Beranda » Jawa Tengah » Halaman 77

Jawa Tengah

BREBES, DN-II Awal tahun 2026 menjadi masa sulit bagi masyarakat kelas bawah. Kebijakan pemutakhiran data yang berujung pada penonaktifan massal kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) per Januari 2026 memicu krisis kesehatan di lapangan. Banyak warga yang baru menyadari hak jaminan kesehatannya hilang justru saat nyawa menjadi taruhan. (10/2/2026).

I. Suara dari Akar Rumput: Sakit di Tengah Ketidakpastian

Di balik angka-angka statistik penonaktifan, terdapat kisah-kisah kemanusiaan yang memprihatinkan:

Pak Taswi (76), Losari: Di usia senjanya, ia harus pontang-panting mengurus aktivasi kartu saudaranya, Asiyah (50), yang terbaring lemas akibat Vertigo berat. Pelayanan di Puskesmas sempat tertolak karena status kepesertaan yang tiba-tiba mati. Kini, ia terpaksa bergelut dengan birokrasi surat kuasa demi pengobatan sang saudara.

Ibu Wiwit (28), Jatibarang: Istri pekerja serabutan ini tengah menghitung hari menuju persalinan. Nahas, kartu PBI-nya telah non-aktif selama 7 tahun akibat anomali data DTKS. Tanpa jaminan pemerintah, biaya persalinan menjadi beban yang mustahil dipikul keluarganya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ibu Ginarsih (45), Banjarharjo: Nasib serupa menimpa Ginarsih. Padahal seminggu sebelumnya, kartu miliknya dinyatakan aktif. Namun, saat usia kandungan memasuki 8 bulan, sistem tiba-tiba memblokir aksesnya. Ketidakpastian ini menghantui persiapan persalinan anak ketiganya.

II. Bedah Masalah: Mengapa Kartu PBI Tiba-Tiba Mati?

Berdasarkan penelusuran di lapangan dan penjelasan dari petugas pelayanan (Operator Mas Pandu), ada dua faktor utama yang memicu fenomena ini:

Faktor Penyebab Penjelasan Teknis

Pembaruan Desil Ekonomi Per 29 Januari 2026, pemerintah melakukan cleansing data. Peserta yang dianggap naik kelas (di atas Desil 6) otomatis terhapus dari daftar penerima bantuan.

Anomali Data DTKS Ketidaksesuaian antara data kependudukan (NIK) dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menyebabkan sistem memutus kepesertaan secara otomatis.

III. Panduan Darurat: Cara Mengaktifkan Kembali BPJS PBI

Bagi warga yang mengalami kendala serupa, terutama dalam kondisi darurat medis, berikut adalah langkah-langkah evakuasi administrasi yang dapat ditempuh:

1. Kriteria Prioritas

Pengaktifan kembali diprioritaskan bagi peserta yang memiliki riwayat penyakit kronis atau kondisi mendesak (seperti ibu hamil yang akan bersalin).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

2. Dokumen yang Wajib Disiapkan

Bukti Medis: Surat keterangan sakit atau rujukan dari Puskesmas/Rumah Sakit.

Identitas Diri: KTP dan Kartu Keluarga (KK) asli serta fotokopi.

3. Prosedur Pengurusan

Bisa Diwakilkan: Proses dapat diurus oleh anggota keluarga yang berada dalam satu KK.

Tanpa Surat Kuasa: Untuk keluarga inti (suami/istri/anak), surat kuasa tidak diwajibkan selama dapat membuktikan hubungan kekerabatan dengan dokumen resmi.

Surat Kuasa Desa: Diperlukan jika pengurus adalah kerabat di luar satu KK atau perangkat desa.

Catatan Penting: Masyarakat diimbau untuk tidak menunggu sakit sebelum mengecek status. Gunakan aplikasi Mobile JKN secara berkala untuk memastikan kartu tetap aktif.

