Beranda » Pemerintah » Halaman 49

Pemerintah

Kota Tegal, DN-II Kepolisian memastikan kesiapan maksimal dalam mengamankan malam takbiran yang akan berlangsung pada Jumat (20/3/2026). Seluruh personel dikerahkan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif hingga berakhirnya Operasi Ketupat.

Kapolres Tegal Kota, Heru Antariksa Cahya, menegaskan kondisi lalu lintas dan keamanan wilayah saat ini relatif terkendali. Puncak arus mudik telah terlewati, salah satunya berkat penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way nasional.

Meski demikian, Kapolres mengingatkan jajarannya agar tidak lengah, terutama menghadapi potensi keramaian pada malam takbiran. Kondusifitas keamanan harus tetap terjaga hingga selesai operasi.

“Malam ini takbiran akan berlangsung, meski sebagian masyarakat telah memulainya sejak Kamis. Karena itu, seluruh personel harus benar-benar siap, mulai dari sore hingga malam hari,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya setiap personel memahami tugas dan posisi masing-masing agar pengamanan berjalan efektif, terutama dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk melaksanakan takbiran di tempat ibadah, dengan peran aktif Bhabinkamtibmas yang memberikan edukasi.

“Euforia takbir keliling harus di antisipasi dengan mitigasi yang tepat. Pengamanan harus humanis, penuh dedikasi, dan ikhlas,” ujarnya.

Ratusan personel gabungan dari Polres, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait mengamankan malam takbiran. Mereka menempati pos-pos pengamanan, titik rawan kemacetan di jalur Pantura, pusat kota, dan kawasan keramaian.

Walikota Tegal bersama Forkopimda juga memantau langsung situasi dengan meninjau sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan Operasi Ketupat. Dalam kesempatan tersebut, Walikota dan Forkopimda juga memberikan bingkisan lebaran kepada para petugas yang berjaga sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam melayani masyarakat selama arus mudik dan perayaan Idulfitri.

Kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh personel dalam kondisi siap serta sarana prasarana pengamanan berjalan optimal.

“Kami menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional, termasuk pengalihan arus dan penguatan personel di simpul kemacetan, agar mobilitas tetap lancar dan tidak terjadi penumpukan kendaraan,” jelas Kapolres.

Petugas juga memfokuskan pengamanan pada pelaksanaan Sholat Idul fitri di sejumlah masjid dan titik lokasi, terutama di Masjid Agung Kota Tegal.

“Pelaksanaan Sholat Ied agar berjalan aman dan lancar, agar masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk,” pungkasnya. ( Bim )

​Sambut Idul Fitri 1447 H, TPA Al Husain Tanabang Ilir Gelar Pawai Obor Meriah

​TANABANG ILIR, WWW.DETIKNASIONAL.COM //  Dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1447 H yang jatuh pada tahun 2026, santri TPA Al Husain Tanabang Ilir menggelar kegiatan pawai beramai-ramai pada Jumat malam (20/03/2026). Suasana malam takbiran di desa tersebut mendadak riuh dan penuh cahaya saat ratusan peserta mulai memadati titik kumpul dengan antusiasme yang tinggi.

​Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Tanabang Ilir, Irvan Sanjivaredy, S.P., yang hadir didampingi oleh istri tercinta. Kehadiran orang nomor satu di desa tersebut memberikan semangat tambahan bagi para santri dan warga yang ikut memeriahkan iring-iringan pawai di sepanjang jalan protokol desa.

​Selain jajaran perangkat desa, tampak hadir pula para tenaga pengajar TPA Al Husain yang selama ini menjadi pilar pendidikan agama di sana. Mereka adalah Ustadz Irham Sabari, S.H.I., Ustazah Masriana, S.Th.I., Ustadz Mukminin, S.Sos., serta Ustazah Ria Mukminin yang turut mengawal jalannya barisan agar tetap tertib dan aman.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Dalam sambutannya, Irvan Sanjivaredy, S.P. menyampaikan, “Kegiatan pawai ini adalah wujud syukur kita setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Saya sangat mengapresiasi semangat adik-adik santri dan para guru ngaji yang telah menjaga tradisi religius ini tetap hidup di Desa Tanabang Ilir.”

​Lebih lanjut, beliau berharap agar momentum ini dapat mempererat tali silaturahmi antarwarga dan memupuk rasa cinta generasi muda terhadap syiar Islam. Irvan menekankan bahwa kebersamaan antara pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat adalah kunci utama dalam membangun desa yang harmonis dan religius.

