BREBEB, DN-II Kebijakan sejumlah sekolah di wilayah Brebes yang kerap menggelar kegiatan outing class atau study tour ke luar kota kembali memicu polemik. Di saat momen libur sekolah, SMA 1 Brebes diketahui melaksanakan kegiatan ke Bali, sementara SDN 4 Tengki mengadakan perjalanan ke Yogyakarta dan Candi Prambanan.
Langkah ini memicu kritik tajam dari masyarakat. Selain dinilai memberatkan wali murid di tengah kondisi ekonomi yang sulit, kebijakan ini dianggap tidak sejalan dengan upaya penguatan sektor pariwisata lokal demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kurangnya Empati di Tengah Himpitan Ekonomi
Tangguh Bahari, salah seorang tokoh masyarakat Brebes, menyampaikan keprihatinannya. Menurutnya, sekolah seolah menutup mata terhadap daya beli masyarakat yang sedang menurun akibat lonjakan harga kebutuhan pokok.
“Ekonomi sedang tidak baik-baik saja. Harga kebutuhan pokok seperti telur dan sayuran melonjak. Di tengah situasi sulit ini, sekolah justru memaksakan kegiatan ke luar kota dengan biaya tinggi. Ini jelas menunjukkan kurangnya empati terhadap kondisi wali murid,” ujar Tangguh pada Kamis (25/12/2025).
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Secara regulasi, tindakan sekolah yang mewajibkan atau secara tidak langsung memaksakan biaya study tour dapat berbenturan dengan Permendikbud No. 44 Tahun 2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan. Dalam aturan tersebut, pungutan tidak boleh dilakukan kepada orang tua/wali murid yang tidak mampu secara ekonomi dan tidak boleh dikaitkan dengan persyaratan akademik.
Dugaan Maladministrasi dan Pengabaian Wisata Lokal
Tangguh juga menyoroti peran Dinas Pendidikan yang dianggap melakukan pembiaran. Ia mendesak adanya surat edaran tegas yang membatasi perjalanan keluar daerah, sebagaimana semangat Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Tengah atau instruksi kepala daerah di berbagai wilayah yang mulai membatasi study tour ke luar provinsi demi keamanan dan efisiensi.
“Siapa lagi yang mau mengunjungi wisata Brebes kalau bukan orang Brebes sendiri? Kita punya Kompleks Bangunan Kuno Pemda, Makam Mbah Rubi, hingga Ranto Canyon. Membawa siswa ke sana jauh lebih edukatif dan membantu PAD kita sendiri,” tegasnya.
Pemanfaatan potensi lokal ini sebenarnya sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka (P5) dan UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, yang mendorong pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal.
Kritik Terhadap Mekanisme Musyawarah
Mekanisme pengambilan keputusan dalam rapat wali murid juga tak luput dari sorotan. Tangguh menduga ada praktik fait accompli atau pengkondisian antara pihak sekolah dengan biro perjalanan tertentu.
“Rapat sering kali hanya formalitas. Perwakilan yang diundang terbatas dan sudah ‘disetting’ untuk setuju. Ini bertentangan dengan prinsip transparansi,” ungkapnya.
Jika terdapat pemaksaan atau penentuan vendor secara sepihak yang merugikan wali murid, hal ini dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap Pasal 12 huruf e UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, terkait pungutan liar atau pemerasan dalam jabatan, jika ditemukan unsur keuntungan pribadi bagi aparatur sekolah.
Menuntut Esensi Pendidikan, Bukan Hura-Hura
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Masyarakat berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes segera mengevaluasi izin outing class. Sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dalam UU No. 20 Tahun 2003 (Sisdiknas), setiap kegiatan di luar sekolah seharusnya berorientasi pada pengembangan karakter dan pengetahuan, bukan sekadar hura-hura yang membebani finansial.
“Zaman sudah canggih, sekolah harus kreatif berbasis kearifan lokal. Jangan sampai dinas bersembunyi di balik alasan ‘tidak melarang’ namun membiarkan praktik yang memberatkan rakyat kecil terus berlanjut,” pungkas Tangguh.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
Brebes, DN-II Perayaan malam Natal di wilayah Kabupaten Brebes dan sekitarnya terpantau berjalan aman, damai, dan kondusif. Kelancaran ibadah fisik di berbagai gereja didukung oleh pengamanan ketat dari ratusan personel gabungan yang disiagakan sejak sore hari.
