WASHINGTON D.C. DN-II Indonesia dan Amerika Serikat resmi memulai era baru kerja sama ekonomi melalui penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik bertajuk “Toward a New Golden Age for the US–Indonesia Alliance”. Kesepakatan bersejarah ini ditandatangani langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump di Washington D.C., Kamis (19/2/2026).
Council of Trade and Investment: Garda Depan Dialog Ekonomi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa salah satu poin krusial dalam kesepakatan ini adalah pembentukan Council of Trade and Investment. Forum ini akan menjadi wadah diskusi strategis bagi kedua negara untuk mengawal dinamika ekonomi secara proaktif.
“Forum ini berfungsi sebagai wadah diskusi awal guna mengantisipasi lonjakan perdagangan atau investasi yang berpotensi mengganggu stabilitas neraca ekonomi kedua negara,” ujar Airlangga.
Ribuan Produk Indonesia Kini Bebas Tarif
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam dokumen perjanjian tersebut, Indonesia berhasil mengamankan akses pasar yang signifikan. Tercatat sebanyak 1.819 pos tarif produk Indonesia kini mendapatkan tarif 0% di pasar Amerika Serikat. Komoditas unggulan yang masuk dalam daftar ini antara lain:
Komoditas Alam: Minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, dan karet.
Teknologi & Manufaktur: Komponen elektronik, semikonduktor, hingga komponen pesawat terbang.
Tekstil & Aparel: Produk ini juga mendapatkan tarif 0% melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ).
Komitmen Timbal Balik dan Ekonomi Digital
Sebagai bentuk resiprokal, Indonesia berkomitmen memberikan fasilitas tarif 0% bagi produk utama AS, terutama komoditas pertanian seperti gandum dan kedelai. Langkah ini diambil pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan di dalam negeri agar masyarakat tidak terbebani biaya tambahan pada produk berbahan baku impor tersebut.
Di sektor digital, kedua negara menyepakati poin-poin penting dalam forum World Trade Organization (WTO), yakni:
Bebas Bea Masuk Transaksi Elektronik: Kesepakatan untuk tidak mengenakan bea masuk atas transaksi digital.
Transfer Data Lintas Batas: Indonesia mendorong pengaturan yang terbatas sesuai regulasi nasional guna memastikan perlindungan data konsumen tetap terjaga.
Harapan Menuju “Golden Age”
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kesepakatan ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan mempererat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, khususnya di sektor teknologi tinggi dan energi hijau.
Red
Sumber: BPMI Setpres
Tag: #KemensetnegRI
#RilisPresiden
#PrabowoSubianto
#IndonesiaAS
#EkonomiGlobal
BREBES, DN-II Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, menegaskan komitmen jajarannya dalam menjaga kondusifitas wilayah menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang digelar di Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes, Jumat (20/2/2026).
Dalam arahannya, Kapolres menginstruksikan seluruh jajaran Satuan Fungsi hingga Polsek untuk melakukan aksi nyata di lapangan guna mengantisipasi tumbuhnya penyakit masyarakat (pekat).
Polres Brebes telah memetakan sejumlah kerawanan yang menjadi prioritas pengamanan selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri mendatang. Fokus utama kepolisian meliputi ; pemberantasan miras dan perjudian yakni dengan penindakan terhadap peredaran miras ilegal serta judi konvensional maupun online. Kemudian antisipasi kejahatan jalanan seperti balap liar, penggunaan knalpot brong, dan penggunaan petasan berbahaya.
Kemudian kejahatan konvensional dengan melakukan pengawasan ketat terhadap aksi copet, hipnotis (gendam), premanisme, serta pencurian (Curat, Curas, Curanmor). Serta antisipasi Konfilk sosial berupa pencegahan tawuran remaja dan fenomena “perang sarung” yang kerap meresahkan warga.
“Kita tidak ingin Ramadhan ternoda oleh aksi-aksi kriminalitas. Saya minta seluruh jajaran banyak aksi di lapangan, bukan sekadar arahan. Kita harus hadir di tengah masyarakat untuk menciptakan rasa aman,” tegas AKBP Lilik Ardhiansyah.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menghadapi dinamika global yang berdampak pada ekonomi nasional, Kapolres menekankan pentingnya konsep Kolaborasi Bersama. AKBP Lilik mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali mengaktifkan kegiatan ronda malam (Siskamling) sebagai benteng awal deteksi dini gangguan Kamtibmas.
