BREBES, DN-II Setelah seharian bekerja membangun desa seolah sirna berganti tawa. Pemandangan menarik terlihat di sebuah Pos Kamling desa sasaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, Rabu (18/02/2026) malam.
Bukan sedang membahas strategi militer, sejumlah anggota Satgas TMMD justru tampak asyik mengasah otak dengan bermain catur bersama warga setempat. Kegiatan ini menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat yang ingin melepas penat sekaligus mempererat silaturahmi dengan para prajurit.
Papan catur sederhana di atas meja kayu Pos Kamling menjadi saksi bisu kedekatan antara TNI dan rakyat. Gelak tawa pecah setiap kali ada pemain yang terjebak langkah “skakmat”, menciptakan suasana kekeluargaan yang begitu kental.
“Bermain catur ini bukan sekadar hiburan, tapi cara kami menyatu dengan masyarakat. Di sini tidak ada sekat antara tentara dan warga, semua sama-sama hobi ‘mikir’ di atas papan catur,” ujar salah satu anggota Satgas di lokasi. 
Bagi warga desa, kehadiran anggota Satgas di Pos Kamling memberikan rasa aman sekaligus kegembiraan. Interaksi spontan seperti ini dinilai sangat efektif untuk membangun komunikasi dua arah dan mendengarkan aspirasi warga secara santai.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pihak Kodim 0713/Brebes menekankan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pengerasan jalan atau renovasi bangunan, tetapi juga dari seberapa kuat ikatan emosional yang terbangun antara prajurit dengan masyarakat desa.
Momen-momen sederhana di Pos Kamling inilah yang membuktikan bahwa TNI benar-benar berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Meskipun esok pagi mereka harus kembali berpeluh keringat di lokasi pembangunan, semangat kebersamaan ini menjadi energi tambahan bagi para personel Satgas TMMD 127.(Rio/Pradista)
BREBES, DN-II Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes tidak hanya menjadi ajang pengabdian, tetapi juga pembuktian kemahiran para prajurit dalam berbagai bidang. Di lokasi pengerjaan sasaran fisik, banyak personel TNI yang mendadak menunjukkan kebolehannya menjadi tukang bangunan profesional, Rabu (18/02/2026).
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Pratu Rohman, anggota dari Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 4/Tanpa Kawandya (TK). Meski sehari-hari akrab dengan tugas-tugas tempur dan teknis zeni, Pratu Rohman tampak sangat lihai dalam menyusun batu bata dan mengolah adukan semen layaknya tukang bangunan berpengalaman.
Kehadiran para “tukang bangunan dadakan” dari kalangan TNI ini memberikan warna tersendiri dalam percepatan pembangunan infrastruktur di desa sasaran. Meski dilakukan secara swadaya bersama masyarakat, hasil kerja para prajurit ini dinilai cukup rapi dan memenuhi standar konstruksi yang baik. 
“Kami memang dibekali kemampuan teknis di kesatuan, namun di lapangan bersama warga, skill ini benar-benar diuji. Bagi kami, yang terpenting adalah hasil bangunan ini kuat dan bisa digunakan warga dalam waktu lama,” ujar Pratu Rohman di sela pengerjaan dinding bangunan.
Kompetensi yang ditunjukkan Pratu Rohman dan rekan-rekannya mendapat apresiasi dari warga sekitar. Masyarakat merasa terbantu tidak hanya secara tenaga, tetapi juga dari transfer ilmu pertukangan yang dilakukan para prajurit selama proses pembangunan berlangsung.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dansatgas TMMD 127 melalui keterangan persnya menyatakan bahwa keterlibatan personel dengan keahlian khusus seperti dari Yonzipur sangat krusial. Keahlian mereka memastikan bahwa setiap sasaran fisik, baik itu jalan maupun bangunan, memiliki kualitas yang mumpuni meski dikerjakan dalam waktu yang terbatas.
