Beranda » Ekonomi » Halaman 27

Ekonomi

BREBES, DN-II Banjir yang kembali mengepung wilayah Ketanggungan menjadi sinyal merah bagi para pemangku kebijakan. Fenomena tahunan ini bukan lagi sekadar rutinitas alam, melainkan potret nyata stagnasi penanganan yang dinilai hanya menyentuh permukaan. Tanpa keberanian melakukan perombakan besar dari hulu ke hilir, penderitaan warga dipastikan akan terus berulang setiap musim penghujan tiba. (26/3/2026).

​Tokoh aktivis sekaligus pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Brebes, Azmi Asmuni Majid, menegaskan bahwa persoalan banjir di Ketanggungan adalah masalah sistemik yang membutuhkan komitmen terpadu. Menurutnya, pendekatan jangka pendek atau sekadar respons darurat tidak akan pernah cukup untuk menuntaskan masalah yang sudah mengakar.

​”Menyelesaikan banjir Ketanggungan butuh napas panjang. Kita harus berani beranjak dari solusi parsial yang sifatnya hanya memadamkan api, menuju langkah yang terintegrasi dari hulu hingga ke hilir,” tegas Azmi saat meninjau lokasi terdampak.

​Lima Pilar Solusi Jangka Panjang

​Azmi memetakan lima urgensi utama yang harus segera dieksekusi secara sinkron oleh pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Normalisasi Sungai dan Manajemen Sedimentasi

Pendangkalan sungai akibat sedimentasi akut dan tumpukan sampah telah mereduksi kapasitas tampung air secara drastis. Pengerukan dan pelebaran sungai bukan lagi sekadar opsi musiman, melainkan kewajiban rutin yang terukur.

​Revitalisasi Drainase Terpadu

Sistem drainase yang tersumbat atau tidak terkoneksi seringkali menjadi pemicu utama genangan di area pemukiman. Azmi menekankan perlunya blueprint drainase perkotaan yang mampu mengalirkan air secara efektif ke pembuangan akhir, bukan sekadar memindahkan titik banjir ke lokasi lain.

​Pemulihan Kawasan Hulu

Rusaknya daya serap tanah di daerah hulu akibat alih fungsi lahan mempercepat laju air ke hilir (run-off). Reboisasi masif dan pengetatan izin tata ruang di area atas menjadi kunci mitigasi yang tidak bisa ditawar.

​Sinergi Lintas Sektoral: Hapus Ego Birokrasi

Banjir tidak mengenal batas administratif atau kewenangan instansi. Azmi menyerukan agar Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, hingga BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) menanggalkan ego sektoral agar kebijakan tidak tumpang tindih.

​Transformasi Perilaku dan Edukasi Masyarakat

Infrastruktur secanggih apa pun akan lumpuh jika budaya membuang sampah ke sungai masih berlanjut. Edukasi konsisten serta penyediaan fasilitas pengelolaan sampah yang layak adalah langkah non-teknis yang krusial.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Gerakan Bersama: Ayo Gubrak Bareng!

​Sebagai penutup, Azmi mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk bersatu dalam aksi nyata melalui gerakan “Ayo Gubrak Bareng!”. Istilah ini merupakan seruan untuk bergerak serentak secara totalitas, menekankan bahwa rasa prihatin saja tidak cukup untuk menyurutkan air.

​”Ketanggungan tidak butuh janji manis di tengah genangan, tapi langkah konkret yang menyeluruh. Kita ingin warga bisa tidur tenang saat hujan turun tanpa harus was-was air masuk ke dalam rumah,” pungkasnya.

Red/Casroni

#CepatPulihKetanggunganku
#ReboisasiHulu
#NormalisasiSungai
#SinergiUntukKetanggungan
#BBWS

JAKARTA, DN-II Pemerintah resmi memperluas jangkauan Program Indonesia Pintar (PIP) pada tahun anggaran 2026. Langkah strategis ini diambil guna mempercepat perwujudan pendidikan inklusif dan bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat di pelosok negeri.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kebijakan tahun ini membawa terobosan signifikan dengan memasukkan jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) ke dalam daftar penerima bantuan. Hal ini dimaksudkan agar intervensi pendidikan dapat dilakukan sejak usia emas (golden age).