Ratusan personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga organisasi kemasyarakatan dikerahkan untuk menjaga titik-titik krusial. Fokus utama pengamanan terletak pada gereja-gereja besar yang menyelenggarakan misa malam Natal dengan jemaat dalam jumlah banyak.
Jelang perayaan malam Natal, untuk memastikan kondusif dilapangan jajaran Forkopimda Brebes juga melakukan kunjungan kesejumlah gereja dan pos pengamanan diwilayah kota Brebes, Rabu (24/12) petang kemarin.
Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah melalui Kasatgas Humas Operasi Lilin Candi (OLC) Iptu Indra Prasetyo menyatakan bahwa malam puncak natal di wilayah Brebes berlangung aman dan kondusif.
Iptu Indra menyebutkan, skema pengamanan dilakukan secara berlapis, mulai dari pemeriksaan di pintu masuk hingga patroli mobile di wilayah pusat keramaian dan tempat ibadah.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kami memastikan setiap jemaat dapat beribadah dengan tenang. Selain menempatkan personel statis di gereja, tim gabungan juga berpatroli untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi ibadah,” ujar Iptu Indra saat memantau pengamanan disejumlah Gereja di Jalan Yos Sudarso Brebes, Kamis (25/12/2025) pagi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, arus lalu lintas di jalur-jalur mudik baik jalur Tol maupun arteri tampak ramai lancar. Tidak terjadi kemacetan berarti meski terdapat peningkatan volume kendaraan yang melintas diwilayah Kabupaten Brebes.
Indra menambahkan, selain tempat ibadah, selama pelaksanaan OLC personel gabungan juga melaksanakan patroli ditempat keramaian seperti, Stasiun, pusat perbelanjaan serta pusat kota untuk menjaga keamanan wilayah.
Sementara itu, salah satu pihak pengelola Gereja menyampaikan apresiasinya terhadap kesigapan petugas dalam melaksanakan rangkaian puncak peringatan Natal 2025.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari personel gabungan. Kehadiran mereka memberikan rasa aman bagi kami untuk merayakan hari kelahiran Yesus Kristus dengan khidmat.Kedamaian malam Natal kali ini menjadi cerminan toleransi yang kuat antarwarga di Brebes,” ungkap pendeta Agus Yusak.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di wilayah Brebes dilaporkan tetap terkendali. Dan, personel gabungan yang terlibat dalam Operasi Lilin Candi (OLC) pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2025 tetap disiagakan sampai dengan selesainya Operasi. (Red/Hms).
BREBES, DN-II– Dalam upaya mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes kamis 24 Desember 2025 menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa satu unit mobil operasional dari Bank Jateng. Penyerahan bantuan ini menjadi simbol sinergi kuat antara sektor perbankan dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan wilayah.
Bantuan kendaraan operasional tersebut diserahkan secara simbolis oleh perwakilan Bank Jateng kepada jajaran pimpinan daerah di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Brebes. Unit mobil ini nantinya akan dialokasikan khusus untuk mendukung mobilitas lapangan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Brebes.
Optimalisasi Layanan Lapangan
Bupati Brebes Paramita Widya Kusuma menyampaikan apresiasi yang tinggi atas komitmen Bank Jateng dalam mendukung tata kelola keuangan daerah.
Kepala Bank Jateng Cabang Brebes saat ini adalah Edwin Irwan Senoaji,
Menurutnya, keterbatasan armada seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi petugas Bapenda yang harus menjangkau seluruh pelosok desa guna melakukan pemungutan maupun sosialisasi pajak.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Bank Jateng. Dengan luas wilayah Kabupaten Brebes yang mencakup banyak desa dan kecamatan, ketersediaan kendaraan operasional yang mumpuni sangat krusial untuk memastikan petugas lapangan bisa bergerak lebih cepat dan efisien,” ujarnya.
