Beranda » Nasional » Halaman 82

Nasional

BREBES, DN-II Implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) memicu munculnya berbagai gagasan segar terkait efisiensi anggaran di tingkat lokal. Salah satu usulan yang mencuat adalah penyederhanaan manajemen Sekolah Dasar (SD) melalui kebijakan Satu Desa Satu Kepala Sekolah. (4/4/2026).

Usulan ini dilayangkan oleh Rusmono, seorang pegiat tata kelola pendidikan di Kabupaten Brebes. Melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati, Sekretaris Daerah, dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes, ia mendorong reformasi struktural guna menekan beban belanja pegawai.

Menekan Belanja Pegawai Sesuai Mandat UU

Rusmono menjelaskan bahwa usulannya didasari oleh Pasal 146 UU HKPD yang memandatkan setiap pemerintah daerah untuk mengalokasikan belanja pegawai maksimal 30% dari APBD.

“Kabupaten Brebes harus melakukan langkah progresif untuk mencapai angka tersebut. Salah satu cara paling konkret adalah dengan melakukan perampingan jabatan struktural kepala sekolah tanpa harus menutup atau melakukan regrouping fisik sekolahnya,” ungkap Rusmono.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ia membandingkan beban manajerial SD dengan jenjang pendidikan di atasnya. “Ada ketimpangan manajemen. Jenjang SMP atau SMA yang siswanya mencapai ribuan saja cukup dipimpin satu kepala sekolah. Sementara di tingkat SD, setiap gedung atau unit sekolah memiliki kepala sekolah sendiri-sendiri, padahal lokasinya seringkali berdekatan dalam satu desa,” tambahnya.

Simulasi Penghematan Rp 2,5 Miliar per Bulan

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar 814 SD di Kabupaten Brebes yang tersebar di 297 desa. Jika kebijakan “Satu Desa Satu Kepala SD” diterapkan, maka jumlah jabatan kepala sekolah dapat dirampingkan secara signifikan dari 814 menjadi hanya 297 orang.

Dalam analisisnya, Rusmono memaparkan hitungan matematis potensi penghematan anggaran daerah:

Pengurangan Jabatan: 517 jabatan kepala sekolah.

Estimasi Tunjangan/Biaya Manajerial: Rp 5.000.000 per bulan.

Total Penghematan: Mencapai Rp 2,58 miliar per bulan atau lebih dari Rp 30 miliar per tahun.

Solusi Kesejahteraan bagi Guru P3K

Menariknya, Rusmono menekankan bahwa hasil efisiensi ini bukan untuk memangkas hak pendidik, melainkan untuk redistribusi kesejahteraan. Dana segar sebesar Rp 2,58 miliar per bulan tersebut dinilai mampu menampung sekitar 861 tenaga P3K baru dengan asumsi gaji Rp3 juta per orang.

“Ini adalah solusi bagi nasib rekan-rekan guru P3K. Dengan manajemen yang lebih ramping, pemerintah daerah memiliki ruang fiskal yang lebih luas untuk memberikan kepastian status dan kesejahteraan bagi guru-guru honorer atau lulusan baru yang mumpuni,” tegas pria yang akrab dengan jargon Guru Garis Lurus tersebut.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Tantangan Manajemen Modern

Di era digitalisasi saat ini, Rusmono optimis seorang kepala sekolah mampu mengelola beberapa unit sekolah dalam satu wilayah desa. Apalagi saat ini banyak tenaga pendidik yang sudah berkualifikasi S2 dengan kompetensi manajerial yang tinggi.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Dinas Pendidikan maupun Sekretariat Daerah Kabupaten Brebes belum memberikan respons resmi terkait usulan teknis tersebut. Meski demikian, wacana ini menjadi diskursus penting di tengah upaya pemerintah daerah menyinkronkan postur anggaran dengan regulasi pusat yang semakin ketat.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

KEBUMEN, DN-II Integritas sebuah perusahaan jasa pengiriman diuji bukan saat operasional berjalan mulus, melainkan saat terjadi kendala dan bagaimana komitmen mereka dalam menyelesaikannya. Hal inilah yang dibuktikan oleh manajemen Anteraja Kebumen dalam menangani kasus kehilangan paket milik salah satu warga Desa Munggu, Kecamatan Petanahan.

