KAMPAR, DN-II Marwah mahasiswa sebagai agen perubahan kini tercoreng oleh aksi oknum yang diduga memanfaatkan atribut kampus untuk kepentingan pribadi. Sejumlah oknum yang mengatasnamakan aliansi mahasiswa dari berbagai universitas di Riau disinyalir melakukan praktik pemerasan terhadap instansi pendidikan dan pemerintah desa di wilayah Tapung Hulu, Kabupaten Kampar.
Modus yang digunakan adalah mengirimkan “surat pemberitahuan aksi demo” terkait dugaan pelanggaran hukum di instansi tersebut. Namun, surat itu diduga hanyalah gertakan untuk memicu negosiasi materi agar aksi dibatalkan.
Premanisme Berkedok Intelektualitas
Ketua Insan Pers Keadilan, Pajar Saragih, mengecam keras tindakan ini. Ia menilai gerakan yang seharusnya berfungsi sebagai kontrol sosial telah bergeser menjadi alat intimidasi yang meresahkan masyarakat.
“Jika merasa administrasi sudah benar, jangan pernah takut didemo! Jangan berikan ruang bagi oknum yang menjual nama mahasiswa demi uang. Jika mulai mengancam, segera lapor polisi,” tegas Pajar, Kamis (05/03).
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sekolah Merugi Puluhan Juta
Berdasarkan informasi yang dihimpun, praktik ini telah memakan korban. Beberapa sekolah dikabarkan terpaksa mengeluarkan dana hingga puluhan juta rupiah agar demonstrasi tidak dilaksanakan. Pajar khawatir jika hal ini dibiarkan, wilayah Tapung Hulu akan menjadi sasaran empuk para pemeras berbaju mahasiswa.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah mengantongi daftar nama grup oknum mahasiswa yang kerap beroperasi di sekolah-sekolah di wilayah tersebut.
Desakan Penegakan Hukum
Menanggapi fenomena ini, Pajar meminta Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya kepolisian, untuk segera bertindak tegas.
Poin-poin penting yang ditekankan:
Untuk Instansi: Abaikan ancaman jika prosedur sudah sesuai aturan; jangan mau menjadi “sapi perah”.
Untuk APH: Segera tertibkan dan tangkap pelaku yang mencoreng dunia pendidikan dan gerakan aktivis di Riau.
Harapan: Mahasiswa silakan melakukan kontrol sosial secara murni, namun jika menjadi ajang pemerasan, hukum harus ditegakkan.
“Mahasiswa itu pejuang rakyat, bukan penyamun yang memakai atribut kampus untuk mengisi kantong pribadi. Kami tidak akan tinggal diam melihat dunia pendidikan diintimidasi,” pungkas Pajar.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Tim Red
JAKARTA, DN-II Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pelaksanaan takbiran menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H di Bali akan tetap berjalan dengan mengedepankan toleransi. Hal ini disampaikan menyusul waktu pelaksanaan yang berdekatan dengan peringatan Hari Suci Nyepi.
Pernyataan tersebut disampaikan Menag usai melaporkan sejumlah persiapan Idulfitri kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (04/03/2026).
Kesepakatan Toleransi di Pulau Dewata
Menag menjelaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Bali serta tokoh lintas agama. Hasilnya, sebuah kesepakatan bersama telah dicapai untuk menjaga kesucian kedua hari besar tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat di Bali. Disepakati bahwa takbiran tetap berjalan mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WITA, namun dilakukan tanpa penggunaan sound system (pengeras suara luar),” ujar Nasaruddin Umar.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Langkah ini diambil guna menghormati kekhusyukan umat Hindu yang sedang menjalani catur brata penyepian, sekaligus memberikan ruang bagi umat Islam untuk merayakan kemenangan.
Sidang Isbat dan Potensi Perbedaan
Selain membahas situasi di Bali, Menag juga menyinggung mengenai penetapan 1 Syawal. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga persatuan jika terjadi perbedaan tanggal perayaan Idulfitri.
Mekanisme: Penetapan resmi akan tetap melalui Sidang Isbat.