Mendorong Peningkatan PAD
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bapenda Kabupaten Brebes. Anna Dwi Rahayuning Rizki: menekankan bahwa bantuan ini akan langsung difokuskan pada program intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah. Adanya armada baru diharapkan mampu meminimalkan hambatan logistik dalam proses penagihan piutang pajak maupun monitoring objek pajak baru di lapangan.
“Target PAD kita setiap tahun terus meningkat. Oleh karena itu, mobilitas tinggi menjadi syarat mutlak. Dengan tambahan unit ini, kami optimis jangkauan pelayanan kepada wajib pajak akan semakin optimal, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kas daerah,” jelasnya.
Sinergi Berkelanjutan
Di sisi lain, perwakilan Bank Jateng mengungkapkan bahwa pemberian bantuan CSR ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus apresiasi atas kemitraan yang telah terjalin lama dengan Pemkab Brebes. Bank Jateng berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dalam mendukung program-program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Program CSR ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pemberian aset fisik, tetapi juga berlanjut dalam bentuk digitalisasi sistem pembayaran pajak. Sinergi antara fasilitas kendaraan dari CSR dan sistem perbankan yang modern diharapkan menciptakan ekosistem pemungutan pajak yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran di Kabupaten Brebes.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, jajaran Forkopimda Kabupaten Brebes melaksanakan monitoring langsung ke sejumlah Gereja dan Pos Pelayanan (Posyan) di wilayah Kecamatan Brebes pada Rabu (24/12/2025) sore.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Bupati Brebes, Ibu Hj. Paramita Widya Kusuma, didampingi Wakil Bupati Wurja, Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Sabto Broto, serta Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah.
Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel keamanan serta menjamin kenyamanan umat Kristiani dalam menjalankan ibadah.
Rombongan memulai tinjauan dari Posyan Alun-Alun Brebes, kemudian dilanjutkan ke Gereja HKBP, Gereja Kristen Jawa (GKJ), dan berakhir di Gereja Katolik Santa Maria Fatima Brebes.
Di setiap titik, Bupati beserta rombongan menyapa para pengurus gereja dan petugas keamanan yang berjaga.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Paramita Widya Kusuma menyampaikan ucapan selamat Natal kepada seluruh umat Kristiani di Kabupaten Brebes. Bupati berharap momentum Natal tahun ini membawa semangat baru untuk mempererat kerukunan antarumat beragama.
“Semoga Natal hari ini membawa semangat yang baru. Meski kita berasal dari berbagai suku dan bahasa, mari kita ciptakan situasi yang rukun dan damai. Saya mengajak kaum Nasrani untuk bersama-sama membangun Kabupaten Brebes yang lebih baik,” ujar Bupati Paramita.
Sebagai bentuk apresiasi, Forkopimda turut menyerahkan bingkisan kepada para petugas di Posyan dan Pospam, serta kepada pengurus gereja yang dikunjungi.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar di bawah pengamanan ketat personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan Dishub yang dipimpin oleh Wakapolres Brebes Kompol Purbo Adjar Waskito. (Red/Hms)
BREBES, DN-II Wakapolda Jawa Tengah, Brigjen Pol Latif Usman, melakukan peninjauan langsung ke Pos Pengamanan (Pospam) Terpadu Pejagan, Kabupaten Brebes, pada Rabu (24/12/2025).
Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan personel serta kelancaran arus mudik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di pintu masuk utama wilayah Jawa Tengah.
Kedatangan Wakapolda disambut langsung oleh Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Brebes dan instansi terkait.
Dalam arahannya, Brigjen Pol Latif Usman menekankan pentingnya strategi preventif dan humanis.
Wakapolda meminta jajaran untuk memperbanyak sarana edukasi seperti spanduk imbauan dan umbul-umbul guna memberikan rasa aman sekaligus menunjukkan kehadiran negara di tengah masyarakat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Tingkatkan kehadiran Polri dengan cara yang humanis. Pastikan masyarakat merasa dilayani dengan baik selama perjalanan mudik ini,” ujar Wakapolda.
Mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu, Wakapolda memberikan perhatian khusus pada kesiapsiagaan bencana alam. Dirinya menginstruksikan seluruh personel untuk bergerak cepat dan terkoordinasi jika terjadi situasi darurat di lapangan. Tak lupa, faktor kesehatan personel juga menjadi poin utama.