Selain itu, kepolisian juga memberikan perhatian khusus pada lonjakan aktivitas di pusat perbelanjaan, pasar tumpah, terminal, serta kesiapan jalur mudik yang melintasi wilayah hukum Kabupaten Brebes.
Di akhir arahannya, Kapolres mengingatkan melalui pesan humanis bahwa keberagaman masyarakat Brebes adalah kekuatan yang harus dijaga dengan semangat toleransi.
“Indonesia adalah bangsa yang heterogen. Tugas kita adalah menyamakan persepsi agar tujuan besar kita, yaitu Brebes yang aman, tertib, dan harmonis selama bulan suci, dapat terwujud,” pungkasnya.
Rakor yang dihadiri sekitar 200 peserta terdiri dari unsur Forkopimda, kepala OPD, Camat, Kapolsek, Danramil, hingga perwakilan Kepala Desa serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas se-Kabupaten Brebes ini menjadi titik awal dimulainya rangkaian operasi pengamanan kewilayahan guna memastikan masyarakat Muslim di Kabupaten Brebes dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk. (Red/Hms)
Jakarta, DN-II Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto didampingi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, Pangkormar Letjen TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, serta Ustadz Adi Hidayat menyerahkan bantuan kepada ahli waris 23 prajurit Korps Marinir TNI AL yang gugur akibat tanah longsor saat latihan di Cisarua, Bandung Barat. Kegiatan dilaksanakan di Kesatrian Hartono Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (19/2/2026).
Dalam suasana haru, Panglima TNI menyampaikan belasungkawa mendalam dan menegaskan bahwa seluruh keluarga besar TNI turut berduka atas gugurnya prajurit terbaik bangsa tersebut. “Atas nama keluarga besar TNI, saya mengucapkan duka cita yang mendalam kepada prajurit-prajurit terbaik yang telah gugur di medan Latihan,” ucap Panglima TNI. 
Panglima TNI juga menegaskan komitmen untuk mengawal masa depan keluarga prajurit yang gugur sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto. “Bapak Presiden sudah menyampaikan kepada saya untuk mengurus keluarganya dan saya bertekad, ada Aspres di sini, tolong anak-anaknya dicatat, bimbing keluarganya dengan masuk TNI, jangan dipersulit,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Panglima TNI berpesan agar keluarga tetap tegar dan membimbing putra-putri mereka dengan baik agar kelak menjadi kebanggaan keluarga dan bangsa. “Saya harapkan kepada orangtua, saya titip anak-anaknya dididik akhlaknya dengan baik, dijaga, sehingga kelak bisa menjadi kebanggaan bagi orangtua,” pungkas Panglima TNI.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Adi Hidayat, memohon agar para prajurit yang gugur diterima di sisi Allah SWT, diberikan tempat terbaik, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kesabaran dan keikhlasan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Red
#tniprima
#tnirakyatkuat
#indonesiaemas2045
BREBES, DN-II Sejumlah Tenaga Kesehatan (Nakes) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Brebes mendatangi Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk menyampaikan aspirasi terkait penurunan drastis pendapatan mereka. Dalam audiensi tersebut, para nakes didampingi oleh Sutrisno, mantan pegawai Puskesmas Brebes yang memiliki kedekatan emosional dengan para pelapor. (20/2/2026).
Persoalan Pendapatan yang “Terjun Bebas”
Inti dari keluhan yang disampaikan oleh sebanyak 26 nakes tersebut adalah adanya ketimpangan pada nilai Jasa Pelayanan (Jaspel). Berdasarkan keterangan di lapangan, terjadi penurunan pendapatan yang cukup signifikan bagi para nakes PPPK:
Kondisi Sebelumnya: Nakes rata-rata menerima total penghasilan sekitar Rp3.000.000 (terdiri dari gaji pokok Dinkes Rp2.050.000 ditambah Jaspel sekitar Rp1.000.000).
Kondisi Saat Ini: Nilai Jaspel merosot tajam hingga hanya menyisakan sekitar Rp300.000.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Penurunan yang drastis ini memicu keresahan, sehingga para pegawai merasa perlu melakukan konsultasi dan menyampaikan protes agar ada solusi yang adil,” ujar Sutrisno saat mendampingi perwakilan nakes menghadap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Brebes.
