Kota Tegal, DN-II Kepolisian memastikan kesiapan maksimal dalam mengamankan malam takbiran yang akan berlangsung pada Jumat (20/3/2026). Seluruh personel dikerahkan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif hingga berakhirnya Operasi Ketupat.
Kapolres Tegal Kota, Heru Antariksa Cahya, menegaskan kondisi lalu lintas dan keamanan wilayah saat ini relatif terkendali. Puncak arus mudik telah terlewati, salah satunya berkat penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way nasional.
Meski demikian, Kapolres mengingatkan jajarannya agar tidak lengah, terutama menghadapi potensi keramaian pada malam takbiran. Kondusifitas keamanan harus tetap terjaga hingga selesai operasi.
“Malam ini takbiran akan berlangsung, meski sebagian masyarakat telah memulainya sejak Kamis. Karena itu, seluruh personel harus benar-benar siap, mulai dari sore hingga malam hari,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya setiap personel memahami tugas dan posisi masing-masing agar pengamanan berjalan efektif, terutama dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk melaksanakan takbiran di tempat ibadah, dengan peran aktif Bhabinkamtibmas yang memberikan edukasi.
“Euforia takbir keliling harus di antisipasi dengan mitigasi yang tepat. Pengamanan harus humanis, penuh dedikasi, dan ikhlas,” ujarnya.
Ratusan personel gabungan dari Polres, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait mengamankan malam takbiran. Mereka menempati pos-pos pengamanan, titik rawan kemacetan di jalur Pantura, pusat kota, dan kawasan keramaian.
Walikota Tegal bersama Forkopimda juga memantau langsung situasi dengan meninjau sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan Operasi Ketupat. Dalam kesempatan tersebut, Walikota dan Forkopimda juga memberikan bingkisan lebaran kepada para petugas yang berjaga sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam melayani masyarakat selama arus mudik dan perayaan Idulfitri.
Kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh personel dalam kondisi siap serta sarana prasarana pengamanan berjalan optimal.
“Kami menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional, termasuk pengalihan arus dan penguatan personel di simpul kemacetan, agar mobilitas tetap lancar dan tidak terjadi penumpukan kendaraan,” jelas Kapolres. 
Petugas juga memfokuskan pengamanan pada pelaksanaan Sholat Idul fitri di sejumlah masjid dan titik lokasi, terutama di Masjid Agung Kota Tegal.
“Pelaksanaan Sholat Ied agar berjalan aman dan lancar, agar masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk,” pungkasnya. ( Bim )
Sambut Idul Fitri 1447 H, TPA Al Husain Tanabang Ilir Gelar Pawai Obor Meriah
TANABANG ILIR, WWW.DETIKNASIONAL.COM // Dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1447 H yang jatuh pada tahun 2026, santri TPA Al Husain Tanabang Ilir menggelar kegiatan pawai beramai-ramai pada Jumat malam (20/03/2026). Suasana malam takbiran di desa tersebut mendadak riuh dan penuh cahaya saat ratusan peserta mulai memadati titik kumpul dengan antusiasme yang tinggi.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Tanabang Ilir, Irvan Sanjivaredy, S.P., yang hadir didampingi oleh istri tercinta. Kehadiran orang nomor satu di desa tersebut memberikan semangat tambahan bagi para santri dan warga yang ikut memeriahkan iring-iringan pawai di sepanjang jalan protokol desa.
Selain jajaran perangkat desa, tampak hadir pula para tenaga pengajar TPA Al Husain yang selama ini menjadi pilar pendidikan agama di sana. Mereka adalah Ustadz Irham Sabari, S.H.I., Ustazah Masriana, S.Th.I., Ustadz Mukminin, S.Sos., serta Ustazah Ria Mukminin yang turut mengawal jalannya barisan agar tetap tertib dan aman.

Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Irvan Sanjivaredy, S.P. menyampaikan, “Kegiatan pawai ini adalah wujud syukur kita setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Saya sangat mengapresiasi semangat adik-adik santri dan para guru ngaji yang telah menjaga tradisi religius ini tetap hidup di Desa Tanabang Ilir.”