Analisis Penutup:

Ketidaksiapan integrasi data kependudukan tetap menjadi “kerikil tajam” bagi akses kesehatan masyarakat rentan. Reformasi birokrasi seharusnya mempermudah, bukan justru menghambat penanganan medis di saat-saat kritis.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Akses informasi dan etika pelayanan publik terhadap insan pers di Kabupaten Brebes kini berada dalam sorotan tajam. Ketua Persatuan Wartawan Informasi Reformasi Indonesia (PWIRI) Kabupaten Brebes, Bang Silaban, mengungkapkan keprihatinan mendalam terkait hambatan birokrasi yang dinilai mencekik kemerdekaan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Kritik Atas Etika Pelayanan: “Fenomena Pintu Tertutup”

Dalam sebuah diskusi hangat, Silaban hari Selasa 9 Februari 2026 menyoroti fenomena “pintu tertutup” yang seolah menjadi standar baru di lingkungan pemerintahan daerah. Ia menyayangkan sikap staf, ajudan, hingga petugas keamanan yang kerap kali menjadi tameng birokrasi dengan dalih administratif: “Sudah janjian atau belum?”

Menurut Silaban, pertanyaan tersebut bukan sekadar prosedur, melainkan penghambat transparansi.

“Harusnya tamu, siapa pun itu orangnya, wajib dilayani dengan setara. Baik itu petani, pengusaha, rakyat kecil, maupun orang kaya. Jangan pilih-pilih! Pelayanan publik yang tebang pilih menunjukkan kegagalan birokrasi dalam memahami tanggung jawab keterbukaan informasi,” tegas Silaban dengan nada lugas.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kontradiksi Predikat Kabupaten Terbuka

Diskusi tersebut membedah bagaimana prosedur “wajib janjian” berbenturan keras dengan semangat UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Ironisnya, kendala ini justru paling dirasakan di instansi strategis seperti Sekretariat Daerah (Sekda) hingga Kantor Pelayanan Terpadu (KPT).

“Sangat ironis. Brebes sering disebut sebagai salah satu kabupaten yang terbuka, namun realitas di lapangan justru menyimpang dari prinsip pilar keempat demokrasi,” ujar salah satu peserta diskusi. Ia membandingkan akses di lembaga legislatif (DPRD) atau yudikatif (Kejaksaan Negeri) yang dirasakan jauh lebih kooperatif dibandingkan barisan eksekutif di lingkungan Pemkab Brebes.

Mengembalikan Marwah Jurnalistik

Selain mengkritik teknis pelayanan, Silaban juga menyinggung minimnya atensi Pemerintah Daerah terhadap momentum besar seperti Hari Pers Nasional (HPN). Hal ini dianggap sebagai indikator rendahnya apresiasi pemerintah terhadap peran jurnalis.

Sebagai nahkoda baru PWIRI Brebes, Silaban berkomitmen untuk mengembalikan wibawa jurnalis di mata pejabat publik. Ia menegaskan bahwa jurnalisme bukan sekadar profesi, melainkan amanat konstitusi yang posisinya sejajar dengan eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

“Kenapa dibilang wartawan? Karena kita menulis fakta untuk publik. Jika akses ditutup, maka informasi menjadi gelap. Pejabat harus sadar bahwa menutup pintu bagi wartawan berarti menutup hak rakyat untuk tahu,” pungkasnya.

Intisari Kritik PWIRI:

Rigiditas Birokrasi: Akses bertemu Sekda dan jajaran asisten yang terkesan eksklusif dan dipersulit.

Standar Ganda Pelayanan: Dugaan praktik pilih kasih dalam melayani tamu berdasarkan status sosial atau kepentingan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Paradoks Transparansi: Adanya jurang lebar antara predikat “Kabupaten Terbuka” dengan praktik lapangan yang menutup diri dari pengawasan pers.

Sementara itu Bupati Brebes melalui Kepala Dinas komunikasi informasi dan Kehumasan Kabupaten Brebes Dr. Warsito Eko Putro, S.Sos, M.Si menjawab bahwa dia berterima kasih dengan saran dan kritikannya.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Komando Distrik Militer (Kodim) 0713/Brebes resmi memulai program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-126 di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Selasa (10/02/2026). Program ini menjadi bukti nyata sinergi lintas sektoral dalam mempercepat pembangunan di wilayah tertinggal.

Upacara pembukaan yang berlangsung khidmat pada pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Brebes, Forkopimcam Banjarharjo, tokoh masyarakat, serta ratusan warga setempat yang antusias menyambut kehadiran para prajurit.