Pesan Menag: Perbedaan adalah hal yang lazim dalam kehidupan beragama di Indonesia dan tidak boleh mengurangi esensi persaudaraan nasional.
Persiapan mudik dan keamanan selama lebaran juga menjadi poin penting dalam laporan Menag kepada Presiden, guna memastikan seluruh rangkaian ibadah masyarakat berjalan aman dan lancar.
Red
Sumber: BPMI Setpres
Tag: #KemensetnegRI
#RilisPresiden
#ModerasiBeragama
#IdulFitri2026
#Nyepi2026
Jakarta, DN-II Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara penyerahan jenazah Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia almarhum Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno kepada negara yang dilaksanakan secara khidmat di kawasan Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).
Jenazah almarhum selanjutnya dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata dan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Dalam kesempatan tersebut Presiden menyampaikan penghormatan dan doa bagi almarhum, “Semoga jalan darma bakti yang ditempuhnya menjadi suri teladan bagi kita semua dan arwahnya mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ucap Presiden.
Almarhum merupakan salah satu putra terbaik bangsa dengan perjalanan panjang dalam pengabdian militer dan kenegaraan. Lahir di Surabaya pada tahun 1935, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis di lingkungan TNI.


Keluarga besar TNI, menyampaikan duka cita yang mendalam dan penghormatan setinggi-tingginya atas jasa, keteladanan, dan darma bakti almarhum kepada bangsa dan negara. Semangat pengabdian, loyalitas, dan kepemimpinan almarhum diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh prajurit TNI dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Red/Casroni
Foto: Puspen TNI dan BPMI Setpres
#tniprima
#tnirakyatkuat
#indonesiaemas2045
WWW.DETIK-NASIONAL.COM — “Jika waktu bisa diputar, aku tak ingin dewasa terlalu cepat. Aku hanya ingin kembali ke desa tahun 1990, saat keluarga masih utuh, dan air mata belum tahu arti kehilangan.”
Untaian kalimat melankolis tersebut belakangan ini viral di berbagai lini masa media sosial. Unggahan bernada nostalgia ini memicu ribuan interaksi dan komentar penuh haru dari warganet. Di tengah deru dunia yang serba digital, narasi “pulang ke masa lalu” seolah menjadi oase sekaligus luka yang menganga bagi masyarakat modern.
Apa sebenarnya yang membuat dekade 90-an memiliki daya pikat magnetis yang begitu kuat dalam psikologi kolektif kita?
Mekanisme ‘Rosy Retrospection’: Memori yang Tersaring
Secara ilmiah, psikologi manusia memiliki mekanisme unik dalam memproses memori yang disebut sebagai Rosy Retrospection. Ini adalah kecenderungan otak untuk memfilter kepahitan dan hanya menyisakan residu keindahan dari masa lalu.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Setidaknya, terdapat tiga pilar utama mengapa dekade 90-an, khususnya suasana pedesaan, menjadi dambaan yang tak terbendung:
Eskapisme dari Beban Adulthood: Menjadi dewasa ternyata bukan tentang kebebasan, melainkan tumpukan tanggung jawab. Keinginan “kembali ke masa kecil” adalah bentuk protes bawah sadar terhadap realitas hidup yang kian kompleks.
Keheningan Sebelum Badai Digital: Tahun 90-an dianggap sebagai benteng terakhir koneksi manusia yang murni. Masa di mana komunikasi dibangun melalui tatap muka, bukan sekadar notifikasi. Ketenangan tanpa gangguan gawai kini menjadi kemewahan yang tak ternilai.
Fragmen Keutuhan yang Hilang: Bagi banyak orang, masa kecil adalah fragmen waktu di mana meja makan masih terasa penuh. Sebelum tuntutan karier menciptakan jarak geografis, dan sebelum kematian memperkenalkan arti perpisahan yang permanen. 
