BREBES, DN-II Memasuki tahun ketiga sinergi strategis, inovasi pendidikan berbasis digital terus diperkuat. Sekolah menjalin kolaborasi erat dengan Bank BJB melalui peluncuran kartu pelajar elektronik multifungsi. Langkah ini bukan sekadar pembaruan identitas siswa, melainkan bagian dari transformasi digital menyeluruh serta edukasi literasi finansial sejak dini.
Kartu Pelajar “All-in-One”: Solusi Transaksi Masa Kini
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Azis, menjelaskan bahwa kartu pelajar yang kini dipegang siswa telah bertransformasi menjadi kartu pintar (smart card) dengan fitur unggulan layaknya kartu perbankan modern:
Sistem Non-Tunai: Mengadopsi teknologi kartu mahasiswa, berfungsi sebagai alat pembayaran sah di lingkungan sekolah.
Integrasi QRIS: Mendukung ekosistem digital, memungkinkan siswa bertransaksi di berbagai gerai penyedia layanan QRIS.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar): Mendorong budaya hemat dengan setoran awal yang sangat terjangkau, mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 10.000.
Lab Perbankan Mini: Mencetak “Teller” Muda
Tak hanya fasilitas kartu, sekolah juga menghadirkan pengalaman nyata melalui operasional perbankan mini. Setiap hari Jumat, tersedia layanan menabung di tempat yang dioperasikan langsung oleh siswa. Di sini, siswa belajar mengelola administrasi perbankan dan berperan layaknya teller profesional, memberikan edukasi manajerial secara praktis.
Agenda Strategis Pasca-Lebaran
Selain inovasi finansial, pihak sekolah tengah menyiapkan dua agenda besar yang akan disosialisasikan kepada orang tua siswa setelah libur Hari Raya Idulfitri:
1. Implementasi Kurikulum Merdeka: Menghapus Sekat Jurusan
Sesuai kebijakan nasional, sekolah mulai meniadakan penjurusan konvensional (IPA/IPS). Sebagai gantinya, diterapkan Sistem Peminatan:
Tersedia 5 paket peminatan yang dirancang sesuai bakat dan minat siswa.
Siswa diberikan fleksibilitas mengombinasikan mata pelajaran lintas disiplin, seperti Biologi dengan Ekonomi, dalam satu paket pilihan.
Sosialisasi ini bertujuan agar orang tua dapat mendampingi putra-putrinya dalam menentukan jalur akademik di kelas XI.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
2. Persiapan Outing Class ke Bali
Rencana kegiatan edukasi luar kelas (outing class) menuju Bali bagi siswa Kelas X juga menjadi poin krusial. Mengingat kegiatan ini memerlukan perencanaan matang, sekolah telah memberikan informasi awal sejak Agustus lalu agar orang tua memiliki waktu cukup untuk mempersiapkan anggaran secara terencana.
“Sinergi ini adalah upaya nyata sekolah dalam membentuk karakter siswa yang melek teknologi dan bijak mengelola keuangan, sembari tetap menjaga kualitas akademik melalui kurikulum yang adaptif,” ujar Azis, Rabu (25/2/2026).
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
BREBES, DN-II Gema prestasi pelajar Kabupaten Brebes kembali bersiap menembus kancah dunia. Tim Paduan Suara SMA Negeri 1 Brebes memastikan diri untuk kembali bertarung dalam ajang bergengsi Bali International Choir Festival (BICF) yang akan digelar pada Juni-Juli 2026 mendatang.
Waka Kesiswaan SMAN 1 Brebes, Azis, mengungkapkan bahwa ambisi tim tahun ini jauh lebih besar. Setelah sukses membawa pulang medali perak (Silver Medal) pada edisi 2025, mereka kini mematok target tertinggi: Medali Emas (Gold Medal).
“Harapannya tentu lebih baik dari tahun lalu. Jika tahun kemarin kita mendapat Silver, tahun ini kami berikhtiar membawa pulang Golden Medal,” ujar Azis dengan nada optimis saat ditemui pada Rabu (25/2/2026).
