BREBES, DN-II Bulan Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum besar untuk transformasi diri, baik dalam interaksi sosial maupun perilaku di ruang siber. Di tengah kekhusyukan ibadah, masyarakat diajak untuk tetap mengedepankan ketertiban umum dan kesantunan digital.
Dalam diskusi di Singosari FM, Sabtu (21/02/2026), Muhammad Naryoko, S.Fil.I., M.S.I., Anggota DPRD Jawa Tengah sekaligus Ketua Fraksi PPP, menyoroti pentingnya menjaga harmoni di tengah masyarakat selama bulan suci.
Berikut adalah tiga poin utama yang ditekankan dalam refleksi tersebut:
1. Memaknai Tradisi dengan Ketertiban
Kegiatan komunal seperti Sahur on the Road (SOTR) memang menjadi warna tersendiri dalam tradisi lokal. Namun, Naryoko mengingatkan bahwa esensi berbagi jangan sampai terdistorsi oleh kegaduhan yang mengganggu ketenangan publik.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Pembatasan kegiatan tertentu oleh aparat bukan bermaksud membatasi ruang ibadah, melainkan upaya preventif terhadap potensi gesekan sosial, seperti tawuran atau balapan liar,” ujarnya. Masyarakat diimbau merayakan semangat Ramadan dengan cara yang lebih santun tanpa mengusik hak istirahat warga lainnya.
2. Ramadan sebagai Madrasah Sosial
Bulan suci ini dipandang sebagai waktu yang tepat untuk mengasah kepekaan sosial melalui dua pilar utama:
Toleransi Aktif: Menghargai perbedaan di tengah masyarakat yang majemuk untuk menjaga persatuan.
Solidaritas Ekonomi: Ramadan menjadi momentum emas menghidupkan ekonomi kerakyatan. Dengan mengutamakan belanja di UMKM dan pedagang takjil lokal, masyarakat turut memastikan roda ekonomi berputar di akar rumput.
3. Melawan “Polusi” Informasi di Ruang Digital
Gangguan ketertiban saat ini tidak lagi hanya terjadi di jalanan, tetapi juga di layar ponsel. Hoaks dan disinformasi sering kali menjadi “racun” yang merusak kekhusyukan ibadah.
Muhammad Naryoko secara khusus memberikan tips menjaga Etika Digital:
Literasi Sebelum Aksi: Pastikan sumber informasi berasal dari media yang kredibel.
Verifikasi Berlapis: Gunakan prinsip cek dan ricek sebelum menekan tombol share.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Waspada Berita “Daur Ulang”: Berhati-hatilah terhadap konten lama (video bencana atau kerusuhan masa lalu) yang diunggah kembali demi memicu kepanikan.
Kendali Jari: Hindari ambisi menjadi yang tercepat dalam menyebar berita tanpa validitas yang jelas.
Penutup
Dunia digital adalah cermin dari adab kita di dunia nyata. Dengan menjaga lisan di dunia nyata dan menjaga “jempol” di dunia maya, kita dapat meraih esensi Ramadan yang utuh: kedamaian bagi diri sendiri dan manfaat bagi sesama.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Menyongsong bulan suci Ramadan 1447 H, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PKS, Sururi Fuad, menyoroti sejumlah agenda strategis yang mendesak untuk dibenahi. Mulai dari revitalisasi ruang publik hingga stabilitas ekonomi kerakyatan, Sururi menekankan bahwa momentum Ramadan tahun ini harus menjadi titik balik perbaikan estetika kota dan kesejahteraan warga Kabupaten Brebes.
Menghidupkan Kembali Panggung Kreativitas Musisi Lokal
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah mandeknya sektor ekonomi kreatif. Sururi menyayangkan terhentinya wadah kreativitas bagi musisi pemula yang sebelumnya sempat diinisiasi oleh Dinas Pariwisata.
“Kami melihat potensi besar dari anak muda Brebes di bidang musik. Sayangnya, ruang tampil mereka sempat vakum tanpa alasan yang jelas,” ujar Sururi dalam dialog yang berlangsung Sabtu (21/02/2026).
