Cilacap, Detik Nasional – Tradisi tilawat atau doa bersama untuk mengirimkan doa kepada orang yang telah meninggal dunia kembali dilaksanakan oleh masyarakat Dusun Sindanglangu, Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Senin (2/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di TPU Purwalaksana ini merupakan tradisi turun-temurun yang rutin digelar menjelang bulan Ramadan.
Tilawat menjadi sarana spiritual sekaligus sosial bagi masyarakat. Selain berdoa bersama di makam leluhur, warga juga melaksanakan makan bersama di area pemakaman usai doa, yang menjadi ciri khas dan keunikan tradisi ini. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi, kekompakan, dan kebersamaan antarwarga.
Anggota DPRD Kabupaten Cilacap, Yayan Rusyawan Efendi, M.M., menyampaikan bahwa tradisi tilawat memiliki nilai penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
“Tilawat ini bukan hanya tentang doa untuk leluhur, tetapi juga mengandung nilai introspeksi diri, penguatan keimanan, serta pelestarian adat istiadat yang luhur. Tradisi seperti ini perlu terus dijaga karena mampu menumbuhkan kerukunan, kekompakan, dan kesadaran spiritual masyarakat,” ujarnya.

Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Datang ke makam mengingatkan kita bahwa hidup ini sementara. Dari situ tumbuh kesadaran untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebaikan sebagai bekal kehidupan yang akan datang,” tambahnya.
Sementara itu, Pj. Kepala Desa Dayeuhluhur, Farid Masruri, S.IP., menyatakan bahwa Pemerintah Desa mendukung penuh pelaksanaan tradisi tilawat sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal.
“Tradisi tilawat ini merupakan warisan leluhur yang sarat dengan nilai keagamaan dan sosial. Pemerintah desa akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini karena mampu mempererat persaudaraan dan menjaga harmoni di masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan tilawat juga menjadi sarana persiapan spiritual masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk membersihkan hati, memperkuat iman, serta mempersiapkan diri secara lahir dan batin menjelang Ramadan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Dusun Sindanglangu, Kartono. Ia menuturkan bahwa tradisi tilawat telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat dusun sejak lama.
“Tilawat ini sudah menjadi tradisi turun-temurun di Dusun Sindanglangu. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur, kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi dan menjaga kebersamaan warga,” paparnya.
Ia berharap tradisi tersebut dapat terus dilestarikan oleh generasi muda.
“Kami berharap generasi muda tetap menjaga dan melanjutkan tradisi ini agar nilai-nilai adat, kebersamaan, dan keimanan tetap hidup di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Tradisi tilawat yang dilaksanakan secara rutin ini menjadi bukti kuatnya nilai adat, keagamaan, dan gotong royong yang masih terjaga di tengah kehidupan masyarakat Dusun Sindanglangu.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Reporter: Dani
Brebes, DN-II Kegiatan Istighosah Kubro dan doa bersama dalam rangka Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama Kabupaten Brebes yang digelar di Alun-alun Kabupaten Brebes, Sabtu (31/1/2026), berlangsung khidmat dan penuh nuansa religius.
Salah satu momen yang menjadi perhatian masyarakat adalah penampilan Grup Hadroh Santri Brambang binaan Polres Brebes yang turut memeriahkan rangkaian acara.
Grup Hadroh Santri Brambang Polres Brebes tampil membawakan lantunan sholawat dengan penuh kekhusyukan dan semangat kebangsaan.
Penampilan ini tidak hanya memberikan suasana religius, tetapi juga mencerminkan sinergitas Polri dengan kalangan santri dan ulama dalam menjaga nilai-nilai keislaman serta kebudayaan lokal yang berakar kuat di tengah masyarakat Brebes.
Kehadiran Grup Hadroh Santri Brambang Polres Brebes mendapat apresiasi dari para tokoh ulama, pejabat daerah, serta ribuan jamaah yang hadir.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Penampilan tersebut menunjukkan peran Polri yang tidak hanya hadir dalam aspek keamanan, namun juga aktif mendukung kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda berbasis nilai religius.
