Brebes, DN-II Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) terus menunjukkan perannya sebagai motor penggerak pembangunan desa, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Melalui sinergi antara pembangunan fisik dan kegiatan non-fisik, TMMD membuka peluang baru bagi masyarakat pedesaan untuk meningkatkan taraf hidup. Perbaikan akses jalan, jembatan, hingga pembangunan talut menjadi langkah strategis dalam menghubungkan desa-desa yang sebelumnya terisolasi dengan pusat perekonomian.
Komandan Kodim (Dandim) 0713 Brebes, Letkol Infanteri Ambariyantomo, S.hub.Int., menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang dilakukan TMMD berdampak langsung terhadap kelancaran distribusi hasil pertanian, perkebunan, maupun produk UMKM warga.
“TMMD membangun atau memperbaiki jalan, jembatan, dan talut yang membuka akses ekonomi desa terisolasi, sehingga memudahkan pengangkutan hasil produksi masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Satgas TMMD juga aktif menggelar penyuluhan bertajuk Langkah Nyata Mengembangkan Usaha Desa. Kegiatan ini memberikan pembekalan kepada pelaku UMKM, mulai dari manajemen usaha, strategi pemasaran, hingga penguatan kapasitas produksi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menurut Dandim, tujuan utama TMMD adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara langsung dan berkelanjutan. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya membangun sarana prasarana, tetapi juga memperkuat sumber daya manusia agar mampu bersaing dan mandiri secara ekonomi.
Ia menambahkan, secara harfiah “manunggal” berarti menyatu atau bersatu. Karena itu, TMMD menjadi wujud nyata kemanunggalan antara TNI dan rakyat dalam membangun Desa.
Melului “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa.”. TNI tidak hanya sebagai alat pertahanan negara, tetapi juga hadir dan terlibat aktif dalam pembangunan, khususnya di daerah-daerah yang masih tertinggal,” tegasnya.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat, TMMD diharapkan terus menjadi penggerak pembangunan desa yang berdaya saing, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di Kabupaten Brebes. (Rio/Utsm)
BREBES, DN-II Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0713/Brebes menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan dan kesehatan masyarakat. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang digelar di Posyandu Matahari, Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Senin (16/02/2026).
Kegiatan Posyandu ini diikuti puluhan ibu hamil dan balita. Selain pemeriksaan kesehatan rutin, Satgas TMMD juga membagikan makanan tambahan (PMT) bergizi seperti susu dan telur rebus guna membantu meningkatkan gizi anak-anak dan ibu hamil.
Serka Sagiman, Babinsa Cikuya yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-127, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program nonfisik TMMD yang bertujuan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.
“Kami tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan masyarakat. Posyandu ini menjadi sarana penting untuk memantau tumbuh kembang balita serta kondisi kesehatan ibu hamil. Selain itu, kami juga memberikan makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita,” ujarnya. 
Sementara itu, Rusmaryam, S.Keb. salah satu tenaga kesehatan Posyandu Matahari mengatakan kegiatan ini sangat membantu masyarakat, khususnya ibu hamil dan balita, dalam memperoleh layanan kesehatan secara mudah dan gratis.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran Satgas TMMD. Selain menambah tenaga, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan ibu dan anak serta memperhatikan asupan gizi,” ungkapnya.
Dengan kegiatan seperti ini, TMMD tidak hanya memperkuat pembangunan fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga. (Rio/dika)
BREBES, DN-II Semangat gotong royong luar biasa terpancar dari raut wajah warga Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo. Ratusan warga bersama personel TNI dan Polri bahu-membahu melaksanakan pengerasan jalan melalui pembangunan rabat beton dalam rangka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes. Senin (16/02/2026),
Pemandangan menarik terlihat di lokasi pembangunan, di mana partisipasi masyarakat tidak hanya didominasi oleh kaum laki-laki. Para kaum perempuan, serta warga dari berbagai usia, baik tua maupun muda, turut ambil bagian dalam estafet material dan pengerjaan jalan.