Fokus pada Kategori Musik Religi
Dalam kompetisi yang diikuti oleh peserta lintas negara tersebut, SMAN 1 Brebes akan terjun di kategori pelajar. Secara khusus, tim tahun ini memutuskan untuk memfokuskan energi pada kategori Musik Religi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pemilihan kategori ini bukan tanpa alasan. Selain berdasarkan materi lagu yang telah ditentukan penyelenggara, karakter vokal tim saat ini dinilai paling kuat dan matang untuk membawakan komposisi religi yang penuh kedalaman teknis.
Seleksi Ketat dan Persiapan Mandiri
Meski memiliki lebih dari 25 anggota aktif di ekstrakurikuler paduan suara, sekolah menerapkan sistem seleksi yang ketat untuk keberangkatan ke Bali. Hal ini dilakukan demi menjaga kualitas performa di atas panggung internasional.
“Kami tidak mewajibkan semua ikut; hanya mereka yang memiliki kemauan kuat dan kemampuan yang memadai yang akan diberangkatkan,” tegas pihak manajemen tim. 
Keunggulan tim ini memang tidak perlu diragukan. Di tingkat lokal, mereka merupakan langganan penampil dalam momen-momen krusial, mulai dari Hari Jadi Kabupaten Brebes hingga Upacara HUT RI di alun-alun dengan iringan orkestra penuh.
Dukungan Pemerintah Daerah
Kesuksesan tahun lalu rupanya meninggalkan kesan mendalam bagi Pemerintah Kabupaten Brebes. Dukungan nyata dari Bapak Bupati pada keberangkatan sebelumnya diharapkan kembali mengalir guna memfasilitasi kebutuhan logistik dan teknis tim.
Dengan latihan intensif yang kini tengah berjalan, delegasi SMAN 1 Brebes membawa misi besar: tidak hanya sekadar bernyanyi, tetapi mengharumkan nama Indonesia dan Brebes di mata dunia.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
Brebes, DN-II Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo. Program ini dinilai menjadi momentum krusial dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah pelosok. Rabu (25/02/2026).
“TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur fisik seperti jalan dan jembatan, tetapi juga membangun kualitas hidup masyarakat melalui berbagai intervensi kesehatan yang masif,” ujar dr. Heru Padmonobo dalam keterangannya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes menerjunkan tim medis secara intensif untuk mendukung sasaran non-fisik TMMD 127 dengan serangkaian kegiatan unggulan di Desa Cikuya, di antaranya, Skrining Kesehatan Pelajar & Remaja: Meliputi pemeriksaan kesehatan umum bagi siswa SDN Cikuya untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.
Pemberian Topical Application Fluoride (TAF), Bekerja sama dengan Satgas TMMD, Dinkes memberikan aplikasi fluor di SDN Cikuya 01 untuk mencegah karies dan meningkatkan kesehatan gigi anak-anak.
Sosialisasi ACF Kusta dengan melakukan deteksi dini dan edukasi Active Case Finding (ACF) penyakit kusta kepada warga Cikuya sebagai upaya pencegahan penularan di tingkat desa.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Edukasi Pencegahan Anemia yaitu dengan memberikan penyuluhan serta pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri di lingkungan sekolah desa setempat.
Layanan Kesehatan Door-to-Door, Tim medis bersama Satgas TMMD menjangkau rumah warga di lokasi terpencil untuk memberikan pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia dan warga yang sulit menjangkau puskesmas.
Inspeksi Kesehatan Lingkungan, Melakukan pemantauan sanitasi dan inspeksi di SDN Cikuya 02 guna mewujudkan lingkungan sekolah sehat.
Kadinkes menegaskan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat menurunkan angka stunting dan meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Cikuya akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat (PHBS). “Kami berharap sinergi dengan Kodim 0713/Brebes ini terus berlanjut demi mewujudkan masyarakat Brebes yang lebih sehat dan sejahtera,” imbuhnya.
