Bentengi 633 Siswa dari Narkoba, MTs Ma’arif NU 1 Brebes Perkuat Sinergi dengan BNN dan Kepolisian
BREBES – Di tengah maraknya peredaran obat-obatan terlarang yang menyasar kalangan remaja, MTs Ma’arif NU 1 Brebes mengambil langkah proaktif dalam melindungi siswanya. Sekolah yang kini membina 633 siswa tersebut menekankan pentingnya sinergi antara edukasi di sekolah dan pengawasan orang tua di rumah. (13/2/2026).
Pentingnya Peran Orang Tua Pasca-Sekolah
Wakil pihak sekolah, Abdul Mufti, menyatakan bahwa pihak sekolah bertanggung jawab penuh atas aktivitas siswa selama berada di lingkungan sekolah, yakni mulai pukul 07.00 hingga 13.30 WIB. Namun, tantangan sesungguhnya muncul saat siswa telah kembali ke lingkungan masyarakat.
”Setelah jam sekolah berakhir, tanggung jawab kembali ke orang tua masing-masing. Kami terus menjalin kerja sama dengan wali murid agar mereka tetap memperhatikan pola pergaulan dan lingkungan pertemanan anak-anaknya,” ujar Abdul Mufti saat ditemui di lingkungan sekolah.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Beliau menambahkan bahwa tingginya rasa ingin tahu remaja seringkali menjadi pintu masuk penyalahgunaan barang terlarang. “Anak-anak punya rasa penasaran yang tinggi untuk mencoba hal baru. Terkadang, karena ketidaktahuan atau tekanan dari kelompok agar dianggap setia kawan, mereka terjerumus ke hal-hal yang melanggar hukum,” imbuhnya.
Langkah Preventif dan Kolaborasi Instansi
Guna membekali siswa dengan pengetahuan yang tepat, MTs Ma’arif NU 1 Brebes secara rutin menggelar program pencegahan. Baru-baru ini, sekolah bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tegal untuk memberikan sosialisasi langsung kepada para siswa.
”Dua minggu yang lalu, tim dari BNNK Kota Tegal hadir memberikan edukasi. Anak-anak sangat antusias. Selain itu, kami didukung oleh 44 orang guru dan karyawan yang tidak henti-hentinya mengimbau siswa menjauhi NAFZA,” jelas Abdul Mufti.
Tak hanya fokus pada isu narkoba, sekolah juga memperluas cakupan pembinaan karakter melalui kerja sama dengan pihak Kepolisian, khususnya Satlantas. Hal ini dilakukan untuk mengedukasi siswa mengenai aturan berlalu lintas agar mereka menjadi pribadi yang patuh hukum di mana pun berada.
Sekilas Suasana Sekolah
Di sela-sela jam istirahat, atmosfer ceria khas remaja masih menyelimuti koridor sekolah. Interaksi hangat antar-siswa, seperti diskusi mengenai tugas dan aktivitas harian, menunjukkan sisi positif kehidupan sekolah yang ingin terus dijaga oleh pihak manajemen melalui lingkungan yang aman dan bebas dari pengaruh negatif luar.
Dengan pengawasan yang ketat dan edukasi berkelanjutan, MTs Ma’arif NU 1 Brebes berkomitmen untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bersih dari narkoba dan taat pada aturan hukum yang berlaku.
Reporter: Teguh
Brebes, DN-II Kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat terus ditunjukkan melalui pendampingan kegiatan kewilayahan. Babinsa Serka Sagiman, turut serta mendampingi kegiatan Posyandu Balita dan Ibu Hamil dari Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dilokasi TMMD Reguler 127 di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Brebes, Jawa Tengah. Jum’at (13/02/2026).
Kegiatan Posyandu tersebut merupakan program rutin yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan, Bidan Desa dengan dukungan para kader PKK dan Babinsa. Posyandu bertujuan untuk memantau dan mengontrol kesehatan balita serta ibu hamil yang berdomisili di Desa Cikuya, mulai dari penimbangan berat badan balita, imunisasi, pemberian vitamin, makanan tambahan, hingga pemeriksaan kesehatan ibu hamil.
