Brebes, DN-II Penampilan Was’un , seorang petugas keamanan (Satpam) di SMPN 4 Wanasari , belakangan ini mencuri perhatian. Bukan tanpa alasan, pria yang dikenal ramah ini berhasil melakukan transformasi fisik yang signifikan. Dalam waktu singkat, yakni 4 bulan, ia berhasil memangkas bobot tubuhnya sebanyak 16 kilogram. (24/2/2026).
“Dulu berat saya mencapai 124 kg,” ujar
Was’un saat berbincang mengenai perjalanannya. Kini, timbangan menunjukkan angka 108 kg. Meski perjalanan menuju berat ideal masih berlanjut, perubahan ini sudah membawa dampak luar biasa bagi kesehatan dan produktivitasnya sehari-hari.
Rahasia Diet: Disiplin Intermittent Fasting (IF)
Kesuksesan Was’un tidak didapat dari obat-obatan instan, melainkan kedisiplinan dalam mengatur jendela makan atau yang populer disebut Intermittent Fasting (IF). Berikut adalah pola ketat yang dijalankannya:
Jendela Makan Sempit: Was’un hanya mengonsumsi makanan pada pukul 12.00 siang hingga 16.00 sore.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Puasa 20 Jam: Mulai pukul 4 sore, ia berhenti makan total hingga pukul 12 siang keesokan harinya.
Hidrasi Tanpa Kalori: Selama masa puasa, ia hanya mengonsumsi air putih. Kopi hitam tetap diperbolehkan, dengan catatan tegas: tanpa gula.
Mengubah Pola Makan: “Bye-Bye” Nasi
Selain mengatur waktu, Was’un juga melakukan revolusi pada jenis asupan makanannya. Ia memilih untuk menghindari nasi sama sekali dan beralih ke menu yang lebih alami dan diolah dengan cara sehat.
Menu harian Was’un meliputi:
Buah-buahan dan sayur-sayuran sebagai sumber serat.
Protein Nabati & Hewani: Tempe, tahu, dan telur yang diolah dengan cara dikukus (menghindari minyak goreng).
Hasil Nyata: Dari Lemas Menjadi Tangkas
Perubahan drastis ini tentu bukan tanpa tantangan. Was’un mengaku pada awalnya tubuh terasa agak lemas karena harus beradaptasi dengan pola makan baru. Namun, setelah melewati fase adaptasi, manfaat kesehatan mulai terasa nyata.
“Sekarang badan terasa jauh lebih enak dan ringan. Kalau dulu jalan jauh saja sudah ngos-ngosan, sekarang sudah bisa dipakai lari dan stamina lebih terjaga,” ungkapnya dengan bangga.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kisah Was’un menjadi pengingat bagi kita semua bahwa dengan konsistensi dan metode yang tepat, perubahan menuju hidup sehat bukanlah hal yang sehat mustahil tanpa puasa IF.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Jabatan boleh berganti, namun karakter asli seseorang tidak akan pernah luntur. Itulah kesan kuat yang melekat pada sosok H.M. Taufik, anggota legislatif yang dikenal luas karena kepribadiannya yang grapyak (ramah dan supel).
Kehangatan karakter H.M. Taufik bukanlah sebuah pencitraan instan demi kepentingan politik. Sifat ini merupakan jati diri yang telah terpupuk jauh sebelum ia terjun ke dunia pemerintahan. Hal tersebut ditegaskan oleh Rokhim, seorang tukang becak yang sudah mengenal sang legislator sejak masa sekolah.
Kenangan Manis di Madrasah Desa Dumeling
Dalam sebuah perbincangan santai pada Selasa (24/2/2026), terungkap bahwa masa kecil H.M. Taufik saat menimba ilmu di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Desa Dumeling, Kecamatan Wanasari, menjadi fase krusial yang membentuk kepribadiannya. Rekan-rekan lamanya mengenang Taufik sebagai sosok yang sangat aktif dan gemar bergaul.
“Kami sering main bareng. Orangnya memang grapyak dan gayeng (menyenangkan) sejak kecil,” ujar salah satu rekan sepermainannya saat mengenang masa sekolah.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sejak duduk di bangku MI, Taufik dikenal sebagai pribadi yang ringan mulut dan tidak pernah absen menyapa (aruh-aruh) rekan-rekannya. Kehadirannya selalu membawa suasana ceria dan penuh kehangatan di tengah lingkaran pertemanan.