Fokus Sasaran: Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia

Danramil/Perwakilan Kodim 0713/Brebes menjelaskan bahwa TMMD kali ini dirancang dengan pendekatan holistik yang mencakup dua sasaran strategis:

Sasaran Fisik: Memprioritaskan pembangunan jalan penghubung antar-dusun guna memperlancar akses ekonomi, perbaikan sistem drainase untuk mencegah banjir, serta rehabilitasi sejumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) agar lebih layak huni dan sehat.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sasaran Non-Fisik: Menggelar serangkaian sosialisasi wawasan kebangsaan, penyuluhan kesehatan primer, hingga pelatihan kemandirian ekonomi kreatif untuk membekali warga dengan keterampilan baru.

Memperkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Dalam amanatnya, pihak Kodim 0713/Brebes menegaskan bahwa esensi dari TMMD adalah merawat semangat gotong royong yang mulai pudar di tengah modernisasi.

“TMMD bukan sekadar membangun jalan atau jembatan, melainkan membangun ikatan batin antara TNI dan rakyat. Kami hadir untuk membantu pemerintah daerah mempercepat kesejahteraan masyarakat melalui aksi nyata di lapangan,” ujar perwakilan Kodim 0713/Brebes.

Dukungan Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Brebes memberikan apresiasi tinggi terhadap pemilihan Desa Cikuya sebagai lokasi sasaran. Dengan topografi yang cukup menantang, kehadiran program TMMD diyakini bakal memutus isolasi geografis dan mendongkrak potensi pertanian desa tersebut.

Diharapkan, setelah program ini selesai, masyarakat dapat menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Red/Rio

BREBES, DN-II Semangat gotong royong membuncah di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, saat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes resmi dibuka pada Selasa (10/02/2026). Ratusan warga tumpah ruah menyambut kehadiran para prajurit, menandai dimulainya kolaborasi besar untuk memoles wajah desa.

Sejak fajar menyingsing, warga dari berbagai elemen—mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga ibu rumah tangga—telah berkumpul di lokasi pembukaan. Bagi mereka, kehadiran TMMD bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan harapan baru bagi kemajuan ekonomi dan aksesibilitas desa.

Bukan Sekadar Pembangunan Fisik

Komandan Kodim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., menegaskan bahwa esensi dari TMMD adalah mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kami hadir bukan hanya untuk membangun jalan atau fasilitas umum, tetapi untuk menghidupkan kembali roh gotong royong. Antusiasme masyarakat Desa Cikuya hari ini adalah energi utama bagi kami untuk memastikan seluruh sasaran, baik fisik maupun non-fisik, selesai tepat waktu dan bermanfaat nyata,” tegas Dandim.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dampak Nyata bagi Masyarakat

Kegembiraan terpancar dari wajah para penduduk setempat. Wartinah (54), salah satu warga, mengungkapkan rasa syukurnya atas terpilihnya Desa Cikuya sebagai sasaran TMMD tahun ini.

“Kami sangat senang. Selama ini akses jalan yang rusak menjadi kendala utama kami membawa hasil bumi. Dengan adanya perbaikan jalan dari Bapak-bapak TNI, kami yakin aktivitas warga akan jauh lebih lancar,” ungkapnya penuh harap.

Program Terpadu

Selain fokus pada infrastruktur, TMMD Reguler ke-127 ini juga mengusung agenda non-fisik yang komprehensif, meliputi:

Penyuluhan Kesehatan dan edukasi stunting.

Wawasan Kebangsaan untuk memupuk jiwa patriotisme.

Edukasi Ketahanan Pangan guna memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Pelaksanaan TMMD ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat adalah kunci utama dalam membangun negeri dari pelosok desa.

Red/Rio

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

BREBES, DN-II Genderang pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Tahun 2026 Kodim 0713/Brebes resmi ditabuh di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Selasa (10/02/2026). Di balik derap langkah prajurit dan seremoni militer, terselip rona bahagia para pelaku UMKM yang meraup untung dari kerumunan massa.

Antusiasme warga yang memadati lapangan desa sejak fajar menyingsing menciptakan “pasar kaget” dadakan. Bagi pedagang kecil, momen ini bukan sekadar upacara, melainkan peluang emas untuk menggerakkan roda ekonomi keluarga.

Bersemi di Tengah Kerumunan

Salah satu pedagang yang merasakan dampak instan adalah Tarmudi (52). Penjual balon keliling asal Dukuhlo, Bulakamba ini rela menempuh perjalanan jauh menuju Cikuya demi menjemput rezeki. Prediksinya tepat; ribuan orang yang hadir menjadi target pasar yang potensial.