​Acara yang berlangsung hingga menjelang tengah malam ini ditutup dengan doa bersama. Gema takbir yang bersahut-sahutan sepanjang perjalanan pawai berhasil menciptakan atmosfer haru dan bahagia, menandai kemenangan seluruh umat muslim di Desa Tanabang Ilir dalam menyambut hari yang fitri.

REPORT : JULIYAN

BREBES, DN-II Guna menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat pada malam puncak perayaan Idul Fitri 1447 Hijriyah, Polres Brebes menggelar Apel Gabungan Kesiapan Pengamanan Malam Takbiran di halaman Mapolres setempat, Jumat (20/3/2026) malam.

Apel ini dipimpin langsung oleh Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah. Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya kesiapsiagaan personel dalam mengawal malam kemenangan agar wilayah Kabupaten Brebes tetap dalam situasi aman dan kondusif.

Dalam instruksi teknisnya, Kapolres menegaskan bahwa personel patroli telah dibagi secara spesifik guna memastikan seluruh wilayah terjangkau.

“Malam ini kita siaga penuh untuk melaksanakan patroli dan pengamanan Malam Takbiran Idul Fitri 1447 H. Personel telah dibagi untuk menyisir Jalur Pantura maupun Jalur Tengah. Saya instruksikan kepada setiap Perwira Pengendali (Padal) jalur untuk segera melakukan Arahan Pimpinan Pasukan (APP) kepada anggotanya sebelum bergeser ke lokasi tugas,” tegas AKBP Lilik Ardhiansyah.

Selain tim patroli bergerak, pengamanan statis juga difokuskan pada pusat keramaian masyarakat. Personel yang bertugas di kawasan Alun-alun Brebes telah disiagakan secara khusus untuk menjaga kenyamanan warga yang merayakan malam takbiran di pusat kota.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kapolres Brebes juga memberikan perhatian khusus pada titik-titik yang dinilai memiliki potensi gangguan keamanan. Regu patroli diminta untuk lebih jeli dalam memantau wilayah yang rawan terjadi perkelahian antarwarga maupun tindak kriminalitas lainnya.

“Laksanakan patroli pada tempat-tempat rawan. Pantau dan monitor setiap dinamika yang terjadi, baik itu isu nasional maupun daerah, agar kita selalu waspada terhadap perkembangan situasi yang ada,” tambahnya.

Menutup arahannya, AKBP Lilik Ardhiansyah mengingatkan jajaran agar tidak mengabaikan kondisi fisik di tengah padatnya rangkaian Operasi Ketupat Candi 2026 yang masih berlangsung.

“Saya minta rekan-rekan tetap jaga kesehatan karena tugas kita masih panjang. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tetap waspada terhadap lingkungan sekitar, dan yang terpenting, selalu utamakan keselamatan personel selama bertugas di lapangan. Semoga wilayah Kabupaten Brebes tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan armada patroli Blue Light Patrol yang bergerak serentak ke berbagai penjuru wilayah hukum Polres Brebes untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat dan para pemudik yang masih melintas. (Casroni/Hms)

BREBES, DN-II Menjelang tengah malam di tengah meningkatnya arus mudik, kesigapan personel kepolisian kembali diuji. Pada Kamis (19/3/2026) malam jajaran Pos Pengamanan (Pos Pam) Dermoleng bergerak cepat merespon aduan masyarakat terkait hambatan lalu lintas di jalur Larangan – Ketanggungan.

Sebuah truk dilaporkan mengalami kendala teknis serius tepat di wilayah Desa Kubangwungu. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapospam Dermoleng, Ipda Sugiyanto, memimpin langsung tiga anggotanya menuju lokasi untuk melakukan giat strong point.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati satu unit kendaraan bermotor (KBM) truk dalam posisi berhenti di badan jalan akibat patah as roda. Kondisi ini sempat mengancam kelancaran arus lalu lintas, mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi bagi para pemudik.

Langkah-langkah taktispun segera diambil oleh personel di lapangan dengan pengamanan lokasi dan pemasangan rambu dengan meletakkan tanda peringatan di sekitar truk agar terlihat jelas oleh pengguna jalan lain dari kejauhan guna menghindari kecelakaan serta membantu dengan evakuasi dan koordinasi perbaikan pemindahan kendaraan agar jalur kembali steril.

Ipda Sugiyanto menyampaikan bahwa tindakan cepat ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan rasa aman selama masa mudik Lebaran 2026.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kami langsung turun ke lapangan begitu menerima laporan. Prioritas utama kami adalah memastikan tidak ada hambatan fatal di jalur mudik, serta mencegah terjadinya kecelakaan akibat kendaraan yang mogok di titik gelap,” ujar Ipda Sugiyanto dalam keterangan yang disampaikan pada Jumat (20/03) pagi.

