INDRAMAYU, DN-II Aksi meresahkan kelompok geng motor kembali terjadi di wilayah hukum Polres Indramayu. Sebuah sepeda motor dan sebilah senjata tajam jenis celurit ditemukan tergeletak di sebuah gang di Desa Mundu, Kecamatan Karangampel, Senin (16/2/2026) dini hari. Barang-barang tersebut diduga kuat milik anggota geng motor yang lari kocar-kacir saat melihat kedatangan petugas kepolisian.
Kronologi Penemuan
Kapolsek Karangampel, AKP Maryudi, mengungkapkan bahwa penemuan ini bermula dari laporan cepat masyarakat melalui layanan darurat 110 sekitar pukul 02.00 WIB. Warga melaporkan adanya kerumunan pemuda bermotor yang terlibat keributan dan mulai meresahkan pengguna jalan di kawasan Desa Mundu.
“Merespons laporan tersebut, unit patroli langsung meluncur ke lokasi. Namun, setibanya petugas di tempat kejadian perkara (TKP), massa yang terlibat keributan langsung membubarkan diri ke berbagai arah,” ujar AKP Maryudi saat dikonfirmasi.
Petugas kemudian melakukan penyisiran intensif hingga ke area pemukiman warga. Di salah satu gang sempit, polisi menemukan satu unit sepeda motor yang ditinggalkan begitu saja beserta sebilah celurit berukuran besar.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Langkah Hukum dan Penyelidikan
Saat ini, seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolsek Karangampel. Pihak kepolisian tengah melakukan pendalaman, termasuk memeriksa nomor rangka dan mesin motor tersebut untuk melacak identitas pemiliknya.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi aksi premanisme maupun geng motor yang mengganggu kondusivitas wilayah. Identitas pemilik motor sedang kami selidiki,” tegas AKP Maryudi.
Peningkatan Keamanan
Menyikapi insiden ini, Polsek Karangampel berkomitmen untuk mengintensifkan patroli rutin, terutama pada jam-jam rawan di titik-titik yang dianggap rentan terjadi aksi kriminalitas jalanan.
Pihak kepolisian juga mengimbau para orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama saat malam hari. Warga diminta tetap tenang namun selalu waspada, serta jangan ragu untuk memanfaatkan layanan Call Center 110 jika melihat potensi gangguan kamtibmas di lingkungannya.
Reporter: Rio
MAJALENGKA, DN-II Pelarian pelaku pembunuhan sadis yang korbannya ditemukan di dalam koper berakhir sudah. Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Brebes berhasil membekuk tersangka berinisial R di tempat persembunyiannya di wilayah Majalengka, Selasa (17/2/2026).
Kronologi Penangkapan
Pengejaran terhadap R dilakukan setelah polisi berhasil mengidentifikasi identitas korban berinisial S dan melacak jejak terakhir tersangka. Pelaku diketahui melarikan diri ke kediaman istrinya sesaat setelah membuang jasad korban.
Tanpa perlawanan berarti, petugas langsung mengepung lokasi dan mengamankan tersangka. Saat ini, R telah dibawa ke Mapolres Brebes untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Motif: Terlilit Utang Piutang
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi keji tersebut diduga kuat dipicu oleh sengketa finansial. Masalah utang piutang yang tak kunjung usai membuat tersangka gelap mata hingga tega menghabisi nyawa korban.
“Dugaan sementara motifnya adalah perselisihan terkait utang piutang antara pelaku dan korban. Namun, kami masih mendalami keterangan pelaku untuk memastikan apakah ada unsur perencanaan atau motif tambahan lainnya,” ujar perwakilan kepolisian dalam keterangan resminya.
Ancaman Hukuman Berat
Selain mengamankan pelaku, polisi kini tengah mengumpulkan barang bukti tambahan, termasuk alat yang digunakan untuk menghabisi korban dan koper yang digunakan untuk menyembunyikan jasad.
Atas perbuatannya, tersangka R terancam dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, atau bahkan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.
Hingga saat ini, jenazah korban S telah menjalani proses autopsi. Pihak keluarga yang terpukul atas kejadian ini meminta aparat penegak hukum memberikan sanksi yang seberat-beratnya kepada pelaku.