Ditambahkan Kadinkes Brebes, di TMMD ini sebagai bentuk dukungan, Dinas Kesehatan turut berkontribusi melalui pelayanan kesehatan gratis, pemeriksaan kesehatan dasar, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, serta dukungan tenaga kesehatan dari Puskesmas setempat bagi masyarakat dan personel Satgas TMMD.
Kami menilai pembangunan jalan penghubung sepanjang 1.500 meter ini sangat berdampak positif, tidak hanya bagi mobilitas ekonomi masyarakat, tetapi juga mempermudah akses layanan kesehatan dan rujukan pasien ke fasilitas kesehatan.
Harapannya, TMMD Reguler Ke-127 dapat memberikan manfaat berkelanjutan, memperkuat gotong royong, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Brebes. (Rio/Utsm).
BREBES, DN-II Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Dinkopumdag) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) resmi menyepakati pembagian wilayah pemungutan retribusi yang akan berlaku efektif mulai tahun 2026. Langkah strategis ini diambil untuk menghapus tumpang tindih kewenangan serta menciptakan ketertiban di kawasan niaga.
Kejelasan Wilayah: On-Street vs Off-Street
Kepala Dinkopumdag Brebes, Khairul Huda, menjelaskan bahwa koordinasi antarinstansi telah menghasilkan batasan yang tegas mengenai lokasi penarikan retribusi. Aturan ini dibagi menjadi dua kategori utama:
Dinas Pasar (Kawasan Off-Street): Memiliki wewenang penuh atas retribusi di dalam kawasan pasar atau area internal. Hal ini juga mencakup kawasan khusus seperti area parkir rumah sakit yang dikelola secara mandiri.
Dinas Perhubungan (Kawasan On-Street): Bertanggung jawab penuh atas retribusi di bahu jalan. Sebagai contoh, aktivitas perdagangan atau parkir di bahu jalan sekitar Pasar Kodim pada pagi hari sepenuhnya berada di bawah pengawasan Dishub.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kami telah bersepakat dengan Dinas Perhubungan mengenai batasan on-street dan off-street. Jika penarikan dilakukan di dalam kawasan, itu wilayah kami. Namun, jika aktivitas menggunakan bahu jalan, itu mutlak wilayah Dishub,” ujar Khairul Huda pada Rabu (25/2/2026).
Menyikapi Fenomena Pedagang Bahu Jalan
Pemerintah juga menyoroti pergeseran perilaku konsumen yang memicu menjamurnya pedagang di pinggir jalan. Saat ini, banyak pedagang yang sengaja “menjemput bola” karena masyarakat cenderung menginginkan transaksi cepat tanpa harus turun dari kendaraan.
Meskipun lahan di dalam pasar telah disediakan, fenomena Pedagang Kaki Lima (PKL) di bahu jalan tetap marak sebagai bentuk adaptasi terhadap permintaan pasar. Kendati demikian, Khairul menegaskan bahwa fungsi utama jalan sebagai prasarana lalu lintas tidak boleh dikorbankan.
Mengejar Ketertiban, Bukan Sekadar PAD
Penegasan aturan ini membawa tiga misi utama bagi pembangunan daerah:
Menciptakan Ketertiban: Memastikan pedagang beroperasi sesuai zonasi yang telah ditetapkan.
Kelancaran Lalu Lintas: Mendukung Dishub dalam mengurai kemacetan di titik-titik rawan akibat aktivitas dagang yang meluber ke jalan.
Transparansi Retribusi: Memberikan kepastian bagi masyarakat dan pedagang agar tidak terjadi kekeliruan dalam penyetoran kewajiban retribusi.
Dengan sinergi yang mulai diperketat pada 2026 ini, Pemkab Brebes berharap penataan kawasan niaga dapat memberikan dampak positif bagi kenyamanan warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih teratur.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
BREBES, DN-II Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Brebes kembali bergerak cepat merespons keresahan warga terkait gangguan satwa liar. Pada Rabu (25/2/2026), personel Damkar dikerahkan untuk menyisir area Kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim) Brebes menyusul laporan adanya biawak yang masuk ke lingkungan perkantoran.