Alih-alih berlindung di balik prosedur birokrasi yang rumit, Anteraja menunjukkan “Tanggung Jawab Ksatria” dengan menyelesaikan klaim kehilangan satu unit ponsel milik pelanggan bernama Endang Fitriani Sugeng secara kekeluargaan dan profesional.

Langkah Jemput Bola yang Humanis

Pada Sabtu pagi (4/4/2026) pukul 09.30 WIB, pimpinan (Leader) Anteraja Kebumen, Afif N.A, didampingi kurir Aris Martanto, mendatangi langsung kediaman Endang Fitriani di Desa Munggu RT 01 RW 01. Kehadiran manajemen ini bertujuan untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung sekaligus menyerahkan uang ganti rugi penuh sesuai nilai pasar barang yang hilang.

Langkah “menjemput bola” ini dinilai sebagai standar tinggi dalam pelayanan pelanggan (customer service) yang jarang ditemui di industri ekspedisi saat ini.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kami sangat menghargai setiap kepercayaan yang dititipkan pelanggan. Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen bahwa hak konsumen adalah prioritas utama. Kami mengakui kekeliruan operasional ini dan menjadikannya evaluasi mendalam untuk perbaikan pelayanan ke depan,” ungkap Afif N.A.

Apresiasi dari Pelanggan

Sikap transparan dan tanggung jawab total dari manajemen Anteraja mendapat apresiasi tinggi dari pihak pelanggan. Endang Fitriani mengaku terkesan dengan kejujuran pihak ekspedisi yang tidak berbelit-belit dalam proses klaim.

“Saya benar-benar merasa dihargai. Pihak Anteraja sangat komunikatif dan jujur mengakui kesalahan. Ini adalah teladan bagi jasa ekspedisi lainnya, bahwa kejujuran dan tanggung jawab langsung kepada pelanggan adalah yang utama,” ujar Endang.

Edukasi Etika Bisnis

Penyelesaian masalah yang berakhir damai ini menjadi bukti nyata bahwa Anteraja Kebumen menjunjung tinggi etika bisnis dan aspek kemanusiaan. Peristiwa ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya di wilayah Kebumen dalam membangun sistem pengawasan yang kuat sekaligus tetap mengedepankan hak-hak konsumen.

Publisher: Red

JAKARTA, DN-II Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menghadiri Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Kamis (2/4/2026). Pertemuan strategis ini difokuskan pada optimalisasi Sumber Daya Manusia (SDM) guna mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan Presiden.

​Dalam rapat tersebut, Mensesneg menekankan pentingnya ketersediaan dan pemanfaatan SDM yang mumpuni sebagai tulang punggung keberhasilan program prioritas nasional. Langkah ini diambil untuk memastikan transisi dan eksekusi kebijakan di lapangan berjalan tanpa hambatan melalui penguatan koordinasi serta sinergi antarinstansi.

​Sinergi Lintas Kementerian dan Lembaga

​Rapat ini menjadi wadah konsolidasi bagi sejumlah menteri dan kepala lembaga untuk menyelaraskan postur SDM aparatur dengan target-target PHTC. Turut hadir mendampingi Mensesneg dalam agenda tersebut:

​Menteri PANRB: Rini Widyantini

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah: Abdul Mu’ti

​Menteri Kesehatan: Budi Gunadi Sadikin

​Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi: Brian Yuliarto

​Kepala BPS: Amalia Adininggar Widyasanti

​Kepala BKN: Zudan Arif Fakrulloh

​Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara: Joao Angelo De Sousa Mota

​Fokus pada Kecepatan dan Ketepatan Sasaran

​Selain jajaran menteri, rapat juga dihadiri oleh para Wakil Menteri yang memegang peran kunci dalam operasionalisasi anggaran dan teknis, di antaranya:

​Kemensetneg: Bambang Eko Suharyanto dan Juri Ardiantoro

​Kementerian PANRB: Purwadi Arianto

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Kementerian Keuangan: Suahasil Nazara

​Kementerian Pertahanan: Donny Ermawan Taufanto

​Kementerian Kelautan dan Perikanan: Didit Herdiawan

​Kementerian Koperasi: Farida Farichah

​Pertemuan ini menyepakati perlunya integrasi data SDM dan percepatan rekrutmen atau penempatan tenaga ahli pada sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas Presiden dalam jangka pendek.

