BREBES, DN-II Penyaluran bantuan sosial (Bansos) di Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, menjadi sorotan setelah ditemukan data penerima bantuan yang diketahui telah meninggal dunia. (2/6/2026).
Dalam sebuah diskusi, Sekretaris Desa (Sekdes) Bojong, Rasono, memberikan klarifikasi terkait temuan tersebut. Ia mengakui bahwa masih terdapat warga yang sudah meninggal dunia, namun namanya masih tercatat sebagai penerima bantuan sosial.
“Memang ada temuan warga yang sudah meninggal namun masih terdata sebagai penerima. Jumlahnya ada sekitar 19 orang,” ujar Rasono saat dikonfirmasi.
Rasono menjelaskan bahwa penyaluran bantuan kepada warga yang telah meninggal tersebut biasanya diambil oleh pihak keluarga yang ditinggalkan. Menurutnya, hal tersebut masih bisa diakomodasi selama keluarga pengganti dinilai layak atau membutuhkan bantuan.
“Bisa diakomodir, kalau sekiranya memang keluarganya membutuhkan (tidak mampu). Jadi, bantuan itu tetap tersalurkan kepada pihak keluarga,” tambahnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Terkait mekanisme penyaluran, Rasono menjelaskan bahwa pembagian bantuan beras yang dilakukan di wilayahnya berjalan secara bertahap, yakni per dua bulan sekali. Sejauh tahun berjalan ini, pembagian bantuan telah dilakukan sebanyak dua tahap.
Ketika disinggung mengenai pola pembagian yang kerap memicu kecemburuan sosial di masyarakat, Rasono menegaskan bahwa di Desa Bojong pembagian tidak dilakukan dengan sistem bagi rata secara asal, melainkan menyesuaikan dengan data dan kapasitas penerima yang ada.
“Di sini tidak bagi rata. Kami menyesuaikan dengan kapasitas dan kriteria yang ada. Kami berupaya agar bantuan tepat sasaran, meskipun di lapangan dinamikanya selalu ada karena banyaknya warga yang berharap mendapatkan bantuan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rasono menekankan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan verifikasi data agar kedepannya tidak lagi terjadi kekeliruan, seperti adanya nama penerima yang sudah tidak ada (meninggal dunia) namun masih muncul dalam daftar bantuan.
Laporan ini menyoroti pentingnya pemutakhiran data kependudukan secara berkala di tingkat desa agar penyaluran bantuan sosial pemerintah pusat maupun daerah dapat lebih akurat dan tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Reporter: Teguh
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