Terkendala Akses Sempit
Tim yang beranggotakan Arjun, Wahyudin, dan Dimas segera melakukan penyisiran di sejumlah titik potensial. Namun, proses evakuasi kali ini menemui tantangan teknis lantaran posisi persembunyian reptil tersebut berada di celah yang sangat sempit dan sulit dijangkau.
“Terakhir biawak terlihat kemarin sore. Kami sudah melakukan pengecekan mendalam di lokasi, namun aksesnya sangat terbatas sehingga personel sulit menjangkau titik persembunyian utama,” ujar Arjun, salah satu personel Damkar Brebes.
Sebagai langkah antisipasi, tim memberikan edukasi kepada staf kantor untuk terus memantau pergerakan hewan tersebut. Strategi yang diterapkan adalah menunggu momentum saat hewan tersebut keluar ke area terbuka.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kami menunggu biawak keluar dari celah sempit tersebut. Begitu posisinya sudah di area terbuka, petugas akan langsung melakukan penjebakan dan penangkapan,” tambahnya.
Biawak Dominasi Panggilan Darurat
Fenomena masuknya biawak ke area aktivitas manusia ternyata menjadi tren di Kabupaten Brebes. Arjun mengungkapkan bahwa aduan terkait hewan melata ini merupakan jenis laporan non-kebakaran yang paling mendominasi hampir setiap harinya.
“Hampir setiap hari ada laporan masuk mengenai biawak. Bisa dibilang, ini adalah jenis gangguan hewan yang paling sering kami tangani di lapangan saat ini,” ungkap Arjun.
Panduan Aman Menghadapi Satwa Liar
Menyikapi intensitas interaksi antara biawak dan manusia yang tinggi, Damkar Brebes memberikan panduan bagi warga agar tidak salah langkah saat bertemu hewan tersebut:
Tetap Tenang: Biawak secara alami cenderung menghindari manusia. Hindari gerakan tiba-tiba yang membuatnya merasa terancam.
Jangan Dipojokkan: Hewan ini memiliki pertahanan diri berupa gigitan atau sabetan ekor yang kuat jika merasa terdesak.
Giring Perlahan: Gunakan benda panjang (seperti sapu atau kayu) untuk mengarahkan biawak keluar. Mereka biasanya menghindar dari objek yang terlihat lebih besar.
Gunakan Penutup: Jika situasi mendesak, gunakan kain tebal atau karung untuk menutup kepalanya sebelum diamankan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Layanan Pengaduan Cepat
Damkar Brebes mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri menangkap hewan liar tanpa keahlian atau perlengkapan memadai guna menghindari risiko cedera.
“Jika merasa ragu atau terancam, segera hubungi kami melalui Call Center 112. Masyarakat juga dapat melapor melalui akun media sosial resmi kami di TikTok atau Instagram @damkarbrebes,” pungkas Arjun.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (Dinkopumdag) Kabupaten Brebes bergerak cepat mengawal program strategis nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui langkah kolaboratif, Dinkopumdag memastikan koperasi lokal dan UMKM akan menjadi pilar utama dalam rantai pasok program tersebut di wilayah Brebes. (25/2/2026).
Kepala Dinkopumdag Kabupaten Brebes, Khoirul Huda, menyatakan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut konkret atas Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2024. Regulasi tersebut mengamanatkan kolaborasi erat antara pengelola MBG dengan Koperasi Merah Putih serta pelaku UMKM di daerah.
Koordinasi Lintas Sektor dan Payung Hukum
Sebagai langkah awal, Dinkopumdag telah menggelar pertemuan koordinasi secara daring yang melibatkan pemangku kepentingan kunci, termasuk Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Brebes sebagai representasi Koperasi Merah Putih, serta koordinator MBG dan seluruh Satuan Pelayanan Gizi (SPG) di Kabupaten Brebes.