Komandan Kodim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., selaku Dansatgas TMMD, menyatakan kekagumannya atas antusiasme warga yang begitu tinggi. Menurutnya, pemandangan ini adalah esensi asli dari kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Saya sangat mengapresiasi semangat warga Desa Cikuya. Tidak hanya laki-laki, ibu-ibu dan pemuda pun ikut berperan aktif. Kehadiran TNI dan Polri di sini adalah untuk memotivasi, namun motor utamanya adalah kepedulian masyarakat sendiri terhadap kemajuan desanya,” ujar Letkol Inf Ambariyantomo.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Cikuya, Sekod, mengungkapkan rasa bangga yang mendalam terhadap warganya. Ia menilai dukungan masyarakat terhadap program TMMD ini membuktikan bahwa kerukunan di desanya masih sangat kental.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Saya sangat bangga melihat warga Cikuya. Semuanya turun ke jalan, tidak ada yang berpangku tangan. Tua dan muda semuanya menyatu demi mewujudkan akses jalan yang lebih baik bagi masa depan desa kami,” tutur Sekod penuh haru.
Pembangunan rabat beton ini diharapkan dapat segera tuntas tepat waktu, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas hasil pertanian dan akses pendidikan di wilayah tersebut.(Rio/Pradista)
BREBES, DN-II Masyarakat di Desa Cikuya tampak antusias mengikuti senam dan jalan sehat bersama ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana Anak Ranting 14/Banjarharjo Kodim 0713/Brebes, Senin(16/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah ini digelar di Halaman Balai Desa Cikuya Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes dalam rangka memperingati HUT Persit Ke-80 dan menyemarakkan program TMMD Ke-127 Tahun 2026 Kodim 0713/Brebes.
Ketua Persit KCK Anak Ranting 14/Banjarharjo Ny. Agus Widodo mengatakan, kegiatan diawali dengan senam bersama dilanjutkan jalan santai bersama warga menyusuri desa.
Menurutnya, kegiatan senam menjadi sarana untuk memfasilitasi anggota Persit dan PKK bersilaturahmi dengan masyarakat di lokasi TMMD.
“Ini juga untuk menumbuhkan semangat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, sekaligus sebagai ajang silaturahmi untuk kita semua yang hadir di sini,” tuturnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ia menambahkan, kehadiran ibu-ibu Persit di lokasi TMMD bukan hanya untuk mendukung tugas prajurit, tetapi juga ingin berbagi kebahagiaan menyambut HUT Persit Ke-80 Tahun 2026 serta mempererat kedekatan dengan masyarakat.
“Kami merasa senang bisa berbaur langsung dengan warga. Semoga kegiatan sederhana ini membawa manfaat, menambah semangat kebersamaan, serta semakin mempererat hubungan kekeluargaan antara Persit, Satgas TMMD, dan masyarakat,” pungkasnya.(Rio/dika)
BREBES, DN-II Komandan Kodim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int selaku Dansatgas TMMD Ke-127, turun langsung ke lapangan memimpin pembangunan jalan rabat beton bersama personel Satgas dan masyarakat, Senin (16/2/2026).
Pembangunan jalan usaha tani tersebut merupakan salah satu sasaran fisik program TMMD Ke-127 Tahun 2026 yang digelar Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya Kecamtan Banjarharjo.
Di lokasi pengecoran, Dandim tampak ikut meratakan adonan beton bersama anggota TNI dan warga. Kehadirannya di tengah pekerjaan menjadi penyemangat tersendiri bagi Satgas dan masyarakat yang bergotong royong menyelesaikan pembangunan.
Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int menegaskan bahwa keterlibatan langsung dirinya merupakan bentuk komitmen dan tanggug jawab selaku Komandan dalam membantu percepatan pembangunan di daerah.
“TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun semangat kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Saya ingin memastikan pekerjaan ini berjalan maksimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ia juga menambahkan bahwa pembangunan jalan usaha tani ini diharapkan mampu meningkatkan akses ekonomi warga, khususnya para petani dalam mendistribusikan hasil panen.
“Dengan jalan yang baik, aktivitas warga akan lebih lancar, biaya angkut hasil pertanian bisa ditekan, dan kesejahteraan masyarakat diharapkan meningkat,” pungkasnya.
Selain terlibat dalam pembangunan jalan Dandim 0713/Brebes juga meninjau lokasi Pembangunan RTLH dan Program TNI Manunggal Air. (Rio/dika)
BREBES, DN-II Anggota Koramil 06/Kersana Kodim 0713/Brebes bersama Polri dan Forkopimcam Kersana melaksanakan aksi bersih sampah serempak di Desa Ciampel Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes. Senin (16/2/2026)
Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian TNI terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan pesisir, pasar, dan fasilitas umum.
