Detik Nasional

BREBES, DN-II Mewakili Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes Dr. Tahroni, M.Pd., memimpin upacara pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 di Desa Telaga, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Rabu (15/07/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Brebes, pimpinan perangkat daerah terkait, Ketua PMI, Ketua Baznas, serta unsur masyarakat dan perangkat Desa Telaga.

Program TMMD Sengkuyung Tahap III ini akan berlangsung selama 30 hari, mulai 15 Juli hingga 15 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam upaya percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan meliputi pembangunan infrastruktur mulai dari pembukaan akses jalan 1.080 Meter, rabat beton, pembangunan Drainase dan Talud, rehabilitasi 3 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta kegiatan nonfisik berupa penyuluhan, pelatihan, bakti sosial, pemberian bantuan sembako, donor darah, dan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Dalam sambutannya Dr. Tahroni, M.Pd. menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kodim 0713/Brebes atas dedikasi dan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah. “TMMD merupakan bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, terima kasih kepada jajaran Kodim 0713/Brebes yang terus hadir sebagai motor penggerak pembangunan, khususnya di wilayah yang membutuhkan percepatan pembangunan,” ujarnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Lebih lanjut, ia mendorong desa-desa di Kabupaten Brebes untuk terus berinovasi dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki. “Desa harus semakin kreatif dalam menggali potensi, mengembangkan UMKM, serta mengelola sumber daya secara inovatif, Pemerintah Kabupaten Brebes akan selalu memberikan dukungan penuh bagi desa-desa yang berkomitmen untuk maju,” tambahnya.

Sementara itu, Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Brebes dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD. Ia menjelaskan bahwa selain sasaran fisik berupa pembukaan akses dan pengecoran jalan dan rehabilitasi RTLH, TMMD juga menyasar kegiatan nonfisik yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Melalui TMMD, kami berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat kebersamaan TNI dan rakyat,” ungkapnya.

Usai upacara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lokasi pengecoran jalan dan rehabilitasi RTLH sebagai bagian dari program TMMD Sengkuyung Tahap III di Desa Telaga.

Seluruh rangkaian kegiatan TMMD ini juga mendukung program prioritas TNI Angkatan Darat, antara lain ketahanan pangan, rehabilitasi RTLH, program TNI Manunggal Air dan pembangunan MCK, percepatan penurunan stunting, serta pelestarian lingkungan.

Melalui TMMD, diharapkan tidak hanya terbangun infrastruktur desa, tetapi juga tumbuh semangat gotong royong, kemandirian, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Red

Jakarta, DN-II Sudah urgent Yth Bapak Jenderal Purn Haji Prabowo Subianto Untuk mengatasi berbagai kasus pertanahan yang melibatkan oknum oknum petinggi pejabat diberbagai link sudah saatnya ada Lembaga Satgas khusus menangani masalah kasus kasus pertanahan yang terjadi di Indonesia”, ujar Profesor Doktor KH Sutan Nasomal Tambunan SH MH Pakar hukum internasional Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Ketua Umum YPLBH Profesor Sutan Nasomal SH dikantornya markas pusat partai oposisi Merdeka dibilangan Asrama Koppasus Cijantung Jakarta, (14/7/2026) via telpon selulernya.

Praktik mafia tanah yang terus terjadi di berbagai daerah kembali mendapat sorotan keras dari pakar hukum internasional, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H. Ia secara tegas mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk tidak hanya menyampaikan komitmen, tetapi segera mengambil langkah nyata dan terukur dalam memberantas kejahatan tersebut hingga ke akar.

Dalam pernyataannya pada 14 Juli 2026, Prof. Sutan menegaskan bahwa kesabaran masyarakat semakin menipis. Rakyat, kata dia, menuntut bukti konkret, bukan sekadar retorika atau janji penegakan hukum.

“Rakyat tidak butuh janji. Rakyat butuh tindakan nyata. Mafia tanah masih bebas bergerak, bahkan banyak yang berlindung di balik premanisme. Ini ancaman serius bagi keadilan dan kedaulatan hukum,” tegasnya.

