Beranda » Keamanan » Halaman 52

Keamanan

BREBES, DN-II Forum Komunikasi Guru Besar dan Dosen (FKGD) Putera-Puteri Brebes menggelar acara Halal Bi Halal bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Brebes di Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT), Rabu (25/03/2026).

Mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Membangun Brebes dengan Cinta”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konektivitas dan kolaborasi akademisi dalam membangun tanah kelahiran.

​Ketua Panitia sekaligus Presiden Shafa Community Brebes, Muhammad Abdul Fery, menyampaikan bahwa forum yang bernaung di bawah Yayasan Rumah Cinta Brebes ini telah eksis selama delapan tahun sejak September 2018.

​”Kami ingin memperkuat connectivity, synergy, and collaboration. Profesor dan dosen bukan sekadar insan akademik, tapi penggerak perubahan sosial yang membawa integritas dan pengabdian bagi kemajuan Brebes,” ujar Fery.

​Kolaborasi Strategis Pemda dan Akademisi

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Bupati Brebes periode 2025-2030, Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M., dalam sambutannya yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Dr. Tahroni, M.Pd., menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam mewujudkan visi “Brebes Beres”.

​”Brebes akan lebih hebat jika kita menanamkan rasa saling menolong. Kolaborasi nyata dapat menghidupkan ekonomi di sekeliling kita. Ke depan, para profesor kelahiran Brebes harus terus dilibatkan dalam agenda brainstorming untuk memberikan sumbangsih pemikiran strategis bagi kemajuan daerah,” tutur Dr. Tahroni.

​Kritik Membangun: Benahi Hulu Hingga Hilir

​Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh besar, di antaranya Prof. Anton Satria Prabuwono (King Abdul Aziz University & UTP Malaysia), Prof. Dr. H. Jamali (Rektor UIN Siber Syekh Nurjati), Prof. Dr. Mukhamad Murdiono (UNY), Prof. Dr. Rustono (Unnes), Prof. Dr. Masduki (Rektor UIA), dan Prof. Dr. Mashari (Untag Semarang).

​Salah satu sorotan tajam datang dari Pembina FKGD sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si. Ia menegaskan bahwa penyelesaian masalah di Brebes harus dilakukan secara komprehensif dari hulu ke hilir.

​”Problem di daerah sering kali berakar pada kebijakan politik yang kurang tepat, termasuk dalam penanganan bencana. Dibutuhkan keseriusan bupati dan jajaran untuk menghadirkan stakeholder terkait. Kami, para profesor putera daerah, siap memberikan kajian mendalam untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di Brebes,” tegas Prof. Ma’mun.

​Dihadiri Ratusan Intelektual

​Kegiatan ini dihadiri oleh sedikitnya 60 Profesor dan 339 Dosen kelahiran Brebes yang berkarier di berbagai perguruan tinggi nasional maupun internasional. Selain para akademisi, hadir pula 21 Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Brebes guna mendengarkan langsung aspirasi serta ide-ide segar bagi pembangunan daerah.

Red/Casroni

Semarang, DN-II Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi membuka rekayasa lalu lintas one way nasional guna mengurai kepadatan pada puncak arus balik Lebaran 2026. Kebijakan ini diambil seiring tingginya volume kendaraan yang telah meninggalkan Jakarta melalui jalur tol, tercatat mencapai sekitar 2.380.401 kendaraan hingga 24 Maret 2026.

Peresmian One Way Nasional yang ditandai dengan flag off tersebut dilaksanakan di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2026) pukul 14.25 WIB.

Dalam sesi conference Press Kapolri menyampaikan bahwa Rekayasa lalu lintas one way nasional diberlakukan dari KM 414 GT Kalikangkung hingga KM 70 Cikampek.

“Sebelumnya telah diberlakukan one way secara bertahap, dan sore ini kita terapkan one way nasional untuk mengurai kepadatan di puncak arus balik,” ujar Kapolri kepada awak media.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolri didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Menko PMK, Menhub, Menkes, Kepala BUJT, Dirut PT Jasa Marga, serta Dirut PT. Turut hadir Gubernur Jawa Tengah serta Kapolda Jawa Tengah.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sebelum pelepasan dimulai, Kapolri menyempatkan diri menyapa para pemudik yang tengah mengantre di gerbang tol, dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga membagikan ratusan paket bingkisan berupa makanan ringan, perlengkapan kesehatan, serta mainan untuk anak-anak guna membantu mengurangi kejenuhan selama perjalanan.