​”Optimalisasi SDM bukan sekadar pemenuhan jumlah, melainkan penempatan kompetensi yang tepat pada pos-pos krusial agar hasil terbaik dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Mensesneg dalam arahannya.

Red

JAKARTA, DN-II Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming secara resmi melepas peserta Program Pengabdian Alumni Pejuang Digital di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, pada Kamis (02/04/2026). Langkah strategis ini diambil guna mempercepat pemerataan kualitas pendidikan melalui teknologi, terutama di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

​Teknologi Sebagai Kebutuhan Mutlak

​Dalam arahannya, Wapres Gibran menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi sebuah pilihan atau tren semata, melainkan kebutuhan mendesak untuk menghadapi perubahan zaman yang kian dinamis. Ia menekankan bahwa teknologi harus menjadi jembatan untuk menghapus kesenjangan akses pendidikan di Indonesia.

​”Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan bukan sekadar adopsi perangkat, melainkan perubahan cara berpikir dan cara belajar dalam menyiapkan masa depan bangsa,” ujar Wapres.

​Beliau juga mengingatkan bahwa transformasi digital harus berjalan selaras dengan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini bertujuan agar literasi digital yang terbentuk mampu memicu produktivitas dan menciptakan peluang ekonomi baru di daerah.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Misi 150 Pejuang Digital

​Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Fokus utama program ini adalah mendampingi tenaga pendidik dalam mengoptimalkan perangkat digital untuk kegiatan belajar mengajar.

​Detail Penugasan Program:

​Peserta: 150 orang alumni LPDP terpilih.

​Durasi: 3 bulan masa pengabdian.

​Lokasi Sasaran: 150 sekolah dasar yang tersebar di empat titik strategis:

​Sumedang

​Kupang

​Halmahera Utara

​Merauke

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Fokus Pendampingan

​Selama masa penugasan, para alumni akan berperan sebagai katalisator yang mendampingi para guru dalam pemanfaatan platform teknologi serta penguatan kurikulum berbasis digital. Program ini diharapkan tidak hanya meninggalkan perangkat fisik, tetapi juga mewariskan kemandirian digital bagi sekolah-sekolah di wilayah dengan keterbatasan layanan pendidikan.

Red

​Sumber: BPMI Setwapres

​#KemensetnegRI
#RilisWakilPresiden
#PejuangDigital
#IndonesiaMaju
#DigitalisasiPendidikan

BREBES, DN-II Acara Halal Bihalal yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat di Perumahan Surya Residence, Pulosari, pada Kamis (2/4/2026), menyisakan cerita unik sekaligus getir. Meski dihadiri oleh deretan tokoh penting di Kabupaten Brebes, sejumlah wartawan, anggota LSM, dan aktivis yang hadir mengaku pulang dengan tangan hampa atau zonk.

Acara tersebut sejatinya sangat prestisius karena dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, mulai dari Bupati Brebes, Wakil Bupati Wurja, Sekda Brebes, hingga jajaran Anggota DPRD. Tak hanya dari kalangan birokrasi, tokoh pengusaha nasional sekaligus CEO Dedy Jaya Group, H. Muhadi Setiabudi, serta pemilik Surya Residence, Asrofi, turut hadir dalam kegiatan yang diketuai oleh Aris Hada Assaad dan Sekretaris Purwanto tersebut.

Kekecewaan di Balik Meja Tamu

Meski acara berlangsung khidmat dengan sambutan resmi dari Wakil Bupati Wurja, suasana di luar podium justru dipenuhi kasak-kusuk kekecewaan. Beberapa tamu dari kalangan media dan aktivis merasa harapan mereka untuk mendapatkan “buah tangan” atau sekadar pengganti transport tidak sesuai ekspektasi.

“Kie laka apa-apa ne, Wak (Ini tidak ada apa-apanya, Wak),” seloroh salah satu anggota LSM saat berbincang santai di lokasi acara.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kekecewaan ini kian terasa saat MC acara yang juga merupakan jurnalis media mainstream sempat menyindir panitia. Ia berkelakar bahwa tarif normalnya sebagai pemandu acara adalah Rp700 ribu, namun kali ini ia bersedia memberikan jasanya secara cuma-cuma demi solidaritas rekan-rekan aktivis dan wartawan.