Dalam kesempatan tersebut, Serka Sagiman menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk pendampingan, meningkatkan partisipasi warga, memotivasi kader, serta memperkuat sinergi dalam pencegahan stunting dan pemantauan kesehatan ibu dan balita di wilayah binaan. Babinsa aktif membantu memantau data tumbuh kembang anak, penimbangan, dan pengukuran tinggi badan untuk deteksi dini stunting.
“Sebagai Babinsa, kami mendukung sepenuhnya pelaksanaan Posyandu, termasuk program imunisasi balita. Ini merupakan bagian dari dukungan TNI terhadap program pemerintah dalam mewujudkan balita yang sehat demi terciptanya generasi penerus bangsa yang unggul,” ujar Serka Sagiman.
Ia juga menambahkan bahwa Posyandu memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat, khususnya ibu dan anak, sebagai sarana pemantauan tumbuh kembang balita serta kesehatan ibu hamil secara berkala.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Dengan adanya Posyandu, diharapkan kesehatan masyarakat dapat terus terjaga sehingga pada akhirnya mampu mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera,” pungkasnya.
Sementara Petugas Kesehatan Puskesmas Banjarharjo Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Bidan Maryam, Amd. Keb. Menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan Bersama dengan TNI untuk memberikan motivasi dan himbauan kepada warga untuk rutin membawa balita ke Posyandug guna meningkatkan pelayanan Kesehatan serta membantu kader dalam menyampaikan edukasi gizi dan kesehatan kepada masyarakat khususnya di Desa Cikuya. (Rio/tsm).
BREBES, DN-II Penantian panjang warga Desa Cikuya Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes akan air bersih segera berakhir. Satgas TMMD ke-127 Kodim 0713/Brebes bergerak cepat memulai pembangunan bak penampung air bersih sebagai solusi nyata atas krisis air yang selama ini menghantui masyarakat. Jum’at(13/2/2026)
Sejak pagi, personel Satgas TMMD bersama warga turun langsung ke lokasi, bahu-membahu mengerjakan pembangunan dengan penuh semangat. Kehadiran program ini menjadi harapan baru bagi warga yang selama bertahun-tahun harus berjalan jauh demi mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Komandan Satgas (Dansatgas) TMMD Ke-127 Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan prioritas utama karena menyangkut kesehatan dan kelangsungan hidup masyarakat.
“Pembangunan bak penampung ini merupakan Program Unggulan TNI AD yang dilaksanakan pada TMMD Ke-127, diharapkan nantinya mampu menyalurkan air secara merata sehingga warga tidak lagi mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih terutama saat musim kemarau.”tegas Dandim.
Raut wajah bahagia dan rasa syukur terpancar dari warga. Mereka optimistis, pembangunan tersebut akan mengakhiri penderitaan panjang akibat krisis air bersih yang selama ini dialami.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Melalui TMMD ke-127, TNI tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga menghadirkan harapan dan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat. Gotong royong yang terjalin menjadi bukti kuat kemanunggalan TNI-rakyat dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.(Rio/dika)
BREBES, DN-II Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes benar-benar membawa “cahaya” baru bagi warga kurang mampu. Hal ini dirasakan langsung oleh Ibu Castem (60), warga Desa Cikuya yang menjadi salah satu penerima bantuan pemasangan instalasi listrik (KWh).
Momen menyentuh terjadi saat Serka Feri Wida Primawan, Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, melakukan pengecekan rutin ke rumah Ibu Castem untuk memastikan progres bantuan tersebut, Jumat (13/02/2026). Di tengah temaram ruangan yang sedang dipersiapkan untuk dialiri listrik, ia mendapati Nayla (11), cucu Ibu Castem yang masih duduk di kelas 6 SD, sedang tekun belajar.
Meski proses penyambungan listrik sepenuhnya masih dalam tahap penyelesaian, semangat Nayla untuk menuntut ilmu tidak surut. Melihat kegigihan siswi kelas 6 tersebut, Serka Feri dengan sigap langsung duduk mendampingi Nayla untuk membantu memahami pelajaran sekolahnya.
“Saya sangat bangga melihat semangat Nayla. Walaupun selama ini keterbatasan penerangan menjadi kendala, dia tetap fokus belajar. Tugas kami di TMMD bukan hanya memasang kabel dan meteran listrik, tapi memastikan cahaya itu benar-benar berguna untuk masa depan anak-anak seperti Nayla,” ujar Serka Feri. 
