Wamen Viva Yoga: Pembangunan Subulussalam Butuh Sinergi Lintas Sektor dan Program "Trans Tuntas"
Jakarta, DN-II Kesempatan bertemu dengan Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, di Balai Makarti, Kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans), Kalibata, Jakarta, (11/8/2026), dimanfaatkan betul oleh Walikota Subulussalam M. Rasyid Bacin untuk mencurahkan berbagai permasalahan di kota yang berada di Provinsi Aceh itu.
Diungkapkan, dirinya menerima 17 kepala desa yang berasal dari kawasan-kawasan transmigrasi bahwa di kawasan-kawasan itu tidak hanya minim infrastruktur jalan namun juga tidak ada signal komunikasi. Fasilitas pendidikan, sekolah, pun perlu banyak dibenahi. โJuga adanya penyerobotan lahan milik transmigranโ, ujarnya.
Padahal menurut Rasyid, transmigrasi yang sudah dilakukan pada tahun 1982/1983 itu mampu menggeliatkan potensi sumber daya alam di daerah yang berbatasan dengan Sumatera Utara itu. Transmigran yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, serta Yogyakarta, mayoritas sebagai petani kelapa sawit. Produksi kelapa sawit dan produk turunannya inilah yang menjadi produk unggulan di Subulussalam selain itu juga ada cengkih.
Rasyid ingin wilayahnya maju untuk itu perlunya perhatian dari Kementrans dan kementerian lainnya. Ia ingin di Subulussalam berdirinya sekolah dan perguruan tinggi unggulan yang hendak dibangun oleh pemerintah, seperti Sekolah Garuda dan Universitas Republik Indonesia (URI). โLahan sudah Kami siapkanโ, ungkapnya.
Untuk itu Rasyid meminta dukungan dari Viva Yoga agar cita-citanya membawa Subulussalam menjadi kota yang maju dalam berbagai bidang tercapai. โKami meminta dukungan dan perhatian dari Bapak Wamenโ, ujarnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Viva Yoga Mauladi senang menerima kehadiran dari Politisi Partai Gerindra itu. Viva Yoga memuji situasi kehidupan di Subulussalam. Kehadiran transmigran di sana sejak masa Presiden Soeharto menciptakan harmoni kehidupan masyarakat meski berbeda suku. โWarga transmigran telah mewarnai berbagai sendi kehidupan di Subulussalamโ, ujarnya. Mereka ada yang menjadi politisi lokal dan aktivitas kehidupan penting lainnya. โPersatuan dan kesatuan inilah yang seperti diharapkan Presiden Prabowo Subiantoโ, tuturnya.
Viva Yoga menyatakan siap mendukung pembangunan di kota yang berdiri pada tahun 2007 itu. Sebagai kota yang mempunyai potensi perkebunan kelapa sawit, menurutnya sektor itu perlu digenjot lebih kuat agar produksi utama dan turunannya menjadi lebih memberi manfaat bagi para petani. Untuk itu Viva Yoga akan mengkoordinasikan potensi ini dengan KADIN. โBeberapa waktu yang lalu, pengurus KADIN berkunjung ke kantor Kementrans untuk menjajaki menanamkan investasi di kawasan-kawasan transmigrasiโ, ujarnya.
Keinginan KADIN untuk menanamkan investasinya di kawasan transmigrasi inilah yang bisa diarahkan ke Subulussalam.
Viva Yoga menanggapi adanya kerusakan sekolah-sekolah di kota itu. Dalam masalah ini, Kementrans telah melakukan MoU dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk melakukan pembangunan dan rehabilitasi sekolah di kawasan transmigrasi. โTarget Kementrans ada 1000 sekolah yang perlu dibangun atau direhabilitasiโ, ujarnya. โAkan Kita masukan sekolah di Subulussalam yang perlu dibangun atau direhabilitasiโ, tambahnya.
Terkait adanya penyerobotan lahan-lahan di kawasan transmigrasi, Viva Yoga mendorong agar segera melaporkan dengan bukti dan data yang rinci dan jelas agar permasalahan yang ada segeras dituntaskan. โKementrans memiliki program unggulan, Trans Tuntasโ, tegasnya. Program ini disebut untuk menyelesaikan permasalahan konflik lahan yang terjadi di kawasan transmigrasi. Red
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