Tetap Membumi di Kursi Dewan
Kini, meski telah mengemban amanah sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat, tidak ada yang berubah dari sikap pria ini. Di tengah kesibukan agenda kedewanan yang padat, ia tetap menjaga tali silaturahmi dengan teman-teman masa kecilnya tanpa sekat formalitas.
“Beliau masih sangat baik dengan teman-teman lama. Tidak ada batasan sama sekali meski sekarang sudah menjabat sebagai anggota dewan,” tambah Rokhim.
Bagi masyarakat dan para sahabat, sosok H.M. Taufik adalah bukti nyata bahwa keberhasilan karier politik tidak harus mengubah watak seseorang menjadi kaku atau eksklusif. Sikap rendah hati yang dibawanya sejak dari Madrasah menjadikannya figur wakil rakyat yang mudah ditemui, dicintai, dan tetap membumi.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Momentum bulan suci Ramadhan 1447 H dimanfaatkan oleh Kepolisian Resor (Polres) Brebes untuk memperkuat sinergitas dengan elemen mahasiswa.
Pada Senin (23/02/2026) sore, Kapolres Brebes memimpin langsung kegiatan berbagi takjil yang dilanjutkan dengan agenda buka puasa bersama di Mapolres Brebes.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polres Brebes, di antaranya Kasat Intelkam AKP Suhermanto dan Kasat Binmas AKP Rachmat Wibowo.
Sementara dari unsur mahasiswa, hadir perwakilan dari berbagai Organisasi Kepemudaan dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), meliputi GMNI, HMI, PMII, BEM STIE Brebes, serta BEM STAI Brebes.
Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para mahasiswa yang selama ini telah menjaga ketertiban di wilayah Kabupaten Brebes.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Bulan Ramadhan ini adalah momen terbaik untuk mempererat silaturahmi. Kami sangat mengapresiasi rekan-rekan mahasiswa yang sejauh ini telah tertib dan kooperatif. Saya berharap komunikasi yang baik ini terus terjaga agar tidak mudah ditumpangi oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang ingin mengacaukan situasi,” ujar AKBP Lilik Ardhiansyah.
Lebih lanjut, Kapolres juga menyoroti tantangan situasi saat ini, mulai dari kerawanan bencana alam hingga kondisi ekonomi yang sedang mengalami penurunan. AKBP Lilik mengajak mahasiswa untuk menjadi mitra kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Polres Brebes dan kelompok mahasiswa semakin solid, sehingga kondusifitas wilayah Kabupaten Brebes tetap terjaga dengan aman dan damai,” terangnya.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembagian takjil kepada masyarakat sekitar dan pengguna jalan didepan Mapolres Brebes sebagai bentuk kepedulian sosial bersama antara polisi dan mahasiswa.
Setelah sesi doa bersama, acara ditutup dengan buka bersama serta Sholat Maghrib berjamaah untuk memperkuat rasa kekeluargaan. (Red/Hms)
BREBES, DN-II Kondisi sedimentasi di aliran Sungai Kali Keruh, wilayah Bukit Keruh, kini mencapai titik yang mengkhawatirkan. Perubahan elevasi tanah yang ekstrem dilaporkan mulai mengancam infrastruktur warga dan mengubah arah aliran sungai secara drastis. Hal ini memicu ketakutan akan potensi banjir bandang susulan yang dapat menyapu wilayah hilir sewaktu-waktu. (22/2/2026).
Perubahan Elevasi: Pipa yang Semula Menggantung Kini Tertimbun
Menurut keterangan tokoh masyarakat setempat, Haji Muflihin, wilayah Kali Keruh mengalami penggerusan tanah yang signifikan. Perubahan bentang alam ini paling terlihat pada kerusakan infrastruktur vital di bagian bawah aliran sungai.
Salah satu indikator keparahan sedimentasi terlihat pada pipa air milik Pondok Pesantren Al-Hikmah.