Ditambahkan, saat proses evakuasi petugas juga memberikan pesan edukatif bagi para pemudik yang melintas. Mengingat insiden teknis dapat terjadi sewaktu-waktu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan mempersiapkan perjalanan dengan matang.

“Kami meminta para pemudik untuk selalu mengecek kondisi fisik kendaraan sebelum melakukan perjalanan,” lanjutnya.

Selain itu, petugas juga menekankan pentingnya menjaga fokus selama berkendara. “Jika merasa lelah atau mengantuk, segera cari tempat istirahat terdekat. Jangan memaksakan diri demi mengejar waktu, karena keselamatan adalah yang utama,” terangnya. (Casroni/Hms)

Kota Tegal, DN-II Bhayangkari Cabang Tegal Kota melakukan peninjauan ke sejumlah pos pengamanan dalam rangka Operasi Ketupat Candi 2026 di wilayah Kota Tegal, Rabu sore (18/3/2026).

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Bhayangkari Cabang Tegal Kota Ny. Henny Antariksa bersama jajaran pengurus Bhayangkari serta Persatuan Yayasan Kemala Bhayangkari (PYKB).

Beberapa pos yang menjadi sasaran kunjungan di antaranya Pos Pelayanan (Posyan) Maya, Pos Pengamanan (Pospam) Rel KA Tirus, Pos Terpadu Terminal, Posyan Jalan Pancasila, hingga Pospam Simpang Tiga Coyo.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan Bhayangkari turut menyerahkan tali asih berupa bingkisan kepada personel yang tengah bertugas mengamankan arus mudik Lebaran.

Ny. Henny Antariksa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan kepada anggota agar tetap bersemangat selama menjalankan tugas dalam Operasi Ketupat Candi 2026.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Bingkisan ini kami berikan sebagai wujud kepedulian Bhayangkari kepada para petugas di lapangan, dengan harapan dapat menambah semangat dalam melaksanakan tugas,” tuturnya.

Ia juga berharap seluruh personel dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Selain itu, dirinya mendoakan agar seluruh anggota yang bertugas selalu diberikan kesehatan, keselamatan, serta kelancaran dalam pelaksanaan tugas.

“Semoga seluruh rangkaian Operasi Ketupat Candi 2026 berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, sehingga masyarakat dapat merasakan kenyamanan saat merayakan Idul Fitri 1447 H,” pungkasnya. ( Bim )

KABUPATEN TEGAL, DN-II Jerit tangis keluarga Untung Suradi, warga Desa Brekat, seolah tak berbekas. Sudah hampir dua tahun, perjuangannya menuntut keadilan atas perusakan lahan pertanian miliknya menemui jalan buntu. Meski telah dilaporkan ke pihak kepolisian sejak Januari 2024, kasus yang diduga melibatkan oknum pejabat desa ini dinilai jalan di tempat.

Kronologi: Mediasi Buntu, Eksekusi Paksa Berujung Anarkis

Konflik bermula dari sengketa sewa lahan seluas 2 hektar milik Pemerintah Desa Brekat. Hubungan kerja sama yang awalnya berjalan baik di masa kepemimpinan lama, mulai meruncing saat tampuk kekuasaan beralih ke Kepala Desa baru, Sabar.

Menjelang masa sewa berakhir, Untung memohon kebijakan waktu satu bulan untuk memanen tanaman yang sudah ia rawat. Ia bahkan menawarkan kompensasi sewa tambahan sebagai bentuk iktikad baik. Namun, permintaan manusiawi tersebut ditolak mentah-mentah.

Tanpa proses dialog yang sehat, lahan seluas kurang lebih 5.000 meter persegi tersebut dikosongkan secara paksa. Sebanyak 15 orang yang diduga bergerak atas perintah pihak desa melakukan perusakan terhadap tanaman yang hanya tinggal menghitung hari menuju masa panen.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kerugian Puluhan Juta dan Trauma Psikis

Aksi represif ini tak hanya menghanguskan modal usaha, tetapi juga meninggalkan luka batin yang mendalam. Untung memperkirakan kerugian materiil mencapai Rp 90.000.000.

Namun, bagi Untung, nilai uang tidak sebanding dengan trauma yang dialami orang tuanya.

“Orang tua saya sampai menangis bersimpuh di lokasi memohon agar perusakan dihentikan, tapi mereka tetap lanjut. Ini sangat tidak manusiawi,” ungkap Untung dengan nada bergetar.

