JAKARTA, DN-II Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan peninjauan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Palmerah, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, standar operasional, hingga rantai pasok dalam mendukung keberhasilan program pemenuhan gizi nasional.
Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB dan disambut langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, beserta jajaran pengelola SPPG Palmerah.
Dalam peninjauannya, Presiden menaruh perhatian khusus pada integrasi sistem pangan yang diterapkan di lokasi tersebut. Kepala Negara mengawali kunjungan dengan meninjau fasilitas green house, yang menjadi elemen krusial dalam menjamin ketersediaan bahan pangan sehat yang berkelanjutan. Di sana, Presiden menerima paparan mengenai tata kelola serta efektivitas pemanfaatan lahan untuk mendukung kebutuhan nutrisi harian.
Tak hanya itu, Presiden juga memeriksa fasilitas pendukung lainnya seperti sistem hidroponik dan bioflok. Fasilitas-fasilitas ini merupakan perwujudan pendekatan holistik pemerintah dalam menyediakan pangan berkualitas yang mandiri dan berkelanjutan.
Puncak peninjauan dilakukan di dapur utama SPPG, yang menjadi pusat produksi makanan bergizi. Sebelum memasuki area produksi, Presiden Prabowo terlebih dahulu mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) guna mematuhi protokol kebersihan dan keamanan pangan yang ketat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Di dalam dapur, Presiden mengamati secara saksama setiap tahapan proses produksi—mulai dari seleksi bahan baku, teknik pengolahan, hingga proses pengemasan makanan yang siap didistribusikan kepada para penerima manfaat.
Melalui peninjauan ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan rantai pelaksanaan program pemenuhan gizi berjalan dengan presisi, terintegrasi, dan terjaga kualitasnya dari hulu (penyediaan bahan pangan) hingga ke hilir (penyajian).
Pemerintah optimistis bahwa dengan tata kelola yang profesional dan dukungan fasilitas yang mumpuni, program pemenuhan gizi ini akan memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Red
Tarub, DN-II Personel Polsek Tarub bergerak cepat mengamankan seorang terduga pelaku pencurian kotak amal mushola yang diamankan warga di Desa Mangunsaren, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, Sabtu (30/5/2026).
Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 13.30 WIB saat warga memperoleh informasi adanya seseorang yang diduga mengambil uang dari kotak amal Mushola Al Ikhlas di Desa Mangunsaren. Setelah dilakukan pengecekan, warga mendapati kotak amal dalam keadaan terbuka dan uang di dalamnya telah hilang.
Sejumlah warga kemudian melakukan pencarian terhadap terduga pelaku dan berhasil menemukannya di area persawahan Desa Mangunsaren. Saat dilakukan pemeriksaan, warga menemukan sejumlah uang tunai berbagai pecahan, sebuah gembok yang diduga berasal dari kotak amal mushola, serta beberapa peralatan yang diduga digunakan untuk melakukan aksi pencurian.
Mendapatkan informasi tersebut, Unit Reskrim dan personel piket Polsek Tarub segera mendatangi lokasi untuk mengendalikan situasi serta mengamankan terduga pelaku berinisial SY (50) dari kerumunan massa yang mulai berdatangan di Balai Desa Mangunsaren. Petugas kemudian mengevakuasi terduga pelaku beserta barang bukti ke Mapolsek Tarub guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. mengapresiasi masyarakat yang segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian serta mengimbau agar masyarakat tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap mempercayakan penanganan setiap tindak pidana kepada pihak kepolisian. Apabila menemukan atau mengamankan seseorang yang diduga melakukan tindak pidana, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku. Tindakan main hakim sendiri dapat menimbulkan persoalan hukum baru dan membahayakan keselamatan semua pihak,” ujar AKBP Bayu Prasatyo.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp1.512.500, sebuah gembok yang diduga berasal dari kotak amal mushola, dua obeng, satu alat congkel besi, dua unit mikrofon, serta satu aki kering. Terduga pelaku berinisial SY juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut.
Saat ini Polsek Tarub masih melakukan pendalaman, pemeriksaan saksi-saksi, serta melengkapi administrasi penyidikan guna mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa tersebut. Kepolisian menegaskan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh proses hukum yang adil sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. ( S. Bimantoro )
PUNCAK JAYA, DN-II Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, berlangsung khidmat dan penuh semangat nasionalisme, Senin (1/6/2026).