“Anggota harus menjaga kondisi fisik. Atur waktu istirahat dengan baik dan patuhi SOP agar pelayanan kepada masyarakat tetap prima,” tambahnya.
Selanjutnya, menjelang perayaan malam pergantian tahun, Wakapolda menegaskan bahwa Jawa Tengah tidak akan menggelar pesta kembang api. Hal tersebut merupakan bentuk empati dan solidaritas terhadap korban bencana alam di berbagai daerah.
“Kegiatan akan difokuskan pada doa bersama secara religius dan sederhana,” lanjutnya.
Terkait dengan arus Lalu Lintas, hingga Rabu siang, disampaikan volume kendaraan di ruas tol maupun jalur Pantura arteri mengalami peningkatan. “Namun, berkat kesiagaan petugas di lapangan, arus lalu lintas di wilayah Brebes terpantau masih dalam kondisi normal, lancar, dan terkendali,” terangnya.
Selain mengecek kesiapan personel, Wakapolda memberikan perhatian khusus pada implementasi Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai pembatasan operasional kendaraan angkutan barang selama masa libur Nataru.
Latif Usman menegaskan bahwa sosialisasi mengenai pembatasan kendaraan besar sudah dilakukan jauh-jauh hari. Meski mayoritas pengusaha angkutan patuh, petugas di lapangan masih menemukan adanya pelanggaran.
“Tentunya SKB yang ada sudah kita informasikan dan sosialisasikan lebih awal. Memang masih ada beberapa kendaraan besar yang melanggar. Namun, apabila kondisinya sudah krusial dan mengganggu arus lalu lintas, kami mohon maaf, akan dilakukan penindakan tegas dan terukur,” pungkas Wakapolda.
Dengan situasi dan kondisi yang ada baik infrastruktur, sarana dan prasarana maupun kondisi cuaca, Wakapolda juga menitipkan pesan kepada seluruh masyarakat yang sedang dalam perjalanan untuk selalu waspada dan berhati serta tidak memaksakan diri jika kondisi fisik sudah lelah saat menikmati libur Nataru. (Red/Hms)
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Brebes, DN-II Guna menjamin keamanan dan kenyamanan umat Kristiani dalam menjalankan ibadah Natal 2025, jajaran Personel Pos Pam Gereja Wilayah Jatibarang melaksanakan sterilisasi di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kecamatan Jatibarang, Selasa (23/12/2025) sore.
Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Jatibarang, AKP Kasam. Sterilisasi dilakukan di seluruh sudut area gereja untuk memastikan tidak ada benda mencurigakan sebelum ibadah dimulai.
“Tujuan utama kami adalah memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya jemaat GBI Jatibarang, agar dapat beribadah dengan khidmat tanpa rasa was-was,” ujar AKP Kasam.
Usai sterilisasi, kegiatan dilanjutkan dengan pengamanan ibadah Natal Umum pada pukul 17.30 WIB.
Sebanyak lima personel disiagakan untuk menjaga jalannya ibadah yang dihadiri sekitar 230 jemaat. Ibadah tersebut berlangsung khidmat di bawah pimpinan Pendeta Joel Manalu.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Hingga akhir kegiatan, situasi dilaporkan aman dan kondusif. “Hingga berakhirnya seluruh rangkaian ibadah pada malam ini, situasi di Gereja Bethel Indonesia Kecamatan Jatibarang terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ada hal-hal menonjol yang mengganggu jalannya kegiatan, sehingga para jemaat dapat kembali ke rumah masing-masing dengan tenang,” tutup Kapolsek. (Red/Hms)
BREBES, DN-II Nasib sekitar 200 tenaga honorer atau Non-ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes kini berada di ujung tanduk. Hal ini dipicu oleh kesalahan fatal dalam pemilihan jalur pendaftaran pada seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2024. Alih-alih mendaftar formasi PPPK, para tenaga honorer tersebut justru memilih jalur CPNS. (24/12/2025).
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Brebes, Dr. Moh. Syamsul Haris, S.H., M.H., menjelaskan bahwa keputusan para tenaga honorer untuk mencoba peruntungan di jalur CPNS berdampak sistemik pada status mereka dalam pendataan penataan tenaga Non-ASN.
