JAKARTA, DN-II Di tengah eskalasi konflik di berbagai belahan dunia yang kian meluas dalam sebulan terakhir, pemerhati masyarakat sekaligus pakar hukum internasional, Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH, menekankan urgensi pemerintah Indonesia untuk memberikan edukasi kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat perang kepada masyarakat luas.
Dalam keterangannya kepada awak media di Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia, Cijantung, Jakarta, Selasa (2/6/2026), Prof. Sutan menilai langkah antisipatif sangat penting guna melindungi warga negara, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
“Melihat situasi global saat ini, tidak ada salahnya bagi pemerintah untuk berjaga-jaga. Saya berharap Presiden RI dapat menginstruksikan jajaran menteri, gubernur, bupati, hingga wali kota, bersinergi dengan TNI-Polri untuk memberikan edukasi penyelamatan diri kepada masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air,” ujar Prof. Sutan.
Urgensi Edukasi Ketahanan Masyarakat
Menurut Prof. Sutan, edukasi mengenai penanggulangan ancaman di situasi konflik sering kali terabaikan, padahal hal ini merupakan bagian krusial dari ketahanan negara. Ia merujuk pada fakta di zona konflik dunia, di mana kelompok rentan sering menjadi korban utama akibat minimnya persiapan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Berdasarkan data, dari 280 juta penduduk Indonesia, terdapat 30 persen anak-anak di bawah usia 15 tahun dan 25 persen lansia di atas 58 tahun. Mereka harus menjadi prioritas dalam rencana perlindungan dan penyelamatan jika situasi darurat terjadi,” jelasnya.
Peran TNI dalam Literasi Pertahanan
Prof. Sutan mengusulkan agar TNI, khususnya pasukan khusus, dilibatkan sebagai tenaga pengajar dalam memberikan edukasi teknis kepada masyarakat, baik di perkotaan maupun pedesaan. Adapun poin-poin edukasi yang ia sarankan meliputi:
Manajemen Kelompok: Membentuk tim penjaga lingkungan untuk memantau keamanan warga, khususnya kelompok rentan.
Identifikasi Wilayah Aman: Pemetaan lokasi perlindungan yang strategis dan sulit terdeteksi oleh pihak lawan.
Logistik dan Pertahanan Mandiri: Persiapan perbekalan darurat, akses air bersih, serta keterampilan dasar medis.
Kemampuan Survival: Literasi dasar mengenai teknik gerilya, cara membaca kompas, serta pengenalan titik-titik yang berisiko menjadi sasaran serangan.
Modernisasi Perang dan Kewaspadaan Nasional
Lebih lanjut, Prof. Sutan juga menyoroti pentingnya pemerintah terus memperkuat alat utama sistem persenjataan (Alutsista) di seluruh matraโdarat, laut, dan udara. Ia menekankan bahwa di era perang modern yang mengandalkan teknologi canggih, kesadaran masyarakat perlu diasah agar dapat membantu meringankan kerja TNI dalam menjaga kedaulatan wilayah.
“Edukasi ini bersifat mendesak (urgent). Dengan masyarakat yang cakap dan terlatih, mereka tidak hanya mampu menyelamatkan keluarga sendiri, tetapi juga menjadi pendukung utama TNI dalam mengamankan wilayah Indonesia dari berbagai ancaman yang tidak terduga,” pungkasnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Narasumber:
Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH
(Pakar Hukum Internasional, Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia, Pengasuh Ponpes AS-SAQWA PLUS)
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