“Dulu pipa itu menggantung sekitar 12 meter dari dasar sungai. Sekarang posisinya sudah rata dengan tanah karena tertimbun material sedimen. Bahkan, terjangan material beberapa waktu lalu sempat merusak bagian pipa tersebut,” ungkap Haji Muflihin.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sungai Alami Pendangkalan Total, Air Meluap ke Penggarutan
Tingginya volume sedimen yang turun hingga ke wilayah Penggarutan mengakibatkan palung atau saluran tengah sungai tertutup sepenuhnya. Akibatnya, sungai tidak lagi mampu menampung debit air.
“Karena jalur tengah sungai tertutup sedimen, aliran air menyimpang dan meluap ke samping menuju arah Penggarutan,” tambah Muflihin. Cuaca ekstrem yang terjadi pada Jumat dan Sabtu pekan lalu memperburuk keadaan, di mana volume air dilaporkan meluap hingga 100 persen dan memasuki wilayah Adisana.
Evakuasi Alat Berat di Tengah Ancaman Banjir Bandang
Upaya normalisasi di lapangan pun menghadapi risiko nyawa. Pada Senin kemarin, satu unit ekskavator (becho) dilaporkan nyaris tersapu banjir bandang saat mencoba melakukan pengerukan.
Mengingat risiko keamanan yang sangat tinggi, operasional alat berat terpaksa dihentikan total sejak siang hari. Saat ini, pendangkalan dilaporkan telah meluas hingga menjangkau wilayah Dukuhturi dan sekitarnya. 
Rekomendasi Penanganan Darurat
Untuk mengantisipasi bencana yang lebih besar, diperlukan langkah teknis yang cepat dan terukur dari pihak terkait:
Restorasi Palung Sungai: Pengerukan intensif harus difokuskan pada bagian tengah sungai untuk mengembalikan jalur utama aliran air agar tidak lagi melimpah ke pemukiman.
Perkuatan Tanggul Permanen: Material batu besar hasil pengerukan harus ditata di sisi kanan dan kiri sungai sebagai proteksi alami.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Standardisasi Teknis: Tanggul pengaman idealnya memiliki ketebalan minimal 4 hingga 5 meter agar mampu menahan tekanan arus yang kuat saat debit air meningkat.
Evaluasi Material: Penggunaan sirtu (pasir batu) di pinggir sungai dinilai tidak efektif karena sifatnya yang mudah tergerus hujan. Penataan material harus menggunakan metode yang lebih kokoh dan permanen.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Brebes dan pihak terkait segera turun tangan sebelum intensitas hujan meningkat kembali dan mengancam keselamatan ribuan jiwa di sepanjang aliran sungai.
Laporan oleh: Teguh
BREBES, DN-II Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, para legislator di DPRD Kabupaten Brebes mulai memfokuskan agenda pada aksi nyata di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing. Meski secara kelembagaan belum ada agenda kolektif, para anggota dewan dipastikan telah menyiapkan serangkaian program mandiri untuk menyapa konstituen sepanjang Maret 2026 mendatang.
Hal tersebut mengemuka dalam diskusi interaktif di Radio Singosari FM, Senin (23/2/2026), yang membahas persiapan program Ramadan serta optimalisasi fasilitas publik di lingkungan DPRD.
Fokus pada Sosial dan Penanganan Stunting
Anggota DPRD Brebes dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Nur Bintang, mengungkapkan bahwa setiap legislator memiliki agenda rutin yang menyentuh langsung kebutuhan warga di Dapil II (Bumiayu, Paguyangan, Sirampog, Tonjong). Program tersebut meliputi penyelenggaraan pasar murah, bazar UMKM, hingga pembagian takjil.
Senada dengan hal tersebut, Arifin, S.Pd., M.H., anggota Komisi I dari Fraksi PKS, menegaskan bahwa koordinasi internal partai telah dilakukan untuk memastikan kehadiran dewan di tengah masyarakat selama bulan puasa.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Secara kelembagaan memang belum ada agenda bersama, namun secara pribadi di tiap Dapil, agenda itu sudah pasti ada. Kami di Fraksi PKS sudah merapatkan kegiatan dari tingkat DPD hingga DPC, mulai dari pembagian takjil hingga buka bersama yang melibatkan relawan,” ujar Arifin.
Selain aksi sosial, isu kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas. Program pembagian nutrisi, seperti susu kotak untuk anak-anak, menjadi komitmen dewan dalam menekan angka stunting di wilayah Brebes Selatan. Kehadiran anggota dewan baru, M. Sry Heri Pasaribu dari Fraksi PDI Perjuangan (Dapil III), juga diharapkan memperkuat akselerasi program-program kerakyatan tersebut.