“Alhamdulillah, belum juga siang, dagangan sudah banyak yang laku. Acara seperti ini sangat membantu kami rakyat kecil. Ramainya luar biasa, berkah buat kami,” ujar Tarmudi sembari sibuk melayani pembeli anak-anak.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Tak hanya pedagang kawakan, geliat ekonomi juga dirasakan pemudi lokal. Sifa (18) dan Ana (21), warga asli Desa Cikuya, jeli memanfaatkan cuaca terik dengan membuka gerai es teh manis sederhana. Stand mereka tak henti-hentinya diserbu pengunjung yang kehausan.

“Awalnya hanya mencoba memanfaatkan keramaian desa sendiri, ternyata peminatnya luar biasa. Senang sekali, selain desa jadi ramai, jualan juga laku keras,” ungkap Sifa dengan wajah sumringah.

Efek Berganda bagi Masyarakat

Dandim 0713/Brebes dalam keterangannya menegaskan bahwa esensi TMMD tidak terbatas pada pembangunan fisik seperti infrastruktur jalan atau rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Lebih dari itu, kehadiran TNI diharapkan mampu memicu multiplier effect bagi kesejahteraan warga lokal.

“TMMD adalah wujud kemanunggalan. Kita ingin dampak kehadirannya dirasakan langsung, termasuk dalam aspek ekonomi kerakyatan selama program ini berjalan,” tegasnya.

Geliat ekonomi di Desa Cikuya hari ini menjadi bukti nyata bahwa TMMD bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan momentum kebangkitan ekonomi di tingkat akar rumput. (Red/pen0713)

BREBES, DN-II Momentum Upacara Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Tahun 2026 di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, diwarnai aksi sosial yang menyentuh masyarakat. Ribuan anak-anak di lokasi upacara tampak ceria saat menerima pembagian susu dan telur gratis, Selasa (10/2/2026).

Aksi ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesehatan gizi anak sejak dini. Pembagian dilakukan secara langsung oleh personel Satgas TMMD bersama unsur terkait, yang segera diserbu dengan antusiasme tinggi oleh anak-anak maupun para orang tua yang hadir.

Kegiatan ini menjadi salah satu pilar dalam sasaran non-fisik TMMD ke-127, yang difokuskan pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat serta penguatan sumber daya manusia di wilayah pelosok.

Fokus pada Pengentasan Stunting

Dansatgas TMMD ke-127, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int, menegaskan bahwa intervensi gizi melalui pembagian susu dan telur ini adalah langkah konkret TNI dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam percepatan penurunan angka stunting.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“TMMD tidak hanya bicara soal pembangunan infrastruktur jalan atau jembatan. Lebih dari itu, kami berkomitmen membangun kualitas sumber daya manusia. Salah satu upaya vitalnya adalah pengentasan stunting agar generasi muda kita tumbuh sehat dan kuat,” ujar Letkol Inf Ambariyantomo.

Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Melalui gerakan kecil yang berdampak besar ini, diharapkan kemanunggalan antara TNI dan rakyat semakin erat. Manfaat nyata dari program TMMD diharapkan tidak hanya dirasakan melalui akses jalan yang lebih baik, tetapi juga melalui peningkatan taraf kesehatan warga Desa Cikuya secara jangka panjang.

Hadirnya program ini menjadi bukti bahwa TNI senantiasa hadir di tengah kesulitan rakyat dan menjadi solusi bagi kesejahteraan masyarakat desa. (Red/Pen0713)

BREBES, DN-II Semangat kemanunggalan TNI dan rakyat kembali bergelora di wilayah perbatasan Jawa Tengah. Sebanyak 25 prajurit pilihan dari Batalyon Infanteri (Yonif) 406/Candra Kusuma (CK) resmi diterjunkan untuk memperkuat pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 tahun 2026 di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Selasa (10/02/2026).

Kehadiran personel dari satuan tempur ini menjadi “darah segar” bagi Satuan Tugas (Satgas) TMMD di bawah komando Kodim 0713/Brebes. Dipimpin langsung oleh Kapten Inf Suwarno, para prajurit ini diproyeksikan untuk mengakselerasi berbagai sasaran program, baik infrastruktur fisik maupun penyuluhan non-fisik.

Kapten Inf Suwarno menegaskan bahwa keterlibatan Yonif 406/CK bukan sekadar bantuan teknis, melainkan perwujudan nyata jati diri TNI sebagai tentara rakyat.