Lebih lanjut, beliau berharap agar momentum ini dapat mempererat tali silaturahmi antarwarga dan memupuk rasa cinta generasi muda terhadap syiar Islam. Irvan menekankan bahwa kebersamaan antara pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat adalah kunci utama dalam membangun desa yang harmonis dan religius.
Acara yang berlangsung hingga menjelang tengah malam ini ditutup dengan doa bersama. Gema takbir yang bersahut-sahutan sepanjang perjalanan pawai berhasil menciptakan atmosfer haru dan bahagia, menandai kemenangan seluruh umat muslim di Desa Tanabang Ilir dalam menyambut hari yang fitri.
REPORT : JULIYAN
BREBES, DN-II Guna menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat pada malam puncak perayaan Idul Fitri 1447 Hijriyah, Polres Brebes menggelar Apel Gabungan Kesiapan Pengamanan Malam Takbiran di halaman Mapolres setempat, Jumat (20/3/2026) malam.
Apel ini dipimpin langsung oleh Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah. Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya kesiapsiagaan personel dalam mengawal malam kemenangan agar wilayah Kabupaten Brebes tetap dalam situasi aman dan kondusif.
Dalam instruksi teknisnya, Kapolres menegaskan bahwa personel patroli telah dibagi secara spesifik guna memastikan seluruh wilayah terjangkau.
“Malam ini kita siaga penuh untuk melaksanakan patroli dan pengamanan Malam Takbiran Idul Fitri 1447 H. Personel telah dibagi untuk menyisir Jalur Pantura maupun Jalur Tengah. Saya instruksikan kepada setiap Perwira Pengendali (Padal) jalur untuk segera melakukan Arahan Pimpinan Pasukan (APP) kepada anggotanya sebelum bergeser ke lokasi tugas,” tegas AKBP Lilik Ardhiansyah.
Selain tim patroli bergerak, pengamanan statis juga difokuskan pada pusat keramaian masyarakat. Personel yang bertugas di kawasan Alun-alun Brebes telah disiagakan secara khusus untuk menjaga kenyamanan warga yang merayakan malam takbiran di pusat kota.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kapolres Brebes juga memberikan perhatian khusus pada titik-titik yang dinilai memiliki potensi gangguan keamanan. Regu patroli diminta untuk lebih jeli dalam memantau wilayah yang rawan terjadi perkelahian antarwarga maupun tindak kriminalitas lainnya.
“Laksanakan patroli pada tempat-tempat rawan. Pantau dan monitor setiap dinamika yang terjadi, baik itu isu nasional maupun daerah, agar kita selalu waspada terhadap perkembangan situasi yang ada,” tambahnya.
Menutup arahannya, AKBP Lilik Ardhiansyah mengingatkan jajaran agar tidak mengabaikan kondisi fisik di tengah padatnya rangkaian Operasi Ketupat Candi 2026 yang masih berlangsung.
“Saya minta rekan-rekan tetap jaga kesehatan karena tugas kita masih panjang. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tetap waspada terhadap lingkungan sekitar, dan yang terpenting, selalu utamakan keselamatan personel selama bertugas di lapangan. Semoga wilayah Kabupaten Brebes tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan armada patroli Blue Light Patrol yang bergerak serentak ke berbagai penjuru wilayah hukum Polres Brebes untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat dan para pemudik yang masih melintas. (Casroni/Hms)
KOTA TEGAL, DN-II Gema takbir yang berkumandang menandai berakhirnya bulan suci Ramadan bukan sekadar seremoni tahunan. Idulfitri merupakan momentum proklamasi kemenangan bagi hamba-hamba Allah SWT yang berhasil menjaga konsistensi takwanya.
Hal tersebut menjadi sari pati pesan religius dalam pelaksanaan salat Idulfitri yang berlangsung khidmat di lingkungan RSUD Kardinah, Kota Tegal, Jumat (20/3/2026). Kemenangan ini ditegaskan sebagai janji nyata Sang Pencipta tentang kebahagiaan abadi di akhirat kelak.
Janji Kemenangan di Pintu Surga
Dalam khotbahnya, penceramah menyampaikan bahwa Al-Qur’an telah memberikan gambaran eksplisit mengenai balasan bagi mereka yang bertakwa. Merujuk pada Surah An-Naba ayat 31: “Inna lil muttaqina mafaza”, yang menegaskan bahwa sesungguhnya kemenangan sejati diperuntukkan bagi orang-orang yang bertakwa.