Sebagai langkah konkret, pihak legislatif berkomitmen mendorong pengaktifan kembali panggung-panggung kreativitas pasca-Lebaran mendatang. Tujuannya jelas: menghidupkan kembali ekosistem seni yang sempat meredup di Brebes.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Evaluasi Alun-Alun: Belajar dari Keberhasilan Daerah Tetangga
Penataan Alun-Alun Brebes tak luput dari evaluasi tajam. Sebagai “wajah” kabupaten, kondisi pusat kota saat ini dinilai memerlukan sentuhan perubahan signifikan, terutama terkait penataan pedagang kuliner.
Sururi mendorong Pemerintah Kabupaten Brebes untuk melakukan studi komparatif dengan Kota Tegal yang dianggap sukses menata ruang publik menjadi lebih rapi dan estetis. Penataan yang maksimal diharapkan tidak hanya memberikan kenyamanan bagi warga lokal, tetapi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang melintas di jalur Pantura.
Lima Pesan Kunci Jelang Ramadan
Menutup dialog tersebut, Sururi Fuad menyampaikan lima pesan utama bagi masyarakat Brebes dalam menyambut bulan puasa:
Peningkatan Kualitas Diri: Menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat hubungan spiritual dan kapasitas diri.
Belanja Bijak (Anti-Panic Buying): Masyarakat diimbau tidak menimbun stok barang agar distribusi pasar tetap stabil dan merata.
Prioritaskan Produk Lokal: Menghidupkan ekonomi rakyat dengan membeli takjil maupun kebutuhan Lebaran dari pelaku UMKM Brebes.
Ketertiban Umum & Bijak Medsos: Menjaga toleransi, keamanan lingkungan, serta lebih selektif dalam menyebarkan informasi di media sosial.
Empati Sosial: Meningkatkan kepedulian melalui aksi sosial dan sedekah kepada warga yang membutuhkan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Ramadan adalah saatnya kita mempertebal empati. Dengan berbelanja di tetangga atau UMKM lokal, kita secara langsung menjaga nadi ekonomi di akar rumput tetap berdenyut,” pungkasnya.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Genap satu tahun menakhodai Kabupaten Brebes, pemerintahan Bupati Paramitha Widya Kusuma menunjukkan progres signifikan. Melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik), Pemerintah Kabupaten Brebes merilis capaian pembangunan yang mencakup transformasi infrastruktur, penguatan jaring sosial, hingga digitalisasi daerah.
Kepala Diskominfotik Brebes, Warsito Eko Putro, menegaskan bahwa fokus utama setahun terakhir adalah menghadirkan dampak nyata yang melampaui sekadar statistik di atas kertas.
“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaat pembangunan, bukan sekadar laporan angka. Ini adalah fondasi menuju Brebes yang lebih maju,” ujar Warsito dalam siaran persnya, Jumat (20/2/2026).
1. Akselerasi Infrastruktur dan Konektivitas
Dalam 12 bulan terakhir, wajah infrastruktur Brebes mengalami perbaikan besar-besaran guna mendukung mobilitas ekonomi warga:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Perbaikan Jalan & Jembatan: Rehabilitasi 287 ruas jalan kabupaten sepanjang 117,77 km dan 65 jembatan.
Pengendalian Banjir: Normalisasi 721,49 km saluran pembuang dan perbaikan 99,8 km drainase perkotaan.
Sanitasi & Air Bersih: Pembangunan 1.742 sambungan air bersih baru serta program jambanisasi di 1.581 rumah tangga.
2. Fokus pada SDM: Pendidikan dan Kesehatan
Sektor pendidikan dan kesehatan menjadi pilar utama dalam mencetak generasi unggul Brebes:
Beasiswa & Literasi: Melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana, 480 mahasiswa mendapatkan beasiswa. Selain itu, Program Gas Rolas berhasil mengembalikan 628 anak putus sekolah ke bangku pendidikan.
Kesehatan Door to Door: Layanan kesehatan jemput bola telah menjangkau lebih dari 204.000 warga.
Tekan Stunting: Pemantauan intensif dilakukan terhadap 113.759 balita untuk memastikan penurunan angka stunting secara konsisten.
3. Perlindungan Sosial dan Ekonomi Kerakyatan
Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada kelompok rentan dan pegiat sosial:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kemandirian Ekonomi: Sebanyak 2.000 keluarga dinyatakan lulus (graduasi) dari Program Keluarga Harapan (PKH), menandakan peningkatan taraf hidup.
