Beranda » Kesehatan » Halaman 65

Kesehatan

BREBES, DN-II Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 tahun 2026 resmi bergulir di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Program lintas sektoral ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di kawasan pelosok.

Mewakili Komandan Kodim (Dandim) 0713/Brebes, Letkol Inf. Ambariyanto SHub Inf, Kapten Arm Sukirno menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar proyek pembangunan infrastruktur, melainkan sebuah investasi sosial jangka panjang.

“Esensi dari TMMD adalah gotong . Kita ingin membangun desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera, sekaligus memperkokoh ketahanan nasional yang dimulai dari level paling dasar,” ujar Kapten Arhanud Sugiyono.

Fokus Sasaran: Fisik dan Non-Fisik

Kegiatan yang melibatkan personel Satgas dari Batalyon 406/Candra Kusuma ini menyasar dua aspek krusial guna meningkatkan kualitas hidup warga Desa Cikuya:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

1. Transformasi Infrastruktur (Sasaran Fisik)

Aksesibilitas: Pembukaan dan pengerasan jalan baru untuk memperlancar arus ekonomi.

Stabilitas Lahan: Pembangunan talud dan jembatan guna memperkuat struktur tanah dan konektivitas antar wilayah.

Hunian Layak: Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga yang membutuhkan.

2. Penguatan Sumber Daya Manusia (Sasaran Non-Fisik)

Pemberian wawasan kebangsaan dan bela negara.

Sosialisasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta penyuluhan kesehatan.

Edukasi strategis terkait sektor pertanian dan program percepatan pencegahan stunting.

Dukungan Penuh Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Brebes memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan TMMD Reguler ke-127 ini. Mewakili jajaran pemda, Ibu Teti Yuliana menyampaikan bahwa program ini sangat selaras dengan visi misi kabupaten dalam memeratakan pembangunan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“TMMD memiliki peran strategis dalam kerangka perencanaan daerah. Program ini menyentuh langsung kebutuhan mendasar masyarakat yang mungkin sulit dijangkau melalui skema pembangunan reguler,” ungkap Teti.

Membangun Semangat Gotong Royong

Kehadiran prajurit di tengah-tengah masyarakat diharapkan mampu menghidupkan kembali budaya gotong royong yang mulai pudar. Dengan bahu-membahu antara Satgas TMMD dan warga, diharapkan pembangunan fisik dapat selesai tepat waktu, sementara dampak non-fisiknya dapat tertanam kuat dalam karakter masyarakat Desa Cikuya.

Reporter: Teguh

DETIK-NASIONAL.COM – Menjelang fajar bulan suci Ramadhan 1447 H yang diperkirakan jatuh pada tanggal 19 Februari 2026, umat Muslim di seluruh penjuru dunia bersiap menyambut kehadiran bulan yang penuh dengan kemuliaan, rahmat, dan ampunan. Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum emas untuk melakukan transformasi spiritual dan pembersihan jiwa secara total. (18/202/2026).

Bulan suci ini hadir sebagai madrasah (sekolah) bagi jiwa untuk mendisiplinkan diri, mempererat tali silaturahmi, serta memerdekakan batin dari belenggu khilaf. Hal ini sejalan dengan perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Momentum Penggugur Dosa

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Keistimewaan Ramadhan juga ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang menjanjikan pengampunan dosa bagi mereka yang menjalaninya dengan penuh iman dan mengharap rida Allah:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan landasan inilah, setiap Muslim diharapkan mampu menjalani setiap rangkaian ibadah dengan ketenangan dan keikhlasan demi meraih derajat takwa yang sebenar-benarnya.

Permohonan Maaf dan Ketulusan Hati

Dalam menyambut bulan yang mulia ini, Casroni, mewakili seluruh jajaran Redaksi Media DETIK-NASIONAL.COM beserta keluarga, dengan kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh relasi, pembaca, dan masyarakat luas.

“Kesucian Ramadhan sejatinya dimulai dari kelapangan hati untuk saling memaafkan. Kami memohon maaf atas segala tutur kata, sikap, maupun pemberitaan yang kurang berkenan—baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Semoga dengan hati yang bersih, ibadah kita diterima oleh Allah SWT,” ungkap Casroni.

Doa dan Harapan untuk Umat

Segenap keluarga besar DETIK-NASIONAL.COM mengucapkan: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, kekuatan fisik dan batin, serta keistiqamahan bagi kita semua untuk mengisi hari-hari Ramadhan dengan amal saleh, hingga kita mampu meraih kemenangan di hari yang fitri nanti.