Reporter: Rio
Inspirasi: Kisah Ibu Nur Hayati, Pencari Rongsok yang Berhasil Antarkan Tiga Anaknya ke Kursi Kuliah
TEGAL, DN-II Bagi sebagian orang, sepatu sekolah adalah hal lumrah. Namun bagi Nur Hayati (56), sepasang sepatu adalah simbol kemewahan yang tak pernah ia rasakan. Warga Desa Wangandawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal ini tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Namun, kegelapan buta aksara tak menghalanginya menjadi pelita bagi masa depan ketiga anaknya.
“Saya tidak tahu rasanya pakai sepatu sekolah, tapi anak-anak saya harus punya gelar sarjana,” ungkapnya tegar saat ditemui, Selasa (17/2/2026).
Merajut Asa dari Tumpukan Rongsok
Keseharian perempuan yang akrab disapa Ibu Nur ini jauh dari kata mudah. Ia menyambung hidup dengan mengais barang rongsok di jalanan sekaligus bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART). Setiap hari, ia menyisir sudut kota untuk mengumpulkan kardus dan kertas bekas demi rupiah yang tak menentu.
“Terkadang hanya dapat Rp7.000, kalau lagi ramai bisa Rp10.000 sehari,” katanya lirih. Dari recehan inilah, satu demi satu mimpi anaknya dirajut hingga menembus gerbang universitas ternama.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Buah Manis Ketulusan: Tiga Anak, Tiga Sarjana
Perjuangan berat Ibu Nur membuahkan hasil yang melampaui ekspektasi. Ketiga anaknya berhasil membuktikan bahwa kemiskinan bukan penghalang untuk berprestasi:
Anak Sulung: Berhasil menyelesaikan studi di jurusan Biologi, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, dan kini telah mandiri bekerja di Bekasi.
Anak Kedua (Munir): Menempuh studi Tafsir Al-Qur’an di IAIN Salatiga. Munir sempat menunjukkan baktinya dengan menunda kuliah selama dua tahun demi membiayai adiknya setelah sang ayah wafat.
Anak Bungsu: Kini sedang menempuh semester 4 di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, mengambil jurusan Ekonomi Islam melalui beasiswa bergengsi dari BSI.
Solidaritas di Tengah Keterbatasan
Ibu Nur mengakui, jalannya menuju titik ini tidak dilalui sendirian. Keajaiban demi keajaiban hadir melalui tangan-tangan dermawan. Ia menyebut nama H. Imam dan Hj. Linda (pemilik Chicken Meccah dan Cafe Alif) sebagai sosok yang konsisten membantu biaya sekolah anak-anaknya.
Ia juga mengenang kebaikan Dedy Yon Supriyono (Wali Kota Tegal periode 2019-2024). “Beliau sering membantu langsung kalau bertemu saya sedang mencari rongsok di jalanan,” kenangnya.
Pesan Untuk Negeri
Kisah Nur Hayati adalah potret nyata bahwa pendidikan adalah hak segala bangsa, bukan hanya milik mereka yang berada. Dengan kerja keras, doa yang tak putus, dan dukungan sosial yang tepat, tembok kemiskinan terbukti bisa diruntuhkan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ibu Nur telah membuktikan: meski kakinya tak pernah menginjak bangku sekolah, langkahnya telah membawa anak-anaknya melampaui batas yang pernah ia bayangkan.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
BREBES, DN-II Guna memastikan kekhusyukan dan keamanan umat Tionghoa dalam menyambut pergantian tahun, Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, melakukan pengecekan langsung kesiapan pengamanan di Klenteng Hok Tek Bio, Senin (16/2/2026) malam.
Kegiatan ini bertujuan untuk memantau situasi kondusivitas menjelang perayaan Malam Tahun Baru Imlek 2577/2026 di wilayah hukum Kabupaten Brebes.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Brebes didampingi oleh Wakapolres Kompol Purbo Andjar Waskito serta Kapolsek Brebes AKP Prapto.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh pengurus Klenteng Hok Tek Bio yang berlokasi di Jalan Binaji, Kelurahan Brebes tersebut.