Respon Dinkes: Janjikan Revisi Aturan
Menanggapi aspirasi tersebut, pihak Dinas Kesehatan Brebes menyatakan akan segera mengambil langkah evaluatif. Kadinkes menegaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan revisi aturan terkait teknis pemberian Jaspel agar lebih proporsional.
“Pihak Dinas menyampaikan bahwa proses revisi aturan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan. Targetnya, penyesuaian baru akan mulai terlihat pada Maret mendatang, sehingga besaran pendapatan tidak lagi mengalami ketimpangan atau ‘jomplang’,” tambah Sutrisno.
Aksi Solidaritas Tanpa Pamrih
Meski sudah tidak aktif di instansi tersebut, Sutrisno menegaskan bahwa keterlibatannya dalam mengawal aspirasi 26 nakes ini murni didasari rasa solidaritas sebagai mantan rekan sejawat. Ia memastikan bahwa seluruh pendampingan yang ia berikan bersifat sukarela.
“Saya mendampingi mereka tanpa memungut biaya apa pun alias gratis. Ini murni bentuk dukungan moral karena saya pernah bekerja bersama mereka dan memahami kondisi di lapangan,” tegasnya.
Diharapkan dengan adanya komitmen revisi dari Dinkes pada bulan Maret nanti, kesejahteraan nakes di Brebes dapat kembali stabil demi menunjang pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih maksimal.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Kabupaten Brebes ternyata menyimpan kekayaan pariwisata yang luar biasa. Dengan 35 objek wisata yang tersebar dari pesisir hingga pegunungan, Pemerintah Kabupaten Brebes kini mulai tancap gas. Fokusnya jelas: menjadikan potensi lokal sebagai destinasi wisata edukasi unggulan bagi pelajar. (20/2/2026).
Keberagaman Destinasi: Dari Pesisir hingga Situs Purbakala
Dari total puluhan destinasi yang ada, pengelolaan pariwisata di Brebes terbagi dalam dua skema. Tiga objek wisata dikelola langsung oleh Pemerintah Daerah, yakni Pantai Randusanga Indah (Par-In), Pemandian Air Panas (PAP) Tirta Husada di Pakujati, dan Cipanas Buaran di Bantarkawung.
Sementara itu, 32 objek wisata lainnya dikelola secara kolaboratif bersama masyarakat dan pihak terkait. Beberapa destinasi unggulan yang menjadi primadona antara lain:
Wisata Air: Waduk Malahayu, Waduk Penjalin, dan Teluk Rasira.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ekosistem Pesisir: Mangrove Pandansari, Pulau Cemara, dan Mangrove Kali Anyar.
Wisata Pegunungan: Perkebunan Teh Kaligua, Curug Cantel, hingga destinasi baru DTW Jonggrang Forest.
“Alhamdulillah, setiap tahun angka kunjungan wisata di Brebes terus menunjukkan tren peningkatan,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiarso, S.Hut., M.Si., dalam diskusi tersebut.
Menepis Budaya Karyawisata “Luar Kota”
Pemerintah Kabupaten Brebes juga tengah berupaya mengubah paradigma study tour atau karyawisata sekolah. Selama ini, banyak siswa di Brebes yang justru lebih mengenal Yogyakarta, Jakarta, atau Bali dibandingkan daerahnya sendiri.
Menanggapi fenomena ini, Pemkab berkomitmen menawarkan Paket Wisata Pelajar yang kompetitif dan selaras dengan kurikulum sekolah. Strateginya adalah melalui Wisata Tematik, yang membagi wilayah Brebes berdasarkan fokus edukasinya:
Wilayah Selatan (Sejarah & Purbakala): Melalui Museum Purbakala Bumiayu, siswa diajak mengenal jejak purbakala di tanah Jawa.
Wilayah Tengah (Budaya Adat): Mengenal masyarakat hukum adat Jalawastu, satu-satunya komunitas adat unik yang masih lestari di Jawa Tengah.
Wilayah Pesisir (Ekosistem): Fokus pada pengenalan ekosistem pantai dan capacity building di kawasan Mangrove Sari.