Ironi Mengejar Harta, Kehilangan Kehadiran
Fenomena nostalgia ini juga menyisipkan kritik sosial yang tajam terhadap gaya hidup urban. Generasi saat ini sering terjebak dalam paradoks: bekerja keras demi membahagiakan orang tua di kampung, namun kehilangan waktu untuk benar-benar bersama mereka.
“Kita seringkali mengejar materi untuk menebus waktu, padahal yang paling dibutuhkan oleh mereka yang kita cintai adalah kehadiran, bukan sekadar mutasi rekening di akhir bulan,” tulis Casroni dalam ulasannya.
Kesadaran ini acapkali datang terlambat. Banyak orang sibuk membangun “istana”, namun lupa bahwa penghuninya kian menua. Kita mengejar kesuksesan finansial demi “membayar” masa tua orang tua, tanpa menyadari bahwa waktu adalah mata uang yang tidak bisa diputar kembali.
Menghargai Masa Kini Sebelum Menjadi Kenangan
Para pakar menyarankan bahwa cara terbaik mengobati rasa nostalgia yang menyiksa bukanlah dengan meratapi masa lalu, melainkan dengan memvalidasi apa yang masih tersisa di masa kini.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sebelum seluruh momen hangat hari ini berubah menjadi sekadar foto kusam dalam album digital, kita diajak untuk berhenti sejenak dari perlombaan hidup. Sebab, bagian paling menyakitkan dari sebuah kehilangan bukanlah ketiadaan sosoknya, melainkan tumpukan penyesalan atas kata-kata yang tak sempat diucapkan.
Kesimpulannya: Pulanglah selagi masih ada tempat untuk pulang. Bukan hanya pulang secara fisik, tetapi pulang dengan kehadiran yang utuh.
Penulis: Casroni
Editor: Redaksi
Tanggal: 25 Februari 2026
BREBES, DN-II Momentum bulan suci Ramadhan 1447 H dimanfaatkan oleh Kepolisian Resor (Polres) Brebes untuk memperkuat sinergitas dengan elemen mahasiswa.
Pada Senin (23/02/2026) sore, Kapolres Brebes memimpin langsung kegiatan berbagi takjil yang dilanjutkan dengan agenda buka puasa bersama di Mapolres Brebes.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polres Brebes, di antaranya Kasat Intelkam AKP Suhermanto dan Kasat Binmas AKP Rachmat Wibowo.
Sementara dari unsur mahasiswa, hadir perwakilan dari berbagai Organisasi Kepemudaan dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), meliputi GMNI, HMI, PMII, BEM STIE Brebes, serta BEM STAI Brebes.
Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para mahasiswa yang selama ini telah menjaga ketertiban di wilayah Kabupaten Brebes.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Bulan Ramadhan ini adalah momen terbaik untuk mempererat silaturahmi. Kami sangat mengapresiasi rekan-rekan mahasiswa yang sejauh ini telah tertib dan kooperatif. Saya berharap komunikasi yang baik ini terus terjaga agar tidak mudah ditumpangi oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang ingin mengacaukan situasi,” ujar AKBP Lilik Ardhiansyah.
Lebih lanjut, Kapolres juga menyoroti tantangan situasi saat ini, mulai dari kerawanan bencana alam hingga kondisi ekonomi yang sedang mengalami penurunan. AKBP Lilik mengajak mahasiswa untuk menjadi mitra kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Polres Brebes dan kelompok mahasiswa semakin solid, sehingga kondusifitas wilayah Kabupaten Brebes tetap terjaga dengan aman dan damai,” terangnya.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembagian takjil kepada masyarakat sekitar dan pengguna jalan didepan Mapolres Brebes sebagai bentuk kepedulian sosial bersama antara polisi dan mahasiswa.
Setelah sesi doa bersama, acara ditutup dengan buka bersama serta Sholat Maghrib berjamaah untuk memperkuat rasa kekeluargaan. (Red/Hms)
TEGAL, DN-II Suasana khidmat menyelimuti pengajian rutin yang digelar di kawasan Mejasem , Kramat, Kabupaten Tegal. Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Lukman Hakim menyampaikan pesan-pesan mendalam mengenai persiapan batin dan amaliah utama menyambut bulan suci Ramadan. (22/2/2026).