Bagi Ibu Castem, bantuan KWh listrik ini adalah impian yang menjadi kenyataan. Selama ini, aktivitas belajar Nayla di malam hari sangat terbatas. Dengan adanya program TMMD ini, ia berharap cucunya bisa belajar lebih nyaman dan berprestasi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kegiatan pendampingan belajar yang dilakukan Serka Feri ini menunjukkan bahwa personel Satgas TMMD tidak hanya bekerja dengan otot dan alat pertukangan, tetapi juga dengan hati. Kehadiran TNI di rumah-rumah warga memberikan motivasi moril yang besar, terutama bagi generasi muda di pelosok desa.
Pemasangan listrik ini merupakan satu dari sekian banyak sasaran non-fisik dan fisik TMMD ke-127 yang bertujuan meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Brebes.(Rio/pradista)
BREBES, DN-II Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek pendidikan karakter. Hal ini terlihat saat Serka Sagiman, salah satu personel Satgas TMMD, memberikan materi motivasi dan pembelajaran kepada siswa kelas 6 SDN Cikuya 01, Kecamatan Banjarharjo, Jum’at (13/02/2026).
Kehadiran prajurit TNI di dalam kelas ini menjadi pemandangan yang memotivasi para siswa. Dengan didampingi Guru Kelas 6, Ibu Waenah, S.Pd., Serka Sagiman memberikan materi wawasan kebangsaan serta dorongan moril agar anak-anak desa tidak patah semangat dalam mengejar cita-cita.
Dalam paparannya, Serka Sagiman menekankan pentingnya disiplin dan kerja keras sebagai kunci kesuksesan. Ia mengajak para siswa untuk terus rajin belajar meskipun berada di wilayah perdesaan.
“Anak-anak ini adalah masa depan bangsa. Melalui kegiatan non-fisik TMMD ini, kami ingin menanamkan rasa percaya diri kepada mereka bahwa anak desa juga bisa berprestasi dan meraih cita-cita setinggi langit,” ujar Serka Sagiman di sela-sela kegiatannya.
Waenah, S.Pd., selaku guru kelas, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran personel TNI di sekolahnya. Menurutnya, sosok prajurit memberikan warna baru dalam metode pembelajaran yang membuat siswa lebih antusias dan disiplin.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Di tempat terpisah, Dandim 0713/Brebes selaku Dansatgas TMMD ke-127, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif anggotanya di lapangan. Ia menegaskan bahwa edukasi adalah investasi jangka panjang dari program TMMD.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan pemberian motivasi kepada murid SD tersebut. TMMD bukan hanya soal membangun jalan atau jembatan, tapi juga tentang membangun SDM yang unggul. Kami ingin kehadiran TNI di Desa Cikuya memberikan dampak positif yang membekas di hati dan pikiran generasi muda,” tegas Letkol Inf Ambariyantomo.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam sasaran non-fisik TMMD Reguler ke-127, guna memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sejak usia dini.(Rio/pradista)
BREBES, DN-II Suasana akrab dan penuh tawa mewarnai sela-sela pengerjaan sasaran fisik TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes. Di tengah kesibukan merehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Rastip, seorang anggota Satgas TMMD mendadak “dicegat” oleh warga setempat, Jum’at (13/02/2026).
Adalah Serka Feri Wida Primawan, yang juga menjabat sebagai Babinsa Desa Cikuya, yang menjadi sasaran aksi spontan ibu-ibu warga sekitar. Saat hendak beristirahat sejenak dari aktivitas pertukangan, ia dipanggil dengan kompak oleh sekelompok ibu yang sedang asyik mengolah singkong.
“Ke sini Pak Babin! Bantuin ini bikin misro Pak. Nanti kalau sudah jadi, saya kasih!” teriak salah satu ibu yang langsung diamini oleh rekan-rekannya dengan penuh semangat.
Mendengar ajakan tersebut, Serka Feri tak kuasa menolak. Dengan senyum lebar, ia langsung bergabung di teras rumah warga, membaur bersama mereka. Tanpa canggung, tangan yang biasanya memegang sekop dan palu itu kini ikut membantu membentuk adonan singkong berisi gula merah tersebut.