Momentum penting lainnya terjadi saat prosesi Mahallul Qiyam, di mana Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah, secara simbolis menyerahkan Buku Santri Brambang kepada PCNU Kabupaten Brebes dan Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma. Penyerahan buku tersebut menjadi simbol dukungan Polres Brebes terhadap dunia pesantren serta penguatan peran santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Buku Santri Brambang tersebut diharapkan dapat menjadi referensi sekaligus inspirasi dalam membangun karakter santri yang religius, nasionalis, dan berakhlakul karimah. Penyerahan buku ini juga mencerminkan komitmen Polres Brebes dalam mempererat hubungan kemitraan dengan Nahdlatul Ulama serta Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes.
Secara keseluruhan, kegiatan Istighosah Kubro dalam rangka Harlah ke-100 NU Kabupaten Brebes berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.
Ps Kasi Humas Iptu Indra Prasetyo menyampaikan, Polres Brebes menerjunkan ratusan personel untuk memastikan jalannya kegiatan Istighosah Kubro dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) tingkat Kabupaten Brebes tersebut.
“Secara keseluruhan, seluruh rangkaian kegiatan Istighosah Kubro dalam rangka Harlah ke-100 NU Kabupaten Brebes berjalan dengan sangat aman, tertib, dan kondusif. Kami mengapresiasi kedisiplinan para jamaah yang hadir,” terang Iptu Indra usai kegiatan. (Red/Hms)
KOTA BANDUNG, DN-II Prof Dr Sutan Nasomal meyakini kepengurusan baru MUI Jabar yang dilantik Yth Bapak KDM sebutan akrab orang nomor satu di provinsi Jabar mampu mempersatukan ummat Islam di berbagai daerah Kota Kab se Provinsi Jabar”,ini komentar Palar Hukum Ekonom Prof Dr Sutan Nasomal SH MH manakala dimintakan komentarnya oleh para pemimpin Redaksi media cetak Onlen di Markas Diklat Partai Oposisi Merdeka di Sentul Bogor 28/1/2026. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar terus memberi nasihat kepada pemerintah agar membuat kebijakan yang berpihak pada kemaslahatan masyarakat. 
“Nasihatnya agar pemerintah berpihak pada kepentingan rakyat dan tidak boleh melanggar sumpah jabatan para pemimpin,” kata Dedi Mulyadi usai menyaksikan pelantikan pengurus MUI Jabar masa khidmat 2025-2030 di Bale Pakuan, Kota Bandung, Selasa (27/1/2026).
Selain menjadi penasihat pemerintah, Dedi Mulyadi mendorong MUI Jabar senantiasa hadir memberikan solusi-solusi konkrit terhadap masalah di bidang keagamaan dan lingkungan yang ada di masyarakat.
Ketua Umum MUI Jawa Barat Masa Khidmat 2025–2030 Aang Abdullah Zein berharap agar MUI Jabar mampu menjalankan peran keumatan secara optimal dengan fondasi kerja yang kuat dan berkelanjutan.
“Harapan kami MUI Jabar mampu berpijak, ditopang dengan kerja keras, kerja cerdas, kerja sinergitas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas,” ujar Aang.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Aang juga menegaskan komitmennya untuk menghindari program kerja yang bersifat muluk-muluk, serta menekankan bahwa keistimewaan wilayah Jabar mesti berlandaskan nilai iman dan takwa.
Sumber Diskominfo Jabar & Prof Dr Sutan Nasomal SH MH (Redaksi)
Oleh: Casroni | 27 Januari 2026
www.Detik-Nasional.Com – Pernahkah Anda memperhatikan seseorang yang tetap tenang di tengah badai masalah, sementara dunia di sekitarnya seolah runtuh? Rahasianya jarang sekali terletak pada dukungan logistik yang melimpah atau privilese eksternal. Kekuatan itu biasanya bersumber dari satu tempat yang sering kita hindari: kedamaian dengan diri sendiri.
Menepis Mitos: Garis Tipis Antara Mandiri dan Kesepian
Ada miskonsepsi akut dalam masyarakat kita yang menganggap kesendirian sebagai indikasi kegagalan sosial. Padahal, titik balik kekuatan seseorang sering kali lahir dari momen-momen sunyi yang paling pekat.