Mengusung tema “Bersama Ilmu Agama, Benteng Generasi Muda dan Meniti Masa Depan”, ceramah ini menekankan pentingnya membekali diri dengan ilmu sebagai fondasi kehidupan, terutama bagi generasi penerus.
Keutamaan Sedekah Buka Puasa: Investasi Pahala Melimpah
Fokus utama dalam tausiyah Ustaz Lukman Hakim kali ini adalah mengenai “Fadhilah Memberi Makan Orang yang Berbuka Puasa”. Beliau memaparkan beberapa poin penting yang menjadi motivasi bagi para jamaah:
Pahala Tanpa Potongan: Beliau mengingatkan janji Rasulullah SAW bahwa siapa pun yang memberi makan orang berbuka, ia akan mendapatkan pahala sebesar pahala orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala sang penerima sedikit pun.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kemudahan Beramal: Ustaz Lukman menegaskan bahwa sedekah tidak harus mewah. “Jika tidak mampu dengan hidangan lengkap, cukup dengan Nukani Thoyyibah (makanan/minuman yang baik) seperti seteguk air atau sebutir kurma,” tuturnya.
Sistem ‘Kelipatan’ Pahala: Beliau memberikan ilustrasi sederhana namun menggugah:
Memberi buka untuk 1 orang = Pahala 1 orang puasa.
Memberi buka untuk 10-20 orang = Pahala akan berlipat ganda sesuai jumlahnya.
“Ini adalah karunia istimewa bagi umat Nabi Muhammad SAW. Kita bisa memanen pahala puasa yang berlimpah hanya melalui sedekah makanan berbuka,” jelas Ustaz Lukman.
Harapan dan Doa Menuju Bulan Suci
Menjelang akhir pengajian, suasana menjadi semakin haru saat Ustaz mengajak seluruh jamaah untuk memanjatkan doa bersama. Ada tiga permohonan utama yang dipanjatkan:
Kesehatan lahir dan batin agar tetap istikamah dalam ibadah.
Keberkahan umur agar Allah SWT mempertemukan kita kembali dengan bulan suci Ramadan.
Keselamatan akhirat, yakni agar di akhir Ramadan nanti, nama kita tercatat sebagai hamba yang dibebaskan dari api neraka (’itqun minan-nar).
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Acara pengajian ini kemudian ditutup dengan pembacaan surat Al-Fatihah secara berjamaah, sebagai simbol permohonan perlindungan dan pembuka pintu-pintu kebaikan bagi warga Wijaya Barat dan sekitarnya.
Reporter Teguh
SOLO, DN-II Sejumlah simpatisan dan relawan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Solo menggelar ziarah ke makam orang tua Presiden RI ke-7, Joko Widodo, di kompleks pemakaman keluarga Mundu, Selokaton, Gondangrejo, Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan spiritual sekaligus refleksi nilai keteladanan tokoh bangsa.
Mengenakan atribut khas merah putih, rombongan relawan di bawah naungan kepemimpinan Kaesang Pangarep ini tampak khidmat memanjatkan doa di depan pusara almarhum Bapak Widjiatno Notomihardjo dan almarhumah Ibu Hj. Sudjiatmi Notomihardjo.
Refleksi Adab dan Bakti
Perwakilan relawan di lokasi menyatakan bahwa agenda ini merupakan inisiatif murni untuk menyambung tali silaturahmi spiritual.
“Kami ingin menghargai nilai-nilai keteladanan yang diwariskan oleh orang tua Pak Jokowi. Ini adalah pengingat bagi kami bahwa fondasi kepemimpinan yang hebat bermula dari doa dan didikan orang tua,” ujarnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ziarah ini bukan sekadar prosesi ritual, melainkan momentum bagi kader muda PSI untuk merefleksikan pentingnya adab dan bakti. Hal ini sejalan dengan arahan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, yang kerap menekankan politik santun dan beretika.