Bandingkan dengan Fasilitas H. Muhadi

Dalam tausiahnya, H. Muhadi Setiabudi sempat melontarkan pernyataan menarik yang seolah menjadi garam di atas luka bagi mereka yang berharap lebih. Ia menawarkan agar acara serupa di masa depan digelar di properti miliknya.

“Kenapa tidak di tempat saya saja? Tinggal pilih hotel mana, mau di Cirebon, Pekalongan, Guci, atau Bumiayu,” ujar Muhadi.

Pernyataan ini memicu ingatan para tamu pada momen sebelumnya. Beberapa wartawan mengenang saat Muhadi mengadakan acara di Hotel Grand Dian Bumiayu atau Guci. Saat itu, mereka tidak hanya mendapatkan fasilitas menginap, tetapi juga uang saku sebesar Rp500 ribu saat pulang.

Nasib Wartawan Jauh: Sewa Mobil demi Hadir

Kondisi kontras terlihat pada wartawan asal Losari yang harus merogoh kocek pribadi untuk menyewa mobil demi menghadiri undangan di Pulosari ini. Meski harus menelan pil pahit karena tidak ada “uang saku”, ia mencoba tetap tegar.

“Kita harus tetap bersyukur, setidaknya bisa makan, minum, dan dapat snack,” tuturnya pasrah.

Hal senada diungkapkan wartawan dari wilayah Brebes Selatan yang menyebut bahwa kali ini mereka harus ikat pinggang karena hasil di lapangan sangat jauh dari ekspektasi biaya operasional yang dikeluarkan.

Reporter: Teguh

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

SEOUL, DN-II Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menerima penghargaan kehormatan tertinggi dari Pemerintah Republik Korea, The Grand Order of Mugunghwa. Penghargaan prestisius tersebut disematkan langsung oleh Presiden Republik Korea, Lee Jae-myung, dalam acara Friendship Event yang berlangsung khidmat di Garden of Sangchungjae, Kompleks Istana Kepresidenan Cheong Wa Dae, Rabu (01/04/2026).

​Simbol Persahabatan dan Jasa Luar Biasa

​The Grand Order of Mugunghwa merupakan tanda kehormatan tertinggi dalam sistem penghargaan nasional Republik Korea. Penghargaan ini secara eksklusif diberikan kepada Kepala Negara atau mantan Kepala Negara sahabat yang dinilai memiliki jasa luar biasa dalam mendukung pembangunan, stabilitas, serta keamanan di Korea Selatan.

​Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1949, tercatat hanya sekitar 100 tokoh dunia yang pernah menerima penghargaan ini, menjadikannya simbol pengakuan internasional yang sangat selektif.

​Apresiasi Atas Kemitraan Strategis

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Penganugerahan ini bukan sekadar seremoni protokol, melainkan bentuk apresiasi mendalam atas peran aktif Presiden Prabowo Subianto dalam mempererat hubungan bilateral antara Jakarta dan Seoul. Di bawah kepemimpinannya, hubungan kedua negara berhasil ditingkatkan statusnya menjadi Special Comprehensive Strategic Partnership.

​Beberapa poin utama yang menjadi dasar penganugerahan ini meliputi:

​Penguatan Kerja Sama Pertahanan: Komitmen berkelanjutan dalam proyek strategis industri pertahanan.

​Stabilitas Kawasan: Peran Indonesia dalam menjaga keseimbangan geopolitik di Asia Pasifik.

​Transformasi Ekonomi: Peningkatan investasi Korea Selatan di sektor teknologi tinggi dan energi terbarukan di Indonesia.

​Pernyataan Penutup

​Dalam suasana yang hangat di Garden of Sangchungjae, kedua pemimpin negara juga menyempatkan diri berdiskusi mengenai prospek kerja sama masa depan yang lebih inklusif. Penghargaan ini sekaligus menandai babak baru sinergi antara Indonesia dan Republik Korea sebagai dua kekuatan ekonomi penting di Asia.

Red

​#KemensetnegRI
#PresidenPrabowo
#PersahabatanIndonesiaKorea
#DiplomasiInternasional

JAKARTA, DN-II Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menggelar acara Halalbihalal bersama keluarga besar Sekretariat Kabinet (Setkab) di Aula Hoegeng, Gedung Sekretariat Kabinet, Jakarta, Kamis (02/04/2026). Acara ini menjadi momentum penguatan silaturahmi sekaligus apresiasi bagi pegawai di lingkungan istana.