Kapolri menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama selama perjalanan arus balik. Ia mengimbau para pemudik untuk tidak memaksakan diri apabila mengalami kelelahan.

” Bagi masyarakat yang melakukan perjalanan balik agar tetap menjaga keamanan dan keselamatan. Manfaatkan fasilitas yang telah disediakan, baik rest area, Pos Pengamanan, maupun Pos Terpadu. Jika lelah, silakan beristirahat dan jangan memaksakan diri,” tegas Kapolri.

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan moda transportasi lain, seperti kereta api, guna mengurangi kepadatan di jalur darat.
Polri memastikan seluruh personel di sepanjang jalur tol maupun arteri tetap bersiaga penuh untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen dalam mewujudkan tagline mudik tahun ini, yaitu “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”

Red

BREBES, DN-II Arus balik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan pada H+2 Lebaran. Ribuan kendaraan pemudik yang hendak kembali ke arah Jakarta dan sekitarnya terpantau memadati ruas Tol Trans Jawa pada Senin (23/03/2026).

Guna mengantisipasi kepadatan yang terus meningkat, pihak kepolisian resmi menerapkan rekayasa lalu lintas One Way Nasional (sepenggal).

Skema satu arah ini dimulai dari KM 263 Gerbang Tol Brebes Barat hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama)

Kebijakan ini mulai diaktifkan pada Senin sore pukul 16.00 WIB.

Berdasarkan pantauan di titik awal one way tepatnya di bawah Simpang Susun Tol Brebes Barat, petugas kepolisian sigap mengarahkan kendaraan dari arah timur untuk masuk ke Jalur A (sisi kanan).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Penerapan rekayasa ini bersifat situasional untuk menjamin kelancaran arus balik menuju Jakarta,” ujar petugas di lokasi.

Sementara itu, bagi kendaraan dari arah Barat (Jakarta) yang hendak menuju arah Timur (Jateng/Jatim), petugas melakukan pengalihan arus
dengan dengan mengarahkan pengendara keluar melalui gerbang Tol Pejagan untuk melanjutkan perjalanan melalui jalur arteri Pantura.

Para pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. (Casroni/Hms).

BREBES, WWW.DETIK-NASIONAL.COM – Momentum Idul Fitri 1447 H menjadi saksi bisu getaran emosional keluarga besar Bani Wasan. Mengusung semangat merawat adab dan nilai luhur, pertemuan ini bukan sekadar seremoni saling memaafkan, melainkan upaya konkret memperkokoh ukhuwah islamiyah di tengah derasnya arus zaman.

Kebersamaan ini sejalan dengan perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 1.

“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan (silaturahmi). Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”

Bagi Bani Wasan, keluarga dan doa adalah pelabuhan terakhir sejauh apa pun kaki melangkah.

Menelusuri Jejak Dakwah Mbah Nurrohman

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Salah satu agenda krusial dalam pertemuan ini adalah membedah silsilah (nasab). Dalam Islam, menjaga garis keturunan adalah bagian dari Maqashid Syariah (tujuan syariat). Berdasarkan catatan sejarah, Bani Wasan merupakan bagian dari garis keturunan besar Mbah Nurrohman, tokoh ulama yang diyakini sebagai pelopor penyebar Islam di wilayah Brebes Barat.

Alur sejarah mencatat garis ini bermula dari Mbah Nurrohman yang menurunkan Anak Keduanya Wilem (Asiyah). Beliau kemudian bersuamikan Ki Mas Brandal Cilik, (Mbah Kulub). yang menjadi titik awal jalur Bani Wasan. Melalui tokoh kunci seperti Mbah Daimen dan Mbah Gentong, lahirlah sosok Caswad (Wafat 1946) yang kini menjadi pilar utama pemersatu silsilah ini.

