Beranda » Religi » Halaman 7

Religi

BREBES, WWW.DETIK-NASIONAL.COM – Momentum Idul Fitri 1447 H menjadi saksi bisu getaran emosional keluarga besar Bani Wasan. Mengusung semangat merawat adab dan nilai luhur, pertemuan ini bukan sekadar seremoni saling memaafkan, melainkan upaya konkret memperkokoh ukhuwah islamiyah di tengah derasnya arus zaman.

Kebersamaan ini sejalan dengan perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 1.

“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan (silaturahmi). Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”

Bagi Bani Wasan, keluarga dan doa adalah pelabuhan terakhir sejauh apa pun kaki melangkah.

Menelusuri Jejak Dakwah Mbah Nurrohman

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Salah satu agenda krusial dalam pertemuan ini adalah membedah silsilah (nasab). Dalam Islam, menjaga garis keturunan adalah bagian dari Maqashid Syariah (tujuan syariat). Berdasarkan catatan sejarah, Bani Wasan merupakan bagian dari garis keturunan besar Mbah Nurrohman, tokoh ulama yang diyakini sebagai pelopor penyebar Islam di wilayah Brebes Barat.

Alur sejarah mencatat garis ini bermula dari Mbah Nurrohman yang menurunkan Anak Keduanya Wilem (Asiyah). Beliau kemudian bersuamikan Ki Mas Brandal Cilik, (Mbah Kulub). yang menjadi titik awal jalur Bani Wasan. Melalui tokoh kunci seperti Mbah Daimen dan Mbah Gentong, lahirlah sosok Caswad (Wafat 1946) yang kini menjadi pilar utama pemersatu silsilah ini.

Menyatukan Dua Sungai Keturunan Buyut Caswad

Sosok Buyut Caswad meninggalkan warisan keturunan yang luas dari dua istri beliau, yakni Nyai Buyut Muri dan Nyai Buyut Wami.

Garis Nyai Buyut Muri (Istri Pertama): Melahirkan tujuh bersaudara; Karmali, Wastam, Wasan (cikal bakal Bani Wasan), Ruinah, Muryah, Cari, dan Kasriyah.

Garis Nyai Buyut Wami (Istri Kedua): Melahirkan tujuh bersaudara; Sukardi, Sartimah, Carmadi, Catra, Surtimah, Casriah, dan Sutarjo (Ki Kored).

Hingga saat ini, keturunan Mbah Nurrohman telah mencapai generasi cicit hingga piut yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Meski raga terpisah jarak, Desa Sengon di Kabupaten Brebes tetap tegak berdiri sebagai “Rumah Besar” dan simpul utama pengikat batin antaranggota keluarga.

Visi Besar: Reuni Akbar Seluruh Keturunan

Harapan besar membuncah dalam pertemuan tersebut. Keluarga besar mencita-citakan di masa depan, seluruh keturunan Buyut Caswad—baik dari garis Nyai Buyut Muri maupun Nyai Buyut Wami—dapat bersatu dalam satu forum Halalbihalal yang lebih luas.

“Harapan kami, seluruh anak cucu keturunan Buyut Caswad bin Mbah Daimen dapat menggelar pertemuan serupa untuk mengencangkan ikatan persaudaraan dan mengenal kembali sosok leluhur kita,” ujar salah satu perwakilan keluarga pada Selasa (24/3/2026).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Langkah ini adalah bentuk pengamalan hadis Rasulullah SAW bahwa “Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi.”

Melalui pertemuan ini, diharapkan generasi muda tidak kehilangan jati diri (loss contact) terhadap akar sejarahnya. Mereka diharapkan tetap memegang teguh nilai keislaman dan etika kekeluargaan yang telah diwariskan sejak zaman Mbah Nurrohman hingga Buyut Caswad.

Red/Casroni

​JAKARTA, DN-II Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pesan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah dengan menekankan semangat persatuan nasional. Di tengah suasana kemenangan bagi umat Muslim, Presiden mengajak seluruh rakyat untuk menjadikan momen ini sebagai fondasi memperkokoh struktur bangsa demi menghadapi tantangan global.