​Kegiatan ini dilaksanakan tepat setelah Seskab Teddy kembali dari agenda mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja luar negeri ke Jepang dan Republik Korea.

​Pesan Solidaritas dan Kenyamanan Kerja

​Dalam arahannya yang penuh kehangatan, Seskab Teddy menekankan pentingnya membangun rasa memiliki di lingkungan kerja. Ia berpesan agar seluruh pegawai tidak sekadar menjalankan rutinitas formal, tetapi membangun ekosistem kerja yang suportif.

​”Saya titip satu hal, di sini kita adalah satu keluarga besar. Bekerja itu tidak hanya datang ke kantor lalu pulang. Perkuat ikatan kekeluargaan, perbanyak kawan, dan saling membantu sebisa kita. Minimal, jangan mempersulit orang lain,” ujar Seskab di hadapan para pegawai dan keluarga.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Seskab juga menyoroti pentingnya menjaga kenyamanan lingkungan kantor sebagai “rumah kedua”. Menurutnya, suasana kantor yang tertata akan berkontribusi langsung pada optimalisasi kinerja pelayanan kepada negara.

​”Kantor ini tempat Anda beraktivitas, bahkan mungkin waktu Anda lebih banyak di sini daripada di rumah. Tolong dijaga. Mulailah dari hal kecil, seperti merapikan meja kerja saat tiba maupun sebelum pulang,” lanjutnya.

​Apresiasi dan Transformasi Budaya

​Selain memberikan arahan teknis, Seskab Teddy menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi seluruh staf Setkab dalam mendukung ritme kerja pemerintah yang cepat. Ia mengingatkan agar transformasi budaya kerja yang lebih lincah dan profesional terus dipertahankan secara konsisten.

​Meriah dengan Kuis Nama Presiden

​Suasana formal berubah menjadi ceria saat Seskab Teddy berinteraksi langsung dengan putra-putri pegawai yang hadir. Ia memberikan tantangan edukatif berupa kuis menghafal nama-nama Presiden Republik Indonesia.

​”Saya ada kuis untuk anak-anak, tapi nanti hadiahnya untuk orang tua. Siapa yang bisa menyebutkan nama Presiden RI dari yang pertama sampai kedelapan?” tantang Seskab yang disambut antusias oleh anak-anak.

​Momen menarik terjadi saat Reimar, seorang pelajar kelas 1 SD, dengan berani maju ke depan untuk menjawab tantangan tersebut. Kehadiran keluarga pegawai dalam acara ini diharapkan dapat meningkatkan semangat kerja melalui dukungan moral dari orang-orang terdekat.

Reimar, pelajar yang masih duduk di kelas 1 SD, bergegas maju ke depan saat ditunjuk oleh Seskab Teddy.

Red

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Opini: Bukan Serum Mahal, Kedamaian Batin Ternyata Jadi ‘Skincare’ Terbaik untuk Awet Muda

Penulis: Casroni | Editor: Redaksi

Tanggal: 3 April 2026

WWW.DETIK-NASIONAL.COM II Di era gempuran ten-step skincare routine dan menjamurnya prosedur estetika medis, muncul sebuah fenomena visual yang menarik, individu yang tampak awet muda secara alami, tanpa sentuhan bahan kimia maupun jarum suntik. Rahasia mereka ternyata tidak tersimpan dalam botol serum mahal, melainkan pada stabilitas energi dan kualitas kesehatan mental yang terjaga.

Fenomena ini bukanlah pseudosains. Secara medis, hubungan antara stres kronis dengan penuaan dini melalui proses oksidasi sel telah lama terbukti. Namun, bagaimana sebenarnya cara mengelola “energi” batin agar bertransformasi menjadi pancaran fisik yang nyata? Berikut adalah analisis mendalam mengenai pola hidup mereka yang “menolak tua” melalui kedamaian batin.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

1. Diplomasi  Anti-Drama Memilih Waras di Atas Pemenang

Karakteristik utama individu dengan energi positif adalah kemampuan mereka melakukan filtrasi terhadap konflik. Mereka memahami bahwa setiap perdebatan yang tidak esensial hanya akan memicu lonjakan hormon kortisol musuh utama kolagen kulit.

“Memilih ketenangan batin di atas ego untuk memenangkan argumen adalah investasi kecantikan jangka panjang yang paling ekonomis sekaligus paling efektif.”

