Kades Penggarutan Dukung Penuh Program SADESA JULEHA Lewat TMMD Sengkuyung Brebes
Brebes, DN-II Kepala Desa Penggarutan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Rosyi Ibnu Hidayat, S.Kom.I, M.Sos., menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan Syiar dan Edukasi Juru Sembelih Halal (JULEHA) bagi masyarakat Desa Penggarutan dalam rangkaian program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Kodim 0713/Brebes. Jum’at (23/10/2026).
Menurut Rosyi Ibnu Hidayat, kegiatan edukasi JULEHA merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam melaksanakan penyembelihan hewan yang sesuai dengan ketentuan syariat Islam, standar kompetensi, serta prinsip kebersihan dan kesehatan pangan.
Ia menegaskan bahwa edukasi tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Brebes dalam menyukseskan Instruksi Bupati (Inbup) tentang Program SADESA JULEHA (Satu Desa Satu Juru Sembelih Halal).
“Kami sangat mendukung Program SADESA JULEHA sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang penyembelihan halal. Namun, harapan kami ke depan tidak hanya satu desa memiliki JULEHA, tetapi juga satu masjid atau musala memiliki minimal satu JULEHA yang kompeten. Dengan demikian, ketika Iduladha tiba, setiap lingkungan memiliki sumber daya manusia yang siap membantu pelaksanaan penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam, serta memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, dan keamanan pangan.”
Kepala Desa Penggarutan juga menyampaikan terima kasih kepada Dewan Pimpinan Daerah Juru Sembelih Halal (DPD JULEHA) Kabupaten Brebes yang telah hadir dan memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Penggarutan. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal terbentuknya kesadaran dan komitmen masyarakat untuk menghadirkan JULEHA yang kompeten di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Ketua DPD JULEHA Kabupaten Brebes, Chasan Mudofar, menyampaikan bahwa kegiatan Syiar dan Edukasi JULEHA dalam program TMMD merupakan bentuk kontribusi nyata organisasi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di tingkat desa, khususnya dalam bidang penyembelihan halal.
Dalam kegiatan tersebut, DPD JULEHA Brebes menghadirkan narasumber Ustadz Sis Eko Amirudin, Ustadz Isa Herdiansyah, Ustadz Imam Zaelani dan M. Nur Faiz. Para narasumber menyampaikan empat materi edukasi yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Nomor 147 Tahun 2022 terkait kompetensi kerja Juru Sembelih Halal.
Materi disampaikan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya proses penyembelihan yang sesuai syariat Islam, pemenuhan persyaratan hewan yang akan disembelih, penerapan prosedur penyembelihan yang benar, serta penanganan hasil penyembelihan dengan memperhatikan aspek kebersihan dan kesehatan.
Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami pentingnya menghasilkan daging yang halal, tetapi juga memperhatikan prinsip ASUH, yaitu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen penuh untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Chasan Mudofar menegaskan bahwa keberadaan JULEHA yang kompeten menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama menjelang Iduladha ketika aktivitas penyembelihan hewan kurban meningkat di masjid, musala, dan lingkungan masyarakat.
“Kami berharap edukasi ini menjadi langkah awal untuk melahirkan kader-kader JULEHA yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran terhadap pentingnya penyembelihan halal. Dukungan pemerintah desa sangat penting agar semangat SADESA JULEHA dapat berkembang menjadi gerakan bersama, bahkan menuju harapan satu masjid atau musala satu JULEHA di Kabupaten Brebes.”
Program TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan oleh Kodim 0713/Brebes memiliki manfaat strategis bagi masyarakat, tidak hanya dalam mendukung pembangunan fisik dan peningkatan infrastruktur desa, tetapi juga melalui kegiatan nonfisik berupa penyuluhan, pembinaan, edukasi, dan penguatan kapasitas masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, TMMD menjadi sarana untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus mendorong peningkatan kualitas kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.
Kegiatan Syiar dan Edukasi JULEHA di Desa Penggarutan menjadi salah satu contoh bahwa pembangunan desa juga membutuhkan penguatan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat. Edukasi penyembelihan halal memiliki manfaat langsung bagi kehidupan sosial dan keagamaan warga, khususnya dalam mempersiapkan pelaksanaan ibadah kurban yang tertib, sesuai syariat, dan memperhatikan aspek higienitas.
Sinergi antara Kodim 0713/Brebes, Pemerintah Desa Penggarutan, dan DPD JULEHA Kabupaten Brebes menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Diharapkan kegiatan ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Brebes untuk mendukung Program SADESA JULEHA serta mendorong terbentuknya Juru Sembelih Halal yang kompeten, berintegritas, dan siap melayani kebutuhan masyarakat. Red/Casroni
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.