Slawi, DN-II Kepolisian Resor Tegal melalui Polsek Lebaksiu bersama Satuan Reserse Kriminal Polres Tegal menangani peristiwa penemuan jenazah di aliran Sungai Gung, tepatnya di Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Korban diketahui bernama Ajun Arman Permadi bin Wahrudin, lahir di Tegal pada 29 Juni 2008, berstatus pelajar, dan beralamat di Desa Kreman RT 06 RW 01, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah adanya laporan dari masyarakat terkait penemuan jenazah di aliran sungai dan selanjutnya dilaporkan ke Polsek Lebaksiu.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Polsek Lebaksiu yang dipimpin Kapolsek Lebaksiu AKP Eko Darmojo, S.H., segera mendatangi TKP dan berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Tegal yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Luis Beltran Krisnandhita Marissing, S.T.K., S.I.K., M.H., bersama Unit Identifikasi serta BPBD Kabupaten Tegal untuk proses evakuasi.

Jenazah dievakuasi menggunakan ambulans PMI Kabupaten Tegal ke RSUD Dr. Soesilo Slawi untuk dilakukan pemeriksaan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan musibah dan tidak ditemukan unsur pidana. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Polres Tegal mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai dan saluran air, terutama pada kondisi cuaca ekstrem.

Red

JAKARTA, DN-II Presiden RI Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung prosesi pengucapan sumpah jabatan Adies Kadir sebagai Hakim Konstitusi di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (05/02/2026).

Prosesi ini menandai resminya Adies Kadir bergabung dalam jajaran sembilan hakim di Mahkamah Konstitusi (MK). Pengangkatan ini didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 9/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Hakim Konstitusi yang Diajukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Latar Belakang Penunjukan

Adies Kadir hadir menggantikan Arief Hidayat yang telah memasuki masa purnatugas. Sebelumnya, nama Adies telah disahkan melalui Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa (27/01/2026) setelah melewati serangkaian proses seleksi di internal legislatif.

Setelah mengucapkan sumpah di hadapan Presiden, Adies Kadir melakukan penandatanganan berita acara sumpah jabatan sebagai bukti formil dimulainya masa pengabdiannya di benteng konstitusi tersebut.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kehadiran Pejabat Negara

Acara yang berlangsung khidmat tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pimpinan lembaga negara, menteri Kabinet Merah Putih, serta para Hakim Konstitusi lainnya. Kehadiran Adies diharapkan dapat memperkuat kinerja Mahkamah Konstitusi dalam mengawal hukum dan demokrasi di Indonesia. (*)

Sumber: BPMI Setpres

Tag:
#KemensetnegRI
#RilisPresiden
#MahkamahKonstitusi
#PrabowoSubianto

TEGAL, DN-II Kepolisian Resor Tegal Polda Jawa Tengah melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Candi Tahun 2026 pada Senin (2/2/2026). Apel tersebut dipimpin oleh Wakil Kepala Kepolisian Resor Tegal selaku pimpinan apel dan diikuti oleh personel Polri, TNI, serta instansi terkait di wilayah Kabupaten Tegal.

Kegiatan apel gelar pasukan ini turut dihadiri oleh Bupati Tegal, Dandim 0712/Tegal, Dansub Denpom IV/1-3 Tegal, Kepala Dishub Tegal, Kepala Satpol PP Tegal, Kepala Jasa Raharja Tegal, para Pejabat Utama Polres Tegal, Kapolsek jajaran, serta seluruh peserta apel dan tamu undangan.

Dalam amanat Kepala Kepolisian Resor Tegal Polda Jawa Tengah menyampaikan bahwa permasalahan lalu lintas terus berkembang secara dinamis seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor, pertumbuhan penduduk, serta kemajuan teknologi transportasi berbasis digital. Kondisi tersebut menuntut Polri, khususnya Satuan Lalu Lintas, untuk terus berinovasi dan mengedepankan pendekatan Presisi dalam pelaksanaan tugas.