Sebanyak 800 warga dari berbagai elemen masyarakat terlibat dalam aksi kolosal kirab dan pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 50 meter.
Kegiatan bertajuk “Kirab Merah Putih” yang diinisiasi oleh DPC Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Kabupaten Puncak Jaya ini dipusatkan di depan Makodim 1714/Puncak Jaya.
Aksi ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Ketua DPC BMP RI Yadius Tabuni, Asisten I Sekda Yahya Wonorengga, Dandim 1714/PJ Letkol Inf Bagus, Kapolres Puncak Jaya AKBP Yuda Wicaksono, serta para Dansatgas TNI yang bertugas di wilayah tersebut.
Sebelum kirab dimulai, antusiasme warga tampak meningkat saat tim kesehatan Satgas Yonif 743/PSY dan Yonif 136/TS menyelenggarakan bakti sosial berupa pengobatan gratis dan pembagian bendera Merah Putih untuk masyarakat sekitar.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Simbol Persatuan di Puncak Zaitun
Dengan penuh semangat, massa mengarak bendera raksasa berukuran 50 x 6 meter sejauh dua kilometer menuju Puncak Zaitun. Sepanjang perjalanan, iring-iringan warga mencerminkan soliditas dan semangat persatuan bangsa.
Setibanya di titik finis, Asisten I Pemkab Puncak Jaya, Yahya Wonorengga, membacakan sambutan tertulis Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda. Dalam amanatnya, Bupati menekankan peran vital Pancasila sebagai pemersatu bangsa di tengah keberagaman. 
“Pancasila adalah alat pemersatu bangsa di tengah keberagaman. Nilai-nilai luhur Pancasila harus tetap tegak sebagai pedoman hidup serta menjadi fondasi utama bagi kita semua dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Yahya.
Ikrar Kesetiaan kepada NKRI
Puncak acara ditutup dengan pembacaan Ikrar Pancasila oleh seluruh peserta di area Puncak Zaitun. Ikrar tersebut menjadi penegasan komitmen warga Puncak Jaya untuk tetap setia kepada NKRI, mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, serta menolak tegas segala bentuk paham yang bertentangan dengan UUD 1945.
Seluruh rangkaian aksi yang sarat akan pesan persatuan ini berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif hingga akhir acara. Red
Jakarta, DN-II Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan menghadiri upacara kenegaraan dalam rangka Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan pentingnya Pancasila sebagai pemersatu bangsa sekaligus landasan Indonesia dalam mewujudkan perdamaian di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momentum untuk mengenang lahirnya dasar negara Indonesia, “Hari ini kita peringati 81 tahun hari lahirnya Pancasila. Delapan puluh satu tahun yang lalu, Bung Karno berdiri di hadapan Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan menyampaikan gagasan besar yang kemudian menjadi dasar falsafah negara Republik Indonesia,” ujar Presiden.

Presiden juga menekankan pentingnya Pancasila sebagai pegangan bangsa di tengah berbagai tantangan global. “Di tengah dunia yang makin terpecah oleh pertikaian, rivalitas geopolitik, perang dagang dan ketidakpastian ekonomi, Indonesia memiliki pegangan yang kokoh, pegangan itu adalah Pancasila,” lanjut Presiden.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sebagai komponen utama pertahanan negara, TNI berkomitmen untuk terus memegang teguh nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam pengabdian kepada bangsa dan negara, serta senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan nasional guna mendukung terwujudnya Indonesia yang aman, kuat, dan sejahtera. Red
#tniprima
#tnirakyatkuat
#indonesiaemas2045
Mimika, DN-II Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (1/6/2026), berlangsung dengan penuh khidmat.
Personel Kodim 1710/Mimika turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut bersama unsur TNI-Polri, Forkopimda, ASN, pelajar, dan berbagai elemen masyarakat. Bupati Mimika, Johannes Rettob, bertindak sebagai inspektur upacara.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar, mencerminkan semangat persatuan dan kecintaan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen dalam mengamalkan Pancasila sebagai ideologi bangsa sekaligus pemersatu dalam keberagaman.
