Beranda » Kesehatan » Halaman 60

Kesehatan

BREBES, DN-II Pendidikan adalah hak segala bangsa, tak terkecuali bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Hal inilah yang ditegaskan oleh pihak SMAN 3 Brebes terhadap salah satu siswanya, Mohammad Kadafi yang saat ini berstatus sebagai warga binaan di Lapas Brebes. (23/2/2026).

Meski raga terbatasi jeruji besi, semangat belajar Muhamad Kadafi tidak dibiarkan padam. Pada kunjungan terbaru ke Lapas Brebes, perwakilan guru SMAN 3 Brebes,Fahri Amad Rido Murdianto dan indah Kurniawati guru SMAN 3 Brebes , hari senin 23 pebruari 2026 menegaskan bahwa pihak sekolah berkomitmen penuh untuk mengawal pendidikan siswanya hingga lulus.

Fasilitasi Belajar Mandiri dan Ujian Akhir

Dalam kunjungannya, Fahri Amad Rido Murdianto dan indah Kurniawati guru SMAN 3 Brebes menyerahkan tambahan referensi belajar berupa buku paket dan LKS untuk mendukung proses belajar mandiri Muhamad Kadafi di dalam Lapas. Tak tanggung-tanggung, seluruh materi untuk 16 mata pelajaran diberikan secara lengkap.

“Kami dari pihak sekolah akan tetap memfasilitasi semaksimal mungkin. Tadi kami membawakan buku-buku tambahan, lengkap untuk semua mata pelajaran agar dia bisa belajar mandiri di dalam,” ujar Fahri Amad Rido Murdianto dan indah Kurniawati guru sman3 Brebes.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kadafi, yang saat ini duduk di kelas 12, dijadwalkan akan mengikuti ujian sekolah sebagai syarat kelulusan. Pihak sekolah memastikan bahwa hak pendidikannya tetap setara dengan siswa lainnya.

Lulus sebagai Siswa SMAN 3 Brebes

Salah satu poin penting yang ditegaskan dalam pertemuan tersebut adalah mengenai status kelulusan. Meski mengikuti proses belajar dan ujian dari dalam Lapas, Kadafi tetap akan dinyatakan sebagai lulusan SMAN 3 Brebes, bukan lulusan instansi lain.

Rencananya, ujian akan dilaksanakan pada:

Tanggal: Mulai 30 April (Tepat setelah libur Lebaran).

Metode: Ujian di dalam Lapas dengan pengawasan dan koordinasi antara pihak sekolah dan Lapas Brebes.

Pesan Harapan dari Sekolah

Pihak SMAN 3 Brebes berharap agar fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Kadafi. Pendidikan diharapkan menjadi modal utama bagi siswa tersebut untuk menata masa depan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa tahanannya.

Upaya ini menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga pendidikan dan lembaga pemasyarakatan dalam menjamin keberlangsungan masa depan generasi muda, terlepas dari kekhilafan yang pernah dilakukan.

Reporter: Teguh

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Brebes, DN-II Di balik sirine ambulans desa yang kerap membelah jalanan di wilayah Tegal dan sekitarnya, ada sosok-sosok tangguh yang bekerja dalam diam. Salah satunya adalah Pak Jono, seorang pria berusia di atas 50 tahun yang mengabdikan dirinya sebagai sopir mobil siaga atau ambulans Desa Yamansari, Kecamatan Lebaksiu.

Meski usianya tak lagi muda, semangat Pak Jono dalam membantu sesama tidak luntur. Sudah hampir dua tahun lamanya ia dipercaya memegang kemudi mobil siaga desa tersebut untuk melayani warga yang membutuhkan pertolongan medis darurat.

Mengawal Pasien Tumor Menjemput Harapan

Baru-baru ini, terlihat Pak Jono kembali menjalankan tugas rutinnya. Ia mengantarkan seorang pasien pria yang menderita tumor untuk mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit rujukan.

“Ini sedang mengantar pasien tumor, rujukan dari Rumah Sakit Singkil,” ujar Pak Jono dengan nada rendah namun penuh kesiagaan saat ditemui di sela tugasnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Bagi Pak Jono, perjalanan kali ini bukanlah yang pertama. Ia mengaku sudah sering bolak-balik mengantarkan pasien yang sama untuk menjalani kontrol medis. Setidaknya, sudah empat hingga lima kali ia mengawal pasien tersebut demi mendapatkan penanganan yang memadai.