Insentif Keagamaan: Penyaluran insentif bagi 21.000 pegiat keagamaan, termasuk guru ngaji dan pengasuh pesantren.
Rumah Layak Huni: Bedah rumah dilakukan pada 1.375 unit rumah tidak layak huni (RTLH).
4. Transformasi Digital: “Brebes Merdeka Internet”
Menjawab tantangan zaman, program Brebes Merdeka Internet kini hadir di ruang-ruang publik. Akses internet gratis telah aktif di Alun-alun Brebes, Monumen Perjuangan, hingga sentra kuliner untuk mendukung UMKM dan kreativitas pemuda.
Prestasi dan Stabilitas Daerah
Kerja keras ini membuahkan sederet penghargaan bergengsi sepanjang 2025-2026, di antaranya:
Kabupaten Layak Anak tingkat Nindya.
Innovative Government Award (IGA) 2025.
Penghargaan Pelayanan Publik dari KemenPAN-RB untuk RSUD Brebes.
Warsito menutup dengan optimisme bahwa stabilitas politik dan keamanan di Brebes yang terjaga selama setahun ini menjadi modal kuat untuk menarik investasi di masa depan. “Evaluasi tetap berjalan. Masukan masyarakat adalah kompas kami untuk program-program selanjutnya,” pungkasnya.
Red/Casroni
BREBES, DN-II Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, menegaskan komitmen jajarannya dalam menjaga kondusifitas wilayah menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang digelar di Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes, Jumat (20/2/2026).
Dalam arahannya, Kapolres menginstruksikan seluruh jajaran Satuan Fungsi hingga Polsek untuk melakukan aksi nyata di lapangan guna mengantisipasi tumbuhnya penyakit masyarakat (pekat).
Polres Brebes telah memetakan sejumlah kerawanan yang menjadi prioritas pengamanan selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri mendatang. Fokus utama kepolisian meliputi ; pemberantasan miras dan perjudian yakni dengan penindakan terhadap peredaran miras ilegal serta judi konvensional maupun online. Kemudian antisipasi kejahatan jalanan seperti balap liar, penggunaan knalpot brong, dan penggunaan petasan berbahaya.
Kemudian kejahatan konvensional dengan melakukan pengawasan ketat terhadap aksi copet, hipnotis (gendam), premanisme, serta pencurian (Curat, Curas, Curanmor). Serta antisipasi Konfilk sosial berupa pencegahan tawuran remaja dan fenomena “perang sarung” yang kerap meresahkan warga.
“Kita tidak ingin Ramadhan ternoda oleh aksi-aksi kriminalitas. Saya minta seluruh jajaran banyak aksi di lapangan, bukan sekadar arahan. Kita harus hadir di tengah masyarakat untuk menciptakan rasa aman,” tegas AKBP Lilik Ardhiansyah.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menghadapi dinamika global yang berdampak pada ekonomi nasional, Kapolres menekankan pentingnya konsep Kolaborasi Bersama. AKBP Lilik mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali mengaktifkan kegiatan ronda malam (Siskamling) sebagai benteng awal deteksi dini gangguan Kamtibmas.
Selain itu, kepolisian juga memberikan perhatian khusus pada lonjakan aktivitas di pusat perbelanjaan, pasar tumpah, terminal, serta kesiapan jalur mudik yang melintasi wilayah hukum Kabupaten Brebes.
Di akhir arahannya, Kapolres mengingatkan melalui pesan humanis bahwa keberagaman masyarakat Brebes adalah kekuatan yang harus dijaga dengan semangat toleransi.
“Indonesia adalah bangsa yang heterogen. Tugas kita adalah menyamakan persepsi agar tujuan besar kita, yaitu Brebes yang aman, tertib, dan harmonis selama bulan suci, dapat terwujud,” pungkasnya.
Rakor yang dihadiri sekitar 200 peserta terdiri dari unsur Forkopimda, kepala OPD, Camat, Kapolsek, Danramil, hingga perwakilan Kepala Desa serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas se-Kabupaten Brebes ini menjadi titik awal dimulainya rangkaian operasi pengamanan kewilayahan guna memastikan masyarakat Muslim di Kabupaten Brebes dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk. (Red/Hms)
BREBES, DN-II Sejumlah Tenaga Kesehatan (Nakes) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Brebes mendatangi Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk menyampaikan aspirasi terkait penurunan drastis pendapatan mereka. Dalam audiensi tersebut, para nakes didampingi oleh Sutrisno, mantan pegawai Puskesmas Brebes yang memiliki kedekatan emosional dengan para pelapor. (20/2/2026).