Operasi Keselamatan Candi 2026 merupakan kegiatan cipta kondisi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang akan dilaksanakan selama 14 hari, mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026, dengan melibatkan 90 personel. Operasi ini mengedepankan langkah preemtif, preventif, dan represif terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Dalam pelaksanaannya, operasi ini mengedepankan penindakan melalui ETLE statis dan mobile, serta pemberian teguran simpatik. Adapun sasaran operasi meliputi pengendara yang tidak menggunakan helm SNI, melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, kendaraan tidak laik jalan, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, balap liar, pelanggaran parkir, pengendara di bawah pengaruh alkohol, hingga pelanggaran lalu lintas lainnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Melalui Operasi Keselamatan Candi 2026 ini, Polres Tegal mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tegal untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam berlalu lintas guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang aman dan nyaman. ( Bim )

Brebes, DN-II Kepolisian Resor (Polres) Brebes Polda Jawa Tengah kembali menggelar upacara serah terima jabatan (Sertijab) untuk sejumlah pejabat utama, mulai dari Kasat Reskrim, Kasat Binmas, hingga jajaran Kapolsek.

Upacara yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah di Lapangan Apel Tribrata Mapolres Brebes, Jumat (6/2/2026)

Mutasi jabatan ini dilakukan berdasarkan Surat Telegram Kapolda Jawa Tengah mengenai pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri.

Adapun jabatan yang diserahterimakan adalah Kasat Reskrim, Kasat Binmas dan Kapolsek Bantarkawung.

Jabatan Kasat Reskrim yang sebelumnya diemban oleh AKP Resandro Handriajati kini dijabat oleh AKP Farid Nur Aziz. Kemudian, Kasat Binmas dari AKP Puji Haryati beralih tugas kepada AKP Rachmat Wibowo. AKP Puji Haryati sendiri, kini menduduki jabatan sebagai Kapolsek Bantarkawung menggantikan Kompol Lukas Subekti yang selanjutnya mengemban tugas sebagai analis kebijakan pertama bidang SDM Polres Brebes.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah menyampaikan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang lumrah dalam organisasi Polri demi penyegaran dan peningkatan kinerja kesatuan.

“Sertijab ini adalah bagian dari dinamika organisasi. Kepada pejabat lama, saya ucapkan terima kasih atas dedikasi dan loyalitasnya. Kepada pejabat baru, segera beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru dan berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Kapolres dalam amanatnya.

Kapolres juga menekankan agar para pejabat baru segera menyesuaikan diri dan menciptakan terobosan kreatif .

“Jadikanlah serah terima jabatan ini sebagai moment guna meningkatkan semangat dalam melaksanakan tugas kepada masyarakat, bangsa dan negara melalui institusi Polri terutama dalam menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas),” pesan Kapolres.

Dalam rangkaian sertijab ini juga dilaksanakan prosesi pengambilan sumpah jabatan serta penandatanganan pakta integritas oleh para pejabat yang baru dilantik, dan ditutup dengan sesi ramah tamah serta pemberian ucapan selamat dari seluruh personel Polres Brebes. (Red/Hms)

BREBES, DN-II Anggota DPRD Kabupaten Brebes, Tobidin Sarjum, S.H., menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Tanjung pada Kamis (5/2/2026). Kehadiran legislator ini menegaskan komitmen fungsi pengawasan dalam memastikan usulan masyarakat masuk ke dalam skala prioritas APBD tahun anggaran mendatang.

Dalam forum tersebut, Tobidin menekankan bahwa efektivitas pembangunan sangat bergantung pada sinergi yang presisi antara pemerintah desa, kecamatan, hingga tingkat kabupaten. Ia mendorong agar perencanaan tidak hanya terpaku pada pembangunan fisik (infrastruktur), tetapi juga mulai menyentuh aspek fundamental seperti pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Tiga Pilar Strategis untuk Tanjung

Dalam diskusi interaktif bersama warga, Tobidin menggarisbawahi tiga pilar utama yang akan ia kawal di tingkat legislatif:

Akselerasi Infrastruktur Vital: Memprioritaskan perbaikan akses jalan antar-desa dan optimalisasi sistem drainase guna memitigasi risiko banjir tahunan di wilayah Tanjung.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Penguatan Kualitas SDM: Mendorong alokasi anggaran yang konkret untuk pelatihan keterampilan pemuda guna menciptakan tenaga kerja lokal yang kompetitif.

Integritas dan Transparansi: Memastikan usulan yang masuk adalah kebutuhan mendesak (urgent needs), bukan sekadar usulan formalitas.

