Beranda » Keamanan » Halaman 121

Keamanan

BANYUMAS, DN-II Gelombang penolakan terhadap aktivitas tambang Galian C di kaki Gunung Slamet terus menguat. Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan menggelar aksi damai dengan memasang banner penolakan di lokasi pertambangan Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Minggu (11/1/2026).

Aksi Damai dan Pemasangan Banner

Sekitar 100 warga mendatangi lokasi tambang pada pukul 11.00 WIB untuk memasang empat banner besar sebagai bentuk protes keras. Aksi ini dikawal ketat oleh pihak kepolisian setempat guna memastikan situasi tetap kondusif. Meski berlangsung tertib, pesan yang disampaikan warga sangat tegas: Hentikan eksploitasi alam di kaki Gunung Slamet.

Ironi Izin Resmi di Tengah Kerusakan Jalan

Meski PT Sejahtera Keluarga Bumiindo selaku pengelola mengantongi izin resmi dari Dinas ESDM, Dinas Lingkungan Hidup Jawa Tengah, hingga Kementerian RI, warga merasa dampak negatifnya jauh lebih besar daripada legalitas yang ada.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Koordinator Aliansi, Eka Wisnu Iryanta, menyoroti kerusakan infrastruktur jalan akibat puluhan dump truck yang melintas setiap hari dengan muatan melebihi tonase.

“Warga sangat resah. Jalan Karangcegak – Limpakuwus (Jalan Baturaden Timur) yang baru saja diperbaiki pada November 2025 dengan anggaran Rp19,8 miliar, kini sudah rusak kembali di beberapa titik. Ini akibat aktivitas truk pasir yang masif setiap harinya,” ujar Eka Wisnu.

Menurutnya, kondisi lingkungan dan infrastruktur akan terus memburuk jika tidak ada evaluasi ketat dan pengawasan dari pemerintah. Aliansi menuntut satu hal pasti: Penutupan permanen seluruh aktivitas tambang di wilayah tersebut.

Agendakan Audiensi dan Orasi Massal

Perjuangan warga tidak berhenti di pemasangan banner. Sekretaris Aliansi Tolak Tambang Gandatapa, Fajar Kurniawan, menjelaskan bahwa rangkaian aksi lanjutan telah dijadwalkan.

“Kami akan melakukan audiensi di Kantor Desa Gandatapa pada 19 Januari 2026. Selain itu, kami juga akan menggelar orasi, dialog publik, dan penggalangan dukungan di Pasar Kemukusan, Pasar Sikapat, hingga sepanjang Jalan Raya Baturaden Timur,” tegas Fajar.

Warga berharap pemerintah daerah maupun pusat meninjau kembali izin yang telah dikeluarkan demi menjaga kelestarian alam dan kenyamanan hidup masyarakat di bawah kaki Gunung Slamet.

Laporan: Edi Rival R.D.K / Tim Prima

KOTA TEGAL, DN-II Dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80 Tahun 2026, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tegal menggelar Jalan Sehat Kerukunan. Kegiatan tersebut mengambil start dan finish di Halaman Kantor Kemenag Kota Tegal, Minggu (11/01/2026).

Kegiatan jalan sehat ini diikuti oleh Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah, aparatur sipil negara (ASN) Kemenag Kota Tegal, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tegal, serta perwakilan dari berbagai umat beragama.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tegal, Kasiman Mahmud Desky, menyampaikan bahwa Jalan Sehat Kerukunan merupakan salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan HAB ke-80 Kemenag RI.

“Jalan sehat kerukunan ini menjadi salah satu agenda utama dalam peringatan Hari Amal Bhakti ke-80 Kementerian Agama. Mudah-mudahan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan membawa manfaat bagi semua,” ujarnya.

Sebelum melepas peserta dan mengikuti jalan sehat, Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti jalan sehat dengan penuh semangat, tertib, dan menjunjung tinggi kebersamaan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Tegal, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Agama Kota Tegal, para panitia, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menyukseskan kegiatan ini,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan jalan sehat bukan sekadar aktivitas olahraga, melainkan simbol nyata kerukunan dan persaudaraan antarumat beragama.