Sinergi antara “tukang dadakan” dari TNI dan warga lokal ini menjadi kunci suksesnya TMMD Reguler 127 Kodim 0713/Brebes dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di wilayah pelosok.(Red/Pradista)
BREBES, DN-II Di tengah padatnya jadwal pengerjaan sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, para personel Satgas tetap menunjukkan sisi religiusitas yang kuat. Hal ini terlihat pada Rabu (18/02/2026), di mana para anggota TNI menyempatkan diri untuk beribadah berjamaah bersama warga di mushola setempat.
Pemandangan menyejukkan terlihat saat azan berkumandang. Para prajurit yang tadinya bergelut dengan semen, batu, dan aspal, segera meletakkan alat kerja mereka untuk menuju rumah ibadah. Momen shalat berjamaah ini tidak hanya menjadi kewajiban spiritual, tetapi juga menjadi sarana komunikasi sosial (Komsos) yang efektif antara TNI dan masyarakat.
Anggota Satgas TMMD ditekankan untuk menjaga keseimbangan antara performa kerja di lapangan dengan ketakwaan kepada Tuhan YME. Ibadah bersama menjadi ruang silaturahmi tanpa sekat antara prajurit dan warga desa sasaran.Kedisiplinan waktu dalam beribadah diharapkan mampu menjaga moril dan semangat kerja personel selama masa penugasan TMMD yang cukup berat.
“Kerja keras di lapangan adalah bentuk pengabdian kepada negara, namun beribadah adalah bentuk pengabdian kepada Sang Pencipta. Keduanya harus berjalan beriringan agar apa yang kita bangun di desa ini membawa berkah bagi semua pihak,” ujar salah satu anggota Satgas di lokasi.
Program TMMD Reguler ke-127 di wilayah Kodim 0713/Brebes ini direncanakan akan terus berlangsung dengan fokus pada pembangunan infrastruktur jalan, renovasi fasilitas umum, serta berbagai penyuluhan non-fisik bagi warga. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak pembangunan fisik, tetapi juga kesan positif akan profil prajurit yang religius dan bersahaja.(Rio/Pradista)
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
BREBES, DN-II Progres pembangunan jalan rabat beton dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes kedatangan “tenaga bantuan” tak terduga. Pada Rabu (18/02/2026) siang, sejumlah anak-anak sekolah dasar yang baru saja pulang sekolah tampak antusias membantu anggota Satgas yang sedang bekerja.
Masih mengenakan seragam sekolah, anak-anak ini menghampiri lokasi pengerjaan dengan wajah ceria. Tanpa rasa canggung, mereka turut serta membantu tugas-tugas ringan seperti memindahkan material hingga meratakan adukan semen, didampingi oleh para prajurit TNI.
Kehadiran anak-anak ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran Satgas TMMD diterima dengan sangat baik oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak. 
Secara tidak langsung, interaksi ini menanamkan nilai-nilai kerja sama dan cinta tanah air kepada generasi muda sejak dini.
Keceriaan dan tawa anak-anak di lokasi proyek menjadi penyemangat tersendiri bagi para personel Satgas yang sedang mengejar target penyelesaian jalan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Melihat semangat adik-adik ini, rasa lelah kami seolah hilang. Mereka adalah pemilik masa depan desa ini, dan jalan yang kami bangun ini nantinya akan mereka gunakan untuk berangkat sekolah dengan lebih nyaman,” ujar salah satu anggota Satgas TMMD di lokasi.
Aksi spontan anak-anak ini mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang bukan sekadar slogan, melainkan realitas di lapangan. Pembangunan jalan rabat beton ini merupakan salah satu sasaran fisik utama TMMD ke-127 Kodim 0713/Brebes yang bertujuan untuk memperlancar akses transportasi dan meningkatkan ekonomi warga desa setempat.(Rio/Pradista)
PURWOKERTO, DN-II Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) seringkali diidentikkan dengan pembangunan jalan dan jembatan. Namun, di balik fisik bangunan yang kokoh, terdapat misi besar mengenai kemanunggalan TNI dan pemberdayaan masyarakat yang jauh lebih mendalam.