Detail Kegiatan
Aspek Keterangan
Waktu Rabu, 18 Februari 2026
Lokasi Makam Keluarga Mundu, Gondangrejo
Peserta Pengurus DPD PSI Solo & Simpatisan
Agenda Utama Tahlil bersama, doa lintas generasi, dan tabur bunga
Simbol Kesolidan
Prosesi ditutup dengan tabur bunga sebagai wujud syukur atas jasa almarhumah dalam mendidik putra terbaik bangsa. Melalui kegiatan ini, PSI Solo berharap dapat terus merawat nilai-nilai pluralisme dan gotong royong yang menjadi ciri khas kota bengawan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama di area makam, melambangkan kesolidan relawan dalam mengawal agenda-agenda sosial dan politik di masa depan dengan tetap berpijak pada nilai-nilai tradisi.
Red/Fitriani
Sambut Fajar Ramadhan 1447 H, Redaksi DETIK-NASIONAL.COM Sampaikan Permohonan Maaf dan Doa bagi Umat
DETIK-NASIONAL.COM – Menjelang fajar bulan suci Ramadhan 1447 H yang diperkirakan jatuh pada tanggal 19 Februari 2026, umat Muslim di seluruh penjuru dunia bersiap menyambut kehadiran bulan yang penuh dengan kemuliaan, rahmat, dan ampunan. Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum emas untuk melakukan transformasi spiritual dan pembersihan jiwa secara total. (18/202/2026).
Bulan suci ini hadir sebagai madrasah (sekolah) bagi jiwa untuk mendisiplinkan diri, mempererat tali silaturahmi, serta memerdekakan batin dari belenggu khilaf. Hal ini sejalan dengan perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Momentum Penggugur Dosa
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Keistimewaan Ramadhan juga ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang menjanjikan pengampunan dosa bagi mereka yang menjalaninya dengan penuh iman dan mengharap rida Allah:
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan landasan inilah, setiap Muslim diharapkan mampu menjalani setiap rangkaian ibadah dengan ketenangan dan keikhlasan demi meraih derajat takwa yang sebenar-benarnya.
Permohonan Maaf dan Ketulusan Hati
Dalam menyambut bulan yang mulia ini, Casroni, mewakili seluruh jajaran Redaksi Media DETIK-NASIONAL.COM beserta keluarga, dengan kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh relasi, pembaca, dan masyarakat luas.
“Kesucian Ramadhan sejatinya dimulai dari kelapangan hati untuk saling memaafkan. Kami memohon maaf atas segala tutur kata, sikap, maupun pemberitaan yang kurang berkenan—baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Semoga dengan hati yang bersih, ibadah kita diterima oleh Allah SWT,” ungkap Casroni.
Doa dan Harapan untuk Umat
Segenap keluarga besar DETIK-NASIONAL.COM mengucapkan: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, kekuatan fisik dan batin, serta keistiqamahan bagi kita semua untuk mengisi hari-hari Ramadhan dengan amal saleh, hingga kita mampu meraih kemenangan di hari yang fitri nanti.
Marhaban Ya Ramadhan. Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Salam Takzim,
Casroni
Keluarga & Jajaran Redaksi DETIK-NASIONAL.COM
BREBES, DN-II Di tengah padatnya jadwal pengerjaan sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, para personel Satgas tetap menunjukkan sisi religiusitas yang kuat. Hal ini terlihat pada Rabu (18/02/2026), di mana para anggota TNI menyempatkan diri untuk beribadah berjamaah bersama warga di mushola setempat.
Pemandangan menyejukkan terlihat saat azan berkumandang. Para prajurit yang tadinya bergelut dengan semen, batu, dan aspal, segera meletakkan alat kerja mereka untuk menuju rumah ibadah. Momen shalat berjamaah ini tidak hanya menjadi kewajiban spiritual, tetapi juga menjadi sarana komunikasi sosial (Komsos) yang efektif antara TNI dan masyarakat.
