BREBES, DN-II Kehadiran Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya tidak hanya membawa perubahan pada infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh hati generasi muda. Pada Rabu (18/02/2026), di sela-sela kesibukan pembangunan, Babinsa Desa Cikuya, Serka Bangun Hidayat, tampak asyik membagikan tawa dan ilmu dengan mengajari anak-anak setempat membuat mainan sederhana.
Pemandangan penuh keakraban ini terjadi di pelataran rumah warga. Dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang ada di sekitar, Serka Bangun dengan sabar membimbing jari-jemari mungil anak-anak Desa Cikuya untuk merakit mainan kreatif.
Kegiatan ini menjadi sarana belajar yang menyenangkan bagi anak-anak, sekaligus mengalihkan perhatian mereka sejenak dari ketergantungan pada gawai (gadget).
Serka Bangun Hidayat menunjukkan bahwa prajurit TNI bukan hanya sosok yang tegas dalam bekerja, tetapi juga bisa menjadi kakak, guru, sekaligus sahabat bagi anak-anak.
Gelak tawa anak-anak saat berhasil menyelesaikan mainan mereka menjadi warna tersendiri di tengah hiruk-pikuk pengerjaan sasaran fisik TMMD.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kami ingin kehadiran TNI di Desa Cikuya ini membekas di hati mereka. Mengajari membuat mainan sederhana adalah cara kami berkomunikasi dan menanamkan nilai kreativitas serta kebersamaan kepada adik-adik kita di sini,” ungkap Serka Bangun Hidayat.
Kegiatan spontan ini mendapat respons positif dari orang tua di Desa Cikuya. Mereka mengaku senang melihat anak-anaknya bisa berinteraksi langsung dengan TNI dalam suasana yang hangat dan penuh edukasi. Melalui pendekatan humanis seperti ini, kemanunggalan TNI dan rakyat diharapkan semakin kokoh, seiring dengan tuntasnya pembangunan fisik di desa tersebut.(Rio/Pradista)
BREBES, DN-II Senyum bahagia terpancar dari wajah Ibu Sarnewi, warga penerima manfaat program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam gelaran TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes. Memasuki hari Rabu (18/02/2026), progres pembangunan rumah tersebut menunjukkan perkembangan signifikan dengan tuntasnya tahap pemasangan bagian atap.
Sebanyak 1.800 buah genteng telah berhasil disusun rapi oleh anggota Satgas TMMD bersama warga setempat. Tahap ini merupakan tonggak penting (milestone) dalam memastikan hunian tersebut segera aman dari panas dan hujan, sehingga dapat segera ditempati dengan layak.
Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., menegaskan bahwa percepatan pembangunan RTLH ini menjadi prioritas utama guna memberikan kenyamanan bagi warga kurang mampu di wilayah penugasan TMMD.
“Pemasangan 1.800 genteng di rumah Ibu Sarnewi hari ini adalah bukti kerja keras personel di lapangan yang bersinergi dengan masyarakat. Kami memastikan setiap material terpasang dengan standar kualitas yang baik agar bangunan ini kokoh dan tahan lama,” ujar Letkol Inf Ambariyantomo.
Selain pemasangan genteng, pengerjaan struktur bangunan juga telah diperkuat untuk menjamin keamanan penghuninya. 
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kecepatan pengerjaan ini tidak lepas dari budaya gotong royong yang kental antara prajurit TNI dan warga desa yang bahu-membahu menaikkan genteng satu demi satu.
Dengan tuntasnya bagian atap, pengerjaan kini akan beralih ke tahap finishing bagian interior dan pengecatan.
Program rehab RTLH ini merupakan bagian integral dari sasaran fisik TMMD Reguler ke-127 yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan. Bagi Ibu Sarnewi, bantuan ini bukan sekadar bangunan baru, melainkan harapan baru untuk kehidupan yang lebih sehat dan bermartabat.(Rio/Pradista)
BREBES, DN-II Pemandangan penuh kekeluargaan tersaji di lokasi pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Sarnewi pada Rabu (18/02/2026). Di tengah jeda pengerjaan fisik dalam program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, para personel Satgas tampak duduk bersila menikmati makan siang bersama sang pemilik rumah.
Momen istirahat ini menjadi ruang bagi para prajurit untuk melepas lelah sekaligus mempererat ikatan emosional dengan warga. Tanpa ada batasan, menu sederhana yang disajikan dinikmati dengan penuh syukur dan canda tawa di area pembangunan yang kini telah memasuki tahap pemasangan genteng.