Menanti Ketegasan Polres Tegal

Ketidakpastian hukum kini menjadi beban tambahan. Meski laporan telah masuk sejak lama, progres penyidikan di Polres setempat dirasa belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Saat mendatangi Mapolres baru-baru ini untuk menanyakan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), Untung kembali diminta menunggu. Padahal, saksi-saksi kunci seperti Musa dan Tobiin menyatakan siap memberikan keterangan utuh mengenai peristiwa di lapangan.

Harapan pada Kapolres: Jangan Biarkan Rakyat Kecil Tergilas

Melalui jalur media, Untung menitipkan pesan terbuka kepada Kapolres Tegal. Ia berharap ada intervensi langsung agar kasus ini tidak menguap begitu saja. Menurutnya, lahan negara seharusnya dikelola dengan kebijaksanaan, bukan dengan tindakan arogan yang menindas rakyat.

“Saya mohon kepada Bapak Kapolres untuk membantu menangani kasus ini seadil-adilnya. Kami hanya ingin kebenaran ditegakkan. Yang salah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkasnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Laporan: Teguh

Jakarta, DN-II Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Online Dwipantara (PWO Dwipa), Feri Rusdiono, mengutuk keras operasi tangkap tangan (OTT) yang diduga setingan terhadap jurnalis Amir. (19/3/2026).

Ia menilai tindakan itu melanggar komitmen Memorandum of Understanding (MOU) antara Dewan Pers dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Feri Rusdiono menegaskan bahwa MOU Dewan Pers-Polri yang telah diteken sejak 2019 wajib menjadi pedoman utama dalam penanganan kasus yang melibatkan wartawan.

“OTT ini jelas setingan dan merusak independensi jurnalisme. Dewan Pers dan Polri harus menyesuaikan prosedur dengan aturan MOU, bukan asal tangkap tanpa verifikasi fakta,” tegas Feri dalam pernyataan resminya kepada media, Kamis (19/3).Kasus Amir menjadi sorotan karena diduga merupakan upaya kriminalisasi profesi jurnalistik.

PWO Dwipa mendesak Dewan Pers segera turun tangan melakukan mediasi dan memastikan hak wartawan terlindungi sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. “Ini bukan pertama kalinya wartawan jadi korban rekayasa. Polri harus transparan, atau kepercayaan publik terhadap penegak hukum runtuh,” tambah Feri.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Hingga kini, Polri belum merespons secara resmi tudingan tersebut. PWO Dwipa berencana menggelar aksi solidaritas jika OTT Amir tidak dibatalkan dan proses hukumnya disesuaikan dengan standar jurnalistik.

(Redaksi)

Kabupaten Tegal, DN-II Menjelang arus mudik Lebaran, peninjauan intensif dilakukan terhadap sejumlah proyek infrastruktur strategis. Fokus utama tertuju pada kendala teknis Jembatan Kali Erang, kesiapan jalur alternatif, sebelum lebaran Jumat 19 maret 2026 hingga percepatan perbaikan jalan di ruas-ruas vital Instruksi Bupati Tegal H. Ischak Maulana Rohman, S.H .

1. Kendala Teknis Jembatan Kali Erang: Target Lebaran Meleset

Penyelesaian Jembatan Kali Erang dipastikan tidak dapat memenuhi target awal untuk digunakan saat masa mudik. Selain faktor cuaca ekstrem dan kondisi alam yang tidak menentu, ditemukan kesalahan teknis serius pada tahap awal pengerjaan.

Tim aplikator pertama diketahui melakukan pemasangan yang tidak sesuai standar, di mana jembatan tidak membentuk chamber atau lengkungan yang seharusnya.

“Kami sudah mengambil langkah tegas dengan mengganti tim aplikator. Saat ini, tenaga ahli langsung dari pabrik Nusantara Baja Prima telah turun ke lapangan untuk melakukan penyetelan ulang secara detail,” ujar narasumber dalam peninjauan tersebut.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Proses perbaikan dan pemasangan ulang ini diperkirakan akan memakan waktu kurang lebih satu bulan.

2. Jalur Gunung Jati Jadi Tumpuan Mudik

Sebagai konsekuensi belum beroperasinya Jembatan Kali Erang, arus lalu lintas akan dialihkan sepenuhnya ke jalur alternatif Gunung Jati. Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum (PU) tengah melakukan perbaikan intensif di jalur tersebut.

Instruksi khusus telah dikeluarkan agar seluruh perbaikan di jalur Gunung Jati rampung sebelum hari raya, guna menjamin kenyamanan dan keamanan para pemudik yang melintas.

3. Akselerasi Perbaikan Jalan Ruas Slirit – Duren

H. Ischak Maulana Rohman, S.H . memerintahkan dilakukan percepatan perbaikan di ruas jalan Clirit , Gunung Jati hingga Duren. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat arus mudik.