Komitmen Pendidikan Berkelanjutan

Perluasan ini bukan sekadar menambah jumlah penerima, melainkan bagian dari desain besar pemerintah untuk memperkuat akses pendidikan yang berkeadilan. Dengan menyasar jenjang pra-sekolah, pemerintah berharap dapat menekan angka putus sekolah sejak dini dan meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu dalam mengakses layanan pendidikan layak.

“Pendidikan inklusif adalah hak setiap anak bangsa. Dengan memperluas PIP hingga ke jenjang PAUD dan TK, kita sedang menanam investasi jangka panjang untuk kualitas SDM Indonesia yang lebih kompetitif di masa depan,” ujar perwakilan pemerintah dalam keterangan tertulisnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Fokus pada Pemerataan SDM

Melalui sinergi antar-lembaga, program PIP 2026 akan memastikan distribusi bantuan tepat sasaran dengan pemanfaatan basis data terpadu. Fokus utama tetap pada daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) guna memastikan akses pendidikan yang lebih merata dan berkelanjutan.

Langkah ini diharapkan menjadi katalisator dalam menciptakan generasi emas Indonesia yang unggul, kreatif, dan memiliki daya saing global melalui pondasi pendidikan yang kokoh sejak bangku taman kanak-kanak.

#KemensetnegRI
#IndonesiaPintar2026
#PendidikanInklusif
#SDMUnggul

Tangerang, DN-II Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si memimpin langsung kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Jembatan Garuda serta program gentengisasi rumah warga tidak layak huni di Sungai Cimanceri, Kampung Pabuaran Hilir RT 03/02, Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Rabu (25/3/2026).

Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian TNI, khususnya Kodam Jaya, dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur di wilayah. Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan mampu memperlancar akses transportasi warga, mendukung aktivitas ekonomi, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Selain pembangunan jembatan, program gentengisasi yang dilaksanakan menjadi bentuk perhatian terhadap kondisi hunian masyarakat agar lebih layak, sehat, dan aman. Upaya ini sekaligus menunjukkan komitmen TNI dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat di berbagai aspek kehidupan.

Pangdam Jaya menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. “TNI akan selalu hadir di tengah masyarakat, membantu mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya,” tegasnya.

Dalam rangkaian kegiatan, Pangdam Jaya juga meninjau langsung lokasi pembangunan jembatan yang akan menjadi akses vital bagi masyarakat, serta menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada warga sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kegiatan yang mengusung tema “Negara Hadir Untuk Rakyat Melalui Karya Bakti TNI AD” ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam mendukung pembangunan nasional sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI bersama rakyat.

Red

#tniprima
#tnirakyatkuat
#indonesiaemas2045

JAKARTA, DN-II Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau langsung pengelolaan puncak arus balik Lebaran 2026 di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, pada Rabu (25/3/2026) dini hari.

Peninjauan yang dilakukan pada pukul 01.00 hingga 02.00 WIB tersebut bertujuan untuk memastikan pergerakan pemudik di terminal bus terbesar di Indonesia itu tetap berjalan aman, lancar, dan nyaman.

Pastikan Kenyamanan Pemudik

Dalam kesempatan tersebut, Seskab Teddy menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan para penumpang yang baru saja tiba dari berbagai daerah.

“Tadi jam 1 malam diajak Pak Menhub mengecek puncak arus balik di Terminal Pulo Gebang. Alhamdulillah, setelah tanya-tanya langsung ke para pemudik di bus, mereka menyampaikan perjalanan lancar dan nyaman. Ya, sekalian sapa-sapa dan foto-foto sedikit untuk menghibur mereka,” ujar Seskab Teddy.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan mudik dan balik setiap tahunnya. Sinergi antara Kementerian Perhubungan, Polri, Pemerintah Daerah, serta instansi terkait menjadi kunci utama dalam mengelola mobilitas masyarakat yang sangat tinggi tahun ini.