Seseorang yang berani melangkah ke ruang publik sendirian—entah itu ke restoran, bioskop, atau melakukan perjalanan jauh—bukanlah sosok yang menyedihkan. Sebaliknya, mereka adalah individu yang telah lulus dari “ujian kehampaan”. Mereka mengerti bahwa menjadi mandiri bukan berarti anti-sosial, melainkan sebuah kedaulatan agar tidak diperbudak oleh kehadiran orang lain.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Melawan Arus Validasi di Era Digital
Ciri utama seseorang yang sudah “selesai” dengan dirinya sendiri adalah hilangnya rasa lapar akan pengakuan dunia. Di era di mana setiap pencapaian harus dipamerkan demi likes, memilih untuk diam dan merayakan diri secara privat adalah sebuah tindakan revolusioner.
Beberapa karakter utama dari kemandirian emosional ini meliputi:
Motivasi Otonom: Mereka bergerak berdasarkan visi pribadi, bukan demi tepuk tangan publik.
Transformasi Rasa Sakit: Luka tidak lagi dianggap hambatan, melainkan diolah menjadi bahan bakar untuk bertumbuh.
Filter Opini: Mendengarkan masukan sebagai referensi, namun tetap memegang kendali penuh atas nilai diri.
“Anda tidak akan pernah bisa menjatuhkan seseorang yang sudah menemukan rumah yang nyaman di dalam jiwanya sendiri.”
Puncak Kekuatan: Menjadi Tak Tergoyahkan
Saat kebahagiaan tidak lagi digantungkan pada variabel luar yang tak terkendali—seperti perlakuan orang lain atau status sosial—seseorang menjadi sosok yang tangguh. Di titik ini, penolakan bukan lagi sebuah tragedi, melainkan sekadar seleksi alam.
Luka lama bukan lagi aib, melainkan “medali perang” yang membuktikan ketangguhan. Inilah puncak kecerdasan emosional: ketika Anda mampu menjadi penonton sekaligus pemberi semangat paling jujur bagi diri sendiri.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Panduan Praktis Membangun Kedamaian Diri
Untuk mencapai titik ini, diperlukan latihan mental yang konsisten. Berikut adalah langkah yang bisa dimulai:
Ritual Kesendirian (Solo-Date): Luangkan waktu minimal satu jam seminggu tanpa ponsel. Belajarlah untuk nyaman dengan pikiran Anda sendiri.
Validasi Internal: Sebelum membagikan sesuatu ke media sosial, tanyakan: “Apakah saya tetap merasa bangga jika tidak ada orang yang melihat ini?”
Kurasi Lingkaran Sosial: Jangan merasa bersalah saat menjauh dari lingkungan yang toksik. Kehilangan teman dalam proses pendewasaan sering kali adalah tanda pertumbuhan karakter.
Kesunyian bukanlah musuh. Ia adalah laboratorium tempat karakter terkuat manusia dibentuk. Sampai jumpa di titik terkuat Anda. (*)
Seni Menghargai: Mengapa Kita Tak Boleh Menilai Seseorang dari Sampulnya?
Oleh: Casroni | 25 Januari 2026
Www.Detik-Nasional.Com – Di tengah arus informasi media sosial yang serba cepat, penilaian instan terhadap sesama sering kali menjadi jebakan dalam interaksi sosial. Padahal, kerendahan hati untuk menghargai setiap individu tanpa sekat status atau penampilan fisik merupakan fondasi krusial dalam membangun relasi yang sehat dan inklusif.
Menyingkap Potensi yang Tersembunyi
Masyarakat modern sering kali terjebak dalam stigma bahwa mereka yang tidak menonjolkan diri adalah mereka yang minim kemampuan. Realitanya, setiap individu memiliki spektrum keahlian yang unik dan sering kali tidak terlihat secara kasat mata.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sikap merendahkan orang lain bukan hanya mencerminkan rendahnya empati, tetapi juga menutup akses kita untuk menyerap pengetahuan dari sudut pandang yang berbeda.
“Jangan pernah merendahkan siapa pun. Setiap orang memiliki kelebihan dan kapasitas yang mungkin belum tampak di permukaan,” pesan yang kini tengah viral di kalangan penggiat kesehatan mental ini menjadi pengingat penting bagi publik.
Kekuatan di Balik Kesunyian
Salah satu poin krusial yang kerap disalahartikan adalah karakter seseorang yang pendiam. Dalam dunia yang penuh kebisingan, sikap diam sering kali dicap sebagai bentuk ketidakmampuan atau rasa tidak percaya diri. Namun, yang terjadi justru sebaliknya; diam sering kali merupakan manifestasi dari observasi mendalam serta proses berpikir yang matang.