Kemenangan tersebut diwujudkan dalam bentuk fasilitas surga yang melampaui imajinasi manusia: kebun-kebun yang indah (hada’iqa wa a’naba), pasangan yang mulia (wa kawa’iba atraba), hingga jamuan yang lezat (wa ka’san dihaqa).
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Namun, aspek paling mendalam dari kenikmatan surga adalah ketenangan psikologisnya. “La yasma’una fiha laghwaw wa la kidzdzaaba”. Di sana, tidak ada lagi perkataan sia-sia maupun kedustaan. Inilah balasan sempurna (jaza’am mir rabbika) yang bersifat konsisten dan tidak terputus.
Takwa sebagai Solusi Problematika Hidup
Pasca-Ramadan, tantangan sesungguhnya bagi umat Muslim adalah mempertahankan predikat takwa di tengah dinamika dunia. Takwa tidak boleh berhenti pada ritual, melainkan harus bertransformasi menjadi solusi konkret atas berbagai problematika hidup.
Setidaknya ada empat jaminan Allah SWT bagi hamba-Nya yang bertakwa:
Solusi Kehidupan: “Wa may yattaqillaha yaj’al lahu makhraja”. Allah menjamin adanya jalan keluar dari setiap himpitan persoalan.
Rezeki Tak Terduga: “Wa yarzuqhu min haitsu la yahtasib”. Kecukupan ekonomi yang datang dari arah yang tidak disangka-sangka.
Kemudahan Urusan: “Wa may yattaqillaha yaj’al lahu min amrihi yusra”. Hal yang nampak sulit bagi orang lain, akan dimudahkan bagi mereka yang bertakwa.
Al-Furqan: Kemampuan batin untuk membedakan antara yang hak (benar) dan yang batil (salah).
Refleksi: Antara Bahagia dan Haru
Ramadan, bulan yang mulia karena turunnya Al-Qur’an (Syahru ramadhanalladzi unzila fihil qur’an), kini telah berlalu. Di balik kegembiraan hari kemenangan, terselip rasa haru dan tanya dalam sanubari: “Apakah kita akan menjumpai Ramadan di tahun mendatang?”
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sebagai penutup, jamaah diajak untuk memegang teguh pesan Ilahi agar tetap dalam keislaman hingga akhir hayat. Sebagaimana firman-Nya: “Ya ayyuhalladzina amanut taqullaha haqqa tuqatih, wa la tamutunna illa wa antum muslimun.”
Semoga setiap sujud, lapar, dan dahaga selama Ramadan bertransformasi menjadi kemuliaan di sisi-Nya. Sebab, “Inna akramakum ‘indallahi atqakum”, sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah mereka yang paling bertakwa.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Menjelang tengah malam di tengah meningkatnya arus mudik, kesigapan personel kepolisian kembali diuji. Pada Kamis (19/3/2026) malam jajaran Pos Pengamanan (Pos Pam) Dermoleng bergerak cepat merespon aduan masyarakat terkait hambatan lalu lintas di jalur Larangan – Ketanggungan.
Sebuah truk dilaporkan mengalami kendala teknis serius tepat di wilayah Desa Kubangwungu. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapospam Dermoleng, Ipda Sugiyanto, memimpin langsung tiga anggotanya menuju lokasi untuk melakukan giat strong point.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati satu unit kendaraan bermotor (KBM) truk dalam posisi berhenti di badan jalan akibat patah as roda. Kondisi ini sempat mengancam kelancaran arus lalu lintas, mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi bagi para pemudik.
Langkah-langkah taktispun segera diambil oleh personel di lapangan dengan pengamanan lokasi dan pemasangan rambu dengan meletakkan tanda peringatan di sekitar truk agar terlihat jelas oleh pengguna jalan lain dari kejauhan guna menghindari kecelakaan serta membantu dengan evakuasi dan koordinasi perbaikan pemindahan kendaraan agar jalur kembali steril.
Ipda Sugiyanto menyampaikan bahwa tindakan cepat ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan rasa aman selama masa mudik Lebaran 2026.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kami langsung turun ke lapangan begitu menerima laporan. Prioritas utama kami adalah memastikan tidak ada hambatan fatal di jalur mudik, serta mencegah terjadinya kecelakaan akibat kendaraan yang mogok di titik gelap,” ujar Ipda Sugiyanto dalam keterangan yang disampaikan pada Jumat (20/03) pagi.