“Musrenbang jangan dipandang sebagai seremonial tahunan belaka. Ini adalah instrumen demokrasi di mana rakyat menentukan arah masa depan lingkungannya. Kami di legislatif berkomitmen mengawal hasil kesepakatan ini agar benar-benar terwujud dalam struktur APBD,” tegas Tobidin Sarjum di sela-sela kegiatan.

Menuju Pembangunan Inklusif

Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, kepala desa se-Kecamatan Tanjung, serta tokoh masyarakat ini berakhir dengan penyepakatan sejumlah poin usulan yang akan dibawa ke Musrenbang tingkat kabupaten.

Sebagai wakil rakyat, Tobidin berharap melalui pengawalan yang ketat, pembangunan di Kecamatan Tanjung dapat berjalan lebih inklusif.

“Tujuan akhirnya adalah bagaimana anggaran negara ini memberikan dampak nyata bagi peningkatan taraf hidup masyarakat luas, bukan sekadar membangun tanpa asas manfaat yang jelas,” pungkasnya.

Reporter: Teguh

Brebe, DN-II Pemerintah Kabupaten Brebes kamis 5 pebruari 2026 malam di Pendopo Brebes resmi melakukan penyegaran birokrasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator. Agenda ini diproyeksikan sebagai langkah strategis Bupati dalam memacu kinerja organisasi di sektor-sektor krusial.

Penyegaran Sektor Strategis

Beberapa nama mengisi posisi kunci untuk mengakselerasi program kerja daerah. Berikut adalah daftar pejabat yang baru saja dikukuhkan:

Imam Baihaqi: Kepala Dinas Sosial (Dinsos).

Fajar Adi Wisnu: Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Nurnjanto: Kepala Kantor perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Brebes

Juwita Asmara: Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Cecep Aji Suganda: Kepala Kesbangpol Brebes .
Kepala Dinas Kesehatan dijabat oleh dr Heru Padmonobo, kepala Kantor DP3KB ( Dinas pemberdayaan , perlindungan , perempuan dan anak dan keluarga berencana ) dijabat oleh Eni Listiana.

Momen Menarik: Bukti Integritas Sang Senior

Suasana pelantikan yang semula formal menjadi lebih hangat saat Bupati Brebes, Paramita Widya Kusuma , memberikan apresiasi khusus yang dulu pernah jadi Kepala Bagian Umum , Cecep Suganda .

Bupati memuji semangat pantang menyerah Cecep. Meski secara usia merupakan ASN senior dan sempat tertinggal oleh adik tingkatnya di IPDN yang sudah lebih dulu menduduki eselon II, Cecep membuktikan kapasitasnya dengan meraih skor tertinggi dalam seleksi terbuka (assessment center).

“Pak Cecep ini sebenarnya ASN senior. Luar biasa, meskipun senior, hasil tesnya nomor satu. Ini bukti kalau beliau punya kualitas yang tidak mengecewakan,” ujar Bupati sembari berseloroh.

Bupati juga memberikan pesan jenaka namun sarat makna mengenai integritas. Beliau mengingatkan agar seluruh pejabat yang dilantik, termasuk Pak Cecep, tetap tegak lurus pada aturan dan amanah.

“Jangan nakal, lho ya! Pak Cecep ini meskipun ‘sedikit dinamis’, tapi alhamdulillah kinerjanya luar biasa. Setelah beberapa kali mendaftar, hari ini akhirnya momen yang tepat bagi beliau untuk terpilih,” tambah Bupati yang disambut tawa riuh para hadirin.

Akselerasi Program di Tahun Kepemimpinan

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dalam pidatonya, Bupati Paramita Widya Kusuma juga melakukan refleksi singkat menjelang satu tahun masa kepemimpinannya di periode ini pada Februari mendatang. Ia berharap formasi baru ini mampu menjadi motor penggerak untuk menuntaskan berbagai program prioritas daerah.

“Tetap semangat. Saya berharap formasi ini mampu menjadi energi baru untuk mengakselerasi pembangunan demi Brebes yang lebih baik,” pungkasnya.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Pemerintah Kecamatan Tanjung menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun anggaran 2026 pada Kamis (5/2/2026). Pertemuan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mensinergikan efisiensi anggaran dengan percepatan pembangunan infrastruktur serta penataan administrasi desa.