Topik krusial inilah yang dibedah dalam program unggulan “Purwokerto Menyapa” di RRI PRO 1 Purwokerto, Rabu (18/02/2026). Mengusung tema “TMMD Brebes Bukan Sekadar Bangun Infrastruktur”, diskusi ini mengupas tuntas bagaimana sinergi lintas sektoral mampu mengubah wajah desa di Kabupaten Brebes.
Sinergi Tiga Pilar Pembangunan
Dipandu oleh host Citra Aditya, diskusi interaktif ini menghadirkan tiga perspektif utama dari pemangku kebijakan yang menjadi motor penggerak pembangunan di wilayah Brebes:
Letkol Infanteri Ambariyantomo, S.Hub.Int. (Dandim 0713 Brebes): Menekankan peran strategis TNI dalam membelah isolasi wilayah serta memperkuat ketahanan nasional melalui kedekatan dengan rakyat di garda terdepan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dra. Tety Yuliana, M.Pd. (Kepala Bapperida Brebes): Menguraikan bagaimana TMMD diintegrasikan secara presisi ke dalam peta jalan pembangunan daerah guna memastikan keberlanjutan ekonomi pasca-proyek fisik selesai.
Subagiyo, S.H., M.Si. (Kepala Dinpermades Brebes): Menjelaskan aspek penguatan tata kelola desa dan bagaimana gotong royong dalam TMMD menjadi stimulus bagi kemandirian masyarakat desa secara jangka panjang.
Akses Siaran dan Partisipasi Publik
Bagi masyarakat Jawa Tengah bagian barat yang ingin mendalami bagaimana TMMD berdampak langsung pada kesejahteraan warga, siaran ini dapat diakses melalui berbagai platform:
Waktu Siaran: Rabu, 18 Februari 2026 | Pukul 08.00 – 09.00 WIB
Frekuensi Radio Terestrial:
93,1 FM (Purwokerto)
98,6 FM (Banyumas Raya)
100,2 FM (Brebes & Tegal)
102,8 FM (Kebumen)
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Platform Digital & Visual:
Aplikasi RRI DIGITAL & Website rri.co.id
Siaran Visual via YouTube Channel RRI PURWOKERTO
Ruang Interaksi Rakyat
RRI Purwokerto berkomitmen menyediakan ruang bagi warga untuk menyuarakan aspirasi, memberikan apresiasi, maupun melontarkan pertanyaan langsung kepada para narasumber melalui:
Telepon Interaktif: (0281) 632336
WhatsApp: 0811-2540-911
“Melalui kolaborasi antara TNI, Pemerintah Kabupaten, dan partisipasi aktif warga, TMMD tahun ini diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak infrastruktur, tetapi juga mewariskan semangat kebangkitan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Brebes.”
Informasi Lebih Lanjut:
Dapatkan update terkini melalui website resmi di rri.co.id/purwokerto atau ikuti media sosial kami di Facebook, Instagram, dan TikTok @RRIPurwokerto.
(Red/Rio Putra)
DETIK-NASIONAL.COM – Di era digital yang serba terbuka, batas antara ruang privasi dan opini publik kian kabur. Banyak individu kini terjebak dalam “penjara tak kasat mata” bernama ekspektasi orang lain. Namun, di balik bisingnya notifikasi dan riuhnya kolom komentar, satu kebenaran psikologis tetap tegak: Masa depan Anda adalah tanggung jawab personal yang mutlak.
Keberhasilan sejati tidak lagi diukur dari metrik likes atau validasi semu di media sosial. Sebaliknya, ia tumbuh dari keteguhan hati untuk tidak membiarkan arah hidup didikte oleh “jempol” orang asing yang tidak memahami proses di balik layar.