Makan bersama dengan alas sederhana ini mencerminkan filosofi TNI yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Ibu Sarnewi mengaku sangat terharu dengan sikap para anggota Satgas yang tidak hanya membangun rumahnya, tetapi juga mau berbaur layaknya keluarga sendiri.
Kedekatan yang terbangun saat waktu istirahat terbukti meningkatkan semangat gotong royong saat pengerjaan fisik dilanjutkan kembali.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kami tidak menganggap Ibu Sarnewi sebagai orang asing. Beliau sudah seperti orang tua kami sendiri di sini. Makan bersama ini adalah cara kami menjaga moril dan kebahagiaan di tengah tugas berat membangun desa,” ujar salah satu anggota Satgas TMMD.
Kegiatan makan bersama ini menjadi bukti bahwa kesuksesan TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes tidak hanya diukur dari kokohnya beton atau rapinya ribuan genteng yang terpasang, tetapi juga dari kedalaman hubungan batin yang terjalin antara prajurit TNI dan masyarakat setempat.(Rio/Pradista)
BREBES, DN-II Setelah seharian bekerja membangun desa seolah sirna berganti tawa. Pemandangan menarik terlihat di sebuah Pos Kamling desa sasaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, Rabu (18/02/2026) malam.
Bukan sedang membahas strategi militer, sejumlah anggota Satgas TMMD justru tampak asyik mengasah otak dengan bermain catur bersama warga setempat. Kegiatan ini menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat yang ingin melepas penat sekaligus mempererat silaturahmi dengan para prajurit.
Papan catur sederhana di atas meja kayu Pos Kamling menjadi saksi bisu kedekatan antara TNI dan rakyat. Gelak tawa pecah setiap kali ada pemain yang terjebak langkah “skakmat”, menciptakan suasana kekeluargaan yang begitu kental.
“Bermain catur ini bukan sekadar hiburan, tapi cara kami menyatu dengan masyarakat. Di sini tidak ada sekat antara tentara dan warga, semua sama-sama hobi ‘mikir’ di atas papan catur,” ujar salah satu anggota Satgas di lokasi. 
Bagi warga desa, kehadiran anggota Satgas di Pos Kamling memberikan rasa aman sekaligus kegembiraan. Interaksi spontan seperti ini dinilai sangat efektif untuk membangun komunikasi dua arah dan mendengarkan aspirasi warga secara santai.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pihak Kodim 0713/Brebes menekankan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pengerasan jalan atau renovasi bangunan, tetapi juga dari seberapa kuat ikatan emosional yang terbangun antara prajurit dengan masyarakat desa.
Momen-momen sederhana di Pos Kamling inilah yang membuktikan bahwa TNI benar-benar berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Meskipun esok pagi mereka harus kembali berpeluh keringat di lokasi pembangunan, semangat kebersamaan ini menjadi energi tambahan bagi para personel Satgas TMMD 127.(Rio/Pradista)
BREBES, DN-II Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes tidak hanya menjadi ajang pengabdian, tetapi juga pembuktian kemahiran para prajurit dalam berbagai bidang. Di lokasi pengerjaan sasaran fisik, banyak personel TNI yang mendadak menunjukkan kebolehannya menjadi tukang bangunan profesional, Rabu (18/02/2026).
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Pratu Rohman, anggota dari Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 4/Tanpa Kawandya (TK). Meski sehari-hari akrab dengan tugas-tugas tempur dan teknis zeni, Pratu Rohman tampak sangat lihai dalam menyusun batu bata dan mengolah adukan semen layaknya tukang bangunan berpengalaman.
Kehadiran para “tukang bangunan dadakan” dari kalangan TNI ini memberikan warna tersendiri dalam percepatan pembangunan infrastruktur di desa sasaran. Meski dilakukan secara swadaya bersama masyarakat, hasil kerja para prajurit ini dinilai cukup rapi dan memenuhi standar konstruksi yang baik. 
“Kami memang dibekali kemampuan teknis di kesatuan, namun di lapangan bersama warga, skill ini benar-benar diuji. Bagi kami, yang terpenting adalah hasil bangunan ini kuat dan bisa digunakan warga dalam waktu lama,” ujar Pratu Rohman di sela pengerjaan dinding bangunan.
