BREBES, DN-II Menyatukan berbagai elemen kekuatan masyarakat menjadi kunci utama kemajuan daerah. Semangat itulah yang melandasi pertemuan strategis sekaligus diskusi kolektif para tokoh berpengaruh, aktivis, hingga praktisi hukum Kabupaten Brebes yang digelar dalam suasana hangat di Brebes, Minggu (22/3/2026).
Acara yang diinisiasi oleh Azmi Asmuni Majid, Ketua Sepakat Brebes Bermartabat SBB, ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Pertemuan ini menjadi wadah konsolidasi gagasan, mulai dari isu lingkungan melalui gerakan Jaga Kali, penguatan literasi digital, hingga pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
“Kita butuh kesamaan visi dari seluruh elemen masyarakat. Kehadiran para tokoh dari berbagai latar belakang hari ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap Brebes tetap menjadi prioritas utama di atas segalanya,” tegas Azmi dalam sambutannya sebagai tuan rumah.
Ekonomi Rakyat: Fokus pada Koperasi dan Pertanian
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah penguatan sektor ekonomi hilir. Haji Masrukhi Bachro, Ketua Dekopin sekaligus Ketua HKTI Brebes yang akan segera dilantik, memaparkan strategi masa depan ekonomi rakyat. Beliau menekankan bahwa sinergi antara ketahanan pangan, kesejahteraan petani, dan revitalisasi peran koperasi adalah fondasi stabilitas daerah yang tidak bisa ditawar.
Stabilitas Wilayah, Hukum, dan Infrastruktur
Dari sisi stabilitas sosial, hadir Haji AKBP Purn Mujiarto, Ketua SKI Brebes. Selain menekankan pentingnya kondusivitas wilayah, ia memberikan apresiasi atas kinerja kepemimpinan Bupati Paramitha Widya Kusuma, khususnya dalam percepatan pembangunan infrastruktur.
“Kita harus akui ada progres nyata, terutama dalam perbaikan jalan-jalan di wilayah Brebes yang kini kondisinya jauh lebih baik dan mantap,” ujar Mujiarto.
Di sisi lain, penguatan aspek legalitas juga menjadi sorotan. Slamet Sutanto, praktisi hukum sekaligus Direktur Hukum SBB, menyoroti fenomena sosial terkait pernikahan siri yang masih marak. Ia menegaskan pentingnya pendampingan hukum agar hak-hak masyarakat, terutama perempuan dan anak, tetap terlindungi secara konstitusional.
Literasi Digital di Tengah Arus Informasi
Menghadapi era disrupsi, Dedy Agustyan Ketua Serikat Media Siber Indonesia/SMSI Brebes bersama jurnalis senior Kang Dede Wijaya Ketua INSPI dan Mas Gusti, menyoroti pentingnya literasi siber. Mereka bersepakat bahwa arus informasi di Brebes harus dikawal secara profesional agar publik tidak terjebak dalam pusaran disinformasi atau berita bohong hoax.
Aktivisme dan Kepedulian Sosial
Diskusi semakin hidup dengan hadirnya para pegiat lapangan yang membawa isu-isu sektoral.
Gus Hada Abdul Aris Assaad. Memberikan dukungan moral bagi penguatan pergerakan masyarakat berbasis nilai.
Deden Sulaeman: Aktivis kesehatan yang menyoroti aksesibilitas dan mutu pelayanan publik.
Mahfudin Masjaka: Secara konsisten menyuarakan urgensi gerakan lingkungan melalui aksi Jaga Kali.
Hendri Yetus: Budayawan/seniman yang mengingatkan pentingnya pembangunan karakter bangsa berbasis kearifan lokal.
Energi muda juga tampak dari keterlibatan tokoh pemuda seperti Rio Raga Pangestu Ketua PAC Pemuda Pancasila Larangan dan Mas Andriyanto Badan Buruh Pekerja Pemuda Pancasila, yang membuktikan regenerasi pergerakan di Brebes tetap dinamis. Tak ketinggalan, tokoh wilayah selatan, Haji Masduki Tonjong, turut memberikan pandangan kritis mengenai implementasi Makan Bergizi Gratis MBG agar dikelola secara profesional dan tepat sasaran.
Momentum Lebaran tahun ini di Kabupaten Brebes terasa istimewa. Agenda silaturahmi yang diinisiasi oleh tokoh pergerakan, Azmi Asmuni Majid, dinilai sukses menyatukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari aktivis hingga insan pers dalam satu wadah kebersamaan.
โApresiasi tinggi datang dari Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Brebes, Abdul Aris Assaโad. Tokoh yang akrab disapa Hada ini menyebut pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol persatuan.
โ”Gus Azmi memiliki kapasitas luar biasa dalam membangun jejaring dan memberikan pengaruh positif bagi daerah. Pertemuan Lebaran kali ini terasa sangat istimewa karena sosoknya yang konsisten memberikan kontribusi pemikiran bagi kemajuan Brebes,” ujar Aris.
โMenurut Aris, Gus Azmi selama ini dikenal vokal dan aktif memberikan masukan konstruktif kepada Pemerintah Kabupaten Brebes, mulai dari jajaran Bupati, Kepala OPD, hingga Forkopimda.
โTokoh Brebes yang Menembus Batas
โDalam kesempatan tersebut, Aris juga merefleksikan pentingnya sosok inspiratif bagi putra daerah. Ia menyebutkan tiga tokoh besar asal Brebes yang dinilai telah menembus batas dalam berkontribusi bagi bangsa:
โProf. Yahya Muhaimin: Mantan Menteri Pendidikan Nasional sekaligus pendiri Universitas Peradaban yang meletakkan fondasi intelektual di Brebes.
โSudirman Said: Mantan Menteri ESDM dan tokoh nasional yang dikenal tegas serta berintegritas. Saat ini ia menjabat sebagai Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) yang memiliki kampus di Tegal dan Slatri, Larangan.
โH. Muhadi Setiabudi: Pengusaha sukses yang bersahaja dan pendiri Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), yang berperan besar dalam sektor ekonomi dan pendidikan lokal.
โAris berharap, melalui semangat silaturahmi yang dibangun oleh tokoh-tokoh seperti Gus Azmi, sinergi antar-elemen di Brebes dapat terus terjaga demi percepatan pembangunan daerah ke depan.
Dan Seharusnya Ketiga tokoh ini patut diberikan penghargaan semacam award oleh pemerintah dan masyarakat Kabupaten Brebes.Tambahnya
Komitmen Kolektif untuk Brebes
Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan untuk terus menjalin komunikasi lintas lembaga non-pemerintah secara berkelanjutan. Sinergi antara sektor hukum, media, ekonomi, hingga kepemudaan ini diharapkan menjadi pemantik gerakan kolektif yang lebih besar demi mewujudkan Kabupaten Brebes yang lebih maju, adil, dan bermartabat.
(Red)
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