Wajah Baru Gedung DPRD: Simbol Pelayanan Prima
Selain membahas agenda Ramadan, diskusi tersebut menyoroti wajah baru Gedung DPRD Kabupaten Brebes yang kini tampil lebih segar pasca-renovasi. Perubahan fisik ini diharapkan menjadi simbol peningkatan kualitas pelayanan publik.
Para anggota dewan menekankan pentingnya sense of belonging atau rasa memiliki dari masyarakat terhadap gedung tersebut. Sebagai aset daerah yang dibangun dengan anggaran negara, warga diimbau untuk turut menjaga fasilitas yang ada.
“Gedung ini adalah aset warga. Kami ingin pelayanan semakin baik dan kedekatan dengan masyarakat semakin erat. Kami berharap kejadian kurang menyenangkan di masa lalu tidak terulang. Mari kita jaga bersama, karena jika ada kerusakan, dampaknya kembali ke kita semua,” tegas narasumber dalam diskusi tersebut.
Poin Strategis Agenda Dewan Ramadan 2026:
Aksi Mandiri: Program dilakukan secara personal oleh tiap anggota dewan di Dapil (Pasar murah, santunan, dan bantuan nutrisi).
Pemberdayaan UMKM: Mendorong pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam bazar-bazar Ramadan di wilayah masing-masing.
Optimalisasi Fasilitas: Pemanfaatan Gedung DPRD yang telah direnovasi sebagai ruang aspirasi yang nyaman dan representatif bagi masyarakat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Pendidikan adalah hak segala bangsa, tak terkecuali bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Hal inilah yang ditegaskan oleh pihak SMAN 3 Brebes terhadap salah satu siswanya, Mohammad Kadafi yang saat ini berstatus sebagai warga binaan di Lapas Brebes. (23/2/2026).
Meski raga terbatasi jeruji besi, semangat belajar Muhamad Kadafi tidak dibiarkan padam. Pada kunjungan terbaru ke Lapas Brebes, perwakilan guru SMAN 3 Brebes,Fahri Amad Rido Murdianto dan indah Kurniawati guru SMAN 3 Brebes , hari senin 23 pebruari 2026 menegaskan bahwa pihak sekolah berkomitmen penuh untuk mengawal pendidikan siswanya hingga lulus.
Fasilitasi Belajar Mandiri dan Ujian Akhir
Dalam kunjungannya, Fahri Amad Rido Murdianto dan indah Kurniawati guru SMAN 3 Brebes menyerahkan tambahan referensi belajar berupa buku paket dan LKS untuk mendukung proses belajar mandiri Muhamad Kadafi di dalam Lapas. Tak tanggung-tanggung, seluruh materi untuk 16 mata pelajaran diberikan secara lengkap.
“Kami dari pihak sekolah akan tetap memfasilitasi semaksimal mungkin. Tadi kami membawakan buku-buku tambahan, lengkap untuk semua mata pelajaran agar dia bisa belajar mandiri di dalam,” ujar Fahri Amad Rido Murdianto dan indah Kurniawati guru sman3 Brebes.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kadafi, yang saat ini duduk di kelas 12, dijadwalkan akan mengikuti ujian sekolah sebagai syarat kelulusan. Pihak sekolah memastikan bahwa hak pendidikannya tetap setara dengan siswa lainnya.
Lulus sebagai Siswa SMAN 3 Brebes
Salah satu poin penting yang ditegaskan dalam pertemuan tersebut adalah mengenai status kelulusan. Meski mengikuti proses belajar dan ujian dari dalam Lapas, Kadafi tetap akan dinyatakan sebagai lulusan SMAN 3 Brebes, bukan lulusan instansi lain.
Rencananya, ujian akan dilaksanakan pada:
Tanggal: Mulai 30 April (Tepat setelah libur Lebaran).
Metode: Ujian di dalam Lapas dengan pengawasan dan koordinasi antara pihak sekolah dan Lapas Brebes.
Pesan Harapan dari Sekolah
Pihak SMAN 3 Brebes berharap agar fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Kadafi. Pendidikan diharapkan menjadi modal utama bagi siswa tersebut untuk menata masa depan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa tahanannya.