Menyatukan Dua Sungai Keturunan Buyut Caswad

Sosok Buyut Caswad meninggalkan warisan keturunan yang luas dari dua istri beliau, yakni Nyai Buyut Muri dan Nyai Buyut Wami.

Garis Nyai Buyut Muri (Istri Pertama): Melahirkan tujuh bersaudara; Karmali, Wastam, Wasan (cikal bakal Bani Wasan), Ruinah, Muryah, Cari, dan Kasriyah.

Garis Nyai Buyut Wami (Istri Kedua): Melahirkan tujuh bersaudara; Sukardi, Sartimah, Carmadi, Catra, Surtimah, Casriah, dan Sutarjo (Ki Kored).

Hingga saat ini, keturunan Mbah Nurrohman telah mencapai generasi cicit hingga piut yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Meski raga terpisah jarak, Desa Sengon di Kabupaten Brebes tetap tegak berdiri sebagai “Rumah Besar” dan simpul utama pengikat batin antaranggota keluarga.

Visi Besar: Reuni Akbar Seluruh Keturunan

Harapan besar membuncah dalam pertemuan tersebut. Keluarga besar mencita-citakan di masa depan, seluruh keturunan Buyut Caswad—baik dari garis Nyai Buyut Muri maupun Nyai Buyut Wami—dapat bersatu dalam satu forum Halalbihalal yang lebih luas.

“Harapan kami, seluruh anak cucu keturunan Buyut Caswad bin Mbah Daimen dapat menggelar pertemuan serupa untuk mengencangkan ikatan persaudaraan dan mengenal kembali sosok leluhur kita,” ujar salah satu perwakilan keluarga pada Selasa (24/3/2026).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Langkah ini adalah bentuk pengamalan hadis Rasulullah SAW bahwa “Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi.”

Melalui pertemuan ini, diharapkan generasi muda tidak kehilangan jati diri (loss contact) terhadap akar sejarahnya. Mereka diharapkan tetap memegang teguh nilai keislaman dan etika kekeluargaan yang telah diwariskan sejak zaman Mbah Nurrohman hingga Buyut Caswad.

Red/Casroni

BREBES, DN-II Mengantisipasi lonjakan pengunjung pada masa libur Lebaran 1447 Hijriah, Polres Brebes menyiagakan personel di berbagai objek wisata unggulan. Langkah ini diambil guna memastikan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat yang tengah menikmati masa liburan bersama keluarga.

Kapolres Brebes melalui Kasatgas Humas Iptu Indra Prasetyo menyatakan bahwa fokus pengamanan selain jalur mudik juga fokus ke titik-titik keramaian, terutama kawasan wisata pantai di wilayah utara dan wisata alam di wilayah tengah dan selatan Kabupaten Brebes.

Pada libur lebaran, kepadatan mulai terlihat pada H+1. Beberapa lokasi seperti Pantai Randusanga Indah dan kawasan wisata alam di Kecamatan Paguyangan dan Banjarharjo.

Menanggapi hal tersebut, personel kepolisian tidak hanya berjaga di pos pengamanan, tetapi juga melakukan patroli jalan kaki di area wisata.

“Kami menempatkan personel di titik-titik rawan kemacetan akses masuk wisata serta area yang memiliki risiko kecelakaan air serta memantau sekitar lokasi,” jelas Iptu Indra Prasetyo pada Senin (23/03/2026)

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Selain aspek keamanan dari tindak kriminalitas, petugas juga aktif mengatur arus lalu lintas di pintu masuk objek wisata guna mencegah terjadinya antrean kendaraan dan juga memberikan edukasi keselamatan.

Pihak kepolisian juga memberikan beberapa imbauan bagi masyarakat yang sedang berwisata. Diantaranya dalam hal pengawasan anak, orang tua diminta ekstra waspada mengawasi buah hati, terutama di area keramaian dan wisata air. Selain itu, mengingat beberapa jalur menuju wisata alam di Brebes Selatan memiliki tanjakan, wisatawan diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima.

