BREBES, DN-II Atmosfer kompetisi Pemilihan Duta Anti Narkoba Kabupaten Brebes 2026 mencapai puncaknya. Aula Islamic Center Brebes menjadi saksi bisu ketatnya sesi tanya jawab krusial, di mana ketangkasan berpikir dan kedalaman visi para finalis diuji langsung oleh panelis berkompeten, Sabtu (10/01/2026) malam.
Salah satu momen paling ikonik terjadi saat Azmi Majid, Ketua Sepakat Brebes Bermartabat sekaligus tokoh pegiat sosial, melontarkan pertanyaan strategis kepada Fajar, finalis unggulan dari Universitas Harkat Negeri (UHN) yang tampil menonjol di atas panggung.
Aturan Ketat: Satu Menit Penentu Nasib
Ketegangan menyelimuti panggung saat panitia memberlakukan regulasi ketat: setiap finalis hanya diberikan durasi 60 detik untuk menjawab. Tantangan semakin berat karena panelis tidak akan mengulang pertanyaan, menuntut konsentrasi penuh dan kecakapan komunikasi dari setiap peserta.
Azmi Majid dan ketua kadin Brebes Indra Kusuma, hadir sebagai panelis.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Visi Kebijakan: Program wajib apa yang akan diinisiasi di institusi pendidikan jika finalis memiliki otoritas sebagai pengambil kebijakan?
Edukasi Karier: Bagaimana strategi konkret menjelaskan korelasi negatif penyalahgunaan narkoba terhadap prospek karier generasi muda di masa depan?
Jawaban Lugas Berbasis Digital
Meski berada di bawah tekanan waktu, Fajar berhasil memukau hadirin dengan jawaban yang taktis dan visioner. Ia mengusulkan integrasi kurikulum anti-narkoba berbasis ekosistem digital di sekolah-sekolah, serta pendekatan persuasif mengenai “catatan hitam” kriminalitas yang dapat memutus mata rantai impian karier seseorang.
“Jawaban yang disampaikan Fajar sangat lugas dan menyentuh substansi. Ia memahami bahwa langkah konkret harus dimulai dari penguatan di lingkungan pendidikan dan kesadaran akan masa depan,” puji Azmi Majid saat ditemui usai sesi penjurian.
Sinergi Lintas Sektor Perangi Narkoba
Kegiatan yang dinakhodai oleh Heru Irawan, S.H, M.M. ini bukan sekadar ajang kompetisi kecantikan atau bakat, melainkan simbol sinergi tokoh masyarakat Brebes dalam memerangi narkotika.
Dukungan nyata terlihat dari kehadiran tokoh-tokoh penting. Selain Indra Kusuma dan Azmi Majid, nampak hadir perwakilan pengusaha nasional H. Muhadi Setiabudi yang diwakili oleh Mey, General Manager Grand Dian Hotel.
Kehadiran para tokoh lintas sektor ini menegaskan komitmen kolektif untuk membentengi wilayah Brebes dari peredaran gelap narkoba. Diharapkan, duta yang terpilih nantinya mampu menjadi agent of change yang membawa pesan preventif secara segar dan efektif bagi Milenial dan Gen Z.
Usai melewati fase eliminasi yang sengit ini, para finalis dijadwalkan akan melaju ke Malam Grand Final yang akan diselenggarakan di Gedung Islamic Centre Brebes sebagai penentu siapa yang layak menyandang gelar Duta Anti Narkoba 2026.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
BREBES, DN-II Dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi ke-348 Kabupaten Brebes, Polres Brebes sukses menggelar Grand Final Pemilihan Duta Anti Narkoba Tahun 2026. Acara yang berlangsung meriah ini digelar di Gedung Serbaguna Islamic Centre Brebes, Sabtu malam (10/1/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, bersama jajaran Forkopimda, termasuk Sekda Brebes Dr. Tahroni, yang mewakili Bupati Brebes, serta Kepala BNN Kota Tegal Kunarto.
