ABU DHABI, DN-II Hubungan diplomatik antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel kembali memanas. Para pejabat tinggi UEA dilaporkan “sangat marah” setelah kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengonfirmasi laporan mengenai kunjungan rahasia ke Abu Dhabi. (7/5/2026).
Berikut adalah poin-poin krusial terkait ketegangan kedua negara sebagaimana dihimpun dari saluran berita Israel, i24News, dan media Al Mayadeen:
Protes Keras dan Kebocoran Berulang
Menurut sumber yang mengetahui kerja sama domestik kedua negara, UEA telah melayangkan surat protes keras kepada otoritas Israel. Kemarahan Abu Dhabi dipicu oleh ketidakmampuan kantor Netanyahu dalam menjaga kerahasiaan informasi sensitif.
“Ini bukan pertama kalinya informasi rahasia bocor dari kantor Netanyahu,” ujar sumber tersebut kepada i24News.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sumber yang sama menambahkan bahwa rekam jejak kebocoran informasi yang berulang dari pihak Israel inilah yang menjadi alasan utama mengapa Netanyahu tidak pernah mendapat undangan resmi ke UEA selama bertahun-tahun.
Kontradiksi Klaim Kunjungan Rahasia
Media Israel sebelumnya menangkap sinyal adanya pergerakan diplomatik tingkat tinggi. Netanyahu dilaporkan sempat mengunjungi kota Al-Ain di UEA secara diam-diam pada 26 Maret, di tengah memanasnya situasi geopolitik regional yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.
Meskipun kantor Netanyahu sempat menggambarkan pertemuan tersebut sebagai “terobosan bersejarah” dalam hubungan bilateral Abu Dhabi dan Tel Aviv, pihak UEA langsung mengeluarkan bantahan resmi.
Sikap Resmi Pemerintah UEA
Merespons laporan yang beredar luas, Kementerian Luar Negeri UEA secara tegas membantah narasi yang dilemparkan pihak Israel. Dalam pernyataan resminya, UEA menegaskan:
Menolak klaim adanya kunjungan rahasia dari PM Benjamin Netanyahu.
Membantah telah menerima ataupun memfasilitasi delegasi militer dari Israel dalam bentuk apa pun.
Ketegangan ini menunjukkan bahwa meskipun kedua negara telah terikat dalam normalisasi hubungan, isu kepercayaan dan keamanan informasi tetap menjadi kerikil tajam dalam diplomasi mereka. (*)
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