“Kegiatan jalan sehat yang baru saja kita ikuti bukan sekadar olahraga, tetapi merupakan simbol nyata kerukunan, persatuan, dan persaudaraan antarumat beragama di Kota Tegal. Langkah demi langkah yang kita tempuh bersama hari ini mencerminkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk tetap berjalan seiring dan sejalan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Tazkiyyatul Muthmainnah menyampaikan bahwa komitmen Pemerintah Kota Tegal dalam menjaga kerukunan umat beragama diwujudkan melalui kebijakan nyata.

“Komitmen tersebut diwujudkan melalui Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kerukunan Umat Beragama, serta penguatan peran kerukunan hingga tingkat paling bawah melalui struktur kemasyarakatan seperti rukun tetangga,” jelasnya.

Ia berharap momentum Peringatan HAB ke-80 Kemenag RI ini dapat menjadi penguat semangat bersama untuk terus menjaga persatuan dan menolak segala bentuk intoleransi.

“Momentum Hari Amal Bhakti ke-80 ini saya harapkan menjadi penguat semangat bagi kita semua untuk terus menjaga persatuan, menolak segala bentuk intoleransi, dan menjadikan Kota Tegal sebagai rumah bersama yang nyaman bagi seluruh umat beragama,” pungkasnya.(* S. Bimantoro )

Gayo Lues, DN-II Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera meninjau persawahan Aih Badak di Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Minggu (11/1/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Mendagri mendorong revitalisasi sawah yang terdampak bencana agar kembali produktif dan mendukung ketahanan pangan daerah.

“Jadi, kalau sawah yang terdampak seperti di Aceh ini, ini masuk program nanti optimalisasi lahan itu. Jadi direvitalisasi lagi,” katanya.

Mendagri mengatakan, pemulihan sektor pertanian akan dikoordinasikan dengan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman. Mentan memiliki konsep pemetaan seluruh sawah terdampak di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Konsep ini sejalan dengan program swasembada pangan yang menjadi prioritas Presiden.

“Ada dua mekanisme, yang satu optimalisasi lahan, yang kedua cetak sawah. Optimalisasi lahan itu lahan yang sudah ada, sawah yang sudah ada, dioptimalkan. Misalnya diberikan benih, kemudian diberikan pupuk, irigasi, dan lain-lain,” tuturnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sementara itu, cetak sawah dilakukan dengan mengonversi lahan baru, misalnya dari hutan menjadi sawah, yang prosesnya membutuhkan waktu lebih lama. Untuk sawah terdampak seperti di Aceh, Mendagri menegaskan akan masuk dalam program optimalisasi lahan.

“Itu [sawah] dibersihkan lagi lumpurnya, setelah itu nanti akan diberikan bantuan: benih, irigasi, kemudian pupuk, alsintan, mesin pertanian, macam-macam akan didukung. Nanti akan rapat, minggu depan saya akan rapat,” ujarnya.

Mendagri juga menyampaikan bahwa perekonomian di Kabupaten Gayo Lues secara umum mulai berjalan normal. Hal ini terlihat dari aktivitas pasar, restoran, hotel, warung, dan toko yang sudah kembali beroperasi. Ketersediaan BBM di SPBU dan LPG juga dinilai mencukupi.

Namun demikian, masih terdapat kampung-kampung tertentu yang rumahnya terdampak. Untuk itu, Mendagri meminta Bupati Gayo Lues segera menyelesaikan pendataan rumah rusak ringan, sedang, dan berat. Untuk rumah rusak ringan akan dibantu Rp15 juta, sedang Rp30 juta, dan berat Rp60 juta.

“[Yang] berat tidak punya pilihan, indeksnya 60 juta. Apakah mau dibangunkan? Kalau dibangunkan, namanya huntap (hunian tetap). Cuma ada problema di sini huntap, di Gayo Lues tidak ada tanah pemerintah. Perlu ada biaya untuk pembebasan [lahan] bagi masyarakat. Beliau (Bupati Gayo Lues) mengajukan anggaran lebih kurang 25 miliar. Nanti saya akan suarakan kepada Menteri Perumahan,” ungkapnya.

Mendagri menambahkan, masyarakat terdampak juga dapat diusulkan masuk program bantuan sosial reguler, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Program Prakerja, serta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Masyarakat yang terdampak bencana dan mengalami penurunan kondisi ekonomi bisa diusulkan masuk program-program tersebut oleh kepala daerah.