​Rekonsiliasi dan Kekuatan Bangsa

​Presiden Prabowo menggarisbawahi bahwa kekuatan utama Indonesia terletak pada harmoni dan silaturahmi. Ia mengajak masyarakat untuk menanggalkan perbedaan dan kembali menyatu dalam bingkai kekeluargaan.

​”Mari kita manfaatkan momen Idul Fitri ini untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan memperkuat persatuan sebagai satu bangsa di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi,” ujar Presiden dalam keterangan resminya di Jakarta.

​Optimisme Pembangunan: “Bekerja Lebih Keras”

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Berbeda dengan sekadar ucapan selamat biasa, Presiden juga menyisipkan pesan produktivitas. Beliau menekankan bahwa Idul Fitri harus menjadi batu loncatan untuk bekerja lebih giat demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

​”Mari kita terus perkuat kebersamaan kita sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia. Mari kita bekerja lebih keras, saling membantu, dan bersama-sama membangun Indonesia yang lebih adil, lebih sejahtera, dan lebih kuat,” tegas Presiden Prabowo dengan nada optimis.

​Pernyataan Lengkap Presiden

​Dalam suasana yang khidmat, Presiden Prabowo Subianto menutup pesannya dengan doa dan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia:

​”Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

​Saudara-saudara sebangsa dan setanah air di mana pun berada. Alhamdulillahirabbil’alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah mempertemukan kita semua dengan hari kemenangan.

​Saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, atas nama pribadi, keluarga, dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, mengucapkan: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin.

​Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima amal ibadah kita sekalian dan senantiasa melimpahkan rahmat serta berkah-Nya kepada bangsa Indonesia.

​Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.”

Red

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

BREBES, DN-II Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti momentum Lebaran 1447 H bagi keluarga besar Bani Wasan bin Caswad. Bertempat di Desa Sengon, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, ratusan anggota keluarga berkumpul untuk menggelar tradisi tahunan Halalbihalal sekaligus Tahlil Akbar di area makam leluhur pada Minggu (22/3/2026).

Magnet Spiritual dan Edukasi Nasab

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan menjadi magnet spiritual bagi keluarga besar yang tersebar di berbagai daerah. Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi, baik dari anggota keluarga yang menetap di tanah kelahiran maupun para perantau yang sengaja pulang demi merawat ikatan batin dan menjaga silaturahmi.

Bagi generasi muda, momentum ini menjadi ruang edukasi penting untuk mengenal kembali silsilah dan garis keturunan (nasab). Hal ini krusial dilakukan agar generasi penerus tetap memegang teguh identitas sejarah di tengah derasnya arus modernisasi.

Larut dalam Kekhusyukan Doa

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Puncak acara ditandai dengan ziarah kubur dan pembacaan tahlil massal. Di bawah keteduhan makam leluhur, seluruh keluarga larut dalam kekhusyukan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan doa bagi para pendahulu.

“Kegiatan ini adalah tentang mengingat akar. Berdoa di makam leluhur menyadarkan kita bahwa kerukunan yang kita nikmati hari ini adalah warisan spiritual yang harus dijaga keberlanjutannya,” ujar salah satu perwakilan keluarga Bani Wasan di sela-sela acara.

Memperkuat Ukhuwah Melalui Ramah Tamah

Usai prosesi sakral, suasana mencair dalam sesi ramah tamah. Canda tawa dan nostalgia masa lalu mengalir hangat, meruntuhkan sekat usia antara para sesepuh dengan anak-cucu. Hidangan khas Lebaran yang disajikan menambah keakraban di tengah semilir angin sore pedesaan.

Melalui Halalbihalal 1447 H ini, keluarga besar Bani Wasan berharap nilai-nilai luhur, adab, dan kekompakan keluarga tetap terjaga kokoh. Kebersamaan ini menjadi pengingat bahwa sejauh mana pun seseorang melangkah, keluarga dan doa adalah tempat terbaik untuk kembali.