Menurutnya, mafia tanah bukan hanya merampas hak masyarakat kecil, tetapi juga berpotensi merugikan negara dalam skala besar. Jika tidak ditindak tegas, praktik ini dapat merusak sistem hukum, melemahkan kepercayaan publik, serta menghambat pembangunan nasional.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Namun demikian, ia juga menekankan bahwa pemberantasan mafia tanah harus dilakukan secara adil, profesional, dan berbasis hukum, tanpa tebang pilih dan tanpa melanggar prinsip-prinsip keadilan.

“Penindakan harus tegas, tetapi tetap dalam koridor hukum. Jangan sampai penegakan hukum justru melahirkan ketidakadilan baru. Negara harus hadir dengan kekuatan hukum, bukan kekuasaan semata,” ujarnya.

Selain mendesak Presiden, Prof. Sutan juga meminta seluruh aparat penegak hukum dan instansi terkait—baik TNI, Polri, maupun pemerintah daerah—untuk tidak ragu bertindak dan memperkuat sinergi dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Aparat tidak boleh lemah. Negara harus hadir di tengah masyarakat. Berikan perlindungan, pelayanan, dan pengayoman secara nyata. Jangan biarkan rakyat berjuang sendiri menghadapi mafia tanah,” tegasnya lagi.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan internal dan transparansi dalam setiap proses penanganan kasus agar tidak menimbulkan kecurigaan publik serta memastikan bahwa setiap langkah penegakan hukum berjalan objektif dan akuntabel.

Dengan tekanan publik yang semakin kuat, pemerintah diharapkan mampu menjawab tantangan ini dengan langkah konkret, terukur, dan berkelanjutan demi menegakkan keadilan serta mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap hukum di Indonesia.

Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H.,Pakar Hukum Internasional Presiden Partai Oposisi Merdeka Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Ketua Umum YPLBH Profesor Sutan Nasomal SH MH Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS.

Brebes, DN-II Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah menghadiri tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Cabang Brebes yang digelar di Pendopo Kabupaten Brebes, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan berlangsung khidmat dan menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antara Polri dan para purnawirawan.

Dalam kapasitasnya sebagai Pembina PP Polri Cabang Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar PP Polri. Ia mengapresiasi dedikasi dan pengabdian para purnawirawan yang dinilai tetap konsisten memberikan perhatian, dukungan, serta kontribusi bagi kemajuan institusi Polri meski telah menyelesaikan masa dinas aktif.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar Polres Brebes, saya mengucapkan selamat HUT ke-27 kepada seluruh keluarga besar PP Polri. Semoga PP Polri semakin solid, kompak, dan terus memberikan kontribusi positif dalam mendukung tugas-tugas Kepolisian serta pengabdian kepada masyarakat,” ujar Kapolres saat memberikan sambutan.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres juga memohon doa, arahan, dan bimbingan dari para senior PP Polri. Menurutnya, tantangan tugas kepolisian saat ini semakin kompleks dan dinamis sehingga pengalaman, kebijaksanaan, serta nasihat para purnawirawan menjadi bekal yang sangat berharga bagi anggota Polri yang masih aktif.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kami memohon doa dan bimbingan dari para senior agar dapat terus menjalankan tugas dengan baik, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta mewujudkan Polri yang Presisi dan semakin dipercaya publik,” katanya.

Peringatan HUT ke-27 PP Polri tahun ini mengusung tema “Purna Bhakti Bukan Akhir Pengabdian, Tegakkan Komitmen dan Perkokoh Sikap Konsistensi PP Polri dalam Mendukung Tugas Polri yang Presisi”. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa semangat pengabdian seorang insan Bhayangkara tidak berhenti saat memasuki masa purna tugas, melainkan tetap diwujudkan melalui dukungan, pemikiran, dan keteladanan bagi institusi maupun masyarakat.

Melalui momentum tersebut, diharapkan hubungan yang harmonis antara Polri dan PP Polri semakin erat sehingga mampu memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.