Fokus pada Keselamatan, Bukan Sekadar Tugas

Saat ditanya mengenai detail medis pasien, seperti jenis tumor atau prosedur kemoterapi yang akan dijalani, Pak Jarno menjawab dengan bijak dan rendah hati. Fokus utamanya bukanlah pada data medis, melainkan pada keselamatan dan ketepatan waktu sampai di tujuan.

“Kurang paham kalau itu (detail tindakan medis), itu sudah urusan pasien dan keluarga. Tugas saya fokus mengantar dengan selamat sampai tujuan,” tambahnya.

Dedikasi Pak Jono menjadi potret nyata betapa pentingnya keberadaan ambulans desa dan sosok sopir yang siap sedia kapan pun dibutuhkan. Baginya, menjadi sopir ambulans bukan sekadar profesi, melainkan bentuk pengabdian kepada warga Desa Yamansari agar mereka mendapatkan akses kesehatan yang lebih cepat dan layak.

Mengenai kapasitas penanganan di RSUD Brebes, Direktur drg. Adhi Supriyadi, M.Kes., memberikan klasifikasi penting terkait jenis layanan yang tersedia:

Benjolan Biasa (Tumor): RSUD Brebes sudah memiliki kemampuan dan fasilitas untuk menangani kasus benjolan atau tumor umum.

Kanker: Untuk penanganan kanker (yang bersifat ganas), pihak rumah sakit menyatakan belum memulai layanan tersebut karena saat ini masih dalam proses melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

Reporter: Teguh

Brebes, DN-II Anggota Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes terus memperkuat sinergi dengan elemen masyarakat di lokasi sasaran. Bertempat di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Satgas TNI melakukan pendekatan persuasif dengan merangkul generasi muda yang tergabung dalam Karang Taruna Abhinaya Dharma, Senin (23/02/2026).

Dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 45 pemuda setempat tersebut, Serda Djoko Santoso hadir mewakili Satgas TMMD untuk memberikan arahan dan imbauan terkait peran strategis pemuda dalam menyukseskan pembangunan desa.

Serda Djoko Santoso menegaskan bahwa kehadiran TNI dalam program TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur jalan atau jembatan, melainkan juga membangun mentalitas pemudanya.

“Generasi muda adalah motor penggerak. Infrastruktur yang kami bangun di Desa Cikuya ini akan sia-sia jika tidak dirawat dan dimanfaatkan oleh pemudanya. Kami ingin Karang Taruna Abhinaya Dharma menjadi pelopor perubahan di desa ini,” ujar Serda Djoko di hadapan para pengurus.

Ketua Karang Taruna Abhinaya Dharma, Ramadhan (29), menyambut baik arahan yang diberikan oleh pihak Satgas. Menurutnya, kehadiran TNI di desa mereka memberikan motivasi baru bagi para pemuda untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dari Kodim 0713/Brebes. Arahan dari Serda Djoko sangat membakar semangat kawan-kawan. Kami siap mendukung penuh setiap tahapan TMMD hingga selesai dan memastikan pemuda Cikuya tetap solid,” tegas Ramadhan.

Kegiatan yang berlangsung akrab ini ditutup dengan diskusi santai mengenai rencana kerja bakti bersama antara TNI dan pemuda pada sisa waktu program TMMD Reguler ke-127 di wilayah tersebut.(Rio/Pradista)

Brebes, DN-II Kebahagiaan terpancar jelas dari wajah Ibu Gunah (50) dan putrinya, Ibu Suherti (38), saat memanen padi di hamparan sawah mereka pada Senin (23/02/2026). Selain hasil panen yang melimpah, ada alasan lain yang membuat semangat mereka berlipat ganda: akses jalan yang kini sudah mulus.

Program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes telah berhasil menyulap jalan usaha tani yang dulunya sulit dilewati menjadi akses transportasi yang layak. Kini, kendaraan pengangkut hasil bumi bisa langsung menjangkau area persawahan tanpa hambatan.

Ibu Gunah menceritakan betapa sulitnya perjuangan mereka di masa lalu. Sebelum adanya perbaikan jalan dari program TMMD, mengangkut hasil panen adalah tantangan fisik yang berat.

“Kalau dulu, padi harus dipanggul manual sampai ke jalan besar baru bisa dinaikkan ke kendaraan. Jauh dan capek sekali,” kenang Ibu Gunah saat ditemui di sela-sela aktivitas menggepyok (merontokkan) padi.