Antisipasi Gelombang Kedua Arus Balik

Meski puncak arus balik tengah berlangsung, Pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi potensi gelombang kedua yang diprediksi terjadi pada 28–29 Maret 2026. Sejumlah strategi telah disiapkan, antara lain:

Rekayasa Lalu Lintas: Penerapan sistem one way secara situasional di titik-titik krusial.

Manajemen Rest Area: Pengaturan durasi dan kapasitas parkir untuk mencegah penumpukan.

Pembatasan Angkutan Barang: Pengalihan operasional kendaraan besar guna memperlancar arus kendaraan pribadi dan bus.

Insentif Perjalanan: Pemberian diskon tarif tol serta penyediaan ribuan bus mudik gratis untuk mengurai kepadatan.

Dengan perencanaan yang matang dan respons cepat di lapangan, pemerintah optimis seluruh rangkaian arus balik Lebaran 2026 akan berakhir dengan sukses hingga seluruh masyarakat tiba di tujuan masing-masing dengan selamat.

Red

Bogor, DN-II Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan strategis dengan jajaran Kabinet Merah Putih di kediamannya, Hambalang, pada Rabu (25/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, Presiden memberikan arahan khusus mengenai percepatan transformasi pengelolaan sampah menjadi sumber energi terbarukan atau Waste to Energy (WTE).

Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sekaligus Menteri Investasi, Rosan Roeslani, hadir melaporkan progres signifikan program WTE yang tengah berjalan di berbagai wilayah Indonesia.

Fokus pada Kota Padat Penduduk

Laporan tersebut menyoroti urgensi penanganan sampah di kota-kota besar yang memiliki kepadatan penduduk tinggi. Fokus utama mencakup wilayah strategis seperti:

Jawa: DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Luar Jawa: Medan, Bali, serta kota-kota besar lainnya di seluruh tanah air.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa tumpukan sampah yang selama ini tidak tertangani dengan baik di daerah harus segera dibersihkan dan dihilangkan melalui pendekatan teknologi.

Transformasi Limbah Menjadi Energi Listrik

Lebih dari sekadar pembersihan lingkungan, Presiden menginginkan pemerintah pusat mengambil peran aktif dalam mengelola limbah tersebut untuk diubah menjadi energi, khususnya energi listrik.

“Pemerintah pusat harus segera turun tangan mengelola sampah yang selama ini terbengkali. Kita ubah masalah lingkungan ini menjadi nilai tambah bagi ketahanan energi nasional,” tegas Presiden dalam arahan tersebut.

Langkah ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan krisis lahan pembuangan akhir (TPA) yang kian kritis, tetapi juga mempercepat target transisi energi bersih di Indonesia.

Red

— TIW —

#CatatanSeskab

BREBES, DN-II Ribuan rumah dan akses jalan utama di wilayah Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, diterjang banjir bandang pada Kamis (26/3/2026). Tingginya intensitas hujan mengakibatkan debit air meluap drastis hingga merendam permukiman dan memutus arus lalu lintas.

Cakupan Wilayah Terdampak

Banjir kali ini dilaporkan merata di hampir seluruh titik strategis Kecamatan Ketanggungan. Beberapa wilayah yang terdampak cukup parah meliputi:

Desa Baros

Cikesal Kidul

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Cikesal Lor

Kawasan Pasar Dermoleng

Pusat Kota Ketanggungan

Lalu Lintas Jalur Mudik Terhenti

Dampak paling signifikan terlihat di jalur utama yang kerap menjadi rute mudik kendaraan. Air tidak hanya menggenangi bantaran sungai, tetapi meluap hingga ke jalan raya. Akibatnya, banyak kendaraan roda dua maupun roda empat terjebak di tengah genangan air, memicu kemacetan panjang di wilayah tersebut.