Persoalan Pendapatan yang “Terjun Bebas”
Inti dari keluhan yang disampaikan oleh sebanyak 26 nakes tersebut adalah adanya ketimpangan pada nilai Jasa Pelayanan (Jaspel). Berdasarkan keterangan di lapangan, terjadi penurunan pendapatan yang cukup signifikan bagi para nakes PPPK:
Kondisi Sebelumnya: Nakes rata-rata menerima total penghasilan sekitar Rp3.000.000 (terdiri dari gaji pokok Dinkes Rp2.050.000 ditambah Jaspel sekitar Rp1.000.000).
Kondisi Saat Ini: Nilai Jaspel merosot tajam hingga hanya menyisakan sekitar Rp300.000.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Penurunan yang drastis ini memicu keresahan, sehingga para pegawai merasa perlu melakukan konsultasi dan menyampaikan protes agar ada solusi yang adil,” ujar Sutrisno saat mendampingi perwakilan nakes menghadap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Brebes.
Respon Dinkes: Janjikan Revisi Aturan
Menanggapi aspirasi tersebut, pihak Dinas Kesehatan Brebes menyatakan akan segera mengambil langkah evaluatif. Kadinkes menegaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan revisi aturan terkait teknis pemberian Jaspel agar lebih proporsional.
“Pihak Dinas menyampaikan bahwa proses revisi aturan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan. Targetnya, penyesuaian baru akan mulai terlihat pada Maret mendatang, sehingga besaran pendapatan tidak lagi mengalami ketimpangan atau ‘jomplang’,” tambah Sutrisno.
Aksi Solidaritas Tanpa Pamrih
Meski sudah tidak aktif di instansi tersebut, Sutrisno menegaskan bahwa keterlibatannya dalam mengawal aspirasi 26 nakes ini murni didasari rasa solidaritas sebagai mantan rekan sejawat. Ia memastikan bahwa seluruh pendampingan yang ia berikan bersifat sukarela.
“Saya mendampingi mereka tanpa memungut biaya apa pun alias gratis. Ini murni bentuk dukungan moral karena saya pernah bekerja bersama mereka dan memahami kondisi di lapangan,” tegasnya.
Diharapkan dengan adanya komitmen revisi dari Dinkes pada bulan Maret nanti, kesejahteraan nakes di Brebes dapat kembali stabil demi menunjang pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih maksimal.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Kabupaten Brebes ternyata menyimpan kekayaan pariwisata yang luar biasa. Dengan 35 objek wisata yang tersebar dari pesisir hingga pegunungan, Pemerintah Kabupaten Brebes kini mulai tancap gas. Fokusnya jelas: menjadikan potensi lokal sebagai destinasi wisata edukasi unggulan bagi pelajar. (20/2/2026).
Keberagaman Destinasi: Dari Pesisir hingga Situs Purbakala
Dari total puluhan destinasi yang ada, pengelolaan pariwisata di Brebes terbagi dalam dua skema. Tiga objek wisata dikelola langsung oleh Pemerintah Daerah, yakni Pantai Randusanga Indah (Par-In), Pemandian Air Panas (PAP) Tirta Husada di Pakujati, dan Cipanas Buaran di Bantarkawung.
Sementara itu, 32 objek wisata lainnya dikelola secara kolaboratif bersama masyarakat dan pihak terkait. Beberapa destinasi unggulan yang menjadi primadona antara lain:
Wisata Air: Waduk Malahayu, Waduk Penjalin, dan Teluk Rasira.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ekosistem Pesisir: Mangrove Pandansari, Pulau Cemara, dan Mangrove Kali Anyar.
Wisata Pegunungan: Perkebunan Teh Kaligua, Curug Cantel, hingga destinasi baru DTW Jonggrang Forest.
“Alhamdulillah, setiap tahun angka kunjungan wisata di Brebes terus menunjukkan tren peningkatan,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiarso, S.Hut., M.Si., dalam diskusi tersebut.