Terganjal Aturan Administrasi dan Sinkronisasi Data
Penyebab utama ratusan pegawai ini tidak terakomodasi dalam skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)—baik penuh waktu maupun paruh waktu—adalah ketidakcocokan data pada sistem SSCASN.
“Persoalannya, saat pendaftaran seleksi tahun 2024 kemarin, mereka mendaftarkan diri pada jalur CPNS. Padahal, posisi mereka saat ini adalah tenaga honorer yang masuk database penataan. Karena tidak lolos di jalur CPNS, otomatis data mereka tidak terkunci dalam skema penyelesaian tenaga Non-ASN yang diprioritaskan untuk PPPK,” ujar Dr. Syamsul Haris saat dikonfirmasi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kesalahan pemilihan jalur ini mengakibatkan data mereka tidak sinkron dengan sistem integrasi pemerintah pusat yang dirancang khusus untuk menuntaskan status honorer menjadi ASN.
Kekhususan Status Tenaga BLUD
Sebagian besar dari 200 pegawai tersebut diketahui bertugas sebagai tenaga profesional di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), seperti RSUD dan Puskesmas. Pihak BKPSDMD menegaskan bahwa tenaga BLUD memiliki payung regulasi yang berbeda dengan tenaga honorer di instansi pemerintah umum.
Sesuai ketentuan, tenaga profesional BLUD dibiayai oleh pendapatan fungsional instansi terkait dan seringkali memiliki skema pengelolaan SDM tersendiri yang tidak selalu selaras dengan skema penyelesaian Non-ASN yang diatur secara umum oleh Kemenpan-RB.
Upaya Verifikasi dan Menanti Keputusan Pusat
Meski proses transisi menjadi ASN/PPPK terkendala, BKPSDMD memastikan bahwa para pegawai tersebut tetap dapat menjalankan tugas seperti biasa di unit kerja masing-masing. Status mereka tetap diakui sebagai tenaga BLUD guna menjamin pelayanan publik tidak terganggu.
“Statusnya tetap sebagai tenaga BLUD di RSUD atau Puskesmas. Saat ini, kami masih melakukan verifikasi ulang terhadap data-data tersebut agar ada kejelasan payung hukumnya,” tambahnya.
Terkait peluang untuk masuk ke skema PPPK Paruh Waktu sebagaimana diatur dalam Peraturan Menpan-RB, pihak Pemerintah Daerah mengaku masih dalam posisi menunggu (standby).
“Kami masih menunggu aturan turunan atau regulasi pelaksanaan lebih lanjut dari Pemerintah Pusat untuk menentukan langkah konkret bagi nasib teman-teman Non-ASN ini ke depannya,” pungkas Syamsul Haris.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Brebes menggelar sosialisasi intensif sekaligus penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan Proklamasi hingga kawasan Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) pada Selasa (23/12/2024).
Langkah tegas ini diambil berdasarkan instruksi Penjabat (Pj) Bupati Brebes, Hj. Paramita Widya Kusuma, S.E., M.M., melalui Kepala Satpol PP Brebes, Dr. Caridah, S.Pd., M.Pd. Hal ini dilakukan guna menjaga estetika kota dan memastikan kelancaran akses menuju pusat pelayanan publik.
Penataan tersebut merujuk pada regulasi hukum yang berlaku, yakni Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Brebes Nomor 1 Tahun 2015 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum.
Kembalikan Fungsi Trotoar dan Bahu Jalan
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kepala Satpol PP Kabupaten Brebes, Dr. Caridah, menegaskan bahwa penggunaan bahu jalan dan trotoar untuk aktivitas berdagang secara permanen merupakan pelanggaran terhadap fungsi prasarana umum. Menurutnya, kawasan menuju KPT merupakan cermin dari kedisiplinan wilayah perkotaan.
“Kami menjalankan amanat Perda untuk mengembalikan fungsi jalan dan trotoar sebagaimana mestinya. Jalur Proklamasi menuju KPT adalah wajah pusat pemerintahan. Sterilisasi ini menjadi prioritas agar arus lalu lintas lancar, pejalan kaki nyaman, dan lingkungan tetap asri,” ungkap Caridah di sela-sela kegiatan.