“Wisatawan juga bisa memantau kepadatan lokasi wisata melalui aplikasi Sipolan agar dapat mencari alternatif destinasi jika salah satu lokasi sudah melebihi kapasitas,” jelasnya.

Mengingat saat ini sudah mulai nampak pergerakan arus balik yang berbarengan dengan arus wisata lokal, kepolisian menerapkan skema rekayasa lalu lintas situasional.

“Kami berupaya agar mobilitas warga yang hendak balik ke perantauan tidak terhambat oleh antrean warga yang ingin berwisata. Semua personel di lapangan telah diinstruksikan untuk bertindak persuasif dan Humanis namun tegas dalam mengatur alur kendaraan,” tambah Iptu Indra

Dengan kesiapsiagaan personel Polres Brebes selama 24 jam di titik-titik pengamanan, diharapkan masyarakat dapat menikmati momen libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H dengan perasaan aman dan pulang dengan selamat. (Red/Hms)

BREBES, DN-II Menyatukan berbagai elemen kekuatan masyarakat menjadi kunci utama kemajuan daerah. Semangat itulah yang melandasi pertemuan strategis sekaligus diskusi kolektif para tokoh berpengaruh, aktivis, hingga praktisi hukum Kabupaten Brebes yang digelar dalam suasana hangat di Brebes, Minggu (22/3/2026).

Acara yang diinisiasi oleh Azmi Asmuni Majid, Ketua Sepakat Brebes Bermartabat SBB, ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Pertemuan ini menjadi wadah konsolidasi gagasan, mulai dari isu lingkungan melalui gerakan Jaga Kali, penguatan literasi digital, hingga pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

“Kita butuh kesamaan visi dari seluruh elemen masyarakat. Kehadiran para tokoh dari berbagai latar belakang hari ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap Brebes tetap menjadi prioritas utama di atas segalanya,” tegas Azmi dalam sambutannya sebagai tuan rumah.

Ekonomi Rakyat: Fokus pada Koperasi dan Pertanian

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah penguatan sektor ekonomi hilir. Haji Masrukhi Bachro, Ketua Dekopin sekaligus Ketua HKTI Brebes yang akan segera dilantik, memaparkan strategi masa depan ekonomi rakyat. Beliau menekankan bahwa sinergi antara ketahanan pangan, kesejahteraan petani, dan revitalisasi peran koperasi adalah fondasi stabilitas daerah yang tidak bisa ditawar.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Stabilitas Wilayah, Hukum, dan Infrastruktur

Dari sisi stabilitas sosial, hadir Haji AKBP Purn Mujiarto, Ketua SKI Brebes. Selain menekankan pentingnya kondusivitas wilayah, ia memberikan apresiasi atas kinerja kepemimpinan Bupati Paramitha Widya Kusuma, khususnya dalam percepatan pembangunan infrastruktur.

“Kita harus akui ada progres nyata, terutama dalam perbaikan jalan-jalan di wilayah Brebes yang kini kondisinya jauh lebih baik dan mantap,” ujar Mujiarto.

Di sisi lain, penguatan aspek legalitas juga menjadi sorotan. Slamet Sutanto, praktisi hukum sekaligus Direktur Hukum SBB, menyoroti fenomena sosial terkait pernikahan siri yang masih marak. Ia menegaskan pentingnya pendampingan hukum agar hak-hak masyarakat, terutama perempuan dan anak, tetap terlindungi secara konstitusional.

Literasi Digital di Tengah Arus Informasi

Menghadapi era disrupsi, Dedy Agustyan Ketua Serikat Media Siber Indonesia/SMSI Brebes bersama jurnalis senior Kang Dede Wijaya Ketua INSPI dan Mas Gusti, menyoroti pentingnya literasi siber. Mereka bersepakat bahwa arus informasi di Brebes harus dikawal secara profesional agar publik tidak terjebak dalam pusaran disinformasi atau berita bohong hoax.

Aktivisme dan Kepedulian Sosial

Diskusi semakin hidup dengan hadirnya para pegiat lapangan yang membawa isu-isu sektoral.

Gus Hada Abdul Aris Assaad. Memberikan dukungan moral bagi penguatan pergerakan masyarakat berbasis nilai.