Agrowisata: Edukasi sektor pertanian melalui sentra kebun kelengkeng dan pisang di wilayah Negla.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menguatkan Identitas Melalui Muatan Lokal
Strategi ini dirancang agar sektor pariwisata tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga media penguatan karakter. Unsur muatan lokal dan koneksi langsung dengan mata pelajaran sejarah menjadi poin utama.
“Kami ingin siswa memiliki koneksi emosional dengan identitas daerahnya. Harapannya, generasi muda mengenal kekayaan daerah sendiri tanpa harus merasa perlu pergi jauh-jauh ke luar kota,” pungkas Fajar.
Dengan integrasi paket edukasi ini, Kabupaten Brebes optimistis pariwisata akan menjadi pilar utama dalam membangun kebanggaan dan kecintaan pelajar terhadap potensi lokal mereka sendiri.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
BREBES, DN-II Dinas Sosial Kabupaten Brebes menunjukkan respons cepat dalam menangani dua bencana alam yang terjadi secara simultan: banjir luapan di Kecamatan Losari dan fenomena tanah bergerak di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog. Meski jajaran pimpinan sedang menjalankan agenda kedinasan di luar kota, dipastikan penyaluran bantuan di lapangan tetap berjalan tanpa hambatan. (20/2/2026).
Darurat Tanah Bergerak: 176 KK Dievakuasi ke Lokasi Aman
Situasi paling kritis terpantau di Dukuh Bojong Sari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog. Fenomena tanah bergerak dilaporkan terjadi dengan intensitas tinggi—hampir setiap menit—sehingga mengancam keselamatan warga. Medan yang sulit dan status wilayah yang sempat terisolasi menjadi tantangan utama tim evakuasi.
Demi keselamatan jiwa, sebanyak 176 Kepala Keluarga (KK) telah direlokasi. Titik pengungsian dipusatkan di Pondok Pesantren Al Munawir, Dukuh Limbangan.
“Kami memilih titik ini karena struktur tanahnya terbukti stabil dan kapasitasnya memadai untuk menampung warga dalam jumlah banyak,” ujar Tarsono, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Brebes.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Banjir Perbatasan: Logistik Darurat untuk Losari
Di wilayah pesisir, banjir merendam tiga desa di Kecamatan Losari, termasuk Desa Losari Lor dan Desa Losari Kidul. Begitu menerima laporan dari BPBD dan Camat setempat, Dinas Sosial segera menerjunkan tim Bidang Dayasos.
Sebagai langkah awal, bantuan logistik darurat berupa nasi bungkus langsung didistribusikan kepada warga terdampak. Mengingat posisi Losari yang berada di perbatasan provinsi, Dinsos kini berkoordinasi dengan pihak PSDA wilayah Cirebon dan Brebes untuk penanganan teknis luapan air.
Fasilitas Pengungsian dan Stok Logistik
Untuk menjamin kesejahteraan para pengungsi di Sirampog, Dinas Sosial telah menyiagakan fasilitas pendukung di lokasi pengungsian, antara lain:
Dapur Umum: Beroperasi penuh di Dukuh Limbangan untuk menyuplai kebutuhan konsumsi.
Hunian Darurat: Pendirian 2 unit tenda umum dan 3 unit tenda keluarga.
Bantuan Sandang: Penyaluran pakaian layak pakai untuk dewasa dan anak-anak.
Ketahanan Pangan: Stok logistik mencakup 1.200 paket makanan siap saji, minyak goreng, dan bahan pokok lainnya.
Koordinasi Real-Time di Tengah Agenda Luar Kota
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Aksi cepat ini tetap berjalan efektif meski jajaran pimpinan Dinas Sosial tengah menghadiri rapat koordinasi mengenai MOU Kube (Kelompok Usaha Bersama) APBD 1 di Semarang. Kabid Pemberdayaan Sosial menegaskan bahwa sistem komando di lapangan sudah berjalan otomatis.
“Bencana tidak bisa menunggu. Meski kami sedang ada agenda di Semarang, instruksi penanganan langsung tersampaikan secara real-time. Tim di lapangan bergerak sigap untuk memastikan warga tidak kekurangan bantuan,” pungkas Tarsono.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
BREBES, DN-II Menunjukkan komitmen terhadap kebersihan dan kenyamanan publik, jajaran Polres Brebes bersama Pemerintah Kabupaten Brebes dan Kodim 0713 menggelar aksi kerja bakti massal pada Jumat pagi (20/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Lingkungan Asri Tingkat Kabupaten Brebes.