Batituud Pelda Jamaludin, menegaskan kegiatan tersebut merupakan implementasi langsung arahan Presiden Republik Indonesia terkait gerakan nasional pembersihan lingkungan, sekaligus bagian dari pembinaan teritorial TNI di wilayah Kabupaten Brebes.
“Gerakan bersih lingkungan ini dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab moral TNI dalam menjaga lingkungan hidup. Semangat kegiatan ini juga sejalan dengan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 yang sedang dilaksanakan oleh Kodim 0713/Brebes dengan menekankan kebersamaan TNI dan rakyat dalam membangun desa serta menumbuhkan budaya gotong royong,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan seperti ini diharapkan nilai-nilai kemanunggalan TNI dengan rakyat yang selama ini terbangun melalui TMMD dapat terus terjaga, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kegiatan bersih lingkungan tersebut melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong membersihkan pantai, pasar, hingga fasilitas umum sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.(Rio/dika)
PALU, SULTENG, DN-II Tabir gelap operasional perkebunan sawit di Morowali Utara akhirnya tersingkap melalui langkah luar biasa Gubernur Sulawesi Tengah. Dalam dokumen resmi yang bocor ke publik, Gubernur secara tegas memerintahkan pemberhentian total operasional PT Kurnia Luwuk Sejati (PT KLS), yang diduga kuat telah melakukan praktik “perampokan” ruang publik dan kawasan konservasi selama belasan tahun tanpa alas hak yang sah. (15/2/2026).
Surat Perintah bernomor resmi yang ditandatangani Gubernur Anwar Hafid tersebut mengungkap fakta-fakta mengerikan yang mencoreng wajah penegakan hukum agraria di Indonesia. PT KLS ditemukan bukan hanya beroperasi dengan izin lokasi yang telah “mati” (kadaluwarsa) selama 12 tahun, tetapi juga dengan berani merambah kawasan Cagar Alam Morowali sebuah benteng konservasi yang seharusnya dilindungi negara.
Langkah tegas Gubernur ini sekaligus menjadi kritik pedas bagi sistem pengawasan selama ini. Bagaimana mungkin sebuah perusahaan bisa menguasai tanah negara secara ilegal, menghindari pajak sektor perkebunan (PBB-P3), dan mengabaikan hak-hak masyarakat tanpa tersentuh hukum selama lebih dari satu dekade?
“Ini bukan sekadar masalah administratif, ini adalah dugaan tindak pidana kehutanan dan pertanahan yang telanjang di depan mata,” tegas isi dokumen tersebut yang menyoroti bahwa PT KLS hanya membayar pajak kelas “pedesaan” (PBB-P2) untuk menutupi jejak operasional perkebunan skala besarnya.
Meskipun surat ini telah ditembuskan kepada Presiden Republik Indonesia, Menteri Investasi/Kepala BKPM, Menteri Pertanian, hingga Menteri LHK, publik kini bertanya-tanya: Apakah Jakarta akan tetap diam?
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Gubernur Sulteng telah memberikan tenggat waktu sempit selama 20 hari kerja bagi instansi terkait termasuk Kepolisian dan TNI untuk melakukan pengamanan dan pelaporan pidana. Keberanian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah ini kini menjadi bola panas di tangan Pemerintah Pusat. Jika tidak ada tindakan nyata dari kementerian terkait di Jakarta, maka jargon “Reformasi Agraria” dan “Perlindungan Lingkungan” hanyalah pepesan kosong di atas kertas.
Poin Utama Tuntutan Publik Berdasarkan Perintah Gubernur:
– Hentikan Total: Dinas Perkebunan diperintahkan menyetop seluruh aktivitas PT KLS tanpa kompromi.
– Audit Pajak: Bongkar potensi kerugian negara akibat manipulasi pajak PBB yang dilakukan perusahaan.
– Pidana Kehutanan: BKSDA harus segera menarik kendali atas lahan Cagar Alam yang tumpang tindih secara ilegal.
– Cabut Izin: Mendesak DPMPTSP dan BPN menghapus seluruh status hukum PT KLS dari tanah Morowali Utara.