Menilai seseorang hanya berdasarkan atribut luar adalah sebuah kekeliruan logika. Kedalaman ilmu dan integritas karakter seseorang tidak selalu berbanding lurus dengan seberapa keras mereka berbicara atau seberapa mencolok penampilan mereka.
Kesimpulan: Investasi Sosial Masa Depan
Menghargai sesama adalah investasi sosial yang paling berharga. Dengan berhenti menghakimi, kita membuka ruang bagi kolaborasi dan rasa saling menghormati yang lebih tulus. Perlu diingat bahwa setiap orang yang kita temui sedang memperjuangkan sesuatu yang mungkin tidak pernah kita ketahui.
Panduan Implementasi dalam Kehidupan Sehari-hari:
Langkah Deskripsi
Active Listening Memberikan ruang penuh bagi lawan bicara untuk berekspresi sebelum membentuk opini.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dekonstruksi Stereotip Tidak membiarkan penampilan fisik atau gaya bicara menjadi tolok ukur utama kompetensi.
Kultivasi Empati Menyadari bahwa kelebihan seseorang hanya akan terlihat jika kita memberikan mereka panggung dan kesempatan. (**)
PATI, DN-II Ribuan orang tampak menunjukkan kegembiraan saat menggelar bancakan dengan potong tumpeng dan do’a bersama yang diinisiasi oleh Gerakan Aktivis Pati (GAP) bersama Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).
Kegiatan tersebut sebagai bentuk tasyakuran atas penetapan Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Gelaran tersebut dilaksanakan di Alun-alun Simpang 5 Pati pada Jum’at Siang, 23 Januari 2026.
Nuansa syukur itu juga tampak dari deretan karangan bunga yang terpasang tepat di depan Kantor Bupati Pati. Salah satu karangan bunga menarik perhatian warga. Karangan bunga dari Paijan Jawi bertuliskan “Terimakasih kepada KPK yang Telah Mengambil Bupati Rakus, Periksa Juga Pejabat yang Sering Makan Malam Bareng Bupati Rakus”.
Ketua Gerakan Aktivis Pati (GAP) Muryanto, mengatakan, kegiatan Bancakan dan potong tumpeng, ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT Tuhan yang maha esa demi masa depan Kabupaten Pati yang lebih baik.
“Hari ini kami mengadakan do’a bersama dan jumat berkah pembagian makanan. Ini adalah wujud syukur kepada Allah, selamatan supaya Kabupaten Pati lebih baik lagi,” kata Muryanto.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Momentum ini adalah jawaban atas ribuan aspirasi masyarakat Pati yang selama ini merindukan kepemimpinan yang bersih, jujur, dan adil.
“Status hukum yang menjerat Bupati Pati non aktif Sudewo menjadi alarm keras bahwa kekuasaan adalah amanah yang harus dijalankan dengan integritas tinggi, bukan dengan arogansi dan penyalahgunaan jabatan demi untuk kepentingan pribadi dan kelompok,” jelasnya.
Lebih lanjut Mury panggilan akrab Muryanto menambahkan, bahwa GAP selain merayakan proses hukum tersangkanya Bupati non aktif Sudewo oleh KPK, GAP menyuarakan harapan keadilan terkait dua orang aktivis yang di kriminalisasi yakni Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto. Dimana keduanya saat ini masih menjalani proses hukum di PN Pati terkait pemblokiran jalan pantura.
“GAP mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk bersikap obyektif dan menghentikan segala bentuk tekanan terhadap masyarakat yang kritis demi menjaga iklim demokrasi di Kabupaten Pati,” tegas Mury.
Senada dengan ketua GAP perwakilan AMPB, Syaiful Huda, menyampaikan bahwa selain doa bersama, acara ini juga menjadi harapan baru bagi kepemimpinan di Kabupaten Pati pasca penangkapan Sudewo oleh KPK.
Ia berharap Plt Bupati Pati, Chandra, yang kini menggantikan posisi Sudewo, dapat membawa perubahan positif.
Pihaknya juga mengingatkan agar Chandra tidak mengulangi gaya kepemimpinan sebelumnya yang dinilai arogan, serta lebih mendekatkan diri dengan masyarakat.
“Semoga pak Chandra yang menggantikan pak Sudewo menjadi pemimpin yang arif dan bijaksana. Pemimpin yang adil, bisa membimbing, melindungi dan sayang rakyatnya,” katanya. 