Dalam sambutannya, Sekda Brebes Dr. Tahroni menegaskan bahwa pemilihan duta ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan langkah konkret dalam memberantas penyalahgunaan narkoba di kalangan milenial.
“Para finalis adalah harapan dan teladan. Kalian bukan hanya membawa nama diri sendiri, tapi membawa pesan besar tentang hidup sehat dan produktif tanpa narkoba. Jadilah agen perubahan yang menginspirasi lingkungan dengan cara yang santun,” ujar Dr. Tahroni.
Senada dengan hal tersebut, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah mengungkapkan keprihatinannya terhadap transformasi modus peredaran narkoba saat ini. Menurutnya, sekitar 77% sasaran narkoba adalah usia produktif dan pelajar.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Pencegahan narkoba adalah tugas bersama. Duta Anti Narkoba yang terpilih nantinya memiliki tugas berat sebagai agen perubahan untuk menyuarakan bahaya narkoba kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda di wilayah hukum Polres Brebes,” tegas Kapolres.
Suasana gedung semakin semarak dengan penampilan Guest Star *Richie (eks Five Minutes) yang menghibur sekitar 100 hadirin dan pendukung finalis.
Kehadiran Ipda Purnomo (Polisi Baik) dari Polres Lamongan sebagai Duta Kemanusiaan juga memberikan inspirasi tersendiri bagi para peserta.
Setelah melalui proses penilaian yang ketat terhadap 19 finalis, dewan juri menetapkan pemenang Duta Anti Narkoba Polres Brebes 2026 sebagai berikut:
Juara 1: Syifa Aulia Riana (SMK Muhammadiyah Paguyangan). Juara 2 M. Rifa Robani (SMA N 1 Salem) dan
Juara 3 Nasya Najmi Tartila (SMK N 1 Brebes)
Gelaran ini berjalan aman dan kondusif. Sebanyak 40 personel gabungan dari berbagai satuan Polres Brebes dan Kodim 0713/Brebes disiagakan di lokasi hingga acara usai pada pukul 23.00 WIB.
Kepala BNN Kota Tegal, Kunarto, turut memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Polres Brebes. “Ini langkah cerdas. Penindakan saja tidak cukup, perlu deteksi dini dan edukasi melalui rekan sebaya seperti para duta ini agar pesan pencegahan lebih mudah diterima masyarakat,” pungkasnya. (Red/Hms)
Jakarta, DN-II Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A., menghadiri keberangkatan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, M.B.A., beserta rombongan dalam rangka lawatan resmi ke Turkiye, Bosnia dan Pakistan. Kegiatan ini bertempat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Kamis, (9/1/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pertahanan RI, Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan T., M.D.S., M.S.P., Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., Sekretaris Jenderal Kemhan RI Letjen TNI Tri Budi Utomo, S.E., Inspektur Jenderal Kemhan RI Letjen TNI Rui F.G.P. Duarte, M.A., Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan RI Letjen TNI Gabriel Lema, Kepala Baharwathan Kemhan RI Laksdya TNI Ir. Supo Dwi Diantara, S.T., M.Tr.Opsla., IPU., M.A., M.S.P., APEC Eng., para Direktur Jenderal Kemhan RI, serta Pejabat Tinggi TNI.
Lawatan tersebut sebagai bagian dari upaya penguatan kerja sama pertahanan internasional melalui pembahasan dan pengembangan defense cooperation agreement antara Pemerintah Republik Indonesia dengan negara-negara mitra strategis. Agenda ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam memperluas jejaring diplomasi pertahanan yang adaptif terhadap dinamika lingkungan strategis global.
Kehadiran Rektor Unhan RI pada momentum keberangkatan ini menegaskan peran Unhan RI sebagai think tank pertahanan negara yang mendukung kebijakan strategis Kementerian Pertahanan RI, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia pertahanan, diplomasi pertahanan, serta kerja sama pendidikan dan riset pertahanan dengan mitra internasional.