Redaksi menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan prinsip keberimbangan berita. Sehubungan dengan rilis ini, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak manajemen PT Kurnia Luwuk Sejati (PT KLS) maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan hak jawab, tanggapan, atau klarifikasi atas fakta-fakta yang tertuang dalam dokumen Surat Perintah Gubernur tersebut. Hak jawab dapat disampaikan melalui kontak resmi redaksi atau korespondensi yang tersedia demi terciptanya informasi yang akurat dan berimbang.
Publisher -Red
Reporter CN -M Nakir
PANTAI MEKAR, DN-II Di tengah klaim kemajuan ekonomi nasional, sebuah borok sistemik terungkap di Desa Pantai Mekar. Forum Masyarakat Desa Pantai Mekar (Formades PM) resmi melayangkan mosi tidak percaya dan melakukan penyegelan kantor desa sebagai bentuk protes atas dugaan penggelapan hak warga kategori duafa yang berlangsung sejak tahun 2020. (13/2/2026).
Skandal Anggaran di Level Akar Rumput
Sebanyak 276 warga duafa diduga menjadi korban pengabaian sistemik. Berdasarkan data yang dihimpun, dari total 284 penerima manfaat yang sah, hanya 8 orang yang baru menerima haknya setelah adanya desakan massa. Sisanya, 276 jiwa, masih berada dalam ketidakpastian.
Indikasi korupsi ini menguat setelah audit sampling menunjukkan bahwa dana sebesar Rp32 juta hanya mampu menutupi 8 orang, menyisakan lubang besar dalam buku alokasi Dana Desa.
Tinjauan Yuridis: Pelanggaran Hukum yang Terjadi
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Tindakan oknum perangkat desa ini tidak hanya melanggar etika kepemimpinan, tetapi juga bertentangan dengan beberapa instrumen hukum nasional:
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa:
Pasal 26 ayat (4): Kepala Desa berkewajiban melaksanakan prinsip tata pemerintahan Desa yang akuntabel, transparan, profesional, dan bebas dari kolusi, korupsi, serta nepotisme.
Pasal 82: Warga Desa berhak mendapatkan informasi mengenai rencana dan pelaksanaan Pembangunan Desa.
UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi:
Dugaan penahanan dana BLT masuk dalam kategori penyalahgunaan wewenang yang merugikan keuangan negara atau hak masyarakat miskin.
Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang Pengelolaan Dana Desa:
Penyalahgunaan BLT Dana Desa merupakan pelanggaran berat terhadap instruksi pemanfaatan anggaran prioritas nasional untuk penanggulangan kemiskinan ekstrem.
Prioritas yang Menyimpang
Formades PM menyoroti adanya ketimpangan tajam antara realita lapangan dengan citra yang dibangun desa. Di saat anggaran desa diduga “menguap” untuk kepentingan elite dan formalitas infografis, perut rakyat kecil justru dibiarkan kosong.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Video dan data yang beredar bukan sekadar angka, tapi tamparan keras bagi aparat yang sibuk memoles citra,” ujar perwakilan Formades PM dalam pernyataan sikapnya. 
Tuntutan Formades PM (Mosi Tidak Percaya):
Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, warga menuntut langkah konkret sebagai berikut:
Audit Investigatif Menyeluruh: Membuka dokumen alokasi Dana Desa Pantai Mekar sejak tahun 2020 secara transparan kepada publik (Sesuai UU Keterbukaan Informasi Publik).
Penyelesaian Hak Rakyat: Segera cairkan kekurangan BLT untuk 276 warga duafa sebelum Idul Fitri tanpa syarat.
Sanksi Tegas & Proses Hukum: Menuntut pencopotan oknum perangkat desa yang terlibat (Sdr. Dahlan dkk) serta mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan penyidikan atas dugaan tindak pidana korupsi bantuan sosial.
Hingga berita ini diturunkan, kantor desa masih dalam kondisi disegel warga. Masyarakat menunggu kehadiran pihak inspektorat dan pemerintah daerah untuk menengahi krisis kemanusiaan di Pantai Mekar.
Tim Investigasi Redaksi
CILACAP, detik Nasional – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dayeuhluhur 1 Dapur Kembar Catering 4 yayasan Anagata Tiga Tujuh Delapan menyelenggarakan kegiatan doa bersama dan tradisi munggahan yang berlangsung khidmat di Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Dayeuhluhur 1, Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Sabtu (14/02/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala SPPG Dayeuhluhur 1, Asisten Lapangan (Aslap), Akuntan, serta seluruh relawan. Tak hanya internal manajemen, acara ini juga melibatkan tokoh agama dan masyarakat di lingkungan sekitar dapur sebagai bentuk sinergi antara pengelola program dengan warga setempat.