Kedepankan Pendekatan Humanis
Meski bertajuk penertiban, Satpol PP Brebes berkomitmen menghindari cara-cara represif. Petugas di lapangan menerapkan pendekatan persuasif dan humanis melalui tiga tahapan utama:
Edukasi Langsung: Memberikan pemahaman kepada para pedagang mengenai zona larangan berjualan.
Teguran Simpatik: Mengimbau pedagang secara kekeluargaan untuk membongkar atau memindahkan lapak secara mandiri.
Arahan Relokasi: Memberikan arahan mengenai titik-titik lokasi yang diperbolehkan untuk berniaga sesuai regulasi penataan ruang daerah.
Mewujudkan Area Percontohan
Pemerintah Kabupaten Brebes berharap aksi ini menciptakan sinergi yang sehat antara pelaku usaha kecil dan pemerintah. Dengan tertibnya Jalur Proklamasi, masyarakat dapat menikmati fasilitas umum yang bersih dan luas.
Di sisi lain, para pedagang diharapkan memiliki kesadaran hukum yang tinggi untuk tidak kembali menempati zona terlarang. Kawasan KPT Brebes pun diproyeksikan menjadi area percontohan ketertiban umum bagi wilayah lainnya di Kabupaten Brebes.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Situasi di kawasan Jalan Proklamasi, Brebes, sempat memanas setelah seorang juru parkir (jukir) bernama Sony menjadi sasaran amuk massa pada Rabu (24/12/2025). Insiden ini dipicu oleh pelanggaran batas wilayah parkir yang dilakukan korban, yang memancing kemarahan warga dan kelompok pemuda setempat.
Kronologi Kejadian
Ketegangan bermula saat Sony dinilai melampaui batas operasional lahan parkir yang telah ditentukan. Koordinator Parkir Wilayah Brebes, Fitra, menjelaskan bahwa jukir seharusnya hanya mengelola area tepat di depan Warung Mangrove. Namun, pada praktiknya, korban memperluas area parkir hingga masuk ke wilayah yang bukan otoritasnya.
“Jukir tersebut menyalahi aturan. Seharusnya titik parkir terbatas hanya di depan Warung Mangrove, tetapi dia melebarkan area hingga ke mana-mana,” ujar Fitra saat memberikan keterangan.
Pelanggaran ini memicu reaksi keras dari sekelompok pemuda di lokasi. Beruntung, saat aksi pemukulan terjadi, pemilik Warung Mangrove segera bertindak cepat mengamankan Sony ke dalam warung untuk menghindari pengeroyokan yang lebih fatal.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Upaya Mediasi Lintas Instansi
Merespons insiden tersebut, aparat gabungan segera turun tangan guna meredam situasi. Mediasi dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, antara lain:
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Brebes.
Aparat Kepolisian (Unit Reskrim & Intel Polsek setempat).
Intel Kodim 0713/Brebes.
Kepala Terminal Brebes, Wardoyo.
Perwakilan keluarga korban.
Kepala Terminal Brebes, Wardoyo, mengonfirmasi melalui sambungan telepon bahwa koordinasi awal telah dilakukan untuk menenangkan kedua belah pihak. Meski demikian, kepolisian masih terus memantau perkembangan situasi karena kesepakatan yang tercapai saat ini baru bersifat lisan.
Penonaktifan Parkir Jalan Proklamasi
Sebagai langkah preventif guna mencegah bentrokan susulan, Dinas Perhubungan bersama pihak keamanan mengambil keputusan tegas dengan menonaktifkan seluruh aktivitas parkir di area tersebut.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Untuk sementara, wilayah depan Warung Mangrove dan sepanjang Jalan Proklamasi dinyatakan bebas juru parkir. Kami ambil alih dan hentikan operasionalnya demi menjaga kondusivitas wilayah,” tegas perwakilan otoritas terkait.