Dalam amanat yang dibacakan, disampaikan bahwa Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, melainkan jiwa bangsa dan pedoman hidup bersama. Indonesia juga dinilai konsisten menunjukkan kepemimpinan di tingkat global melalui kontribusi pasukan perdamaian PBB, keterlibatan dalam mediasi konflik regional, serta komitmen memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih terjajah. 
Amanat tersebut menegaskan bahwa seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, harus menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dalam kehidupan sehari-hari. Kemajuan ekonomi dan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan moral, etika, dan karakter bangsa agar pembangunan tetap berada pada jalur yang benar dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ini, diharapkan nilai-nilai persatuan, gotong royong, toleransi, dan keadilan sosial semakin mengakar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Upacara berakhir dalam suasana aman, tertib, dan penuh semangat kebangsaan sebagai wujud komitmen bersama untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila demi Indonesia yang maju, berdaulat, dan berkarakter. Red
Jakarta, DN-II Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI beserta para Kepala Staf Angkatan menghadiri upacara pemakaman militer Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014 s.d. 2019, Almarhum Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, yang dipimpin Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).
Upacara pemakaman militer berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan negara atas jasa, pengabdian, dan dedikasi almarhum kepada bangsa dan negara. Prosesi pemakaman dilaksanakan dengan tradisi militer sebagai penghormatan terakhir kepada salah satu putra terbaik bangsa yang telah mendedikasikan darma baktinya bagi TNI, pertahanan negara, dan Republik Indonesia.
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu merupakan tokoh TNI yang memiliki rekam jejak panjang dalam pengabdian kepada negara.

Keluarga besar TNI menyampaikan duka cita yang mendalam serta penghormatan setinggi-tingginya atas jasa, keteladanan, dan dharma bakti almarhum kepada bangsa dan negara. Semangat pengabdian, loyalitas, dan kepemimpinan yang ditinggalkan almarhum diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh prajurit TNI dalam mengabdi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Red
#tniprima
#tnirakyatkuat
#indonesiaemas2045
Timika, DN-II Di sebuah sekolah sederhana di pedalaman Papua, puluhan anak tampak tersenyum ceria mengikuti pelajaran matematika. Dengan penuh semangat mereka mengangkat tangan, menjawab pertanyaan, dan bercita-cita menjadi guru, dokter, pilot, hingga pemimpin masa depan Papua.
Pemandangan ini mungkin terlihat sederhana. Namun bagi masyarakat Papua, tawa anak-anak yang kembali memenuhi ruang kelas merupakan tanda bahwa harapan terus tumbuh di tanah yang mereka cintai.
Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, Satgas Teritorial Koops TNI Habema menggelar berbagai kegiatan edukatif bagi generasi muda Papua. Melalui program Matematika Bela Negara, anak-anak tidak hanya belajar berhitung, tetapi juga belajar tentang disiplin, kerja keras, kejujuran, serta semangat pantang menyerah sebagai bagian dari nilai-nilai luhur Pancasila.
Bagi mereka, Pancasila bukan sekadar hafalan di atas kertas. Pancasila hadir dalam kehidupan sehari-hari, ketika anak-anak dapat belajar dengan tenang, ketika masyarakat dapat beribadah dengan damai, dan ketika warga dari berbagai suku dan latar belakang hidup berdampingan dalam persaudaraan.
Dansatgaster Satgas Teritorial Koops TNI Habema, Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan, S.I.P., mengatakan bahwa pendidikan merupakan investasi terbesar untuk masa depan Papua. “Kami ingin anak-anak Papua tumbuh dengan mimpi yang besar. Mereka adalah masa depan bangsa. Melalui pendidikan, kami ingin menanamkan semangat cinta tanah air, kerja keras, dan nilai-nilai Pancasila agar mereka kelak menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan membangun Papua yang lebih maju.”
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Hari ini, tanda-tanda Papua yang damai semakin terlihat. Sekolah-sekolah kembali ramai. Anak-anak bermain tanpa rasa takut. Mama-mama Papua kembali berjualan di pasar. Petani kembali mengolah kebun. Gereja dan rumah ibadah dipenuhi umat yang berdoa dengan tenang. Di berbagai sudut Papua, masyarakat terus melanjutkan kehidupan dengan penuh harapan. Inilah wajah Papua yang sesungguhnya. Papua yang ingin hidup damai. Papua yang ingin anak-anaknya tumbuh sehat dan berpendidikan. Papua yang ingin maju bersama seluruh anak bangsa.