“Nah, itu mereka nanti akan bisa diusulkan oleh Pak Bupati,” tambahnya.

Mendagri menambahkan, akses jalan darat di Kabupaten Gayo Lues berangsur pulih sehingga distribusi bantuan logistik dapat berjalan. Meski masih terbatas, jalur transportasi telah terbuka dan kebutuhan logistik dinilai mencukupi. Terkait permintaan beras dari Bupati Gayo Lues, Mendagri menyebut telah langsung berkoordinasi dengan Bulog untuk menyalurkan bantuan tersebut.

“Kalau ada permintaan [beras] resmi, ini akan ada pertanggungjawaban. Kalau untuk bencana, tidak dibayar, tidak. Berbeda dengan [beras] SPHP itu, yang untuk stabilisasi pangan harga. Itu kan harganya 12.000 per kilo. Tapi kalau untuk bencana, itu negara yang memberikan secara gratis,” tandasnya.

Red

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Turki, DN-II Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengawali kunjungan kerja di Turki dengan pertemuan dan courtesy call bersama Menteri Pertahanan Turki, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Turki, serta pimpinan Presidency of Defence Industries di kompleks ASELSAN, Ankara, Jumat (9/1/2026).

Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama pertahanan Indonesia–Turki yang telah terjalin erat, khususnya dalam pengembangan industri pertahanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan hubungan antarlembaga.

Menhan RI menekankan bahwa Turki merupakan mitra strategis dalam memperkuat kemandirian pertahanan nasional, termasuk pembangunan ekosistem industri pertahanan berkelanjutan dan penguatan kapasitas menghadapi dinamika strategis global. Dalam rangkaian kegiatan, Menhan dan jajaran turut meninjau fasilitas industri pertahanan ASELSAN sebagai upaya membuka peluang kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan.

The Minister of Defence of the Republic of Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, commenced an official working visit to Turkey with a meeting and courtesy call with the Turkish Minister of National Defence, the Chief of the Turkish Armed Forces, and the leadership of the Presidency of Defence Industries at the ASELSAN complex in Ankara, on Friday (9 January).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

The meeting reaffirmed the strong foundation of Indonesia–Turkey defence cooperation, with a focus on defence industry development, human capital capacity building, and enhanced institutional collaboration.

The Minister of Defence emphasised Turkey’s role as a strategic partner in strengthening Indonesia’s defence self-reliance, including the development of a sustainable defence industry ecosystem and enhanced capabilities to address evolving global strategic dynamics. The programme also included a visit to ASELSAN’s facilities to explore concrete and forward-looking cooperation opportunities.

Red

#SjafrieSjamsoeddin
#MenhanSjafrie
#KemhanRI
#PertahananUntukIndonesia
#IndonesiaTurki

Turki, DN-II Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin Sjafrie Sjamsoeddin memimpin delegasi Indonesia dalam Pertemuan 2+2 Indonesia–Turki yang digelar di Ankara, Turki, pada Jumat (9/1/2026), bersama Menteri Luar Negeri Hakan Fidan dan Menteri Pertahanan Nasional Yaşar Güler, sebagai upaya memperkuat kemitraan strategis di bidang politik, pertahanan, dan keamanan.

Sebagai tindak lanjut Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi, pertemuan ini menjadi forum penyelarasan kebijakan luar negeri dan pertahanan dalam merespons dinamika strategis global. Kedua negara membahas penguatan hubungan bilateral, kerja sama pertahanan dan industri pertahanan, peningkatan kapasitas sdm, serta kesamaan pandangan terhadap isu regional dan global.

Pertemuan berlangsung konstruktif dan menegaskan komitmen untuk menjadikan dialog 2+2 sebagai mekanisme strategis yang berkelanjutan, dengan pertemuan berikutnya disepakati berlangsung di Jakarta.

Minister of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia Sugiono and Minister of Defence of the Republic of Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin led the Indonesian delegation at the Indonesia–Türkiye 2+2 Meeting held in Ankara, Türkiye, on Friday (9 January), alongside Minister of Foreign Affairs Hakan Fidan and Minister of National Defence Yaşar Güler, as part of efforts to strengthen the strategic partnership in the fields of politics, defence, and security.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

As a follow-up to the High-Level Strategic Cooperation, the meeting served as a forum to align foreign policy and defence approaches in response to evolving global strategic dynamics. Discussions covered the strengthening of bilateral relations, defence and defence industry cooperation, human resource capacity building, as well as shared perspectives on regional and global issues.