Di kawasan perkotaan, situasi dilaporkan cukup mengkhawatirkan. Menurut laporan warga di lapangan, ketinggian air mencapai dada orang dewasa, yang memaksa aktivitas ekonomi dan mobilitas warga lumpuh total.

Viral di Media Sosial

Kondisi terkini bencana ini juga terpantau melalui jagat maya. Salah satu akun TikTok, Pilot Ngapak, melakukan siaran langsung (live streaming) secara real-time yang memperlihatkan derasnya arus air di Desa Ketanggungan. Unggahan tersebut menjadi rujukan warganet untuk memantau situasi evakuasi dan titik-titik kemacetan terbaru.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berupaya menyelamatkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi, sementara petugas terkait mulai bersiaga di lokasi terdampak untuk melakukan penanganan darurat.

Reporter: Teguh

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

BREBES, DN-II Keceriaan libur Lebaran 1447 H terpancar jelas di sepanjang pesisir Pantai Randusanga Indah (PARIN). Hingga hari keempat lebaran, Selasa (24/3/2026), ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati destinasi wisata unggulan di Kabupaten Brebes ini untuk menikmati berbagai atraksi seni dan hiburan keluarga.

Magnet utama pada hari Selasa tersebut adalah pementasan kesenian tradisional Sintren. Alunan musik khas dan tarian mistis nan anggun berhasil memukau mata pengunjung yang datang. Meski pada hari Rabu (25/3/2026) jadwal hiburan panggung ditiadakan sementara, antusiasme masyarakat tidak surut untuk tetap menikmati keindahan alam pantai.

Fasilitas Lengkap dan Hiburan Bervariasi

Selain panggung hiburan, pengunjung dimanjakan dengan beragam aktivitas, mulai dari berenang di tepi laut, berkeliling pantai menggunakan perahu sewaan, hingga mencicipi kuliner khas pesisir yang dijajakan pedagang lokal. Area bermain pasir yang luas juga menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk menghabiskan waktu libur mereka.

Karyadi, Ketua Panitia Event Pekan Libur Lebaran PARIN, mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya kunjungan tahun ini. Tercatat, lebih dari 2.000 orang memadati area wisata tersebut dalam satu hari.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Antusiasme pengunjung sangat luar biasa. Dengan harga tiket masuk yang terjangkau serta akses jalan yang mudah dari berbagai arah, PARIN tetap menjadi pilihan utama keluarga untuk berlibur tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam,” ujar Karyadi.

Agenda Hiburan Pekan Lebaran

Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, panitia telah menyiapkan rangkaian hiburan menarik hingga awal April mendatang. Berdasarkan jadwal resmi, beberapa atraksi yang akan segera hadir antara lain:

26 Maret: Penampilan Band Lokal

27 Maret: Kesenian Kuda Lumping

28 Maret: Atraksi Debus & Sulap

29-30 Maret: Organ Tunggal & Kesenian Kewan Lumping

01 April: Pentas Tari Sanggar

Tarif Retribusi Terjangkau

Sesuai dengan Perda Nomor 6 Tahun 2023, tarif masuk ke objek wisata PARIN tetap stabil dan merakyat. Harga Tiket Masuk (HTM) dipatok sebesar Rp10.000. Sementara untuk parkir kendaraan, sepeda motor dikenakan Rp3.000, mobil Rp5.000, serta kendaraan roda tiga atau odong-odong sebesar Rp10.000.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dengan perpaduan tradisi, hiburan modern, dan harga yang bersahabat, Pantai Randusanga Indah membuktikan diri sebagai primadona wisata bahari di Jawa Tengah pada musim Lebaran tahun ini.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Kabar bahagia datang bagi keluarga Bapak Wahidin. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Brebes secara resmi telah menyetujui (ACC) permohonan bantuan alat bantu kesehatan berupa satu unit kursi roda untuk putranya, Bintang Arista. Bantuan ini diharapkan mampu menunjang mobilitas dan semangat Bintang dalam beraktivitas sehari-hari.