Melalui semangat Hari Lahir Pancasila, Satgas Teritorial Koops TNI Habema berkomitmen terus hadir bersama masyarakat, mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat, serta mendukung terwujudnya Papua yang aman, damai, maju, dan sejahtera. Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan hanya tentang keamanan yang terjaga. Tetapi tentang senyum anak-anak yang kembali merekah. Tentang harapan yang tumbuh di setiap kampung. Dan tentang masa depan Papua yang semakin terang di bawah naungan Merah Putih.
Dari Papua, untuk Indonesia. Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa, Menuju Indonesia Raya. Red
BENGKULU, DN-II Isu dugaan pelanggaran etika yang menyeret oknum di lingkungan PDAM Tirta Hidayah Kota Bengkulu kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Kasus ini memicu reaksi publik yang menuntut transparansi serta langkah tegas dari manajemen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut dalam menyelesaikan persoalan internalnya. (1/6/2026).
Menanggapi kabar yang beredar, pihak manajemen PDAM Tirta Hidayah angkat bicara. Kepala Bagian Umum PDAM Tirta Hidayah, Haryansyah, menyatakan pihaknya akan segera melakukan tindak lanjut setelah mendapatkan informasi mengenai persoalan tersebut.
“Saat ini saya belum mengetahui detail permasalahannya. Kami perlu melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait terlebih dahulu. Berdasarkan informasi yang beredar, memang ada keterlibatan orang dari internal PDAM,” ujar Haryansyah saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Meskipun belum memaparkan rincian kasus, Haryansyah menegaskan bahwa manajemen tidak akan bersikap pasif. Pihaknya menjadwalkan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat guna mendapatkan klarifikasi secara komprehensif.
“Besok (hari ini, red) akan segera kami panggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan,” tegasnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menjaga Integritas dan Kepercayaan Publik
Isu ini menjadi ujian bagi komitmen PDAM Tirta Hidayah dalam menjaga integritas serta efektivitas pengawasan internal. Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah serta Kode Etik Pegawai, setiap pelanggaran disiplin memiliki konsekuensi tegas, baik secara administratif maupun hukum.
Sanksi bagi pegawai yang terbukti melakukan pelanggaran berat dapat berupa teguran tertulis, penurunan pangkat, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).
Sebagai penyedia layanan publik vital, masyarakat sebagai pelanggan berhak mendapatkan kepastian bahwa operasional perusahaan berjalan profesional dan bebas dari perilaku yang mencederai kepercayaan publik. Lambannya penanganan atau ketidaktindakan manajemen dikhawatirkan dapat memicu spekulasi yang kontraproduktif bagi citra perusahaan.
Hingga berita ini diturunkan, hasil pemeriksaan maupun klarifikasi dari pihak terkait belum dipublikasikan. Sesuai dengan prinsip jurnalistik, pihak yang bersangkutan memiliki hak jawab untuk memberikan penjelasan guna melengkapi informasi yang ada.
Redaksi Investigasi News akan terus memantau dan mengawal perkembangan kasus ini untuk memastikan transparansi dan kejelasan bagi publik. Red
BREBES, DN-II Kepolisian Resor (Polres) Brebes menggelar konferensi pers guna menyampaikan hasil pengungkapan sejumlah kasus tindak pidana menonjol yang terjadi di wilayah hukum Kabupaten Brebes selama bulan Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (1/6/2026) di Aula Sanika Satyawadha Polres Brebes ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Brebes Kompol Ryke Rhimadhila dengan didampingi Kasat Reskrim, Ps. Kasi Humas, serta dihadiri oleh sejumlah awak media.
Dalam keterangannya, Wakapolres Brebes menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk kriminalitas demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. Dari sejumlah kasus yang ditangani, terdapat empat kasus utama yang menjadi perhatian publik, mulai dari pencurian dengan pemberatan hingga kekerasan seksual dan tawuran berdarah yang melibatkan anak di bawah umur.