“Kami hadir untuk menyatu dengan urat nadi kehidupan masyarakat. Kehadiran 25 personel kami diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan fisik, tetapi juga membangun ikatan emosional yang kuat demi kesejahteraan warga Desa Cikuya,” ujar Kapten Inf Suwarno saat meninjau titik lokasi pembangunan.

Sementara itu, Kepala Desa Cikuya menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para prajurit. Ia menyebut kehadiran personel Yonif 406/CK menjadi suntikan motivasi bagi warga untuk terjun langsung ke lapangan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Melihat bapak-bapak TNI begitu semangat, warga kami jadi lebih termotivasi. Budaya gotong royong yang mungkin sempat meredup kini kembali berkobar di desa kami,” ungkapnya.

TMMD Reguler ke-127 ini menjadi momentum krusial untuk membuktikan bahwa sinergi lintas sektoral adalah kunci pembangunan daerah terisolir. Selain membangun infrastruktur, misi utama kegiatan ini tetap pada penguatan kemanunggalan TNI-Rakyat sebagai pilar utama pertahanan negara. (Red/pen0713)

BREBES, DN-II Alunan gamelan yang ritmis berpadu dengan gemulainya gerak tari tradisional menyambut dimulainya TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes. Sanggar Tari Puspa Arum dari SMAN 1 Brebes tampil memukau saat membawakan Tari Nyai Galuh di Lapangan Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Selasa (10/02/2026).

Penampilan para siswi bertalenta ini seketika menjadi magnet bagi para tamu undangan dan warga yang memadati lokasi upacara. Tari Nyai Galuh bukan sekadar tontonan; gerakannya menyimbolkan perpaduan antara keanggunan dan ketegasan karakter perempuan lokal—sebuah filosofi yang selaras dengan semangat gotong royong dalam program TMMD tahun ini.

Pelestarian Budaya di Mata Generasi Z

Pendamping Sanggar Puspa Arum, Kartika Nurmaulidya, S.Pd., menyatakan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan kepada anak didiknya untuk tampil di ajang tingkat kabupaten ini.

“Kami melakukan persiapan intensif untuk memberikan performa maksimal. Melalui Tari Nyai Galuh, kami ingin membuktikan bahwa generasi muda, khususnya siswa SMAN 1 Brebes, tetap menjadi garda terdepan dalam mencintai dan melestarikan budaya lokal di tengah gempuran modernisasi,” ujar Kartika yang juga merupakan guru Sosiologi di sekolah tersebut.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sinergi Budaya dan Pembangunan

Kehadiran unsur seni dalam pembukaan TMMD ini merupakan bentuk pendekatan kultural untuk mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Program TMMD Reguler ke-127 di Desa Cikuya ini nantinya akan menyasar dua fokus utama:

Pembangunan Fisik: Percepatan infrastruktur pedesaan.

Pembangunan Non-Fisik: Penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat.

Acara pembukaan berlangsung khidmat sekaligus meriah, ditutup dengan apresiasi tinggi dari jajaran pimpinan daerah serta jajaran Kodim 0713/Brebes kepada para penari yang telah memberikan warna estetis dalam seremonial tersebut.

(Red/pen0713)

Kota Tegal, DN-II Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya menegaskan pentingnya pembentukan karakter dan disiplin berlalu lintas sejak usia sekolah guna menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Penegasan Kapolres disampaikan melalui amanat yang dibacakan Wakapolres Tegal Kota Kompol Wahdah Maulidiawati saat memimpin upacara bendera di SMA Negeri 1 Kota Tegal, Senin (9/2/2026).

“Kecelakaan lalu lintas bukan sesuatu yang tidak dapat dicegah. Dengan disiplin, kepatuhan, dan kesadaran bersama, keselamatan di jalan raya dapat terwujud,” ujar Kompol Wahdah.

Kompol Wahdah menyebutkan, data kecelakaan lalu lintas Polres Tegal Kota sepanjang 2020–2025 menunjukkan mayoritas korban berasal dari kelompok usia produktif 15–40 tahun dan cenderung meningkat setiap tahun.

“Korban kecelakaan lalu lintas masih didominasi usia produktif 15 sampai 40 tahun dan jumlahnya terus meningkat,” ungkapnya

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ia juga menjelaskan Operasi Keselamatan Candi 2026 digelar selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan mengedepankan langkah preemtif dan preventif serta penegakan hukum yang humanis dan edukatif.