MEMBEDAH SILSILAH: Jejak Keturunan Mbah Nurrohman

Berdasarkan catatan sejarah keluarga, Bani Wasan merupakan bagian dari garis keturunan besar Mbah Nurrohman, yang diyakini sebagai salah satu tokoh awal penyebar agama Islam di wilayah Brebes Barat.

Struktur Garis Keturunan Utama:

Mbah Nurrohman (Leluhur Utama)

Keturunan Langsung:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Wilem / Asiyah (Bersuamikan Ki Mas Brandal Cilik)

Putri (Bersuamikan Mbah Kasar)

Jalur Garis Bani Wasan (Eksponen Ki Mas Brandal Cilik):

Silsilah ini menurun melalui tokoh-tokoh kunci seperti Mbah Daimen, Mbah Gentong, dan Mbah Dari garis inilah lahir sosok Caswad (Wafat 1946), yang merupakan ayahanda dari tujuh bersaudara:

Karmali

Wastam

Wasan (Fokus utama Bani Wasan)

Ruinah

Muryah

Cari

Kasriyah

Hingga saat ini, keturunan Mbah Nurrohman telah mencapai generasi cicit hingga piut yang tersebar di berbagai wilayah nusantara, namun tetap menjaga simpul silaturahmi mereka di Desa Sengon, Brebes.

Editor: Casroni

#Religi
#Budaya
#Brebes
#Hari Ini

Rahasia di Balik Pria Selektif: Mengapa Mereka Tidak Butuh Validasi Dunia

Oleh: Redaksi | Brebes 22 Maret 2026

WWW.DETIK-NASIONAL.COM – Dalam panggung sandiwara modern yang mendewakan jumlah followers dan hiruk-pikuk validasi digital, muncul sebuah paradoks menarik, fenomena pria yang memilih menarik diri dari keramaian. Di sudut-sudut kota, dari warung kopi hingga ruang perkantoran di Brebes, kita sering melihat mereka sosok yang hanya memiliki satu atau dua kawan akrab, atau bahkan lebih sering terlihat meniti jalan sunyi sendirian.

Masyarakat kita yang cerewet sering kali terburu-buru menyematkan label negatif, antisosial, kuper, atau bahkan dianggap kalah dalam persaingan sosial. Namun, mari kita berhenti sejenak dan melihat lebih jernih. Benarkah kesendirian adalah tanda kelemahan? Atau jangan-jangan, itu adalah manifestasi tertinggi dari sebuah kedaulatan mental?

Benteng Karakter di Balik Filter Sosial

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Seorang pria yang memilih lingkaran pertemanan sempit sebenarnya tidak sedang mengisolasi diri karena takut; ia sedang membangun benteng. Ada filosofi tajam yang mendasarinya: Satu yang setia jauh lebih berharga daripada seribu yang palsu.

Ada beberapa alasan mengapa “kesunyian” ini harus dipandang sebagai standar baru kekuatan pria sejati:

Hasil Seleksi Alam dan Tempaan Hidup: Pria-pria ini biasanya adalah mereka yang sudah “kenyang” dengan drama. Mereka bukan tidak laku secara sosial, melainkan telah melalui proses filtrasi terhadap pengkhianatan dan basa-basi kosong. Ketenangan mereka adalah produk dari pengalaman, bukan ketidakmampuan.

Investasi pada Ketenangan Batin: Bagi mereka, kursi kosong jauh lebih terhormat daripada diisi oleh “teman musiman” yang hanya muncul saat butuh. Memangkas hubungan yang toksik bukan hanya soal ego, melainkan manajemen kesehatan mental.

Kematangan Validasi Internal: Di era di mana orang haus akan like dan tepuk tangan, pria selektif ini berdiri tegak tanpa butuh pengakuan. Mereka tidak mencari kelengkapan diri dari orang lain karena mereka telah menemukannya di dalam diri sendiri.

“Kesendirian bagi pria seperti ini bukanlah bentuk kesepian, melainkan cara mereka menjaga kewarasan di tengah dunia yang semakin bising.”