(Red/Humas Unhan RI).
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
BREBES, DN-II Pemerintah Kabupaten Brebes menegaskan komitmennya dalam memerangi peredaran gelap narkotika dengan menggelar Grand Final Pemilihan Duta Anti Narkoba Kabupaten Brebes 2026. Acara yang berlangsung di Gedung Islamic Centre Brebes, Sabtu (10/1/2026) malam ini, menjadi panggung bagi generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam pencegahan penyalahgunaan zat terlarang.
Hadir dalam acara tersebut jajaran Forkopimda, termasuk perwakilan Kapolres Brebes, perwakilan Kajari, perwakilan Dandim, serta tokoh masyarakat terkemuka seperti H. Ridhohukam dan H. Indra Kusuma, S.Sos. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan penuh lintas sektor terhadap gerakan anti-narkotika di Kota Bawang.
Apresiasi Kolaborasi dan Visi Visioner
Mewakili Bupati Brebes Paramita Widya Kusuma, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Brebes, Dr. Tahroni, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaboratif ini, khususnya peran aktif kepolisian dan instansi terkait.
“Kegiatan ini sangat luar biasa. Sinergi yang digagas Kapolres Brebes menunjukkan visi yang tajam dan jiwa muda yang visioner. Sosok beliau menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus bersemangat menjaga daerah ini dari ancaman narkoba,” ujar Dr. Tahroni dalam sambutannya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Benteng Moral bagi Pemuda Brebes
Dalam pesannya, Dr. Tahroni menekankan bahwa pemilihan duta ini bukan sekadar ajang unjuk bakat atau kontes kecantikan, melainkan sebuah gerakan moral dan kultural yang mendalam. Mengingat posisi strategis Brebes, kerentanan generasi muda terhadap pengaruh narkoba menjadi perhatian serius pemerintah.
“Narkoba adalah ancaman nyata bagi masa depan bangsa. Seringkali pintu masuknya dimulai dari hal kecil, seperti merokok di usia dini. Di sinilah peran orang tua dan lingkungan sangat vital untuk menjaga anak-anak kita agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran setan tersebut,” tegasnya.
Misi ‘Memviruskan’ Kebaikan
Pemerintah Kabupaten Brebes menaruh harapan besar agar para finalis dan pemenang mampu menjadi agent of change (agen perubahan). Mereka diharapkan mampu ‘memviruskan’ semangat positif dan pola hidup sehat kepada rekan sebaya (peer group) di seluruh pelosok Brebes.
“Kehancuran suatu bangsa dimulai ketika generasi mudanya kehilangan arah moral. Melalui ajang ini, kita berkomitmen mencetak ‘Insan Kamil’—manusia yang hebat, tangguh, dan berakhlak mulia demi kemajuan bangsa,” pungkas Dr. Tahroni.
Acara puncaknya dimeriahkan dengan sesi unjuk bakat dan orasi kreatif dari para finalis yang memperebutkan gelar Duta Anti Narkoba 2026. Para pemenang nantinya akan mengemban tugas sebagai edukator dan inspirator bagi kaum milenial dan Gen Z di Kabupaten Brebes selama satu tahun ke depan.
Reporter: Teguh
KERSANA, DN-II Gelaran pemilihan Duta Anti Narkoba tingkat kabupaten/provinsi semakin memanas. Salah satu kandidat yang mencuri perhatian adalah Keysha Navila Maulana, perwakilan berbakat dari SMA Negeri 1 Kersana. (10/1/2026).
Dukungan masif pun mengalir deras dari rekan-rekan sekolahnya. Dalam sebuah kesempatan, para pendukung SMAN 1 Kersana hadir memberikan semangat langsung untuk siswi yang akrab disapa Caca tersebut. Meskipun harus bersaing ketat dengan 12 kontestan unggulan lainnya, para pendukung tetap optimis Keysha mampu membawa pulang gelar juara.