Kini, pemandangan tersebut berganti. Kendaraan pengangkut dapat masuk hingga mendekati titik panen, menghemat waktu serta tenaga para petani secara signifikan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kehadiran Babinsa, Serda Djoko Santoso, di tengah-tengah petani saat masa panen menambah suasana kekeluargaan. Ibu Gunah pun tidak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para prajurit TNI yang telah bekerja keras membangun desa mereka.

“Terima kasih untuk TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes karena sudah membuat bagus jalan kami. Ini sangat membantu rakyat kecil seperti kami,” pungkasnya dengan senyum lebar.

Perbaikan jalan ini diharapkan tidak hanya memudahkan proses panen, tetapi juga meningkatkan perputaran ekonomi warga desa melalui distribusi hasil pertanian yang lebih cepat dan efisien.(Rio/Pradista)

Brebes, DN-II Memasuki bulan suci Ramadhan, kemanunggalan TNI dengan rakyat tidak hanya terlihat pada pembangunan fisik, tetapi juga melalui pendekatan spiritual. Personel Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes melaksanakan ibadah shalat Tarawih berjamaah bersama warga di Mushola Riyadhul Huda, Desa Cikuya, Senin (23/02/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan emosional dan menjaga suasana kondusif di lokasi sasaran TMMD. Di tengah kesibukan mengerjakan sasaran fisik di siang hari, para prajurit tetap meluangkan waktu untuk beribadah dan berbaur dengan masyarakat setempat.

Salah satu personel Satgas yang hadir, Pratu Rifqi Ramadhani, menyampaikan bahwa momen ibadah bersama ini adalah cara terbaik untuk mengenal warga lebih dekat.

“Selain menjalankan kewajiban sebagai muslim, shalat berjamaah di Mushola Riyadhul Huda ini menjadi sarana kami untuk berkomunikasi sosial dengan warga. Kami ingin masyarakat merasa bahwa TNI adalah bagian dari keluarga mereka,” ujar Pratu Rifqi setelah pelaksanaan ibadah.

Kehadiran para prajurit di mushola disambut hangat oleh tokoh agama dan jamaah Desa Cikuya. Suasana khidmat menyelimuti rangkaian ibadah, mulai dari shalat Isya hingga Tarawih dan Witir.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan jalinan persaudaraan antara TNI dan warga Desa Cikuya semakin kokoh, sehingga pelaksanaan program TMMD dapat berjalan lancar dengan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat hingga selesai nanti.(Rio/Pradista)

Brebes, DN-II Pembangunan jalan rabat beton dalam program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes membawa secercah harapan baru bagi para petani di Desa Cikuya. Salah satunya dirasakan oleh Pak Yunus (55), seorang petani anggur setempat yang merasa sangat terbantu dengan akses jalan baru yang kini melintasi area perkebunannya, Senin (23/02/2026).

Bagi Pak Yunus, perbaikan jalan ini bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan jaminan keamanan bagi kualitas hasil panennya. Selama ini, kondisi jalan yang rusak menjadi kendala utama saat mengangkut buah anggur yang dikenal memiliki tekstur rentan rusak jika terguncang terlalu hebat di perjalanan.

“Alhamdulillah Pak, jalan di desa kami sudah diperbaiki. Saya sangat senang karena jalan ini tepat melewati lahan kebun anggur saya. Kalau panen nanti, saya tidak takut lagi buah anggur rusak saat dibawa untuk dijual karena jalannya sudah halus,” ungkap Pak Yunus dengan wajah berseri.

Melihat potensi tanah di Desa Cikuya yang sangat cocok untuk tanaman anggur, Pak Yunus juga menitipkan harapan besar kepada Satgas TMMD dan pemerintah daerah. Ia berharap, selain pembangunan fisik, ada pula program non-fisik berupa sosialisasi atau pelatihan budidaya anggur bagi warga.

Menurutnya, prospek ekonomi tanaman anggur ke depan sangat menjanjikan dan bisa menjadi komoditas unggulan Desa Cikuya jika dikelola dengan teknik yang benar.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Tanaman anggur ini prospek ekonominya bagus dan sangat cocok ditanam di sini. Kami berharap ada pelatihan agar warga lain juga bisa membudidayakannya dengan maksimal,” tambahnya.