Dalam penyampaiannya, pengerus klenteng mengapresiasi langkah sigap Polres Brebes dalam menjaga keamanan rumah ibadah. Dijelaskan bahwa ritual sembahyang akan mencapai puncaknya pada pukul 24.00 Wib.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kami akan melaksanakan sembahyang mulai tengah malam nanti dengan prosesi pembakaran dupa dan penyalaan lilin sebagai simbol penghormatan. Meskipun jumlah jamaat yang hadir sekitar 20 orang dan dilakukan secara bergantian, pengamanan dari pihak kepolisian sangat berarti bagi kenyamanan kami,” ujar pengurus Klenteng, A Coi
Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian di lapangan bukan hanya soal teknis keamanan, melainkan juga bentuk dukungan terhadap keberagaman dan toleransi beragama di Brebes.
“Kami dari Polres Brebes melaksanakan pengamanan dan pemantauan intensif di Klenteng Hok Tek Bio. Harapan kami, kegiatan doa bersama ini berlangsung aman dan lancar tanpa kendala apa pun,” kata AKBP Lilik. 
Kapolres juga menambahkan bahwa momen ini menjadi sarana silaturahmi untuk mempererat komunikasi antara kepolisian, pengurus tempat ibadah, dan masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lapangan hingga berita ini diturunkan, secara umum situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Brebes terpantau aman dan kondusif. Tidak ada gangguan menonjol yang dilaporkan, dan aktivitas warga berjalan dengan normal di bawah pengawasan personel yang bersiaga.
“Kegiatan malam ini juga menjadi sarana silaturahmi untuk mempererat komunikasi antara kepolisian, pengurus tempat ibadah, dan masyarakat. Semoga perayaan Imlek 2026 ini membawa keberkahan bagi seluruh warga yang merayakan,” pungkasnya. (Red/Hms)
JAKARTA, DN-II Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi merilis regulasi terbaru mengenai pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). Melalui Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026, pemerintah mempertegas aturan main mengenai pembayaran honor bagi guru dan tenaga kependidikan non-ASN.
Langkah ini diambil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti,
untuk memastikan transparansi dan ketepatan sasaran alokasi anggaran negara di sektor pendidikan dasar dan menengah. (16/2/2026).
Siapa Saja yang Berhak?
Dalam Pasal 43 aturan tersebut, pemerintah merinci syarat ketat bagi pendidik yang berhak menerima honor bulanan dari dana BOSP. Hal ini bertujuan agar tidak ada lagi tumpang tindih pemberian tunjangan di lapangan.
Syarat bagi Guru:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Untuk bisa menerima honor dari dana BOSP, seorang guru wajib memenuhi empat kriteria utama:
Status Non-ASN: Bukan merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Terdata di Dapodik: Wajib terdaftar secara resmi dalam Aplikasi Data Pokok Pendidikan.
Memiliki NUPTK: Mempunyai Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan sebagai bukti validasi profesi.
Tanpa Tunjangan Dobel: Belum menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG).
Nasib Tenaga Kependidikan
Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tidak hanya guru, tenaga kependidikan (seperti staf administrasi, pustakawan, atau operator sekolah) juga mendapat porsi perhatian. Syaratnya cenderung lebih sederhana namun tetap administratif:
Berstatus bukan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Memiliki bukti penugasan resmi berupa Surat Keputusan (SK) atau Surat Penugasan dari Kepala Sekolah/Penyelenggara Satuan Pendidikan.
Mengapa Ini Penting?
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Peraturan ini menjadi payung hukum bagi kepala sekolah dalam mengalokasikan anggaran sekolah tanpa rasa takut akan pelanggaran administrasi. Pembayaran honor bulanan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para pendidik ujung tombak yang belum beralih status menjadi ASN.
Catatan Penting: Pembayaran honor dilakukan secara bulanan, menyesuaikan dengan ketersediaan dana dan kebijakan satuan pendidikan masing-masing sesuai petunjuk teknis yang berlaku.
Reporter: Teguh
Brebes, DN-II Sinergitas Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Juru Sembelih Halal (JULEHA) Kabupaten Brebes dengan Kodim 0713/Brebes ikut mensukseskan program Non Fisik dalam rangka memperkuat pemahaman dan keterampilan terkait penyembelihan halal untuk Pengurus Masjid dan Mushola Desa Cikuya sebagai lokasi dilaksanakannya TMMD Reguler 127 TA. 2026.