Kompetensi yang ditunjukkan Pratu Rohman dan rekan-rekannya mendapat apresiasi dari warga sekitar. Masyarakat merasa terbantu tidak hanya secara tenaga, tetapi juga dari transfer ilmu pertukangan yang dilakukan para prajurit selama proses pembangunan berlangsung.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dansatgas TMMD 127 melalui keterangan persnya menyatakan bahwa keterlibatan personel dengan keahlian khusus seperti dari Yonzipur sangat krusial. Keahlian mereka memastikan bahwa setiap sasaran fisik, baik itu jalan maupun bangunan, memiliki kualitas yang mumpuni meski dikerjakan dalam waktu yang terbatas.
Sinergi antara “tukang dadakan” dari TNI dan warga lokal ini menjadi kunci suksesnya TMMD Reguler 127 Kodim 0713/Brebes dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di wilayah pelosok.(Red/Pradista)
BREBES, DN-II Di tengah padatnya jadwal pengerjaan sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, para personel Satgas tetap menunjukkan sisi religiusitas yang kuat. Hal ini terlihat pada Rabu (18/02/2026), di mana para anggota TNI menyempatkan diri untuk beribadah berjamaah bersama warga di mushola setempat.
Pemandangan menyejukkan terlihat saat azan berkumandang. Para prajurit yang tadinya bergelut dengan semen, batu, dan aspal, segera meletakkan alat kerja mereka untuk menuju rumah ibadah. Momen shalat berjamaah ini tidak hanya menjadi kewajiban spiritual, tetapi juga menjadi sarana komunikasi sosial (Komsos) yang efektif antara TNI dan masyarakat.
Anggota Satgas TMMD ditekankan untuk menjaga keseimbangan antara performa kerja di lapangan dengan ketakwaan kepada Tuhan YME. Ibadah bersama menjadi ruang silaturahmi tanpa sekat antara prajurit dan warga desa sasaran.Kedisiplinan waktu dalam beribadah diharapkan mampu menjaga moril dan semangat kerja personel selama masa penugasan TMMD yang cukup berat.
“Kerja keras di lapangan adalah bentuk pengabdian kepada negara, namun beribadah adalah bentuk pengabdian kepada Sang Pencipta. Keduanya harus berjalan beriringan agar apa yang kita bangun di desa ini membawa berkah bagi semua pihak,” ujar salah satu anggota Satgas di lokasi.
Program TMMD Reguler ke-127 di wilayah Kodim 0713/Brebes ini direncanakan akan terus berlangsung dengan fokus pada pembangunan infrastruktur jalan, renovasi fasilitas umum, serta berbagai penyuluhan non-fisik bagi warga. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak pembangunan fisik, tetapi juga kesan positif akan profil prajurit yang religius dan bersahaja.(Rio/Pradista)
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
BREBES, DN-II Progres pembangunan jalan rabat beton dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes kedatangan “tenaga bantuan” tak terduga. Pada Rabu (18/02/2026) siang, sejumlah anak-anak sekolah dasar yang baru saja pulang sekolah tampak antusias membantu anggota Satgas yang sedang bekerja.
Masih mengenakan seragam sekolah, anak-anak ini menghampiri lokasi pengerjaan dengan wajah ceria. Tanpa rasa canggung, mereka turut serta membantu tugas-tugas ringan seperti memindahkan material hingga meratakan adukan semen, didampingi oleh para prajurit TNI.
Kehadiran anak-anak ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran Satgas TMMD diterima dengan sangat baik oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak. 
Secara tidak langsung, interaksi ini menanamkan nilai-nilai kerja sama dan cinta tanah air kepada generasi muda sejak dini.
Keceriaan dan tawa anak-anak di lokasi proyek menjadi penyemangat tersendiri bagi para personel Satgas yang sedang mengejar target penyelesaian jalan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Melihat semangat adik-adik ini, rasa lelah kami seolah hilang. Mereka adalah pemilik masa depan desa ini, dan jalan yang kami bangun ini nantinya akan mereka gunakan untuk berangkat sekolah dengan lebih nyaman,” ujar salah satu anggota Satgas TMMD di lokasi.