Deden Sulaeman: Aktivis kesehatan yang menyoroti aksesibilitas dan mutu pelayanan publik.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Mahfudin Masjaka: Secara konsisten menyuarakan urgensi gerakan lingkungan melalui aksi Jaga Kali.

Hendri Yetus: Budayawan/seniman yang mengingatkan pentingnya pembangunan karakter bangsa berbasis kearifan lokal.

Energi muda juga tampak dari keterlibatan tokoh pemuda seperti Rio Raga Pangestu Ketua PAC Pemuda Pancasila Larangan dan Mas Andriyanto Badan Buruh Pekerja Pemuda Pancasila, yang membuktikan regenerasi pergerakan di Brebes tetap dinamis. Tak ketinggalan, tokoh wilayah selatan, Haji Masduki Tonjong, turut memberikan pandangan kritis mengenai implementasi Makan Bergizi Gratis MBG agar dikelola secara profesional dan tepat sasaran.

Momentum Lebaran tahun ini di Kabupaten Brebes terasa istimewa. Agenda silaturahmi yang diinisiasi oleh tokoh pergerakan, Azmi Asmuni Majid, dinilai sukses menyatukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari aktivis hingga insan pers dalam satu wadah kebersamaan.

​Apresiasi tinggi datang dari Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Brebes, Abdul Aris Assa’ad. Tokoh yang akrab disapa Hada ini menyebut pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol persatuan.

​”Gus Azmi memiliki kapasitas luar biasa dalam membangun jejaring dan memberikan pengaruh positif bagi daerah. Pertemuan Lebaran kali ini terasa sangat istimewa karena sosoknya yang konsisten memberikan kontribusi pemikiran bagi kemajuan Brebes,” ujar Aris.

​Menurut Aris, Gus Azmi selama ini dikenal vokal dan aktif memberikan masukan konstruktif kepada Pemerintah Kabupaten Brebes, mulai dari jajaran Bupati, Kepala OPD, hingga Forkopimda.

​Tokoh Brebes yang Menembus Batas

​Dalam kesempatan tersebut, Aris juga merefleksikan pentingnya sosok inspiratif bagi putra daerah. Ia menyebutkan tiga tokoh besar asal Brebes yang dinilai telah menembus batas dalam berkontribusi bagi bangsa:

​Prof. Yahya Muhaimin: Mantan Menteri Pendidikan Nasional sekaligus pendiri Universitas Peradaban yang meletakkan fondasi intelektual di Brebes.

​Sudirman Said: Mantan Menteri ESDM dan tokoh nasional yang dikenal tegas serta berintegritas. Saat ini ia menjabat sebagai Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) yang memiliki kampus di Tegal dan Slatri, Larangan.

​H. Muhadi Setiabudi: Pengusaha sukses yang bersahaja dan pendiri Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), yang berperan besar dalam sektor ekonomi dan pendidikan lokal.

​Aris berharap, melalui semangat silaturahmi yang dibangun oleh tokoh-tokoh seperti Gus Azmi, sinergi antar-elemen di Brebes dapat terus terjaga demi percepatan pembangunan daerah ke depan.

Dan Seharusnya Ketiga tokoh ini patut diberikan penghargaan semacam award oleh pemerintah dan masyarakat Kabupaten Brebes.Tambahnya

Komitmen Kolektif untuk Brebes

Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan untuk terus menjalin komunikasi lintas lembaga non-pemerintah secara berkelanjutan. Sinergi antara sektor hukum, media, ekonomi, hingga kepemudaan ini diharapkan menjadi pemantik gerakan kolektif yang lebih besar demi mewujudkan Kabupaten Brebes yang lebih maju, adil, dan bermartabat.

(Red)

BREBES, DN-II Suasana hangat menyelimuti kediaman Azmi Asmuni Majid di Perumahan D’Oasis, Desa Pulosari, Brebes. Forum yang sejatinya adalah Halal Bihalal tersebut bertransformasi menjadi ruang refleksi kritis yang menghadirkan tokoh lintas sektor, mulai dari aktivis, praktisi hukum, hingga pegiat media, pada Minggu (22/3/2026).