“Kami yakin Keysha bakal menang karena dia punya persiapan yang sangat matang dan dedikasi yang tinggi,” ujar salah satu perwakilan pendukung dengan penuh semangat.
Harapan dan Doa untuk “Caca”
Suasana penuh keceriaan menyelimuti barisan pendukung. Mereka tidak hanya membawa semangat, tetapi juga doa agar proses penilaian berjalan lancar. Keysha diharapkan mampu memberikan performa terbaik di hadapan dewan juri dan menyampaikan pesan edukatif mengenai bahaya narkoba bagi generasi muda secara efektif.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Harapan kami, semoga Caca bisa menang, prosesnya lancar di sana, dan tentunya mendapatkan nilai yang positif dari dewan juri. Amin!” tambah mereka.
Keikutsertaan Keysha dalam ajang ini diharapkan tidak hanya sekadar mengejar gelar juara, tetapi juga menjadi inspirasi bagi siswa-siswi SMAN 1 Kersana lainnya untuk terus berprestasi dan menjauhi penyalahgunaan narkoba.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Pemerintah Kabupaten Brebes mengambil langkah progresif dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika dengan memperkuat ketahanan komunitas (community resilience). Melalui ajang Pemilihan Duta Anti Narkoba Kabupaten Brebes 2026, generasi muda kini diposisikan sebagai pionir sekaligus benteng pertahanan utama di lingkungan masyarakat.
Puncak acara yang digelar di Gedung Islamic Centre Brebes, Sabtu (10/1/2026) malam, menjadi simbol perlawanan kolektif terhadap ancaman narkoba yang kian mengkhawatirkan di kalangan usia produktif.
Strategi Preemtif: Menyasar Akar Masalah
Dalam sambutannya, perwakilan penyelenggara, Lilik Ardhiansyah, S.H., S.I.K., M.I.R., M.I.P., mengungkapkan data krusial mengenai sasaran peredaran barang haram tersebut.
“Sebanyak 77 persen sasaran narkoba adalah usia produktif antara 15 hingga 24 tahun. Ini artinya, anak-anak kita yang duduk di bangku sekolah adalah target utama. Kita tidak lagi hanya bicara penindakan, tapi menyembuhkan dari akarnya melalui pola preventif dan preemtif,” tegas Lilik.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ia menambahkan bahwa mayoritas kasus penyalahgunaan bermula dari tekanan teman sebaya atau sekadar “ikut-ikutan”. Oleh karena itu, kehadiran Duta Anti Narkoba diharapkan mampu menjadi endorser dan influencer positif yang memberikan edukasi dengan bahasa yang lebih diterima oleh rekan sebaya mereka.
Ancaman ‘Genocide Slow Motion’
Kegiatan ini tidak hanya sekadar seremoni. Pemerintah Kabupaten Brebes memperingatkan bahwa narkoba adalah bentuk Genocide Slow Motion atau pembunuhan karakter bangsa secara perlahan namun pasti. Jika tidak dicegah secara masif, kualitas sumber daya manusia Brebes di masa depan akan terancam.
Ketua Panitia Pelaksana, Heru Irawan, S.H., M.M., menjelaskan bahwa sinergi antar elemen masyarakat adalah kunci. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, termasuk Sekda Brebes, Kasdim, Ketua Pengadilan Negeri, Kepala BNN wilayah Tegal-Brebes, serta tokoh masyarakat seperti Ketua Sepakat Brebes Bermartabat, Azmi Asmuni Majid, S.TP.
Harapan Baru bagi Brebes
Acara yang berlangsung meriah tersebut diwarnai dengan yel-yel penuh semangat: “Brebes Beres, Brebes HP (Hati-hati Pergaulan), Bebas Narkoba!” yang menggema di seluruh ruangan.
Dengan terpilihnya Duta Anti Narkoba ini, Kabupaten Brebes optimistis dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan aman. Para duta terpilih nantinya akan mengemban tugas berat untuk mensosialisasikan bahaya narkoba ke sekolah-sekolah dan komunitas pemuda di pelosok Brebes.