Ditanya menyoroti pentingnya reformasi birokrasi secara menyeluruh pasca penonaktifan Bupati Pati Sudewo.
“Kami mendesak adanya pembersihan sistem dari praktik koruptif serta menutut para ASN dan APH untuk bertransformasi menjadi pelayan publik yang profesional, santun, dan bebas dari intimidasi,” jelas Syaiful Huda.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menariknya disela-sela acara do’a bersama dan tasyukaran masyarkat Pati, adapula yang menunaikan nadzar untuk melakukan cukur gundul, dan ada pula yang mengelilingi Alun-alun Pati.
Salah seorang yang potong gundul Husaini mengatakan, saya potong habis rambut saya agar terasa lebih ringan. Pasalnya kemarin kami berbulan-bulan mengadakan aksi rasanya berat sekali karena menghadapi kekuatan yang luar biasa.
“Rasanya ringan setelah potong gundul, seringan beban kami yang selama ini berbulan-bulan mengadakan aksi, Bupati Pati tak kunjung dilengserkan,” katanya.
/Tim.
Membedah ‘Laku Tirakat’: Biohacking Canggih Warisan Leluhur Nusantara
Opini: Casroni Redaksi – 23 Januari 2026.
WWW.DETIK-NASIONAL.COM – Selama ini, istilah Biohacking identik dengan gaya hidup futuristik ala Silicon Valley, di mana para eksekutif teknologi mencoba “meretas” biologi tubuh demi mencapai performa puncak. Namun, sebuah perspektif baru muncul: leluhur Nusantara ternyata telah mempraktikkan metode serupa selama berabad-abad lewat ritual yang kita kenal sebagai Tirakat.
Sering kali dipandang sebelah mata sebagai praktik mistis atau klenik, laku tirakat rupanya menyimpan landasan sains yang mengejutkan. Jika dibedah dengan kacamata medis modern, ritual-ritual ini adalah bentuk optimalisasi manusia yang sangat maju pada masanya.
1. Puasa Mutih: Lebih dari Sekadar Menahan Diri
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ritual mengonsumsi hanya nasi putih dan air putih ini sering dianggap sebagai latihan keprihatinan. Namun, secara klinis, ini adalah metode Elimination Diet yang ekstrem.
Perspektif Sains: Dengan membatasi variasi nutrisi secara drastis, tubuh dipicu untuk masuk ke fase Autophagy—sebuah mekanisme pembersihan seluler di mana tubuh membuang komponen sel yang rusak.
Dampak Psikologis: Praktik ini juga serupa dengan Dopamine Fasting. Dengan memutus stimulasi rasa dari makanan yang beraneka ragam, otak dipaksa me-reset ambang batas kepuasannya, sehingga seseorang menjadi lebih disiplin dan tenang.
2. Tapa Bisu: ‘Silent Retreat’ untuk Kejernihan Mental
Jika Elon Musk atau mendiang Steve Jobs mempopulerkan Silent Meditation untuk meningkatkan fokus, masyarakat Jawa kuno telah mengenalnya sebagai Tapa Bisu.
Perspektif Sains: Menghentikan aktivitas verbal secara total terbukti menurunkan beban kerja pada Prefrontal Cortex—bagian otak yang mengatur logika dan perencanaan.
Dampak: Keheningan ini memberikan ruang bagi otak kanan untuk lebih dominan, memicu kondisi Deep Work (fokus mendalam) serta menstabilkan sistem saraf pusat dari kebisingan informasi.
3. Tapa di Tempat Sunyi: Eksperimen ‘Sensory Deprivation’
Praktik bertapa di gua atau tempat sunyi sering dikaitkan dengan pencarian kekuatan gaib. Namun, secara biologis, ini adalah teknik Sensory Deprivation (pengurangan rangsangan sensorik).
Perspektif Sains: Tanpa gangguan cahaya dan suara (polusi sensorik), gelombang otak manusia bergeser dari Beta (waspada/stres) menuju Gelombang Theta.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dampak: Zona Theta adalah area di mana kreativitas, intuisi, dan penyembuhan mental terjadi secara maksimal. Metode ini serupa dengan penggunaan Isolation Tank yang digunakan oleh para atlet elit dan astronot masa kini untuk pemulihan mental.