Marhaban Ya Ramadhan. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Salam Takzim,
Casroni
Keluarga & Jajaran Redaksi DETIK-NASIONAL.COM

BREBES, DN-II Kehadiran Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya tidak hanya membawa perubahan pada infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh hati generasi muda. Pada Rabu (18/02/2026), di sela-sela kesibukan pembangunan, Babinsa Desa Cikuya, Serka Bangun Hidayat, tampak asyik membagikan tawa dan ilmu dengan mengajari anak-anak setempat membuat mainan sederhana.

Pemandangan penuh keakraban ini terjadi di pelataran rumah warga. Dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang ada di sekitar, Serka Bangun dengan sabar membimbing jari-jemari mungil anak-anak Desa Cikuya untuk merakit mainan kreatif.

Kegiatan ini menjadi sarana belajar yang menyenangkan bagi anak-anak, sekaligus mengalihkan perhatian mereka sejenak dari ketergantungan pada gawai (gadget).

Serka Bangun Hidayat menunjukkan bahwa prajurit TNI bukan hanya sosok yang tegas dalam bekerja, tetapi juga bisa menjadi kakak, guru, sekaligus sahabat bagi anak-anak.

Gelak tawa anak-anak saat berhasil menyelesaikan mainan mereka menjadi warna tersendiri di tengah hiruk-pikuk pengerjaan sasaran fisik TMMD.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kami ingin kehadiran TNI di Desa Cikuya ini membekas di hati mereka. Mengajari membuat mainan sederhana adalah cara kami berkomunikasi dan menanamkan nilai kreativitas serta kebersamaan kepada adik-adik kita di sini,” ungkap Serka Bangun Hidayat.

Kegiatan spontan ini mendapat respons positif dari orang tua di Desa Cikuya. Mereka mengaku senang melihat anak-anaknya bisa berinteraksi langsung dengan TNI dalam suasana yang hangat dan penuh edukasi. Melalui pendekatan humanis seperti ini, kemanunggalan TNI dan rakyat diharapkan semakin kokoh, seiring dengan tuntasnya pembangunan fisik di desa tersebut.(Rio/Pradista)

BREBES, DN-II Senyum bahagia terpancar dari wajah Ibu Sarnewi, warga penerima manfaat program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam gelaran TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes. Memasuki hari Rabu (18/02/2026), progres pembangunan rumah tersebut menunjukkan perkembangan signifikan dengan tuntasnya tahap pemasangan bagian atap.

Sebanyak 1.800 buah genteng telah berhasil disusun rapi oleh anggota Satgas TMMD bersama warga setempat. Tahap ini merupakan tonggak penting (milestone) dalam memastikan hunian tersebut segera aman dari panas dan hujan, sehingga dapat segera ditempati dengan layak.

Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., menegaskan bahwa percepatan pembangunan RTLH ini menjadi prioritas utama guna memberikan kenyamanan bagi warga kurang mampu di wilayah penugasan TMMD.

“Pemasangan 1.800 genteng di rumah Ibu Sarnewi hari ini adalah bukti kerja keras personel di lapangan yang bersinergi dengan masyarakat. Kami memastikan setiap material terpasang dengan standar kualitas yang baik agar bangunan ini kokoh dan tahan lama,” ujar Letkol Inf Ambariyantomo.

Selain pemasangan genteng, pengerjaan struktur bangunan juga telah diperkuat untuk menjamin keamanan penghuninya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kecepatan pengerjaan ini tidak lepas dari budaya gotong royong yang kental antara prajurit TNI dan warga desa yang bahu-membahu menaikkan genteng satu demi satu.

Dengan tuntasnya bagian atap, pengerjaan kini akan beralih ke tahap finishing bagian interior dan pengecatan.

Program rehab RTLH ini merupakan bagian integral dari sasaran fisik TMMD Reguler ke-127 yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan. Bagi Ibu Sarnewi, bantuan ini bukan sekadar bangunan baru, melainkan harapan baru untuk kehidupan yang lebih sehat dan bermartabat.(Rio/Pradista)

BREBES, DN-II Setelah seharian bekerja membangun desa seolah sirna berganti tawa. Pemandangan menarik terlihat di sebuah Pos Kamling desa sasaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, Rabu (18/02/2026) malam.

Bukan sedang membahas strategi militer, sejumlah anggota Satgas TMMD justru tampak asyik mengasah otak dengan bermain catur bersama warga setempat. Kegiatan ini menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat yang ingin melepas penat sekaligus mempererat silaturahmi dengan para prajurit.