Syiar dan Edukasi berada di Aula Balaidesa Cikuya dimana ada peserta dari luar desa dan kecamatan seperti desa Songgom dan Larangan. Senin (16/02/2026).
Acara ini menjadi bagian dari program Syiar Perkumpulan Juru Sembelih Halal Brebes, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya prosedur penyembelihan sesuai kaidah Islam dan standar halal yang berlaku.
Syiar dan Edukasi ini juga untuk masyarakat umum yang ingin memahami lebih dalam tentang tata cara penyembelihan halal.
Peserta mendapatkan materi tentang prinsip halal dalam penyembelihan, management qurban, pengenalan pisau sembelih, materi teknik perubuhan hewan qurban, materi titik sembelih, teknik tali temali dan teknik adab menyembelih.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Para instruktur dari DPD JULEHA Brebes juga memberikan demonstrasi langsung mengenai teknik penyembelihan yang sesuai syariat Islam dan prosedur sesuai SKKNI Juru Sembelih Halal No 147 Tahun 2022.
Ketua DPD JULEHA Brebes Chasan Mudofar didampingi Kusmanto, M.Pd selaku Bidang Pendidikan serta Sekretaris Peltu Ujang TSM, SH, TNI yang masih aktif berdinas di Kodim 0713/Brebes menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas juru sembelih halal di Indonesia, khususnya di Desa Cikuya.

“Syiar dan Edukasi ini bukan sekadar teori, tetapi juga praktik langsung untuk memastikan bahwa daging yang dikonsumsi masyarakat benar-benar terjamin kehalalannya. Kami ingin peserta memahami bahwa penyembelihan halal bukan hanya soal proses teknis, tetapi juga berkaitan dengan etika dan kepatuhan terhadap ajaran Islam,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Paguyuban Lebe Se-Kecamatan Banjarharjo, Pengurus DKM dan masyarakat yang turut hadir, komunitas masjid, serta masyarakat sekitar. Keberhasilan acara ini menunjukkan pentingnya sinergi antara masyarakat dan institusi dalam menjaga standar halal di sektor pangan, khususnya produk hasil sembelihan.
Selain pelatihan teknis, acara ini juga menjadi ajang diskusi bagi para peserta dan pemangku kepentingan dalam membahas berbagai tantangan di lapangan, seperti peningkatan kesadaran masyarakat, kepatuhan terhadap regulasi, dan kebutuhan akan lebih banyak tenaga juru sembelih halal yang tersertifikasi.
“Kami berharap acara ini bukan sekadar Syiar dan Edukasi saja, namun lebih ketingkat pelatihan dan menjadi langkah awal bagi peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya produk halal, khususnya dalam proses penyembelihan. Dengan adanya tenaga juru sembelih yang terlatih dan tersertifikasi, kualitas produk halal yang beredar di masyarakat semakin terjamin,” ujar Bapak Sekod Kepala Desa Cikuya saat memberikan sambutan.
Pelatihan ini juga menjadi momentum dalam mendukung gerakan Syiar Sembelih Halal Indonesia, yang bertujuan untuk memperkuat ekosistem halal di Indonesia. Dengan adanya program edukasi seperti ini, diharapkan kesadaran dan kepatuhan terhadap standar halal terus berkembang, demi menjaga kualitas dan kepercayaan masyarakat terhadap produk halal di tanah air.
Ditabahkan Kepala Desa, “Kami mengungkapkan rasa terima kasih kepada DPD Juleha Brebes yang telah sukarela memberikan segudang ilmu dan pengalaman tentang fungsi dan frofesi seorang Juru Sembelih Halal yang bermanfaat bagi umat. (Rio//Utsm).
BOGOR, DN-II Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/02/2026). Pertemuan strategis tersebut digelar khusus untuk memperkuat posisi tawar Indonesia di tengah dinamisnya perundingan ekonomi global.