Ditambahkan, saat proses evakuasi petugas juga memberikan pesan edukatif bagi para pemudik yang melintas. Mengingat insiden teknis dapat terjadi sewaktu-waktu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan mempersiapkan perjalanan dengan matang.
“Kami meminta para pemudik untuk selalu mengecek kondisi fisik kendaraan sebelum melakukan perjalanan,” lanjutnya.
Selain itu, petugas juga menekankan pentingnya menjaga fokus selama berkendara. “Jika merasa lelah atau mengantuk, segera cari tempat istirahat terdekat. Jangan memaksakan diri demi mengejar waktu, karena keselamatan adalah yang utama,” terangnya. (Casroni/Hms)
BREBES, DN-II Memasuki puncak arus mudik Lebaran 2026, Kepolisian Resor (Polres) Brebes mengambil langkah strategis untuk mengurai antran kendaraan di wilayah Tengah dan Selatan.
Pada Kamis (19/3/2026), petugas mulai memberlakukan sistem one way (satu arah) dan buka tutup di sejumlah titik krusial.
Pemberlakuan sistem one way di jalur Selatan Brebes mencakup ruas dari Underpass Karangsawah hingga Pasar Linggapura. Langkah ini terbukti efektif mencairkan antrean kendaraan yang sebelumnya terjadi dari wilayah Karanganyar, Tegal hingga Pasar Linggapura, Tonjong, Brebes.
Kondisi serupa terpantau di jalur Tengah, tepatnya pada ruas Larangan – Songgom. Di titik ini, personel di lapangan menerapkan sistem buka tutup secara bertahap.
Kasatgas Humas Polres Brebes, Iptu Indra Prasetyo, menjelaskan bahwa meski terjadi antrean kendaraan dari arah Pejagan menuju Purwokerto, arus lalu lintas secara umum masih bergerak.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Petugas di lapangan terus melakukan upaya penarikan arus dengan memberikan prioritas utama bagi kendaraan pemudik,” ujar Iptu Indra Prasetyo dalam keterangan resminya hari ini. 
Sampai saat ini, personel Polres Brebes tetap siaga di berbagai titik rawan macet untuk menjamin kelancaran serta keselamatan para pengguna jalan.
Masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik diimbau untuk mematuhi arahan petugas di lapangan.
Menjaga kondisi fisik dan kelayakan kendaraan.Dan sabar dalam antrean demi mewujudkan Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) yang kondusif.
“Polres Brebes berkomitmen untuk terus memantau titik-titik rawan kemacetan selama 24 jam penuh. Kepada pemudik jangan memaksakan diri jika lelah, manfaatkan posko-posko mudik yang telah disediakan di sepanjang jalur Brebes. Mari bersama-sama kita wujudkan mudik Lebaran 2026 yang aman, nyaman,” pungkasnya. (Casroni/Hms)
Kota Tegal, DN-II Bhayangkari Cabang Tegal Kota melakukan peninjauan ke sejumlah pos pengamanan dalam rangka Operasi Ketupat Candi 2026 di wilayah Kota Tegal, Rabu sore (18/3/2026).
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Bhayangkari Cabang Tegal Kota Ny. Henny Antariksa bersama jajaran pengurus Bhayangkari serta Persatuan Yayasan Kemala Bhayangkari (PYKB).
Beberapa pos yang menjadi sasaran kunjungan di antaranya Pos Pelayanan (Posyan) Maya, Pos Pengamanan (Pospam) Rel KA Tirus, Pos Terpadu Terminal, Posyan Jalan Pancasila, hingga Pospam Simpang Tiga Coyo.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan Bhayangkari turut menyerahkan tali asih berupa bingkisan kepada personel yang tengah bertugas mengamankan arus mudik Lebaran.
Ny. Henny Antariksa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan kepada anggota agar tetap bersemangat selama menjalankan tugas dalam Operasi Ketupat Candi 2026.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Bingkisan ini kami berikan sebagai wujud kepedulian Bhayangkari kepada para petugas di lapangan, dengan harapan dapat menambah semangat dalam melaksanakan tugas,” tuturnya.