Memahami Internal Locus of Control
Dalam diskursus psikologi modern, kemampuan untuk merasa berdaulat atas nasib sendiri dikenal sebagai Internal Locus of Control. Individu dengan mentalitas ini percaya bahwa kesuksesan maupun kegagalan adalah murni hasil dari keputusan dan tindakan mereka sendiri, bukan faktor keberuntungan atau apalagi sekadar opini lingkungan.
Individu yang terlalu “setia” mendengarkan suara luar cenderung mengalami kecemasan kronis dan kehilangan kompas diri. Menjadikan netizen sebagai navigasi hidup hanya akan membawa Anda pada destinasi yang sebenarnya bukan milik Anda.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Tiga Pilar Kedaulatan Diri di Era Digital
Untuk tetap produktif dan menjaga kesehatan mental di tengah arus informasi, berikut adalah tiga prinsip kemandirian hidup yang harus diadopsi:
Self-Reliance (Kemandirian Radikal): Kemampuan untuk berdiri di atas kaki sendiri bukan lagi sekadar pilihan, melainkan syarat fundamental untuk bertahan. Kesuksesan yang berkelanjutan hanya bisa dicapai jika fondasinya dibangun oleh tangan sendiri, bukan dari hasil “pinjaman” validasi orang lain.
Filter Kognitif terhadap Kritik: Di dunia yang semua orang bisa bicara, tidak semua masukan adalah ilmu. Anda wajib membedakan mana kritik konstruktif yang membangun dan mana “kebisingan” yang hanya bertujuan menjatuhkan mental. Memiliki filter sosial yang ketat adalah keterampilan wajib di abad ke-21.
Radical Responsibility (Tanggung Jawab Radikal): Berhenti mencari kambing hitam atau menyalahkan algoritma atas stagnasi hidup. Kesuksesan dimulai di detik Anda berhenti mengeluh dan mulai mengambil tanggung jawab penuh atas setiap konsekuensi dari keputusan yang diambil.
Kesimpulan: Hidup Bukanlah Konsumsi Publik
Pada akhirnya, hidup adalah perjalanan privat yang tidak membutuhkan persetujuan publik untuk dianggap berhasil. Keberhasilan yang autentik tidak memerlukan tepuk tangan dari mereka yang tidak tahu seberapa besar keringat yang Anda kucurkan.
Pesan utamanya jelas: Ini adalah hidup Anda, dan nasibnya ada sepenuhnya di tangan Anda. Jangan biarkan orang asing yang tidak berkontribusi pada proses Anda, justru menjadi pihak yang paling vokal mendikte hasil akhir Anda.
Oleh: Casroni
Selasa, 17 Februari 2026
BREBES, DN-II Semangat kolaborasi untuk memajukan Kabupaten Brebes kian mengkristal. Bertempat di RM Kebon Lumpang, Paguyangan, Selasa (17/2/2026), tokoh masyarakat Azmi Asmuni Majid menyampaikan dalam silaturahmi dan diskusi strategis bersama koalisi aktivis lintas sektoral guna menyatukan visi pembangunan daerah.
Pertemuan ini menjadi ajang konsolidasi para penggerak perubahan, mulai dari aktivis sosial, akademisi, pegiat lingkungan, tokoh agama, pelaku UMKM, hingga mahasiswa. Nampak hadir tokoh-tokoh berpengaruh seperti Abdul Aris Assaad, Slamet Riyadi Bento, Slamet Faka, Dedi Anjar, Imam Santoso, Syamsul, Mardiyanto, Rien Handayani, Purwanto, Gus Akom, Malawi, Jefry Arsa R, Makmur, serta sejumlah aktivis lainnya.
Mereka berhimpun dalam semangat Sengkuyung (gotong royong) untuk memastikan arah kebijakan pemerintah tetap berada di jalur yang benar (on the track).