Menepis Budaya Karyawisata “Luar Kota”
Pemerintah Kabupaten Brebes juga tengah berupaya mengubah paradigma study tour atau karyawisata sekolah. Selama ini, banyak siswa di Brebes yang justru lebih mengenal Yogyakarta, Jakarta, atau Bali dibandingkan daerahnya sendiri.
Menanggapi fenomena ini, Pemkab berkomitmen menawarkan Paket Wisata Pelajar yang kompetitif dan selaras dengan kurikulum sekolah. Strateginya adalah melalui Wisata Tematik, yang membagi wilayah Brebes berdasarkan fokus edukasinya:
Wilayah Selatan (Sejarah & Purbakala): Melalui Museum Purbakala Bumiayu, siswa diajak mengenal jejak purbakala di tanah Jawa.
Wilayah Tengah (Budaya Adat): Mengenal masyarakat hukum adat Jalawastu, satu-satunya komunitas adat unik yang masih lestari di Jawa Tengah.
Wilayah Pesisir (Ekosistem): Fokus pada pengenalan ekosistem pantai dan capacity building di kawasan Mangrove Sari.
Agrowisata: Edukasi sektor pertanian melalui sentra kebun kelengkeng dan pisang di wilayah Negla.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menguatkan Identitas Melalui Muatan Lokal
Strategi ini dirancang agar sektor pariwisata tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga media penguatan karakter. Unsur muatan lokal dan koneksi langsung dengan mata pelajaran sejarah menjadi poin utama.
“Kami ingin siswa memiliki koneksi emosional dengan identitas daerahnya. Harapannya, generasi muda mengenal kekayaan daerah sendiri tanpa harus merasa perlu pergi jauh-jauh ke luar kota,” pungkas Fajar.
Dengan integrasi paket edukasi ini, Kabupaten Brebes optimistis pariwisata akan menjadi pilar utama dalam membangun kebanggaan dan kecintaan pelajar terhadap potensi lokal mereka sendiri.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
BREBES, DN-II Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Brebes menjatuhkan vonis 5 bulan penjara kepada Ardiansyah, terdakwa kasus perusakan di area Mapolres Brebes. Meski terdakwa masih berstatus sebagai pelajar, proses hukum tetap ditempuh melalui peradilan dewasa karena faktor usia.
Hakim sekaligus Juru Bicara PN Brebes, Nurahmat, mengonfirmasi bahwa putusan tersebut telah dibacakan dalam persidangan baru-baru ini.
“Perkara perusakan di Polres atas nama terdakwa Ardiansyah sudah diputus. Hakim menjatuhkan hukuman lima bulan penjara,” ujar Nurahmat saat memberikan keterangan di kantor PN Brebes, didampingi Panitera Muda Hukum, Moh. Iqbal, Jumat (20/2/2026).
Alasan Penggunaan Peradilan Dewasa
Kasus ini sempat menarik perhatian lantaran status terdakwa yang masih menempuh pendidikan di bangku sekolah. Namun, Nurahmat menegaskan bahwa parameter yang digunakan pengadilan bukanlah status sosial atau pendidikan, melainkan usia biologis saat tindak pidana terjadi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Berdasarkan fakta persidangan, Ardiansyah diketahui telah berusia 19 tahun, meski ia masih tercatat sebagai siswa kelas 3 di sekolahnya.
“Perlu dicatat bahwa ini masuk dalam perkara dewasa, bukan perkara anak. Hal ini dikarenakan usia terdakwa sudah lebih dari 18 tahun. Meskipun pihak sekolah telah mengirimkan surat pernyataan bahwa yang bersangkutan masih aktif bersekolah, secara hukum usia 19 tahun sudah melewati batas minimal usia Anak,” jelas Nurahmat.
Menjalani Masa Tahanan di Lapas Brebes
Pihak PN Brebes memastikan seluruh proses persidangan berjalan transparan sesuai prosedur hukum acara pidana. Dengan vonis ini, terdakwa diharapkan dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya atas insiden perusakan di markas kepolisian tersebut.
Sesaat setelah putusan dibacakan, Ardiansyah langsung dieksekusi untuk menjalani masa hukuman. “Terdakwa saat ini sudah berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes untuk menjalani masa pidananya,” tambah pihak pengadilan.