“Ini adalah tanggung jawab kolektif. Orang tua, sekolah, dan pemerintah harus bersinergi demi menyelamatkan masa depan bangsa,” pungkas perwakilan penyelenggara dalam penutupan acara.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Upaya membentengi generasi muda dari ancaman narkotika di wilayah Jawa Tengah memasuki babak baru. Melalui pengukuhan Duta Anti Narkoba Tahun 2026, Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal resmi memperkuat sinergi lintas daerah demi memutus rantai peredaran gelap di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Acara puncak pemilihan yang digelar di Gedung Islamic Centre Brebes, Sabtu (10/12026), menjadi momentum penting bagi penguatan advokasi pencegahan narkoba. Kepala BNN Kota Tegal, AKP Yunarto, menegaskan bahwa kehadiran para duta ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret menciptakan agen perubahan.
Kolaborasi Strategis Lintas Wilayah
Salah satu poin krusial dalam gerakan ini adalah rencana kolaborasi intensif antara Duta Anti Narkoba Kabupaten Brebes dengan mitra mereka di Kabupaten Tegal. Langkah ini bertujuan untuk mensinkronkan program kerja agar jangkauan edukasi lebih luas.
“Kami akan memfasilitasi komunikasi antara Duta Anti Narkoba dari kedua kabupaten. Tujuannya jelas: sinkronisasi program kerja. Dengan bergerak bersama, edukasi kepada pelajar dan mahasiswa akan jauh lebih efektif dan masif,” ujar AKP Yunarto dalam sambutannya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ia mengakui bahwa amanah yang dipikul para duta tidaklah ringan. Namun, para finalis terpilih diharapkan mampu menjadi role model yang nyata dalam mengampanyekan gaya hidup sehat tanpa narkoba di lingkungan pendidikan.
Apresiasi Langkah Proaktif Pemerintah dan Polri
Selain peran pemuda, AKP Yunarto juga memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polres Brebes dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes. Secara khusus, ia menyoroti peran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Brebes yang dinilai sangat progresif.
“Kesbangpol sangat aktif melakukan pembinaan hingga ke tingkat desa. Ini adalah langkah jemput bola yang luar biasa dalam menutup celah peredaran narkoba yang kini mulai merambah wilayah pedesaan,” tambahnya.
Melalui integrasi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan peran aktif generasi milenial, wilayah Brebes dan sekitarnya ditargetkan mampu bertransformasi menjadi Zona Hijau Bebas Narkoba.
Reporter: Teguh
Banda Aceh, DN-II Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyerap berbagai aspirasi dari kepala daerah se-Provinsi Aceh terkait dengan penanganan pascabencana di wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi daerah terdampak bencana di Aceh.
Dalam arahannya, Mendagri menjelaskan, pemerintah pusat telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) melalui Keputusan Presiden (Keppres). Ia ditunjuk sebagai Ketua Satgas dan langsung melakukan langkah-langkah konsolidasi, termasuk pemetaan tingkat kenormalan daerah terdampak.
“Saya membuat checklist tentang normalisasi. Karena kita ingin pemulihan, pemulihan itu artinya menuju normal, target kita,” ujar Mendagri saat memimpin Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Kota Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh kepala daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di wilayah Aceh.
Lebih lanjut, Mendagri memaparkan, indikator normalisasi yang digunakan meliputi aktivasi fungsi pemerintahan, pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan, infrastruktur, aktivitas ekonomi, kondisi sosial, hingga ketersediaan layanan pendukung seperti listrik, air bersih, dan internet. Dari hasil pemetaan tersebut, Aceh menjadi wilayah dengan tingkat terdampak yang relatif lebih tinggi dibanding provinsi lain, sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan yang lebih serius.