Bagi Serka Feri, momen seperti ini adalah esensi sebenarnya dari penugasan TMMD. Menurutnya, keberhasilan program bukan hanya diukur dari kokohnya bangunan fisik, tetapi dari seberapa erat ikatan emosional antara prajurit dan masyarakat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Ini yang membuat lelah kami hilang. Sambutan warga Desa Cikuya sangat luar biasa. Diajak bikin misro bersama adalah bentuk perhatian yang tulus dari warga kepada kami,” ujar Serka Feri sambil sesekali bercanda dengan warga.
Canda gurau dan aroma manis gorengan misro yang mulai matang pun menyelimuti suasana istirahat siang itu. Ibu-ibu desa mengaku senang dengan kehadiran Satgas TMMD yang dinilai sangat membaur dan tidak menjaga jarak.
Kegiatan TMMD Reguler ke-127 di wilayah Kodim 0713/Brebes ini terus dikebut pengerjaannya, namun sisi humanis dan gotong royong seperti ini tetap menjadi bumbu utama yang memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat di perbatasan Jawa Tengah.(Rio/pradista)
BREBES, DN-II Dalam rangka menjaga dan meningkatkan kesiapan fisik serta kemampuan dasar keprajuritan, Komando Distrik Militer (Kodim) 0713/Brebes menggelar kegiatan Penilaian Siap Jasmani Militer (PSJM) di Halaman Makodim 0713/Brebes Jl. Jenderal Sudirman No.107 Brebes, Jawa Tenagh. Jum’at (13/2/2025).
Kegiatan PSJM kali ini meaksanakan kegiatan Hanmars 10 KM yang bertujuan untuk mengukur kemampuan jasmani prajurit serta memelihara kebugaran fisik mereka. Selain sebagai ajang pembinaan fisik, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat soliditas dan kebersamaan di lingkungan Kodim 0713/Brebes.
Komandan Kodim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., Menegaskan pentingnya latihan ini sebagai bagian dari upaya membina kemampuan dasar militer prajurit.
“Sebagai prajurit profesional, mereka diharapkan dapat memelihara dan menjaga kemampuan fisiknya dengan baik agar siap melaksanakan tugas pokok dalam mempertahankan kedaulatan NKRI,” tegas Dandim. 
Lebih lanjut, Dandim menyampaikan bahwa PSJM merupakan program baru yang wajib dilaksanakan oleh seluruh satuan jajaran TNI AD. Program ini mendorong setiap prajurit untuk tetap prima tidak hanya dalam pelaksanaan tugas kewilayahan, tetapi juga dalam kemampuan dasar keprajuritan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sebelum pelaksanaan latihan, seluruh prajurit menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Tim Kesehatan dari Poskes Kodim 0713/Brebes. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemanasan yang dipimpin oleh Bintara Staf Operasi, sebagai langkah awal persiapan fisik.
“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Kodim 0713/Brebes dalam menjaga kesiapsiagaan dan kekuatan fisik prajurit guna mendukung pelaksanaan tugas-tugas TNI AD yang semakin kompleks, diantaranya anggota juga dikirim untuk menyelesaikan pekerjaan fisik di Program TMMD Reg Ke-127 di Desa Cikuya Kecamatan Banjarharjo” pungkas Dandim. (Rio/dika)
BREBES, DN-II Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek pendidikan karakter. Hal ini terlihat saat Serka Sagiman, salah satu personel Satgas TMMD, memberikan materi motivasi dan pembelajaran kepada siswa kelas 6 SDN Cikuya 01, Kecamatan Banjarharjo, Jumat (13/02/2026).
Kehadiran prajurit TNI di dalam kelas ini menjadi pemandangan yang memotivasi para siswa. Dengan didampingi Guru Kelas 6, Ibu Waenah, S.Pd., Serka Sagiman memberikan materi wawasan kebangsaan serta dorongan moril agar anak-anak desa tidak patah semangat dalam mengejar cita-cita.
Dalam paparannya, Serka Sagiman menekankan pentingnya disiplin dan kerja keras sebagai kunci kesuksesan. Ia mengajak para siswa untuk terus rajin belajar meskipun berada di wilayah perdesaan.