“Kami telah berkoordinasi dan menegaskan bahwa kolaborasi ini sangat krusial. Alhamdulillah, Surat Edaran (SE) Bupati terkait implementasi ini juga sudah ditandatangani sebagai payung hukum di tingkat daerah,” ujar Khoirul Huda.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Standardisasi dan Sertifikasi Halal
Pasca-koordinasi, Pemerintah Kabupaten Brebes akan fokus pada tahap pemetaan dan inventarisasi Standard Operating Procedure (SOP) yang diterapkan di setiap Satuan Pelayanan Gizi. Hal ini mencakup:
Pemenuhan Standar Kualitas: Memastikan bahan baku memenuhi kriteria gizi.
Legalitas dan Sertifikasi: Kewajiban sertifikasi halal bagi produk UMKM.
Kesiapan Teknis: Memastikan koperasi siap menyuplai bahan baku secara berkelanjutan.
“Kami ingin penyedia lokal siap secara kualitas. Dengan begitu, dua misi utama yakni perbaikan gizi masyarakat dan penguatan ekonomi lokal dapat berjalan beriringan di Brebes,” tambahnya.
Misi Kebangkitan Ekonomi Lokal
Program MBG dipandang sebagai momentum emas bagi dunia perkoperasian di Brebes. Berdasarkan data Dinkopumdag, dari total 247 koperasi yang terdaftar di Kabupaten Brebes, saat ini tercatat baru sekitar 158 koperasi yang berstatus aktif.
“Kami berharap koperasi yang selama ini masih kurang aktif bisa bangkit kembali. Kami ingin menggairahkan semangat teman-teman UMKM dan koperasi agar mereka bergerak lebih cepat dan tangguh di tengah situasi ekonomi saat ini,” pungkas Khoirul dengan optimis.
Reporter: Teguh
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
BREBES, DN-II Dinamika politik di Kabupaten Brebes kembali memanas. Praktisi hukum sekaligus tokoh penggerak UMKM Jawa Tengah, Turnya, S.H., M.H., secara resmi menyatakan pengunduran dirinya dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPC Kabupaten Brebes. (25/2/2026).
Langkah mengejutkan ini bukan sekadar pamit, melainkan sebuah manuver politik strategis. Turnya secara terbuka mengumumkan pelabuhan baru perjuangannya: Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Meninggalkan Zona Nyaman
Dalam pernyataan resminya, Turnya menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah pertimbangan mendalam mengenai arah perjuangan politiknya di masa depan.
“Saya memilih meninggalkan zona nyaman politik lama untuk berdiri di barisan perubahan yang lebih berani, terbuka, dan berpihak nyata kepada rakyat,” tegas Turnya kepada awak media.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ia berpendapat bahwa kebutuhan masyarakat daerah saat ini menuntut pendekatan yang lebih progresif dan adaptif. Menurutnya, politik harus bertransformasi menjadi solusi konkret atas tantangan zaman, bukan sekadar terjebak dalam pola-pola konvensional.
Alasan Memilih PSI
Turnya melihat PSI sebagai wadah yang paling relevan dengan visi pribadinya, terutama dalam mengawal isu keterbukaan, meritokrasi, dan penguatan ekonomi akar rumput.
Semangat Pembaruan: PSI dinilai sebagai rumah bagi politik yang bersih dan berintegritas.
Keberpihakan UMKM: Fokus PSI pada generasi muda dan pelaku usaha kecil selaras dengan latar belakang Turnya sebagai pembina UMKM.
Politik Solusi: “PSI adalah rumah baru yang menawarkan semangat pembaruan dengan orientasi solusi nyata, bukan sekadar wacana,” ujarnya.
Tetap Menjaga Etika Politik
Meski berpindah haluan, Turnya tetap menunjukkan sikap ksatria. Ia menegaskan tidak ada konflik personal dengan partai berlambang kepala garuda tersebut.
“Saya tetap menghormati Gerindra sebagai bagian penting dalam perjalanan politik saya. Namun, ke depan, saya ingin memastikan setiap langkah politik benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.