Plt. Camat Tanjung, Tobidin Sarjum, SH., melalui Asif Fauzan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh perangkat desa yang dinilai sebagai motor penggerak pembangunan di tingkat bawah. “Semangat luar biasa ini adalah modal utama kita untuk membangun daerah,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Efisiensi Anggaran sebagai Prioritas

Menyongsong tahun 2026, Asif menekankan pentingnya efisiensi dan efektivitas penggunaan dana publik. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) agar setiap rupiah anggaran tepat sasaran.

“Penghematan bukan berarti berhenti membangun. Justru, kita memastikan target pembangunan daerah terealisasi maksimal agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Komitmen Infrastruktur: Jalur Tanjung–Banjarharjo Jadi Fokus

Sektor infrastruktur masih menjadi prioritas utama guna memperkuat konektivitas antarwilayah. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah pembangunan jalur selatan yang menghubungkan Kecamatan Tanjung hingga Ketanggungan.

Secara khusus, Asif menyoroti pembangunan jalan dari Prapag Kidul hingga Cikakak (Banjarharjo) yang telah dimulai dengan alokasi anggaran mencapai Rp 50 miliar. Jalur ini sebelumnya sempat menjadi perhatian publik dan viral di media sosial karena kondisinya.

“Kami mendengar aspirasi masyarakat. Meski jalur ini sempat viral, komitmen kami bersama rekan-rekan di dewan sangat jelas: Kami peduli, mengawal, hingga menuntaskan,” tambahnya.

Tertib Administrasi dan Migrasi Data KK

Selain pembangunan fisik, Musrenbang kali ini juga menyoroti penguatan administrasi kependudukan (Adminduk). Asif menginstruksikan para Kepala Desa dan perangkatnya untuk melakukan akselerasi migrasi data Kartu Keluarga (KK).

Beberapa poin penting terkait Adminduk yang ditekankan antara lain:

Pembaruan Data: Warga diimbau memperbarui status pendidikan, pekerjaan, dan data lainnya pada KK.

Akurasi Layanan: Data yang valid merupakan syarat mutlak untuk mengakses layanan kesehatan, bantuan sosial, dan pendidikan.

Peran Perangkat Desa: Perangkat desa diminta menjadi ujung tombak dalam melakukan sosialisasi yang humanis kepada warga.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sinergi untuk Kemajuan

Menutup arahannya, Asif menyampaikan rasa bangganya atas dedikasi para pemangku kepentingan di Kecamatan Tanjung. Ia berharap sinergi antara pembangunan fisik yang kokoh dan administrasi yang tertib dapat membawa wilayah Tanjung ke tingkat yang lebih maju.

Reporter: Teguh

Cilacap, Detik Nasional – Pemerintah Kecamatan Wanareja melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengawasan (Binwas) terhadap penyelenggaraan pemerintahan Desa Tambaksari yang berlangsung di Balai Desa Tambaksari, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Kamis (5/2/2025).

Kegiatan Binwas ini dihadiri oleh Camat Wanareja, Sekretaris Camat Wanareja, tim pembinaan dan pengawasan Kecamatan Wanareja, Pendamping Desa, Kepala Desa Tambaksari beserta seluruh perangkat desa, Babinsa, serta Direktur Bumdes dengan pengurusnya.

Selain melakukan pemeriksaan administrasi, tim Binwas juga melaksanakan pengecekan fisik secara langsung ke lapangan terhadap kegiatan pembangunan desa.

Sekretaris Camat Wanareja, Rita Mariana, S.E., M.M., menyampaikan bahwa secara umum kondisi Desa Tambaksari sudah tergolong baik. Hasil pembinaan dan pengawasan menunjukkan capaian yang cukup memuaskan, baik dari sisi administrasi maupun pelaksanaan kegiatan fisik.

“Alhamdulillah, secara administrasi Desa Tambaksari sudah mencapai sekitar 80 persen, sedangkan untuk aspek fisik kurang lebih 90 persen. Hal ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan pemerintahan desa sudah berjalan dengan baik,” ujarnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Rita Mariana menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan dan pengawasan bertujuan untuk mendorong desa agar terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, baik dalam pengelolaan administrasi maupun pelaksanaan pembangunan fisik. Terlebih, Desa Tambaksari saat ini sedang menjadi Desa Anti Korupsi, sehingga penerapan tata kelola yang transparan dan akuntabel menjadi perhatian utama.