Acara yang dimulai pukul 07.30 WIB ini dipusatkan di jantung Kota Brebes, melibatkan sekitar 200 personel gabungan. Kehadiran para petinggi daerah menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga estetika dan kebersihan lingkungan kabupaten.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat utama, di antaranya Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes, M. Sodiq, Waka Polres Brebes, Kompol Purbo Adjar Waskito dan Danramil 01 Brebes.
Ratusan personel yang terlibat menyisir beberapa titik vital yang menjadi ikon dan wajah Kabupaten Brebes. Fokus pembersihan meliputi, kawasan Alun-alun Brebes, sepanjang Jalan Diponegoro dan sepanjang Jalan Ahmad Yani
Para peserta kerja bakti merupakan gabungan dari anggota Kodim 0713 Brebes, Polres Brebes, Sat Pol PP, hingga petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Kabupaten Brebes.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan sampah, tapi merupakan simbol sinergi kita semua dalam menciptakan lingkungan yang asri dan nyaman bagi masyarakat Brebes,” ujar salah satu perwakilan di sela-sela kegiatan.
Hingga berakhirnya acara, kondisi kawasan pusat kota kini nampak lebih bersih dan tertata pasca aksi gerakan lingkungan ini.
Dalam kesempatan tersebut, Ps Kasi Humas Polres Brebes Iptu Indra Prasetyo yang juga mengikuti kegiatan menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap lingkungan sosial.
“Kegiatan Gerakan Lingkungan Asri ini bukan sekadar agenda seremonial pembersihan jalan, melainkan upaya kami untuk menanamkan budaya hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat. Kami ingin memberikan contoh bahwa sinergitas antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah hadir hingga ke aspek pemeliharaan lingkungan,,” ujar Kasi Humas.
“Kegiatan serupa juga berlangsung di Desa Cikuya Dimana TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Kodim 0713 Brebes sudah menginjak hari ke-10, Kini segala program baik Pemerintah Daerah maupun Polri ikut serta dalam menyengkuyung mensukseskan TMMD.” Tutupnya. (Rio/Hms)
BREBES, DN-II Suasana di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, mendadak riuh dengan tawa canda anak-anak pada Jumat (20/02/2026). Pemandangan menarik ini terjadi usai pelaksanaan sosialisasi pencegahan kebakaran yang merupakan bagian dari sasaran non-fisik TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes.
Sebagai bentuk apresiasi dan edukasi kedekatan, petugas Damkar Pos Kersana memperbolehkan anak-anak setempat untuk menaiki mobil pemadam kebakaran (Damkar). Kesempatan langka ini pun langsung disambut antusias oleh puluhan anak yang sudah menanti sejak pagi.
Tanpa rasa takut, anak-anak berebut naik ke atas mobil berkelir merah tersebut. Didampingi oleh petugas dan personel Satgas TMMD, mereka diperkenalkan dengan berbagai peralatan pemadam, mulai dari selang besar hingga sirine yang sesekali dibunyikan, menambah kemeriahan suasana.
Keceriaan terpancar jelas dari wajah mereka. Bagi anak-anak di pelosok Desa Cikuya, bisa menyentuh langsung dan duduk di dalam kabin mobil pemadam kebakaran adalah pengalaman istimewa yang jarang mereka dapatkan.
“Senang sekali bisa naik mobil pemadam! Ternyata mobilnya besar dan alatnya banyak,” seru salah satu anak dengan wajah sumringah.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, Serka Sagiman, yang turut mengawasi jalannya kegiatan, menyebutkan bahwa momen ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari metode edukasi “belajar sambil bermain”.
“Kami ingin menanamkan jiwa keberanian dan mengenalkan profesi penyelamat kepada anak-anak sejak dini. Melalui pendekatan yang menyenangkan seperti ini, pesan-pesan tentang bahaya api akan lebih mudah diingat oleh mereka,” jelas Serka Sagiman.