Menjembatani ‘Klenik’ dan Klinik
Apa yang dulu dianggap sebagai praktik “orang pintar” di desa-desa, kini mulai divalidasi oleh laboratorium di Barat melalui istilah-istilah seperti Neuroplasticity, Inner Engineering, hingga Mental Rewiring.
Transformasi ini membuktikan bahwa laku tirakat bukanlah sekadar ritual mencari kesaktian, melainkan teknologi spiritual untuk menguasai diri. Leluhur Nusantara kemungkinan besar adalah para biohacker pertama di dunia; mereka memahami bahwa sebelum menaklukkan dunia luar, seseorang harus mampu meretas dan menguasai sistem biologis di dalam dirinya sendiri. (*)
Peringati Isra Mi’raj 1447 H, Polres Metro Jakarta Barat Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial Personel
JAKARTA BARAT, DN-II Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi, Polres Metro Jakarta Barat menggelar rangkaian kegiatan religius yang diawali dengan sholat Dzuhur berjamaah dan dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan. Acara tersebut berlangsung khidmat di Masjid Jami Al-Istiqomah, Mapolres Metro Jakarta Barat, Kamis (22/1/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kabag SDM Polres Metro Jakarta Barat, AKBP M. Hari Agung Julianto, S.Psi., Plh Kasat Samapta KOMPOL Dr. Eko Adi Setiawan, S.H., M.H., KA SPKT KOMPOL Risris Priyatna, S.H., M.H., serta jajaran Pejabat Utama (PJU), personel Polri, ASN, dan tokoh masyarakat setempat.
Tema Kemanusiaan dan Pelayanan
Dalam sambutannya, Kabag SDM AKBP M. Hari Agung Julianto menyampaikan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema: “Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW Memperteguh Keimanan dan Ketaqwaan Personel Polri untuk Masyarakat dalam Aksi Kemanusiaan dan Kepedulian Sosial.”
“Tema ini bukan sekadar semboyan, melainkan pengingat bagi kita semua akan pentingnya nilai spiritual sebagai landasan moral. Integritas dalam bertugas harus berakar dari keimanan yang kuat, sehingga melahirkan pelayanan kepolisian yang humanis dan peduli terhadap sesama,” ujar Agung.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Refleksi Spiritual untuk Pengabdian
Acara inti diisi dengan tausiyah oleh Ustadz H. Muslih Abdurrahman. Dalam ceramahnya, beliau mengajak para jamaah untuk memetik hikmah dari perjalanan spiritual agung Rasulullah SAW. Beliau menekankan bahwa momen Isra Mi’raj harus menjadi pemantik bagi personel Polri untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial dalam menjalankan amanah sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
Membangun Integritas Melalui Empati
Melalui peringatan ini, Polres Metro Jakarta Barat berharap seluruh personel dapat memperkokoh nilai-nilai berikut dalam bertugas:
Integritas: Kejujuran dalam menjalankan amanah undang-undang.
Keikhlasan: Niat ibadah dalam setiap pelayanan kepada masyarakat.
Empati: Kepekaan sosial dalam merespons permasalahan di tengah masyarakat.
Kegiatan peringatan Isra Mi’raj 1447 H ini ditutup dengan doa bersama. Suasana berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan, menjadi momentum refleksi diri bagi seluruh keluarga besar Polres Metro Jakarta Barat demi pengabdian yang lebih baik ke depannya.
Sumber: Humas Polres Metro Jakarta Barat
Red
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Keluarga Besar Masjid Al-Hijrah Muara Kuang Peringati Isra Mi’raj dengan Penuh Khidmat
MUARA KUANG, WWW.DETIK-NASIONAL.COM // Pengurus Masjid Al-Hijrah yang berlokasi di RT 06 Lingkungan 3, Bedeng 8, sukses menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H pada Kamis (22/01/2026). Kegiatan ini menjadi momen penting bagi warga setempat untuk memperkuat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Acara dibuka dengan suasana yang sangat syahdu melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ananda Hadam Malik Yusuf. Kehadiran santri dari Pondok Pesantren Mahhatul Qur’an tersebut memberikan nuansa spiritual yang mendalam, membuat seluruh jamaah yang hadir terhanyut dalam kekhusyukan sejak awal dimulainya rangkaian acara.