Ketua Sepakat Brebes Bermartabat (SBB) selaku tuan rumah, Azmi Asmuni Majid, menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar ritual saling memaafkan. “Halal bihalal harus menjadi ruang refleksi. Silaturahmi adalah momentum untuk menyatukan gagasan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Brebes,” ujarnya.

Aktivisme yang Menyentuh Akar Rumput

Dedy Agustyan, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Brebes, yang didapuk merangkum poin-poin diskusi, menyampaikan bahwa para aktivis sepakat untuk melakukan reorientasi gerakan. Menurutnya, gerakan sipil di Brebes harus kembali ke akar.

“Aktivisme bukan sekadar simbol perlawanan di ruang rapat. Aktivis harus mendem njero masuk ke jantung kehidupan masyarakat, merasakan denyut nadi mereka, dan hadir membawa solusi nyata. Disiplin dan konsistensi adalah kunci agar perjuangan tidak menjadi wacana sesaat,” tegas Dedy.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Menjaga Marwah Pers dan Kritik Mutaber

Persoalan integritas profesi juga menjadi sorotan tajam. Dedy mengungkapkan keresahan peserta terhadap fenomena “Mutaber” (Muter-muter Tanpa Berita). Fenomena ini merujuk pada oknum yang mengaku wartawan namun mengabaikan kerja jurnalistik, hanya hadir di acara seremonial demi dokumentasi dan mengharap amplop.

“Kondisi ini mengikis kepercayaan publik. Pers harus menjaga marwahnya dengan karya jurnalistik yang berkualitas, bukan sekadar menyalin siaran pers atau unggahan media sosial,” tambahnya.

Hukum, Ekonomi, dan Literasi

Diskusi berkembang dinamis dengan masukan dari berbagai tokoh yang hadir, di antaranya:

Slamet Sutanto Direktur Hukum (SBB), Menyoroti fenomena pernikahan siri. Meski sah secara agama, ia mengingatkan dampak lemahnya perlindungan hukum dan kerumitan administratif yang sering merugikan kaum perempuan dan anak.

Masrukhi Bachro (Ketua Dekopin & HKTI Brebes): Menekankan peran Koperasi Merah Putih sebagai benteng ekonomi rakyat. Koperasi harus dikelola profesional agar menjadi sarana kemandirian ekonomi, bukan sekadar urusan simpan pinjam.

Deden Sulaeman Aktivis Kesehatan, Menitikberatkan pada perlindungan konsumen dan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis bagi masyarakat.

Hendri (Seniman): Mengajak generasi muda meramu tradisi dengan inovasi agar seni lokal menjadi identitas sekaligus peluang ekonomi kreatif.

Pegiat Literasi: Mengusulkan gerakan Brebes Membaca untuk memperkuat daya kritis masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sejumlah tokoh lain seperti Mahfudin Masjaka, Abdul Aris Assa’ad, Dade Wijaya Ketua INSPI. dan AKBP Purn Mujiarto (Ketua SKI Brebes, turut memberikan pandangan serupa mengenai pentingnya ruang dialog yang jujur dan terbuka.

Pertemuan ini ditutup dengan kesepahaman bersama bahwa kemajuan Brebes hanya bisa dicapai melalui kolaborasi yang berorientasi pada karya nyata. “Semua berpadu dalam satu kesadaran: Brebes membutuhkan aksi, bukan sekadar narasi, demi mewujudkan masyarakat yang bermartabat,” pungkas Dedy.

Red

BEKASI, DN-II Bobroknya mentalitas sejumlah oknum Kepala Desa di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, kini tengah menjadi sorotan tajam. Praktik bagi-bagi amplop berisi uang Rp150.000 kepada pihak yang mengaku wartawan bukan sekadar masalah etika, melainkan indikasi kuat terjadinya tindak pidana korupsi berjamaah dan penggelapan dana pajak negara.

Isu ini mencuat menyusul pengakuan oknum wartawan yang memamerkan uang “jatah” dari sejumlah desa, meliputi Desa Cibarusah Kota, Sirnajati, Wibawamulya, Ridomanah, hingga Ridogalih.