Harapan Pak Yunus ini menjadi masukan berharga bagi Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes dalam menyusun agenda penyuluhan, guna memastikan kemanunggalan TNI-Rakyat tidak hanya membangun jalan, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa.(Rio/Pradista)

BREBES, DN-II Aktivitas pengangkutan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gandasuli Senin 23 Pebruari 2026 dilaporkan mulai berdenyut kembali sejak Sabtu pekan lalu. Sebelumnya, pelayanan pengangkutan sampah dari pemukiman warga sempat lumpuh total selama lebih dari satu minggu akibat kerusakan alat berat di lokasi pembuangan. (23/2/2026).

Kondisi ini sempat memicu penumpukan sampah di berbagai titik wilayah operasional, mulai dari pemukiman warga hingga area transit sampah.

Keluhan Petugas Lapangan: Antre Berjam-jam

Bapak Abdullah (46), salah satu petugas pengangkut sampah mandiri yang melayani sekitar 50 rumah di jalur menuju TPA Gandasuli, mengungkapkan betapa beratnya dampak kerusakan alat tersebut bagi pendapatannya.

“Kalau normal, saya bisa angkut sampai 4 rit sehari. Tapi kemarin pas rusak, satu atau dua rit saja sudah syukur. Sampah menumpuk di rumah warga lebih dari seminggu karena kami memang tidak bisa buang ke dalam,” ujar Abdullah.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Senada dengan Abdullah, Mas Yayat (40), petugas kebersihan yang telah mengabdi selama 10 tahun di area Saditan, menyebutkan bahwa kendala utama saat ini adalah efisiensi waktu. Meski TPA sudah dibuka, para petugas gerobak harus bersabar menunggu truk pengangkut.

“Kami harus menunggu truk untuk oper sampah dari gerobak. Kalau truknya telat atau tertahan antrean di TPA, kami bisa menunggu 4 sampai 5 jam di lokasi. Benar-benar habis di waktu,” keluh Yayat.

Penyebab Utama dan Kondisi Terkini

Lumpuhnya TPA Gandasuli dipicu oleh kerusakan alat berat yang berfungsi menata gunungan sampah di lokasi. Hal ini menyebabkan truk tidak bisa masuk ke area bongkar muat secara optimal.

Saat ini, meski alat berat sudah mulai beroperasi, kendala baru muncul berupa antrean panjang. Hal ini disebabkan oleh banyaknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan petugas kebersihan dari berbagai wilayah (seperti Brebes dan Gandasuli) yang bergerak serentak untuk membersihkan sisa penumpukan sampah selama sepekan terakhir.

Rekomendasi Solusi dari Akar Rumput

Berdasarkan pengalaman langsung di lapangan, para petugas berharap pemerintah daerah dan pihak pengelola TPA segera mengambil langkah strategis agar kejadian serupa tidak terulang:

Ekspansi Lahan: Perlunya pembukaan TPA baru atau perluasan lahan Gandasuli mengingat daya tampung yang kian kritis.

Modernisasi Alat Berat: Perbaikan fasilitas dan perawatan rutin alat berat agar tidak sering mengalami kerusakan fatal.

Penambahan Armada: Menambah unit truk pengangkut untuk mempercepat sirkulasi sampah dari pemukiman menuju TPA.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Manajemen Koordinasi: Perbaikan sistem antrean dan koordinasi antarwilayah agar tidak terjadi penumpukan kendaraan pengangkut di satu waktu yang sama.

Masyarakat diimbau untuk bersabar sementara para petugas berjibaku menyelesaikan tumpukan sampah yang sempat tertahan, sembari berharap ada solusi jangka panjang bagi manajemen sampah di wilayah Gandasuli dan sekitarnya.

Reporter: Teguh

JAKARTA BARAT, DN-II Di balik deretan rak pemerah pipi dan produk kecantikan yang tampak normal di kawasan Kali Anyar, Tambora, tersembunyi sebuah rahasia gelap yang menggerogoti masa depan generasi muda. Toko-toko kosmetik ini diduga kuat hanyalah kamuflase bagi transaksi ilegal obat keras Golongan G, seperti Tramadol dan Eximer.

Investigasi Lapangan: Kosmetik Hanya Kedok

Hasil penelusuran tim investigasi pada Kamis malam (19/2/2026) mengungkap anomali yang mencolok. Meski papan nama toko menjajakan produk kecantikan, arus pembeli yang datang didominasi oleh pemuda yang sama sekali tidak melirik bedak atau gincu. Mereka datang demi “pil penenang” yang dijual bebas tanpa resep dokter—sebuah transaksi bawah tanah yang dilakukan secara terang-terangan di tengah pemukiman padat.