The meeting was conducted in a constructive atmosphere and reaffirmed the commitment to institutionalise the 2+2 dialogue as a sustainable strategic mechanism, with the next meeting agreed to be held in Jakarta.

Red

#SjafrieSjamsoeddin
#MenhanSjafrie
#KemhanRI
#PertahananUntukIndonesia
#IndonesiaTurki

Aceh Tamiang, DN-II Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menyerahkan bantuan ratusan gerobak dorong dan bahan makanan berupa mi instan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang. Bantuan ini untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana di daerah tersebut. Penyerahan bantuan berlangsung di Lapangan Parkir Kantor Bupati Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (11/1/2026).

Bantuan yang disalurkan meliputi 456 unit gerobak dorong yang dihibahkan untuk mendukung pembersihan lumpur dan material sisa bencana, terutama di kawasan permukiman padat serta gang-gang sempit. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan 1.300 dus mi instan guna membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri menyampaikan bahwa Kabupaten Aceh Tamiang merupakan salah satu wilayah dengan dampak bencana cukup besar. Meski demikian, ia menilai proses pemulihan di daerah tersebut mulai menunjukkan perkembangan yang positif.

“Pemerintahan sudah mulai jalan, ekonomi sudah mulai kelihatan. Warung, restoran, kemudian pasar sudah mulai buka, SPBU buka semua,” ujarnya.

Mendagri menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya diukur dari perbaikan infrastruktur fisik, tetapi juga dari berfungsinya pemerintahan serta kembali bergeraknya aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, kantor pemerintahan memiliki peran strategis sebagai pusat pengambilan kebijakan dan pengelolaan sumber daya daerah.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Guna mendukung percepatan pemulihan tersebut, Mendagri mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah menyalurkan dukungan anggaran tahap awal bagi Kabupaten Aceh Tamiang. “Saya mendapat informasi bahwa anggaran untuk Aceh Tamiang gelombang pertama itu tanpa melalui administrasi [terlebih dahulu], administrasi nyusul, uangnya duluan,” katanya.

Ia meminta pemerintah daerah (Pemda) segera memanfaatkan anggaran tersebut secara optimal. Prioritas diarahkan pada pembayaran gaji pegawai agar daya beli masyarakat kembali meningkat dan roda ekonomi bergerak. Selanjutnya, anggaran dapat digunakan untuk memperbaiki fasilitas pemerintahan yang rusak serta melengkapi sarana kerja, seperti perabot kantor dan perangkat komputer.

Selain dukungan anggaran, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga menugaskan dua pejabat keuangan daerah untuk mendampingi Pemkab Aceh Tamiang, khususnya dalam aspek administrasi dan koordinasi dengan DPRD. Pendampingan tersebut diharapkan dapat mempercepat pengambilan keputusan tanpa mengabaikan prinsip akuntabilitas.

Sebagai langkah lanjutan, Mendagri juga mengungkapkan rencana penambahan personel dari TNI dan Polri untuk mendukung kegiatan pembersihan dari rumah ke rumah, serta penyaluran perlengkapan pendukung lain yang masih dalam perjalanan, yaitu ribuan pasang sepatu bot.

“Supaya bisa bermanfaat dalam menghadapi pemulihan ini di tengah daerah yang masih becek-becek,” tandasnya.

Red

Jakarta, DN-II Dalam upaya mencerdaskan anak bangsa melalui peningkatan literasi hukum, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum CCI (YLBH CCI) membuka kesempatan bagi masyarakat umum di seluruh Indonesia untuk belajar dan memahami hukum perdata, pidana, dan syariah melalui program paralegal tingkat kecamatan, Minggu (11/1/2026).

Program ini terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa batasan latar belakang pendidikan, mulai dari sarjana hukum, sarjana lintas disiplin ilmu, hingga lulusan SMA/MA atau sederajat. Melalui peran paralegal, para peserta diharapkan mampu menjadi pendamping hukum masyarakat serta berkontribusi aktif dalam menegakkan keadilan dan meningkatkan kesadaran hukum di lingkungan masing-masing.