Anggota Satgas TMMD ditekankan untuk menjaga keseimbangan antara performa kerja di lapangan dengan ketakwaan kepada Tuhan YME. Ibadah bersama menjadi ruang silaturahmi tanpa sekat antara prajurit dan warga desa sasaran.Kedisiplinan waktu dalam beribadah diharapkan mampu menjaga moril dan semangat kerja personel selama masa penugasan TMMD yang cukup berat.
“Kerja keras di lapangan adalah bentuk pengabdian kepada negara, namun beribadah adalah bentuk pengabdian kepada Sang Pencipta. Keduanya harus berjalan beriringan agar apa yang kita bangun di desa ini membawa berkah bagi semua pihak,” ujar salah satu anggota Satgas di lokasi.
Program TMMD Reguler ke-127 di wilayah Kodim 0713/Brebes ini direncanakan akan terus berlangsung dengan fokus pada pembangunan infrastruktur jalan, renovasi fasilitas umum, serta berbagai penyuluhan non-fisik bagi warga. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak pembangunan fisik, tetapi juga kesan positif akan profil prajurit yang religius dan bersahaja.(Rio/Pradista)
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
MUARA KUANG, WWW.DETIK-NASIONAL.COM // Cabang kios Pupuk Bersubsidi 3 Saudara menggelar pertemuan strategis guna mensosialisasikan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan prosedur penebusan pupuk bersubsidi pada Senin (16/02/2026). Acara ini di hadiri jajaran PPL yang mewakili korlu yang tak bisa hadir di karenakan sakit,serta hadir seluruh Ketua Kelompok Tani di wilayah Kecamatan Muara Kuang. Turut hadir pula perwakilan dari Kecamatan Lubuk Keliat yang diwakili oleh Koordinator Kecamatan Tani Merdeka Indonesia (TMI).
Dalam arahannya, Hasan selaku perwakilan dari pihak penyalur menekankan bahwa pendistribusian pupuk subsidi tahun ini harus dilakukan dengan tertib administrasi. Ia menegaskan bahwa setiap pengambilan pupuk wajib didasari oleh syarat tertentu, yakni adanya surat pernyataan dan surat kuasa dari masing-masing anggota kelompok tani. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pupuk benar-benar sampai ke tangan petani yang berhak dan terdaftar secara resmi.
Hasan menjelaskan lebih lanjut bahwa validitas data pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) menjadi kunci utama dalam proses penebusan. Petani yang ingin mengambil jatah pupuk secara mandiri diwajibkan membawa KTP asli sebagai bukti identitas. Prosedur ini diberlakukan untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan wewenang atau pendistribusian yang tidak tepat sasaran di tingkat lapangan.

Pihak distributor juga sangat menyarankan agar para petani yang telah terdaftar di RDKK dapat melakukan penebusan secara langsung ke Kios Pupuk 3 Saudara. Selain meminimalisir kesalahan administrasi, pengambilan langsung juga menjamin transparansi harga. Adapun harga yang ditetapkan sesuai ketentuan pemerintah adalah Rp90.000 untuk pupuk jenis Urea dan Rp92.000 untuk pupuk Phonska per karungnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Selain fokus pada ketersediaan pupuk, pertemuan tersebut juga menjadi ajang koordinasi mengenai aspek teknis pertanian. Yudi Dwinata, selaku Ketua Korcam Tani Merdeka Indonesia (TMI) Lubuk Keliat, secara resmi membuka sesi pembahasan mengenai masa tanam pertama reguler. Koordinasi ini dinilai krusial agar jadwal pemupukan dapat selaras dengan siklus tanam yang akan segera dimulai oleh para petani di wilayah tersebut.
Pertemuan ini diharapkan dapat membangun sinergi yang kuat antara distributor, penyuluh, dan kelompok tani. Dengan pemahaman yang jelas mengenai HET dan syarat administrasi, diharapkan tidak ada kendala berarti bagi petani dalam mendapatkan asupan nutrisi tanaman. Fokus utama dari sosialisasi ini adalah memastikan musim tanam reguler tahun 2026 dapat berjalan sukses demi tercapainya target ketahanan pangan daerah.
REPORT : JULIYAN