Misteri Sosok “Ojan”: Kebal Hukum atau Tak Tersentuh?

Keresahan warga kian membuncah seiring mencuatnya nama “Ojan”, pria yang disebut-sebut sebagai aktor intelektual di balik jaringan distribusi obat haram di wilayah tersebut. Namun, hingga saat ini, sosok Ojan seolah menjadi hantu yang tak tersentuh. Belum ada langkah konkret dari aparat untuk menyeretnya ke meja hijau, memicu spekulasi liar di tengah masyarakat bahwa sang bandar memiliki “pelindung”.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Banyak anak muda bolak-balik ke sana. Kami sudah sering mengeluh, tapi seolah ada tembok besar yang melindungi mereka. Jangan sampai ada ‘main mata’ yang membuat mereka bebas merusak lingkungan kami,” ujar seorang warga berinisial SR yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Pola “Buka-Tutup” dan Pertaruhan Taring APH

Sorotan tajam kini tertuju pada Polres Metro Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya. Masyarakat mulai mempertanyakan komitmen aparat dalam memberantas peredaran zat terlarang ini. Fenomena toko yang sempat ditindak namun kembali beroperasi dalam hitungan hari menimbulkan sinisme publik: Apakah penggerebekan hanya sekadar formalitas?

Sesuai dengan UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, perdagangan obat keras tanpa izin adalah pelanggaran pidana berat. Namun, warga menilai penindakan sejauh ini hanya menyentuh “kaki tangan” kecil, sementara akarnya tetap dibiarkan tumbuh subur.

Tuntutan Masyarakat: Tiga Langkah Nyata

Masyarakat Tambora menuntut BPOM DKI Jakarta dan kepolisian untuk berhenti melakukan patroli simbolis dan segera mengambil tindakan radikal:

Sidak Serentak & Penutupan Permanen: Menutup total seluruh toko berkedok kosmetik yang terbukti melanggar tanpa celah untuk beroperasi kembali.

Bongkar Akar Distribusi: Menangkap pemasok utama dan aktor di balik layar—seperti sosok Ojan—bukan hanya penjaga toko yang sering dijadikan “tumbal”.

Transparansi Kasus: Membuka akses informasi kepada publik mengenai perkembangan proses hukum agar tidak berhenti di tahap pembinaan semata.

Generasi muda di Kali Anyar kini berada di ujung tanduk. Jika hukum hanya tajam saat kasus menjadi viral di media sosial, maka fungsi aparat sebagai pelindung masyarakat patut dipertanyakan. Hukum harus tegak lurus, termasuk bagi mereka yang merasa kuat karena nama besar atau pengaruh materi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

(Redaksi/Tim)

TEGAL, DN-II Suasana khidmat menyelimuti pengajian rutin yang digelar di kawasan Mejasem , Kramat, Kabupaten Tegal. Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Lukman Hakim menyampaikan pesan-pesan mendalam mengenai persiapan batin dan amaliah utama menyambut bulan suci Ramadan. (22/2/2026).

Mengusung tema “Bersama Ilmu Agama, Benteng Generasi Muda dan Meniti Masa Depan”, ceramah ini menekankan pentingnya membekali diri dengan ilmu sebagai fondasi kehidupan, terutama bagi generasi penerus.

Keutamaan Sedekah Buka Puasa: Investasi Pahala Melimpah

Fokus utama dalam tausiyah Ustaz Lukman Hakim kali ini adalah mengenai “Fadhilah Memberi Makan Orang yang Berbuka Puasa”. Beliau memaparkan beberapa poin penting yang menjadi motivasi bagi para jamaah:

Pahala Tanpa Potongan: Beliau mengingatkan janji Rasulullah SAW bahwa siapa pun yang memberi makan orang berbuka, ia akan mendapatkan pahala sebesar pahala orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala sang penerima sedikit pun.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kemudahan Beramal: Ustaz Lukman menegaskan bahwa sedekah tidak harus mewah. “Jika tidak mampu dengan hidangan lengkap, cukup dengan Nukani Thoyyibah (makanan/minuman yang baik) seperti seteguk air atau sebutir kurma,” tuturnya.