”Anak-anak ini adalah masa depan bangsa. Melalui kegiatan non-fisik TMMD ini, kami ingin menanamkan rasa percaya diri kepada mereka bahwa anak desa juga bisa berprestasi dan meraih cita-cita setinggi langit,” ujar Serka Sagiman di sela-sela kegiatannya.
Ibu Waenah, S.Pd., selaku guru kelas, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran personel TNI di sekolahnya. Menurutnya, sosok prajurit memberikan warna baru dalam metode pembelajaran yang membuat siswa lebih antusias dan disiplin.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Di tempat terpisah, Dandim 0713/Brebes selaku Dansatgas TMMD ke-127, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif anggotanya di lapangan. Ia menegaskan bahwa edukasi adalah investasi jangka panjang dari program TMMD.
”Saya sangat mengapresiasi kegiatan pemberian motivasi kepada murid SD tersebut. TMMD bukan hanya soal membangun jalan atau jembatan, tapi juga tentang membangun SDM yang unggul. Kami ingin kehadiran TNI di Desa Cikuya memberikan dampak positif yang membekas di hati dan pikiran generasi muda,” tegas Letkol Inf Ambariyantomo.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam sasaran non-fisik TMMD Reguler ke-127, guna memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sejak usia dini.
Red/Ro
BREBES, DN-II Di tengah kesibukan pengerjaan fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, seorang prajurit menunjukkan bahwa pengabdian TNI tidak hanya sebatas membangun infrastruktur jalan atau jembatan.
Serka Feri Wida Primawan, Babinsa dari Koramil 14/Banjarharjo yang tergabung dalam Satgas TMMD, mencuri perhatian warga Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Di sela-sela waktu istirahatnya, ia menyempatkan diri untuk mengajar mengaji anak-anak setempat, Jumat (13/02/2026).
Mengenakan seragam loreng kebanggaannya, Serka Feri tampak telaten membimbing jari-jemari mungil anak-anak menelusuri huruf demi huruf hijaiyah. Suasana hangat menyelimuti kegiatan yang berlangsung sederhana namun penuh khidmat tersebut.
Tak hanya sekadar memberikan edukasi religi, Serka Feri juga menyelipkan pesan-pesan moral mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam. Menurutnya, menanamkan rasa cinta lingkungan sejak dini sama pentingnya dengan membekali anak-anak dengan ilmu agama.
”Tugas kami di sini memang membangun desa secara fisik, namun membangun mental dan karakter generasi muda melalui mengaji juga merupakan tanggung jawab moral. Saya ingin mereka tidak hanya cerdas mengaji, tapi juga peduli dan menjaga alam lingkungan sekitar mereka agar tetap asri,” ujar Serka Feri.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kehadiran sosok “Tentara Mengajar” ini mendapat sambutan positif dari para orang tua di Desa Cikuya. Keakraban yang terjalin antara personel Satgas TMMD dengan anak-anak dinilai menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Kegiatan non-fisik seperti ini menjadi warna tersendiri dalam pelaksanaan TMMD ke-127 di wilayah Kodim 0713/Brebes, membuktikan bahwa kehadiran prajurit di tengah masyarakat membawa dampak positif yang menyeluruh, baik dari segi pembangunan fasilitas maupun edukasi sosial.
Red/Rio
JAKARTA, DN-II Sebuah dokumen laporan intelijen setebal tujuh halaman dari Kabid Propam Polda NTB yang dirilis awal Februari 2026, memicu guncangan hebat di institusi kepolisian. Dokumen tersebut mengungkap dugaan keterlibatan sistematis perwira menengah dalam jaringan narkotika, yang menyeret nama mantan Kasat Narkoba Bima Kota, AKP Malaungi, hingga Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro.