Dalam keterangannya, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.Pd.I., S.E., S.H., M.H., Ph.D, menyampaikan bahwa literasi hukum merupakan bagian penting dalam mencerdaskan anak bangsa. Menurutnya, pemahaman hukum yang baik akan melahirkan masyarakat yang sadar akan hak dan kewajibannya, memiliki keberanian membela kebenaran, serta tidak mudah terjerat persoalan hukum. Tutur Prof Sutan Nasomal

“YLBH CCI menilai bahwa edukasi hukum di tingkat akar rumput menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang berkeadilan, beradab, dan bermartabat. Kehadiran paralegal di tingkat kecamatan diharapkan mampu menjadi jembatan antara masyarakat dan akses keadilan,” tutup Prof. Sutan Nasomal.

Bagi masyarakat yang berminat bergabung sebagai pengurus paralegal YLBH CCI tingkat kecamatan, dapat mendaftarkan diri dengan menghubungi Bapak Raja Diktator melalui WhatsApp di nomor 0877-1902-1960.
Nara Sumber Prof Dr KH Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional Presiden Partai Oposisi Merdeka Jenderal Kompii

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Red

BREBES DN-II Puncak peringatan Hari Jadi ke-348 Kabupaten Brebes berlangsung meriah dengan digelarnya Jalan Sehat dan Senam Massal di Alun-alun Brebes, Minggu (11/1/2026). Momentum ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Desa Nasional 2026.

Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, hadir langsung membuka acara didampingi jajaran Forkopimda, termasuk Kapolres Brebes dan Kepala BNN Kota Tegal. Di hadapan ribuan warga, Bupati yang akrab disapa Mitha ini menekankan pentingnya sinergi kolektif antara pemerintah dan masyarakat.

Filosofi “Brebes Beres”

Mengangkat tema “Satukan Langkah untuk Brebes Beres”, Bupati menjelaskan bahwa visi tersebut bukan sekadar slogan seremonial, melainkan sebuah seruan untuk bertindak nyata (call to action).

“Jalan sehat dan senam massal ini adalah simbolisme pembangunan. Brebes hanya bisa ‘Beres’ jika kita melangkah dalam ritme yang sama, saling mendukung, dan menjaga harmoni satu sama lain,” ujar Mitha di sela-sela kegiatan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Memperkuat Fondasi dari Desa

Sejalan dengan spirit Hari Desa Nasional yang mengusung semboyan “Desa Mandiri, Indonesia Maju”, Paramitha menegaskan komitmennya untuk melakukan akselerasi pembangunan dari level akar rumput.

Menurutnya, desa merupakan pilar utama kemajuan daerah. “Kami berkomitmen penuh pada penguatan SDM dan ekonomi kreatif di desa. Jika desanya mandiri dan produktif, maka Kabupaten Brebes secara otomatis akan jauh lebih kuat,” tegasnya.

Perang Melawan Narkoba

Tak hanya fokus pada kesehatan fisik, Bupati juga menyoroti aspek kesehatan sosial, khususnya ancaman narkoba. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat sosialisasi program “Kampung Tangguh Bersinar” (Bersih Narkoba) yang digagas bersama Polres Brebes.

Suasana sempat mencair saat Bupati melakukan interaksi spontan dengan peserta melalui kuis edukatif mengenai bahaya narkotika. Hal ini dilakukan untuk menguji sejauh mana pemahaman warga terhadap ancaman barang haram tersebut.

“Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dan keterlibatan Duta Anti Narkoba, kita ingin memastikan generasi muda Brebes tumbuh sehat, berprestasi, dan bersih dari narkoba,” imbuhnya yang langsung disambut tepuk tangan riuh peserta.

Geliat Ekonomi Rakyat

Kemeriahan acara ditutup dengan pelepasan peserta jalan sehat yang memperebutkan berbagai hadiah menarik. Selain aspek olahraga, gelaran ini juga menjadi ajang promosi bagi pelaku UMKM lokal. Puluhan stan UMKM berjajar di sekitar Alun-alun, menciptakan perputaran ekonomi langsung di tengah perayaan Hari Jadi.