Mengawal Visi ‘Brebes Beres’ sebagai Kontrak Sosial
Azmi Asmuni Majid menegaskan bahwa visi “Brebes Beres” bukanlah sekadar slogan politik, melainkan sebuah kontrak sosial yang pemenuhannya harus dikawal ketat oleh elemen masyarakat sipil.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kehadiran para tokoh dari berbagai latar belakang hari ini adalah bukti nyata bahwa kepedulian terhadap masa depan Brebes masih sangat tinggi. Kita berkumpul untuk menyatukan frekuensi dan memastikan setiap kebijakan pemerintah benar-benar menyentuh akar rumput,” ujar Azmi di sela-sela diskusi.
Empat Pilar Prioritas: Dari Infrastruktur hingga Kedaulatan Pangan
Diskusi yang berlangsung dinamis tersebut mengerucut pada empat poin krusial yang menjadi prioritas utama untuk menjawab kegelisahan warga Brebes:
Transformasi Infrastruktur: Percepatan perbaikan dan pemerataan kualitas jalan di seluruh pelosok kabupaten guna memacu pertumbuhan ekonomi lokal.
Kesehatan Pro-Rakyat (Nakes Door to Door): Mendorong inovasi layanan kesehatan jemput bola, di mana tenaga medis hadir langsung ke kediaman warga yang membutuhkan.
Investasi SDM (Satu Keluarga Satu Sarjana): Program strategis untuk memutus rantai kemiskinan struktural melalui pemberian akses pendidikan tinggi bagi keluarga kurang mampu.
Ketahanan Pangan (Wareg Sedoyo): Gerakan untuk memastikan kedaulatan pangan dan menjamin tidak ada warga Brebes yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.
Memperkuat Kontrol Sosial dari Akar Rumput
Keterlibatan aktif mahasiswa dan akademisi dalam pertemuan ini memberikan bobot ilmiah pada rekomendasi yang dihasilkan. Para aktivis sepakat bahwa fungsi kontrol sosial harus diperkuat agar visi pembangunan tidak melenceng dari kepentingan publik.
Pertemuan di wilayah selatan Brebes ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk melakukan pemantauan berkala terhadap program-program strategis pemerintah. Langkah ini diambil demi satu tujuan besar: mewujudkan Brebes yang lebih tertata, sejahtera, dan bermartabat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
BREBES, DN-II Pelarian R (45), pelaku pembunuhan keji terhadap Sapri (67), berakhir di tangan Tim Resmob Sat Reskrim Polres Brebes.
Kurang dari 24 jam setelah jasad korban ditemukan dalam koper di sebuah rumah kosong di Desa Sukareja, polisi berhasil membekuk pelaku di persembunyiannya di Majalengka, Jawa Barat, Selasa (17/2/2026) dini hari.
Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardiansyah, mengungkapkan bahwa motif pembunuhan dipicu rasa sakit hati. Pelaku mengaku emosi saat ditagih utang oleh korban hingga terjadi cekcok.
“Pelaku memukul korban dengan batu di bagian kepala dan dada hingga tewas,” ujar AKBP Lilik, Selas (17/2) siang.
Tragisnya, karena jasad korban tidak muat masuk ke dalam koper, pelaku tega memutilasi kaki dan tangan korban.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Selain menghilangkan nyawa, pelaku juga menggasak uang tunai milik korban sebesar Rp15,6 juta dan sebuah ponsel. Kini, R dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
Terkait dengan pengenaan pasal pembunuhan berencana, Kapolres menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman kasus dengan meminta keterangan lebih lanjut terhadap pelaku. Pelaku dikenakan Pasal 479 Nomor 1 Tahun 2023 KUHP terbaru dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara, dan Pasal 458 Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
“Dikenakan pasal berlapis. Karena pada saat pelaku menghabisi korban, pelaku mengambil handphone dan uang milik korban sebesar Rp15.622.000,” pungkasnya. (Red/Hms)
KOTA TEGAL, DN-II Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Provinsi Jawa Tengah 2026 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) digelar di Pendopo Ki Gede Sebayu, Kompleks Balai Kota Tegal, Sabtu (14/2/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Bupati Pemalang Anom Widyantoro, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Digital (Kadiskomdigi) Provinsi Jawa Tengah Agung Hariyadi yang mewakili Gubernur Jawa Tengah, unsur Forkopimda Kota Tegal, Sekretaris Daerah Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono, Ketua TP PKK Kota Tegal Gadis Sephi Febriana Dedy Yon, Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana, Ketua PWI Kota Tegal Meiwan Dani A, Kepala OPD terkait, serta Perwakilan Pengurus PWi Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Wali Kota Tegal menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Kota Tegal sebagai tuan rumah puncak HPN tingkat provinsi. Ia berharap momentum ini semakin memperkuat sinergi antara Pemerintah Daerah dan insan pers dalam mendorong pembangunan serta promosi potensi daerah, termasuk sektor perdagangan, jasa, pariwisata, dan UMKM.