Pimpinan Redaksi Rajawali News Group, Ali Sofyan, memberikan pernyataan keras terkait fenomena ini. Ia menilai tindakan tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap profesi jurnalis sekaligus pengkhianatan terhadap amanah rakyat.

“Ini adalah penghinaan luar biasa terhadap profesi jurnalis sekaligus pengkhianatan keji terhadap rakyat! Dana PPh Pasal 21 dan anggaran desa itu milik negara yang harus dipertanggungjawabkan, bukan harta pribadi kepala desa yang bisa dibagikan semena-mena untuk membungkam kontrol sosial,” tegas Ali Sofyan.

Dugaan Skema Kejahatan Terstruktur

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, tabir gelap operasional desa mulai terkuak. Pengakuan seorang oknum perangkat desa berinisial K menyebutkan adanya perintah langsung dari pimpinan desa untuk membagikan uang tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa praktik pemberian uang tersebut merupakan kebijakan yang terstruktur dan sistematis.

Secara hukum, dana yang bersumber dari pajak (PPh) wajib disetorkan ke rekening kas negara. Mengalihkan dana tersebut untuk pemberian tunai (gratifikasi) kepada pihak luar berpotensi melanggar hukum, di antaranya:

Pasal 8 UU Tipikor: Terkait penggelapan uang atau surat berharga oleh pegawai negeri atau orang lain yang menjalankan jabatan umum.

Permendagri No. 20 Tahun 2018: Tentang Asas Pengelolaan Keuangan Desa yang transparan dan akuntabel.

Desakan Penegakan Hukum

Ali Sofyan juga menyoroti rusaknya ekosistem kontrol sosial akibat kolaborasi negatif antara pejabat desa yang takut akan kritik dan oknum media yang menerima “uang receh” tersebut.

“Kami mendesak Kejari Kabupaten Bekasi dan Unit Tipidkor Polres Metro Bekasi untuk segera turun tangan. Jangan diam melihat uang pajak rakyat diselewengkan! Periksa seluruh Surat Pertanggungjawaban (SPJ) desa di wilayah Cibarusah. Rakyat butuh transparansi, bukan drama bagi-bagi amplop untuk menutupi borok kebijakan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Camat Cibarusah maupun para Kepala Desa terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai sumber dana “amplop” yang kini menjadi bola panas di tengah masyarakat tersebut.

Tim Red

BREBES, DN-II Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti momentum Lebaran 1447 H bagi keluarga besar Bani Wasan bin Caswad. Bertempat di Desa Sengon, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, ratusan anggota keluarga berkumpul untuk menggelar tradisi tahunan Halalbihalal sekaligus Tahlil Akbar di area makam leluhur pada Minggu (22/3/2026).

Magnet Spiritual dan Edukasi Nasab

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan menjadi magnet spiritual bagi keluarga besar yang tersebar di berbagai daerah. Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi, baik dari anggota keluarga yang menetap di tanah kelahiran maupun para perantau yang sengaja pulang demi merawat ikatan batin dan menjaga silaturahmi.

Bagi generasi muda, momentum ini menjadi ruang edukasi penting untuk mengenal kembali silsilah dan garis keturunan (nasab). Hal ini krusial dilakukan agar generasi penerus tetap memegang teguh identitas sejarah di tengah derasnya arus modernisasi.

Larut dalam Kekhusyukan Doa

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Puncak acara ditandai dengan ziarah kubur dan pembacaan tahlil massal. Di bawah keteduhan makam leluhur, seluruh keluarga larut dalam kekhusyukan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan doa bagi para pendahulu.

“Kegiatan ini adalah tentang mengingat akar. Berdoa di makam leluhur menyadarkan kita bahwa kerukunan yang kita nikmati hari ini adalah warisan spiritual yang harus dijaga keberlanjutannya,” ujar salah satu perwakilan keluarga Bani Wasan di sela-sela acara.