Selain Kapolres Brebes, sambutan juga disampaikan oleh Ketua PP Polri Cabang Brebes, perwakilan Bupati Brebes yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Brebes, serta sesepuh PP Polri. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib sesuai agenda yang telah disusun dengan partisipasi aktif seluruh peserta dan tamu undangan. Red/Hms

Palu, DN-II Komandan Korem 132/Tadulako, Brigjen TNI Suntara Wisnu Budi H., menghadiri pembukaan Festival Rakyat Nusantara Sulawesi Tengah dan Nobar Bola Gembira Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Imanuel, Kota Palu, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kodam XXIII/Palaka Wira bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Tengah serta didukung oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tersebut menjadi momentum mempererat kebersamaan masyarakat melalui perpaduan hiburan, olahraga, seni budaya, dan pemberdayaan ekonomi daerah.

Dalam sambutannya, Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar P. Sianipar, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh panitia dari TNI, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, KADIN Sulawesi Tengah, dan TVRI Sulawesi Tengah yang telah menyiapkan serta menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pangdam menegaskan komitmen Kodam XXIII/Palaka Wira dalam mendukung penuh penyelenggaraan Festival Rakyat Nusantara 2026 melalui pengerahan personel, dukungan materiil, maupun kontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan aman, tertib, dan sukses.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan Festival Rakyat Nusantara sebagai ruang kebersamaan sekaligus sarana menggerakkan roda perekonomian daerah.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Pada pertandingan semifinal dan final nanti, tempat ini menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh masyarakat untuk menikmati pertandingan sepak bola terbaik. Festival Rakyat Nusantara juga merupakan bagian dari upaya kita menggerakkan budaya dan ekonomi daerah. Saya mendukung sepenuhnya kegiatan ini. Semoga selama tujuh hari ke depan semakin ramai dikunjungi masyarakat dan menjadi tempat berkumpul yang nyaman sambil menikmati berbagai kegiatan serta nonton bareng sepak bola,” ungkap Gubernur.

Kehadiran Danrem 132/Tadulako dalam kegiatan tersebut menjadi wujud nyata dukungan TNI terhadap berbagai program yang memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan, memperkokoh persatuan dan kesatuan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi serta pelestarian budaya di Sulawesi Tengah.

Festival Rakyat Nusantara Sulawesi Tengah Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari dengan menghadirkan beragam hiburan rakyat, pameran UMKM, pertunjukan seni budaya, aneka perlombaan, serta nonton bareng pertandingan sepak bola yang menjadi daya tarik utama bagi masyarakat. Red

PADANG SIDIMPUAN, DN-II Wakil Ketua 1 Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana, Letjen TNI Richard Tampubolon, melakukan kunjungan kerja ke Kota Padang Sidimpuan dan Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Selasa (14/07/2026). Kunjungan ini berfokus pada percepatan pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana.

​Dalam lawatannya, Letjen TNI Richard Tampubolon meresmikan groundbreaking pembangunan Huntap di lahan eks PTPN IV, Desa Palopat Pijorkoling, Kecamatan Padang Sidimpuan Tenggara. Kawasan seluas 27 hektare ini diproyeksikan mampu menampung 1.133 unit rumah.

​“Keberhasilan ini merupakan bukti nyata sinergi seluruh pemangku kepentingan. Semula pembangunan massal direncanakan tahun 2027, namun atas permohonan percepatan Pemerintah Kota Padang Sidimpuan dan dukungan berbagai pihak, pembangunan berhasil dimajukan ke tahun 2026,” ujar Richard.

​Sebagai tahap awal, sebanyak 200 unit rumah akan dibangun tahun ini, yang didanai melalui dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (100 unit) dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia (100 unit).

​Sinergi Lintas Sektoral

​Letjen TNI Richard menegaskan bahwa pembangunan Huntap ini adalah tindak lanjut arahan Presiden RI berdasarkan dokumen rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah rampung disusun.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​“Kami berharap seluruh proses berjalan lancar melalui kolaborasi lintas kementerian, TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga dunia usaha. Fokus kita adalah memastikan rumah yang dibangun memenuhi standar keamanan dan ketahanan terhadap bencana,” tambahnya.