Ia juga berharap seluruh personel dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. 
Selain itu, dirinya mendoakan agar seluruh anggota yang bertugas selalu diberikan kesehatan, keselamatan, serta kelancaran dalam pelaksanaan tugas.
“Semoga seluruh rangkaian Operasi Ketupat Candi 2026 berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, sehingga masyarakat dapat merasakan kenyamanan saat merayakan Idul Fitri 1447 H,” pungkasnya. ( Bim )
KABUPATEN TEGAL, DN-II Jerit tangis keluarga Untung Suradi, warga Desa Brekat, seolah tak berbekas. Sudah hampir dua tahun, perjuangannya menuntut keadilan atas perusakan lahan pertanian miliknya menemui jalan buntu. Meski telah dilaporkan ke pihak kepolisian sejak Januari 2024, kasus yang diduga melibatkan oknum pejabat desa ini dinilai jalan di tempat.
Kronologi: Mediasi Buntu, Eksekusi Paksa Berujung Anarkis
Konflik bermula dari sengketa sewa lahan seluas 2 hektar milik Pemerintah Desa Brekat. Hubungan kerja sama yang awalnya berjalan baik di masa kepemimpinan lama, mulai meruncing saat tampuk kekuasaan beralih ke Kepala Desa baru, Sabar.
Menjelang masa sewa berakhir, Untung memohon kebijakan waktu satu bulan untuk memanen tanaman yang sudah ia rawat. Ia bahkan menawarkan kompensasi sewa tambahan sebagai bentuk iktikad baik. Namun, permintaan manusiawi tersebut ditolak mentah-mentah.
Tanpa proses dialog yang sehat, lahan seluas kurang lebih 5.000 meter persegi tersebut dikosongkan secara paksa. Sebanyak 15 orang yang diduga bergerak atas perintah pihak desa melakukan perusakan terhadap tanaman yang hanya tinggal menghitung hari menuju masa panen.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kerugian Puluhan Juta dan Trauma Psikis
Aksi represif ini tak hanya menghanguskan modal usaha, tetapi juga meninggalkan luka batin yang mendalam. Untung memperkirakan kerugian materiil mencapai Rp 90.000.000.
Namun, bagi Untung, nilai uang tidak sebanding dengan trauma yang dialami orang tuanya.
“Orang tua saya sampai menangis bersimpuh di lokasi memohon agar perusakan dihentikan, tapi mereka tetap lanjut. Ini sangat tidak manusiawi,” ungkap Untung dengan nada bergetar.
Menanti Ketegasan Polres Tegal
Ketidakpastian hukum kini menjadi beban tambahan. Meski laporan telah masuk sejak lama, progres penyidikan di Polres setempat dirasa belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Saat mendatangi Mapolres baru-baru ini untuk menanyakan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), Untung kembali diminta menunggu. Padahal, saksi-saksi kunci seperti Musa dan Tobiin menyatakan siap memberikan keterangan utuh mengenai peristiwa di lapangan.
Harapan pada Kapolres: Jangan Biarkan Rakyat Kecil Tergilas
Melalui jalur media, Untung menitipkan pesan terbuka kepada Kapolres Tegal. Ia berharap ada intervensi langsung agar kasus ini tidak menguap begitu saja. Menurutnya, lahan negara seharusnya dikelola dengan kebijaksanaan, bukan dengan tindakan arogan yang menindas rakyat.
“Saya mohon kepada Bapak Kapolres untuk membantu menangani kasus ini seadil-adilnya. Kami hanya ingin kebenaran ditegakkan. Yang salah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkasnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Laporan: Teguh
Kasus Perusakan Kebun Mentimun Brekat, Korban Terima SP2HP dan Desak Polisi Ungkap Aktor Intelektual
TEGAL, DN-II Kasus dugaan perusakan lahan pertanian yang menimpa Untung Suradi di Desa Brekat, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, mulai menunjukkan babak baru. Setelah penantian panjang sejak Agustus 2024, Untung resmi menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari Polres Tegal pada Kamis (19/03/2026).
Melalui surat nomor B/324.12/III/2026/Reskrim, penyidik mengonfirmasi bahwa perkara ini terus didalami dengan merujuk pada Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan/perusakan barang secara bersama-sama, atau Pasal 262 Jo Pasal 618 UU Nomor 1 Tahun 2023.
