

Konflik ini bermula dari sengketa pemanfaatan lahan kas desa seluas 0,5 hektar. Lahan tersebut merupakan bagian dari total 2 hektar tanah yang disewa Untung dari mantan Kepala Desa sebelumnya, Purwanto, dengan nilai sewa Rp15.000.000 per tahun.

Namun, saat kepemimpinan desa berganti, terjadi perselisihan terkait pengosongan lahan. Untung mengaku sebenarnya sudah berupaya menempuh jalan kekeluargaan dengan menawarkan kompensasi tambahan sebesar Rp3.000.000 agar tanaman timunnya tidak digusur sebelum masa panen tiba.

“Kami hanya meminta waktu satu bulan lagi agar tanaman bisa dipanen dan modal kembali. Setelah itu, silakan tanah diambil kembali oleh desa. Namun, pihak Kades baru tetap memaksa pengosongan hingga terjadi perusakan secara massal,” keluh Untung.

Bukti Video dan Kerugian Fantastis

Pihak pelapor mengklaim telah mengantongi bukti kuat berupa rekaman video dan foto di lokasi kejadian yang memperlihatkan sekitar 15 orang melakukan perusakan tanaman secara bersama-sama.

Ada beberapa fakta krusial yang turut dilaporkan ke pihak berwajib:

Dugaan Keterlibatan Aparat: Terdapat oknum pelaku perusakan yang diduga menggunakan seragam dinas saat kejadian.

Pengakuan Pekerja: Para pekerja di lokasi mengaku diperintah langsung oleh Kepala Desa yang baru dengan upah Rp100.000 per hari dan uang makan Rp10.000.

Kerugian Materiel: Akibat pemusnahan tanaman timun yang hampir memasuki masa panen tersebut, Untung mengaku mengalami kerugian mencapai Rp90.000.000.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kami berharap ada kepastian hukum dan keadilan. Klien kami sudah merugi besar, dan kami menunggu janji pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus yang sudah menggantung selama dua tahun ini,” pungkasnya.

Reporter: Teguh

Tangerang Selatan, DN-II Aroma peredaran obat keras golongan G di wilayah Tangerang Selatan kian meresahkan. Sebuah kios yang dikenal dengan sebutan “Raja” diduga kuat menjadi pusat koordinasi distribusi obat terlarang jenis Tramadol dan Excimer. Meski aktivitas ini berlangsung semi-terbuka, tindakan tegas dari Aparat Penegak Hukum (APH) dinilai masih minim progres.

​Berdasarkan investigasi lapangan, kios tersebut diduga menjual sediaan farmasi tanpa izin edar dan tanpa keahlian medis. Ironisnya, konsumen utama dari bisnis ilegal ini didominasi oleh kalangan remaja.

​”Aktivitas mereka sudah seperti menjual permen. Anak-anak muda keluar masuk dengan bebas. Kami warga merasa was-was, lingkungan kami dikotori praktik ilegal, tapi seolah ada pembiaran,” ujar seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan, Selasa (31/3/2026).

​Jerat Hukum UU Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023

​Praktik peredaran obat keras secara bebas bukan sekadar pelanggaran ketertiban umum, melainkan tindak pidana serius. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, pelaku dapat dijerat dengan pasal berlapis:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Pasal 435: Mengatur bahwa setiap orang yang memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar keamanan, khasiat/kemanfaatan, dan mutu dapat dipidana penjara paling lama 12 tahun atau denda maksimal Rp5 miliar.

​Pasal 436 (Ayat 2): Menegaskan bahwa setiap orang yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan namun melakukan praktik kefarmasian (termasuk menjual obat keras) dapat dipidana denda paling banyak Rp500 juta.

​Pasal 138: Secara tegas mewajibkan bahwa sediaan farmasi berupa obat dan bahan obat harus memiliki izin edar dan memenuhi standar yang ditetapkan Pemerintah Pusat.

​Desakan Penindakan dan Transparansi APH

​Keberadaan kios “Raja” yang diduga berperan sebagai koordinator distribusi menjadi ujian bagi kredibilitas Polres Tangerang Selatan dan Polda Metro Jaya. Publik mempertanyakan mengapa titik distribusi yang sudah teridentifikasi warga belum tersentuh hukum secara signifikan.

​Masyarakat kini mendesak BPOM dan kepolisian untuk melakukan penindakan komprehensif, bukan sekadar razia administratif. Warga menuntut pengusutan hingga ke aktor intelektual di balik jaringan “Raja”.

​”Jangan tunggu jatuh korban jiwa atau peningkatan kriminalitas remaja akibat obat-obatan ini baru bertindak. Kami butuh aksi nyata, tangkap mafianya, bukan sekadar menutup kios sementara,” tegas salah satu tokoh pemuda setempat.

​Hingga berita ini dirilis, pihak kepolisian setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah konkret yang akan diambil. Sikap bungkam otoritas terkait dikhawatirkan akan memperburuk krisis kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di wilayah Tangerang Selatan.

​Redaksi terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak berwenang guna mendapatkan informasi yang berimbang.

​(Redaksi/Tim)

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

TOKYO, DN-II Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan resmi ke Jepang dengan memenuhi undangan Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi. Pertemuan tingkat tinggi ini berlangsung di Istana Akasaka, Tokyo, pada Selasa (31/03/2026).

​Setibanya di pelataran Istana Akasaka, Presiden Prabowo disambut langsung oleh PM Sanae Takaichi dalam sebuah upacara penyambutan resmi yang berlangsung khidmat. Prosesi tersebut diwarnai dengan penghormatan kenegaraan yang mencerminkan kedalaman hubungan diplomatik serta kemitraan strategis antara Indonesia dan Jepang.

​Pertemuan Bilateral di Ruang Asahi-no-ma

​Setelah prosesi penyambutan dan perkenalan delegasi dari masing-masing negara, kedua pemimpin beranjak menuju ruang Asahi-no-ma untuk menggelar pertemuan bilateral.

​Dalam pembukaannya, PM Takaichi menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan Presiden Prabowo dan menegaskan pentingnya posisi Indonesia sebagai mitra kunci di kawasan Asia Tenggara. Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat pemerintah Jepang.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​”Hubungan ini bukan sekadar diplomasi, melainkan persahabatan yang berakar kuat. Saya juga merasa sangat terhormat atas kesempatan berbincang dengan Kaisar Jepang sebelumnya,” ujar Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut.

​Agenda Penutup dan Pernyataan Bersama

​Fokus utama pertemuan ini meliputi penguatan kerja sama di sektor ekonomi, teknologi hijau, serta stabilitas keamanan kawasan. Sebagai penutup rangkaian agenda resmi, kedua pemimpin dijadwalkan untuk:

​Pernyataan Pers Bersama: Memberikan keterangan terkait poin-poin kesepakatan di ruang Sairan-no-ma.

​Jamuan Santap Siang: Menghadiri jamuan resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah Jepang untuk menghormati kunjungan delegasi Indonesia.

​Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum krusial dalam mempercepat implementasi berbagai proyek strategis yang melibatkan kedua negara di masa depan.

​Red/Sumber: BPMI Setpres

Tag: #KemensetnegRI
#RilisPresiden
#PrabowoSubianto
#DiplomasiRI
#IndonesiaJepang

You cannot copy content of this page