HPN tahun ini mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.” Tema tersebut menegaskan pentingnya pers yang profesional, independen, dan bertanggung jawab dalam membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi bangsa.
Gubernur Jawa Tengah dalam sambutannya yang dibacakan Kadiskomdigi Agung Hariyadi menekankan bahwa pers yang sehat adalah pers yang merdeka namun tetap
menjunjung etika dan tanggung jawab. Di tengah arus disinformasi dan perkembangan teknologi digital, pers diharapkan mampu menjadi penjernih informasi, sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif dan berimbang.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mengajak insan pers untuk turut mengawal program pembangunan, mulai dari percepatan infrastruktur, pengentasan kemiskinan ekstrem, hingga digitalisasi birokrasi, melalui pemberitaan yang akurat dan konstruktif.
Sementara itu, Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Tegal dan PWI Kota Tegal atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengingatkan bahwa di tengah pesatnya perkembangan media sosial dan kecerdasan buatan (AI), insan pers harus tetap menjaga profesionalisme dan integritas.
Menurutnya, pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi, hiburan, serta kontrol sosial yang berperan dalam menjaga keberlangsungan demokrasi dan ekonomi bangsa.
Peringatan HPN 2026 diharapkan menjadi momentum penguatan komitmen insan pers Jawa Tengah untuk terus profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.(* Bim )
BREBES, DN-II Di tengah kesibukan pengerjaan infrastruktur program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127, Komandan Kodim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., menunjukkan sisi humanisnya. Beliau menyempatkan diri bercengkerama dan mengobrol santai bersama anak-anak di lokasi pembangunan bak penampungan air, Senin (16/02/2026).
Momen hangat ini terjadi saat Dandim tengah meninjau progres fisik penyediaan sarana air bersih yang menjadi salah satu sasaran pokok TMMD tahun ini. Anak-anak yang sedang bermain di sekitar lokasi tampak antusias dan tidak canggung menyapa orang nomor satu di Kodim 0713/Brebes tersebut.
Sambil duduk santai di dekat material bangunan, Letkol Inf Ambariyantomo terlihat tertawa bersama anak-anak tersebut. Beliau melontarkan pertanyaan-pertanyaan ringan seputar sekolah hingga cita-cita mereka.
“Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk membangun beton dan jalan, tapi juga untuk membangun kedekatan emosional dengan generasi penerus. Kita ingin mereka merasa bahwa TNI adalah sahabat dan pelindung mereka,” ujar Letkol Inf Ambariyantomo.
Pemilihan lokasi obrolan di area bak penampungan air ini juga memiliki makna simbolis. Dandim menjelaskan kepada anak-anak bahwa fasilitas yang sedang dibangun tersebut nantinya akan menjamin ketersediaan air bersih bagi mereka, sehingga mereka bisa tumbuh lebih sehat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dandim menyisipkan pesan agar anak-anak rajin belajar dan menjaga kebersihan lingkungan.
Melalui interaksi sederhana ini, TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes membuktikan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari persentase fisik bangunan, tetapi juga dari senyum dan kedekatan yang terjalin dengan warga, bahkan sejak usia dini.(Rio/Pradista)