Waktu sebagai Aset “Raja”

Hal yang paling mencolok dari pria-pria ini adalah cara mereka menghargai waktu. Mereka memandang waktu sebagai mata uang yang tak ternilai. Membuang energi untuk obrolan tidak produktif dianggap sebagai kerugian besar. Dengan membatasi interaksi, mereka sebenarnya sedang melakukan manajemen waktu layaknya seorang raja hanya membagikannya kepada orang atau misi yang benar-benar memberikan nilai tambah.

Kesimpulan: Kemenangan Melawan Ego

Kita perlu mengubah cara pandang kita terhadap pria yang memilih jalan sunyi. Jangan remehkan mereka yang memiliki lingkaran pertemanan sempit. Itu bukan tanda isolasi, melainkan simbol kedaulatan diri. Mereka adalah orang-orang yang telah memenangkan pertarungan melawan ego dan rasa haus akan pengakuan dunia.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Pada akhirnya, hidup tenang tanpa gangguan drama adalah kemewahan yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang berani jujur pada diri sendiri. Mereka tidak sedang kesepian; mereka hanya sedang memastikan bahwa hidup mereka tetap berkualitas.

#Instagram
#Facebook
#Twtiter
#IdulFitri1447H
#OpiniPublik

BREBES, DN-II Pemerintah Kabupaten Brebes menggelar rangkaian Idul Fitri 1447 H yang diawali dengan Shalat Idul Fitri di Masjid Agung Brebes pada Sabtu (21/3/2026). Usai pelaksanaan ibadah, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma membuka pintu Pendopo Kabupaten untuk acara Open House, yang langsung dipadati warga dari berbagai penjuru daerah.

Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi antara jajaran pemerintah daerah dengan masyarakat. Para pejabat, mulai dari asisten Sekda, staf ahli Bupati, kepala dinas, camat, hingga pimpinan BUMD dan organisasi perempuan daerah, turut diundang hadir bersama keluarga.

Sejak pagi, masyarakat berdatangan silih berganti. Pendopo yang biasanya berfungsi sebagai ruang kerja pemerintahan, hari itu berubah menjadi ruang kebersamaan. Warga duduk berdampingan, saling bertegur sapa, dan menikmati hidangan khas Lebaran. Gelak tawa dan percakapan hangat terdengar di berbagai sudut, menciptakan nuansa guyub yang kental.

Selain itu, hadir pula keluarga Bupati, keluarga Wakil Bupati Wurja, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah tampak berbaur bersama masyarakat dalam suasana penuh kehangatan.

Sejak pagi hingga siang hari, masyarakat tampak berdatangan silih berganti. Mereka hadir bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi juga untuk bersilaturahmi langsung dengan kepala daerah dalam suasana yang lebih santai dan penuh keakraban.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Pendopo Brebes pun berubah menjadi ruang kebersamaan. Warga dari berbagai latar belakang duduk berdampingan, saling bertegur sapa, dan menikmati momentum Lebaran yang sarat makna. Kehadiran mereka menjadi cerminan kuatnya tradisi silaturahmi yang terus terjaga di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Paramita menyampaikan bahwa Open House menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

“Open House ini bukan sekadar tradisi, tetapi ruang silaturahmi yang menyatukan kita semua. Di hari yang fitri ini, kami ingin membuka pintu selebar-lebarnya agar masyarakat bisa hadir, berbagi kebahagiaan, dan merasakan kebersamaan,” ujarnya.

Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Brebes.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua kembali dalam keadaan suci, dipenuhi kebahagiaan, dan semakin mempererat persaudaraan,” ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai yang terbangun selama Ramadan diharapkan tidak berhenti setelah bulan suci berakhir.

“Semoga kebersamaan ini terus terjaga, tidak hanya saat Lebaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Kita ingin Brebes tetap guyub, rukun, dan saling peduli,” tambahnya.

Dalam acara tersebut, para tamu disuguhi beragam hidangan khas Lebaran yang tersaji rapi. Warga terlihat menikmati sajian yang disiapkan, mulai dari makanan berat hingga kudapan ringan, sembari berbincang santai dengan keluarga, kerabat, maupun sesama tamu.