Hadirnya ribuan warga ini diharapkan tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menjadi pemantik semangat baru dalam membangun Kabupaten Brebes yang lebih sejahtera dan tertata.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

Jakarta, DN-II Akibat banyak pejabat yang tidak mengerti akan tupoksinya sebagai menteri dalam arti kata disiplin ilmu dan kebisaan yang tidak sesuai jabatannya membuat banyak pejabat pada akhirnya membuat terobosan program kerja bukannya membuat program yang sudah ada mangkin lancar atau membantu program sebelumnya melainkan merubah program yang ada jadi dari nol kembali bahkan tidak jadi program terobosan seorang Menteri sekalipun menimbulkan kegaduhan ditengah tengah masyarakat Rakyat ini Indonesia itu sendiri.

Ini yang selama ini terjadi di NKRI Untuk itu saya minta yth Bapak Presiden Jenderal H. Prabowo Subianto untuk kembali mengevaluasi seluruh menteri wakil. Menteri dirjen sesuai dengan tupoksinya agar esok lusa masa akan datang negara kita Aman Nyaman dengan berbagai kendala permasalahan yang terjadi di Indonesia.

Rakyat yakin negara pemerintah bisa karena para pejabatnya mampu mengatasi mengamankan karena mereka bekerja mumpuni sesuai job jabatannya di masing-masing jabatannya”, ujar Prof Dr Sutan Nasomal Pakar Hukum Internasional yang juga Presiden Partai Oposisi Merdeka ini. Menjawab pertanyaan para pemimpin Redaksi media cetak onlen. Dalam luar negeri di kantornya Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka di Jakarta 11/1/2026

Hal penting yang Presiden RI harus ketahui dan mencermati serta harus ada solusi :
80 tahun Indonesia bernafas bebas dari penjajahan dan imperialisme. Sebuah ruang baru bagi yang menanam harapan pada era baru pemerintahan RI.

Tidak terasa perjalanan kemerdekaan ini menjadi jalan cerita yang panjang. Dimana peran besar Masyarakat dan para pemimpin yang menjadi pemerintah menjawab semua permasalahan saat ini. Prof Dr Sutan Nasomal SE,SH,MH menerima pesan pertanyaan dari para wartawan terkait banyaknya bencana besar yang terjadi saat ini.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Tanah, Air, dan Udara yang di miliki Negara Indonesia sesuai undang undang untuk ke maslahatan Masyarakat luas bila tidak salah dalam pemanfaatannya. Maka sepatutnya jangan biarkan jabatan penting di semua posisi di pegang oleh orang yang bukan ahlinya atau tidak paham dengan dampak pada semua reaksi alam pada masa kedepannya (resiko analIsis).

Dalam dunia informasi global saat ini ada temuan baru bahwa ada hujan mengandung mikroplastik di beberapa wilayah dan kota di Indonesia. Mengapa bisa seperti ini. Itu pertanyaannya ?

Secara ilmiah bahwa hujan yang mengandung mikroplastik adalah akibat udara sudah tercemar mikroplastik dari ragam sumber plastik dan sejenisnya, air laut juga tercemar plastik yang sangat banyak. Intinya Udara, Tanah dan air sudah tercemar plastik yang sangat serius dan berbahaya. Di biarkan oleh pemerintah

Pelastik di gunakan sebagai sarana ekonomis semenjak tahun 1970 dan seluruh negara di dunia ini juga membutuhkan. Hanya tidak ada para ahli yang memberikan peringatan akan dampak penggunaan plastik dengan jumlah besar. Plastik sulit hancur dalam puluhan tahun. Maka akan merusak lingkungan alam dengan sangat cepat. Mungkin juga di era tahun 1990 sudah banyak para ahli pakar lingkungan hidup yang suaranya tidak di dengar oleh para pemangku pejabat serta pemimpin di banyak negara negara di dunia ini.

Maka plastik tidak saja menjadi masalah besar tetapi menjadi bencana. Sehingga hujan mengandung mikroplastik.

Kemudian penggunaan styrofoam yang juga sulit di batasi di era tahun 2000 sampai tahun 2026 saat ini. Maka pencemaran sampah styrofoam makin menumpuk di banyak aliran air menuju laut, bahkan bila diteliti lebih jauh, di dalam banyak lahan tanah, terkubur banyak plastik dan styrofoam yang sulit di hancurkan. Maka tanah yang selalu tersiram air hujan. Membawa sampah ini disemua urat sumber air di dalam tanah. Maka air tanah menjadi berbahaya dan beracun. Belum lagi dampak limbah industri dan limbah perumahaan Masyarakat yang terus saja diserap oleh aliran air sampai ke sungai dan laut. Bisa diprediksi dalam 100 tahun ini akan hancur kondisi air sungai dan laut.