Dengan menghindari drama, mereka menjaga otot wajah tetap rileks dan mencegah munculnya garis-garis stres yang prematur.

2. Higiene Sosial: Proteksi Diri Melalui Intuisi

Individu yang tampil berseri biasanya memiliki kecerdasan emosional yang tajam. Mereka mempraktikkan apa yang disebut sebagai higiene sosial. Mereka tidak membiarkan “energi toksik” merembes ke lingkaran terdalam mereka. Dengan intuisi yang terlatih, mereka mampu menjauh dari lingkungan yang menguras energi (energy vampire) tanpa perlu menciptakan konfrontasi baru. Perlindungan terhadap ketenangan jiwa inilah yang menjaga binar mata tetap jernih.

3. Filosofi Minimalisme dan Resonansi Rezeki

Terdapat korelasi unik antara penyederhanaan hidup dengan stabilitas visual wajah yang segar. Dengan memangkas ambisi materi yang berlebihan, tingkat stres fungsional menurun drastis.

Dalam psikologi positif, kondisi ini sering memicu flow state sebuah keadaan di mana hidup terasa mengalir lebih ringan. Menariknya, individu yang selaras dengan nilai kebajikan cenderung menarik keberuntungan yang konstan. Hidup yang dimudahkan secara otomatis mengurangi beban pikiran yang biasanya terpeta pada kerutan dahi.

Menjadi Oase di Tengah Hiruk-Pikuk Sosial

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kecantikan yang bersumber dari vibrasi internal tidak hanya menguntungkan pemiliknya, tetapi juga menjadi magnet sosial. Seseorang dengan jiwa yang tenang secara alami memancarkan frekuensi yang memberikan efek instan bagi lawan bicaranya:

Rasa Aman Tidak ada aura penghakiman yang mengancam.

Kenyamanan: Percakapan mengalir tanpa beban kompetisi.

Relaksasi Kehadiran mereka menjadi oase yang menenangkan bagi lingkungan sekitar.

Artikel ini ingin menegaskan bahwa wajah adalah cermin dari apa yang terjadi di dalam lanskap pikiran. Produk perawatan kulit mungkin mampu memperbaiki tekstur permukaan, tetapi jiwa yang tenang adalah arsitek sesungguhnya dari struktur wajah yang harmonis.

Di tahun 2026 ini, saat teknologi kecantikan mencapai puncaknya, kita justru diingatkan kembali pada akar yang paling mendasar. bahwa kecantikan yang paling memikat adalah mereka yang telah selesai dengan konflik batinnya sendiri. (*)

JAKARTA, DN-II Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono berharap dalam rencana pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tegalsari Kota Tegal menjadi prioritas di tahun 2026 ini, ada penambahan luas pelabuhan sehingga dapat menampung lebih banyak kapal.

“Saya berharap kalau luasannya, minimal empat kali lipat yang sudah ada. Ada penambahan paling tidak 60 hektar sehingga menjadi 77,2 hektar,” ujar Dedy Yon dalam kesempatanya saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah melakukan kunjungan ke Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan di Ruang Rapat Nelayan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP Gedung Mina Bahari II Lantai 12 Jakarta, Kamis (2/4/2026) siang.

Hadir dalam pertemuan tersebut
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Lotharia Latif beserta jajaran, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, beserta OPD terkait serta Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono yang didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Pertanian dan Pangan Kota Tegal, Cucuk Daryanto.

Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Tegal menyampaikan bahwa permasalahan yang terjadi di PPN Tegalsari ini sudah lima kali menelan korban dari kebakaran kapal yang hampir terjadi setiap tahun.

Wali Kota menjelaskan bahwa luas pelabuhan di Kota Tegal adalah 17,2 hektar. Sedangkan jika melihat kapasitas, saat awal perencanaanya hanya untuk 500 kapal dengan rata-rata 25 – 150 Gross Tonnage (GT). Sedangkan sekarang sudah mencapai 50 – 200 GT, sehingga dirata-rata mencapai 100 GT.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Jadi pelabuhan yang sekarang ini idealnya cukup hanya 350 kapal. Sedangkan pada waktu-waktu lebaran saat nelayan sedang ramai mendarat dapat dipastikan sampai 1.300 kapal. Ini sudah over kapasitas,” ujar Dedy Yon.