“Kami terus memacu dan mendorong perbaikan, khususnya dalam hal administrasi, agar ke depan dapat lebih optimal,” tambahnya.

Ia juga berpesan agar pemerintah Desa Tambaksari dapat mempertahankan capaian yang sudah baik serta terus melakukan perbaikan terhadap hal-hal yang masih perlu disempurnakan. Menurutnya, dalam memenuhi aspirasi masyarakat, pemerintah desa tetap harus berpedoman pada regulasi dan ketentuan yang berlaku.

“Keinginan masyarakat tentu menjadi perhatian, namun tidak boleh sampai melanggar aturan. Terutama dalam pembangunan fisik, sudah ada ketentuan yang harus dipatuhi. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat juga sangat penting agar semua pihak dapat memahami batasan regulasi yang ada,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Tambaksari, Saripudin, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan dan pengawasan dari Kecamatan Wanareja sangat bermanfaat bagi pemerintah desa dalam memastikan seluruh bidang pemerintahan desa berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Ia menambahkan bahwa hasil Monev menunjukkan hampir seluruh bidang pemerintahan desa telah dilaksanakan dengan baik. Ke depan, ia berharap kegiatan pembinaan dan pengawasan dapat dilaksanakan secara lebih maksimal dan berkelanjutan.

“Harapannya, pembinaan dan pengawasan ini tidak hanya dilakukan pada awal atau akhir tahun saja, tetapi juga dapat dilaksanakan pada saat kegiatan fisik maupun nonfisik sedang berjalan, sehingga proses pengawasan dapat lebih efektif,” pungkasnya.

 

Reporter: Dani

Brebes, DN-II Daerah  Krisis air bersih menghantui warga di kawasan Kebantenan, khususnya di Jalan Kyai Sakiadji, RT 04 , RW 03 , Desa Pabatan , Kecamatan Wanasari , Kabupaten Brebes , Pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dilaporkan mati total selama lebih dari 10 hari, memaksa warga mencari alternatif demi bertahan hidup.

Warga Kecewa, Aktivitas Harian Terganggu

Salah satu pelanggan setia PDAM, Pak Husen (15 tahun menjadi pelanggan), mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan yang dianggap memburuk. Menurutnya, air merupakan kebutuhan vital yang tidak bisa ditunda.

“Ya jelas kecewa. Ini untuk kebutuhan sehari-hari, penting banget buat masak, mandi, dan minum,” ujar Husen saat ditemui di kediamannya. (5/2/2026).

Terpaksa Mengambil Air di Mushola

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kondisi ini memaksa warga melakukan upaya ekstra. Untuk mencukupi kebutuhan domestik, Husen dan warga lainnya harus rela bolak-balik mengambil air dari mushola terdekat.

Fenomena “ngangsu” atau mengangkut air ini melibatkan hampir seluruh anggota keluarga. “Terpaksa ambil air di mushola setiap hari. Ada yang pakai selang, ada juga anak-anak yang bantu angkut pakai ember,” tambahnya.

Tuntutan Kompensasi dan Perbaikan

Masalah ini ternyata tidak hanya menimpa satu atau dua rumah. Di lingkungan RT 04 saja, tercatat lebih dari 10 kepala keluarga yang mengalami nasib serupa.

Warga merasa dirugikan secara finansial karena meskipun air tidak mengalir, mereka tetap dibebankan tagihan rutin yang mencapai lebih dari Rp100.000 per bulan. Warga berharap pihak PDAM Tirta Baribis segera melakukan perbaikan dan memberikan kompensasi berupa pengurangan tagihan.

Ringkasan Fakta Berita:

Detail Kejadian Informasi

Lokasi Jl. Kyai Sakiadji, RT 04/03, Desa Pebatan , Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.

Durasi Gangguan 10 Hari lebih

Dampak Utama Gangguan masak, mandi, dan konsumsi

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Solusi Sementara Mengambil air dari rumah ibadah (mushola)

Estimasi Kerugian Tagihan tetap jalan (>Rp100rb/bulan) meski air mati.