​Peninjauan di Tapanuli Selatan

​Usai dari Padang Sidimpuan, rombongan melanjutkan kunjungan ke lokasi hunian sementara (Huntara) dan calon lokasi Huntap di Desa Hapesongan, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan. Di lokasi tersebut, terdapat 214 kepala keluarga (KK) dari Desa Simatohir dan Desa Panobasan Lombang yang kini menempati hunian sementara.

​Pembangunan Huntap di Hapesongan seluas 5 hektare dengan kapasitas 227 unit rumah ini akan dikerjakan bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Richard mengapresiasi kontribusi yayasan tersebut sebagai mitra strategis pemerintah.

​“Progres di lapangan menunjukkan perkembangan yang baik. Pematangan lahan Blok A telah selesai dan siap memasuki tahap konstruksi fisik,” ungkap Jenderal Bintang Tiga yang juga menjabat sebagai Kasum TNI ini.

​Richard menekankan agar kawasan hunian ini tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga lingkungan yang berkelanjutan. Ia berharap pemerintah daerah mengintegrasikan program pemberdayaan ekonomi, penyediaan sarana prasarana, serta peningkatan keterampilan bagi warga.

​“Tujuannya agar kawasan ini ke depan menjadi permukiman yang mandiri, produktif, dan sejahtera bagi masyarakat,” tutupnya. Red

Tegal, DN-II Personel Polsek Lebaksiu, Polres Tegal, bergerak cepat menangani peristiwa kebakaran yang menghanguskan kamar dan kantor pengurus Pondok Pesantren As Saifi Pancasila Sakti di Desa Lebakgowah, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Senin (13/7/2026) dini hari. Berkat penanganan cepat bersama petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tegal, kobaran api berhasil dipadamkan dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Peristiwa kebakaran diketahui sekitar pukul 00.15 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat berasal dari salah satu kamar pengurus pondok pesantren. Saksi sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya dan menyelamatkan barang-barang yang ada di dalam ruangan. Namun, kobaran api dengan cepat membesar hingga akhirnya petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tegal berhasil memadamkan api sekitar satu jam kemudian.

Mendapat laporan kejadian, Kapolsek Lebaksiu AKP Eko Darmojo, S.H. bersama personel Polsek Lebaksiu segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan, olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, mendata kerugian, serta mengumpulkan barang bukti guna memastikan penyebab kebakaran.

Hasil olah TKP sementara menunjukkan bahwa bangunan semi permanen berukuran 5 x 5 meter mengalami kerusakan akibat kebakaran. Sejumlah barang ikut terbakar, di antaranya enam lemari kayu, dua lemari plastik, meja kayu, buku dan alat tulis, kitab, dua unit laptop, serta satu unit printer. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta, sementara dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari obat nyamuk bakar yang berada di dalam ruangan. Meski demikian, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kejadian.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kapolsek Lebaksiu AKP Eko Darmojo, S.H. mengatakan bahwa kepolisian telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur dan mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran.

“Kami telah melakukan olah TKP, meminta keterangan para saksi, serta mendata kerugian akibat peristiwa ini. Dugaan sementara sumber api berasal dari obat nyamuk bakar, namun penyelidikan masih terus dilakukan. Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dalam menggunakan sumber api maupun peralatan yang berpotensi menimbulkan kebakaran, terutama saat malam hari,” ujar AKP Eko Darmojo.

Sementara itu, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa Polres Tegal akan terus hadir memberikan pelayanan cepat dalam setiap kejadian yang terjadi di tengah masyarakat.

“Setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti secara profesional dan cepat. Selain melakukan penyelidikan, kami juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan memastikan seluruh sumber api maupun instalasi listrik dalam kondisi aman guna mencegah kejadian serupa,” ungkap AKBP Bayu Prasetyo.