Ia menambahkan karena sudah melebihi kapasitas maka akan menyulitkan kapal untuk parkir. Apalagi ketika terjadi kebakaran maka ketika satu kapal terbakar akan mudah menyebar ke kapal-kapal lain yang saling berdekatan.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif dalam pengantarnya menyampaikan bahwa di tahun 2026 kedepan ini pihaknya akan fokus pada pengembangan pelabuhan yang ada di Tegal, Cilacap dan Pekalongan.

“Sejalan dengan proyek Integrated Fishing Ports and International Fish Market Phase II dengan dukungan pinjaman luar negeri dari Asian Development Bank (ADB) dan kemarin beberapa bulan Ketua Komisi IV hadir di sana untuk melihat dan menyampaikan kepada kami untuk memprioritaskan dan mengakselerasi percepatan pembangunan Pelabuhan Tegalsari. Jadi diharapkan sesuai jadwal,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam kesempatannya mendorong Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng untuk segera berkoordinasi dengan Wali Kota Tegal terkait dengan aset pelabuhan sehingga aset dapat terpetakan sekaligus juga dengan pengalihannya.

“Saya tidak ingin pada saat nanti akan dibangun terjadi problem di sana,” tegasnya.(* S. Bimantoro )

JAKARTA, DN-II Proyek pengadaan rak gondola untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) senilai Rp 695 miliar tengah menjadi sorotan tajam. Proyek ini diduga sarat penyimpangan, mulai dari praktik mark-up harga hingga pengabaian produk dalam negeri.

​Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Relawan Pro Nusantara (REPRONUSA) secara resmi melaporkan dugaan skandal ini ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI pada Selasa (31/3/2026). Laporan tersebut mendesak BPK melakukan audit investigatif terhadap proses pengadaan yang dinilai tidak transparan.

​Dugaan Rekayasa Vendor dan Selisih Harga Fantastis

​Berdasarkan data yang dihimpun, proyek ini melibatkan dua perusahaan swasta sebagai penyedia jasa, yakni PT Indoraya Multi Internasional dengan nilai kontrak Rp 375 miliar dan PT Nagatama Septa Persada sebesar Rp 320 miliar. Proses penunjukan vendor tersebut diduga kuat dilakukan tanpa melalui tender terbuka.

​Salah satu poin krusial dalam laporan ke BPK adalah temuan selisih harga unit rak gondola yang sangat signifikan. Di dalam kontrak, harga per set rak dibanderol senilai Rp 62,5 juta. Namun, hasil penelusuran menunjukkan harga impor untuk spesifikasi serupa hanya berkisar antara Rp 30 juta hingga Rp 35 juta.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​”Ada selisih harga hampir dua kali lipat antara harga impor dengan harga kontrak. Ini potensi kerugian negara yang nyata jika dikalikan dengan total volume pengadaan,” ujar perwakilan REPRONUSA saat menyerahkan berkas laporan di Gedung BPK RI.

​Soroti Pelanggaran TKDN dan Aliran Dana

​Selain masalah harga, REPRONUSA menyoroti dominasi barang impor dalam program yang seharusnya memberdayakan desa ini. Selain rak gondola dari China, pengadaan mobil dari India dan motor roda tiga impor juga masuk dalam radar kecurigaan.

​Proyek ini diduga melanggar kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Ada indikasi barang-barang tersebut merupakan impor utuh (completely built-up) yang hanya dikemas ulang di dalam negeri untuk mengelabui status asal barang.

​”Jika barang tersebut sebenarnya bisa diproduksi oleh industri lokal, mengapa harus impor? Alasan ini harus dibuka secara transparan karena menggunakan anggaran negara,” tegasnya.

​Pihak pelapor juga meminta BPK dan aparat penegak hukum menelusuri kemungkinan adanya aliran dana berupa kickback atau gratifikasi kepada oknum pengambil keputusan di PT Agrinas Pangan Nusantara yang memuluskan praktik ini.

​Hak Jawab dan Konfirmasi

​Hingga berita ini diturunkan, redaksi terus berupaya melakukan konfirmasi kepada PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) serta pihak PT Indoraya Multi Internasional dan PT Nagatama Septa Persada. Namun, belum ada pernyataan resmi atau hak jawab yang diberikan oleh pihak-pihak terkait atas tuduhan tersebut.

​(Red/Tim)

You cannot copy content of this page