Aksi spontan anak-anak ini mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang bukan sekadar slogan, melainkan realitas di lapangan. Pembangunan jalan rabat beton ini merupakan salah satu sasaran fisik utama TMMD ke-127 Kodim 0713/Brebes yang bertujuan untuk memperlancar akses transportasi dan meningkatkan ekonomi warga desa setempat.(Rio/Pradista)
PURWOKERTO, DN-II Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) seringkali diidentikkan dengan pembangunan jalan dan jembatan. Namun, di balik fisik bangunan yang kokoh, terdapat misi besar mengenai kemanunggalan TNI dan pemberdayaan masyarakat yang jauh lebih mendalam.
Topik krusial inilah yang dibedah dalam program unggulan “Purwokerto Menyapa” di RRI PRO 1 Purwokerto, Rabu (18/02/2026). Mengusung tema “TMMD Brebes Bukan Sekadar Bangun Infrastruktur”, diskusi ini mengupas tuntas bagaimana sinergi lintas sektoral mampu mengubah wajah desa di Kabupaten Brebes.
Sinergi Tiga Pilar Pembangunan
Dipandu oleh host Citra Aditya, diskusi interaktif ini menghadirkan tiga perspektif utama dari pemangku kebijakan yang menjadi motor penggerak pembangunan di wilayah Brebes:
Letkol Infanteri Ambariyantomo, S.Hub.Int. (Dandim 0713 Brebes): Menekankan peran strategis TNI dalam membelah isolasi wilayah serta memperkuat ketahanan nasional melalui kedekatan dengan rakyat di garda terdepan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dra. Tety Yuliana, M.Pd. (Kepala Bapperida Brebes): Menguraikan bagaimana TMMD diintegrasikan secara presisi ke dalam peta jalan pembangunan daerah guna memastikan keberlanjutan ekonomi pasca-proyek fisik selesai.
Subagiyo, S.H., M.Si. (Kepala Dinpermades Brebes): Menjelaskan aspek penguatan tata kelola desa dan bagaimana gotong royong dalam TMMD menjadi stimulus bagi kemandirian masyarakat desa secara jangka panjang.
Akses Siaran dan Partisipasi Publik
Bagi masyarakat Jawa Tengah bagian barat yang ingin mendalami bagaimana TMMD berdampak langsung pada kesejahteraan warga, siaran ini dapat diakses melalui berbagai platform:
Waktu Siaran: Rabu, 18 Februari 2026 | Pukul 08.00 – 09.00 WIB
Frekuensi Radio Terestrial:
93,1 FM (Purwokerto)
98,6 FM (Banyumas Raya)
100,2 FM (Brebes & Tegal)
102,8 FM (Kebumen)
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Platform Digital & Visual:
Aplikasi RRI DIGITAL & Website rri.co.id
Siaran Visual via YouTube Channel RRI PURWOKERTO
Ruang Interaksi Rakyat
RRI Purwokerto berkomitmen menyediakan ruang bagi warga untuk menyuarakan aspirasi, memberikan apresiasi, maupun melontarkan pertanyaan langsung kepada para narasumber melalui:
Telepon Interaktif: (0281) 632336
WhatsApp: 0811-2540-911
“Melalui kolaborasi antara TNI, Pemerintah Kabupaten, dan partisipasi aktif warga, TMMD tahun ini diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak infrastruktur, tetapi juga mewariskan semangat kebangkitan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Brebes.”
Informasi Lebih Lanjut:
Dapatkan update terkini melalui website resmi di rri.co.id/purwokerto atau ikuti media sosial kami di Facebook, Instagram, dan TikTok @RRIPurwokerto.
(Red/Rio Putra)
Eksistensi dan Ekosistem — Mengapa Lokasi Adalah Takdir
DETIK-NASIONAL.COM — Dalam diskursus mengenai harga diri dan pencapaian, sering kali kita terjebak pada premis tunggal bahwa kegagalan adalah murni refleksi dari kompetensi. Namun, sebuah narasi filosofis baru muncul ke permukaan: Bukan bakat Anda yang cacat, melainkan ekosistem Anda yang tidak memadai.
Paradoks Air Mineral: Dialektika Nilai dan Ruang
Mari kita membedah realitas melalui analogi yang paling sederhana namun fundamental: sebotol air mineral.
Secara substansi, molekul air di dalamnya tidak pernah berubah. Namun, secara valuasi, ia mengalami metamorfosis harga yang radikal:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Di Toko Kelontong: Ia dihargai Rp3.000 sebagai komoditas dasar.