“Karena itu, pendidikan dan pemahaman tentang pentingnya keselamatan dalam berkendara perlu ditanamkan sejak dini kepada para siswa,” ujar Kompol Wahdah.

Selain sosialisasi, kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Polres Tegal Kota dan SMA Negeri 1 Kota Tegal terkait pembinaan karakter dan keamanan lingkungan sekolah..

Sementara Kepala SMA Negeri 1 Kota Tegal Imam Bagus Winarto menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut dan berharap kerja sama yang terjalin dapat terus berlanjut.

“Kerja sama dengan Polres Tegal Kota menjadi langkah strategis dalam mendukung pendidikan karakter serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif,” katanya. ( Bim )

Cilacap, Detik Nasional — SMP Muhammadiyah 3 Dayeuhluhur menggelar peresmian Gedung Administrasi sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan pendidikan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 9 Februari 2026, di lingkungan SMP Muhammadiyah 3 Dayeuhluhur yang berlokasi di Desa Datar, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap. Peresmian ini menandai selesainya pelaksanaan program revitalisasi sekolah yang bertujuan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

Kegiatan peresmian tersebut dihadiri oleh Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Cilacap, Pengurus Cabang Muhammadiyah Dayeuhluhur, pendiri sekolah, para kepala SMP dan MTs Muhammadiyah se-Kabupaten Cilacap, Kepala Desa Datar, komite sekolah, serta dewan guru SMP Muhammadiyah 3 Dayeuhluhur.

Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh perwakilan Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Cilacap bersama Plt. Kepala SMP Muhammadiyah 3 Dayeuhluhur, yang kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas selesainya pembangunan gedung administrasi tersebut.

Kepala SMP Muhammadiyah 3 Dayeuhluhur, Rusnanto, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan atas program revitalisasi yang telah memberikan manfaat nyata bagi sekolah.

“Alhamdulillah, SMP Muhammadiyah 3 Dayeuhluhur menjadi salah satu sekolah yang mendapatkan program revitalisasi. Kami berharap sarana dan prasarana yang telah direvitalisasi ini dapat memberikan manfaat maksimal, baik dalam meningkatkan semangat belajar peserta didik maupun semangat bekerja bagi Bapak dan Ibu guru,” ujarnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Rusnanto menyampaikan harapan agar pada tahun 2026 SMP Muhammadiyah 3 Dayeuhluhur kembali memperoleh dana revitalisasi lanjutan, mengingat masih terdapat sejumlah sarana yang membutuhkan pengembangan.

Adapun kebutuhan revitalisasi tersebut antara lain rehabilitasi ruang perpustakaan yang dibangun sekitar tahun 2010–2011 dan kini telah berusia lebih dari 15 tahun, serta rehabilitasi ruang kelas. Selain itu, seiring adanya kolaborasi dengan pesantren di luar lingkungan sekolah dan ketersediaan lahan kosong, pihak sekolah juga merencanakan pembangunan ruang asrama. Untuk menunjang pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman, sekolah juga membutuhkan penambahan ruang Laboratorium IPA.

Sementara itu, Kuswan Hassan, S.E., S.T., selaku Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Cilacap, menjelaskan bahwa program revitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah Muhammadiyah, khususnya di wilayah Kabupaten Cilacap.

“Dengan tampilan sekolah yang kini lebih representatif, kami berharap kepercayaan masyarakat semakin meningkat. Muhammadiyah selalu berkomitmen untuk terus berkarya bagi bangsa, terutama melalui pelayanan pendidikan,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa revitalisasi sarana dan prasarana diharapkan mampu meningkatkan mutu layanan pendidikan di sekolah Muhammadiyah. Menurutnya, baik sekolah negeri maupun swasta saat ini memiliki standar kualitas yang sama melalui sistem akreditasi, sehingga masyarakat tidak perlu ragu terhadap kualitas pendidikan di sekolah Muhammadiyah.

Peresmian Gedung Administrasi ini menjadi momentum penting bagi SMP Muhammadiyah 3 Dayeuhluhur untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta memperkuat perannya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang berkemajuan.

 

Reporter: Dani

 

#SMP Muhammadiyah 3 Dayeuhluhur

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

# Revitalisasi

#Gedung Administrasi

You cannot copy content of this page