Papan catur sederhana di atas meja kayu Pos Kamling menjadi saksi bisu kedekatan antara TNI dan rakyat. Gelak tawa pecah setiap kali ada pemain yang terjebak langkah “skakmat”, menciptakan suasana kekeluargaan yang begitu kental.

“Bermain catur ini bukan sekadar hiburan, tapi cara kami menyatu dengan masyarakat. Di sini tidak ada sekat antara tentara dan warga, semua sama-sama hobi ‘mikir’ di atas papan catur,” ujar salah satu anggota Satgas di lokasi.

Bagi warga desa, kehadiran anggota Satgas di Pos Kamling memberikan rasa aman sekaligus kegembiraan. Interaksi spontan seperti ini dinilai sangat efektif untuk membangun komunikasi dua arah dan mendengarkan aspirasi warga secara santai.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Pihak Kodim 0713/Brebes menekankan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pengerasan jalan atau renovasi bangunan, tetapi juga dari seberapa kuat ikatan emosional yang terbangun antara prajurit dengan masyarakat desa.

Momen-momen sederhana di Pos Kamling inilah yang membuktikan bahwa TNI benar-benar berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Meskipun esok pagi mereka harus kembali berpeluh keringat di lokasi pembangunan, semangat kebersamaan ini menjadi energi tambahan bagi para personel Satgas TMMD 127.(Rio/Pradista)

BREBES, DN-II Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes tidak hanya menjadi ajang pengabdian, tetapi juga pembuktian kemahiran para prajurit dalam berbagai bidang. Di lokasi pengerjaan sasaran fisik, banyak personel TNI yang mendadak menunjukkan kebolehannya menjadi tukang bangunan profesional, Rabu (18/02/2026).

Salah satu yang mencuri perhatian adalah Pratu Rohman, anggota dari Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 4/Tanpa Kawandya (TK). Meski sehari-hari akrab dengan tugas-tugas tempur dan teknis zeni, Pratu Rohman tampak sangat lihai dalam menyusun batu bata dan mengolah adukan semen layaknya tukang bangunan berpengalaman.

Kehadiran para “tukang bangunan dadakan” dari kalangan TNI ini memberikan warna tersendiri dalam percepatan pembangunan infrastruktur di desa sasaran. Meski dilakukan secara swadaya bersama masyarakat, hasil kerja para prajurit ini dinilai cukup rapi dan memenuhi standar konstruksi yang baik.

“Kami memang dibekali kemampuan teknis di kesatuan, namun di lapangan bersama warga, skill ini benar-benar diuji. Bagi kami, yang terpenting adalah hasil bangunan ini kuat dan bisa digunakan warga dalam waktu lama,” ujar Pratu Rohman di sela pengerjaan dinding bangunan.

Kompetensi yang ditunjukkan Pratu Rohman dan rekan-rekannya mendapat apresiasi dari warga sekitar. Masyarakat merasa terbantu tidak hanya secara tenaga, tetapi juga dari transfer ilmu pertukangan yang dilakukan para prajurit selama proses pembangunan berlangsung.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dansatgas TMMD 127 melalui keterangan persnya menyatakan bahwa keterlibatan personel dengan keahlian khusus seperti dari Yonzipur sangat krusial. Keahlian mereka memastikan bahwa setiap sasaran fisik, baik itu jalan maupun bangunan, memiliki kualitas yang mumpuni meski dikerjakan dalam waktu yang terbatas.

Sinergi antara “tukang dadakan” dari TNI dan warga lokal ini menjadi kunci suksesnya TMMD Reguler 127 Kodim 0713/Brebes dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di wilayah pelosok.(Red/Pradista)

BREBES, DN-II Di tengah padatnya jadwal pengerjaan sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, para personel Satgas tetap menunjukkan sisi religiusitas yang kuat. Hal ini terlihat pada Rabu (18/02/2026), di mana para anggota TNI menyempatkan diri untuk beribadah berjamaah bersama warga di mushola setempat.

Pemandangan menyejukkan terlihat saat azan berkumandang. Para prajurit yang tadinya bergelut dengan semen, batu, dan aspal, segera meletakkan alat kerja mereka untuk menuju rumah ibadah. Momen shalat berjamaah ini tidak hanya menjadi kewajiban spiritual, tetapi juga menjadi sarana komunikasi sosial (Komsos) yang efektif antara TNI dan masyarakat.