Di Hotel Berbintang: Ia bertransformasi menjadi aset premium seharga Rp25.000.
Secara filosofis, fenomena ini membuktikan bahwa objek yang sama akan mengalami redefinisi nilai ketika ruang dan waktunya berubah. Air tersebut tidak menjadi lebih jernih di hotel; ia hanya berada di tempat di mana orang-orang memiliki kapasitas untuk menghargai keberadaannya.
Pergeseran Ontologis: Dari “Apa” Menjadi “Di Mana”
Dalam kehidupan profesional dan personal, banyak individu mengalami apa yang disebut dengan “Erosi Identitas”. Mereka merasa rendah diri karena lingkungan mereka memperlakukan bakat sebagai beban, bukan solusi.
“Berada di tempat yang salah adalah bentuk pengasingan terhadap diri sendiri. Anda adalah produk premium yang dipaksakan terjual di pasar loak.”
Ada dua skenario eksistensial yang terjadi:
Lingkungan Dekaden: Di mana bakat dianggap sebagai ancaman atau sekadar komoditas murah yang bisa diganti kapan saja.
Lingkungan Visioner: Di mana keunikan Anda dipandang sebagai aset strategis yang tak ternilai.
Konklusi: Keberanian Mengubah Alamat
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Risiko terbesar dalam hidup bukanlah kegagalan, melainkan ketahanan yang sia-sia di tempat yang salah. Memaksa bertahan di lingkungan yang tidak menghargai Anda hanya akan menguras energi mental untuk membuktikan nilai diri kepada audiens yang “buta warna”.
Pesan moralnya jelas: Jika nilai Anda tidak diakui, jangan ubah jati diri Anda. Ubahlah alamat Anda. Carilah ekosistem yang mampu menangkap frekuensi bakat Anda. Karena pada akhirnya, Anda tetaplah air yang jernih; Anda hanya perlu menemukan siapa yang cukup cerdas untuk tidak hanya sekadar haus, tapi juga tahu cara menghargai kualitas.
Oleh: Casroni | Rabu, 18 Februari 2026
DPRD Ogan Ilir Gelar Rapat Paripurna Istimewa Peringati HUT Kabupaten ke-22
Indralaya, WWW.DERIK-NASIONAL.COM // Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Ilir menggelar Rapat Paripurna XXVII dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Ogan Ilir ke-22 pada Rabu, 7 Januari 2026. Bertempat di Gedung DPRD Ogan Ilir, acara ini menjadi momentum refleksi penting bagi seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintahan dalam merayakan perjalanan dua dekade lebih berdirinya kabupaten tersebut.
Rapat paripurna ini dibuka secara resmi dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Ogan Ilir, H. Edwin Cahya Putra, S.IP. Beliau didampingi oleh Wakil Ketua I Wahyudi, S.T., dan Wakil Ketua II Ahmad Syafe’i. Suasana khidmat terasa sejak dimulainya persidangan yang dihadiri oleh seluruh jajaran anggota legislatif dan tamu undangan dari berbagai sektor.
Kehadiran Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, memberikan nilai tambah pada perayaan tahun ini. Ia hadir didampingi oleh Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar, S.H., dan Wakil Bupati H. Ardani, S.H., M.H. Turut hadir pula unsur Forkopimda serta tokoh masyarakat yang menjadi saksi sejarah perkembangan daerah yang dikenal dengan julukan “Bumi Caram Seguguk” ini.

Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Panca Wijaya Akbar memaparkan berbagai capaian pembangunan yang telah berhasil diraih sepanjang usia kabupaten yang ke-22. Ia menegaskan bahwa refleksi perjalanan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen untuk terus meningkatkan pelayanan publik dan akselerasi kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.
Apresiasi juga datang dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Wakil Gubernur H. Cik Ujang. Dalam pidatonya, ia memuji kontribusi signifikan Kabupaten Ogan Ilir terhadap kemajuan ekonomi dan infrastruktur di tingkat provinsi. Ia berharap sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten semakin solid guna menghadapi tantangan pembangunan yang kian kompleks.
Sebagai puncak acara dan penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan prosesi pemotongan tumpeng oleh jajaran pimpinan daerah sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Seluruh rangkaian rapat paripurna berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh makna, membawa semangat kebersamaan untuk mewujudkan Kabupaten Ogan Ilir yang jauh lebih maju dan mandiri.
Report : JULIYAN