Berkat koordinasi yang baik antara Polri, petugas Pemadam Kebakaran, dan masyarakat, situasi di lokasi dapat segera dikendalikan. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan oleh Polsek Lebaksiu untuk memastikan penyebab kebakaran. ( S. Bimantoro )

BREBES, DN-II Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan terus menggelora dalam pembangunan Jembatan Garuda di Desa Kadumanis, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Memasuki Selasa (14/07/2026).

Proses pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Kadumanis dengan Desa Citimbang masih terus berlangsung dengan antusiasme tinggi dari masyarakat bersama aparat TNI.

Di tengah padatnya pekerjaan konstruksi, Babinsa Desa Kadumanis Koramil 13/Salem Kodim 0713/Brebes, Serda Hasanudin, terus memberikan motivasi kepada seluruh pekerja agar tetap menjaga semangat hingga pembangunan selesai.

“Tetap semangat, pantang kendor biar cepat selesai,” ujar Serda Hasanudin saat menyemangati warga yang sedang bekerja di lokasi pembangunan.

Kalimat sederhana tersebut menjadi penyemangat bagi masyarakat yang sejak pagi telah bergotong royong menyelesaikan berbagai tahapan pekerjaan. Dengan penuh kekompakan, warga bersama anggota TNI bekerja saling membantu, mulai dari menyiapkan material, merapikan area kerja, hingga mendukung pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Menurut Serda Hasanudin, pembangunan Jembatan Garuda bukan hanya tentang mendirikan sebuah infrastruktur, tetapi juga membangun semangat kebersamaan, kepedulian, dan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan yang nantinya akan dinikmati bersama.

“Kami ingin masyarakat tetap semangat sampai pekerjaan selesai. Kalau semua kompak dan pantang menyerah, insyaallah pembangunan akan selesai tepat waktu dan hasilnya bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Selama proses pembangunan berlangsung, Babinsa tidak hanya bertugas melakukan pengawasan, tetapi juga ikut bekerja bersama masyarakat. Kehadiran aparat TNI di tengah-tengah warga menjadi bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat terus terjaga melalui kerja nyata di lapangan.

Sementara itu, Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int memberikan apresiasi kepada Babinsa dan seluruh masyarakat yang tetap menunjukkan semangat tinggi dalam menyelesaikan pembangunan Jembatan Garuda.

Menurut Dandim, pembangunan yang dilandasi semangat gotong royong akan menghasilkan manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan apabila dikerjakan sendiri-sendiri. Ia menilai antusiasme masyarakat Desa Kadumanis dan Desa Citimbang merupakan contoh nyata bahwa budaya gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membangun desa.

“Saya mengapresiasi dedikasi Babinsa dan seluruh masyarakat yang terus bekerja dengan penuh semangat. Motivasi yang diberikan Babinsa menjadi energi positif bagi warga. Semoga semangat pantang menyerah ini terus dipertahankan hingga pembangunan selesai, sehingga Jembatan Garuda dapat segera dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Letkol Inf Ambariyantomo.

Jembatan Garuda dibangun sebagai akses penghubung antara Desa Kadumanis dan Desa Citimbang yang selama ini dipisahkan oleh aliran sungai. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, mempermudah distribusi hasil pertanian, mempercepat akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Kecamatan Salem.

Semangat yang ditunjukkan masyarakat selama proses pembangunan juga menjadi bukti bahwa kebersamaan mampu mengatasi berbagai tantangan. Meski pekerjaan membutuhkan tenaga, waktu, dan kesabaran, seluruh elemen tetap bekerja dengan penuh tanggung jawab demi mewujudkan harapan bersama.

Melalui pendampingan yang dilakukan Babinsa Kodim 0713/Brebes, pembangunan Jembatan Garuda terus berjalan sesuai tahapan. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi motor penggerak gotong royong dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya sebagaimana diamanatkan dalam tugas pembinaan teritorial.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dengan semangat “Tetap Semangat, Pantang Kendor Biar Cepat Selesai”, pembangunan Jembatan Garuda di Desa Kadumanis diharapkan segera rampung dan menjadi penghubung yang membawa manfaat besar bagi masyarakat Desa Kadumanis dan Desa Citimbang, sekaligus menjadi simbol kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun Kabupaten Brebes yang maju, mandiri, dan sejahtera.Red

BREBES, DN-II Penantian panjang masyarakat Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, akhirnya berbuah kebahagiaan. Setelah melalui proses pembangunan yang melibatkan kerja keras TNI, pemerintah desa, tim teknis, dan masyarakat secara bergotong royong selama beberapa bulan, Jembatan Gantung Garuda yang melintasi Sungai Ciraja kini telah rampung. Pada Selasa (14/07/2026).