Sebagai akademisi dan praktisi hukum, Turnya berkomitmen membawa warna baru di PSI dengan mendorong kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik dan penguatan sektor UMKM sebagai fondasi ekonomi rakyat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sinyal Pergeseran Politik Lokal
Langkah Turnya ini diprediksi akan mengubah peta kekuatan politik di Kabupaten Brebes dan sekitarnya. Masuknya figur berlatar belakang hukum dan ekonomi ke dalam PSI memberikan sinyal kuat bahwa tuntutan masyarakat akan figur yang membawa semangat perubahan semakin meningkat di Jawa Tengah.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Praktik pembangunan permanen di atas saluran air (drainase) diduga kuat menjadi pemicu utama banjir yang kerap mengepung kawasan Desa Pulosari. Kondisi ini memicu keresahan warga yang mendesak Pemerintah Kabupaten Brebes untuk segera menertibkan bangunan liar demi menormalisasi aliran air.
Dalam pantauan di lapangan pada Rabu (25/2/2026), infrastruktur drainase di wilayah tersebut tampak tertutup rapat oleh beton bangunan. Hal ini membuat pembersihan sedimen lumpur dan sampah menjadi mustahil dilakukan, sehingga air meluap ke jalan setiap kali hujan turun.
Drainase Tertutup, Banjir Jadi Langganan
Seorang warga setempat yang berprofesi sebagai sopir, Pak Wanto, menyampaikan keprihatinannya. Ia menilai keberadaan bangunan di atas got adalah pelanggaran aturan yang berdampak buruk pada lingkungan luas.
“Ya jelas salah kalau membangun di atas got. Itu menutup jalur air. Akhirnya got mampet, dan setiap hujan pasti banjir terus,” ujar Pak Wanto dengan nada kecewa.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menurutnya, penutupan saluran air secara permanen adalah kesalahan fatal yang seharusnya bisa dicegah jika pengawasan dari tingkat desa berjalan maksimal.
Menuntut Ketegasan Pimpinan Daerah
Warga berharap adanya langkah konkret dan instruksi tegas dari pucuk pimpinan daerah. Pak Wanto bahkan membandingkan perlunya ketegasan figur pemimpin seperti Kang Dedi Mulyadi (KDM) dalam menegakkan aturan tata ruang.
Ia menekankan bahwa sinergi birokrasi dari tingkat provinsi hingga desa adalah kunci utama. Tanpa instruksi yang kuat dari atas, aturan larangan mendirikan bangunan di atas prasarana umum hanya akan dianggap angin lalu.
“Solusinya, Pemda harus tegas. Harus dari atas; instruksi dari Gubernur ke Bupati, lalu turun ke Camat dan Kepala Desa. Kalau tidak ada perintah tegas, di bawah tidak akan bergerak,” tambahnya.
Perbandingan Tata Ruang
Sebagai warga yang berasal dari Banjarnegara, Pak Wanto juga memberikan komparasi terkait ketertiban wilayah. Ia menyebut bahwa di daerah asalnya, aturan mengenai ruang terbuka hijau dan saluran air dijaga dengan sangat ketat oleh pemerintah setempat.
“Di daerah asal saya, Banjarnegara, hal seperti ini sangat diperhatikan. Ruang publik dan saluran air tidak boleh sembarangan ditutup,” pungkasnya.
Hingga berita ini dimuat, warga Desa Pulosari berharap Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Satpol PP segera melakukan survei lapangan. Langkah preventif berupa pembongkaran atau normalisasi sangat dinantikan sebelum puncak musim penghujan tiba.
Reporter: Teguh
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
BREBES, DN-II Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyasar kesehatan generasi muda. Pada Rabu (25/02/2026), Satgas TMMD bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes menyelenggarakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis bagi siswa-siswi di SD Negeri 01 Cikuya, Kecamatan Banjarharjo.
Kegiatan ini merupakan bagian dari sasaran non-fisik TMMD yang bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan anak-anak sekolah sebagai aset masa depan bangsa.