​Sudah Disetujui Ketua BAZNAS

​Kepastian ini dikonfirmasi oleh staf operasional BAZNAS Brebes, Fikri, saat ditemui di ruang kerjanya. Fikri menjelaskan bahwa Ketua BAZNAS Kabupaten Brebes, H. Mahali, telah memberikan disposisi persetujuan sebelum memasuki masa libur panjang.

​”Sudah di-ACC oleh Pak Ketua, Pak Mahali. Secara administrasi sudah beres, tinggal menunggu proses tindak lanjut di lapangan,” ujar Fikri pada Rabu (25/03/2026).

​Terkendala Cuti Bersama dan Libur Nasional

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Meski administrasi telah rampung, penyerahan fisik kursi roda tersebut belum bisa dilakukan secara instan. Fikri memaparkan bahwa mepetnya waktu persetujuan dengan jadwal cuti bersama Idul Fitri menjadi alasan utama tertundanya penyerahan barang.

​”Karena waktunya sangat berdekatan dengan masa cuti Lebaran, unit barangnya belum sempat kami serahkan ke pihak keluarga. Saat ini kami sedang mengupayakan proses pengadaan agar barang siap tepat waktu,” tambahnya.

​Pihak BAZNAS memastikan bahwa begitu aktivitas perkantoran kembali normal pasca-Lebaran, unit tersebut akan segera dikirimkan ke kediaman Bapak Wahidin.

​Komitmen BAZNAS untuk Masyarakat

​Pemberian bantuan ini merupakan bentuk nyata komitmen BAZNAS Brebes dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Bagi keluarga Bintang Arista, bantuan ini bukan sekadar alat bantu fisik, melainkan harapan baru untuk kualitas hidup yang lebih baik.

​Fikri menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjalin komunikasi intensif dengan keluarga penerima manfaat agar proses serah terima berjalan lancar.

​”Begitu barang tersedia, kami akan langsung berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk jadwal penyerahan,” pungkasnya.

​Reporter: Teguh
Editor: Casroni

KOTA TEGAL, DN-II Memasuki arus balik pasca Lebaran, para perantau mulai memadati titik-titik keberangkatan untuk kembali mengadu nasib ke ibu kota dan sekitarnya. Namun, lonjakan harga tiket dan terbatasnya armada pada jam-jam tertentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pejuang nafkah.

Pada Rabu (25/3/2026), suasana di Terminal Tegal menunjukkan dinamika harga yang cukup signifikan. Harga tiket menuju Karawang, Jawa Barat, yang pada hari biasa dibanderol Rp125.000, kini meroket hingga Rp250.000 per kursi.

Siasat Menghadapi Lonjakan Harga

Salah satu pemudik, Pak Raswadi (60), pedagang nasi goreng asal Dukuhturi, Kabupaten Tegal, membagikan pengalamannya. Ia mengaku harus memutar otak agar tetap bisa berangkat tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

“Di terminal tadi ditawarkan Rp250.000, dua kali lipat dari harga biasa. Akhirnya saya geser cari di pangkalan (agen) luar terminal. Alhamdulillah dapat di Kaligangsa Kulon seharga Rp170.000,” ujar Pak Raswadi saat ditemui di sela keberangkatannya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Selain faktor harga, ia juga mengeluhkan ketersediaan armada pagi yang minim di terminal. Banyak bus yang baru tersedia untuk keberangkatan sore hari, sementara dirinya mengejar waktu agar bisa segera beraktivitas kembali di perantauan.

Berjuang Demi Pendidikan Anak dan Yatim

Di balik kegigihannya menawar harga tiket, pria berusia kepala enam ini menyimpan misi mulia. Pak Raswadi bekerja keras di Karawang untuk menghidupi empat orang anak yang masih menempuh pendidikan di bangku SMP dan SMA.