Anggota Satgas TMMD ditekankan untuk menjaga keseimbangan antara performa kerja di lapangan dengan ketakwaan kepada Tuhan YME. Ibadah bersama menjadi ruang silaturahmi tanpa sekat antara prajurit dan warga desa sasaran.Kedisiplinan waktu dalam beribadah diharapkan mampu menjaga moril dan semangat kerja personel selama masa penugasan TMMD yang cukup berat.

“Kerja keras di lapangan adalah bentuk pengabdian kepada negara, namun beribadah adalah bentuk pengabdian kepada Sang Pencipta. Keduanya harus berjalan beriringan agar apa yang kita bangun di desa ini membawa berkah bagi semua pihak,” ujar salah satu anggota Satgas di lokasi.

Program TMMD Reguler ke-127 di wilayah Kodim 0713/Brebes ini direncanakan akan terus berlangsung dengan fokus pada pembangunan infrastruktur jalan, renovasi fasilitas umum, serta berbagai penyuluhan non-fisik bagi warga. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak pembangunan fisik, tetapi juga kesan positif akan profil prajurit yang religius dan bersahaja.(Rio/Pradista)

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

BREBES, DN-II Progres pembangunan jalan rabat beton dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes kedatangan “tenaga bantuan” tak terduga. Pada Rabu (18/02/2026) siang, sejumlah anak-anak sekolah dasar yang baru saja pulang sekolah tampak antusias membantu anggota Satgas yang sedang bekerja.

Masih mengenakan seragam sekolah, anak-anak ini menghampiri lokasi pengerjaan dengan wajah ceria. Tanpa rasa canggung, mereka turut serta membantu tugas-tugas ringan seperti memindahkan material hingga meratakan adukan semen, didampingi oleh para prajurit TNI.

Kehadiran anak-anak ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran Satgas TMMD diterima dengan sangat baik oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak.

Secara tidak langsung, interaksi ini menanamkan nilai-nilai kerja sama dan cinta tanah air kepada generasi muda sejak dini.

Keceriaan dan tawa anak-anak di lokasi proyek menjadi penyemangat tersendiri bagi para personel Satgas yang sedang mengejar target penyelesaian jalan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Melihat semangat adik-adik ini, rasa lelah kami seolah hilang. Mereka adalah pemilik masa depan desa ini, dan jalan yang kami bangun ini nantinya akan mereka gunakan untuk berangkat sekolah dengan lebih nyaman,” ujar salah satu anggota Satgas TMMD di lokasi.

Aksi spontan anak-anak ini mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang bukan sekadar slogan, melainkan realitas di lapangan. Pembangunan jalan rabat beton ini merupakan salah satu sasaran fisik utama TMMD ke-127 Kodim 0713/Brebes yang bertujuan untuk memperlancar akses transportasi dan meningkatkan ekonomi warga desa setempat.(Rio/Pradista)

PURWOKERTO, DN-II Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) seringkali diidentikkan dengan pembangunan jalan dan jembatan. Namun, di balik fisik bangunan yang kokoh, terdapat misi besar mengenai kemanunggalan TNI dan pemberdayaan masyarakat yang jauh lebih mendalam.

Topik krusial inilah yang dibedah dalam program unggulan “Purwokerto Menyapa” di RRI PRO 1 Purwokerto, Rabu (18/02/2026). Mengusung tema “TMMD Brebes Bukan Sekadar Bangun Infrastruktur”, diskusi ini mengupas tuntas bagaimana sinergi lintas sektoral mampu mengubah wajah desa di Kabupaten Brebes.

Sinergi Tiga Pilar Pembangunan

Dipandu oleh host Citra Aditya, diskusi interaktif ini menghadirkan tiga perspektif utama dari pemangku kebijakan yang menjadi motor penggerak pembangunan di wilayah Brebes:

Letkol Infanteri Ambariyantomo, S.Hub.Int. (Dandim 0713 Brebes): Menekankan peran strategis TNI dalam membelah isolasi wilayah serta memperkuat ketahanan nasional melalui kedekatan dengan rakyat di garda terdepan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dra. Tety Yuliana, M.Pd. (Kepala Bapperida Brebes): Menguraikan bagaimana TMMD diintegrasikan secara presisi ke dalam peta jalan pembangunan daerah guna memastikan keberlanjutan ekonomi pasca-proyek fisik selesai.

Subagiyo, S.H., M.Si. (Kepala Dinpermades Brebes): Menjelaskan aspek penguatan tata kelola desa dan bagaimana gotong royong dalam TMMD menjadi stimulus bagi kemandirian masyarakat desa secara jangka panjang.