Hingga berita ini diturunkan, status putusan tersebut dinilai telah memiliki kekuatan hukum tetap, kecuali jika ada upaya hukum lanjutan klo sudah berkekuatan hukum tetap maka tidak ada upaya hukum banding.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Dinas Sosial Kabupaten Brebes menunjukkan respons cepat dalam menangani dua bencana alam yang terjadi secara simultan: banjir luapan di Kecamatan Losari dan fenomena tanah bergerak di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog. Meski jajaran pimpinan sedang menjalankan agenda kedinasan di luar kota, dipastikan penyaluran bantuan di lapangan tetap berjalan tanpa hambatan. (20/2/2026).
Darurat Tanah Bergerak: 176 KK Dievakuasi ke Lokasi Aman
Situasi paling kritis terpantau di Dukuh Bojong Sari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog. Fenomena tanah bergerak dilaporkan terjadi dengan intensitas tinggi—hampir setiap menit—sehingga mengancam keselamatan warga. Medan yang sulit dan status wilayah yang sempat terisolasi menjadi tantangan utama tim evakuasi.
Demi keselamatan jiwa, sebanyak 176 Kepala Keluarga (KK) telah direlokasi. Titik pengungsian dipusatkan di Pondok Pesantren Al Munawir, Dukuh Limbangan.
“Kami memilih titik ini karena struktur tanahnya terbukti stabil dan kapasitasnya memadai untuk menampung warga dalam jumlah banyak,” ujar Tarsono, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Brebes.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Banjir Perbatasan: Logistik Darurat untuk Losari
Di wilayah pesisir, banjir merendam tiga desa di Kecamatan Losari, termasuk Desa Losari Lor dan Desa Losari Kidul. Begitu menerima laporan dari BPBD dan Camat setempat, Dinas Sosial segera menerjunkan tim Bidang Dayasos.
Sebagai langkah awal, bantuan logistik darurat berupa nasi bungkus langsung didistribusikan kepada warga terdampak. Mengingat posisi Losari yang berada di perbatasan provinsi, Dinsos kini berkoordinasi dengan pihak PSDA wilayah Cirebon dan Brebes untuk penanganan teknis luapan air.
Fasilitas Pengungsian dan Stok Logistik
Untuk menjamin kesejahteraan para pengungsi di Sirampog, Dinas Sosial telah menyiagakan fasilitas pendukung di lokasi pengungsian, antara lain:
Dapur Umum: Beroperasi penuh di Dukuh Limbangan untuk menyuplai kebutuhan konsumsi.
Hunian Darurat: Pendirian 2 unit tenda umum dan 3 unit tenda keluarga.
Bantuan Sandang: Penyaluran pakaian layak pakai untuk dewasa dan anak-anak.
Ketahanan Pangan: Stok logistik mencakup 1.200 paket makanan siap saji, minyak goreng, dan bahan pokok lainnya.
Koordinasi Real-Time di Tengah Agenda Luar Kota
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Aksi cepat ini tetap berjalan efektif meski jajaran pimpinan Dinas Sosial tengah menghadiri rapat koordinasi mengenai MOU Kube (Kelompok Usaha Bersama) APBD 1 di Semarang. Kabid Pemberdayaan Sosial menegaskan bahwa sistem komando di lapangan sudah berjalan otomatis.
“Bencana tidak bisa menunggu. Meski kami sedang ada agenda di Semarang, instruksi penanganan langsung tersampaikan secara real-time. Tim di lapangan bergerak sigap untuk memastikan warga tidak kekurangan bantuan,” pungkas Tarsono.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
BREBES, DN-II Menunjukkan komitmen terhadap kebersihan dan kenyamanan publik, jajaran Polres Brebes bersama Pemerintah Kabupaten Brebes dan Kodim 0713 menggelar aksi kerja bakti massal pada Jumat pagi (20/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Lingkungan Asri Tingkat Kabupaten Brebes.
Acara yang dimulai pukul 07.30 WIB ini dipusatkan di jantung Kota Brebes, melibatkan sekitar 200 personel gabungan. Kehadiran para petinggi daerah menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga estetika dan kebersihan lingkungan kabupaten.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat utama, di antaranya Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes, M. Sodiq, Waka Polres Brebes, Kompol Purbo Adjar Waskito dan Danramil 01 Brebes.