Tindakan: Mulai malam ini, petugas melakukan proses leveling (perataan) jalan menggunakan material LPA dan CAP.

Target: Seluruh pekerjaan pengaspalan dan perataan diupayakan selesai maksimal pada hari Selasa, sehingga siap menghadapi kepadatan lalu lintas.

4. Kesiapan Hunian Sementara (Huntara)

Selain infrastruktur jalan, peninjauan juga menyasar pada kesiapan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sebanyak 204 unit Huntara telah dinyatakan siap dan dijadwalkan untuk diserahterimakan pada hari Rabu mendatang. Setiap unit hunian memiliki ukuran 3 x 6 meter dan telah dilengkapi dengan fasilitas dasar berupa dua tempat tidur di setiap bloknya.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur mudik wilayah hukum Kabupaten Brebes, tepatnya di Pos Rancakalong pada Kamis (19/03/2026) pagi. Insiden yang melibatkan dua kendaraan roda dua ini mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis intensif.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan di lokasi kejadian, kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.15 WIB. Peristiwa bermula ketika sebuah sepeda motor ditabrak dari arah belakang oleh kendaraan roda dua lainnya. Benturan keras tersebut menyebabkan kedua pengendara terjatuh dan mengalami cedera.

Data Korban

Petugas PMI Kabupaten Brebes segera melakukan evakuasi di tempat kejadian perkara (TKP). Adapun identitas korban adalah sebagai berikut:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Saefullah (53), warga Kemrajen, Banyumas.

Saminah (49), warga Kemrajen, Banyumas.

Kondisi Pasien (Saminah):

Luka lecet pada pipi bagian kanan.

Luka lecet pada punggung bagian kiri.

Mengalami dislokasi (pergeseran sendi) di bagian punggung kanan.

Setelah mendapatkan pertolongan pertama di lokasi oleh tim medis, kedua korban langsung dirujuk ke RSUD Bumiayu untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Data Kumulatif Pelayanan PMI Brebes (Mudik Idul Fitri 2026)

Hingga update terbaru pada tanggal 19 Maret 2026 pukul 10.31 WIB, Pos Pelayanan Ambulans dan Pertolongan Pertama (PP) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Brebes mencatat total korban kecelakaan selama masa mudik sebagai berikut:

Kategori Kondisi Jumlah Jiwa

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Luka Ringan 8 Orang

Luka Berat 40 Orang

Meninggal Dunia 1 Orang

Petugas menghimbau bagi para pemudik untuk selalu waspada dan menjaga jarak aman kendaraan, terutama di titik-titik rawan kecelakaan sepanjang jalur Brebes.

Laporan Oleh: Pos Pelayanan PMI Kabupaten Brebes
Waktu Update: 10.31 WIB.

Red

Kota Tegal, DN-II Polres Tegal Kota melakukan silaturahmi keagamaan dengan umat Hindu di tengah pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026, sebagai langkah menjaga kondusivitas menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang diperkirakan bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 H.

Kegiatan dilakukan dengan mengunjungi umat Hindu di Pura Segara Suci, Panggung Kota Tegal, Selasa (17/3) guna memastikan situasi tetap aman di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Lebaran.

Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya menyampaikan bahwa Polri mengedepankan pendekatan humanis serta koordinasi lintas agama dalam menjaga keamanan selama Operasi Ketupat Candi.

“Kami ingin memastikan perayaan Nyepi dan malam takbiran dapat berjalan aman tanpa potensi gangguan. Koordinasi dengan tokoh agama terus kami lakukan agar situasi tetap kondusif,” ujar Kapolres , Rabu (18/3/2026)

Ia menambahkan, pengamanan tidak hanya difokuskan pada arus mudik, tetapi juga seluruh kegiatan masyarakat, termasuk perayaan keagamaan yang berlangsung hampir bersamaan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia, I Gusti Nyoman Mardawa, menyampaikan apresiasi atas perhatian Polres Tegal Kota dalam menjaga keamanan menjelang Hari Raya Nyepi.

“Kami berterima kasih atas dukungan pengamanan yang diberikan sehingga umat Hindu dapat melaksanakan ibadah dengan khidmat. Kami juga mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 agar berjalan aman dan lancar,” katanya.

Polres Tegal Kota berharap sinergi antara aparat, tokoh agama, dan masyarakat dapat menjaga toleransi serta kerukunan, sehingga perayaan Nyepi dan Idul Fitri di Kota Tegal berlangsung aman, tertib, dan damai. ( Bim )

You cannot copy content of this page