Akses Siaran dan Partisipasi Publik

Bagi masyarakat Jawa Tengah bagian barat yang ingin mendalami bagaimana TMMD berdampak langsung pada kesejahteraan warga, siaran ini dapat diakses melalui berbagai platform:

Waktu Siaran: Rabu, 18 Februari 2026 | Pukul 08.00 – 09.00 WIB

Frekuensi Radio Terestrial:

93,1 FM (Purwokerto)

98,6 FM (Banyumas Raya)

100,2 FM (Brebes & Tegal)

102,8 FM (Kebumen)

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Platform Digital & Visual:

Aplikasi RRI DIGITAL & Website rri.co.id

Siaran Visual via YouTube Channel RRI PURWOKERTO

Ruang Interaksi Rakyat

RRI Purwokerto berkomitmen menyediakan ruang bagi warga untuk menyuarakan aspirasi, memberikan apresiasi, maupun melontarkan pertanyaan langsung kepada para narasumber melalui:

Telepon Interaktif: (0281) 632336

WhatsApp: 0811-2540-911

“Melalui kolaborasi antara TNI, Pemerintah Kabupaten, dan partisipasi aktif warga, TMMD tahun ini diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak infrastruktur, tetapi juga mewariskan semangat kebangkitan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Brebes.”

Informasi Lebih Lanjut:

Dapatkan update terkini melalui website resmi di rri.co.id/purwokerto atau ikuti media sosial kami di Facebook, Instagram, dan TikTok @RRIPurwokerto.

(Red/Rio Putra)

Eksistensi dan Ekosistem — Mengapa Lokasi Adalah Takdir

DETIK-NASIONAL.COM — Dalam diskursus mengenai harga diri dan pencapaian, sering kali kita terjebak pada premis tunggal bahwa kegagalan adalah murni refleksi dari kompetensi. Namun, sebuah narasi filosofis baru muncul ke permukaan: Bukan bakat Anda yang cacat, melainkan ekosistem Anda yang tidak memadai.

Paradoks Air Mineral: Dialektika Nilai dan Ruang

Mari kita membedah realitas melalui analogi yang paling sederhana namun fundamental: sebotol air mineral.

Secara substansi, molekul air di dalamnya tidak pernah berubah. Namun, secara valuasi, ia mengalami metamorfosis harga yang radikal:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Di Toko Kelontong: Ia dihargai Rp3.000 sebagai komoditas dasar.

Di Hotel Berbintang: Ia bertransformasi menjadi aset premium seharga Rp25.000.

Secara filosofis, fenomena ini membuktikan bahwa objek yang sama akan mengalami redefinisi nilai ketika ruang dan waktunya berubah. Air tersebut tidak menjadi lebih jernih di hotel; ia hanya berada di tempat di mana orang-orang memiliki kapasitas untuk menghargai keberadaannya.

Pergeseran Ontologis: Dari “Apa” Menjadi “Di Mana”

Dalam kehidupan profesional dan personal, banyak individu mengalami apa yang disebut dengan “Erosi Identitas”. Mereka merasa rendah diri karena lingkungan mereka memperlakukan bakat sebagai beban, bukan solusi.

“Berada di tempat yang salah adalah bentuk pengasingan terhadap diri sendiri. Anda adalah produk premium yang dipaksakan terjual di pasar loak.”

Ada dua skenario eksistensial yang terjadi:

Lingkungan Dekaden: Di mana bakat dianggap sebagai ancaman atau sekadar komoditas murah yang bisa diganti kapan saja.

Lingkungan Visioner: Di mana keunikan Anda dipandang sebagai aset strategis yang tak ternilai.

Konklusi: Keberanian Mengubah Alamat

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Risiko terbesar dalam hidup bukanlah kegagalan, melainkan ketahanan yang sia-sia di tempat yang salah. Memaksa bertahan di lingkungan yang tidak menghargai Anda hanya akan menguras energi mental untuk membuktikan nilai diri kepada audiens yang “buta warna”.

Pesan moralnya jelas: Jika nilai Anda tidak diakui, jangan ubah jati diri Anda. Ubahlah alamat Anda. Carilah ekosistem yang mampu menangkap frekuensi bakat Anda. Karena pada akhirnya, Anda tetaplah air yang jernih; Anda hanya perlu menemukan siapa yang cukup cerdas untuk tidak hanya sekadar haus, tapi juga tahu cara menghargai kualitas.

Oleh: Casroni | Rabu, 18 Februari 2026

You cannot copy content of this page