Wajah-wajah penuh syukur dan senyum bahagia tampak menghiasi masyarakat yang menyaksikan berdirinya jembatan yang selama ini menjadi impian bersama.

Suasana haru begitu terasa di lokasi pembangunan. Warga yang sejak awal turut menyumbangkan tenaga, pikiran, dan doa kini dapat melihat hasil nyata dari perjuangan tersebut. Secercah senyuman yang terpancar dari wajah mereka menjadi gambaran rasa syukur atas hadirnya jembatan yang akan mempermudah aktivitas sehari-hari serta membuka harapan baru bagi kemajuan desa.

Dengan penuh ketulusan, masyarakat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di daerah. Bagi warga, rampungnya Jembatan Gantung Garuda merupakan bukti nyata bahwa negara hadir untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat hingga ke pelosok desa.

Selama bertahun-tahun, Sungai Ciraja menjadi hambatan bagi mobilitas masyarakat, terutama ketika musim hujan menyebabkan debit air meningkat. Kini, keberadaan Jembatan Gantung Garuda memberikan rasa aman dan kemudahan bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Anak-anak dapat menuju sekolah dengan lebih mudah, petani dapat mengangkut hasil panennya dengan lebih cepat, sementara akses menuju pelayanan kesehatan dan pusat perekonomian menjadi semakin lancar.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Komandan Kodim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan hasil sinergi seluruh pihak yang bekerja dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab.

“Rampungnya Jembatan Gantung Garuda merupakan hasil kerja sama yang luar biasa antara TNI, pemerintah, dan masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah menunjukkan semangat gotong royong sejak awal hingga akhir pembangunan. Semoga jembatan ini menjadi manfaat besar bagi masyarakat dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga Desa Bangbayang serta wilayah sekitarnya,” ujar Dandim.

Beliau juga menegaskan bahwa TNI akan terus hadir di tengah masyarakat sebagai mitra dalam menjaga keamanan, memperkuat persatuan, serta mendukung pembangunan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Di lokasi pembangunan, Babinsa Desa Bangbayang, Pelda Aris, tampak turut merasakan kebahagiaan masyarakat. Selama proses pembangunan berlangsung, ia hampir setiap hari mendampingi warga, memberikan motivasi, mengoordinasikan kegiatan gotong royong, serta memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan dengan baik. Baginya, keberhasilan pembangunan bukan hanya diukur dari berdirinya sebuah jembatan, tetapi juga dari tumbuhnya semangat persatuan dan kepedulian di tengah masyarakat.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan besar bangsa Indonesia. Berbagai tantangan yang dihadapi selama proses pembangunan mampu dilalui berkat kebersamaan, saling percaya, dan komitmen seluruh pihak untuk mewujudkan cita-cita bersama.

Kini, jembatan yang kokoh berdiri di atas Sungai Ciraja bukan hanya berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat. Kehadirannya diyakini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi desa, meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan, serta mempererat hubungan sosial antarwarga.

Bagi masyarakat Desa Bangbayang, Jembatan Gantung Garuda akan selalu dikenang sebagai hasil perjuangan bersama. Setiap tiang yang berdiri, setiap papan yang terpasang, dan setiap kabel yang membentang menjadi saksi atas kerja keras, pengorbanan, dan semangat kebersamaan yang telah diwujudkan dalam sebuah karya yang bermanfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

Rampungnya pembangunan Jembatan Gantung Garuda menjadi penegas bahwa pembangunan yang dilandasi semangat gotong royong, didukung pemerintah, dan didampingi TNI akan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Senyum tulus warga Desa Bangbayang menjadi hadiah terindah atas selesainya pembangunan yang selama ini menjadi impian bersama, sekaligus menjadi simbol hadirnya negara untuk mewujudkan Indonesia yang semakin maju, kuat, dan sejahtera. Red

SRAGEN, DN-II Memasuki puncak musim kemarau, kewaspadaan terhadap potensi bencana dan gangguan keamanan lingkungan menjadi perhatian bersama. (14/7/2026).