Acara diawali dengan Tawasul dan ceramah, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh ustadz setempat. Suasana tampak religius saat seluruh hadirin menundukkan kepala, memanjatkan harapan agar operasional pelayanan gizi di wilayah Dayeuhluhur senantiasa diberikan kelancaran dan keberkahan.
Kepala SPPG Dayeuhluhur 1, Luqi heistuwino, S.P. menekankan bahwa dedikasi dan integritas adalah fondasi utama dalam menjalankan program nasional ini. Ia memperluas pesan mengenai pentingnya kesiapan mental kru dalam menghadapi tantangan distribusi selama bulan puasa.
“Kegiatan doa bersama dan munggahan ini merupakan momentum penting bagi kami untuk membersihkan hati dan menguatkan niat. Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar tugas administratif, melainkan amanah besar untuk memastikan generasi muda kita mendapatkan asupan terbaik. Saya meminta seluruh tim dan relawan untuk tetap menjaga performa dan profesionalitas, meski nantinya kita akan bertugas dalam kondisi berpuasa. Mari kita jadikan pekerjaan ini sebagai ladang ibadah yang nyata,” tegasnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Dayeuhluhur 1, Kaspan, mengapresiasi dukungan masyarakat sekitar yang selama ini turut menjaga kondusivitas di lingkungan dapur operasional.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan masyarakat lingkungan setempat yang hadir hari ini. Solidaritas antara relawan dan warga adalah kunci keberhasilan kami di lapangan. Dengan hati yang bersih dan semangat kebersamaan yang telah terpupuk melalui tradisi munggahan ini, kami optimis pelayanan distribusi makanan bergizi kepada masyarakat akan tetap optimal, tepat waktu, dan tepat sasaran di masa mendatang,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama secara sederhana namun penuh kekeluargaan. Melalui kegiatan ini, SPPG Dayeuhluhur 1 berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pangan demi mewujudkan masyarakat Cilacap yang lebih sehat dan sejahtera.
Reporter: Dani
Cilacap, Detik Nasional – Anggota DPRD Kabupaten Cilacap dari Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan (Dapil) 4 menggelar reses masa sidang Tahun Anggaran 2026 di Balai Dusun Picungdatar, Kecamatan Dayeuhluhur, Minggu (15/2/2026). Kegiatan tersebut merupakan lokasi ketiga pelaksanaan reses setelah sebelumnya digelar di Desa Sumpinghayu dan Desa Hanum.
Reses yang dihadiri unsur Pimpinan Kecamatan (PK), pimpinan desa, perangkat desa, KPPG, serta tokoh dan masyarakat setempat itu menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh desa. Selain menjadi forum penyerapan aspirasi, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menyampaikan capaian pembangunan yang telah direalisasikan.
Dalam kesempatan tersebut, Yayan Rusyawan Efendi, MM., menegaskan bahwa reses merupakan sarana komunikasi langsung antara wakil rakyat dan masyarakat di daerah pemilihan.
“Reses ini dilaksanakan dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyampaikan informasi terkait pembangunan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) yang telah direalisasikan, seperti pengaspalan jalan, pembangunan dan perbaikan saluran pengairan, serta program peningkatan infrastruktur lainnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, khusus di Dusun Picungdatar pada tahun 2025 telah terealisasi sejumlah pembangunan melalui pokir, antara lain pengaspalan jalan lingkungan serta perbaikan saluran pengairan. Realisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas dan mendukung aktivitas masyarakat setempat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Selain itu, ia juga memaparkan kondisi terkini keuangan desa yang mengalami pengurangan akibat adanya kegiatan MBG dan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta program lainnya yang berdampak pada alokasi anggaran desa.
Untuk Kecamatan Dayeuhluhur pada Tahun Anggaran 2026, sebanyak 47 titik pembangunan telah dialokasikan. Pembangunan tersebut difokuskan pada sektor infrastruktur, seperti jalan lingkungan, pengairan, dan fasilitas pendukung lainnya, dengan prinsip pemerataan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di seluruh desa.
“Fokus pembangunan diarahkan pada sektor infrastruktur, seperti jalan lingkungan, pengairan, dan fasilitas pendukung lainnya demi menunjang kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Dani