Dalam arahan resminya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh sekadar menjadi pengikut dalam arus ekonomi internasional. Ia menginstruksikan para menteri untuk memastikan setiap kesepakatan diplomasi memberikan keuntungan nyata bagi kepentingan nasional.
“Setiap langkah diplomasi ekonomi harus berpihak pada kepentingan nasional. Kita tidak ingin perundingan yang hanya bersifat transaksional jangka pendek,” ujar Presiden, sebagaimana dikutip dari siaran pers BPMI Setpres.
Fokus pada Produktivitas dan Rantai Pasok
Lebih lanjut, Kepala Negara menekankan tiga poin krusial yang menjadi syarat mutlak dalam setiap perundingan global ke depan:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Penguatan Struktur Ekonomi: Perundingan harus berdampak pada transformasi ekonomi domestik secara fundamental.
Produktivitas Industri: Mendorong peningkatan kapasitas produksi dalam negeri agar mampu bersaing di pasar mancanegara.
Rantai Pasok Global: Memastikan Indonesia memiliki peran strategis dan berdaulat dalam rantai pasok dunia.
Hasil Konkret sebagai Tolok Ukur
Presiden Prabowo juga mewanti-wanti jajarannya agar kebijakan ekonomi tidak berhenti di atas kertas atau sekadar seremoni penandatanganan. Beliau menuntut hasil konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
“Setiap kebijakan yang diambil pemerintah harus berorientasi pada hasil nyata bagi bangsa dan negara. Kita bicara tentang pertumbuhan yang berkualitas dan inklusif,” tegasnya.
Pertemuan di Hambalang ini dipandang sebagai langkah cepat pemerintah dalam merespons volatilitas ekonomi global tahun 2026, sekaligus menyelaraskan visi antar-kementerian agar tetap solid dalam memperjuangkan kedaulatan ekonomi Indonesia. (*)
Sumber: BPMI Setpres
#RilisPresiden
#KemensetnegRI
#EkonomiIndonesia
#Hambalang
HAKARTA, DN-II Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertolak menuju Washington DC, Amerika Serikat, pada Senin (16/02/2026). Menggunakan pesawat kepresidenan dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Presiden dijadwalkan melakukan kunjungan kerja penting untuk bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump.
Fokus utama dari kunjungan ini adalah pertemuan bilateral yang membahas penguatan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Amerika Serikat. Kedua pemimpin negara tersebut diproyeksikan akan membahas berbagai kerja sama strategis, mulai dari sektor ekonomi hingga stabilitas keamanan kawasan.
Dalam rombongan terbatas tersebut, Presiden turut didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran Menteri ESDM mensinyalir adanya pembahasan serius terkait ketahanan energi dan investasi hijau antar kedua negara.(*)
Sumber: BPMI Setpres
#RilisPresiden
#KemensetnegRI
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
TEGAL, DN-II Ketua MPR RI Ahmad Muzani melakukan kunjungan kerja ke Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Senin (16/2/2026). Kehadiran pimpinan lembaga tinggi negara ini bertujuan untuk memastikan penanganan darurat dan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana tanah bergerak berjalan optimal.
Peninjauan Lapangan dan Koordinasi Lintas Sektoral
Rombongan tiba di lokasi pada pukul 11.00 WIB dan langsung melakukan rangkaian peninjauan yang dimulai dari kompleks Ponpes Al-Adalah 2. Didampingi Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i dan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Ahmad Muzani melihat langsung titik retakan tanah serta lokasi yang diproyeksikan sebagai lahan huntara.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut jajaran anggota DPR RI, Wakil Bupati Ahmad Kholid, Dandim 0712/Tegal Letkol Inf Rachmat Ferdiantono, serta unsur pengamanan yang dipimpin Wakapolres Tegal Kompol M. Iskandarsyah.
Komitmen Negara: “Rakyat Tidak Sendirian”
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam arahannya, Ahmad Muzani menegaskan bahwa kehadirannya merupakan wujud empati dan komitmen negara untuk hadir di tengah kesulitan rakyat. Ia memberikan apresiasi tinggi atas sinergi cepat antara Pemerintah Kabupaten Tegal, TNI, Polri, dan para relawan.