Kehidupan di dalam laut juga bisa hancur akibat sampah plastik dll membentuk gundukan seperti gunung. Makanan ekosistem laut terncam punah. Tentu ikan bisa mati semua.

1970 sampai 2025 kemajuan teknologi tidak dijaga dengan hati hati. Jumlah penduduk menuntut kemajuan tekhnologi yang semakin besar. Kebutuhan pembangunan tidak bisa di bantah lagi. Jumlah kendaraan diproduksi sesuai permintaan pasar. Kebutahan energi dikembangkan sesuai kebutuhan penduduk dan industri.

Prof Dr Sutan Nasomal menyampaikan kepada tim media agar menjadi catatan khusus di tahun 2026. Bisa saja tidak sampai ke 10 tahun ke depan udara di langit ini sudah pada level sangat beracun. Jumlah kendaraan hampir di semua negara negara maju, setiap hari lebih dari 15 juta kendaraan digunakan Masyarakat di kota kota padat penduduk. Folusi asap beracun tampa bisa di batasi. Maka 24 jam Masyarakat menggunakan udara berbahaya untuk bernafas.

Penyakit dengan tingkat resiko tinggi dari anak anak sampai orang dewasa bisa terjadi akibat udara beracun.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Maka sangat berbahaya bila sebuah jabatan di berikan kepada orang yang bukan ahlinya dibidang tersebut.

Bumi ini hanya memberikan reaksi ketika telah terjadi keseimbangannya terganggu. Reaksi bencana adalah alarem alami ketika perbuatan yang merusak alam telah meluas.

Prof Dr Sutan Nasomal memberikan edukasi kepada tim media agar informasi ini bisa diserap ke semua Masyarakat dunia dan bisa diteruskan ke pihak para ilmuan peneliti atau pengkaji alam. Juga harus menjadi informasi yang bisa di manfaatkan oleh pemerintah.

Menurunnya tanah di banyak semua kota yang berdekatan dengan lautan. Adalah dampak salahnya tata ruang kota. Seharusnya kota harus jauh dari bibir pantai. Paling tidak 75 km jauhnya dari bibir pantai. Sesuai standar keamanan pembangunan di jaman berdirinya kerajaan Padjadjaran. Gempa yang besar di laut bisa membuat gelombang air yang memasuki daratan sejauh 40 km. Maka perlu pertimbangan besar untuk menjaga keselamatan kota dan penduduknya.

Kota itu adalah hutan rimba beton yang menjulang tinggi dengan beban berat yang ditanggung tanah. Maka rata rata tanah mengalami penurunan selama 50 tahun adalah 15 meter. Dampak beban berat sebagai penopang bangunan bangunan besar. Kemudian berkurangnya jumlah hutan sehingga air tidak lagi bisa diserap dan menetap di dalam hutan. Air selalu saja pergi ke lautan. Maka kekosongan di dalam tanah membuat keropos lapisan tanah yang selama ribuan tahun menopang lapisan tanah atas.
Tanah tidak lagi keras dan kuat. Maka kekayaan kandungan tanah menjadi mati dan kerusakan lapisan tanah meluas.

Getaran suara mesin kendaraan dan suara mesin industri juga memberikan dampak ke dalam tanah. Denyut kehidupan direspon tanah setiap detik.

Prof Dr Sutan Nasomal SE,SH,MH menyampaikan : Bila hujan dalam beberapa tahun kedepan menjadi racun. Maka tidak ada lagi analisa dan hitungan perbaikan cepat. Perbaikan bisa sangat lama sampai 200 tahun waktunya serta dengan biaya ribuan trilyun akan di perlukan. Apakah ini yang mau diberikan kepada generasi penerus Indonesia. Kehancuran akibat perbuatan para pemerintah dan masyarakat dimasa lalu.