Dalam pelaksanaannya, tim kesehatan dipimpin langsung oleh Nanadiana, S.Kep.Ners, sebagai Ketua Tim dari Puskesmas Banjarharjo. Pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan kebersihan diri, kesehatan gigi dan mulut, serta deteksi dini gangguan kesehatan pada anak.
Turut hadir mendampingi jalannya kegiatan, Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, Serka Sagiman. Kehadirannya memastikan proses pemeriksaan berjalan dengan tertib dan memberikan rasa nyaman bagi para siswa yang mengikuti pengecekan.
“Pendampingan ini adalah wujud dukungan TNI terhadap kesehatan anak-anak di wilayah binaan. Kami ingin memastikan anak-anak Desa Cikuya tumbuh sehat dan kuat, sehingga mereka bisa mengikuti pelajaran dengan maksimal,” ujar Serka Sagiman di lokasi kegiatan. 
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Nanadiana, S.Kep.Ners, menjelaskan bahwa pengecekan ini sangat penting untuk memantau tumbuh kembang anak secara berkala.
Pihak sekolah dan orang tua murid menyambut antusias program ini. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk meningkatkan standar kesehatan masyarakat di pelosok desa, sejalan dengan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat dalam program TMMD Reguler ke-127.(Rio/Pradista)
BREBES, DN-II Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur jalan, namun juga menyentuh aspek kesehatan mendasar bagi anak-anak di wilayah sasaran. Pada Rabu (25/02/2026), kegiatan non-fisik TMMD diwujudkan melalui pemberian Topikal Aplikasi Flour (TAF) bagi siswa-siswi SD Negeri Cikuya 01.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melalui tenaga ahli dari Puskesmas Banjarharjo, Erni Dwi Wismiaty, A.Md.Kes. selaku Terapis Gigi dan Mulut. Dalam pelaksanaannya, petugas medis didampingi langsung oleh Serda Suyatno dari Koramil 14/Banjarharjo yang bertugas memastikan kegiatan berjalan tertib.
Pemberian TAF ini bertujuan untuk memperkuat lapisan email gigi anak-anak agar lebih tahan terhadap asam dan bakteri penyebab karies atau gigi berlubang. Erni Dwi Wismiaty menjelaskan bahwa usia sekolah dasar adalah masa krusial dalam pertumbuhan gigi permanen.
“Aplikasi flur ini merupakan langkah preventif agar anak-anak di Desa Cikuya memiliki gigi yang kuat dan sehat. Dengan gigi yang sehat, asupan nutrisi anak terjaga dan mereka bisa belajar dengan lebih nyaman tanpa gangguan sakit gigi,” ujar Erni di sela-sela kegiatannya.
Kehadiran Serda Suyatno di lokasi menunjukkan komitmen Satgas TMMD dalam mengawal program kesehatan masyarakat secara langsung. Pendampingan ini juga berfungsi untuk memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak takut dalam menjalani pemeriksaan medis.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kami dari jajaran Koramil 14/Banjarharjo dan Satgas TMMD sepenuhnya mendukung upaya Dinkes dalam meningkatkan kualitas kesehatan warga, khususnya anak-anak sekolah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk generasi penerus Desa Cikuya,” tegas Serda Suyatno.
Pihak sekolah SDN Cikuya 01 menyambut baik inisiatif ini, mengingat akses terhadap layanan spesialis terapi gigi di wilayah pedesaan sering kali terbatas. Melalui momentum TMMD Reguler ke-127 ini, diharapkan kesadaran akan kebersihan gigi dan mulut di lingkungan sekolah dan keluarga semakin meningkat.(Rio/Pradista)
You may have missed
You cannot copy content of this page
Detik Nasional
Dapatkan kabar terkini dengan konten terkurasi dan berita utama terbaru yang dikirimkan langsung ke kotak masuk Anda. Langganan sekarang agar selalu terdepan dan jangan sampai ketinggalan!