Reporter: Teguh

Nasional, DN-II  Di tengah dinamika ekonomi global tahun 2026 yang kian tak terprediksi, doktrin klasik “hemat pangkal kaya” mulai dipertanyakan relevansinya. Para pakar psikologi finansial menemukan fenomena paradoks: individu yang terlalu protektif terhadap uangnya hingga level “pelit” justru cenderung mengalami stagnansi ekonomi. Mengapa ambisi untuk menumpuk justru sering kali berujung pada kemacetan rezeki?

Paradoks Scarcity Mindset

Banyak orang terjebak dalam penghematan ekstrem namun tetap merasa hidupnya penuh tekanan dan dihantui utang. Masalahnya bukan pada nominal di saldo rekening, melainkan pada energi psikologis yang mendasarinya.

Dalam psikologi, ini dikenal sebagai Scarcity Mindset (Mentalitas Kekurangan). Ada garis tipis namun krusial antara pengelolaan keuangan yang bijak (frugal living) dengan tindakan menahan uang karena ketakutan (pelit).

“Saat seseorang mengeluarkan uang dengan rasa cemas, ia secara tidak sadar sedang menanamkan afirmasi ‘tidak mampu’ ke dalam alam bawah sadarnya,” ungkap sebuah laporan perilaku konsumen baru-baru ini.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Uang Ibarat Air yang Mengalir

Secara filosofis, uang bukanlah benda mati; ia adalah energi yang menyerupai air. Air yang mengalir akan tetap jernih dan memberi kehidupan, sementara air yang tergenang dalam wadah yang tertutup rapat cenderung menjadi keruh dan mati.

Frekuensi Kekurangan: Mengeluarkan uang dengan berat hati atau keluhan hanya memvalidasi kondisi kemiskinan mental. Dampaknya nyata secara psikis: rezeki terasa “seret”, muncul pengeluaran tak terduga (biaya servis mendadak atau tagihan medis), dan peluang emas seolah menjauh karena tertutup oleh aura kecemasan.

Frekuensi Kelimpahan: Sebaliknya, bertransaksi dengan rasa syukur dan kepercayaan bahwa uang adalah alat sirkulasi nilai akan menyelaraskan seseorang dengan frekuensi kelimpahan. Ini bukan ajakan untuk konsumerisme buta, melainkan tentang menjaga ketenangan batin dalam setiap arus kas yang keluar.

Mengaktifkan “Magnet” Rezeki

Mengubah nasib finansial tidak melulu soal menambah jam kerja lembur, melainkan mengubah resonansi emosional terhadap uang. Berikut adalah langkah praktis untuk bergeser dari rasa “takut kurang” menuju “selalu cukup”:

Apresiasi Kecil yang Berdampak: Membiasakan memberi tip kepada pengemudi ojek online atau kurir dengan doa tulus. Nilai yang mungkin kecil bagi Anda adalah investasi energi positif yang akan kembali dalam bentuk yang tak terduga.

Melancarkan Ekonomi Lokal: Belanja di warung tetangga atau UMKM tanpa menawar secara berlebihan. Ini adalah bentuk dukungan agar sirkulasi ekonomi tetap berputar di ekosistem terdekat Anda.

Sedekah Sebagai Sinyal Kelimpahan: Memberi adalah instruksi terkuat kepada alam bawah sadar bahwa Anda memiliki “lebih dari cukup”. Sedekah meruntuhkan tembok ketakutan akan hari esok.

Kesimpulan: Filosofi Tangan Terbuka

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kekayaan sejati tidak datang dari seberapa ketat kita menggenggam dompet, melainkan dari seberapa luas kita membuka hati. Saat uang dilepaskan dengan rasa bahagia dan tujuan yang baik, Anda sebenarnya sedang melakukan investasi energi. Hasilnya tidak selalu berupa uang tunai instan, namun bisa berupa ide cemerlang, kemudahan urusan, hingga relasi yang bernilai tinggi.

Ingatlah sebuah hukum alam yang sederhana: Tangan yang tertutup rapat memang tidak akan kehilangan apa pun, tetapi ia juga tidak akan pernah bisa menerima apa pun.

Penulis: Casroni – 5 Februari 2026.
Editor: Redaksi
Sumber: Detik-Nasional.Com

You cannot copy content of this page

Detik Nasional com

Dapatkan kabar terkini dengan konten terkurasi dan berita utama terbaru yang dikirimkan langsung ke kotak masuk Anda. Langganan sekarang agar selalu terdepan dan jangan sampai ketinggalan!

Lanjut ke konten ↓