“Kami datang membawa simpati dan rasa sayang. Saya bangga melihat penanganan yang sangat sigap, terutama kesiapan lahan huntara. Target kita, sebelum bulan Ramadan tiba, warga sudah bisa menempati hunian yang lebih layak,” tegas Muzani. 
Dukungan untuk Sektor Keagamaan dan Logistik
Bencana ini juga berdampak pada sektor pendidikan agama. Pengasuh Ponpes Al-Adalah, KH. Muhammad Tasripin Salim, mengungkapkan bahwa sebagian santri terpaksa mengungsi akibat bangunan pondok yang terdampak pergerakan tanah.
Merespons hal tersebut, Kementerian Agama melalui Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i menyalurkan bantuan signifikan untuk pemulihan, antara lain:
Bantuan Kemenag RI Peduli: Rp250.000.000 untuk Ponpes Al-Adalah.
Direktorat Pesantren: Rp100.000.000 dalam bentuk Al-Qur’an dan logistik pendidikan.
Bantuan Logistik Darurat: Total senilai Rp241.280.000 berupa sembako, selimut, dan kasur lipat untuk warga pengungsian.
Harapan di Tengah Puing Darurat
Kunjungan yang berakhir pada pukul 12.50 WIB ini meninggalkan pesan kuat bagi warga Padasari. Di tengah kondisi tanah yang belum stabil, langkah konkret pemerintah dalam menyiapkan huntara menjadi secercah harapan bagi warga untuk segera kembali memulai kehidupan yang normal.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Negara memastikan bahwa proses transisi dari masa tanggap darurat menuju pemulihan akan terus dikawal hingga tuntas.
(Bim/Red)
BREBES, DN-II Semangat gotong royong kembali membuncah di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo. Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Tahun Anggaran 2026 oleh Kodim 0713/Brebes resmi dimulai. Program ini tidak hanya ditargetkan untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur, tetapi juga menjadi jembatan emosional guna memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Komandan Satgas (Dansatgas) TMMD ke-127, Letkol Infanteri Ambariyantomo, S.Hub.Int., menegaskan bahwa kehadiran prajurit di tengah masyarakat adalah bentuk nyata pengabdian.
”Genderang TMMD telah ditabuh. Tim Satgas kini mulai berbaur dan bekerja bahu-membahu bersama warga. Kami berkomitmen untuk mencapai target pembangunan secara optimal demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Letkol Ambariyantomo kepada media, Senin (16/2/2026).
Sentuhan Nyata bagi Kebutuhan Dasar
Dampak instan dari program ini mulai dirasakan oleh warga setempat. Kaur Desa Cikuya, Wiwin (60), mengungkapkan apresiasinya atas pembangunan sarana sanitasi yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak warga.
”Kami sangat berterima kasih kepada Satgas TMMD. Pembangunan bak penampung air, MCK, dan penyediaan sumber air bersih di desa kami adalah bantuan yang sangat luar biasa. Ini memberikan dampak positif langsung bagi kesehatan dan kenyamanan warga,” tutur Wiwin.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Haru di Lokasi Bedah Rumah
Sisi humanis TMMD juga terlihat jelas pada program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Saat meninjau lokasi, rombongan Dandim disambut haru oleh Sarnewi, salah satu penerima manfaat program tersebut.
Dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca, Sarnewi tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. “Terima kasih, Pak Dandim,” ucapnya terbata-bata saat melihat rumahnya mulai diperbaiki agar lebih layak dan sehat untuk dihuni.
Pemicu Geliat Ekonomi
Dalam paparannya saat upacara pembukaan, Dandim 0713/Brebes menekankan bahwa filosofi TMMD melampaui sekadar pembangunan fisik seperti jalan atau renovasi rumah.
”TMMD adalah stimulan. Selain infrastruktur, kami berharap program ini mampu memicu geliat ekonomi masyarakat desa. Dengan akses yang lebih baik dan fasilitas yang memadai, roda perekonomian lokal diharapkan dapat berputar lebih cepat,” pungkasnya.
Melalui sinergi lintas sektoral ini, Desa Cikuya diharapkan bertransformasi menjadi desa yang lebih mandiri dan memiliki ketahanan wilayah yang kuat. (Red/Utsm)