Tak hanya itu, suasana semakin semarak dengan hiburan yang turut dihadirkan. Gelak tawa dan percakapan hangat terdengar di berbagai sudut pendopo, menciptakan nuansa kebersamaan yang kental.

Open House ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk membuka ruang kedekatan antara pemimpin dan masyarakat. Setelah sebulan penuh menjalani Ramadan dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, momentum Lebaran dimanfaatkan untuk mempererat tali persaudaraan secara lebih luas.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Red

KOTA TEGAL, DN-II Menjadi Khotib Salat Idul Fitri 1447 Hijriah, Sekretaris Daerah Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono menyampaikan bahwa
momentum Idul Fitri mengajarkan tentang arti persaudaraan, persatuan, dan saling memaafkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Tentu tidak lepas dari perbedaan pendapat, perbedaan kepentingan, bahkan terkadang menimbulkan gesekan. Namun Idul Fitri mengajarkan kepada kita untuk melebur semua perbedaan dalam bingkai ukhuwah dan persaudaraan,” ujar Agus Dwi saat menjadi khotib salat Idul Fitri di masjid Al Tsumairi Kota Tegal, Sabtu (21/3) pagi.

Sekretaris Daerah juga mengingatkan bahwa di tengah dinamika kehidupan bangsa saat ini, dihadapkan pada berbagai tantangan seperti tantangan ekonomi, tantangan sosial, tantangan informasi yang begitu cepat melalui media digital, serta tantangan menjaga kerukunan dan persatuan bangsa.

“Apalagi saat ini terjadi potensi krisis global di
dunia, akibat krisis Palestina dan perang AS- Israel melawan Iran. Konflik yang digambarkan dalam Al Qur’an peperangan antara kebenaran melawan kebathilan tetap berlangsung di segala masa dan tempat, khususnya pada hari-hari ini,” tambah Agus Dwi.

Selain itu, dalam kesempatan itu sambutan Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono dibacakan oleh Joko Sukur Baharudin selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Tegal.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Dedy Yon Supriyono menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Kota Tegal. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Idul Fitri sebagai ajang memperkuat kebersamaan dan membangun kota ke arah yang lebih baik.

“Saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin, semoga kita kembali kepada fitrah yang suci,” kata Dedy.

Dedy menambahkan, lebih dari satu tahun masa kepemimpinannya telah diisi dengan berbagai upaya pembenahan dan pembangunan. Pihaknya berkomitmen mewujudkan visi “Tegal Berdikari dan Sejahtera, Menjadi Kota Idaman” melalui sinergi seluruh elemen masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersinergi dan bekerja bersama demi mewujudkan Kota Tegal yang berdikari dan sejahtera,” ujarnya.

Selain itu, Dedy juga mengingatkan bahwa Kota Tegal akan segera memperingati hari ulang tahun ke-446 pada 12 April 2026 dengan tema “Tegal Tangguh Pantang Ngangluh”. Tema tersebut mencerminkan semangat masyarakat yang kuat dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.(* Bim )

ACEH TAMIANG, DN-II Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi atas kemajuan pesat proses pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Hal ini disampaikan Kepala Negara usai melaksanakan salat Idulfitri 1447 H bersama warga di Masjid Darussalam, yang terletak di kawasan hunian sementara (huntara) Aceh Tamiang, Sabtu (21/03/2026).

​Transformasi dari Pengungsian ke Hunian

​Dalam keterangannya, Presiden Prabowo menyoroti progres pemulihan fisik dan sosial yang dinilai berjalan sangat signifikan. Menurutnya, pemulihan tersebut kini telah menyentuh angka hampir 100 persen.

​”Saya melihat progresnya sangat cepat. Masyarakat yang sebelumnya berada di tenda-tenda darurat, kini sebagian besar sudah menempati hunian sementara maupun hunian tetap yang lebih layak,” ujar Presiden.