Progres Penyidikan: 15 Saksi dan Ahli Pidana Diperiksa
Berdasarkan dokumen SP2HP yang diterima korban, tim penyidik di bawah pimpinan Ipda Muhammad Fadli, S.Tr.K., telah melakukan serangkaian langkah signifikan untuk mengungkap konstruksi hukum kasus ini. Beberapa poin penting dalam penyidikan meliputi:
Pemeriksaan Saksi: Sebanyak 15 orang telah dimintai keterangan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Keterangan Ahli: Melibatkan Ahli Pidana untuk memperkuat delik hukum.
Barang Bukti: Penyitaan sejumlah bukti fisik dari lokasi kejadian (Tanah Kas Desa Brekat).
Gelar Perkara: Koordinasi intensif dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah dilakukan.
Selanjutnya, penyidik dijadwalkan melakukan asistensi perkara ke Kabagwassidik Polda Jateng guna memastikan penanganan kasus berjalan transparan dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Kekecewaan Korban: Satu Bulan Lagi Panen.
Peristiwa yang memicu laporan ini terjadi pada 3 Januari 2024 silam di lahan kas Desa Brekat (Blok Kades). Untung Suradi tak mampu menyembunyikan kekecewaannya mengingat tanaman mentimun yang ia rawat dirusak sekelompok orang tepat sebulan sebelum masa panen tiba.
Meski progres mulai terlihat, Untung mempertanyakan durasi penanganan kasus yang dinilainya cukup menyita waktu, padahal bukti yang diserahkan dianggap sudah sangat benderang.
“Kami sudah menyerahkan bukti lengkap, termasuk rekaman video saat perusakan terjadi. Di situ terlihat jelas siapa yang mengeksekusi di lapangan dan siapa yang memberi instruksi atau menyuruh,” ujar Untung saat ditemui awak media.
Desak Kapolres Tegal Tindak Tegas Dalang Perusakan
Untung mengapresiasi langkah Polres Tegal dalam menerbitkan SP2HP, namun ia menegaskan tidak akan berhenti hingga aktor intelektual di balik aksi tersebut diproses hukum. Ia bahkan berencana membawa persoalan ini untuk dikonsultasikan lebih lanjut ke Polda Jawa Tengah.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Saya berharap kasus ini tuntas sampai ke akarnya. Pak Kapolres Tegal harus tegas; yang salah tetap salah, yang benar harus dibela. Hukum harus tegak lurus sesuai kenyataan di lapangan. Jangan hanya pelaku lapangan, aktor intelektualnya juga harus tersentuh,” pungkasnya dengan nada tegas.
Reporter: Teguh
Jakarta, DN-II Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Online Dwipantara (PWO Dwipa), Feri Rusdiono, mengutuk keras operasi tangkap tangan (OTT) yang diduga setingan terhadap jurnalis Amir. (19/3/2026).
Ia menilai tindakan itu melanggar komitmen Memorandum of Understanding (MOU) antara Dewan Pers dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Feri Rusdiono menegaskan bahwa MOU Dewan Pers-Polri yang telah diteken sejak 2019 wajib menjadi pedoman utama dalam penanganan kasus yang melibatkan wartawan.
“OTT ini jelas setingan dan merusak independensi jurnalisme. Dewan Pers dan Polri harus menyesuaikan prosedur dengan aturan MOU, bukan asal tangkap tanpa verifikasi fakta,” tegas Feri dalam pernyataan resminya kepada media, Kamis (19/3).Kasus Amir menjadi sorotan karena diduga merupakan upaya kriminalisasi profesi jurnalistik.
PWO Dwipa mendesak Dewan Pers segera turun tangan melakukan mediasi dan memastikan hak wartawan terlindungi sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. “Ini bukan pertama kalinya wartawan jadi korban rekayasa. Polri harus transparan, atau kepercayaan publik terhadap penegak hukum runtuh,” tambah Feri.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Hingga kini, Polri belum merespons secara resmi tudingan tersebut. PWO Dwipa berencana menggelar aksi solidaritas jika OTT Amir tidak dibatalkan dan proses hukumnya disesuaikan dengan standar jurnalistik.
(Redaksi)