Kegiatan ini membuktikan bahwa kehadiran Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes tidak hanya membawa perubahan fisik pada infrastruktur desa, tetapi juga mampu menghadirkan kebahagiaan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak sebagai generasi penerus.
Kepala Desa Cikuya, Bapak Sekod, yang turut menyaksikan momen tersebut, mengaku terharu melihat kedekatan aparat dengan anak-anak warga desanya.
“TMMD kali ini benar-benar membawa warna baru bagi desa kami. Anak-anak jadi punya cita-cita baru setelah melihat langsung kerja keras bapak-bapak TNI dan petugas Damkar,” pungkasnya.(Rio/Pradista)
BREBES, DN-II Upaya penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana terus digencarkan dalam rangkaian kegiatan non-fisik TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes. Pada Jumat (20/02/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes menggelar sosialisasi penanggulangan bencana alam yang menyasar ibu-ibu PKK Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo.
Kegiatan yang dilaksanakan di aula pertemuan desa ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang tangguh dan tanggap terhadap situasi darurat lingkungan.
Hadir sebagai narasumber utama, Bapak Sumitro Hadiprayogo, S.T., selaku Kasi Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Brebes. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa pemahaman mengenai deteksi dini bencana sangat penting, terutama di wilayah yang memiliki karakteristik geografis tertentu.
“Ibu-ibu memiliki peran sentral dalam keluarga. Dengan memahami langkah-langkah evakuasi dan penanggulangan awal, kita dapat meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerugian materil saat bencana terjadi,” ujar Sumitro Hadiprayogo.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Cikuya, Bapak Sekod, serta Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, Serka Sagiman. Kehadiran aparat kewilayahan ini menunjukkan soliditas dalam menyukseskan program TMMD Reguler ke-127. 
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kepala Desa Cikuya, Bapak Sekod, menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kodim 0713/Brebes dan BPBD atas edukasi yang diberikan kepada warganya.
“Kami sangat terbantu. Pengetahuan ini membuat warga kami, khususnya ibu-ibu PKK, lebih siap dan tidak panik jika sewaktu-waktu terjadi fenomena alam yang tidak diinginkan,” tuturnya.
Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, Serka Sagiman, menambahkan bahwa sasaran non-fisik TMMD kali ini memang difokuskan pada pemberdayaan SDM.
“Pembangunan fisik seperti jalan memang penting, namun membangun mentalitas warga yang ‘Sadar Bencana’ adalah investasi jangka panjang untuk keselamatan seluruh warga Desa Cikuya,” tutup Serka Sagiman.(Rio/Pradista)
BREBES, DN-II Semangat pengabdian tanpa batas ditunjukkan oleh Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes. Meski memasuki bulan Ramadan, para personel tetap konsisten melaksanakan pekerjaan fisik pengecoran jalan di lokasi sasaran, Jumat (20/02/2026).
Kondisi cuaca dan ibadah puasa tidak menyurutkan ritme kerja anggota Satgas bersama masyarakat setempat. Panas terik justru dijawab dengan gotong royong yang semakin erat demi mengejar target waktu yang telah ditentukan.
Danki SSK Satgas TMMD Reguler ke-127, Kapten Inf Suwarno, menegaskan bahwa puasa bukanlah alasan untuk menurunkan produktivitas. Menurutnya, bekerja demi kesejahteraan rakyat adalah bagian dari ibadah itu sendiri. 
“Puasa bukan penghalang bagi kami untuk tetap bekerja melaksanakan pengecoran jalan. Justru di bulan yang penuh berkah ini, semangat anggota semakin berlipat ganda karena kami tahu jalan ini sangat dinantikan oleh warga untuk akses ekonomi dan mobilitas sehari-hari,” ujar Kapten Inf Suwarno di lokasi proyek.
Secara terpisah, Komandan Kodim (Dandim) 0713/Brebes sekaligus Dansatgas TMMD, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para prajurit dan warga yang tetap bekerja maksimal di lapangan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Beliau menekankan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan meskipun dalam kondisi berpuasa. “Saya sangat mengapresiasi semangat pantang menyerah yang ditunjukkan di lapangan. Ini adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami memastikan bahwa meskipun sedang berpuasa, standar kualitas pengecoran tetap terjaga sesuai spesifikasi yang direncanakan,” ungkap Letkol Inf Ambariyantomo.(Rio/Pradista)