Memperkuat Ukhuwah Melalui Ramah Tamah

Usai prosesi sakral, suasana mencair dalam sesi ramah tamah. Canda tawa dan nostalgia masa lalu mengalir hangat, meruntuhkan sekat usia antara para sesepuh dengan anak-cucu. Hidangan khas Lebaran yang disajikan menambah keakraban di tengah semilir angin sore pedesaan.

Melalui Halalbihalal 1447 H ini, keluarga besar Bani Wasan berharap nilai-nilai luhur, adab, dan kekompakan keluarga tetap terjaga kokoh. Kebersamaan ini menjadi pengingat bahwa sejauh mana pun seseorang melangkah, keluarga dan doa adalah tempat terbaik untuk kembali.

MEMBEDAH SILSILAH: Jejak Keturunan Mbah Nurrohman

Berdasarkan catatan sejarah keluarga, Bani Wasan merupakan bagian dari garis keturunan besar Mbah Nurrohman, yang diyakini sebagai salah satu tokoh awal penyebar agama Islam di wilayah Brebes Barat.

Struktur Garis Keturunan Utama:

Mbah Nurrohman (Leluhur Utama)

Keturunan Langsung:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Wilem / Asiyah (Bersuamikan Ki Mas Brandal Cilik)

Putri (Bersuamikan Mbah Kasar)

Jalur Garis Bani Wasan (Eksponen Ki Mas Brandal Cilik):

Silsilah ini menurun melalui tokoh-tokoh kunci seperti Mbah Daimen, Mbah Gentong, dan Mbah Dari garis inilah lahir sosok Caswad (Wafat 1946), yang merupakan ayahanda dari tujuh bersaudara:

Karmali

Wastam

Wasan (Fokus utama Bani Wasan)

Ruinah

Muryah

Cari

Kasriyah

Hingga saat ini, keturunan Mbah Nurrohman telah mencapai generasi cicit hingga piut yang tersebar di berbagai wilayah nusantara, namun tetap menjaga simpul silaturahmi mereka di Desa Sengon, Brebes.

Editor: Casroni

#Religi
#Budaya
#Brebes
#Hari Ini

Tegal, DN-II Layanan Call Center 110 Polres Tegal menjadi ujung tombak dalam memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat. Di balik layanan tersebut, terdapat sosok-sosok petugas yang bekerja tanpa mengenal waktu demi memastikan setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti.

Salah satunya adalah Ipda Taufik Wardhana, SH, petugas PAMAPTA Polres Tegal yang turut terlibat dalam pelayanan 110. Ia mengungkapkan bahwa setiap panggilan yang masuk memiliki dinamika tersendiri, mulai dari laporan kejadian darurat hingga aduan masyarakat dalam kondisi panik.

“Dalam pelayanan 110, kami dituntut untuk selalu sigap dan tetap tenang. Tidak jarang masyarakat yang menghubungi dalam kondisi cemas, sehingga kami harus bisa menenangkan sekaligus menggali informasi dengan cepat dan tepat,” ujar Ipda Taufik.

Ia juga menuturkan bahwa suka duka dalam menjalankan tugas sudah menjadi bagian dari pengabdian. Jadwal piket yang padat dan panggilan yang datang tanpa henti menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

“Kadang dalam satu waktu, laporan masuk bertubi-tubi. Itu menjadi tantangan bagi kami untuk tetap fokus dan tidak boleh lengah, karena setiap laporan menyangkut keselamatan masyarakat,” lanjutnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Meski demikian, Ipda Taufik mengaku rasa lelah terbayar ketika laporan yang diterima dapat segera ditangani oleh petugas di lapangan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Yang paling berkesan ketika kami bisa membantu masyarakat, apalagi saat mereka mengucapkan terima kasih. Itu menjadi semangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik,” ungkapnya.

Polres Tegal melalui jajaran Humas menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan Call Center 110 sebagai bentuk pelayanan prima kepada masyarakat.

Dengan semangat pengabdian dan profesionalisme, para petugas seperti Ipda Taufik Wardhana, SH, terus hadir di balik layanan 110, memastikan setiap laporan masyarakat mendapat respon cepat, tepat, dan humanis.( Bim )

You cannot copy content of this page