Untuk memperkuat kesiapsiagaan hingga tingkat desa, Pelda Budi Santoso Batituud Koramil 02/Karangmalang Kodim 0725/Sragen menghadiri Rapat Koordinasi (Rakoor) Bayan dan Kepala Lingkungan (Kaling) se-Kecamatan Karangmalang yang membahas langkah antisipatif menghadapi musim kemarau.

Rakoor menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, aparat kewilayahan, serta bayan dan kepala lingkungan dalam mengantisipasi dampak musim kemarau, seperti kebakaran lahan dan permukiman, krisis air bersih, hingga potensi gangguan ketertiban masyarakat.

Pelda Budi Santoso menegaskan bahwa bayan dan kepala lingkungan memiliki peran penting sebagai ujung tombak penyampaian informasi kepada masyarakat. Karena itu, koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat agar setiap potensi permasalahan dapat diantisipasi lebih awal.

“Musim kemarau menuntut kewaspadaan seluruh elemen masyarakat. Kami mengajak bayan dan kepala lingkungan aktif mengedukasi warga agar tidak membakar sampah atau lahan sembarangan, menggunakan air secara bijak, serta segera melaporkan apabila muncul potensi kebakaran maupun persoalan lain di wilayah,” tegas Pelda Budi Santoso.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ia menambahkan, sinergi yang kuat antara Babinsa, pemerintah desa, bayan, dan kepala lingkungan merupakan kunci dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi keadaan darurat.

Rakoor berlangsung interaktif dengan membahas berbagai langkah pencegahan yang dapat diterapkan di tingkat desa, termasuk peningkatan patroli lingkungan, penyebaran informasi kepada masyarakat, dan penguatan budaya gotong royong sebagai upaya menghadapi dampak musim kemarau. Red/Ak

Surakarta, DN-II Dalam rangka persiapan pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III TA. 2026 Wilayah Kodim 0735 Surakarta Komandan Kodim 0735 Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman, S.H. meninjau Lokasi TMMD Sengkuyung Tahap III TH 2026 berlokasi di Makam Bergolo Rt 02 dan 06 Rw 06 Kelurahan Serengan Kecamatan Serengan Kota Surakarta, Selasa (14/07/2026)

Komandan Kodim 0735/Surakarta melaksanakan peninjauan lokasi TMMD Sengkuyung Tahap III TA. 2026 di Kelurahan Serengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta bertujuan untuk memastikan seluruh kesiapan pelaksanaan program sebelum kegiatan resmi dimulai.

Dalam kegiatan tersebut, Dandim didampingi Danramil 03/Serengan Kapten Cba Tri Rusman Prasetyo, S.Sos., Pasi Ter Kodim 0735/Surakarta, Pasi Ter, Camat Serengan dan Lurah Serengan serta Rombongan meninjau langsung sasaran fisik TMMD sekaligus memberikan arahan kepada personel dan pihak terkait agar pelaksanaan program berjalan sesuai rencana.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan peninjauan ke SMP Negeri 22 Surakarta yang direncanakan menjadi lokasi Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III TA. 2026. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan tempat, mulai dari lokasi upacara, akses masuk, hingga sarana pendukung lainnya agar pelaksanaan pembukaan pada hari pertama dapat berlangsung tertib, aman, dan lancar.

Program TMMD Sengkuyung Tahap III TA. 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Dandim berharap seluruh rangkaian kegiatan, baik pembukaan, pelaksanaan sasaran fisik dan nonfisik, hingga penutupan nantinya dapat berjalan sukses serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan semakin memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat. Red/Ak

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

You cannot copy content of this page