Kasus pertama yang dirilis adalah tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Peristiwa tragis ini bermula dari aksi saling tantang antar-kelompok remaja melalui media sosial Instagram. Kelompok “kidul18society” dan aliansinya bersepakat melakukan tawuran dengan format *five-on-five* (lima lawan lima) melawan kelompok “bledos19boys”.
Aksi duel bersenjata tajam tersebut pecah pada Sabtu, 2 Mei 2026 sekitar pukul 03.00 WIB di jalan masuk Desa Wanacala, Kecamatan Songgom. Dalam bentrokan itu, seorang remaja berinisial AF (17) mengalami luka sabetan senjata tajam jenis corbek pada pangkal paha selangkangan kiri. Korban kemudian ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia di saluran irigasi pada pagi harinya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Berkat penyelidikan intensif Satreskrim Polres Brebes, polisi berhasil mengamankan seorang Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) berusia 16 tahun yang diduga kuat sebagai pelaku utama. Pelaku kini dijerat Pasal 80 Ayat (3) Jo Pasal 76C UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.
Keberhasilan lain ditunjukkan oleh Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Brebes yang berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat) di salah satu toko modern di Kecamatan Brebes. Pembobolan ini diketahui pada Rabu, 27 Mei 2026 pagi, saat kepala toko mendapati etalase kasir berantakan dan atap plafon berlubang akibat dijebol. Sebanyak 406 bungkus rokok raib dengan kerugian mencapai Rp11.817.781,-
Berdasarkan hasil olah TKP, petugas mendapatkan petunjuk mengenai kendaraan operasional pelaku berupa satu unit angkutan kota (angkot) berwarna biru. Polisi kemudian melakukan pengejaran hingga ke wilayah Jawa Barat dan berhasil menangkap tersangka berinisial NH (44), warga Kabupaten Cirebon, di kediamannya.
Dari tangan tersangka, petugas menyita kunci pas ukuran 8 yang digunakan untuk membuka atap seng, angkot biru, serta 129 bungkus rokok sisa curian. Tersangka NH dibidik dengan Pasal 477 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Polres Brebes juga mengungkap kasus memilukan terkait kekerasan seksual terhadap anak. Seorang pria berinisial IMD (40) ditangkap lantaran diduga tega menyetubuhi adik iparnya yang masih berusia 17 tahun secara berulang kali. Aksi bejat ini dilakukan tersangka dalam kurun waktu Februari hingga Oktober 2025 di sebuah rumah di wilayah Brebes.
Kasus ini terungkap setelah korban mengalami trauma psikologis berat dan sempat mengutarakan niat mengakhiri hidup kepada ibunya pada April 2026. Setelah didampingi pihak keluarga secara persuasif, korban akhirnya mengaku telah menjadi korban kebiadaban kakak iparnya. Modus tersangka adalah memanfaatkan kedekatan keluarga serta mengancam korban menggunakan rekaman video pribadi korban yang diambil tanpa hak.
Kini IMD telah ditahan dan dijerat Pasal 473 Ayat (2) Huruf b UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Kasus terakhir yang dipaparkan adalah tawuran remaja yang terjadi di wilayah Kecamatan Wanasari pada Senin, 30 Maret 2026 silam. Hampir mirip dengan kasus di Songgom, peristiwa ini dipicu oleh aksi saling tantang di Instagram antara akun “KARBAK73” dan “DOSQ30” yang sepakat menggelar duel maut format dua lawan dua memakai senjata tajam.
Dalam perkelahian tersebut, seorang anak laki-laki berusia 16 tahun dari kelompok DOSQ30 menderita luka bacok serius di tubuhnya. Meski sempat dilarikan dan dirujuk ke rumah sakit, nyawa korban tidak tertolong.
Melalui serangkaian penyelidikan, mengumpulkan alat bukti, dan memeriksa saksi-saksi, Satreskrim Polres Brebes menetapkan seorang remaja berusia 15 tahun sebagai Anak yang Berkonflik dengan Hukum (ABH). Polisi juga menyita sebilah senjata tajam jenis corbek sepanjang satu meter. ABH tersebut kini menghadapi jeratan Pasal 80 Ayat (3) Jo Pasal 76C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam kesempatan ini, Polres Brebes juga memberikan atensi khusus kepada maraknya fenomena tawuran dan kekerasan yang melibatkan anak di bawah umur. Kepolisian mengimbau kepada para orang tua, pihak sekolah, serta tokoh masyarakat untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama dalam bijak menggunakan media sosial.