Menariknya, dari keempat anak tersebut, salah satunya adalah anak yatim piatu yang ia asuh dan anggap sebagai darah daging sendiri.

“Anak kandung ada tiga, ditambah satu anak yatim piatu jadi empat. Semuanya masih sekolah, ada yang SMP dan yang paling besar sudah SMA. Saya harus semangat supaya pendidikan mereka lancar,” ungkapnya dengan nada bangga.

Rutin Pulang Demi Keluarga

Meski usia tak lagi muda, Pak Raswadi dikenal sebagai sosok yang tangguh. Ia rutin pulang ke kampung halaman sebulan sekali untuk melepas rindu dengan keluarga sebelum kembali berjibaku dengan bisingnya kota Karawang demi piring-piring nasi goreng yang ia sajikan.

Kisah Pak Raswadi menjadi potret nyata perjuangan para perantau lokal. Di tengah melambungnya biaya transportasi saat musim Lebaran, semangat untuk menghidupi keluarga dan berbagi kasih kepada sesama tetap menjadi bahan bakar utama bagi mereka untuk terus melangkah.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Kabupaten Brebes mengukuhkan posisinya sebagai salah satu lumbung devisa terbesar di Jawa Tengah. Berdasarkan data terbaru, kontribusi ekonomi dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Brebes kini hampir setara dengan total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten tersebut.

Penyumbang Devisa Fantastis

Fenomena “pahlawan devisa” ini bukan sekadar julukan. PMI asal Kabupaten Brebes dilaporkan menyumbangkan devisa negara hingga Rp 3,4 triliun per tahun. Angka ini sangat signifikan mengingat APBD Kabupaten Brebes tahun 2024 berada di angka kurang lebih Rp 3,5 triliun.

Setiap bulannya, rata-rata kiriman uang atau remitansi yang masuk ke wilayah Brebes mencapai Rp 279 miliar. Arus modal ini menjadi motor penggerak utama ekonomi di tingkat desa, mulai dari pemenuhan kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan, hingga modal usaha mikro bagi keluarga yang ditinggalkan.

Data Penempatan dan Sebaran Negara

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Brebes, Abdul Majid, melalui Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Tenaga Kerja, Irfan Junaedi, memaparkan rincian data penempatan tenaga kerja tersebut.

Hingga tahun 2024, diperkirakan terdapat 27.859 warga Brebes yang bekerja di luar negeri, mencakup jalur prosedural maupun non-prosedural. Secara statistik, Brebes konsisten berada di posisi tiga besar daerah pengirim PMI terbanyak di Jawa Tengah (9,8%), membayangi Kabupaten Kendal dan Cilacap.

“Untuk tahun 2025, tercatat sebanyak 6.189 PMI resmi yang terdaftar melalui berbagai skema, mulai dari Government to Government (G to G), Private to Private (P to P), UKS, hingga Mandiri Perseorangan,” ujar Irfan Junaedi.

Para pekerja ini tersebar di sejumlah negara tujuan strategis, antara lain:

Hong Kong dan Taiwan

Korea Selatan

Malaysia

Jepang

Singapura

Komitmen Pelindungan Tenaga Kerja

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Melihat besarnya kontribusi tersebut, Pemerintah Kabupaten Brebes terus berkomitmen meningkatkan standar pelindungan bagi para pekerja. Fokus utama saat ini adalah penguatan sistem penempatan dan edukasi berkelanjutan agar para PMI berangkat melalui jalur resmi (prosedural).

Langkah ini diambil untuk meminimalisir risiko kerja di luar negeri sekaligus memastikan bahwa remitansi yang dihasilkan dapat dikelola secara produktif demi kesejahteraan jangka panjang keluarga PMI di kampung halaman.

Reporter: Teguh

You cannot copy content of this page