Ratusan personel yang terlibat menyisir beberapa titik vital yang menjadi ikon dan wajah Kabupaten Brebes. Fokus pembersihan meliputi, kawasan Alun-alun Brebes, sepanjang Jalan Diponegoro dan sepanjang Jalan Ahmad Yani
Para peserta kerja bakti merupakan gabungan dari anggota Kodim 0713 Brebes, Polres Brebes, Sat Pol PP, hingga petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Kabupaten Brebes.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan sampah, tapi merupakan simbol sinergi kita semua dalam menciptakan lingkungan yang asri dan nyaman bagi masyarakat Brebes,” ujar salah satu perwakilan di sela-sela kegiatan.
Hingga berakhirnya acara, kondisi kawasan pusat kota kini nampak lebih bersih dan tertata pasca aksi gerakan lingkungan ini.
Dalam kesempatan tersebut, Ps Kasi Humas Polres Brebes Iptu Indra Prasetyo yang juga mengikuti kegiatan menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap lingkungan sosial.
“Kegiatan Gerakan Lingkungan Asri ini bukan sekadar agenda seremonial pembersihan jalan, melainkan upaya kami untuk menanamkan budaya hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat. Kami ingin memberikan contoh bahwa sinergitas antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah hadir hingga ke aspek pemeliharaan lingkungan,,” ujar Kasi Humas.
“Kegiatan serupa juga berlangsung di Desa Cikuya Dimana TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Kodim 0713 Brebes sudah menginjak hari ke-10, Kini segala program baik Pemerintah Daerah maupun Polri ikut serta dalam menyengkuyung mensukseskan TMMD.” Tutupnya. (Rio/Hms)
BREBES, DN-II Suasana di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, mendadak riuh dengan tawa canda anak-anak pada Jumat (20/02/2026). Pemandangan menarik ini terjadi usai pelaksanaan sosialisasi pencegahan kebakaran yang merupakan bagian dari sasaran non-fisik TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes.
Sebagai bentuk apresiasi dan edukasi kedekatan, petugas Damkar Pos Kersana memperbolehkan anak-anak setempat untuk menaiki mobil pemadam kebakaran (Damkar). Kesempatan langka ini pun langsung disambut antusias oleh puluhan anak yang sudah menanti sejak pagi.
Tanpa rasa takut, anak-anak berebut naik ke atas mobil berkelir merah tersebut. Didampingi oleh petugas dan personel Satgas TMMD, mereka diperkenalkan dengan berbagai peralatan pemadam, mulai dari selang besar hingga sirine yang sesekali dibunyikan, menambah kemeriahan suasana.
Keceriaan terpancar jelas dari wajah mereka. Bagi anak-anak di pelosok Desa Cikuya, bisa menyentuh langsung dan duduk di dalam kabin mobil pemadam kebakaran adalah pengalaman istimewa yang jarang mereka dapatkan.
“Senang sekali bisa naik mobil pemadam! Ternyata mobilnya besar dan alatnya banyak,” seru salah satu anak dengan wajah sumringah.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, Serka Sagiman, yang turut mengawasi jalannya kegiatan, menyebutkan bahwa momen ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari metode edukasi “belajar sambil bermain”.
“Kami ingin menanamkan jiwa keberanian dan mengenalkan profesi penyelamat kepada anak-anak sejak dini. Melalui pendekatan yang menyenangkan seperti ini, pesan-pesan tentang bahaya api akan lebih mudah diingat oleh mereka,” jelas Serka Sagiman.
Kegiatan ini membuktikan bahwa kehadiran Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes tidak hanya membawa perubahan fisik pada infrastruktur desa, tetapi juga mampu menghadirkan kebahagiaan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak sebagai generasi penerus.
Kepala Desa Cikuya, Bapak Sekod, yang turut menyaksikan momen tersebut, mengaku terharu melihat kedekatan aparat dengan anak-anak warga desanya.
“TMMD kali ini benar-benar membawa warna baru bagi desa kami. Anak-anak jadi punya cita-cita baru setelah melihat langsung kerja keras bapak-bapak TNI dan petugas Damkar,” pungkasnya.(Rio/Pradista)