Polres Brebes memastikan akan terus mengoptimalkan patroli siber serta tindakan preventif di lapangan guna mencegah kejahatan serupa kembali terulang demi menjamin rasa aman bagi masyarakat Brebes. Red/Casroni
PERANAP, INHU. DN-II Maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Desa Baturijal Hulu, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, akhirnya memicu reaksi keras dari pemerintah desa dan tokoh adat setempat. Mereka secara resmi melayangkan surat kepada Kapolsek Peranap guna meminta tindakan tegas terhadap aktivitas tambang ilegal yang dinilai semakin meresahkan masyarakat. (31/5/2026).
Surat bernomor 477/DS.BRU/56 tertanggal 27 April 2026 tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala Desa Baturijal Hulu Junaidi dan turut disetujui Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta pemangku adat setempat.
Dalam isi surat itu disebutkan bahwa aktivitas PETI di wilayah Baturijal Hulu tidak hanya merusak lingkungan dan mengancam ekosistem, namun juga dikhawatirkan berdampak terhadap keberadaan situs cagar budaya Masjid Raya yang berada di desa tersebut.
Pemerintah desa menegaskan, berbagai upaya persuasif sebenarnya telah dilakukan untuk menghentikan aktivitas tambang ilegal tersebut. Namun hingga kini aktivitas PETI disebut masih terus berlangsung tanpa mampu dihentikan oleh pemerintah desa.
“Kami sangat berharap kepada Bapak Kepala Kepolisian Sektor Peranap agar segala aktivitas penambang emas ilegal (PETI) ini ditutup dan dihentikan karena tidak sesuai dengan ketentuan hukum, ”demikian bunyi surat tersebut.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Surat itu juga ditembuskan kepada Bupati Indragiri Hulu, Kapolres Inhu, Dandim 0302 Inhu, Camat Peranap hingga unsur TNI di wilayah Peranap.
Menanggapi persoalan tersebut, tokoh masyarakat Anto meminta aparat penegak hukum (APH) tidak lagi terkesan lamban dalam menangani aktivitas PETI yang sudah lama menjadi perhatian masyarakat.
Menurutnya, ketegasan aparat sangat dibutuhkan agar tidak muncul persepsi negatif di tengah masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
“Fungsi APH harus benar-benar tegas dalam menangani PETI ini. Jangan sampai muncul anggapan di tengah masyarakat bahwa aparat lamban atau ada pembiaran. Kalau dibiarkan terus, ini bisa mencoreng citra APH sendiri, ”ujar Anto.
Katanya lagi, dampak PETI bukan hanya soal pelanggaran hukum semata, tetapi juga menyangkut kerusakan lingkungan yang dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat sekitar.
“Kerusakan alam akibat PETI ini nyata. Sungai bisa tercemar, hutan rusak, lingkungan terancam, bahkan situs budaya juga bisa terdampak. Jadi penanganannya harus serius dan berkelanjutan, ”katanya lagi.
Tambah Anto, langkah yang dilakukan pemerintah desa dan tokoh adat dengan menyurati Kapolsek Peranap merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi daerah dan keselamatan lingkungan hidup.
“Kita mendukung langkah perangkat desa dan tokoh adat. Ini bukti masyarakat sudah resah dan berharap negara hadir menyelesaikan persoalan ini. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan karena penanganannya dianggap lamban, ”tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, aktivitas PETI di sejumlah titik wilayah Kecamatan Peranap dikabarkan masih berlangsung. Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah nyata dan penindakan tegas sesuai aturan hukum yang berlaku demi menjaga kelestarian lingkungan dan ketertiban di tengah masyarakat.
“Harapan masyarakat sederhana, PETI ditindak tegas tanpa pandang bulu agar lingkungan tetap terjaga dan hukum benar-benar ditegakkan, ”tutup Anto.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Tim