Aliran Dana Haram dan Barang Bukti Fantastis
Laporan tersebut merinci temuan yang mengerikan: penyitaan sabu seberat lebih dari 30 kilogram dan kepemilikan senjata api ilegal jenis Revolver S&W. Namun, yang paling menonjol adalah temuan aliran dana miliaran rupiah di rekening penampung yang diduga berasal dari bandar narkoba untuk kepentingan pribadi dan operasional yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Kronologi terungkapnya skandal ini bermula dari penangkapan dua warga sipil, Anita dan Bripka Irfan. Interogasi terhadap keduanya menyeret nama AKP Malaungi. Saat dilakukan penggeledahan di rumah dinasnya, petugas menemukan sabu seberat hampir setengah kilogram dan hasil tes urine Malaungi dinyatakan positif narkotika.
Dalam pemeriksaan, Malaungi memberikan pengakuan mengejutkan terkait adanya “setoran” rutin dari bandar narkoba berinisial B dan KE. Angka setoran mencapai Rp400 juta per bulan, dengan total akumulasi Rp1,8 miliar yang diduga mengalir ke kantong Kapolres Bima Kota. Bukti elektronik berupa percakapan WhatsApp dan slip setoran bank atas nama pihak ketiga—seperti Dewi Purnamasari dan Romli—memperkuat dugaan skema pencucian uang ini.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Wilson Lalengke: “Hukum Dijual Demi Jabatan”
Menanggapi skandal ini, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, memberikan kritik keras. Alumni PPRA-48 Lemhannas RI ini menilai fenomena “polisi nyambi bandar” adalah dampak dari sistem internal yang transaksional.
“Kita jangan pura-pura kaget. Sebagian besar oknum polisi terjebak dalam kubangan kriminal karena adanya kebutuhan finansial besar untuk ‘membeli’ pangkat dan jabatan. Ini rahasia umum; posisi strategis seringkali memiliki harga,” ujar Wilson di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Wilson menambahkan, ketika promosi jabatan tidak lagi berbasis prestasi melainkan materi, maka oknum polisi cenderung berubah menjadi pemburu rente. “Mereka akan mencari cara mengembalikan modal, baik dengan memeras rakyat maupun menjadi beking bandar. Jika sistem ‘setoran’ ini tidak diputus, Polri berisiko menjadi organisasi kriminal berseragam,” tegasnya sembari mengingatkan publik pada kasus serupa yang melibatkan Irjen Pol. Teddy Minahasa.
Perspektif Filosofis: Ancaman Bagi Negara
Tragedi moral ini membawa kita kembali pada pemikiran Plato dalam The Republic. Ia memperingatkan bahwa jika “penjaga negara” (aparat) berubah menjadi serigala yang memangsa domba yang seharusnya dilindungi, maka keruntuhan negara hanya tinggal menunggu waktu.
Senada dengan itu, filsuf Confucius mengajarkan bahwa pemimpin adalah “angin” dan rakyat adalah “rumput”. Jika angin yang bertiup membawa aroma busuk korupsi, maka moralitas masyarakat pun akan ikut rubuh. Penegakan hukum yang transaksional, menurut Immanuel Kant, juga menghancurkan tatanan hukum universal karena keadilan tidak dapat diperdagangkan.
Desakan Revolusi Moral kepada Presiden
Atas dasar temuan ini, Wilson Lalengke mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan tindakan luar biasa (extraordinary measure). Reformasi Polri tidak boleh lagi sekadar perubahan administratif atau jargon politik.
Tuntutan Utama PPWI kepada Pemerintah:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pembersihan Sistem Rekrutmen: Menghapus praktik suap-menyuap dalam kenaikan pangkat dan penempatan wilayah.
Lembaga Pengawas Independen: Memperkuat pengawasan eksternal yang memiliki otoritas menindak perwira di unit rawan seperti reserse narkoba.
Ketegasan Tanpa Pandang Bulu: Menindak tegas dan memenjarakan oknum jenderal atau perwira yang terlibat jaringan narkotika.
“Presiden harus menyadari bahwa kepolisian adalah wajah negara. Jika wajah ini bopeng oleh narkoba, martabat negara jatuh di mata dunia. Saatnya bertindak nyata, bukan sekadar janji-janji,” pungkas Wilson.
Skandal di Polres Bima Kota adalah alarm keras. Tanpa pembersihan total, cita-cita Indonesia Emas 2045 dikhawatirkan hanya menjadi fatamorgana yang terkubur di bawah puing-puing kehancuran moral para penegak hukumnya sendiri.
(TIM/Red)