Ketua Pengurus Masjid Al-Hijrah, Bapak Darwani, hadir langsung memimpin jalannya kegiatan didampingi oleh seluruh jajaran kepengurusan masjid. Semangat gotong royong terlihat jelas dari kesiapan panitia dalam menyambut para tamu undangan yang memenuhi area utama masjid hingga ke selasar.

Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Peringatan ini juga mendapat dukungan penuh dari unsur pemerintahan setempat, yang ditandai dengan kehadiran Ketua RT 06 serta Ketua Lingkungan 3 Kelurahan Muara Kuang. Kehadiran para tokoh lingkungan ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pengurus masjid dan perangkat pemerintah dalam mendukung kegiatan keagamaan di wilayah tersebut.
Puncak acara diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Ahmad Walebi, S.U.D., M.Si. Dalam ceramahnya, beliau mengupas tuntas sejarah perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW serta mengajak jamaah untuk memetik hikmah terbesar, yaitu perintah salat lima waktu sebagai bekal utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar, damai, dan penuh kekeluargaan. Meskipun materi ceramah terasa berbobot, Ustaz Ahmad Walebi sesekali menyelipkan humor segar yang membuat suasana menjadi hangat dan penuh tawa, sehingga pesan-pesan agama dapat diterima dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat yang hadir.
REPORT : JULIYAN
BREBES, DN-II Masa SMA sering disebut sebagai masa paling indah, terutama saat momen kebersamaan dalam perjalanan luar sekolah. Namun, bagi Naswa dan ratusan siswa angkatannya di SMA 1 Brebes, memori tersebut justru menyisakan rasa sesal. Kegiatan Kunjungan Industri (KI) yang mereka impikan kandas, meninggalkan tanya yang belum terjawab hingga kini.
Harapan yang Kandas di Tengah Jalan
Kilas balik ke tahun lalu, saat Naswa masih duduk di kelas 11, persiapan matang telah dilakukan. Administrasi diselesaikan dan biaya perjalanan pun telah dilunasi oleh orang tua siswa. Tujuan mereka saat itu adalah Yogyakarta, kota yang menjanjikan wawasan baru sekaligus hiburan.
Namun, secara mengejutkan, rencana tersebut dibatalkan. Naswa mengaku pihak siswa tidak mendapatkan penjelasan yang benderang mengenai alasan di balik pembatalan mendadak tersebut.
“Uangnya dikembalikan, tapi jumlahnya berkurang karena katanya sudah digunakan untuk uang muka (down payment) dan keperluan lainnya. Akhirnya, kami hanya mendapatkan baju seragam kunjungannya saja,” ujar Naswa dengan nada getir.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Bagi para siswa, seragam tersebut kini tak lebih dari sekadar pengingat bisu atas perjalanan yang hanya sampai di lemari pakaian, tanpa pernah menginjakkan kaki di bus pariwisata.
Kontras Nasib Antar-Angkatan
Luka lama itu kembali terbuka saat Naswa menyaksikan adik kelasnya justru baru saja kembali dari perjalanan jauh ke Bali pada akhir Desember lalu. Kontras ini dirasakan menyesakkan, mengingat biaya perjalanan ke Pulau Dewata tersebut tidaklah murah, yakni mencapai Rp1,9 juta per siswa. 
“Ya… sedih banget rasanya,” ungkap Naswa singkat, menggambarkan perasaan diskriminasi yang dirasakan angkatannya secara tidak langsung.
Meski menyimpan kekecewaan mendalam, ia menyebutkan bahwa tidak ada protes terbuka yang dilayangkan kepada pihak sekolah. Kesedihan itu mereka simpan rapat-rapat, terkubur di bawah rasa maklum yang dipaksakan.
Menagih Transparansi dan Konsistensi
Kunjungan Industri sejatinya adalah instrumen pendidikan untuk memperluas cakrawala siswa mengenai dunia kerja. Ironisnya, Naswa bahkan tidak pernah tahu perusahaan mana yang seharusnya mereka kunjungi karena informasi teknis terlanjur tertutup oleh kabar pembatalan.
Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi manajemen sekolah mengenai pentingnya transparansi komunikasi dan kesetaraan perlakuan antar-angkatan. Naswa berharap, pengalaman pahit yang dialami angkatannya menjadi yang terakhir.
“Harapannya, semoga ke depannya jangan ada larangan-larangan atau pembatalan sepihak seperti itu lagi,” tutupnya. (22/1/2026).
Reporter: Teguh
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