Upaya ini menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga pendidikan dan lembaga pemasyarakatan dalam menjamin keberlangsungan masa depan generasi muda, terlepas dari kekhilafan yang pernah dilakukan.
Reporter: Teguh
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Brebes, DN-II Di balik sirine ambulans desa yang kerap membelah jalanan di wilayah Tegal dan sekitarnya, ada sosok-sosok tangguh yang bekerja dalam diam. Salah satunya adalah Pak Jono, seorang pria berusia di atas 50 tahun yang mengabdikan dirinya sebagai sopir mobil siaga atau ambulans Desa Yamansari, Kecamatan Lebaksiu.
Meski usianya tak lagi muda, semangat Pak Jono dalam membantu sesama tidak luntur. Sudah hampir dua tahun lamanya ia dipercaya memegang kemudi mobil siaga desa tersebut untuk melayani warga yang membutuhkan pertolongan medis darurat.
Mengawal Pasien Tumor Menjemput Harapan
Baru-baru ini, terlihat Pak Jono kembali menjalankan tugas rutinnya. Ia mengantarkan seorang pasien pria yang menderita tumor untuk mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit rujukan.
“Ini sedang mengantar pasien tumor, rujukan dari Rumah Sakit Singkil,” ujar Pak Jono dengan nada rendah namun penuh kesiagaan saat ditemui di sela tugasnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Bagi Pak Jono, perjalanan kali ini bukanlah yang pertama. Ia mengaku sudah sering bolak-balik mengantarkan pasien yang sama untuk menjalani kontrol medis. Setidaknya, sudah empat hingga lima kali ia mengawal pasien tersebut demi mendapatkan penanganan yang memadai.
Fokus pada Keselamatan, Bukan Sekadar Tugas
Saat ditanya mengenai detail medis pasien, seperti jenis tumor atau prosedur kemoterapi yang akan dijalani, Pak Jarno menjawab dengan bijak dan rendah hati. Fokus utamanya bukanlah pada data medis, melainkan pada keselamatan dan ketepatan waktu sampai di tujuan.
“Kurang paham kalau itu (detail tindakan medis), itu sudah urusan pasien dan keluarga. Tugas saya fokus mengantar dengan selamat sampai tujuan,” tambahnya.
Dedikasi Pak Jono menjadi potret nyata betapa pentingnya keberadaan ambulans desa dan sosok sopir yang siap sedia kapan pun dibutuhkan. Baginya, menjadi sopir ambulans bukan sekadar profesi, melainkan bentuk pengabdian kepada warga Desa Yamansari agar mereka mendapatkan akses kesehatan yang lebih cepat dan layak.
Mengenai kapasitas penanganan di RSUD Brebes, Direktur drg. Adhi Supriyadi, M.Kes., memberikan klasifikasi penting terkait jenis layanan yang tersedia:
Benjolan Biasa (Tumor): RSUD Brebes sudah memiliki kemampuan dan fasilitas untuk menangani kasus benjolan atau tumor umum.
Kanker: Untuk penanganan kanker (yang bersifat ganas), pihak rumah sakit menyatakan belum memulai layanan tersebut karena saat ini masih dalam proses melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
Reporter: Teguh
Brebes, DN-II Anggota Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes terus memperkuat sinergi dengan elemen masyarakat di lokasi sasaran. Bertempat di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Satgas TNI melakukan pendekatan persuasif dengan merangkul generasi muda yang tergabung dalam Karang Taruna Abhinaya Dharma, Senin (23/02/2026).
Dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 45 pemuda setempat tersebut, Serda Djoko Santoso hadir mewakili Satgas TMMD untuk memberikan arahan dan imbauan terkait peran strategis pemuda dalam menyukseskan pembangunan desa.
Serda Djoko Santoso menegaskan bahwa kehadiran TNI dalam program TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur jalan atau jembatan, melainkan juga membangun mentalitas pemudanya.
“Generasi muda adalah motor penggerak. Infrastruktur yang kami bangun di Desa Cikuya ini akan sia-sia jika tidak dirawat dan dimanfaatkan oleh pemudanya. Kami ingin Karang Taruna Abhinaya Dharma menjadi pelopor perubahan di desa ini,” ujar Serda Djoko di hadapan para pengurus. 