​Infrastruktur dan Bantuan Sosial

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Selain hunian, Presiden memastikan bahwa aspek vital pendukung kehidupan masyarakat telah kembali normal. Beberapa poin utama yang menjadi fokus perhatian meliputi:

​Infrastruktur Dasar: Jaringan listrik dan akses jalan utama telah pulih sepenuhnya untuk mendukung mobilisasi warga.

​Penyaluran Bantuan: Presiden memastikan bantuan stimulan dari pemerintah pusat telah tersalurkan secara tepat sasaran kepada warga terdampak.

​Kesehatan dan Logistik: Pelayanan publik di lokasi terdampak telah beroperasi kembali secara optimal.

​Apresiasi untuk Sinergi Seluruh Pihak

​Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih atas kerja keras seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, TNI/Polri, BNPB, hingga relawan yang tak kenal lelah bekerja di lapangan.

​Ia menegaskan bahwa model penanganan cepat ini tidak hanya diterapkan di Aceh, tetapi juga menjadi standar bagi wilayah lain di Indonesia yang mengalami bencana serupa.

​”Semangat warga untuk bangkit kembali sangat luar biasa. Pemerintah akan terus mengawal sisa proses pemulihan hingga tuntas sepenuhnya,” pungkasnya.

​Sumber: BPMI Setpres

Red

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​#PrabowoSubianto
#AcehTamiang
#IdulFitri2026
#PemulihanBencana
#KemensetnegRI

ACEH TAMIANG, DN-II Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, merayakan hari kemenangan Idulfitri 1447 Hijriah dengan cara yang khidmat dan bersahaja. Kepala Negara melaksanakan salat Id bersama ribuan warga di Masjid Darussalam yang berlokasi di kompleks hunian sementara (huntara), Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Sabtu (21/3/2026).

Momen Kebersamaan dan Silaturahmi

Usai mengikuti rangkaian salat Id, suasana hangat menyelimuti lokasi saat Presiden Prabowo berbaur dengan jamaah. Tanpa sekat, Presiden menyalami satu per satu warga yang hadir, menciptakan momen penuh kekeluargaan di hari raya.

Sebagai bentuk kepedulian, Presiden juga membagikan bingkisan Lebaran berupa paket sembako kepada warga Aceh Tamiang. Senyum haru tampak di wajah para warga yang kini tengah berupaya bangkit pascabencana.

Komitmen Pemerintah Terhadap Warga Terdampak

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi formal. Di sela agenda Lebaran, Presiden Prabowo kembali meninjau langsung kondisi hunian sementara yang disiapkan pemerintah. Langkah ini diambil untuk memastikan fasilitas bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di wilayah tersebut tetap layak dan memadai.

“Kehadiran Bapak Presiden di sini menunjukkan bahwa pemerintah tidak lupa pada kami yang sedang diuji bencana. Ini adalah hadiah Lebaran terbaik bagi kami,” ujar salah satu warga setempat.

Makna di Balik Lokasi Pilihan

Keputusan Presiden untuk memilih Aceh Tamiang sebagai lokasi salat Id tahun ini mengandung pesan simbolis yang mendalam. Hal ini menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk hadir langsung di tengah masyarakat, terutama di daerah yang sedang dalam masa pemulihan pascabencana, guna memastikan proses rehabilitasi berjalan sesuai target.

Red

Kota Tegal, DN-II Kepolisian memastikan kesiapan maksimal dalam mengamankan malam takbiran yang akan berlangsung pada Jumat (20/3/2026). Seluruh personel dikerahkan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif hingga berakhirnya Operasi Ketupat.

Kapolres Tegal Kota, Heru Antariksa Cahya, menegaskan kondisi lalu lintas dan keamanan wilayah saat ini relatif terkendali. Puncak arus mudik telah terlewati, salah satunya berkat penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way nasional.

Meski demikian, Kapolres mengingatkan jajarannya agar tidak lengah, terutama menghadapi potensi keramaian pada malam takbiran. Kondusifitas keamanan harus tetap terjaga hingga selesai operasi.