Karena itu, Mendagri memutuskan menjadikan Aceh sebagai pusat posko nasional untuk Sumatra bagian utara. Langkah ini diambil agar koordinasi lintas kementerian/lembaga dan percepatan pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih efektif. “Ini harus diseriusin betul, agak beda dengan daerah lain. Tanpa mengecilkan [daerah lain yang terdampak], kita prihatin dengan daerah lain juga,” ujarnya
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa kepemimpinan daerah menjadi kunci dalam menghadapi situasi krisis. Menurutnya, krisis merupakan ujian nyata bagi kepala daerah untuk menunjukkan ketegasan, keberanian, dan kemampuan mengelola sumber daya yang ada. “Jadi pemimpin yang kuat itu lahir ketika di masa krisis,” tegas Mendagri.
Dalam kesempatan tersebut, Mendagri meminta seluruh kepala daerah di Aceh menyampaikan data kerusakan secara rinci dan spesifik, baik terkait fasilitas kesehatan, pendidikan, jalan, jembatan, pasar, rumah ibadah, hingga infrastruktur dasar lainnya. Data tersebut diminta segera diserahkan secara tertulis agar dapat dibahas dan ditindaklanjuti dalam rapat besar lintas kementerian. “Makin detail [datanya] makin bagus,” ujarnya.
Terkait dukungan anggaran, Mendagri menyampaikan bahwa pemerintah pusat berkomitmen mempercepat penyaluran dana ke daerah terdampak agar memiliki modal awal untuk bergerak cepat. Ia juga memastikan bahwa kebijakan pengembalian dana transfer ke daerah bagi wilayah terdampak bencana telah diputuskan di tingkat pusat.
Selain pemulihan fisik, Mendagri menekankan pentingnya pelindungan sosial bagi masyarakat terdampak, termasuk percepatan pendataan untuk bantuan langsung tunai, Program Keluarga Harapan (PKH), Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan, hingga program Kartu Prakerja. Ia meminta kepala daerah memanfaatkan jaringan hingga tingkat desa agar pendataan benar-benar akurat dan tepat sasaran.
Red
BREBES, DN-II Semangat pemberantasan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja terus menggema. Puluhan siswa SMK Negeri 1 Brebes hadir memadati gelaran pemilihan Duta Anti Narkoba untuk memberikan dukungan penuh bagi perwakilan sekolah mereka, Sabtu (10/1/2026).
Kehadiran para suporter ini bukan sekadar seremoni untuk meramaikan suasana. Mereka membawa misi besar sebagai representasi komitmen pelajar dalam memerangi peredaran gelap narkotika di lingkungan pendidikan.
Kobarkan Energi Positif dan Solidaritas
Didik, siswa kelas 11 SMK Negeri 1 Brebes sekaligus koordinator suporter, menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah bentuk dukungan moral bagi rekan yang tengah berkompetisi di atas panggung.
“Harapan kami tentu saja perwakilan SMKN 1 Brebes bisa meraih juara. Namun lebih dari itu, kami ingin menunjukkan bahwa sekolah kami solid dan satu suara dalam mendukung gerakan anti narkoba,” ujar Didik di sela-sela acara.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Waspadai Gejala Penyalahgunaan di Sekolah
Dalam kesempatan tersebut, Didik juga menunjukkan kepekaannya terhadap realita peredaran narkoba yang kian mengkhawatirkan. Ia menekankan pentingnya bagi setiap siswa untuk mengenali ciri-ciri fisik dan perubahan perilaku rekan sejawat sebagai langkah deteksi dini.
“Biasanya pengaruh zat terlarang bisa terlihat dari ciri-cirinya, seperti wajah yang tampak lesu, mata yang sering mengantuk, serta berkurangnya konsentrasi saat menerima pelajaran di kelas,” tambahnya.
Meski menyadari ancaman itu nyata, Didik memastikan bahwa komunitas pelajar yang hadir dalam acara ini adalah kelompok yang berkomitmen menjaga gaya hidup sehat. Ia menegaskan pentingnya kewaspadaan kolektif agar sekolah tetap menjadi zona aman (safe zone) bagi tumbuh kembang siswa.
Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
Menutup perbincangan, Didik menyampaikan pesan emosional bagi seluruh rekan sebaya di tanah air. Ia mengajak anak muda untuk tidak menukar masa depan dengan kesenangan semu.
“Pesan saya buat anak-anak muda sekarang, jadilah Generasi Emas untuk Indonesia. Jangan sampai sekali-kali menyentuh narkoba, karena sekali mencoba, masa depan taruhannya,” tegasnya.
Ajang Duta Anti Narkoba ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai kompetisi semata, tetapi mampu melahirkan agen perubahan (agent of change) yang efektif memutus mata rantai peredaran narkoba, khususnya di wilayah Kabupaten Brebes.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
BREBES, DN-II Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Brebes resmi menggelar ajang Pemilihan Duta Anti Narkoba Kabupaten Brebes 2026, Sabtu (10/1/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai upaya preventif menekan angka penyalahgunaan narkotika dengan melibatkan peran aktif Generasi Z (Gen Z).
Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, S.H., S.I.K., M.I.R., M.I.P., melalui Kasat Narkoba AKP Heru Irawan, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan misi pembentukan agen perubahan (agent of change) di tengah masyarakat.
Representasi 17 Kecamatan
Ajang bergengsi ini diikuti oleh 19 peserta terpilih yang mewakili 17 kecamatan di seluruh Kabupaten Brebes. Peserta merupakan putra-putri terbaik dengan latar belakang pendidikan mulai dari tingkat SMA hingga perguruan tinggi.
“Tercatat ada 19 peserta yang ikut serta, rinciannya 3 peserta dari kategori mahasiswa dan 16 peserta dari tingkat SMA/SMK sederajat. Mereka adalah representasi dari setiap kecamatan di wilayah hukum Polres Brebes,” ujar AKP Heru Irawan di lokasi acara.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kriteria penilaian utama meliputi kedalaman wawasan mengenai bahaya narkotika serta kemampuan komunikasi publik. Para pemenang nantinya diproyeksikan menjadi “perpanjangan tangan” kepolisian dalam mengedukasi rekan sebaya secara lebih persuasif.
Implementasi Program Asta Cita
AKP Heru menekankan bahwa pembentukan Duta Anti Narkoba ini merupakan langkah konkret Polri dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI, khususnya terkait poin pemberantasan narkoba secara masif di seluruh wilayah Indonesia.
“Kami menyasar Gen Z karena mereka memiliki pengaruh kuat di komunitasnya. Harapannya, edukasi mengenai bahaya narkoba dapat tersampaikan dengan bahasa yang lebih mudah diterima oleh kalangan muda,” tambahnya.
Tren Kasus Narkoba Menurun Signifikan
Upaya pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polres Brebes menunjukkan tren positif. Berdasarkan data kepolisian, terjadi penurunan angka kasus yang cukup signifikan dalam satu tahun terakhir.
Pada tahun 2024, Polres Brebes berhasil mengungkap 53 Laporan Polisi (LP) dengan total 78 tersangka. Sementara pada tahun 2025, angka tersebut turun menjadi 36 laporan dengan 46 tersangka.
“Penurunan ini adalah buah dari sinergitas kuat antara Polres dan Pemerintah Daerah melalui pembinaan intensif ke desa-desa dan sekolah. Kami juga telah memperkuat benteng di tingkat akar rumput melalui pembentukan Kampung Tangguh Anti Narkoba di berbagai kecamatan,” jelas AKP Heru.
Pesan Untuk Generasi Muda
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menutup keterangannya, Kasat Narkoba memberikan pesan tegas sekaligus motivasi bagi para pemuda di Kabupaten Brebes agar tetap berada di jalur yang positif.
“Pesan kami untuk Gen Z: Jauhi narkoba, tingkatkan prestasi! Jadilah generasi yang membanggakan tanpa jeratan narkotika. Masa depan bangsa ada di tangan kalian yang bersih dari narkoba,” pungkasnya.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