Ketua Karang Taruna Abhinaya Dharma, Ramadhan (29), menyambut baik arahan yang diberikan oleh pihak Satgas. Menurutnya, kehadiran TNI di desa mereka memberikan motivasi baru bagi para pemuda untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dari Kodim 0713/Brebes. Arahan dari Serda Djoko sangat membakar semangat kawan-kawan. Kami siap mendukung penuh setiap tahapan TMMD hingga selesai dan memastikan pemuda Cikuya tetap solid,” tegas Ramadhan.
Kegiatan yang berlangsung akrab ini ditutup dengan diskusi santai mengenai rencana kerja bakti bersama antara TNI dan pemuda pada sisa waktu program TMMD Reguler ke-127 di wilayah tersebut.(Rio/Pradista)
Brebes, DN-II Kebahagiaan terpancar jelas dari wajah Ibu Gunah (50) dan putrinya, Ibu Suherti (38), saat memanen padi di hamparan sawah mereka pada Senin (23/02/2026). Selain hasil panen yang melimpah, ada alasan lain yang membuat semangat mereka berlipat ganda: akses jalan yang kini sudah mulus.
Program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes telah berhasil menyulap jalan usaha tani yang dulunya sulit dilewati menjadi akses transportasi yang layak. Kini, kendaraan pengangkut hasil bumi bisa langsung menjangkau area persawahan tanpa hambatan.
Ibu Gunah menceritakan betapa sulitnya perjuangan mereka di masa lalu. Sebelum adanya perbaikan jalan dari program TMMD, mengangkut hasil panen adalah tantangan fisik yang berat.
“Kalau dulu, padi harus dipanggul manual sampai ke jalan besar baru bisa dinaikkan ke kendaraan. Jauh dan capek sekali,” kenang Ibu Gunah saat ditemui di sela-sela aktivitas menggepyok (merontokkan) padi. 
Kini, pemandangan tersebut berganti. Kendaraan pengangkut dapat masuk hingga mendekati titik panen, menghemat waktu serta tenaga para petani secara signifikan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kehadiran Babinsa, Serda Djoko Santoso, di tengah-tengah petani saat masa panen menambah suasana kekeluargaan. Ibu Gunah pun tidak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para prajurit TNI yang telah bekerja keras membangun desa mereka.
“Terima kasih untuk TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes karena sudah membuat bagus jalan kami. Ini sangat membantu rakyat kecil seperti kami,” pungkasnya dengan senyum lebar.
Perbaikan jalan ini diharapkan tidak hanya memudahkan proses panen, tetapi juga meningkatkan perputaran ekonomi warga desa melalui distribusi hasil pertanian yang lebih cepat dan efisien.(Rio/Pradista)
Brebes, DN-II Memasuki bulan suci Ramadhan, kemanunggalan TNI dengan rakyat tidak hanya terlihat pada pembangunan fisik, tetapi juga melalui pendekatan spiritual. Personel Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes melaksanakan ibadah shalat Tarawih berjamaah bersama warga di Mushola Riyadhul Huda, Desa Cikuya, Senin (23/02/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan emosional dan menjaga suasana kondusif di lokasi sasaran TMMD. Di tengah kesibukan mengerjakan sasaran fisik di siang hari, para prajurit tetap meluangkan waktu untuk beribadah dan berbaur dengan masyarakat setempat.
Salah satu personel Satgas yang hadir, Pratu Rifqi Ramadhani, menyampaikan bahwa momen ibadah bersama ini adalah cara terbaik untuk mengenal warga lebih dekat.
“Selain menjalankan kewajiban sebagai muslim, shalat berjamaah di Mushola Riyadhul Huda ini menjadi sarana kami untuk berkomunikasi sosial dengan warga. Kami ingin masyarakat merasa bahwa TNI adalah bagian dari keluarga mereka,” ujar Pratu Rifqi setelah pelaksanaan ibadah.
Kehadiran para prajurit di mushola disambut hangat oleh tokoh agama dan jamaah Desa Cikuya. Suasana khidmat menyelimuti rangkaian ibadah, mulai dari shalat Isya hingga Tarawih dan Witir.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan jalinan persaudaraan antara TNI dan warga Desa Cikuya semakin kokoh, sehingga pelaksanaan program TMMD dapat berjalan lancar dengan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat hingga selesai nanti.(Rio/Pradista)