“Malam ini takbiran akan berlangsung, meski sebagian masyarakat telah memulainya sejak Kamis. Karena itu, seluruh personel harus benar-benar siap, mulai dari sore hingga malam hari,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya setiap personel memahami tugas dan posisi masing-masing agar pengamanan berjalan efektif, terutama dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk melaksanakan takbiran di tempat ibadah, dengan peran aktif Bhabinkamtibmas yang memberikan edukasi.

“Euforia takbir keliling harus di antisipasi dengan mitigasi yang tepat. Pengamanan harus humanis, penuh dedikasi, dan ikhlas,” ujarnya.

Ratusan personel gabungan dari Polres, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait mengamankan malam takbiran. Mereka menempati pos-pos pengamanan, titik rawan kemacetan di jalur Pantura, pusat kota, dan kawasan keramaian.

Walikota Tegal bersama Forkopimda juga memantau langsung situasi dengan meninjau sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan Operasi Ketupat. Dalam kesempatan tersebut, Walikota dan Forkopimda juga memberikan bingkisan lebaran kepada para petugas yang berjaga sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam melayani masyarakat selama arus mudik dan perayaan Idulfitri.

Kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh personel dalam kondisi siap serta sarana prasarana pengamanan berjalan optimal.

“Kami menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional, termasuk pengalihan arus dan penguatan personel di simpul kemacetan, agar mobilitas tetap lancar dan tidak terjadi penumpukan kendaraan,” jelas Kapolres.

Petugas juga memfokuskan pengamanan pada pelaksanaan Sholat Idul fitri di sejumlah masjid dan titik lokasi, terutama di Masjid Agung Kota Tegal.

“Pelaksanaan Sholat Ied agar berjalan aman dan lancar, agar masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk,” pungkasnya. ( Bim )

​Sambut Idul Fitri 1447 H, TPA Al Husain Tanabang Ilir Gelar Pawai Obor Meriah

​TANABANG ILIR, WWW.DETIKNASIONAL.COM //  Dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1447 H yang jatuh pada tahun 2026, santri TPA Al Husain Tanabang Ilir menggelar kegiatan pawai beramai-ramai pada Jumat malam (20/03/2026). Suasana malam takbiran di desa tersebut mendadak riuh dan penuh cahaya saat ratusan peserta mulai memadati titik kumpul dengan antusiasme yang tinggi.

​Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Tanabang Ilir, Irvan Sanjivaredy, S.P., yang hadir didampingi oleh istri tercinta. Kehadiran orang nomor satu di desa tersebut memberikan semangat tambahan bagi para santri dan warga yang ikut memeriahkan iring-iringan pawai di sepanjang jalan protokol desa.

​Selain jajaran perangkat desa, tampak hadir pula para tenaga pengajar TPA Al Husain yang selama ini menjadi pilar pendidikan agama di sana. Mereka adalah Ustadz Irham Sabari, S.H.I., Ustazah Masriana, S.Th.I., Ustadz Mukminin, S.Sos., serta Ustazah Ria Mukminin yang turut mengawal jalannya barisan agar tetap tertib dan aman.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Dalam sambutannya, Irvan Sanjivaredy, S.P. menyampaikan, “Kegiatan pawai ini adalah wujud syukur kita setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Saya sangat mengapresiasi semangat adik-adik santri dan para guru ngaji yang telah menjaga tradisi religius ini tetap hidup di Desa Tanabang Ilir.”

​Lebih lanjut, beliau berharap agar momentum ini dapat mempererat tali silaturahmi antarwarga dan memupuk rasa cinta generasi muda terhadap syiar Islam. Irvan menekankan bahwa kebersamaan antara pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat adalah kunci utama dalam membangun desa yang harmonis dan religius.

​Acara yang berlangsung hingga menjelang tengah malam ini ditutup dengan doa bersama. Gema takbir yang bersahut-sahutan sepanjang perjalanan pawai berhasil menciptakan atmosfer haru dan bahagia, menandai kemenangan seluruh umat muslim di Desa Tanabang Ilir dalam menyambut hari yang fitri.

REPORT : JULIYAN

You cannot copy content of this page