Sistem ‘Kelipatan’ Pahala: Beliau memberikan ilustrasi sederhana namun menggugah:

Memberi buka untuk 1 orang = Pahala 1 orang puasa.

Memberi buka untuk 10-20 orang = Pahala akan berlipat ganda sesuai jumlahnya.

“Ini adalah karunia istimewa bagi umat Nabi Muhammad SAW. Kita bisa memanen pahala puasa yang berlimpah hanya melalui sedekah makanan berbuka,” jelas Ustaz Lukman.

Harapan dan Doa Menuju Bulan Suci

Menjelang akhir pengajian, suasana menjadi semakin haru saat Ustaz mengajak seluruh jamaah untuk memanjatkan doa bersama. Ada tiga permohonan utama yang dipanjatkan:

Kesehatan lahir dan batin agar tetap istikamah dalam ibadah.

Keberkahan umur agar Allah SWT mempertemukan kita kembali dengan bulan suci Ramadan.

Keselamatan akhirat, yakni agar di akhir Ramadan nanti, nama kita tercatat sebagai hamba yang dibebaskan dari api neraka (’itqun minan-nar).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Acara pengajian ini kemudian ditutup dengan pembacaan surat Al-Fatihah secara berjamaah, sebagai simbol permohonan perlindungan dan pembuka pintu-pintu kebaikan bagi warga Wijaya Barat dan sekitarnya.

Reporter Teguh

KOTA TEGAL, DN-II Menjelang bulan suci Ramadhan, keresahan menyelimuti masyarakat Kota Tegal terkait masih maraknya praktik perjudian jenis Toto Gelap (Togel) dan aktivitas hiburan malam. Kondisi ini memicu desakan kuat dari para aktivis agar Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal mengambil langkah konkret demi menjaga kesucian bulan puasa.

Aspirasi Masyarakat dan Potensi Konflik Sosial

Dua tokoh aktivis, Fauzan Jamal dan Catur Kadaryo (Ketua LSM Cakra), secara vokal menyuarakan kegelisahan warga. Menurut mereka, keberadaan judi togel dan operasional karaoke bukan sekadar masalah sosial, melainkan gangguan nyata terhadap kekhusyukan ibadah.

“Langkah tegas diperlukan untuk mencegah potensi gesekan sosial. Jangan sampai masyarakat melakukan aksi massa sendiri karena merasa ibadahnya terganggu oleh praktik maksiat di lingkungan sekitar,” ujar Catur Kadaryo.

Landasan Hukum dan Desakan Aturan Tertulis

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Para aktivis mendesak Pemkot Tegal tidak hanya mengandalkan himbauan lisan, tetapi menerbitkan aturan resmi atau Surat Edaran (SE) yang mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Secara hukum, praktik ini dapat dijerat dengan beberapa aturan kuat:

Tindak Pidana Perjudian: Segala bentuk Togel melanggar Pasal 303 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) serta UU No. 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian, yang mengancam pelaku dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun.

Ketertiban Umum: Berdasarkan Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pemda memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat melalui Satpol PP.

Peraturan Daerah (Perda): Merujuk pada Perda Kota Tegal No. 9 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan, pemerintah memiliki wewenang untuk mengatur jam operasional atau menutup sementara usaha hiburan pada hari-hari besar keagamaan.

Poin Utama Desakan Aktivis:

Gangguan Ibadah: Keberadaan judi togel dinilai sangat mencederai semangat spiritualitas umat Islam.

Surat Edaran Resmi: Pemkot Tegal didesak segera menerbitkan aturan tertulis mengenai larangan total judi togel dan penutupan tempat hiburan malam selama Ramadhan.

Esensi Puasa: Menciptakan suasana yang kondusif agar masyarakat dapat menjalankan kewajiban menahan hawa nafsu tanpa godaan kemaksiatan di ruang publik.

Langkah Antisipasi Aparat

Menanggapi situasi ini, Pemkot Tegal biasanya menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berkolaborasi dengan Polres Tegal Kota untuk mengintensifkan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat). Operasi ini menyasar miras, perjudian, dan asusila guna memastikan Kota Tegal tetap dalam kondisi kondusif selama bulan suci.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Masyarakat kini menunggu keberanian Pemkot Tegal untuk memberikan payung hukum yang tegas, agar Ramadhan tahun ini benar-benar menjadi momentum pembersihan diri, baik secara individu maupun lingkungan kota.

Reporter: Teguh

You cannot copy content of this page