Status non-aktif ini berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan, menunggu hasil evaluasi koordinasi antara pengelola parkir, masyarakat, dan pihak keamanan.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Gemericik air sungai yang mengalir tenang sering kali diibaratkan sebagai gambaran surga di bumi. Namun, realitas di lapangan kerap berbicara sebaliknya. Alih-alih menjadi sumber kehidupan, sungai yang tersumbat sampah dan gulma justru bertransformasi menjadi ancaman bencana saat musim penghujan tiba.
Menyikapi hal tersebut, ratusan warga Kelurahan Limbangan Wetan, Kecamatan Brebes, menggelar aksi gotong royong besar-besaran untuk menormalisasi aliran Kali Sigeleng pada Selasa (23/12/2025).
Landasan Iman dalam Melestarikan Alam
Kegiatan dimulai dengan khidmat melalui pembacaan Surah Al-Buruj ayat 11 oleh seorang siswa setempat. Ayat tersebut menegaskan janji Tuhan bahwa balasan bagi orang beriman adalah surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Pesan langit ini menjadi pemantik semangat warga sebelum terjun ke dalam lumpur.
Tokoh masyarakat setempat, H. Mahfudin, dalam orasi motivasinya menyampaikan pesan mendalam mengenai kaitan erat antara ekologi dan spiritualitas. Ia menekankan bahwa menjaga kebersihan sungai bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan manifestasi nyata dari iman.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Al-Qur’an telah menginformasikan sejak 1.400 tahun lalu bahwa sungai yang mengalir adalah simbol kenikmatan surga. Maka, sebelum kita menjemput surga di akhirat, mari kita hadirkan ‘surga’ di dunia dengan menjaga sungai tetap bersih dan mengalir. Setuju?” ujar H. Mahfudin yang disambut seruan kompak “Setuju!” dari warga.
Beliau juga mengingatkan bahwa terdapat puluhan ayat dalam Al-Qur’an yang memerintahkan manusia menjaga keseimbangan alam. “Jika sungai tersumbat sampah dan eceng gondok, yang hadir adalah ‘neraka’ dunia—penderitaan akibat banjir, hilangnya harta benda, hingga wabah penyakit,” tambahnya.
Dari Simfoni Rindu Menuju Alarm Bencana
Jika dahulu hujan dianggap sebagai personifikasi rindu yang menenangkan, kini persepsi itu telah bergeser bagi masyarakat di bantaran sungai. Tak ada lagi simfoni rintik yang syahdu; yang tersisa hanyalah kecemasan mendalam setiap kali awan hitam menggelayuti langit Brebes.
Kondisi Kali Sigeleng memang memprihatinkan. Aliran air yang berwarna cokelat keruh membawa material lumpur pekat, menandakan adanya degradasi ekosistem di bagian hulu. Saat drainase dan badan sungai tersumbat oleh tumpukan sampah plastik serta rimbunnya eceng gondok, air kehilangan “jalan pulang” menuju Laut Jawa. Dampaknya, air meluap dan menginvasi pemukiman warga.
Belajar dari Tragedi dan Kesadaran Kolektif
Aksi gotong royong ini dipicu oleh kesadaran kolektif warga akan ancaman banjir tahunan. Masyarakat mulai menyadari bahwa alam memiliki cara sendiri untuk “menegur” kelalaian manusia. Tragedi banjir di berbagai daerah menjadi pelajaran berharga bahwa air yang terhambat jalannya akan mencari jalannya sendiri, meski harus menerjang rumah dan lahan pertanian.
Banjir tidak hanya merusak ruang privat warga dan membawa kerugian materiil yang besar, tetapi juga menjadi trauma psikologis bagi anak-anak dan lansia.
Gotong Royong: Menjemput Keselamatan Bersama
Bahu-membahu, warga menggunakan peralatan seadanya hingga alat berat untuk membersihkan massa eceng gondok yang menutup permukaan sungai. Upaya ini bukan lagi sekadar kegiatan seremonial atau gugur kewajiban, melainkan sebuah kebutuhan eksistensial demi kelangsungan hidup bersama.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dengan normalisasi fungsi hidrologis Kali Sigeleng, warga berharap setiap tetes hujan yang jatuh tidak lagi menjadi momok menakutkan, melainkan kembali menjadi berkah yang menyuburkan bumi Brebes.
Reporter: Teguh