Kerusakan hutan bukanlah hal tidak di sengaja dimana mana. Alih fungsi hutan alami menjadi hutan sawit mungkin keputusan masa lalu yang terjawab saat ini. Tidak tanggung tanggung 3 provinsi mengalami bencana alam. Hal ini bisa terjadi lebih parah lagi pada provinsi lainnya. Alam ini menguji semuanya dengan cuaca. Analisa resiko akan teruji.

Hutan yang seharusnya menjadi sumber kehidupan, pabrik oxigen untuk kebutuhan paru paru manusia, rumah penyimpanan air berkualitas, penghasil benih terbaik untuk macam macam benih tumbuhan. Sumber obat herbal yang aman, rumah semua habitat hewan. Menjadi sumber makanan terbaik untuk manusia.

Maka Alam mampu menjadi lawan manusia serta sangat mampu menjawab perbuatan manusia dengan hal yang tidak ada dalam bayangan atau dalam pikiran manusia apa yang akan terjadi. Respon perlawan alam sangat luar biasa daya hancurnya.

Langkah perbaikan adalah jawabannya.
Dengan ilmu keseimbangan alam maka hal terburuk bisa tidak terjadi.

Narasumber : Prof Dr Sutan Nasomal SE,SH,MH

BREBES, DN-II Kemeriahan peringatan Hari Jadi ke-348 Kabupaten Brebes mencapai puncaknya dengan semangat pola hidup sehat dan komitmen pemberantasan narkotika. Ribuan warga memadati area Islamic Center Brebes untuk mengikuti jalan sehat dan senam massal, sekaligus menjadi saksi pengukuhan garda terdepan penyelamat generasi muda, Minggu (11/1/2026).

Acara yang bertepatan dengan peringatan Hari Desa Nasional 2026 ini mengusung tema “Satukan Langkah untuk Brebes Beres”. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah, S.H., S.I.K., M.I.R., M.I.P., Ketua Bhayangkari Cabang Brebes, Kepala BNN Kota Tegal, serta jajaran Forkopimda.

Tiga Pelajar Resmi Jadi Duta Anti Narkoba

Momen krusial dalam acara ini adalah pengumuman hasil seleksi ketat Duta Anti Narkoba Polres Brebes. Setelah menyisihkan 19 finalis pada malam pemilihan, Sabtu (10/1), tiga pelajar terpilih resmi diperkenalkan kepada publik:

Nasya (SMKN Muhammadiyah Paguyangan)

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Rafi (SMA Negeri 1 Salem)

Nisha (SMKN 1 Brebes)

Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, menegaskan bahwa para duta ini bukan sekadar gelar seremonial. “Tugas mereka adalah menjadi garda terdepan untuk mengedukasi rekan sebaya dan masyarakat. Mereka harus berani bersuara dan mengajak lingkungan melawan peredaran gelap narkoba,” tegas Kapolres di hadapan peserta.

Komitmen Kampung Tangguh Bersinar

Selain pengukuhan duta, kegiatan ini meresmikan pencanangan Kampung Tangguh Bersinar (Bersih Narkoba). Kapolres mengingatkan bahwa narkoba adalah ancaman nyata yang dapat menghancurkan masa depan dalam sekejap.

“Sekali terjebak, dampaknya sangat sulit dipulihkan. Jangan pernah mencoba karena masa depan adalah taruhannya. Jauhi narkoba, sayangi keluarga dan diri kalian sendiri,” tambahnya.

Pesan ini terasa kian mendesak menyusul adanya laporan dari masyarakat, termasuk keberanian seorang siswa SMP, Sua Garcia, yang mengungkap indikasi peredaran obat terlarang di kawasan Pasar Induk. Hal ini menjadi pengingat bagi pihak berwenang dan orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan di titik-titik keramaian.

Sinergi Desa dan Kabupaten

Peringatan HUT Brebes tahun ini juga menekankan visi “Desa Mandiri, Indonesia Maju”. Pemerintah Kabupaten Brebes berkomitmen memperkuat sumber daya manusia dan ekonomi desa agar menjadi fondasi pembangunan yang kuat, aman, dan produktif.

Kemeriahan ditutup dengan pembagian berbagai doorprize menarik dan doa bersama untuk kemajuan Kabupaten Brebes. Gemuruh yel-yel khas warga menutup rangkaian acara dengan penuh optimisme.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Brebes Berhias? Beres!” seru ribuan warga serempak.

Reporter: Teguh

You cannot copy content of this page